Pub Date : 2023-11-19DOI: 10.30598/isometri.2023.2.2.147-153
Ficky Farhan Hatapayo, S. Titaley, Hanok Mandaku
Kecamatan Leihitu merupakan salah satu kecamatan yang ada dipulau Ambon. letak wilayah Kecamatan Leihitu berada dipesisir pantai, Maka mata pencaharian masyarakat Leihitu lebih dominan ke nelayan. Meski demikian ada juga yang berprofesi sebagai petani dan PNS. Dalam aktivitas keseharian berkaitan dengan pekerjaan mereka maka mereka membutuhkan angkutan baik untuk memasarkan hasil hasil produksi atau juga untuk perjalanan kerja. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosioekonomi pelaku perjalanan komuter dari wilayah Kecamatan Leihitu menuju Kota Ambon, mengidentifikasi variabel yang mempengaruhi pilihan moda transportasi menuju Kota Ambon oleh masyarakat di wilayah Kecamatan Leihitu dan menemukan proporsi pilihan jenis angkutan menuju Kota Ambon oleh masyarakat di wilayah Kecamatan Leihitu. Metode yang digunakan adalah metode deskrptif statistik dan metode kuantitatif yang didalamnya terdapat regresi linier berganda dan regresi logistik binomial. Hasil penelitian menunjukan bahwa yang mempengaruhi secara signifikan pemilihan jenis angkutan olehpelaku perjalanan rute Kecamatan Leihitu – Kota Ambon yaitu waktu perjalanan, tarif perjalanan, tujuan perjalanan, dan alasan memilih moda. Model yang dihasilkan adalah Y = 2,079 – 0,005 X2 - 1.595E-005 X3 + 0,075 X4 – 0,353 X5. Dari model tersebut, menghasilkan proporsi pilihan jenis angkutan oleh masyarakat di Kecamatan Leihitu lebihdominan angkutan umum sebesar 58,3 %, Sedangkan masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi sebesar 41,7 %.
{"title":"ANALISIS PROPORSI PILIHAN JENIS ANGKUTAN UNTUK PERJALANAN KOMUTER (STUDI KASUS : PADA RUTE LEIHITU – KOTA AMBON)","authors":"Ficky Farhan Hatapayo, S. Titaley, Hanok Mandaku","doi":"10.30598/isometri.2023.2.2.147-153","DOIUrl":"https://doi.org/10.30598/isometri.2023.2.2.147-153","url":null,"abstract":"Kecamatan Leihitu merupakan salah satu kecamatan yang ada dipulau Ambon. letak wilayah Kecamatan Leihitu berada dipesisir pantai, Maka mata pencaharian masyarakat Leihitu lebih dominan ke nelayan. Meski demikian ada juga yang berprofesi sebagai petani dan PNS. Dalam aktivitas keseharian berkaitan dengan pekerjaan mereka maka mereka membutuhkan angkutan baik untuk memasarkan hasil hasil produksi atau juga untuk perjalanan kerja. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosioekonomi pelaku perjalanan komuter dari wilayah Kecamatan Leihitu menuju Kota Ambon, mengidentifikasi variabel yang mempengaruhi pilihan moda transportasi menuju Kota Ambon oleh masyarakat di wilayah Kecamatan Leihitu dan menemukan proporsi pilihan jenis angkutan menuju Kota Ambon oleh masyarakat di wilayah Kecamatan Leihitu. Metode yang digunakan adalah metode deskrptif statistik dan metode kuantitatif yang didalamnya terdapat regresi linier berganda dan regresi logistik binomial. Hasil penelitian menunjukan bahwa yang mempengaruhi secara signifikan pemilihan jenis angkutan olehpelaku perjalanan rute Kecamatan Leihitu – Kota Ambon yaitu waktu perjalanan, tarif perjalanan, tujuan perjalanan, dan alasan memilih moda. Model yang dihasilkan adalah Y = 2,079 – 0,005 X2 - 1.595E-005 X3 + 0,075 X4 – 0,353 X5. Dari model tersebut, menghasilkan proporsi pilihan jenis angkutan oleh masyarakat di Kecamatan Leihitu lebihdominan angkutan umum sebesar 58,3 %, Sedangkan masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi sebesar 41,7 %.","PeriodicalId":211360,"journal":{"name":"Jurnal ISOMETRI","volume":"108 2","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139259737","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-11-19DOI: 10.30598/isometri.2023.2.2.131-139
Firda A.W Muhamad, R. L. Papilaya, Adnan Affan Akbar Botanri
Agrowisata sebagai bagian dari objek wisata, diartikan sebagai suatu bentuk kegiatan yang memanfaatkan usaha agro sebagai objek wisata dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman rekreasi dan hubungan usaha di bidang pertanian. Kepulauan Banda Neira merupakan sebuah kecamatan dalam lingkup pemerintahan Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, dengan luas wilayah seluruhnya 2.568 km2. Salah satu potensi pariwisata yang berkembang pada Banda Neira yaitu agrowisata tepatnya kawasan perkebunan pala. Lemahnya pengelolaan dan koordinasi menjadikan agrowisata ini kurang optimal dalam pemanfaatan seperti fasilitas pendukung yang belumtersedia. Dengan adanya keberadaan objek agrowisata pala Desa Walling maka akan berdampak pada ekonomi masyarakat sekitar. Maka akan dibuat fasilitas layanan yang sudah di rencanakan pada kawasan agrowisata yang nantinya akan dibuat sebagai konsep perencanaan agrowisata pala desa walling dalam bentuk desain siteplan yang terdiri dari fasilitas- fasilitas seperti, loket, ruang staff, penginapan, parkiran, tempat souvenir, bangunan pembibitan, tempat pembuatan minyak pala, food court, kazebo, dan ruang edukasi yang dapat mendukung aktivitas wisatawan dalam melakukan kegiatan pariwisata dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pada kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar.Dengan ini rencana pengembangan kawasan agrowisata di Banda Neira semoga akan dapat memberikan perkembangan agrowisata di masa mendatang untuk mengingatkan orang bahwa Banda Neira pernah menjadi pusat perdagangan pala dunia sejak ratusan tahun lalu.
