Pub Date : 2018-01-15DOI: 10.23917/varidika.v29i2.5637
Much. Fuad Saifuddin
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap e-learning dan berbagai aspek yang dibutuhkan mahasiswa saat menggunakan e-learning. Penelitian deskriptif ini dilakukan dengan teknik kuesioner terhadap mahasiswa pendidikan biologi FKIP UAD angkatan 2015 dan 2016 yang dipilih secara acak; dan teknik deskriptif digunakan sebagai alat analisisnya. Hasil analisis menunjukkan, mahasiswa 98,8% mahasiswa mengetahui e-learning, 86,3% mendukung pelaksanaan e-learning, dan 77% menyatakan puas dengan pelaksanaan pembelajaran dengana e-learning. Selaiin itu, menghasilkan persepsi mahasiswa e-learning bermanfaat, dapat meningkatkan motivasi, memudahkan memahami materi, membantu kesiapan dalam perkuliahan. Berdasarkan analisis e-learning dalam pengertian mahasiswa memiliki aksesibilitas yang tinggi yaitu 91%, dengan penggunaan ringan 83%. Penilaian baik Persepsi mahasiswa terhadap e-learning, memberikan peran yang besar dalam pelaksanaan pembelajaran dengan e-learning, yang dapat dilakukan dengan pola blendedlearning sebagai bentuk pembelajaran yang mengkolaborasikan e-learning dengan tatap muka.
本研究的目的是了解学生对电子学习的看法,以及学生在使用电子学习时需要的各个方面。这项描述性研究是通过连贯技术对随机选择的FKIP生物学学生UAD Army 2015和2016进行的;并且使用描述性技术作为分析工具。分析显示,98.8%的学生了解电子学习,86.3%的学生支持电子学习,77%的学生对电子学习表示满意。此外,对电子学习学生产生有用的感知,可以提高动机,促进对事物的理解,帮助他们做好教育准备。根据电子学习分析,学生的可及性高达91%,其中83%为轻度使用。良好的评价学生对电子学习的感知在电子学习的实施中发挥着重要作用,这可以通过混合学习模式来实现,作为一种将电子学习与面孔相结合的学习形式。
{"title":"E-Learning dalam Persepsi Mahasiswa","authors":"Much. Fuad Saifuddin","doi":"10.23917/varidika.v29i2.5637","DOIUrl":"https://doi.org/10.23917/varidika.v29i2.5637","url":null,"abstract":"Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap e-learning dan berbagai aspek yang dibutuhkan mahasiswa saat menggunakan e-learning. Penelitian deskriptif ini dilakukan dengan teknik kuesioner terhadap mahasiswa pendidikan biologi FKIP UAD angkatan 2015 dan 2016 yang dipilih secara acak; dan teknik deskriptif digunakan sebagai alat analisisnya. Hasil analisis menunjukkan, mahasiswa 98,8% mahasiswa mengetahui e-learning, 86,3% mendukung pelaksanaan e-learning, dan 77% menyatakan puas dengan pelaksanaan pembelajaran dengana e-learning. Selaiin itu, menghasilkan persepsi mahasiswa e-learning bermanfaat, dapat meningkatkan motivasi, memudahkan memahami materi, membantu kesiapan dalam perkuliahan. Berdasarkan analisis e-learning dalam pengertian mahasiswa memiliki aksesibilitas yang tinggi yaitu 91%, dengan penggunaan ringan 83%. Penilaian baik Persepsi mahasiswa terhadap e-learning, memberikan peran yang besar dalam pelaksanaan pembelajaran dengan e-learning, yang dapat dilakukan dengan pola blendedlearning sebagai bentuk pembelajaran yang mengkolaborasikan e-learning dengan tatap muka.","PeriodicalId":56249,"journal":{"name":"Jurnal Varidika","volume":"29 1","pages":"102-109"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-01-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"46580615","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-01-15DOI: 10.23917/VARIDIKA.V29I2.5632
W. Warjito
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis Kurikulum 2013melalui “SUPERMIK PINTER” yaitu supervisi akademik dengan pendampingan individual terprogram. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah dengan subyek guru-guru di 5 SMP binaan yang mengimplementasikan Kurikulum 2013 mulai tahun pelajaran 2017/2018 yaitu SMP Negeri 1 Gemolong, SMP Negeri 1 Sidoharjo, SMP Negeri 1 Sukodono, SMP Negeri 2 Sukodono dan SMP Negeri 1 Gesi berjumlah 25 orang. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi.Waktu penelitian selama 3 bulan yaitu Agutus sampai dengan Oktober 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan SUPERMIK PINTER tersebut kompetensi pedagogik guru dalam menyusun RPP berbasis Kurikulum 2013 mengalami peningkatan dari kondisi awal ke siklus I dan siklus II. Peningkatan tersebut ditunjukkan data kualitas RPP guru sebagai berikut: kondisi awal: cukup: 25 orang (100%), baik: tidak ada (0%) dan amat baik: tidak ada (100%); siklus I: cukup: tidak ada (0%), baik: 19 orang (76%) dan amat baik: 6 orang (24%); sedangkan siklus II: cukup: tidak ada (0%), baik: tidak ada (0%) dan amat baik: 25 orang (100%). Berdasarkan kajian teori dan hasil tindakan, simpulan hasil penelitian bahwa “SUPERMIK PINTER”dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam menyusun RPP Berbasis Kurikulum 2013 di 5 SMP binaanKabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2017/2018.
本研究旨在通过“SUPERMIK PINTER”提高教师设计基于课程的课程(RPP)实施计划的教学能力,这是一种带有个人配套项目的学术监督。本研究是一项关于从2017/2018学年开始实施Kurikulum 2013的5所高中建筑中教师的学校行动的研究,即SMP State 1 Gemolong、SMP State 1 Sidoharjo、SMP State 2 Sukodono和SMP State 1 Gersi 25人。本研究由两个周期组成,每个周期由四个阶段组成:计划、行动实施、观察和反思。三个月的研究期为2017年8月至10月。研究表明,有了这一PINTER SUPERMIK,教师在基于Kurikulum 2013的RPP设计中的教学能力从初始状态提高到第一周期和第二周期。增长表明教师RPP质量数据如下:初始条件:足够:25人(100%),要么:没有(0%),要么非常好:没有(100%);周期I:足够:没有(0%),要么:19(76%),非常好:6(24%);而周期II:足够:没有(0%),要么:没有(0%),非常好:25(100%)。基于理论研究和行动结果,“SUPERMIK PINTER”研究集群可以在2017/2018 Sragen学校首都第五SMP大楼设计2013年基于Kurikulum的RPP时提高教师的教学能力。
{"title":"Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Kurikulum 2013 Melalui Supermik Pinter di SMP Binaan Kabupaten Sragen","authors":"W. Warjito","doi":"10.23917/VARIDIKA.V29I2.5632","DOIUrl":"https://doi.org/10.23917/VARIDIKA.V29I2.5632","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis Kurikulum 2013melalui “SUPERMIK PINTER” yaitu supervisi akademik dengan pendampingan individual terprogram. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah dengan subyek guru-guru di 5 SMP binaan yang mengimplementasikan Kurikulum 2013 mulai tahun pelajaran 2017/2018 yaitu SMP Negeri 1 Gemolong, SMP Negeri 1 Sidoharjo, SMP Negeri 1 Sukodono, SMP Negeri 2 Sukodono dan SMP Negeri 1 Gesi berjumlah 25 orang. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi.Waktu penelitian selama 3 bulan yaitu Agutus sampai dengan Oktober 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan SUPERMIK PINTER tersebut kompetensi pedagogik guru dalam menyusun RPP berbasis Kurikulum 2013 mengalami peningkatan dari kondisi awal ke siklus I dan siklus II. Peningkatan tersebut ditunjukkan data kualitas RPP guru sebagai berikut: kondisi awal: cukup: 25 orang (100%), baik: tidak ada (0%) dan amat baik: tidak ada (100%); siklus I: cukup: tidak ada (0%), baik: 19 orang (76%) dan amat baik: 6 orang (24%); sedangkan siklus II: cukup: tidak ada (0%), baik: tidak ada (0%) dan amat baik: 25 orang (100%). Berdasarkan kajian teori dan hasil tindakan, simpulan hasil penelitian bahwa “SUPERMIK PINTER”dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam menyusun RPP Berbasis Kurikulum 2013 di 5 SMP binaanKabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2017/2018.","PeriodicalId":56249,"journal":{"name":"Jurnal Varidika","volume":"29 1","pages":"168-175"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-01-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"48849923","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-01-15DOI: 10.23917/varidika.v29i2.5631
Uffun Ainullia Manan, Sabar Narimo
