Abdul Rahim Sya’ban, Wa Ode Nova Noviyanti R, Andi Mauliana T, F. Firman.
AbstrakPengembangan konsep Daerah Tertinggal di Indonesia, rencana nasional dengan enam kriteria penting, belum memberikan kontribusi positif bagi dunia kesehatan. Konsep Pulau Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T) tidak memasukkan konsep kesehatan dan sanitasi lingkungan sebagai salah satu kriteria esensial daerah tertinggal. Berkembangnya model perilaku masyarakat sebagai kearifan lokal mengganggu keseimbangan ekologi sehingga terjadi perubahan rasio antara manusia dengan lingkungan sekitarnya. Gambaran kehidupan masyarakat marginal dengan kearifan lokalnya mendorong lahirnya konsep desa sehat bebas penyakit berbasis lingkungan di daerah tertinggal. Desa Nambo Jaya yang berpenduduk 466 jiwa dengan 101 KK terletak di Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara yang merupakan wilayah pesisir 3T yang terisolir dimana gugusan pulaunya berada di wilayah terluar dan berada berhadapan langsung dengan Laut Banda dengan akses keluar masuk desa tergantung musim dan ombak tanpa sentuhan teknologi dan telekomunikasi. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Konawe menunjukkan tujuh kasus malaria, dan satu di antaranya meninggal dunia. Pada Januari 2019, 94 orang mengalami diare, terutama balita, dan satu orang meninggal dunia. Kecenderungan penyakit lingkungan yang sulit diprediksi dalam kurun waktu tertentu memicu pelaksanaan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), peningkatan kebutuhan gizi masyarakat, dan terbentuknya Kader Sanitasi Pesisir yang aktif sebagai fasilitator desa dalam menggagas kesehatan. program dan pemberdayaan masyarakat di Desa Nambo Jaya secara berkelanjutan.Kata Kunci : Kearifan Lokal, Kecenderungan Penyakit, STBM, Kader Aktif Sanitasi Pesisir
印度尼西亚落后地区概念发展的国家计划有六个基本标准,但尚未对世界卫生做出积极贡献。前岛、外部、落后岛的概念(3T)不包括卫生概念作为落后地区的基本标准之一。当地文明行为模式的发展扰乱了生态平衡,导致人类与周围环境的比例发生了变化。边际社区的生活风景,当地的智慧,推动了以环境为基础的健康、无病村庄的概念的诞生。Nambo Jaya 466名居民的村庄位于街道101 KK Wawonii Konawe县东南苏拉威西省东南部沿海地区的3T是孤独的岛屿在外部地区和簇在哪里和班达海面对面地进出通道随着季节和浪村触摸技术和电信。科纳威县卫生数据显示有7例疟疾病例,其中1例已死亡。2019年1月,94人腹泻,特别是5岁以下儿童,其中一人死亡。在一段时间内,难以预测的环境疾病趋势引发了全面的社区卫生计划(STBM)、社区营养需求的增加,以及活跃的沿海卫生干部作为农村保健工作者的发展。Nambo Jaya村的社区项目和授权正在进行中。关键词:当地的智慧,疾病倾向,山雨,积极的沿海卫生干线
{"title":"PENGEMBANGAN KONSEP DESA SEHAT DAN BEBAS PENYAKIT BERBASIS LINGKUNGAN MELALUI PENGAKTIFAN KADER SANITASI PESISIR PADA WIALAYAH SANITASI BURUK DI GUGUS PULAU TERLUAR DESA NAMBO JAYA KECAMATAN WAWONII TENGGARA KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN","authors":"Abdul Rahim Sya’ban, Wa Ode Nova Noviyanti R, Andi Mauliana T, F. Firman.","doi":"10.37887/epj.v6i2.25640","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/epj.v6i2.25640","url":null,"abstract":"AbstrakPengembangan konsep Daerah Tertinggal di Indonesia, rencana nasional dengan enam kriteria penting, belum memberikan kontribusi positif bagi dunia kesehatan. Konsep Pulau Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T) tidak memasukkan konsep kesehatan dan sanitasi lingkungan sebagai salah satu kriteria esensial daerah tertinggal. Berkembangnya model perilaku masyarakat sebagai kearifan lokal mengganggu keseimbangan ekologi sehingga terjadi perubahan rasio antara manusia dengan lingkungan sekitarnya. Gambaran kehidupan masyarakat marginal dengan kearifan lokalnya mendorong lahirnya konsep desa sehat bebas penyakit berbasis lingkungan di daerah tertinggal. Desa Nambo Jaya yang berpenduduk 466 jiwa dengan 101 KK terletak di Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara yang merupakan wilayah pesisir 3T yang terisolir dimana gugusan pulaunya berada di wilayah terluar dan berada berhadapan langsung dengan Laut Banda dengan akses keluar masuk desa tergantung musim dan ombak tanpa sentuhan teknologi dan telekomunikasi. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Konawe menunjukkan tujuh kasus malaria, dan satu di antaranya meninggal dunia. Pada Januari 2019, 94 orang mengalami diare, terutama balita, dan satu orang meninggal dunia. Kecenderungan penyakit lingkungan yang sulit diprediksi dalam kurun waktu tertentu memicu pelaksanaan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), peningkatan kebutuhan gizi masyarakat, dan terbentuknya Kader Sanitasi Pesisir yang aktif sebagai fasilitator desa dalam menggagas kesehatan. program dan pemberdayaan masyarakat di Desa Nambo Jaya secara berkelanjutan.Kata Kunci : Kearifan Lokal, Kecenderungan Penyakit, STBM, Kader Aktif Sanitasi Pesisir","PeriodicalId":240402,"journal":{"name":"Preventif Journal","volume":"105 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124049306","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