{"title":"RENCANA PENGEMBANGAN KAWASAN AGROWISATA PALA DI BANDA BESAR (STUDI KASUS: DESA WALLING)","authors":"Firda A.W Muhamad, R. L. Papilaya, Adnan Affan Akbar Botanri","doi":"10.30598/isometri.2023.2.2.131-139","DOIUrl":"https://doi.org/10.30598/isometri.2023.2.2.131-139","url":null,"abstract":"Agrowisata sebagai bagian dari objek wisata, diartikan sebagai suatu bentuk kegiatan yang memanfaatkan usaha agro sebagai objek wisata dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman rekreasi dan hubungan usaha di bidang pertanian. Kepulauan Banda Neira merupakan sebuah kecamatan dalam lingkup pemerintahan Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, dengan luas wilayah seluruhnya 2.568 km2. Salah satu potensi pariwisata yang berkembang pada Banda Neira yaitu agrowisata tepatnya kawasan perkebunan pala. Lemahnya pengelolaan dan koordinasi menjadikan agrowisata ini kurang optimal dalam pemanfaatan seperti fasilitas pendukung yang belumtersedia. Dengan adanya keberadaan objek agrowisata pala Desa Walling maka akan berdampak pada ekonomi masyarakat sekitar. Maka akan dibuat fasilitas layanan yang sudah di rencanakan pada kawasan agrowisata yang nantinya akan dibuat sebagai konsep perencanaan agrowisata pala desa walling dalam bentuk desain siteplan yang terdiri dari fasilitas- fasilitas seperti, loket, ruang staff, penginapan, parkiran, tempat souvenir, bangunan pembibitan, tempat pembuatan minyak pala, food court, kazebo, dan ruang edukasi yang dapat mendukung aktivitas wisatawan dalam melakukan kegiatan pariwisata dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pada kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar.Dengan ini rencana pengembangan kawasan agrowisata di Banda Neira semoga akan dapat memberikan perkembangan agrowisata di masa mendatang untuk mengingatkan orang bahwa Banda Neira pernah menjadi pusat perdagangan pala dunia sejak ratusan tahun lalu.","PeriodicalId":211360,"journal":{"name":"Jurnal ISOMETRI","volume":"62 4","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139260797","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-11-19DOI: 10.30598/isometri.2023.2.2.118-122
Raimond Calvian Fenetiruma, A. Hadi, S. J. Litiloly
Peningkatan kapasitas penyemprotan air dengan special effect pump pada head atau tekanan input entrainment yang sama dapat dikembangkan, salah satu diantaranya adalah dengan double vacuum spray gun ejector yang dipasang secara paralel dan menggunakan air reciprocating compressor sebagai primary untuk input. Dalam hal ini secara praktis dapat dikemukakan bahwa untuk jenis dan ukuran spray gun yang sama, kapasitas rata-rata penyemprotan air untuk sistem double lebih besar sekitar dua kali harga sistem single-nya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas output Suction head pada vacuum spray gun ejector. Metode yang digunakan yaitu metode pengukuran eksperimental berbasis instrumen magnetic flow meter sensor (reccording frequency 50 Hz dan extent error ± 5%), Penelitian ini dilakuakan dengan memvariasikan Suction head 0,5 m, 1 m, 1,5 m, 2 m, 2,5 m, kemudian dilakukan pengukuran output dengan menggunakan sensor flow meter. Data pengukuran output dalam bentuk respon frekuensi yang diambil selama 5 detik dengan pengulangan sebanyak 5 kali. Hasil yang diperoleh dari kapasitas output double spray gun ejector dengan kapasitas tertinggi kapasitas output total pada Suction head 0,5 meter sebesar 299,48 mL/Sec, sedangkan kapasitas terendah kapasitas output total pada Suction head 2,5 meter sebesar 266,2 mL/Sec, Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin tunggi Suction head maka kapasitas volume output juga semakin rendah
{"title":"PENGARUH VARIASI SUCTION-HEAD TERHADAP KAPASITAS OUTPUT DOUBLE VACUUM SPRAY GUN EJECTOR","authors":"Raimond Calvian Fenetiruma, A. Hadi, S. J. Litiloly","doi":"10.30598/isometri.2023.2.2.118-122","DOIUrl":"https://doi.org/10.30598/isometri.2023.2.2.118-122","url":null,"abstract":"Peningkatan kapasitas penyemprotan air dengan special effect pump pada head atau tekanan input entrainment yang sama dapat dikembangkan, salah satu diantaranya adalah dengan double vacuum spray gun ejector yang dipasang secara paralel dan menggunakan air reciprocating compressor sebagai primary untuk input. Dalam hal ini secara praktis dapat dikemukakan bahwa untuk jenis dan ukuran spray gun yang sama, kapasitas rata-rata penyemprotan air untuk sistem double lebih besar sekitar dua kali harga sistem single-nya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas output Suction head pada vacuum spray gun