Tujuan penelitian ini adalah (1) mendiskripsikan perangkat pembelajaran RPP Matematika (2) Mendiskripsikan pengembangan perangkat pembelajaran RPP Matematika berbasis Konstruktivisme, dan (3) Menguji efektivitas pengembangan perangkat pembelajaran RPP Matematika berbasis Konstruktivisme. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development). Teknik triangulasi digunakan untuk mengumpulkan data dengan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi dan tes. Teknik analisis data terdiri dari dua komponen yaitu reduksi data dan penyajian data. Hasil dan pembahasan dari penelitan adalah (1) perangkat pembelajaran RPP Matematika yang telah diterapkan masih menggunakan RPP Matematika sekolah pada umumnya, pada kegiatan inti siswa belum maksimal membangun sendiri pengetahuannya untuk penemuan konsep baru, (2) pengembangan perangkat pembelajaran RPP Matematika berbasis konstruktivisme dengan desain pembelajaran meliputi 5 tahap yaitu: Orientasi, Eliciasi, Restrukturisasi Ide, Penggunaan Ide, dan Review yang diimplementasikan pada kegiatan inti, dan (3) nilai tes pemahaman konsep menggunakan RPP berbasis Konstruktivisme, nilai rata-rata kelasnya adalah 79,02 dari 70,00. Siswa yang mendapat nilai ≥ 75 ada 18 siswa atau 78,26 %. (KKM Matematika = 75).
{"title":"Efektivitas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Matematika Berbasis Konstruktivisme di Sekolah Menengah Pertama","authors":"Uffun Ainullia Manan, Sabar Narimo","doi":"10.23917/varidika.v29i2.5631","DOIUrl":"https://doi.org/10.23917/varidika.v29i2.5631","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini adalah (1) mendiskripsikan perangkat pembelajaran RPP Matematika (2) Mendiskripsikan pengembangan perangkat pembelajaran RPP Matematika berbasis Konstruktivisme, dan (3) Menguji efektivitas pengembangan perangkat pembelajaran RPP Matematika berbasis Konstruktivisme. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development). Teknik triangulasi digunakan untuk mengumpulkan data dengan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi dan tes. Teknik analisis data terdiri dari dua komponen yaitu reduksi data dan penyajian data. Hasil dan pembahasan dari penelitan adalah (1) perangkat pembelajaran RPP Matematika yang telah diterapkan masih menggunakan RPP Matematika sekolah pada umumnya, pada kegiatan inti siswa belum maksimal membangun sendiri pengetahuannya untuk penemuan konsep baru, (2) pengembangan perangkat pembelajaran RPP Matematika berbasis konstruktivisme dengan desain pembelajaran meliputi 5 tahap yaitu: Orientasi, Eliciasi, Restrukturisasi Ide, Penggunaan Ide, dan Review yang diimplementasikan pada kegiatan inti, dan (3) nilai tes pemahaman konsep menggunakan RPP berbasis Konstruktivisme, nilai rata-rata kelasnya adalah 79,02 dari 70,00. Siswa yang mendapat nilai ≥ 75 ada 18 siswa atau 78,26 %. (KKM Matematika = 75).","PeriodicalId":56249,"journal":{"name":"Jurnal Varidika","volume":"29 1","pages":"158-167"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-01-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42420182","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-01-15DOI: 10.23917/varidika.v29i2.5629
N.John Palantis, A. Johan, A. Ibrahim, S. H. Ismail, N. Anuar, A. M. Ma'rof, N. Buang
The purpose of this study is to identify level and patterns of metacognitive awareness among teachers in primary schools. This study focuses on aspects of declarative knowledge, procedural knowledge, conditional knowledge, planning, monitoring and evaluation of teachers. The study was descriptive in nature. A sample of 100 primary school teachers in Puchong, Selangor answered the Metacognitive Awareness Inventory for Teacher by Cem Balcikanli (2011). The data analysis was carried out using IBM Statistics version 24 to obtain descriptive measures. The results show that levels of metacognitive awareness among teachers are high at ninety three percent (93%). The results also show that there are no significant differences by gender, age, teaching experience, academic qualification and subject of teaching among primary school teachers. The metacognitive framework shows that metacognition knowledge and regulatory expertise were used by individuals to control their cognition. Teachers who have a higher level of metacognitive awareness can produce students with good academic achievement.