AbstrakPos Pelayanan Terpada Lanjut Usia (Posyandu Lansia) adalah suatu wadah pelayanan kesehatan untuk melayani lansia yang dibentuk dan dilaksanakan pada tingkat desa oleh masyarakat bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), swasta, organisasi sosial dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemanfaatan Posyandu lansia di Kota Kendari. Penelitian ini adalah penelitian cross-sectional dengan sampel lansia usia 60 tahun keatas. Sampel dipilih dengan teknik random sampling sederhana. Penelitian ini menggunakan Uji Mann Whitney U Test untuk melihat perbedaan karakteristik sampel pada wilayah penelitian dan analisis multivariat regresi logistik dilakukan untuk menentukan faktor yang mempengaruhi pemanfaatan Posyandu oleh lansia. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa persepsi lansia, perilaku pencarian pengobatan, peran kader Posyandu dan dukungan keluarga secara signifikan berhubungan dengan pemanfaatan Posyandu lansia setelah dikontrol oleh jenis kelamin, pendidikan terakhir, suku, klasifikasi lansia dan jarak rumah (Adjusted Odds Ratio (AOR) = 3.03, 95% Convidence Interval (CI), 1.2-7.5; (AOR) = 7.94,95% (CI), 3.1-20.1; (AOR) = 6.62,95% (CI), 2.4-17.9; (AOR) = 4.56,95% (CI), 1.8-11.0). Dapat disimpulkan bahwa keempat variabel tersebut secara erat berhubungan dengan penggunaan Posyandu dan disarankan untuk meningkatkan penyuluhan dan konseling kepada lansia dan keluarganya sebagai upaya untuk meningkatkan literasi kesehatan.Kata Kunci : Posyandu lanjut usia, lanjut usia, persepsi lansia, perilaku pencarian pengobatan, peran kader Posyandu, dukungan keluarga
{"title":"FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MATA DAN PUSKESMAS LABIBIA, KOTA KENDARI","authors":"Marwahida Muna, Devi Savitri Effendy, Hariati Lestari, Hartati Bahar, Febriana Muchtar","doi":"10.37887/epj.v6i2.25725","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/epj.v6i2.25725","url":null,"abstract":"AbstrakPos Pelayanan Terpada Lanjut Usia (Posyandu Lansia) adalah suatu wadah pelayanan kesehatan untuk melayani lansia yang dibentuk dan dilaksanakan pada tingkat desa oleh masyarakat bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), swasta, organisasi sosial dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemanfaatan Posyandu lansia di Kota Kendari. Penelitian ini adalah penelitian cross-sectional dengan sampel lansia usia 60 tahun keatas. Sampel dipilih dengan teknik random sampling sederhana. Penelitian ini menggunakan Uji Mann Whitney U Test untuk melihat perbedaan karakteristik sampel pada wilayah penelitian dan analisis multivariat regresi logistik dilakukan untuk menentukan faktor yang mempengaruhi pemanfaatan Posyandu oleh lansia. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa persepsi lansia, perilaku pencarian pengobatan, peran kader Posyandu dan dukungan keluarga secara signifikan berhubungan dengan pemanfaatan Posyandu lansia setelah dikontrol oleh jenis kelamin, pendidikan terakhir, suku, klasifikasi lansia dan jarak rumah (Adjusted Odds Ratio (AOR) = 3.03, 95% Convidence Interval (CI), 1.2-7.5; (AOR) = 7.94,95% (CI), 3.1-20.1; (AOR) = 6.62,95% (CI), 2.4-17.9; (AOR) = 4.56,95% (CI), 1.8-11.0). Dapat disimpulkan bahwa keempat variabel tersebut secara erat berhubungan dengan penggunaan Posyandu dan disarankan untuk meningkatkan penyuluhan dan konseling kepada lansia dan keluarganya sebagai upaya untuk meningkatkan literasi kesehatan.Kata Kunci : Posyandu lanjut usia, lanjut usia, persepsi lansia, perilaku pencarian pengobatan, peran kader Posyandu, dukungan keluarga ","PeriodicalId":240402,"journal":{"name":"Preventif Journal","volume":"117 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124406816","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
S. Sabarudin, Sunandar Ihsan, H. Kasmawati, Y. Yamin, Vica Aspadiah, R. Mahmudah, Sitti Syafika