ejector. Metode yang digunakan yaitu metode pengukuran eksperimental berbasis instrumen magnetic flow meter sensor (reccording frequency 50 Hz dan extent error ± 5%), Penelitian ini dilakuakan dengan memvariasikan Suction head 0,5 m, 1 m, 1,5 m, 2 m, 2,5 m, kemudian dilakukan pengukuran output dengan menggunakan sensor flow meter. Data pengukuran output dalam bentuk respon frekuensi yang diambil selama 5 detik dengan pengulangan sebanyak 5 kali. Hasil yang diperoleh dari kapasitas output double spray gun ejector dengan kapasitas tertinggi kapasitas output total pada Suction head 0,5 meter sebesar 299,48 mL/Sec, sedangkan kapasitas terendah kapasitas output total pada Suction head 2,5 meter sebesar 266,2 mL/Sec, Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin tunggi Suction head maka kapasitas volume output juga semakin rendah","PeriodicalId":211360,"journal":{"name":"Jurnal ISOMETRI","volume":"13 2","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139260301","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-11-19DOI: 10.30598/isometri.2023.2.2.162-170
Clodio Andre Thenu, J. Latuny, W. M. E. Wattimena
Sistem Informasi Manajemen (SIM) dalam organisasi atau instansi bertujuan untuk mempermudah manajemen dalam perencanaan, pengawasan, pengarahan, dan pendelegasian tugas kepada departemen terkait. Ini sesuai dengan Pasal 53 UndangUndang Nomor 12 tahun 2012 yang menggariskan Penjaminan Mutu Pendidikan, terdiri dari Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). Di dalam Program Studi Teknik Mesin, Tim Koordinasi Semester (TKS) bertanggung jawab memantau kemajuan semester. Namun, pengumpulan data menggunakan Google Forms memiliki keterbatasan mobilitas dan penginputan jurnal perkuliahan. Aplikasi sebelumnya juga kurang memenuhi kebutuhan pengguna. Untuk mengatasi masalah ini, dibuatlah Sistem Informasi Monitoring Perkuliahan (SITOP) berbasis web dengan konsep ModelView-Controller (MVC). SITOP memberikan kemampuan menampilkan data secara realtime dan sistematis pada dashboard website. Hasil penelitian SITOP mencakup pemantauan perkuliahan dengan presentasi jurnal perkuliahan per mata kuliah, perhitungan rata-rata kehadiran mahasiswa, dan pengaturan hak akses pengguna. SITOP menjawab kebutuhan penting dalam pengelolaan perkuliahan, memberikan informasi yang akurat, serta meningkatkan efisiensi dalam tugas manajemen dan pengawasan. Dengan pendekatan ini, SITOP mewujudkan solusi yang inovatif dan efektif untuk kepentingan organisasi atau instansi dengan memanfaatkan teknologi berbasis web
{"title":"APLIKASI SITOP SEBAGAI SARANA EVALUASI PEKULIHAAN PRODI TEKNIK MESIN MENGGUNAKAN METODE MVC","authors":"Clodio Andre Thenu, J. Latuny, W. M. E. Wattimena","doi":"10.30598/isometri.2023.2.2.162-170","DOIUrl":"https://doi.org/10.30598/isometri.2023.2.2.162-170","url":null,"abstract":"Sistem Informasi Manajemen (SIM) dalam organisasi atau instansi bertujuan untuk mempermudah manajemen dalam perencanaan, pengawasan, pengarahan, dan pendelegasian tugas kepada departemen terkait. Ini sesuai dengan Pasal 53 UndangUndang Nomor 12 tahun 2012 yang menggariskan Penjaminan Mutu Pendidikan, terdiri dari Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). Di dalam Program Studi Teknik Mesin, Tim Koordinasi Semester (TKS) bertanggung jawab memantau kemajuan semester. Namun, pengumpulan data menggunakan Google Forms memiliki keterbatasan mobilitas dan penginputan jurnal perkuliahan. Aplikasi sebelumnya juga kurang memenuhi kebutuhan pengguna. Untuk mengatasi masalah ini, dibuatlah Sistem Informasi Monitoring Perkuliahan (SITOP) berbasis web dengan konsep ModelView-Controller (MVC). SITOP memberikan kemampuan menampilkan data secara realtime dan sistematis pada dashboard website. Hasil penelitian SITOP mencakup pemantauan perkuliahan dengan presentasi jurnal perkuliahan per mata kuliah, perhitungan rata-rata kehadiran mahasiswa, dan pengaturan hak akses pengguna. SITOP menjawab kebutuhan penting dalam pengelolaan perkuliahan, memberikan informasi yang akurat, serta meningkatkan efisiensi dalam tugas manajemen dan pengawasan. Dengan pendekatan ini, SITOP mewujudkan solusi yang inovatif dan efektif untuk kepentingan organisasi atau instansi dengan memanfaatkan teknologi berbasis web","PeriodicalId":211360,"journal":{"name":"Jurnal ISOMETRI","volume":"12 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139260267","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-11-19DOI: 10.30598/isometri.2023.2.2.123-130
Maryon R Latuihamallo, B. G. Tentua, Antoni Simanjuntak