{"title":"Patterns of Metacognitive Awareness Among Primary School Teachers","authors":"N.John Palantis, A. Johan, A. Ibrahim, S. H. Ismail, N. Anuar, A. M. Ma'rof, N. Buang","doi":"10.23917/varidika.v29i2.5629","DOIUrl":"https://doi.org/10.23917/varidika.v29i2.5629","url":null,"abstract":"The purpose of this study is to identify level and patterns of metacognitive awareness among teachers in primary schools. This study focuses on aspects of declarative knowledge, procedural knowledge, conditional knowledge, planning, monitoring and evaluation of teachers. The study was descriptive in nature. A sample of 100 primary school teachers in Puchong, Selangor answered the Metacognitive Awareness Inventory for Teacher by Cem Balcikanli (2011). The data analysis was carried out using IBM Statistics version 24 to obtain descriptive measures. The results show that levels of metacognitive awareness among teachers are high at ninety three percent (93%). The results also show that there are no significant differences by gender, age, teaching experience, academic qualification and subject of teaching among primary school teachers. The metacognitive framework shows that metacognition knowledge and regulatory expertise were used by individuals to control their cognition. Teachers who have a higher level of metacognitive awareness can produce students with good academic achievement.","PeriodicalId":56249,"journal":{"name":"Jurnal Varidika","volume":"29 1","pages":"141-146"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-01-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42496148","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-01-15DOI: 10.23917/VARIDIKA.V29I2.5626
B. Bardi
Tujuan Penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membacaRecount text dan hasil belajar Bahasa Inggris melaluipenggunaan model pembelajaran Group Investigation bagi siswa kelas VIIIESMP Negeri 1 Boyolali pada semester 2 tahun 2016/2017.Penelitian ini dilakukan kepada siswa kelas VIIIE SMP Negeri 1 Boyolali pada semester 2 tahun 2016/2017. Jumlah siswa dalam kelas ini adalah 26 siswa yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Siswa diberikan perlakuan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation dalam 2 siklus dan setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Siklus I pembelajaran secara kelompok besar yang terdiri atas 8 siswa, sedangkan siklus II pembelajaran secara kelompok kecil terdiri atas 4 siswa.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas. Pengumpulan data melalui observasi dan studi dokumentasi. Untuk validasi data, observasi tidak dilakukan sendiri oleh peneliti, tetapi berkolaborasi dengan siswa dan teman sejawat, serta dengan teknik tes. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif komparatif yang dilanjutkan dengan refleksi. Hasil penelitian menyatakan bahwa melalui penggunaan model pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan kemampuan membaca Recount text dan hasil belajar Bahasa Inggris bagi siswa kelas VIIIE SMP Negeri 1 Boyolali pada semester 2 tahun 2016/2017. Dari kondisi awal kemampuan membaca Recount text rendah ke kondisi akhir menjadi tinggi dan hasil belajar dari kondisi awal dari rata-rata nilai 77 ke kondisi akhir rata-rata menjadi 87 naik 10 poin atau 12.99%.
