首页 > 最新文献
paperpass

Jurnal Arrabona最新文献

英文 中文
Misi Yesus Melampaui Batas-Batas: Memaknai Misi Yesus dalam Konteks Lintas Budaya berdasarkan Markus 7:24-30 dan Implikasinya bagi Misi Kristen 耶稣超越国界的使命:基于马可福音 7:24-30,在跨文化背景下解读耶稣的使命及其对基督教宣教的影响
Pub Date : 2024-02-29 DOI: 10.57058/juar.v6i2.110
Andri Vincent Sinaga, Roby Hendra Tumangger
Misi Kristen seringkali ditafsirkan secara sempit dan eksklusif, tanpa mempertimbangkan konteks lintas budaya. Padahal Yesus sendiri memperlihatkan sikap terbuka dan inklusif dalam perjumpaan-Nya dengan perempuan Siro Fenisia di Markus 7:24-30. Penelitian ini bertujuan menggali makna teologis misi Kristen dalam konteks lintas budaya berdasarkan kisah Yesus dan perempuan Siro Fenisia dalam Markus 7:24-30. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis terhadap Markus 7:24-30. Data-data dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yesus memperlihatkan sikap terbuka dan ramah terhadap perempuan Siro Fenisia yang berbeda budaya dan agama. Yesus berani melintasi batas-batas tradisi dan prasangka untuk menunjukkan kasih Allah bagi semua orang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa misi Kristen sesungguhnya bersifat inklusif dan melampaui batas-batas budaya. Misi Kristen pada intinya adalah panggilan untuk membagikan kasih Kristus kepada semua orang tanpa memandang latar belakang budaya pun agama.
基督徒的使命常常被狭隘地、唯一地解释,而不考虑跨文化背景。而耶稣自己在与马可福音 7:24-30 中的腓尼基叙利亚妇女相遇时却表现出了开放和包容的态度。本研究旨在以马可福音 7:24-30 中耶稣与腓尼基叙利亚妇女的故事为基础,探讨跨文化背景下基督教使命的神学意义。本研究采用定性方法,对马可福音 7:24-30 进行批判性话语分析。数据是通过文献研究收集的。研究结果表明,耶稣对文化和宗教信仰不同的腓尼基妇女表现出开放和友好的态度。耶稣敢于跨越传统和偏见的界限,展示了上帝对所有人的爱。这项研究的结论是,基督教的使命是包容性的,是超越文化界限的。基督教的使命从根本上说就是号召人们不分文化或宗教背景,与所有人分享基督的爱。
{"title":"Misi Yesus Melampaui Batas-Batas: Memaknai Misi Yesus dalam Konteks Lintas Budaya berdasarkan Markus 7:24-30 dan Implikasinya bagi Misi Kristen","authors":"Andri Vincent Sinaga, Roby Hendra Tumangger","doi":"10.57058/juar.v6i2.110","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v6i2.110","url":null,"abstract":"Misi Kristen seringkali ditafsirkan secara sempit dan eksklusif, tanpa mempertimbangkan konteks lintas budaya. Padahal Yesus sendiri memperlihatkan sikap terbuka dan inklusif dalam perjumpaan-Nya dengan perempuan Siro Fenisia di Markus 7:24-30. Penelitian ini bertujuan menggali makna teologis misi Kristen dalam konteks lintas budaya berdasarkan kisah Yesus dan perempuan Siro Fenisia dalam Markus 7:24-30. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis terhadap Markus 7:24-30. Data-data dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yesus memperlihatkan sikap terbuka dan ramah terhadap perempuan Siro Fenisia yang berbeda budaya dan agama. Yesus berani melintasi batas-batas tradisi dan prasangka untuk menunjukkan kasih Allah bagi semua orang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa misi Kristen sesungguhnya bersifat inklusif dan melampaui batas-batas budaya. Misi Kristen pada intinya adalah panggilan untuk membagikan kasih Kristus kepada semua orang tanpa memandang latar belakang budaya pun agama.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"14 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140415289","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Menunjang Pengajaran Guru Agama Kristen 人工智能在基督教宗教教师教学中的应用
Pub Date : 2024-02-29 DOI: 10.57058/juar.v6i2.80
Wardi Wardi
The use of artificial intelligence in the context of Christian religious teaching is an important innovation that has the potential to increase the effectiveness and efficiency of learning. The background to the problem reflects the need to update Christian religious teaching methods to face the demands of technological developments. The research method used involves collecting qualitative data through observation, and implementing AI technology in the teaching process. The aim of this research is to evaluate the impact of using AI in supporting teachers' teaching of Christianity, analyze student responses, and investigate changes in their understanding and participation in Christian religion learning. The research results show that the application of AI can increase student engagement, personalize learning, and provide faster feedback to teachers. The implications of this research detail the concrete benefits of using AI in enhancing Christian religious learning experiences, while highlighting the challenges that may be faced in its application in religious education settings. This study contributes to further understanding of the potential of AI technology in improving Christian religious teaching methods in the digital era.