Bahan Bakar Minyak (BBM) berperan sangan penting dalam kehidupan masyarakat dan menjadi salah satu kebutuhan pokok sehingga kenaikan harga BBM yang sempat terjadi mengakibatkan kelangkaan BBM pada daerah daerah tertentu, terkhusunya BBM Pertalite telah menyebabkan penyebaran BBM enceran yang tidak sesuai dengan standar, dimana BBM yang tidak sesuai dengan standar tesebut dapat berakibat fatal pada kendaraan pribadi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi campuran BBM khusunya pada BBM Pertamax dan Pertalite melalui analisis warna menggunakan sensor TCS3200. Pada penelitian ini, Metode eksperimental digunakan dengan mencampurkan BBM Pertamax dan Pertalite dalam perbandingan 10%-50%, pengambilan data di ambil sebanyak 30 sampel/ 1 perbandingan dengan durasi waktu 5 detik/ 1 sampel, serta jarak antara sensor TCS3200 dan permuka minyak berjarak 2cm dengan cahaya dalam ruangan yang konstan. Sensor TCS3200 bekerja mengukur nilai RGB (Red-Green-Blue) dari campuran BBM Pertamax murni, Pertalite murni sampai dengan campuran 50% Pertamax dan 50% Pertalite. Nilai RGB digunakan sebagai indikator untuk mengidentifikasi komposisi campuran warna BBM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran BBM Pertamax dan Pertalite menghasilkan nilai RGB yang berbeda. Semakin tinggi persentase campuran BBM Pertamax, nilai RGB, semakin tinggi. Ini menunjukkan hubungan antara komposisi campuran BBM dengan warna yang dihasilkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sensor TCS3200 dapat digunakan untuk analisis kualitatif campuran BBM melalui warna. Perbedaan nilai RGB memungkinkan visualisasi perbedaan campuran BBM Pertamax dan Pertalite. Penelitian ini memungkinkan pengembangan aplikasi dan teknologi lebih lanjut dalam bidang pengenalan warna.
{"title":"IDENTIFIKASI CAMPURAN BBM MENGGUNAKAN SENSOR WARNA TCS3200","authors":"Maryon R Latuihamallo, B. G. Tentua, Antoni Simanjuntak","doi":"10.30598/isometri.2023.2.2.123-130","DOIUrl":"https://doi.org/10.30598/isometri.2023.2.2.123-130","url":null,"abstract":"Bahan Bakar Minyak (BBM) berperan sangan penting dalam kehidupan masyarakat dan menjadi salah satu kebutuhan pokok sehingga kenaikan harga BBM yang sempat terjadi mengakibatkan kelangkaan BBM pada daerah daerah tertentu, terkhusunya BBM Pertalite telah menyebabkan penyebaran BBM enceran yang tidak sesuai dengan standar, dimana BBM yang tidak sesuai dengan standar tesebut dapat berakibat fatal pada kendaraan pribadi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi campuran BBM khusunya pada BBM Pertamax dan Pertalite melalui analisis warna menggunakan sensor TCS3200. Pada penelitian ini, Metode eksperimental digunakan dengan mencampurkan BBM Pertamax dan Pertalite dalam perbandingan 10%-50%, pengambilan data di ambil sebanyak 30 sampel/ 1 perbandingan dengan durasi waktu 5 detik/ 1 sampel, serta jarak antara sensor TCS3200 dan permuka minyak berjarak 2cm dengan cahaya dalam ruangan yang konstan. Sensor TCS3200 bekerja mengukur nilai RGB (Red-Green-Blue) dari campuran BBM Pertamax murni, Pertalite murni sampai dengan campuran 50% Pertamax dan 50% Pertalite. Nilai RGB digunakan sebagai indikator untuk mengidentifikasi komposisi campuran warna BBM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran BBM Pertamax dan Pertalite menghasilkan nilai RGB yang berbeda. Semakin tinggi persentase campuran BBM Pertamax, nilai RGB, semakin tinggi. Ini menunjukkan hubungan antara komposisi campuran BBM dengan warna yang dihasilkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sensor TCS3200 dapat digunakan untuk analisis kualitatif campuran BBM melalui warna. Perbedaan nilai RGB memungkinkan visualisasi perbedaan campuran BBM Pertamax dan Pertalite. Penelitian ini memungkinkan pengembangan aplikasi dan teknologi lebih lanjut dalam bidang pengenalan warna.","PeriodicalId":211360,"journal":{"name":"Jurnal ISOMETRI","volume":"57 4","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139260804","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-11-19DOI: 10.30598/isometri.2023.2.2.96-106
Romi D. J. Wekan, W. Nanlohy, Pieter Th. Berhitu, Kata Kunci, Perubahan Pengaruh Bandara, Fisik Kawasan, Kondisi Sosio-Ekonomi
