Mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis yang dipunyai baik siswa laki– laki maupun perempuan di kelas XI TKJ-3 SMK NEGERI 1 PERBAUNGAN dalam menyelesaikan masalah matematika dengan materi matriks merupakan tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh penulis. Penelitian ini bersifat kualitatif, kemudian untuk memeriksa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yaitu dengan memberikan tes bentuk soal uraian. Penelitian ini ditujukan pada siswa kelas XI TKJ-3 SMK NEGERI 1 PERBAUNGAN dengan jumlah 31 siswa, 5 laki-laki dan 26 perempuan. Data dianalisis berdasarkan reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian diperoleh tidak dapat dikatakan bahwa siswa perempuan lebihh unggul dari siswa laki– laki maupun sebaliknya. Karena setiap siswa memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi istilah perbedaan gender hanyalah sebuah pembeda yang digunakan untuk mengetahui bagaimana seseorang berperilaku agar dapat diterima di lingkungan sosialnya dan berfungsi sebagai faktor pembeda bagi setiap individu ketika memikirkan dan mengidentifikasi masalah yang memecahkan masalah yang dihadapinya.
{"title":"ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS XI TKJ-3 DALAM MENYELESAIKAN SOAL RUTIN DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER","authors":"Andini Andini, Dian Ika Lestari, Cut Latifah Zahari","doi":"10.31537/laplace.v6i1.1099","DOIUrl":"https://doi.org/10.31537/laplace.v6i1.1099","url":null,"abstract":"Mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis yang dipunyai baik siswa laki– laki maupun perempuan di kelas XI TKJ-3 SMK NEGERI 1 PERBAUNGAN dalam menyelesaikan masalah matematika dengan materi matriks merupakan tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh penulis. Penelitian ini bersifat kualitatif, kemudian untuk memeriksa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yaitu dengan memberikan tes bentuk soal uraian. Penelitian ini ditujukan pada siswa kelas XI TKJ-3 SMK NEGERI 1 PERBAUNGAN dengan jumlah 31 siswa, 5 laki-laki dan 26 perempuan. Data dianalisis berdasarkan reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian diperoleh tidak dapat dikatakan bahwa siswa perempuan lebihh unggul dari siswa laki– laki maupun sebaliknya. Karena setiap siswa memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi istilah perbedaan gender hanyalah sebuah pembeda yang digunakan untuk mengetahui bagaimana seseorang berperilaku agar dapat diterima di lingkungan sosialnya dan berfungsi sebagai faktor pembeda bagi setiap individu ketika memikirkan dan mengidentifikasi masalah yang memecahkan masalah yang dihadapinya.","PeriodicalId":240288,"journal":{"name":"Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika","volume":"66 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124528407","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menghitung keliling bangun datar melalui penerapan model cooperative learning tipe Student Team Achievement Division (STAD) pada siswa kelas III SDN Cipinang Muara 05 Pagi, Jakarta Timur. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas III SDN Cipinang Muara 05 Pagi, Jakarta Timur yang berjumlah 29 siswa terdiri dari 14 perempuan dan 15 laki-laki.jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Adapun data dalam peneltian ini didapatkan dengan teknik observasi menggunakan lembar observasi dan tes. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berhasil meningkatkan keterampilan menghitung keliling bangun datar pada siswa kelas III di SDN Cipinang Muara 05 Pagi. Sebelum dilakukan tindakan, nilai rata-rata kelas sebesar 50 dengan tingkat ketuntasan sebesar 14% atau hanya 4 siswa saja yang tuntas sementara 25 siswa lainnya belum tuntas. Pada siklus I, terjadi peningkatan nilai rata-rata kelas menjadi 65 dengan tingkat ketuntasan sebesar 48% dan tingkat ketidaktuntasan sebesar 52%. Hal ini menunjukkan peningkatan nilai rata-rata sebesar 34% dibandingkan dengan pra tindakan. Kemudian, pada siklus II terjadi peningkatan lagi dengan nilai rata-rata kelas mencapai 80 dan tingkat ketuntasan sebesar 83%. Terjadi kenaikan nilai rata-rata sebesar 35% dari siklus I ke siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD telah berhasil meningkatkan keterampilan menghitung keliling dan luas bangun datar siswa.