在基督教宗教教学中使用人工智能是一项重要的创新,有可能提高学习的效果和效率。问题的背景反映了更新基督教宗教教学方法以面对技术发展需求的必要性。采用的研究方法包括通过观察收集定性数据,以及在教学过程中采用人工智能技术。本研究的目的是评估使用人工智能辅助教师进行基督教教学的影响,分析学生的反应,调查他们在理解和参与基督教宗教学习方面的变化。研究结果表明,应用人工智能可以提高学生的参与度,实现个性化学习,并为教师提供更快的反馈。本研究的意义详细说明了使用人工智能提升基督教宗教学习体验的具体好处,同时也强调了在宗教教育环境中应用人工智能可能面临的挑战。本研究有助于进一步了解人工智能技术在数字时代改进基督教宗教教学方法的潜力。
{"title":"Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Menunjang Pengajaran Guru Agama Kristen","authors":"Wardi Wardi","doi":"10.57058/juar.v6i2.80","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v6i2.80","url":null,"abstract":"The use of artificial intelligence in the context of Christian religious teaching is an important innovation that has the potential to increase the effectiveness and efficiency of learning. The background to the problem reflects the need to update Christian religious teaching methods to face the demands of technological developments. The research method used involves collecting qualitative data through observation, and implementing AI technology in the teaching process. The aim of this research is to evaluate the impact of using AI in supporting teachers' teaching of Christianity, analyze student responses, and investigate changes in their understanding and participation in Christian religion learning. The research results show that the application of AI can increase student engagement, personalize learning, and provide faster feedback to teachers. The implications of this research detail the concrete benefits of using AI in enhancing Christian religious learning experiences, while highlighting the challenges that may be faced in its application in religious education settings. This study contributes to further understanding of the potential of AI technology in improving Christian religious teaching methods in the digital era.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"2007 16","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140416277","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Analisa Yesaya 53: Nubuatan tentang Mesias atau Penggambaran tentang Israel 分析以赛亚书 53:弥赛亚的预言还是以色列的写照
Pub Date : 2024-02-29 DOI: 10.57058/juar.v6i2.113
Refamati Gulo
Rabi-rabi Yahudi setelah kejatuhan Yerusalem lebih condong menafsirkan hamba yang menderita pada Yesaya 53 tersebut sebagai bangsa Israel. Sedangkan bagi rabi-rabi Yahudi yang menyatakan bahwa Yesaya 53 menubuatkan bahwa bangsa Israel sebagai hamba yang menderita dan menyatakan nubuatan tersebut sudah tergenapi, dimana bangsa Israel mengalami penderitaan dibawah bangsa lain dikarenakan mereka menolak Yesus sebagai Mesias. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dan menganalisis Yesaya 53, fokus pada pertanyaan apakah nubuat tersebut lebih tepat diinterpretasikan sebagai penggambaran tentang Mesias atau sebagai gambaran tentang Israel dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nubuat ini secara konsisten menggambarkan karakteristik Mesias, dengan mengidentifikasi elemen-elemen khusus yang mendukung interpretasi ini. Meskipun ada pandangan alternatif yang memandang Yesaya 53 sebagai gambaran tentang nasib Israel, tetapi argumentasi ini tampaknya kurang konsisten dengan aspek-aspek teks dan konteks. Penelitian ini dapat memberikan wawasan mendalam tentang makna dan interpretasi Yesaya 53, sehingga menghasilkan kontribusi signifikan terhadap kajian Alkitab, sekaligus menggali implikasi teologis dan spiritual yang dapat memperkaya pemahaman kita tentang pesan nubuat ini.
耶路撒冷沦陷后的犹太拉比更倾向于将《以赛亚书》第 53 章中受苦的仆人解释为以色列国。至于声称《以赛亚书》第 53 章预言以色列民族是受苦仆人的犹太拉比,他们声称预言已经应验,以色列民族在其他民族的统治下受苦,因为他们拒绝耶稣作为弥赛亚。本研究旨在调查和分析《以赛亚书》第 53 章,采用描述性分析方法,重点研究将该预言解释为对弥赛亚的描述更恰当还是对以色列的描述更恰当的问题。研究结果表明,该预言一贯描述弥赛亚的特征,并确定了支持这一解释的具体要素。尽管有另一种观点认为以赛亚书 53 描述的是以色列的命运,但这一论点似乎与文本和上下文不那么一致。这项研究可以为以赛亚书 53 的意义和解释提供深刻的见解,从而为圣经研究做出重大贡献,并挖掘出神学和灵性方面的意义,丰富我们对这一预言信息的理解。
{"title":"Analisa Yesaya 53: Nubuatan tentang Mesias atau Penggambaran tentang Israel","authors":"Refamati Gulo","doi":"10.57058/juar.v6i2.113","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v6i2.113","url":null,"abstract":"Rabi-rabi Yahudi setelah kejatuhan Yerusalem lebih condong menafsirkan hamba yang menderita pada Yesaya 53 tersebut sebagai bangsa Israel. Sedangkan bagi rabi-rabi Yahudi yang menyatakan bahwa Yesaya 53 menubuatkan bahwa bangsa Israel sebagai hamba yang menderita dan menyatakan nubuatan tersebut sudah tergenapi, dimana bangsa Israel mengalami penderitaan dibawah bangsa lain dikarenakan mereka menolak Yesus sebagai Mesias. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dan menganalisis Yesaya 53, fokus pada pertanyaan apakah nubuat tersebut lebih tepat diinterpretasikan sebagai penggambaran tentang Mesias atau sebagai gambaran tentang Israel dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nubuat ini secara konsisten menggambarkan karakteristik Mesias, dengan mengidentifikasi elemen-elemen khusus yang mendukung interpretasi ini. Meskipun ada pandangan alternatif yang memandang Yesaya 53 sebagai gambaran tentang nasib Israel, tetapi argumentasi ini tampaknya kurang konsisten dengan aspek-aspek teks dan konteks. Penelitian ini dapat memberikan wawasan mendalam tentang makna dan interpretasi Yesaya 53, sehingga menghasilkan kontribusi signifikan terhadap kajian Alkitab, sekaligus menggali implikasi teologis dan spiritual yang dapat memperkaya pemahaman kita tentang pesan nubuat ini.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"4 24","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140410160","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Substansi Pendidikan Karakter dalam Kitab Amsal: Implementasi dalam Pengasuhan Anak 箴言书》中的品德教育实质:在养育子女中实施
Pub Date : 2024-02-29 DOI: 10.57058/juar.v6i2.107
Sherly Mudak, Anre Rasi, S. Sumarno, Yusmaliani Yusmaliani, Agyamiyarsi Agyamiyarsi
Artikel ini akan membahas bagaimana orang tua Kristen dapat mengintegrasikan substansi pendidikan karakter yang terdapat dalam Kitab Amsal ke dalam pengasuhan anak di masa kini. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif konten analisis, artikel ini akan menganalisis berbagai ayat yang relevan dari Kitab Amsal serta menerapkan konsep-konsep tersebut dalam konteks pendidikan karakter anak. Tujuan penelitian ini untuk membantu orang tua Kristen memahami cara membimbing anak-anak mereka untuk mengembangkan kepribadian yang kokoh dan berakar pada prinsip-prinsip Alkitab.