Pengembangan wilayah adalah upaya untuk memacu perkembangan sosial ekonomi,mengurangi kesenjangan antar wilayah dan menjaga kelestarian lingkungan hidup pada suatu wilayah. Transportasi merupakan salah satu sarana yang sangat dibutuhkan untuk mendukung kegiatan pembangunan suatu wilayah. Bandar Udara Pattimura Ambon merupakan salah satu prasarana transportasi udara bertaraf internasional yang terdapat di Provinsi Maluku yang mepengaruhi perubahan fisik dan perubahan sosial ekonomi kawasan di sekitar bandara. Penelitian ini dilakukan dengan melihat perubahan penggunaan lahan dan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang ditimbulkan oleh aktifitas bandara maupun pengaruh keberadaan Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon terhadap pengembangan kawasan di sekitarnya yang semakin bertambah. Penelitian inimenggunakan analisis korelasi untuk melihat pengaruh yang timbulkan terhadap perubahan kawasan sekitar bandar udara internasional Pattimura Ambon. Hasil penelitian yang menunjukan bahwa kegiatan Bandara (kunjungan pesawat dan arus penumpang)memperlihatkan adanya pengaruh, dapat dilihat bahwa pengaruh arus penumpang yang naik dan turun di Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon terhadap perubahan fisik kawasan di Desa Tawiri dan Desa Laha, sehingga retribusi bandar udara terhadap perubahan fisik kawasan yang terlihat pada lokasi yang terbangun di Desa Tawiri dan Desa Laha (kawasan sekitar bandara internasional Pattimura Ambon) cukup mempunyai pengaruh. Selain itu, pengembangan lahan di kawasan sekitar kawasan bandara Pattimura Ambon sebesar 86,2% dipengaruhi oleh luas wilayah terbangun kawasan bandara, jumlah penumpang naik dan jumlah penumpang turun. Sedangkan 13,8% lainnya dipengaruhioleh faktor-faktor lain yang tidak disebutkan dalam analisis. Keberadaan bandar udaraPattimua Ambon, berdasarkan persepsi masyarakat di nilai sangat bermanfaat keberadaannya bagi kawasan sekitar, yang dapat meningkatkan lapangan kerja, memberikan peluang dan kesempatan yang lebih luas bagi pengembangan usaha masyarakat sekitar. sehingga turut mempengaruhi keadaan sosial ekonomi masyarakat,yang juga ikut meningkat seiiring dengan perkembangan fisik kawasan yang terjadi
{"title":"PENGARUH BANDAR UDARA INTERNASIONAL PATTIMURA AMBON TERHADAP PERUBAHAN FISIK DAN SOSIAL EKONOMI KAWASAN SEKITAR","authors":"Romi D. J. Wekan, W. Nanlohy, Pieter Th. Berhitu, Kata Kunci, Perubahan Pengaruh Bandara, Fisik Kawasan, Kondisi Sosio-Ekonomi","doi":"10.30598/isometri.2023.2.2.96-106","DOIUrl":"https://doi.org/10.30598/isometri.2023.2.2.96-106","url":null,"abstract":"Pengembangan wilayah adalah upaya untuk memacu perkembangan sosial ekonomi,mengurangi kesenjangan antar wilayah dan menjaga kelestarian lingkungan hidup pada suatu wilayah. Transportasi merupakan salah satu sarana yang sangat dibutuhkan untuk mendukung kegiatan pembangunan suatu wilayah. Bandar Udara Pattimura Ambon merupakan salah satu prasarana transportasi udara bertaraf internasional yang terdapat di Provinsi Maluku yang mepengaruhi perubahan fisik dan perubahan sosial ekonomi kawasan di sekitar bandara. Penelitian ini dilakukan dengan melihat perubahan penggunaan lahan dan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang ditimbulkan oleh aktifitas bandara maupun pengaruh keberadaan Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon terhadap pengembangan kawasan di sekitarnya yang semakin bertambah. Penelitian inimenggunakan analisis korelasi untuk melihat pengaruh yang timbulkan terhadap perubahan kawasan sekitar bandar udara internasional Pattimura Ambon. Hasil penelitian yang menunjukan bahwa kegiatan Bandara (kunjungan pesawat dan arus penumpang)memperlihatkan adanya pengaruh, dapat dilihat bahwa pengaruh arus penumpang yang naik dan turun di Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon terhadap perubahan fisik kawasan di Desa Tawiri dan Desa Laha, sehingga retribusi bandar udara terhadap perubahan fisik kawasan yang terlihat pada lokasi yang terbangun di Desa Tawiri dan Desa Laha (kawasan sekitar bandara internasional Pattimura Ambon) cukup mempunyai pengaruh. Selain itu, pengembangan lahan di kawasan sekitar kawasan bandara Pattimura Ambon sebesar 86,2% dipengaruhi oleh luas wilayah terbangun kawasan bandara, jumlah penumpang naik dan jumlah penumpang turun. Sedangkan 13,8% lainnya dipengaruhioleh faktor-faktor lain yang tidak disebutkan dalam analisis. Keberadaan bandar udaraPattimua Ambon, berdasarkan persepsi masyarakat di nilai sangat bermanfaat keberadaannya bagi kawasan sekitar, yang dapat meningkatkan lapangan kerja, memberikan peluang dan kesempatan yang lebih luas bagi pengembangan usaha masyarakat sekitar. sehingga turut mempengaruhi keadaan sosial ekonomi masyarakat,yang juga ikut meningkat seiiring dengan perkembangan fisik kawasan yang terjadi","PeriodicalId":211360,"journal":{"name":"Jurnal ISOMETRI","volume":"37 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139260590","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-11-19DOI: 10.30598/isometri.2023.2.2.154-161