{"title":"MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGHITUNG KELILING BANGUN DATAR DENGAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD PADASISWA KELAS III DI SDN CIPINANG MUARA 05 PAGI","authors":"Fatematus Zahra, Rosinar Siregar Siregar, Masitoh Lilulidesi, Djamilah Djamilah","doi":"10.31537/laplace.v6i1.1119","DOIUrl":"https://doi.org/10.31537/laplace.v6i1.1119","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menghitung keliling bangun datar melalui penerapan model cooperative learning tipe Student Team Achievement Division (STAD) pada siswa kelas III SDN Cipinang Muara 05 Pagi, Jakarta Timur. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas III SDN Cipinang Muara 05 Pagi, Jakarta Timur yang berjumlah 29 siswa terdiri dari 14 perempuan dan 15 laki-laki.jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Adapun data dalam peneltian ini didapatkan dengan teknik observasi menggunakan lembar observasi dan tes. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berhasil meningkatkan keterampilan menghitung keliling bangun datar pada siswa kelas III di SDN Cipinang Muara 05 Pagi. Sebelum dilakukan tindakan, nilai rata-rata kelas sebesar 50 dengan tingkat ketuntasan sebesar 14% atau hanya 4 siswa saja yang tuntas sementara 25 siswa lainnya belum tuntas. Pada siklus I, terjadi peningkatan nilai rata-rata kelas menjadi 65 dengan tingkat ketuntasan sebesar 48% dan tingkat ketidaktuntasan sebesar 52%. Hal ini menunjukkan peningkatan nilai rata-rata sebesar 34% dibandingkan dengan pra tindakan. Kemudian, pada siklus II terjadi peningkatan lagi dengan nilai rata-rata kelas mencapai 80 dan tingkat ketuntasan sebesar 83%. Terjadi kenaikan nilai rata-rata sebesar 35% dari siklus I ke siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD telah berhasil meningkatkan keterampilan menghitung keliling dan luas bangun datar siswa.","PeriodicalId":240288,"journal":{"name":"Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125278115","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-08DOI: 10.31537/laplace.v6i1.1108
Y. Viani, M. Marhamah, Angria Septiani Mulbasari
Penelitrian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul berbantuan aplikasi kvisoft flipbook maker materi turunan fungsi aljabar yang valid, praktis, keefektifan. Jenis penelitian yang diambil adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model tahapan ADDIE yang terdiri dari tahapan Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subject penelitian yang diambil terdiri dari 34 peserta didik kelas XI IPA 3 di SMA Negeri 1 Martapura. Uji kevalidan diperoleh melalui lembar validasi oleh 2 validator dan 1 guru mendapatkan skor rata-rata sebesar 92,4% sehingga e-modul dapat dinyatakan sangat valid. Uji kepraktisan diperoleh melalui angket respon peserta didik mendapat skor rata-rata 89,2% sehingga e-modul dapat dinyatakan sangat praktis. Uji coba keefektifan diperoleh melalui skor rata-rata 78,5% sehingga dapat dinyatakan efektif. maka dapat disimpulkan bahwa e-modul pembelajaran yang telah dikembangkan bersifat sangat valid, sangat praktis, dan efektif.