AbstrakKetersediaan obat erat kaitannya dengan proses pengelolaan obat yang merupakan salah satu segi manajemen logistik di rumah sakit. Proses pengelolaan obat di rumah sakit meliputi pemilihan, perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, distribusi, pemusnahan, penarikan, pengendalian dan administrasi yang saling terkait satu sama lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi pengelolaan obat di Instalasi Farmasi RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif dan concurrent. Tiap tahap pengelolaan obat diukur menggunakan indikator Depkes, Pudjaningsih dan WHO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kesesuaian item obat yang tersedia dengan Formularium Rumah Sakit 94,60%, persentase kesesuaian item obat yang tersedia dengan Formularium Nasional 89,43%, persentase jumlah item obat yang direncanakan dengan yang diadakan 100%, frekuensi pengadaan tiap item obat dalam setahun 1-5 kali, frekuensi kurang lengkapnya surat pesanan atau kontrak 0 kali, frekuensi tertundanya pembayaran oleh rumah sakit terhadap waktu yang disepakati 0 kali, ketepatan data jumlah obat pada kartu stok obat 100%, sistem penataan gudang menggunakan sistem FEFO dan FIFO, persentase obat kadaluwarsa dan atau rusak 3,19%, persentase stok mati 0,22%, rata-rata kecepatan pelayanan resep non racikan 9,91 menit dan resep racikan 16,67 menit. Kata kunci : Pengelolaan obat, Instalasi Farmasi, RSUD Bahteramas
{"title":"EVALUASI PENGELOLAAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RSUD BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2019","authors":"S. Sabarudin, Sunandar Ihsan, H. Kasmawati, Y. Yamin, Vica Aspadiah, R. Mahmudah, Sitti Syafika","doi":"10.37887/epj.v6i2.25626","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/epj.v6i2.25626","url":null,"abstract":"AbstrakKetersediaan obat erat kaitannya dengan proses pengelolaan obat yang merupakan salah satu segi manajemen logistik di rumah sakit. Proses pengelolaan obat di rumah sakit meliputi pemilihan, perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, distribusi, pemusnahan, penarikan, pengendalian dan administrasi yang saling terkait satu sama lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi pengelolaan obat di Instalasi Farmasi RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif dan concurrent. Tiap tahap pengelolaan obat diukur menggunakan indikator Depkes, Pudjaningsih dan WHO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kesesuaian item obat yang tersedia dengan Formularium Rumah Sakit 94,60%, persentase kesesuaian item obat yang tersedia dengan Formularium Nasional 89,43%, persentase jumlah item obat yang direncanakan dengan yang diadakan 100%, frekuensi pengadaan tiap item obat dalam setahun 1-5 kali, frekuensi kurang lengkapnya surat pesanan atau kontrak 0 kali, frekuensi tertundanya pembayaran oleh rumah sakit terhadap waktu yang disepakati 0 kali, ketepatan data jumlah obat pada kartu stok obat 100%, sistem penataan gudang menggunakan sistem FEFO dan FIFO, persentase obat kadaluwarsa dan atau rusak 3,19%, persentase stok mati 0,22%, rata-rata kecepatan pelayanan resep non racikan 9,91 menit dan resep racikan 16,67 menit. Kata kunci : Pengelolaan obat, Instalasi Farmasi, RSUD Bahteramas","PeriodicalId":240402,"journal":{"name":"Preventif Journal","volume":"82 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121340300","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
AbstractKegiatan posyandu berperan besar dalam pencegahan stunting. Melalui kader posyandu orang tua dapat memantau hasil pengukuran balita melalui hasil pemantauan status gizi balita di buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Buku ini memiliki potensi hilang akibatnya monitoring status gizi akan terputus, selain itu data tidak update karena butuh pencatatan manual, dan rekapannya setiap bulan membutuhkan waktu yang lama dari posyandu-posyandu. Selain itu masalah lainnya adalah banyak ibu yang tidak paham bagaimana cara memantau perkembangan balita melalui buku KIA tersebut. Penelitian ini mengusulkan pembangunan aplikasi pelaporan status gizi balita pada pada tingkat kader Puskesmas Nambo berbasis Website Single Page Application (SPA). Hal ini bertujuan untuk mempermudah proses pemantauan gizi balita / anak agar tidak terjadi kekurangan gizi. Pada penelitian ini menggunakan website agar dapat diakses dari perangkat manapun termasuk mobile (smartphone). Metode SPA dibilih untuk memudahkan akses layanan, mengurangi memori penyimpanan dan waktu akses yang lebih cepat. Kata Kunci : Balita, Gizi, Monitoring, Single Page Application, Website. Kata Kunci: Balita, Gizi, Monitoring, Single Page Application, Website.