Elda Risna Pelu, S. Titaley, R. A. Fretes
Posisi sektor pariwisata Pantai Huluwa yang terletak di Negeri Wakasihu yang dikembangkan dari tahun 2016 menjadi objek daya tarik wisata di Provinsi Maluku. Pantai ini memiliki pesona pantai yang indah dengan banyak vegetasi yang berada di pinggir pantai yang bisa dinikmati para pengunjung, deretan batuan karang dan hamparan pasir putih juga ikut ambil bagian dari keindahan Pantai Huluwa. Dalam upaya untuk mencapai tujuan dari penelitian ini maka digunakan metode deskriptif kualitatif yaitu analisis potensi daya tarik wisata kemudian merumuskan rencana kawasan Obyek wisata Pantai Huluwa sesuai dengan karakteristik fisik dan daya tariknya. berdasarkan perhitungan daya dukung kawasan wisata yakni 1.000 orang dengan luas wilayah 20.550 m2 diketahui bahwa jumlah pengunjung belum memenuhi kapasitas daya dukung Pantai Huluwa. Perlu adanya prioritas perbaikan dan penambahan fasilitas pendukung kegiatan wisata. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat direkomendasikan bahwa perlu adanya melakukan penataan terhadap fasilitas penunjang aktivitas wisata yang telah rusak dan juga perlu adanya penggadaan fasilitas yang diperlukan oleh para pengunjung untuk memenuhi kebutuhan kegiatan wisata pada Pantai Huluwa harus terus mengembangkan ide wisata yang menarik serta tetap harus memprioritaskan kebutuhan para pengunjung.
{"title":"Arahan Pengembangan Objek Wisata Huluwa Beach Di Negeri Wakasihu Kecamatan Leihitu Barat","authors":"Elda Risna Pelu, S. Titaley, R. A. Fretes","doi":"10.30598/isometri.2023.2.2.154-161","DOIUrl":"https://doi.org/10.30598/isometri.2023.2.2.154-161","url":null,"abstract":"Posisi sektor pariwisata Pantai Huluwa yang terletak di Negeri Wakasihu yang dikembangkan dari tahun 2016 menjadi objek daya tarik wisata di Provinsi Maluku. Pantai ini memiliki pesona pantai yang indah dengan banyak vegetasi yang berada di pinggir pantai yang bisa dinikmati para pengunjung, deretan batuan karang dan hamparan pasir putih juga ikut ambil bagian dari keindahan Pantai Huluwa. Dalam upaya untuk mencapai tujuan dari penelitian ini maka digunakan metode deskriptif kualitatif yaitu analisis potensi daya tarik wisata kemudian merumuskan rencana kawasan Obyek wisata Pantai Huluwa sesuai dengan karakteristik fisik dan daya tariknya. berdasarkan perhitungan daya dukung kawasan wisata yakni 1.000 orang dengan luas wilayah 20.550 m2 diketahui bahwa jumlah pengunjung belum memenuhi kapasitas daya dukung Pantai Huluwa. Perlu adanya prioritas perbaikan dan penambahan fasilitas pendukung kegiatan wisata. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat direkomendasikan bahwa perlu adanya melakukan penataan terhadap fasilitas penunjang aktivitas wisata yang telah rusak dan juga perlu adanya penggadaan fasilitas yang diperlukan oleh para pengunjung untuk memenuhi kebutuhan kegiatan wisata pada Pantai Huluwa harus terus mengembangkan ide wisata yang menarik serta tetap harus memprioritaskan kebutuhan para pengunjung.","PeriodicalId":211360,"journal":{"name":"Jurnal ISOMETRI","volume":"180 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139260698","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-11-19DOI: 10.30598/isometri.2023.2.2.171-177
Henly e Lepit, N. Titahelu, C. Tupamahu
Fokus utama penelitian ini yakni memanfaatkan energi yang terkandung didalam limbah panas dengan suhu < 55 C dengan penerapan penukar kalor tube bank sirip pelat datar susunan in-line sebagai sistem pemulihan limbah panas. Kajian ini bertujuan untuk mendapatkan efektivitas maksimum. Kecepatan udara bervariasi dari 0.5 hingga 2.5 m/s pada ST dan SL konstan. Pencatatan data terukur berupa temperatur, dan kecepatan setelah tercapai keadaan tunak. Hasil percobaan menunjukkan bahwa efektivitas () menurun dengan meningkatnya kecepatan udara, dimana efektivitas () maksimum pada kecepatan udara 0.5 m/s sebesar 78,56%, sedangkan efektivitas () minimum pada kecepatan udara 2.5 m/s sebesar 47,69%. Penurunan efektivitas disebabkan oleh meningkatnya perpindahan panas actual (Qact) dan perpindahan panas maksimum (Qmax), namun gradien kenaikan perpindahan panas actual (Qact) sangat kecil jika dibandingkan dengan gradien kenaikan perpindahan panas maksimum (Qmax). Disimpulkan bahwa efektivitas () maksimum berada pada kecepatan udara minimum sebesar 0.5 m/s, yang berarti bahwa kecepatan udara lebih besar dari 0.5 m/s tidak berpengaruh signifikan terhadap efektivitas penukar kalor bare tube bank.