{"title":"PENGEMBANGAN E-MODUL BERBANTUAN APLIKASI KVISOFT FLIPBOOK MAKER MATERI TURUNAN FUNGSI ALJABAR","authors":"Y. Viani, M. Marhamah, Angria Septiani Mulbasari","doi":"10.31537/laplace.v6i1.1108","DOIUrl":"https://doi.org/10.31537/laplace.v6i1.1108","url":null,"abstract":"Penelitrian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul berbantuan aplikasi kvisoft flipbook maker materi turunan fungsi aljabar yang valid, praktis, keefektifan. Jenis penelitian yang diambil adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model tahapan ADDIE yang terdiri dari tahapan Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subject penelitian yang diambil terdiri dari 34 peserta didik kelas XI IPA 3 di SMA Negeri 1 Martapura. Uji kevalidan diperoleh melalui lembar validasi oleh 2 validator dan 1 guru mendapatkan skor rata-rata sebesar 92,4% sehingga e-modul dapat dinyatakan sangat valid. Uji kepraktisan diperoleh melalui angket respon peserta didik mendapat skor rata-rata 89,2% sehingga e-modul dapat dinyatakan sangat praktis. Uji coba keefektifan diperoleh melalui skor rata-rata 78,5% sehingga dapat dinyatakan efektif. maka dapat disimpulkan bahwa e-modul pembelajaran yang telah dikembangkan bersifat sangat valid, sangat praktis, dan efektif.","PeriodicalId":240288,"journal":{"name":"Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika","volume":"472 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124390292","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-08DOI: 10.31537/laplace.v6i1.1128
Indah Rahayu Panglipur, M. Febriansyah
Berpikir matematis dipandang sebagai cara memahami masalah matematika berbagai sumber kajian terhadap objek matematika. Numerasi atau literasi numerasi merupakan literasi yang dikenal paling awal dalam sejarah peradaban manusia. Keduanya tergolong literasi fungsional dan bermanfaat dalam kehidupan. Berdasarkan hasil wawancara siswa kelas 7 di SMP Islam 17 Miftahul Ulum tentang materi bangun datar bahwa sebagian siswa belum paham, sejalan dengan kemampuan numerasi yang semakin menurun. Penelitian ini dirancang dengan metode kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat yang telah diuraikan diperoleh bahwa kemampuan numerasi siswa kelas 7 SMP Islam 17 Miftahul Ulum pada materi Bangun ruang terbilang rendah. Hal ini dibuktikan dari hasil lembar kerja yang sebagian besar nilainya masih kurang. Kesalahan siswa dalam mengerjakan soal latihan merupakan kesalahan yang seharusnya ditingkat SMP harus bisa dikurangi. Maka pentingnya meningkatkan kemampuan siswa pada numerasi agar hal-hal semacam tidak muncul kembali. Guru juga harus berinovasi dan kreativitas untuk meningkatkan kemampuan berpikir matematis siswa.
{"title":"ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR MATEMATIS SISWA DALAM KEMAMPUAN NUMERASI PADA BANGUN RUANG","authors":"Indah Rahayu Panglipur, M. Febriansyah","doi":"10.31537/laplace.v6i1.1128","DOIUrl":"https://doi.org/10.31537/laplace.v6i1.1128","url":null,"abstract":"Berpikir matematis dipandang sebagai cara memahami masalah matematika berbagai sumber kajian terhadap objek matematika. Numerasi atau literasi numerasi merupakan literasi yang dikenal paling awal dalam sejarah peradaban manusia. Keduanya tergolong literasi fungsional dan bermanfaat dalam kehidupan. Berdasarkan hasil wawancara siswa kelas 7 di SMP Islam 17 Miftahul Ulum tentang materi bangun datar bahwa sebagian siswa belum paham, sejalan dengan kemampuan numerasi yang semakin menurun. Penelitian ini dirancang dengan metode kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat yang telah diuraikan diperoleh bahwa kemampuan numerasi siswa kelas 7 SMP Islam 17 Miftahul Ulum pada materi Bangun ruang terbilang rendah. Hal ini dibuktikan dari hasil lembar kerja yang sebagian besar nilainya masih kurang. Kesalahan siswa dalam mengerjakan soal latihan merupakan kesalahan yang seharusnya ditingkat SMP harus bisa dikurangi. Maka pentingnya meningkatkan kemampuan siswa pada numerasi agar hal-hal semacam tidak muncul kembali. Guru juga harus berinovasi dan kreativitas untuk meningkatkan kemampuan berpikir matematis siswa.","PeriodicalId":240288,"journal":{"name":"Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika","volume":"21 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131030647","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran berupa video pembelajaran bermuatan karakter terintegrasi ayat-ayat al Qur’an yang mencapai kriteria valid, kepraktisan, dan keefektifan. Metode penelitian ini adalah adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan yang digunakan adalah 3D oleh Thiagaraja, yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), dan pengembangan (develop). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Nurul Ma’arif 1 Dedai sebanyak 23 siswa dan 3 orang ahli media dan materi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi, angket, dan soal posttest. Berdasarkan hasil penelitian validasi media pembelajaran berupa video pembelajaran dengan nilai rata-rata dari ketiga ahli sebesar 88,54% dalam kriteria sangat valid dengan kategori sangat baik. Sedangkan hasil penelitian validasi materi diperoleh skor rata-rata 88,20% dalam kriteria sangat valid dengan kategi sangat baik. Kedua adalah nilai kepraktisan, dilihat dari nilai angket yang diisi oleh siswa dan guru yang diakumulasikan sehingga diperoleh presentase sebesar 89,61% dengan kriteria sangat praktis. Selanjutnya keefektifan, dilihat dari nilai hasil pengerjaan posttest siswa yang dengan jumlah 10 orang siswa dengan presentase 86,25% dan nilai rata-rata siswa yang dihitung dengan rumus skor rata-rata dan dipresentasekan dengan keseluruhan nilai siswa sehingga diperoleh nilai sebesar 86,25 dengan berpatokan pada niali KKM sekolah yaitu 75, maka rata-rata hasil tes siswa memiliki kriteria tuntas dan tergolong sangat efektif.