posyandu的abstractru活动在防止特技方面发挥了重要作用。通过卡德·波尚都(kader posyandu),父母可以通过监测《起亚书》(moma and children ' s health)中幼儿营养状况的测量结果来监测幼儿的测量结果。这本书有潜力消失后营养状况监测结果会被切断,此外不更新,因为需要手动记录数据,从posyandu-posyandu rekapannya每个月需要很长的一段时间。另一个问题是,许多母亲不知道如何通过起亚书来监控婴儿的发展。这项研究报告提出了建设应用层面的幼儿营养状况干部Puskesmas Nambo基于单页面应用程序(SPA)的网站。它的目的是使监测幼儿/儿童营养不良的过程更容易,以防止营养不良。在这项研究中,使用网站可以从任何设备(包括手机)访问。水疗方法被采用,以方便服务,减少更快的存储内存存储和访问时间。关键词:监测、营养、幼儿,单页面应用程序,网站。关键词:监测、营养、幼儿,单页面应用程序,网站。
{"title":"PENGEMBANGAN APLIKASI PELAPORAN STATUS GIZI BALITA PADA TINGKAT KADER DI PUSKESMAS NAMBO KOTA KENDARI BERBASIS WEBSITE SINGLE PAGE APLICATION","authors":"R. Saputra, Nurmaladewi Nurmaladewi, Riski Eka Sakti Octaviani, Adha Mashur Sajiah","doi":"10.37887/epj.v6i2.25641","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/epj.v6i2.25641","url":null,"abstract":"AbstractKegiatan posyandu berperan besar dalam pencegahan stunting. Melalui kader posyandu orang tua dapat memantau hasil pengukuran balita melalui hasil pemantauan status gizi balita di buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Buku ini memiliki potensi hilang akibatnya monitoring status gizi akan terputus, selain itu data tidak update karena butuh pencatatan manual, dan rekapannya setiap bulan membutuhkan waktu yang lama dari posyandu-posyandu. Selain itu masalah lainnya adalah banyak ibu yang tidak paham bagaimana cara memantau perkembangan balita melalui buku KIA tersebut. Penelitian ini mengusulkan pembangunan aplikasi pelaporan status gizi balita pada pada tingkat kader Puskesmas Nambo berbasis Website Single Page Application (SPA). Hal ini bertujuan untuk mempermudah proses pemantauan gizi balita / anak agar tidak terjadi kekurangan gizi. Pada penelitian ini menggunakan website agar dapat diakses dari perangkat manapun termasuk mobile (smartphone). Metode SPA dibilih untuk memudahkan akses layanan, mengurangi memori penyimpanan dan waktu akses yang lebih cepat. Kata Kunci : Balita, Gizi, Monitoring, Single Page Application, Website. Kata Kunci: Balita, Gizi, Monitoring, Single Page Application, Website. ","PeriodicalId":240402,"journal":{"name":"Preventif Journal","volume":"76 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129473151","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Berdasarkan observasi yang dilakukan di Wilayah kerja Puskesmas Tampo diperoleh sebanyak tujuh orang (70%) kurang mengetahui tentang pencegahan stunting dan hanya tiga orang (30%) yang memiliki pengetahuan tentang stunting. Beberapa Ibu juga mengatakan belum pernah mendapatkan penyuluhan dengan media simulasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan dengan media simulasi ular tangga terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam upaya pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Tampo Kabupaten Muna. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Besar populasi adalah 65 responden, dan besar sampel 39 responden, dengan tekhnik penarikan sampel secara simple random sampling. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan Uji Statistik non-parametrik yaitu uji wilcoxon sign rank test, dengan menggunakan taraf signifikansi sebesar 5%. Hasil uji statistik didapatkan ada pengaruh promosi kesehatan dengan media simulasi ular tangga terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam upaya pencegahan stunting dengan nilai signifikasi pada Wilcoxon test menunjukkan 0,000. Hal tersebut berarti bahwa nilai signifikasi lebih kecil dari 0,05. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa ada pengaruh promosi kesehatan dengan media simulasi ular tangga terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam upaya pencegahan stunting diwilayah kerja Puskesmas Tampo Kabupaten Muna. Saran yang diharapkan kepada masyarakat khususnya ibu hamil agar lebih memperhatikan kesehatan ibu sebelum hamil, setelah melahirkan dan juga kesehatan balitanya, dengan rajin memeriksa kesehatan pada tempat pelayanann kesehatan agar terus memantau pertumbuhan serta perkembangan anak hususnya berat badan dan tinggi badan anak setiap bulan.