本文将讨论基督徒父母如何将《箴言》中有关品格教育的内容融入到当今的亲子教育中。本文将采用内容分析的定性研究方法,分析《箴言》中的多处相关经文,并将这些概念应用到儿童品格教育中。本研究的目的是帮助基督徒父母了解如何引导他们的孩子发展植根于圣经原则的稳固人格。
{"title":"Substansi Pendidikan Karakter dalam Kitab Amsal: Implementasi dalam Pengasuhan Anak","authors":"Sherly Mudak, Anre Rasi, S. Sumarno, Yusmaliani Yusmaliani, Agyamiyarsi Agyamiyarsi","doi":"10.57058/juar.v6i2.107","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v6i2.107","url":null,"abstract":"Artikel ini akan membahas bagaimana orang tua Kristen dapat mengintegrasikan substansi pendidikan karakter yang terdapat dalam Kitab Amsal ke dalam pengasuhan anak di masa kini. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif konten analisis, artikel ini akan menganalisis berbagai ayat yang relevan dari Kitab Amsal serta menerapkan konsep-konsep tersebut dalam konteks pendidikan karakter anak. Tujuan penelitian ini untuk membantu orang tua Kristen memahami cara membimbing anak-anak mereka untuk mengembangkan kepribadian yang kokoh dan berakar pada prinsip-prinsip Alkitab.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"29 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140414832","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Pemuridan dalam Perjanjian Baru: Sebuah Eksplorasi Teologi Biblika tentang Pemuridan Wanita dalam Injil Markus 新约中的门徒训练:马可福音》中有关妇女门徒训练的圣经神学探索
Pub Date : 2024-02-29 DOI: 10.57058/juar.v6i2.108
Victor Baitanu
Tidak begitu banyak orang yang berbicara tentang pemuridan Wanita, bahkan para teolog Indonesia yang menulis tentang Pemuridan tidak satupun yang membahas tentang pemuridan Wanita dalam Perjanjian Baru, dalam kaitan dengan Injil Markus. Sebab latar belakang Perjanjian Baru juga tidak memposisikan Wanita sebagaimana lazimnya laki-laki, dan dengan demikian mengabaikan para murid wanita dalam konteks pelayanan Yesus, bahkan ada yang mengatakan bahwa karena Yesus tidak pernah menahbiskan seorang perempuan menjadi Rasul, namun disisi lain Wanita juga dianggap tidak layak karena tugas dan tanggungjawabnya adalah untuk mengandung anak, mengurus rumah tangga dan sebagainya. Untuk membahas tema ini penulis menggunakan pendekataan kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengedukasi para hamba Tuhan terkait cara pandang teologi dalam hal kedudukan Wanita dalam pelayanan. Melalui  penelitian ini  penulis  menemukan bahwa meskipun Pemuridan Wanita dalam Perjanjian Baru tidak begitu banyak orang yang mengamati hal tersebut, akan tetapi hal ini  diajarkan oleh kitab Suci bahwa para murid Wanita mengikuti Yesus mulai dari awal pelayanannya sampai pada penderitaan, kematian (mereka mengetahui tempat pemakaman), menyaksikan bahwa Yesus bangkit dari kematian. Perjanjian Lama meskipun tidak begitu banyak Wanita yang menjadi pemimpin dalam hal keagamaan tetapi bukan berarti tidak ada. Sebab ada Wanita yang kepadanya Tuhan berbicara; misalnya seorang nabiah bernama Debora, Hulda. Dengan demikian terlihat bahwa Tuhan tidak hanya berbicara kepada nabi laki-laki tetapi juga kepada nabiah, demikian juga Perjanjian Baru, bahkan sejarah mencatat bahwa para Wanita juga terlibat dalam penyalinan kitab Suci.
谈论女性门徒的人并不多,即使是撰写门徒论的印尼神学家也没有结合《马可福音》讨论《新约》中的女性门徒问题。由于《新约》的背景也没有将女性定位为与男性一样,因此在耶稣传道的背景中忽略了女性门徒,甚至有人说,因为耶稣从未按立女性为使徒,但另一方面,女性也被认为是不合适的,因为她们的职责和责任是生儿育女、照顾家庭等。为了讨论这一主题,作者采用了定性方法。这项研究的目的是教育神的仆人从神学的角度来看待妇女在事奉中的地位。通过研究,作者发现虽然新约中的女门徒并不多,但圣经教导女门徒从耶稣开始传道到受苦、死亡(她们知道埋葬的地方)、见证耶稣从死里复活。在《旧约》中,虽然担任宗教领袖的女性不多,但这并不意味着没有。上帝曾对一些妇女说话,例如,一位名叫底波拉、胡尔达的女先知。由此可见,上帝不仅对男先知说话,也对女先知说话,就像《新约》一样,甚至历史上也有妇女参与抄写经文的记载。
{"title":"Pemuridan dalam Perjanjian Baru: Sebuah Eksplorasi Teologi Biblika tentang Pemuridan Wanita dalam Injil Markus","authors":"Victor Baitanu","doi":"10.57058/juar.v6i2.108","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v6i2.108","url":null,"abstract":"Tidak begitu banyak orang yang berbicara tentang pemuridan Wanita, bahkan para teolog Indonesia yang menulis tentang Pemuridan tidak satupun yang membahas tentang pemuridan Wanita dalam Perjanjian Baru, dalam kaitan dengan Injil Markus. Sebab latar belakang Perjanjian Baru juga tidak memposisikan Wanita sebagaimana lazimnya laki-laki, dan dengan demikian mengabaikan para murid wanita dalam konteks pelayanan Yesus, bahkan ada yang mengatakan bahwa karena Yesus tidak pernah menahbiskan seorang perempuan menjadi Rasul, namun disisi lain Wanita juga dianggap tidak layak karena tugas dan tanggungjawabnya adalah untuk mengandung anak, mengurus rumah tangga dan sebagainya. Untuk membahas tema ini penulis menggunakan pendekataan kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengedukasi para hamba Tuhan terkait cara pandang teologi dalam hal kedudukan Wanita dalam pelayanan. Melalui  penelitian ini  penulis  menemukan bahwa meskipun Pemuridan Wanita dalam Perjanjian Baru tidak begitu banyak orang yang mengamati hal tersebut, akan tetapi hal ini  diajarkan oleh kitab Suci bahwa para murid Wanita mengikuti Yesus mulai dari awal pelayanannya sampai pada penderitaan, kematian (mereka mengetahui tempat pemakaman), menyaksikan bahwa Yesus bangkit dari kematian. Perjanjian Lama meskipun tidak begitu banyak Wanita yang menjadi pemimpin dalam hal keagamaan tetapi bukan berarti tidak ada. Sebab ada Wanita yang kepadanya Tuhan berbicara; misalnya seorang nabiah bernama Debora, Hulda. Dengan demikian terlihat bahwa Tuhan tidak hanya berbicara kepada nabi laki-laki tetapi juga kepada nabiah, demikian juga Perjanjian Baru, bahkan sejarah mencatat bahwa para Wanita juga terlibat dalam penyalinan kitab Suci.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"15 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140415761","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Studi Historika terhadap Dwi Natur Kristus: Yesus Allah Sejati dan Manusia Sejati 基督双重性格的历史研究:耶稣的真神与真人
Pub Date : 2024-02-29 DOI: 10.57058/juar.v6i2.115
Beny Christison Bantara, N. Natalia
Dua Natur Kristus adalah sesuatu yang melampaui logika manusia karena bagaimana mungkin bisa memiliki dua natur dalam pribadi dan dalam waktu yang sama yakni Yesus menjadi Allah sejati dan Manusia sejati tanpa ada percampuran? Tujuan penulisan artikel ini memberikan pemahaman dengan pendekatan secara historis terhadap natur Kristus yang menjadi bahan perdebatan oleh para sarjana teologi selama ini dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui penelitian sejarah perkembangan gereja dengan menjelaskan pandangan para bidat yang menolak natur Kristus sebagai Allah Sejati dan Manusia Sejati dan juga menjelaskan alasan Yesus menggunakan dua natur ketika turun ke dunia. Artikel ini diakhir dengan kesimpulan bahwa kelompok anti Kristus tidak akan berkahir sebelum akhir zaman, kelompok ini akan terus menerus menyesatkan umat pilihan Allah karena itu gereja terus berperan aktif dalam memberikan pengajaran-pengajaran yang benar berdasarkan Alkitab yang adalah Firman Allah sebagai kebenaran yang mutlak sebagai dasar yang kuat dalam pertumbuhan iman yang kuat dalamdunia yang penuh dengan penyesatan ini.