{"title":"PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BERMUATAN KARAKTER TERINTEGRASI AYAT-AYAT AL QUR’AN PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL","authors":"Siti Radiah Permatasari, Desty Septianawati, Rahman Haryadi","doi":"10.31537/laplace.v6i1.1111","DOIUrl":"https://doi.org/10.31537/laplace.v6i1.1111","url":null,"abstract":"Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran berupa video pembelajaran bermuatan karakter terintegrasi ayat-ayat al Qur’an yang mencapai kriteria valid, kepraktisan, dan keefektifan. Metode penelitian ini adalah adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan yang digunakan adalah 3D oleh Thiagaraja, yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), dan pengembangan (develop). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Nurul Ma’arif 1 Dedai sebanyak 23 siswa dan 3 orang ahli media dan materi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi, angket, dan soal posttest. Berdasarkan hasil penelitian validasi media pembelajaran berupa video pembelajaran dengan nilai rata-rata dari ketiga ahli sebesar 88,54% dalam kriteria sangat valid dengan kategori sangat baik. Sedangkan hasil penelitian validasi materi diperoleh skor rata-rata 88,20% dalam kriteria sangat valid dengan kategi sangat baik. Kedua adalah nilai kepraktisan, dilihat dari nilai angket yang diisi oleh siswa dan guru yang diakumulasikan sehingga diperoleh presentase sebesar 89,61% dengan kriteria sangat praktis. Selanjutnya keefektifan, dilihat dari nilai hasil pengerjaan posttest siswa yang dengan jumlah 10 orang siswa dengan presentase 86,25% dan nilai rata-rata siswa yang dihitung dengan rumus skor rata-rata dan dipresentasekan dengan keseluruhan nilai siswa sehingga diperoleh nilai sebesar 86,25 dengan berpatokan pada niali KKM sekolah yaitu 75, maka rata-rata hasil tes siswa memiliki kriteria tuntas dan tergolong sangat efektif.","PeriodicalId":240288,"journal":{"name":"Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika","volume":"69 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129588643","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-08DOI: 10.31537/laplace.v6i1.1107
Linda Lestari, Misdalina Misdalina, N. F. Fuadiah
Latar belakang dari penelitian ini adalah masih terdapat peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal yang berkaitan dengan turunan fungsi aljabar. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai macam learning obstacle yang dialami peserta didik dan berbagai penyebab hambatan belajar tersebut. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Analisis learning obstacle dilakukan dengan menganalisis hasil tes diagnostik, analisis buku teks, analisis RPP dan melakukan wawancara terhadap guru mata pelajaran serta memberikan tes diagnostik kepada siswa kelas XII MIPA 1 SMA Shailendra. Melalui analisis yang dilakukan peneliti pada pembelajaran turunan fungsi aljabar maka diperoleh learning obstacle yang dialami siswa pada materi turunan fungsi aljabar terdiri dari 1) Masih terdapat siswa yang belum memahami operasi aljabar. 2) Siswa mengalami kesulitan dalam menentukan nilai limit fungsi. 3) Siswa kesulitan menentukan turunan fungsi menggunakan definisi turunan. 4) Siswa masih kesulitan dalam menemukan turunan fungsi menggunakan sifat-sifat turunan. 5) Masih terdapat siswa yang kesulitan dalam menentukan turunan fungsi dengan menggunakan variabel tak biasa. 6) Siswa mengalami kesulitan dalam menggambar grafik fungsi kuadrat. 7) Siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah konteksual turunan yang berkaitan dengan nilai maksimum dan minimum.