{"title":"PENGARUH PROMOSI KESEHATAN DENGAN MEDIA SIMULASI ULAR TANGGA TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMPO KABUPATEN MUNA","authors":"Sartini Risky, A. Nofitasari, Lisnawati Lisnawati","doi":"10.37887/epj.v6i2.26712","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/epj.v6i2.26712","url":null,"abstract":"Berdasarkan observasi yang dilakukan di Wilayah kerja Puskesmas Tampo diperoleh sebanyak tujuh orang (70%) kurang mengetahui tentang pencegahan stunting dan hanya tiga orang (30%) yang memiliki pengetahuan tentang stunting. Beberapa Ibu juga mengatakan belum pernah mendapatkan penyuluhan dengan media simulasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan dengan media simulasi ular tangga terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam upaya pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Tampo Kabupaten Muna. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Besar populasi adalah 65 responden, dan besar sampel 39 responden, dengan tekhnik penarikan sampel secara simple random sampling. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan Uji Statistik non-parametrik yaitu uji wilcoxon sign rank test, dengan menggunakan taraf signifikansi sebesar 5%. Hasil uji statistik didapatkan ada pengaruh promosi kesehatan dengan media simulasi ular tangga terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam upaya pencegahan stunting dengan nilai signifikasi pada Wilcoxon test menunjukkan 0,000. Hal tersebut berarti bahwa nilai signifikasi lebih kecil dari 0,05. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa ada pengaruh promosi kesehatan dengan media simulasi ular tangga terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam upaya pencegahan stunting diwilayah kerja Puskesmas Tampo Kabupaten Muna. Saran yang diharapkan kepada masyarakat khususnya ibu hamil agar lebih memperhatikan kesehatan ibu sebelum hamil, setelah melahirkan dan juga kesehatan balitanya, dengan rajin memeriksa kesehatan pada tempat pelayanann kesehatan agar terus memantau pertumbuhan serta perkembangan anak hususnya berat badan dan tinggi badan anak setiap bulan.","PeriodicalId":240402,"journal":{"name":"Preventif Journal","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130284995","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
S. Burhan, Agusrinal Agusrinal, Ika Sartika, Asmurti Asmurti
AbstrakLayanan kesehatan adalah subsistem yang tujuan utamanya adalah preventif (preventif) dan promosi (peningkatan kesehatan) dengan target adalah masyarakat. Untuk menemukan tingkat kepuasan pasien sehubungan dengan layanan selama periode pandemi. Metode analisis data teknis dalam penelitian ini sebagai analisis jalur. Pendekatan analisis jalur digunakan untuk menilai efek variabel. Analisis jalur dari analisis regresi linier berganda atau analisis jalur adalah penggunaan analisis regresi untuk memperkirakan hubungan sebab akibat antara variabel (model sesekali) yang telah ditentukan sebelumnya berdasarkan teoritis. Hasil penelitian memperoleh bahwa kualitas layanan mempengaruhi minat pasien berkat kepuasan pasien. Ketika Puskesmas menawarkan layanan yang baik kepada pasien, pasien akan merasa secara tidak langsung puas dengan layanan yang diberikan kepadanya karena waktu dan materi yang mereka korbankan sebanding dengan layanan yang mereka peroleh.Kata Kunci : Kualitas; pelayanan; kepuasan; minat
{"title":"KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN DAN MINAT PASIEN PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI PUSKESMAS LASUSUA","authors":"S. Burhan, Agusrinal Agusrinal, Ika Sartika, Asmurti Asmurti","doi":"10.37887/epj.v6i2.28361","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/epj.v6i2.28361","url":null,"abstract":"AbstrakLayanan kesehatan adalah subsistem yang tujuan utamanya adalah preventif (preventif) dan promosi (peningkatan kesehatan) dengan target adalah masyarakat. Untuk menemukan tingkat kepuasan pasien sehubungan dengan layanan selama periode pandemi. Metode analisis data teknis dalam penelitian ini sebagai analisis jalur. Pendekatan analisis jalur digunakan untuk menilai efek variabel. Analisis jalur dari analisis regresi linier berganda atau analisis jalur adalah penggunaan analisis regresi untuk memperkirakan hubungan sebab akibat antara variabel (model sesekali) yang telah ditentukan sebelumnya berdasarkan teoritis. Hasil penelitian memperoleh bahwa kualitas layanan mempengaruhi minat pasien berkat kepuasan pasien. Ketika Puskesmas menawarkan layanan yang baik kepada pasien, pasien akan merasa secara tidak langsung puas dengan layanan yang diberikan kepadanya karena waktu dan materi yang mereka korbankan sebanding dengan layanan yang mereka peroleh.Kata Kunci : Kualitas; pelayanan; kepuasan; minat ","PeriodicalId":240402,"journal":{"name":"Preventif Journal","volume":"22 8 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125607986","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Nurmaladewi Nurmaladewi, Yusuf Sabilu, La Ode Ahmad Saktiansyah, Jusniar Rusli Afa, Fifi Nirmala, Lymbran Tina, Jumakil Jumakil