基督的两种本性是超越人类逻辑的事情,因为在同一个人身上怎么可能同时具有两种本性,即耶稣是真神和真人而没有混合在一起?撰写本文的目的是通过对教会发展历史的研究,采用定性研究方法,从历史的角度来理解多年来神学学者对基督本性的争论,解释异端拒绝基督真神和真人本性的观点,并解释耶稣降世时使用两种本性的原因。文章最后得出结论,反基督团体不会在末世前结束,这个团体会继续误导上帝的选民,因此教会要继续发挥积极作用,提供以《圣经》为基础的正确教导,《圣经》是上帝的话语,是绝对真理,是在这个充满误导的世界中成长为坚定信仰的坚实基础。
{"title":"Studi Historika terhadap Dwi Natur Kristus: Yesus Allah Sejati dan Manusia Sejati","authors":"Beny Christison Bantara, N. Natalia","doi":"10.57058/juar.v6i2.115","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v6i2.115","url":null,"abstract":"Dua Natur Kristus adalah sesuatu yang melampaui logika manusia karena bagaimana mungkin bisa memiliki dua natur dalam pribadi dan dalam waktu yang sama yakni Yesus menjadi Allah sejati dan Manusia sejati tanpa ada percampuran? Tujuan penulisan artikel ini memberikan pemahaman dengan pendekatan secara historis terhadap natur Kristus yang menjadi bahan perdebatan oleh para sarjana teologi selama ini dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui penelitian sejarah perkembangan gereja dengan menjelaskan pandangan para bidat yang menolak natur Kristus sebagai Allah Sejati dan Manusia Sejati dan juga menjelaskan alasan Yesus menggunakan dua natur ketika turun ke dunia. Artikel ini diakhir dengan kesimpulan bahwa kelompok anti Kristus tidak akan berkahir sebelum akhir zaman, kelompok ini akan terus menerus menyesatkan umat pilihan Allah karena itu gereja terus berperan aktif dalam memberikan pengajaran-pengajaran yang benar berdasarkan Alkitab yang adalah Firman Allah sebagai kebenaran yang mutlak sebagai dasar yang kuat dalam pertumbuhan iman yang kuat dalamdunia yang penuh dengan penyesatan ini.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"25 21","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140408828","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Tujuan Bahasa Roh Pada Gereja Mula-Mula Berdasarkan Kisah Para Rasul 基于使徒行传的早期教会中方言的目的
Pub Date : 2024-02-29 DOI: 10.57058/juar.v6i2.105
Iwan Setiawan, Hilda Naomi, Meny Sulastry, Asmi Wori, Yufen Samgar Feo
Bahasa roh adalah karunia yang diberikan Allah melalui kuasa Roh Kudus. Bahasa roh berasal dari Allah yang diberikan kepada mereka yang benar-benar percaya kepada Tuhan. Karunia adalah perlengkapan yang diberikan Tuhan dengan cuma- cuma bagi orang yang percaya sungguh-sungguh agar dapat melayani orang lain bagi kemuliaan Tuhan, karunia untuk melayani dengan tujuan agar orang lain diselamatkan. Bahasa roh yang benar memang berasal dari Roh Kudus bukan karena hafalan. Semua karunia yang baik berasal dari Tuhan, ketika dipenuhi Roh Kudus harus hidup sungguh-sungguh percaya kepada Yesus Kristus. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur atau kajian kepustakaan yaitu penelusuran pustaka, memanfaatkan sumber perpustakaan untuk memperoleh data yang dibutuhkan oleh penulis dalam penelitian. Riset pustaka berfokus pada bahan koleksi perpustakaan tanpa menggunakan riset lapangan. Tujuan penelitian untuk ingin memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan alkitabiah mengenai tujuan bahasa roh menurut Kisah Para Rasul. Hasil penelitian yang didapat mengenai tujuan bahasa roh berdasarkan Kisah Para Rasul adalah bahasa roh digunakan untuk pekabaran Injil dengan cara memberitakan perbuatan-perbuatan Allah yang besar, bahasa roh dipergunakan untuk memuliakan Allah, bahasa roh merupakan tanda baptisan dan bahasa roh menghasilkan hidup dalam kesehatian.