{"title":"LEARNING OBSTACLE PADA MATERI TURUNAN FUNGSI ALJABAR UNTUK SISWA SMA KELAS XI","authors":"Linda Lestari, Misdalina Misdalina, N. F. Fuadiah","doi":"10.31537/laplace.v6i1.1107","DOIUrl":"https://doi.org/10.31537/laplace.v6i1.1107","url":null,"abstract":"Latar belakang dari penelitian ini adalah masih terdapat peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal yang berkaitan dengan turunan fungsi aljabar. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai macam learning obstacle yang dialami peserta didik dan berbagai penyebab hambatan belajar tersebut. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Analisis learning obstacle dilakukan dengan menganalisis hasil tes diagnostik, analisis buku teks, analisis RPP dan melakukan wawancara terhadap guru mata pelajaran serta memberikan tes diagnostik kepada siswa kelas XII MIPA 1 SMA Shailendra. Melalui analisis yang dilakukan peneliti pada pembelajaran turunan fungsi aljabar maka diperoleh learning obstacle yang dialami siswa pada materi turunan fungsi aljabar terdiri dari 1) Masih terdapat siswa yang belum memahami operasi aljabar. 2) Siswa mengalami kesulitan dalam menentukan nilai limit fungsi. 3) Siswa kesulitan menentukan turunan fungsi menggunakan definisi turunan. 4) Siswa masih kesulitan dalam menemukan turunan fungsi menggunakan sifat-sifat turunan. 5) Masih terdapat siswa yang kesulitan dalam menentukan turunan fungsi dengan menggunakan variabel tak biasa. 6) Siswa mengalami kesulitan dalam menggambar grafik fungsi kuadrat. 7) Siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah konteksual turunan yang berkaitan dengan nilai maksimum dan minimum.","PeriodicalId":240288,"journal":{"name":"Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika","volume":"116 8","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"120825538","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-08DOI: 10.31537/laplace.v6i1.1116
Rina Wijayanti, Muchammad Masllikhan, Donna Avianty
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan atau korelasi antara karakter dengan hasil belajar matematika, untuk mengetahui hubungan atau korelasi antara kreativitas dengan hasil belajar matematika, serta mengetahui hubungan atau korelasi antara karakter dan kreativitas secara bersama-sama dengan hasil belajar matematika siswa kelas IX di MTs Nurul Islam. Metode yang digunakan peneliti adalah metode survei dengan cara pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan instrumen angket dan nilai ulangan untuk memperoleh data dari siswa. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan hasil yang memuaskan bahwa terdapat hubungan atau korelasi yang positif antara karakter dengan hasil belajar matematika siswa, terdapat hubungan atau korelasi positif antara kreativitas belajar dengan hasil belajar matematika siswa, dan terdapat hubungan atau korelasi positif antara karakter dan kreativitas belajar dengan hasil belajar matematika siswa. Hal ini nampak pada model correlations dan persamaan regresi yang signifikan yang diperoleh mencapai 0,675 dan melalui koefisien determinasi diketahui bahwa karakter dan kreativitas belajar matematika siswa memberikan kontribusi terhadap hasil belajar matematika siswa sebesar 42,2 %.