{"title":"ANALISIS EFEKTIVITAS PENUKAR KALOR TUBE BANK SIRIP PELAT DATAR SUSUNAN IN-LINE DENGAN KECEPATAN UDARA BERBEDA","authors":"Henly e Lepit, N. Titahelu, C. Tupamahu","doi":"10.30598/isometri.2023.2.2.171-177","DOIUrl":"https://doi.org/10.30598/isometri.2023.2.2.171-177","url":null,"abstract":"Fokus utama penelitian ini yakni memanfaatkan energi yang terkandung didalam limbah panas dengan suhu < 55 C dengan penerapan penukar kalor tube bank sirip pelat datar susunan in-line sebagai sistem pemulihan limbah panas. Kajian ini bertujuan untuk mendapatkan efektivitas maksimum. Kecepatan udara bervariasi dari 0.5 hingga 2.5 m/s pada ST dan SL konstan. Pencatatan data terukur berupa temperatur, dan kecepatan setelah tercapai keadaan tunak. Hasil percobaan menunjukkan bahwa efektivitas () menurun dengan meningkatnya kecepatan udara, dimana efektivitas () maksimum pada kecepatan udara 0.5 m/s sebesar 78,56%, sedangkan efektivitas () minimum pada kecepatan udara 2.5 m/s sebesar 47,69%. Penurunan efektivitas disebabkan oleh meningkatnya perpindahan panas actual (Qact) dan perpindahan panas maksimum (Qmax), namun gradien kenaikan perpindahan panas actual (Qact) sangat kecil jika dibandingkan dengan gradien kenaikan perpindahan panas maksimum (Qmax). Disimpulkan bahwa efektivitas () maksimum berada pada kecepatan udara minimum sebesar 0.5 m/s, yang berarti bahwa kecepatan udara lebih besar dari 0.5 m/s tidak berpengaruh signifikan terhadap efektivitas penukar kalor bare tube bank.","PeriodicalId":211360,"journal":{"name":"Jurnal ISOMETRI","volume":"4 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139260753","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-11-19DOI: 10.30598/isometri.2023.2.2.140-146
Alfiano D. Riry, L. Wattimury, Jacob D. C. Sihasale
Pemborosan listrik dapat terjadi dalam berbagai bentuk, misalnya, lampu led yangdibiarkan hidup karna lupa dimatikan ketika rumah ditinggalkan dalam waktu tertentu, jugamerupakan sumber pemborosan daya listrik. Banyaknya peralatan dengan konsumsi dayalistrik besar dan penggunaan energi listrik yang tidak sesuai merupakan suatu masalah yangmemerlukan manajemen dalam sebuah gedung ataupun rumah tinggal. Metode penelitianyangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriftif dengan menerapkan teknik Research and Development yang disingkat R & D yakni metode yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Salah satualternatif yang dikembangkan untuk tujuan tersebut adalah “Perancangan IOT SistemKendali Pada PeralatanElektronik Rumah Tangga Dengan Menggunakan Telegram BotBerbasis Microkntroler” yangdapat mengendalikan perangkat elektronik, yang dikenaldengan sistem rumah pintar. Kelebihan dari system yang dibangun melalui pemanfaatan Internet of things (IOT) ini, yaknidapat mengendalikan penggunaan peralatan kelistrikan dari jarak tak tentu, sebatas sinyal internet masih dapat diterima dengan baik. kesimpulanyaadalah sistem Iot yang terpasang pada aplikasi ini dapat berkomunikasi dengan user/pengguna dapat mengetahui serta dapat juga mengontrol perangkat kelistrikan dirumah, sehingga dapat mengurangi pemborosan listrik. Sistem IoT pada aplikasi ini dapatmengontrol semua perangkat kelistrikan dari jarak jauh dantidak berhubungan langsung dengan sistem rangkaian protoype dan juga prangkat elektronik yang dilibatkan, selain itu sistem ini juga dapa membantu meminimalisir pemborosoan energilistrik di rumah atau kantor.