方言是上帝通过圣灵的大能赐予的礼物。方言来自上帝,赐给那些真正信主的人。恩赐是神白白赐给那些真正信主的人的装备,目的是为了荣耀神而服侍他人,是为了他人得救而服侍的恩赐。真正的方言来自圣灵,而非背诵。所有美好的恩赐都来自上帝,被圣灵充满的人必须活在真正相信耶稣基督的世界里。所使用的研究方法是文献综述或文献研究,即图书馆检索,利用图书馆资料获取作者在研究中所需的数据。图书馆研究侧重于图书馆收藏的资料,而不使用实地调查。研究的目的是根据《使徒行传》对方言的目的提供更全面、更符合圣经的理解。根据《使徒行传》对方言目的的研究结果表明,方言用于传讲福音,宣扬神的大作为;方言用于荣耀神;方言是受洗的记号;方言产生健康的生命。
{"title":"Tujuan Bahasa Roh Pada Gereja Mula-Mula Berdasarkan Kisah Para Rasul","authors":"Iwan Setiawan, Hilda Naomi, Meny Sulastry, Asmi Wori, Yufen Samgar Feo","doi":"10.57058/juar.v6i2.105","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v6i2.105","url":null,"abstract":"Bahasa roh adalah karunia yang diberikan Allah melalui kuasa Roh Kudus. Bahasa roh berasal dari Allah yang diberikan kepada mereka yang benar-benar percaya kepada Tuhan. Karunia adalah perlengkapan yang diberikan Tuhan dengan cuma- cuma bagi orang yang percaya sungguh-sungguh agar dapat melayani orang lain bagi kemuliaan Tuhan, karunia untuk melayani dengan tujuan agar orang lain diselamatkan. Bahasa roh yang benar memang berasal dari Roh Kudus bukan karena hafalan. Semua karunia yang baik berasal dari Tuhan, ketika dipenuhi Roh Kudus harus hidup sungguh-sungguh percaya kepada Yesus Kristus. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur atau kajian kepustakaan yaitu penelusuran pustaka, memanfaatkan sumber perpustakaan untuk memperoleh data yang dibutuhkan oleh penulis dalam penelitian. Riset pustaka berfokus pada bahan koleksi perpustakaan tanpa menggunakan riset lapangan. Tujuan penelitian untuk ingin memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan alkitabiah mengenai tujuan bahasa roh menurut Kisah Para Rasul. Hasil penelitian yang didapat mengenai tujuan bahasa roh berdasarkan Kisah Para Rasul adalah bahasa roh digunakan untuk pekabaran Injil dengan cara memberitakan perbuatan-perbuatan Allah yang besar, bahasa roh dipergunakan untuk memuliakan Allah, bahasa roh merupakan tanda baptisan dan bahasa roh menghasilkan hidup dalam kesehatian.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"8 10","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140410795","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Reaktualisasi Kepemimpinan Gembala Sidang Bagi Pertumbuhan Jemaat 会众牧羊人领导促进会众成长的试金石
Pub Date : 2023-08-31 DOI: 10.57058/juar.v6i1.83
Daud Alfons Pandie, Deny Fery Supit, Sonny Langingi, Jafar Jack Ishak
This article examines the relationship between pastoral leadership and church growth. This research uses a qualitative method which involves exploring various literature reviews such as books, articles, and writings related to the topics discussed in this article. The results and discussion of this study indicate that an effective pastor must have leadership qualities that support the growth of the congregation. Some of these qualities include high self-discipline, perseverance in facing challenges and obstacles, missionary spirit, and having a vision for the growth of the quality of life for God's congregation. High self-discipline is an important quality for a pastor because effective leadership requires strong commitment and dedication. A disciplined pastor will be able to manage his time, energy and resources well to lead the congregation. Apart from that, a pastor must also be tenacious and stand the test in facing various challenges and obstacles that may arise in church ministry. This perseverance and resilience allows them to stay focused on the goals of church growth and not give up easily in the face of difficulties. Missionary zeal is also an important quality in pastoral leadership. A pastor who has a missionary spirit will see the congregation not only as a member to be served, but also as a mission to reach and influence others outside the church. This missionary vision will encourage church growth by inspiring church members to be active in spreading the gospel and inviting others to join the faith community. The strong leadership of a pastor will result in a growth in the quantity of congregations, namely an increase in the number of souls being saved in the church. Artikel ini membahas mengenai hubungan antara kepemimpinan gembala sidang dan pertumbuhan jemaat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang melibatkan eksplorasi berbagai kajian pustaka seperti buku, artikel, dan tulisan terkait dengan topik yang dibahas dalam artikel ini. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini menunjukkan bahwa seorang gembala sidang yang efektif harus memiliki kualitas kepemimpinan yang mendukung pertumbuhan jemaat. Beberapa kualitas tersebut antara lain adalah disiplin diri yang tinggi, ketekunan dalam menghadapi tantangan dan hambatan, semangat misioner, dan memiliki visi pertumbuhan kualitas kehidupan jemaat Tuhan. Disiplin diri yang tinggi menjadi kualitas penting bagi seorang gembala sidang karena kepemimpinan yang efektif memerlukan komitmen dan dedikasi yang kuat. Gembala sidang yang disiplin akan mampu mengatur waktu, energi, dan sumber daya dengan baik untuk memimpin jemaat. Selain itu, seorang gembala sidang juga harus ulet dan tahan uji dalam menghadapi berbagai tantangan dan hambatan yang mungkin muncul dalam pelayanan gereja. Ketekunan dan ketahanan ini memungkinkan mereka untuk tetap fokus pada tujuan pertumbuhan jemaat dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan. Semangat misioner juga menjadi kualitas penting dalam
本文探讨教牧领导与教会成长的关系。本研究使用了一种定性的方法,包括探索各种文献综述,如书籍、文章和与本文讨论的主题相关的著作。本研究的结果和讨论表明,一个有效的牧师必须具备支持会众成长的领导素质。其中一些品质包括高度自律、面对挑战和障碍的毅力、宣教精神,以及对神的会众生活质量的增长有远见。高度自律是牧师的重要品质,因为有效的领导需要强烈的承诺和奉献。一个有纪律的牧师能够很好地管理他的时间、精力和资源来带领会众。除此之外,面对教会事工中可能出现的各种挑战和障碍,牧师也必须坚韧不拔,经得起考验。这种毅力和韧性使他们能够专注于教会成长的目标,在困难面前不轻易放弃。传教热情也是教牧领导的重要品质。具有传教精神的牧师不仅将会众视为需要服侍的成员,而且将其视为一种接触和影响教会以外其他人的使命。这种宣教异象会鼓励教会成员积极地传播福音,并邀请其他人加入信仰团体,从而促进教会的成长。一个牧师的强有力的领导会导致会众数量的增长,即教会中得救的灵魂数量的增加。Artikel - ini成员有mengenai hubungan antara, keep impimpan gembala sidang dan pertumbuhan jemaat。Penelitian ini menggunakan metalitatif yang melibatkan eksplorasi berbagai kajian pustaka seperti buku, artikel, dantulisan terkait dengan topik yang dibahas dalam artikel ini。Hasil dan pembahasan dari penelitian ini menunjukkan bahwa seorang gembala sidang efektif haus memiliki kualitas kepemimpinan yang mendukung pertumbuhan jemaat。Beberapa kualitas tersebut antara lain adalah disisplin diri yang tinggi, ketekunan dalam menghadapi tantanangan dan hambatan, semangat传教士,dan memiliki访问pertumbuhan kualitas kehidupan jemaat Tuhan。disisplin diri yang tinggi menjadi kualitas penting bagi seorang gembala sidang karena kempimpinan yang ekktif成员lukan komitmen dan dedikasi yang kuat。根巴拉斯当阳disdisplin akan mampu mengatur waktu, energi,丹森达亚登甘baik untuk memimpin jemaat。Selain itu, seorang gembala sidang juga harus ulet dantahan uji dalam menghadapi berbagai tantanangan danhambatan yang mungkin muncul dalam pelayanan gereja。我想让我的朋友知道我是谁,我想让我的朋友知道我是谁,我想让我的朋友知道我是谁。Semangat传教士juga menjadi kualitas penting dalam kepemimpinan gembala sidang。宣教士、宣教士、宣教士、宣教士、宣教士、宣教士、宣教士、宣教士、宣教士、宣教士、宣教士、宣教士、宣教士、宣教士、宣教士、宣教士、宣教士、宣教士、宣教士、宣教士。访问宣教士阿甘。孟多东。pertumbuhan jemaat dengan menginspirasi anggota jemaat untuk aktif dalam成员阿甘。Injil danmengundang orangang untuk bergabung dalam komunitas man。我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说。