AbstrakBanjir merupakan salah satu bencana alam yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Banjir berdampak serius pada kesehatan masyarakat seperti terjadinya kontaminasi air minum dan penumpukan limbah domestik, banyaknya bakteri patogen dan vektor penyakit di sekitar perairan yang tergenang. Selain itu, peristiwa banjir dapat menyebabkan potensi wabah penyakit menular peningkatan penyakit yang ditularkan oleh vector (vector-borne diseases) dan penyakit bawaan air (water-borne diseases). Kabupaten Konawe merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Tenggara yang rawan dengan bencana banjir. Pola curah hujan tahunan di Kabupaten Konawe antara 1.500-1.00 mm, hal ini menjadi penyebab terjadinya banjir di beberapa wilayah di Kabupaten Konawe. Salah satu wilayah yang rawan bencana banjir di Kabupaten Konawe ialah Kecamatan Pondidaha. Hasil survey awal menunjukkan bahwa salah satu permasalahan yang ditemui di wilayah rawan banjir di Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe adalah masalah kualitas air. Sebagian besar kebutuhan air minum masyarakat Kecamatan Pondidaha menggunakan air sumur dan air PDAM. Kondisi sanitasi masyarakat Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe yang masih kurang baik diperkirakan akan berdampak pada kualitas air tanah maupun sungai terutama pada saat banjir. Hasil penelitian menunjukkan kualitas fisika (padatan Terlarut/Total Dissolved Solid (TDS)) masih berada di bawah nilai baku mutu sehingga masih layak digunakan sebagai air bersih yang digunakan sebagai sumber air baku untuk air minum dan hasil uji kualitas mikrobiologi (uji bakteri coliform dan Escherichia coli) tanah pada kawasan rawan banjir di Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe masih berada di bawah nilai baku mutu sehingga masih layak digunakan sebagai air bersih yang digunakan sebagai sumber air baku untuk air minum. Kata kunci: air, banjir, fisik, biologi
{"title":"ANALISIS KUALITAS AIR SUMUR PADA KAWASAN RAWAN BANJIR DI KECAMATAN PONDIDAHA KABUPATEN KONAWE","authors":"Nurmaladewi Nurmaladewi, Yusuf Sabilu, La Ode Ahmad Saktiansyah, Jusniar Rusli Afa, Fifi Nirmala, Lymbran Tina, Jumakil Jumakil","doi":"10.37887/epj.v6i1.22595","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/epj.v6i1.22595","url":null,"abstract":"AbstrakBanjir merupakan salah satu bencana alam yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Banjir berdampak serius pada kesehatan masyarakat seperti terjadinya kontaminasi air minum dan penumpukan limbah domestik, banyaknya bakteri patogen dan vektor penyakit di sekitar perairan yang tergenang. Selain itu, peristiwa banjir dapat menyebabkan potensi wabah penyakit menular peningkatan penyakit yang ditularkan oleh vector (vector-borne diseases) dan penyakit bawaan air (water-borne diseases). Kabupaten Konawe merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Tenggara yang rawan dengan bencana banjir. Pola curah hujan tahunan di Kabupaten Konawe antara 1.500-1.00 mm, hal ini menjadi penyebab terjadinya banjir di beberapa wilayah di Kabupaten Konawe. Salah satu wilayah yang rawan bencana banjir di Kabupaten Konawe ialah Kecamatan Pondidaha. Hasil survey awal menunjukkan bahwa salah satu permasalahan yang ditemui di wilayah rawan banjir di Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe adalah masalah kualitas air. Sebagian besar kebutuhan air minum masyarakat Kecamatan Pondidaha menggunakan air sumur dan air PDAM. Kondisi sanitasi masyarakat Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe yang masih kurang baik diperkirakan akan berdampak pada kualitas air tanah maupun sungai terutama pada saat banjir. Hasil penelitian menunjukkan kualitas fisika (padatan Terlarut/Total Dissolved Solid (TDS)) masih berada di bawah nilai baku mutu sehingga masih layak digunakan sebagai air bersih yang digunakan sebagai sumber air baku untuk air minum dan hasil uji kualitas mikrobiologi (uji bakteri coliform dan Escherichia coli) tanah pada kawasan rawan banjir di Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe masih berada di bawah nilai baku mutu sehingga masih layak digunakan sebagai air bersih yang digunakan sebagai sumber air baku untuk air minum. Kata kunci: air, banjir, fisik, biologi","PeriodicalId":240402,"journal":{"name":"Preventif Journal","volume":"44 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133915178","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Muhammad Iqbal Prawira, Nadya Nazimuddin Putri, Riyani Susan Bt.Hasan
AbstrakBagi pekerja yang setiap harinya terpajan debu kayu yang memiliki kandungan bahan toksik bisa menjadi ancaman kesehatan bagi para pekerja. Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) adalah infeksi yang terjadi di saluran pernafasan baik pada bagian atas atau bawah, yang dimulai dari hidung himgga ke alveoli. Infeksi ini dapat menular kepada siapa saja. Hal yang tidak terpisahkan dalam sistem ketenagakerjaan dan sumberdaya manusia adalah keselamatan dan kesehatan kerja atau K3. Tingkat keselamatan kerja sangat dipengaruhi oleh tingkat penggunaan alat pelindung diri. Semakin tinggi frekuensi penggunaan alat pelindung diri maka semakin kecil kesempatan terjadinya kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi distribusi penggunaan alat pelindung diri masker, kebiasaan merokok, kejadian ISPA pada pekerja pabrik mebel dan menganalisis hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian ISPA pada pekerja pabrik mebel. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik observasional dengan menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 33 responden . Penelitian ini menggunakan data primer dan peneliti mengumpulkan data dengan cara wawancara kepada narasumber menggunakan kuesioner. Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan pada pekerja yang tidak menggunakan APD (masker) sebesar 24,2%, yang merokok sebesar 57,6%, mengalami kejadian ISPA sebesar 30,3%. Terdapat hubungan kebiasaan merokok dengan kejadian ISPA pada pabrik mebel dengan nilai p = (0,007) dan nilai RP = 2,088. Terdapat hubungan antara penggunaan APD (masker) dengan kejadian ISPA pada pabrik mebel dengan nilai p = (0,000) dan nilai RP = 7,040. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara penggunaan APD(masker) dan merokok terhadap kejadian ISPA. Kata Kunci: apd, debu kayu, ispa, merokok, pabrik mebel
{"title":"HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) MASKER DENGAN KEJADIAN ISPA PADA PEKERJA PABRIK MEBEL","authors":"Muhammad Iqbal Prawira, Nadya Nazimuddin Putri, Riyani Susan Bt.Hasan","doi":"10.37887/epj.v6i1.21969","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/epj.v6i1.21969","url":null,"abstract":"AbstrakBagi pekerja yang setiap harinya terpajan debu kayu yang memiliki kandungan bahan toksik bisa menjadi ancaman kesehatan bagi para pekerja. Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) adalah infeksi yang terjadi di saluran pernafasan baik pada bagian atas atau bawah, yang dimulai dari hidung himgga ke alveoli. Infeksi ini dapat menular kepada siapa saja. Hal yang tidak terpisahkan dalam sistem ketenagakerjaan dan sumberdaya manusia adalah keselamatan dan kesehatan kerja atau K3. Tingkat keselamatan kerja sangat dipengaruhi oleh tingkat penggunaan alat pelindung diri. Semakin tinggi frekuensi penggunaan alat pelindung diri maka semakin kecil kesempatan terjadinya kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi distribusi penggunaan alat pelindung diri masker, kebiasaan merokok, kejadian ISPA pada pekerja pabrik mebel dan menganalisis hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian ISPA pada pekerja pabrik mebel. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik observasional dengan menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 33 responden . Penelitian ini menggunakan data primer dan peneliti mengumpulkan data dengan cara wawancara kepada narasumber menggunakan kuesioner. Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan pada pekerja yang tidak menggunakan APD (masker) sebesar 24,2%, yang merokok sebesar 57,6%, mengalami kejadian ISPA sebesar 30,3%. Terdapat hubungan kebiasaan merokok dengan kejadian ISPA pada pabrik mebel dengan nilai p = (0,007) dan nilai RP = 2,088. Terdapat hubungan antara penggunaan APD (masker) dengan kejadian ISPA pada pabrik mebel dengan nilai p = (0,000) dan nilai RP = 7,040. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara penggunaan APD(masker) dan merokok terhadap kejadian ISPA. Kata Kunci: apd, debu kayu, ispa, merokok, pabrik mebel ","PeriodicalId":240402,"journal":{"name":"Preventif Journal","volume":"214 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114846001","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Suandy Suandy, A. L. Tobing, Kevin Luwis, Fernandes Sitompul
AbstrakAir merupakan salah satu unsur lingkungan yang sangat penting bagi perkembangan dan pertumbuhan semua makhluk hidup, termasuk manusia. Karena pertambahan penduduk yang cepat, tidak semua orang di masyarakat memiliki akses ke air bersi. Selain itu, pencemaran air sungai akibat pembuangan limbah rumah tangga dan industri juga menjadi sumber masalah ketersediaan air bersih. Rendahnya ketersediaan air bersih berdampak buruk pada semua sektor, termasuk kesehatan, seperti kolera, kurap, kudis, diare/disentri, tifus, dan penyakit lainnya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik, eksperimen, dan observasional dengan rancangan pretest-posttest control group design. Variabel bebas penelitian ini antara lain kangkung, pasir pantai, kerikil, arang sawit, dan ijuk. Sedangkan variabel terikat terdiri dari kadar parameter fisik, parameter kimia, dan parameter mikrobiologi. kangkung air (Ipomoea Aquatica) dapat menurunkan kandungan Parametrik Kimia, Parametrik Fisika dan Parametrik Mikrobiologi. Setelah dilakukan pengujian, berdasarkan parameter fisik, air keruh menjadi lebih jernih sedangkan oksigen terlarut lebih tinggi, menunjukkan kualitas air yang baik pada Hari ke-28. Selain itu, parameter kimia yaitu COD; BOD; Pb; deterjen; lemak dan minyak; dan pemeriksaan bakteriologis pada E. coli menunjukkan penurunan dibandingkan semua unsur pada hari ke-0. Hal ini menunjukkan perubahan kualitas air yang signifikan dari Hari ke-0 hingga Hari ke-28 melalui filtrasi kit fitoremediasi. Manfaat dari penelitian ini adalah: dapat mengurangi air yang keruh, dapat menumbuhkan kangkung air yang mudah digunakan, mura dan bermanfaat. Rekomendasi lebih lanjut dari penelitian ini adalah Kit Fitoremediasi harus dibersihkan setiap minggu untuk mencegah lumut