浪费电能的形式有很多种,例如,离开房屋一段时间后忘记关闭而一直开着的 LED 灯也是浪费电能的一个来源。耗电量大的设备数量和电能的不当使用,是建筑或住宅中需要管理的问题。本研究采用的研究方法是一种辨证方法,通过应用研究与开发技术(简称 R&D)来生产某些产品,并测试这些产品的有效性。为此开发的备选方案之一是 "利用基于微控制器的 Telegram Bot 为家用电子设备设计物联网控制系统",该系统可控制电子设备,即智能家居系统。通过使用物联网(IOT)构建的系统的优势在于,只要仍能正常接收互联网信号,它就能在不确定的距离内控制电气设备的使用。结论是,本应用中安装的物联网系统可以与用户/用户进行通信,用户可以发现并控制家中的电气设备,从而减少电力浪费。本应用中的物联网系统可以远程控制所有电气设备,与原型电路系统和相关电子设备没有直接关系,此外,该系统还有助于最大限度地减少家庭或办公室的电能浪费。
{"title":"PERANCANGAN IOT SISTEM KENDALI PADA PERALATAN ELEKTRONIK RUMAH TANGGA DENGAN MENGGUNAKAN TELEGRAM BOT BERBASIS MICROKONTROLER","authors":"Alfiano D. Riry, L. Wattimury, Jacob D. C. Sihasale","doi":"10.30598/isometri.2023.2.2.140-146","DOIUrl":"https://doi.org/10.30598/isometri.2023.2.2.140-146","url":null,"abstract":"Pemborosan listrik dapat terjadi dalam berbagai bentuk, misalnya, lampu led yangdibiarkan hidup karna lupa dimatikan ketika rumah ditinggalkan dalam waktu tertentu, jugamerupakan sumber pemborosan daya listrik. Banyaknya peralatan dengan konsumsi dayalistrik besar dan penggunaan energi listrik yang tidak sesuai merupakan suatu masalah yangmemerlukan manajemen dalam sebuah gedung ataupun rumah tinggal. Metode penelitianyangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriftif dengan menerapkan teknik Research and Development yang disingkat R & D yakni metode yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Salah satualternatif yang dikembangkan untuk tujuan tersebut adalah “Perancangan IOT SistemKendali Pada PeralatanElektronik Rumah Tangga Dengan Menggunakan Telegram BotBerbasis Microkntroler” yangdapat mengendalikan perangkat elektronik, yang dikenaldengan sistem rumah pintar. Kelebihan dari system yang dibangun melalui pemanfaatan Internet of things (IOT) ini, yaknidapat mengendalikan penggunaan peralatan kelistrikan dari jarak tak tentu, sebatas sinyal internet masih dapat diterima dengan baik. kesimpulanyaadalah sistem Iot yang terpasang pada aplikasi ini dapat berkomunikasi dengan user/pengguna dapat mengetahui serta dapat juga mengontrol perangkat kelistrikan dirumah, sehingga dapat mengurangi pemborosan listrik. Sistem IoT pada aplikasi ini dapatmengontrol semua perangkat kelistrikan dari jarak jauh dantidak berhubungan langsung dengan sistem rangkaian protoype dan juga prangkat elektronik yang dilibatkan, selain itu sistem ini juga dapa membantu meminimalisir pemborosoan energilistrik di rumah atau kantor.","PeriodicalId":211360,"journal":{"name":"Jurnal ISOMETRI","volume":"13 2","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139260661","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-11-30DOI: 10.30598/isometri.2022.1.2.126-131
Indah Juanda Purnama Sari Sileuw, A. Leiwakabessy, C. S. Tupamahu
kemiskinan adalah keadaan di mana terjadinya ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendididkan dan kesehatan. Program raskin ini merupakan subsidi pengan sebgai upaya dari pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan perindungan pada keluarga miskin melalui pendistribusian beras yang diharapkan mampu menjangkau keluarga miskin. Dan sebagai upayah peningkatan ketahanan pangan di tingkat keluarga melalui penjualan beras kepada keluarga penerima manfaat pada tingkat harga subsidi dengan jumlah yang telah ditentukan dan pengurangan beban pengeluaran rumah tangga sasaran melalui pemenuhan sebagai kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras. Adapun model metode yang akan digunakan adalah metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode ini merupkan metode dangan cara mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif dan pada setiap atribut. Metode Simple Additive Weighting (SAW) daoat membantu dalam pengambilan keputusan suatu kasus, akan tertapi perhitungan dengan menggunakan metode ini yang hanya menghasilkan nilai terbesar yang akan terpilih sebagai alternatif yang terbaik.
{"title":"ANALISIS PENERIMA BERAS MISKIN UNTUK MASYARAKAT NEGERI LAHA BERBASIS WEB","authors":"Indah Juanda Purnama Sari Sileuw, A. Leiwakabessy, C. S. Tupamahu","doi":"10.30598/isometri.2022.1.2.126-131","DOIUrl":"https://doi.org/10.30598/isometri.2022.1.2.126-131","url":null,"abstract":"kemiskinan adalah keadaan di mana terjadinya ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendididkan dan kesehatan. Program raskin ini merupakan subsidi pengan sebgai upaya dari pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan perindungan pada keluarga miskin melalui pendistribusian beras yang diharapkan mampu menjangkau keluarga miskin. Dan sebagai upayah peningkatan ketahanan pangan di tingkat keluarga melalui penjualan beras kepada keluarga penerima manfaat pada tingkat harga subsidi dengan jumlah yang telah ditentukan dan pengurangan beban pengeluaran rumah tangga sasaran melalui pemenuhan sebagai kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras. Adapun model metode yang akan digunakan adalah metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode ini merupkan metode dangan cara mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif dan pada setiap atribut. Metode Simple Additive Weighting (SAW) daoat membantu dalam pengambilan keputusan suatu kasus, akan tertapi perhitungan dengan menggunakan metode ini yang hanya menghasilkan nilai terbesar yang akan terpilih sebagai alternatif yang terbaik.","PeriodicalId":211360,"journal":{"name":"Jurnal ISOMETRI","volume":"27 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114302762","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}