{"title":"Reaktualisasi Kepemimpinan Gembala Sidang Bagi Pertumbuhan Jemaat","authors":"Daud Alfons Pandie, Deny Fery Supit, Sonny Langingi, Jafar Jack Ishak","doi":"10.57058/juar.v6i1.83","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v6i1.83","url":null,"abstract":"This article examines the relationship between pastoral leadership and church growth. This research uses a qualitative method which involves exploring various literature reviews such as books, articles, and writings related to the topics discussed in this article. The results and discussion of this study indicate that an effective pastor must have leadership qualities that support the growth of the congregation. Some of these qualities include high self-discipline, perseverance in facing challenges and obstacles, missionary spirit, and having a vision for the growth of the quality of life for God's congregation. High self-discipline is an important quality for a pastor because effective leadership requires strong commitment and dedication. A disciplined pastor will be able to manage his time, energy and resources well to lead the congregation. Apart from that, a pastor must also be tenacious and stand the test in facing various challenges and obstacles that may arise in church ministry. This perseverance and resilience allows them to stay focused on the goals of church growth and not give up easily in the face of difficulties. Missionary zeal is also an important quality in pastoral leadership. A pastor who has a missionary spirit will see the congregation not only as a member to be served, but also as a mission to reach and influence others outside the church. This missionary vision will encourage church growth by inspiring church members to be active in spreading the gospel and inviting others to join the faith community. The strong leadership of a pastor will result in a growth in the quantity of congregations, namely an increase in the number of souls being saved in the church.\u0000 \u0000Artikel ini membahas mengenai hubungan antara kepemimpinan gembala sidang dan pertumbuhan jemaat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang melibatkan eksplorasi berbagai kajian pustaka seperti buku, artikel, dan tulisan terkait dengan topik yang dibahas dalam artikel ini. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini menunjukkan bahwa seorang gembala sidang yang efektif harus memiliki kualitas kepemimpinan yang mendukung pertumbuhan jemaat. Beberapa kualitas tersebut antara lain adalah disiplin diri yang tinggi, ketekunan dalam menghadapi tantangan dan hambatan, semangat misioner, dan memiliki visi pertumbuhan kualitas kehidupan jemaat Tuhan. Disiplin diri yang tinggi menjadi kualitas penting bagi seorang gembala sidang karena kepemimpinan yang efektif memerlukan komitmen dan dedikasi yang kuat. Gembala sidang yang disiplin akan mampu mengatur waktu, energi, dan sumber daya dengan baik untuk memimpin jemaat. Selain itu, seorang gembala sidang juga harus ulet dan tahan uji dalam menghadapi berbagai tantangan dan hambatan yang mungkin muncul dalam pelayanan gereja. Ketekunan dan ketahanan ini memungkinkan mereka untuk tetap fokus pada tujuan pertumbuhan jemaat dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan. Semangat misioner juga menjadi kualitas penting dalam","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131052518","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Problem Fre-Talk sebagai Instrumen Mediasi dalam Tongkonan di Lembang Parandangan 在社区社区中,平民说话作为调味品的问题
Pub Date : 2023-08-31 DOI: 10.57058/juar.v6i1.94
Alfri Tandi, Julianti Upak, Lolan Lewi Pongdatu
The Parandangan community is synonymous with conflict resolution through tongkonan. The mechanism adopted is to bring together the two conflicting parties to dialogue about the causes of the dispute. The mediation process in tongkonan is played by the priest, traditional leaders, to mina, and the government as unifiers in the family group. The technique that the mediator uses is the problem free-talk technique that exists in pastorals so that through this research, we will see how the problem of free-talk as a mediation instrument in the tongkonan in Lembang Parandangan, Tana Toraja. The method used in this research is a qualitative research method through literature review, observation and interviews. The research results found that tongkonan is not only a place to live, but also a place to solve problems. The way to resolve problems in tongkonan is by bringing together the conflicting parties for mediation. In the process, mediators use problem free-talk. This technique is a technique that has been used for generations and is considered the most effective for reconciling warring parties, because it is done casually. Of course, both parties openly and openly poured out their hearts because it is based on the essence of tongkonan, namely unity within the family. Masyarakat Parandangan identik dengan penyelesaian konflik lewat tongkonan. Mekanisme yang ditempuh melalui mempertemukan ke dua belah pihak yang bertikai untuk mendialogkan penyebab pertikaian. Proses mediasi di tongkonan diperankan oleh  pendeta, pemangku adat, to mina, dan pemerintah selaku pemersatu dalam rumpun keluarga. Tehnik yang mediator gunakan adalah tehnik problem free-talk yang ada dalam pastoral sehingga lewat penelitian ini, akan melihat bagaimana problem free-talk sebagai instrumen mediasi dalam tongkonan di lembang parandangan, Tana Toraja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif melalui kajian pustaka, observasi, dan wawancara.  Hasil penelitian ditemukan bahwa tongkonan selain tempat tinggal, juga tempat untuk memecahkan masalah. Cara menyelesaikan masalah di tongkonan adalah dengan cara mempertemukan pihak-pihak yang bertikai untuk dimediasi. Dalam prosesnya, para mediator menggunakan problem free-talk. Tehnik ini merupakan tehnik yang digunakan secara turun temurun dan dianggap paling efektif untuk mendamaikan pihak yang bertikai, sebab dilakukan dengan santai. Tentunya kedua pihak dengan lapang dada dan terbuka mencurahkan isi hati karena didasari dengan hakikat tongkonan yakni persatuan dalam kekelargaan.