{"title":"KORELASI ANTARA KARAKTER DAN KREATIVITAS DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA","authors":"Rina Wijayanti, Muchammad Masllikhan, Donna Avianty","doi":"10.31537/laplace.v6i1.1116","DOIUrl":"https://doi.org/10.31537/laplace.v6i1.1116","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan atau korelasi antara karakter dengan hasil belajar matematika, untuk mengetahui hubungan atau korelasi antara kreativitas dengan hasil belajar matematika, serta mengetahui hubungan atau korelasi antara karakter dan kreativitas secara bersama-sama dengan hasil belajar matematika siswa kelas IX di MTs Nurul Islam. Metode yang digunakan peneliti adalah metode survei dengan cara pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan instrumen angket dan nilai ulangan untuk memperoleh data dari siswa. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan hasil yang memuaskan bahwa terdapat hubungan atau korelasi yang positif antara karakter dengan hasil belajar matematika siswa, terdapat hubungan atau korelasi positif antara kreativitas belajar dengan hasil belajar matematika siswa, dan terdapat hubungan atau korelasi positif antara karakter dan kreativitas belajar dengan hasil belajar matematika siswa. Hal ini nampak pada model correlations dan persamaan regresi yang signifikan yang diperoleh mencapai 0,675 dan melalui koefisien determinasi diketahui bahwa karakter dan kreativitas belajar matematika siswa memberikan kontribusi terhadap hasil belajar matematika siswa sebesar 42,2 %.","PeriodicalId":240288,"journal":{"name":"Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika","volume":"83 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116068910","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-08DOI: 10.31537/laplace.v6i1.1097
Ananda Regita Romadhona, Arnis Ela Dwi Prameita, Mahda Alvianita, Eka Ayu Wulan Adha, Jauhara Dian Nurul Iffah
Pembelajaran di tingkat sekolah menengah atas tentunya tidak terlepas dari hubungan antara teori belajar yang diajarkan oleh seorang guru kepada siswa, guru juga bertugas menanamkan pembelajaran yang sesuai dengan nilai-nilai dasar yang telah disepakati oleh bangsa Indonesia. Pembelajaran yang terdapat pada konsep teori belajar konstruktivisme merupakan model pembelajaran yang menekankan pada aktivitas terkini siswa, seperti yang dikemukakan oleh Jean Piaget, ia menjelaskan bahwa proses belajar diawali dengan adanya aktivitas konflik kognitif, sehingga di akhir proses pembelajaran siswa akan membangun sendiri pengetahuan melalui interaksi dengan lingkungan. Konsep teori belajar konstruktivisme juga dikemukakan oleh Vygotsky, ia menjelaskan bahwa proses belajar konstruktivisme didasarkan pada interaksi sosial/membutuhkan bantuan orang lain (schafollding). Tujuan dari penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan teori konstruktivisme yang diimplementasikan oleh guru dalam pembelajaran matematika terutama di tingkat sekolah menengah atas. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi dan pedoman wawancara. Subjek pada penelitian ini yaitu guru matematika kelas XI MIPA 7 SMA BUDI UTOMO Perak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru telah melakukan proses pembelajaran secara efektif, yaitu dengan melakukan interaksi aktif bersama siswa dalam proses pembelajaran. Penerapan teori ini ditunjukkan dengan munculnya semua tahapan dari teori konstruktivsme seperti tahap apersepsi, tahap eksplorasi, tahap diskusi dan penjelasan konsep, serta tahap pengembangan dan aplikasi konsep. Sehingga pada akhirnya siswa mampu mengkonstruk sendiri pengetahuannya dengan baik.