{"title":"TEKNOLOGI FITOREMEDIASI BERBASIS BAHAN RAMAH LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA AIR","authors":"Suandy Suandy, A. L. Tobing, Kevin Luwis, Fernandes Sitompul","doi":"10.37887/epj.v6i1.21931","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/epj.v6i1.21931","url":null,"abstract":"AbstrakAir merupakan salah satu unsur lingkungan yang sangat penting bagi perkembangan dan pertumbuhan semua makhluk hidup, termasuk manusia. Karena pertambahan penduduk yang cepat, tidak semua orang di masyarakat memiliki akses ke air bersi. Selain itu, pencemaran air sungai akibat pembuangan limbah rumah tangga dan industri juga menjadi sumber masalah ketersediaan air bersih. Rendahnya ketersediaan air bersih berdampak buruk pada semua sektor, termasuk kesehatan, seperti kolera, kurap, kudis, diare/disentri, tifus, dan penyakit lainnya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik, eksperimen, dan observasional dengan rancangan pretest-posttest control group design. Variabel bebas penelitian ini antara lain kangkung, pasir pantai, kerikil, arang sawit, dan ijuk. Sedangkan variabel terikat terdiri dari kadar parameter fisik, parameter kimia, dan parameter mikrobiologi. kangkung air (Ipomoea Aquatica) dapat menurunkan kandungan Parametrik Kimia, Parametrik Fisika dan Parametrik Mikrobiologi. Setelah dilakukan pengujian, berdasarkan parameter fisik, air keruh menjadi lebih jernih sedangkan oksigen terlarut lebih tinggi, menunjukkan kualitas air yang baik pada Hari ke-28. Selain itu, parameter kimia yaitu COD; BOD; Pb; deterjen; lemak dan minyak; dan pemeriksaan bakteriologis pada E. coli menunjukkan penurunan dibandingkan semua unsur pada hari ke-0. Hal ini menunjukkan perubahan kualitas air yang signifikan dari Hari ke-0 hingga Hari ke-28 melalui filtrasi kit fitoremediasi. Manfaat dari penelitian ini adalah: dapat mengurangi air yang keruh, dapat menumbuhkan kangkung air yang mudah digunakan, mura dan bermanfaat. Rekomendasi lebih lanjut dari penelitian ini adalah Kit Fitoremediasi harus dibersihkan setiap minggu untuk mencegah lumut ","PeriodicalId":240402,"journal":{"name":"Preventif Journal","volume":"54 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115653683","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Irza Haicha Pratama, Adek Amansyah, Z. Zai, A. K. T. Sitanggang
AbstrakBiji ketumbar (Coriandrum Sativum L) adalah tanaman yang diperkenalkan dari daerah Mediterranean, dan Timur Tengah, di Negara Indonesia biji ketumbar pada umumnya di gunakan sebagai bumbu masakan. Biji ketumbar juga banyak dimanfaatkan untuk penyakit diabetes, anti-inflamasi, antioxidant, anti fungal, antibiotik baik bakteri maupun jamur. Pada penelitian ini ekstraksi biji ketumbar dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Ada beberapa tingkatan konsentrasi yang digunakan yaitu 50%, 75%, 100%, dengan control positif gentamicin 10 mcg dan control negatif Aquadest steril. Teknik pengujian dilakukan sebanyak 5 kali pengulangan dengan metode difusi cakram. Pada hasil skrining fitokimia ekstrak biji ketumbar didapatkan adanya senyawa flavonoid, saponin, tannin, alkaloid, fenolik, glikosida, dan triterpenoid. Dari hasil pengujian ekstrak biji ketumbar dengan konsentrasi 100% didapatkan hasil bahwa ekstrak biji ketumbar sangat berpotensial menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan hasil rata-rata diameter 8,20 mm dengan daya hambat tergolong besar
{"title":"DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL BIJI KETUMBAR (CORIANDRUM SATIVUM L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS","authors":"Irza Haicha Pratama, Adek Amansyah, Z. Zai, A. K. T. Sitanggang","doi":"10.37887/epj.v6i1.23230","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/epj.v6i1.23230","url":null,"abstract":"AbstrakBiji ketumbar (Coriandrum Sativum L) adalah tanaman yang diperkenalkan dari daerah Mediterranean, dan Timur Tengah, di Negara Indonesia biji ketumbar pada umumnya di gunakan sebagai bumbu masakan. Biji ketumbar juga banyak dimanfaatkan untuk penyakit diabetes, anti-inflamasi, antioxidant, anti fungal, antibiotik baik bakteri maupun jamur. Pada penelitian ini ekstraksi biji ketumbar dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Ada beberapa tingkatan konsentrasi yang digunakan yaitu 50%, 75%, 100%, dengan control positif gentamicin 10 mcg dan control negatif Aquadest steril. Teknik pengujian dilakukan sebanyak 5 kali pengulangan dengan metode difusi cakram. Pada hasil skrining fitokimia ekstrak biji ketumbar didapatkan adanya senyawa flavonoid, saponin, tannin, alkaloid, fenolik, glikosida, dan triterpenoid. Dari hasil pengujian ekstrak biji ketumbar dengan konsentrasi 100% didapatkan hasil bahwa ekstrak biji ketumbar sangat berpotensial menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan hasil rata-rata diameter 8,20 mm dengan daya hambat tergolong besar","PeriodicalId":240402,"journal":{"name":"Preventif Journal","volume":"148 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121038029","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}