帕兰丹甘社区是通过通柯南解决冲突的代名词。所采取的机制是使冲突双方就争端的起因进行对话。通科南的调解过程是由祭司、传统领袖、长老和政府作为家庭群体中的统一者来扮演的。调解员使用的技巧是存在于牧区的问题自由谈话技巧,通过这项研究,我们将看到自由谈话的问题如何作为一种调解工具在塔纳托拉加的Lembang Parandangan的tongkonan中。本研究采用的方法是通过文献综述、观察和访谈的定性研究方法。研究结果发现,通科南不仅是一个居住的地方,也是一个解决问题的地方。解决通科南问题的办法是把冲突各方聚集在一起进行调解。在这个过程中,调解员使用问题自由谈话。这种方法已经使用了几代人,被认为是最有效的和解交战各方的方法,因为它是随意进行的。当然,双方都开诚布公地倾吐衷肠,因为这是基于通婚的本质,即家庭内部的团结。Masyarakat Parandangan identik dengan penyelesan konflik leat tongkonan。Mekanisme yang ditempuh melalui mempertemukan kema dua belah pihak yang bertikai untuk mendialogkan penyebab pertikaian。Proses mediasi di tongkonan diperankan oleh pendeta, pemangku adat, to mina, dan pemerintah selaku pemersatu dalam rumpun keluarga。西藏自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区。[m] [m] [m] [m] [m] [m] [m] [m] [m] [m]。Hasil penelitian ditemukan bahwa tongkonan selain tempat tinggal, juga tempat untuk memecahkan masalah。卡拉menyelesaikan masalah di tongkonan adalah dengan卡拉成员pertemukan pihak-pihak yang bertikai untuk mediasi。Dalam prosesnya,调解孟古纳坎问题的自由谈话。这是我的梦想,我的梦想,我的梦想,我的梦想,我的梦想,我的梦想,我的梦想。这是我的梦想,我的梦想,我的梦想,我的梦想,我的梦想,我的梦想,我的梦想,我的梦想。
{"title":"Problem Fre-Talk sebagai Instrumen Mediasi dalam Tongkonan di Lembang Parandangan","authors":"Alfri Tandi, Julianti Upak, Lolan Lewi Pongdatu","doi":"10.57058/juar.v6i1.94","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v6i1.94","url":null,"abstract":"The Parandangan community is synonymous with conflict resolution through tongkonan. The mechanism adopted is to bring together the two conflicting parties to dialogue about the causes of the dispute. The mediation process in tongkonan is played by the priest, traditional leaders, to mina, and the government as unifiers in the family group. The technique that the mediator uses is the problem free-talk technique that exists in pastorals so that through this research, we will see how the problem of free-talk as a mediation instrument in the tongkonan in Lembang Parandangan, Tana Toraja. The method used in this research is a qualitative research method through literature review, observation and interviews. The research results found that tongkonan is not only a place to live, but also a place to solve problems. The way to resolve problems in tongkonan is by bringing together the conflicting parties for mediation. In the process, mediators use problem free-talk. This technique is a technique that has been used for generations and is considered the most effective for reconciling warring parties, because it is done casually. Of course, both parties openly and openly poured out their hearts because it is based on the essence of tongkonan, namely unity within the family.\u0000 \u0000Masyarakat Parandangan identik dengan penyelesaian konflik lewat tongkonan. Mekanisme yang ditempuh melalui mempertemukan ke dua belah pihak yang bertikai untuk mendialogkan penyebab pertikaian. Proses mediasi di tongkonan diperankan oleh  pendeta, pemangku adat, to mina, dan pemerintah selaku pemersatu dalam rumpun keluarga. Tehnik yang mediator gunakan adalah tehnik problem free-talk yang ada dalam pastoral sehingga lewat penelitian ini, akan melihat bagaimana problem free-talk sebagai instrumen mediasi dalam tongkonan di lembang parandangan, Tana Toraja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif melalui kajian pustaka, observasi, dan wawancara.  Hasil penelitian ditemukan bahwa tongkonan selain tempat tinggal, juga tempat untuk memecahkan masalah. Cara menyelesaikan masalah di tongkonan adalah dengan cara mempertemukan pihak-pihak yang bertikai untuk dimediasi. Dalam prosesnya, para mediator menggunakan problem free-talk. Tehnik ini merupakan tehnik yang digunakan secara turun temurun dan dianggap paling efektif untuk mendamaikan pihak yang bertikai, sebab dilakukan dengan santai. Tentunya kedua pihak dengan lapang dada dan terbuka mencurahkan isi hati karena didasari dengan hakikat tongkonan yakni persatuan dalam kekelargaan.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"17 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116565376","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Teologi Sosial dan Lingkungan Hidup: Membangun Kesadaran Ekologis dalam Masyarakat Toraja Masa Kini 社会神学与环境:建立托拉雅文明的生态意识
Pub Date : 2023-08-31 DOI: 10.57058/juar.v6i1.84
Heni Maria Heni, Jondri Josua, Darmi Tampang, Deril Randa Sosang
This journal discusses the importance of building ecological awareness in contemporary Toraja society through a social theology approach. Toraja is a community in South Sulawesi, Indonesia, which is rich in unique traditions and culture. However, with economic growth and rapid social change, Toraja people are also facing challenges in maintaining the sustainability of their environment. This article presents a theological study of the relationship between humans and nature in the context of Toraja society. Through understanding social theology, we can gain insight into how religious beliefs and values ​​can influence attitudes and actions towards the environment. Furthermore, this journal describes the current environmental situation in Toraja, including the threats and challenges faced by the community in maintaining the sustainability of their ecosystem. The research methods used in this journal are literature studies, field research, and interviews with religious leaders and members of the Toraja community. The results of the research show that understanding social theology and fostering ecological awareness through religious education can influence people's behavior and actions in maintaining environmental sustainability. Penelitian ini membahas mengenai pentingnya membangun kesadaran ekologis dalam masyarakat Toraja di masa kini melalui pendekatan teologi sosial. Toraja adalah sebuah komunitas di Sulawesi Selatan, Indonesia, yang kaya akan tradisi dan budaya yang unik. Namun, dengan adanya pertumbuhan ekonomi dan perubahan sosial yang pesat, masyarakat Toraja juga menghadapi tantangan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup mereka. Artikel ini menyajikan kajian teologis tentang hubungan antara manusia dan alam dalam konteks masyarakat Toraja. Melalui pemahaman teologi sosial, kita dapat memperoleh wawasan tentang bagaimana keyakinan dan nilai-nilai agama dapat mempengaruhi sikap dan tindakan terhadap lingkungan hidup. Selanjutnya, penelitian ini menggambarkan situasi lingkungan hidup di Toraja saat ini, termasuk ancaman dan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mereka. Metode penelitian yang digunakan dalam jurnal ini adalah studi literatur, penelitian lapangan, dan wawancara dengan pemimpin agama dan anggota masyarakat Toraja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman teologi sosial dan pembinaan kesadaran ekologis melalui pendidikan agama dapat mempengaruhi perilaku dan tindakan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