{"title":"ANALISIS TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMA BUDI UTOMO PERAK","authors":"Ananda Regita Romadhona, Arnis Ela Dwi Prameita, Mahda Alvianita, Eka Ayu Wulan Adha, Jauhara Dian Nurul Iffah","doi":"10.31537/laplace.v6i1.1097","DOIUrl":"https://doi.org/10.31537/laplace.v6i1.1097","url":null,"abstract":"Pembelajaran di tingkat sekolah menengah atas tentunya tidak terlepas dari hubungan antara teori belajar yang diajarkan oleh seorang guru kepada siswa, guru juga bertugas menanamkan pembelajaran yang sesuai dengan nilai-nilai dasar yang telah disepakati oleh bangsa Indonesia. Pembelajaran yang terdapat pada konsep teori belajar konstruktivisme merupakan model pembelajaran yang menekankan pada aktivitas terkini siswa, seperti yang dikemukakan oleh Jean Piaget, ia menjelaskan bahwa proses belajar diawali dengan adanya aktivitas konflik kognitif, sehingga di akhir proses pembelajaran siswa akan membangun sendiri pengetahuan melalui interaksi dengan lingkungan. Konsep teori belajar konstruktivisme juga dikemukakan oleh Vygotsky, ia menjelaskan bahwa proses belajar konstruktivisme didasarkan pada interaksi sosial/membutuhkan bantuan orang lain (schafollding). Tujuan dari penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan teori konstruktivisme yang diimplementasikan oleh guru dalam pembelajaran matematika terutama di tingkat sekolah menengah atas. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi dan pedoman wawancara. Subjek pada penelitian ini yaitu guru matematika kelas XI MIPA 7 SMA BUDI UTOMO Perak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru telah melakukan proses pembelajaran secara efektif, yaitu dengan melakukan interaksi aktif bersama siswa dalam proses pembelajaran. Penerapan teori ini ditunjukkan dengan munculnya semua tahapan dari teori konstruktivsme seperti tahap apersepsi, tahap eksplorasi, tahap diskusi dan penjelasan konsep, serta tahap pengembangan dan aplikasi konsep. Sehingga pada akhirnya siswa mampu mengkonstruk sendiri pengetahuannya dengan baik.","PeriodicalId":240288,"journal":{"name":"Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika","volume":"5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114144742","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-08DOI: 10.31537/laplace.v6i1.1105
Andini Andini, D. Dahlia, Fadzillah Agustina Lubis, Ramadhani Ramadhani
Penelitian ini berfokus pada analisis dan deskripsi kesulitan siswa kelas XII SMK NEGERI 1 PERBAUNGAN dalam menyelesaikan soal Statistika. Metode penelitian kualitatif yaitu metode yang digunakan dalam penelitian ini. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: 1) reduksi data dengan memilih isu yang paling penting atau memfokuskan pada isu yang penting; 2) Penyajian informasi Menyajikan informasi tentang hasil karya siswa; dan terakhir 3) menarik kesimpulan. Untuk soal nomor 1, pemahaman matematis siswa dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan mean (rata-rata) mendapat rata-rata 100%. Hasil penilaian tugas pemahaman matematis siswa pada tugas menentukan nilai modus data individu soal 2 mendapatkan rata-rata 100% pada tugas no 3 dalam menyelesaikan tugas yang berhubungan dengan median pada data kelompok yaitu sebesar 40%. Siswa mengalami kesulitan untuk menyelesaikan soal-soal terkait mencari median dalam data kelompok, terbukti pada soal nomor 3 hanya dijawab dengan benar oleh 8 siswa dengan persentase 40%.
研究的重点是分析和描述困难XII PERBAUNGAN SMK NEGERI 1年级学生在完成关于统计。定性研究方法,即在这项研究中使用的方法。这项研究中使用的数据分析技术包括:1)数据还原和选择最重要的问题还是集中在重要的问题;2)信息展示信息的学生的作品;3)最后,得出结论。关于第1号,理解数学的学生在完成有关的(平均)均值均100%。评估结果决定学生的数学理解任务2个人的数据模式得到100%的平均价值3号任务在完成任务时,与中位数的数据组40%。学生很难完成相关问题小组查看数据的中位数,这证明于3号只是回答对问题8的学生比例为40%。