本期刊探讨透过社会神学的方法,在当代托拉哈社会建立生态意识的重要性。托拉贾是印度尼西亚南苏拉威西岛的一个社区,拥有丰富的独特传统和文化。然而,随着经济的增长和社会的快速变化,托拉贾人也面临着保持环境可持续性的挑战。本文对托拉哈社会背景下的人与自然关系进行了神学研究。通过了解社会神学,我们可以深入了解宗教信仰和价值观如何影响对环境的态度和行动。此外,该杂志还描述了托拉贾目前的环境状况,包括社区在维持其生态系统可持续性方面面临的威胁和挑战。本杂志采用的研究方法是文献研究、实地调查和对宗教领袖和托拉哈社区成员的采访。研究结果显示,透过宗教教育了解社会神学及培养生态意识,可影响人们维持环境可持续性的行为与行动。Penelitian ini membahas mengenai pentingnya membangunn kesadaran ekologi dalam masyarakat Toraja di masa kini melalui pendekatan teologi social。印尼,苏拉威西,印尼,印尼,印尼。我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是。Artikel ini menyajikan kajian technology tentenang hubungan antara manusia danam dalam konteks masyarakat Toraja。Melalui pemahaman teologi social, kita dapat memperoleh wawasan tentang bagaimana keyakinan dan nilai-nilai agama dapat mempengaruhi sikap dan tindakan terhadap lingkungan hidup。[中文]:中国生态系统,中国生态系统,中国生态系统,中国生态系统,中国生态系统,中国生态系统[5][中文][中文][中文][中文][中文][中文][中文]。Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman teologi social dan pembinaan kesadaran生态学melalui pendidikan agama dapat mempengaruhi peraku dan tindakan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup
{"title":"Teologi Sosial dan Lingkungan Hidup: Membangun Kesadaran Ekologis dalam Masyarakat Toraja Masa Kini","authors":"Heni Maria Heni, Jondri Josua, Darmi Tampang, Deril Randa Sosang","doi":"10.57058/juar.v6i1.84","DOIUrl":"https://doi.org/10.57058/juar.v6i1.84","url":null,"abstract":"This journal discusses the importance of building ecological awareness in contemporary Toraja society through a social theology approach. Toraja is a community in South Sulawesi, Indonesia, which is rich in unique traditions and culture. However, with economic growth and rapid social change, Toraja people are also facing challenges in maintaining the sustainability of their environment. This article presents a theological study of the relationship between humans and nature in the context of Toraja society. Through understanding social theology, we can gain insight into how religious beliefs and values ​​can influence attitudes and actions towards the environment. Furthermore, this journal describes the current environmental situation in Toraja, including the threats and challenges faced by the community in maintaining the sustainability of their ecosystem. The research methods used in this journal are literature studies, field research, and interviews with religious leaders and members of the Toraja community. The results of the research show that understanding social theology and fostering ecological awareness through religious education can influence people's behavior and actions in maintaining environmental sustainability.\u0000 \u0000Penelitian ini membahas mengenai pentingnya membangun kesadaran ekologis dalam masyarakat Toraja di masa kini melalui pendekatan teologi sosial. Toraja adalah sebuah komunitas di Sulawesi Selatan, Indonesia, yang kaya akan tradisi dan budaya yang unik. Namun, dengan adanya pertumbuhan ekonomi dan perubahan sosial yang pesat, masyarakat Toraja juga menghadapi tantangan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup mereka. Artikel ini menyajikan kajian teologis tentang hubungan antara manusia dan alam dalam konteks masyarakat Toraja. Melalui pemahaman teologi sosial, kita dapat memperoleh wawasan tentang bagaimana keyakinan dan nilai-nilai agama dapat mempengaruhi sikap dan tindakan terhadap lingkungan hidup. Selanjutnya, penelitian ini menggambarkan situasi lingkungan hidup di Toraja saat ini, termasuk ancaman dan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mereka. Metode penelitian yang digunakan dalam jurnal ini adalah studi literatur, penelitian lapangan, dan wawancara dengan pemimpin agama dan anggota masyarakat Toraja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman teologi sosial dan pembinaan kesadaran ekologis melalui pendidikan agama dapat mempengaruhi perilaku dan tindakan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"34 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125086903","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
期刊
Jurnal Arrabona
全部 Acc. Chem. Res. ACS Applied Bio Materials ACS Appl. Electron. Mater. ACS Appl. Energy Mater. ACS Appl. Mater. Interfaces ACS Appl. Nano Mater. ACS Appl. Polym. Mater. ACS BIOMATER-SCI ENG ACS Catal. ACS Cent. Sci. ACS Chem. Biol. ACS Chemical Health & Safety ACS Chem. Neurosci. ACS Comb. Sci. ACS Earth Space Chem. ACS Energy Lett. ACS Infect. Dis. ACS Macro Lett. ACS Mater. Lett. ACS Med. Chem. Lett. ACS Nano ACS Omega ACS Photonics ACS Sens. ACS Sustainable Chem. Eng. ACS Synth. Biol. Anal. Chem. BIOCHEMISTRY-US Bioconjugate Chem. BIOMACROMOLECULES Chem. Res. Toxicol. Chem. Rev. Chem. Mater. CRYST GROWTH DES ENERG FUEL Environ. Sci. Technol. Environ. Sci. Technol. Lett. Eur. J. Inorg. Chem. IND ENG CHEM RES Inorg. Chem. J. Agric. Food. Chem. J. Chem. Eng. Data J. Chem. Educ. J. Chem. Inf. Model. J. Chem. Theory Comput. J. Med. Chem. J. Nat. Prod. J PROTEOME RES J. Am. Chem. Soc. LANGMUIR MACROMOLECULES Mol. Pharmaceutics Nano Lett. Org. Lett. ORG PROCESS RES DEV ORGANOMETALLICS J. Org. Chem. J. Phys. Chem. J. Phys. Chem. A J. Phys. Chem. B J. Phys. Chem. C J. Phys. Chem. Lett. Analyst Anal. Methods Biomater. Sci. Catal. Sci. Technol. Chem. Commun. Chem. Soc. Rev. CHEM EDUC RES PRACT CRYSTENGCOMM Dalton Trans. Energy Environ. Sci. ENVIRON SCI-NANO ENVIRON SCI-PROC IMP ENVIRON SCI-WAT RES Faraday Discuss. Food Funct. Green Chem. Inorg. Chem. Front. Integr. Biol. J. Anal. At. Spectrom. J. Mater. Chem. A J. Mater. Chem. B J. Mater. Chem. C Lab Chip Mater. Chem. Front. Mater. Horiz. MEDCHEMCOMM Metallomics Mol. Biosyst. Mol. Syst. Des. Eng. Nanoscale Nanoscale Horiz. Nat. Prod. Rep. New J. Chem. Org. Biomol. Chem. Org. Chem. Front. PHOTOCH PHOTOBIO SCI PCCP Polym. Chem.
﹀
mjeditor
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
0
微信
客服QQ
Book学术公众号 扫码关注我们
反馈
×
意见反馈
请填写您的意见或建议
请填写您的手机或邮箱
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
现在去查看 取消
×
提示
确定
Book学术官方微信
Book学术官方微信
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术
文献互助 智能选刊 最新文献 互助须知 联系我们:info@booksci.cn
Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。
Copyright © 2023 Book学术 All rights reserved.
ghs 京公网安备 11010802042870号 京ICP备2023020795号-1