{"title":"ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATERI STATISTIKA PADA SISWA KELAS XII SMK NEGERI 1 PERBAUNGAN","authors":"Andini Andini, D. Dahlia, Fadzillah Agustina Lubis, Ramadhani Ramadhani","doi":"10.31537/laplace.v6i1.1105","DOIUrl":"https://doi.org/10.31537/laplace.v6i1.1105","url":null,"abstract":"Penelitian ini berfokus pada analisis dan deskripsi kesulitan siswa kelas XII SMK NEGERI 1 PERBAUNGAN dalam menyelesaikan soal Statistika. Metode penelitian kualitatif yaitu metode yang digunakan dalam penelitian ini. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: 1) reduksi data dengan memilih isu yang paling penting atau memfokuskan pada isu yang penting; 2) Penyajian informasi Menyajikan informasi tentang hasil karya siswa; dan terakhir 3) menarik kesimpulan. Untuk soal nomor 1, pemahaman matematis siswa dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan mean (rata-rata) mendapat rata-rata 100%. Hasil penilaian tugas pemahaman matematis siswa pada tugas menentukan nilai modus data individu soal 2 mendapatkan rata-rata 100% pada tugas no 3 dalam menyelesaikan tugas yang berhubungan dengan median pada data kelompok yaitu sebesar 40%. Siswa mengalami kesulitan untuk menyelesaikan soal-soal terkait mencari median dalam data kelompok, terbukti pada soal nomor 3 hanya dijawab dengan benar oleh 8 siswa dengan persentase 40%.","PeriodicalId":240288,"journal":{"name":"Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika","volume":"157 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121408124","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-08DOI: 10.31537/laplace.v6i1.1131
Anni Syah Simanullang, Yunika Lestaria Ningsih, Eka Fitri Puspa Sari
Berpikir kritis adalah suatu proses manusia berpikir untuk melakukan kegiatan bertanya, menganalisis, menafsirkan, mengevaluasi, membuat kesimpulan serta penilaian apa yang mereka dengar, mereka katakan, dan mereka lihat. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel di kelas X IPA sekolah SMA Negeri 8 Palembang. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 8 Palembang tahun ajaran 2022/2023. Sampel pada penelitian ini diambil secara acak adalah seluruh kelas X IPA-7 SMA Negeri 8 Palembang yang berjumlah 33 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan soal tes berbentuk uraian materi sistem persamaan linear tiga variabel. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, secara keseluruhan di dapat persentase rata-rata kemampuan berpikir kritis sebesar 37,91 dikategorikan rendah. Dari masing-masing kelima indikator yaitu : memberikan penjelasan sebesar 43,77 dikategorikan sedang, membangun keterampilan dasar sebesar 30,30 dikategorikan rendah, mengatur strategi dan taktik sebesar 37,04 dikategorikan rendah, membuat penjelasan lebih lanjut sebesar 34,68 dikategorikan rendah, dan menyimpulkan sebesar 43,77 dikategorikan sedang.
批判性思维是人类思考的过程,包括询问、分析、解释、评估、总结和评估他们听到、说到、看到的东西。本研究旨在了解学生在美国公立高中(SMA 8 Palembang) X班的三变量线性方程系统中批判性思维能力。这项研究是在SMA Negeri 8 Palembang学年2022/2023进行的。这项研究的样本是一所随机的X IPA-7高中,共有33名学生。采用的研究方法是定量描述性的。数据收集技术采用了测试题形式的材料描述系统线性三变量方程。根据数据分析和讨论结果,总的来说,批判性思维能力的平均百分比为37.91。在这五个指标中:给出43.77的解释,建立3030的基本技能,组织37.04的战略和战术,使34.68的进一步阐述,推断为43.77。
{"title":"ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR TIGA VARIABEL KELAS X","authors":"Anni Syah Simanullang, Yunika Lestaria Ningsih, Eka Fitri Puspa Sari","doi":"10.31537/laplace.v6i1.1131","DOIUrl":"https://doi.org/10.31537/laplace.v6i1.1131","url":null,"abstract":"Berpikir kritis adalah suatu proses manusia berpikir untuk melakukan kegiatan bertanya, menganalisis, menafsirkan, mengevaluasi, membuat kesimpulan serta penilaian apa yang mereka dengar, mereka katakan, dan mereka lihat. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel di kelas X IPA sekolah SMA Negeri 8 Palembang. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 8 Palembang tahun ajaran 2022/2023. Sampel pada penelitian ini diambil secara acak adalah seluruh kelas X IPA-7 SMA Negeri 8 Palembang yang berjumlah 33 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan soal tes berbentuk uraian materi sistem persamaan linear tiga variabel. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, secara keseluruhan di dapat persentase rata-rata kemampuan berpikir kritis sebesar 37,91 dikategorikan rendah. Dari masing-masing kelima indikator yaitu : memberikan penjelasan sebesar 43,77 dikategorikan sedang, membangun keterampilan dasar sebesar 30,30 dikategorikan rendah, mengatur strategi dan taktik sebesar 37,04 dikategorikan rendah, membuat penjelasan lebih lanjut sebesar 34,68 dikategorikan rendah, dan menyimpulkan sebesar 43,77 dikategorikan sedang.","PeriodicalId":240288,"journal":{"name":"Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika","volume":"38 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125327553","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}