本研究的目的是通过对2016/2017年第二学期VIIIESMP State 1 Boyolali的学生使用群体调查学习模式,提高他们阅读文本的能力和英语学习的结果。本研究是对2016/2012017年第二学年VIIIESMP State1 Boyolali.的学生进行的。该班共有26名学生,其中男生11名,女生15名。学生分两个周期使用小组调查学习模式进行教学,每个周期包括计划、实施、监督和反思。第一周期是一个由八名学生组成的大小组,而第二周期是一组由四名学生组成。研究中使用的方法是集体行动研究。通过观察和文献研究收集数据。对于数据验证,观察不是由研究人员自己进行的,而是与世界各地的学生和同事以及测试技术合作进行的。所使用的数据分析是一种比较描述性的分析,并继续进行反思。研究表明,使用小组调查学习模式,可以提高2016/2017年第二学期VIIIE SMP Student State 1 Boyolali的阅读能力和英语学习成绩。从初始条件到最终条件,阅读低文本的能力变得很高,从初始条件中学到的结果从平均77到最终条件平均87上升了10分,即12.99%。
{"title":"Peningkatan Kemampuan Membaca Recount Text dan Hasil Belajar Bahasa Inggris Melalui Penggunaan Model Pembelajaran Group Investigation pada Siswa Kelas VIII.E SMP Negeri 1 Boyolali","authors":"B. Bardi","doi":"10.23917/VARIDIKA.V29I2.5626","DOIUrl":"https://doi.org/10.23917/VARIDIKA.V29I2.5626","url":null,"abstract":"Tujuan Penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membacaRecount text dan hasil belajar Bahasa Inggris melaluipenggunaan model pembelajaran Group Investigation bagi siswa kelas VIIIESMP Negeri 1 Boyolali pada semester 2 tahun 2016/2017.Penelitian ini dilakukan kepada siswa kelas VIIIE SMP Negeri 1 Boyolali pada semester 2 tahun 2016/2017. Jumlah siswa dalam kelas ini adalah 26 siswa yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Siswa diberikan perlakuan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation dalam 2 siklus dan setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Siklus I pembelajaran secara kelompok besar yang terdiri atas 8 siswa, sedangkan siklus II pembelajaran secara kelompok kecil terdiri atas 4 siswa.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas. Pengumpulan data melalui observasi dan studi dokumentasi. Untuk validasi data, observasi tidak dilakukan sendiri oleh peneliti, tetapi berkolaborasi dengan siswa dan teman sejawat, serta dengan teknik tes. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif komparatif yang dilanjutkan dengan refleksi. Hasil penelitian menyatakan bahwa melalui penggunaan model pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan kemampuan membaca Recount text dan hasil belajar Bahasa Inggris bagi siswa kelas VIIIE SMP Negeri 1 Boyolali pada semester 2 tahun 2016/2017. Dari kondisi awal kemampuan membaca Recount text rendah ke kondisi akhir menjadi tinggi dan hasil belajar dari kondisi awal dari rata-rata nilai 77 ke kondisi akhir rata-rata menjadi 87 naik 10 poin atau 12.99%.","PeriodicalId":56249,"journal":{"name":"Jurnal Varidika","volume":"29 1","pages":"118-126"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-01-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42889403","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-01-15DOI: 10.23917/VARIDIKA.V29I2.5627
Amin Sarwati
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi manajerial kepala madrasah dalam mempersiapkan akreditasi melalui pendampingan model “BERKAT EVADIR BISA”yang merupakan akronim dari “bedah perangkat akreditasi, evaluasi diri, bimbingan intensif dan simulasi akreditasi”. Penelitian ini merupakan school action research dengan subyek kepala madrasah beserta guru dan tenaga kependidikan di tiga Madrasah Aliyah (MA) binaan yang akan melakukan reakreditasi pada tahun 2017 yaitu MA Nurul Huda Gondang, MA NU Gondang dan MA Al Hikmah Tanon. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflection).Waktu penelitian selama 4 bulan yaitu Februari sampai dengan Mei 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pendampingan model “BERKAT EVADIR BISA” nilai persiapan akreditasi ketiga MA tersebut mengalami peningkatan dari kondisi awal ke siklus I dan siklus II. Data peningkatan nilai masing-masing adalah MA NU Gondang: kondisi awal 75; siklus I: 86; dan siklus II: 94. MA Nurul Huda Gondang kondisi awal: 77; siklus I: 85; dan siklus II: 95. MA Al Hikmah Tanon kondisi awal: 79; siklus I: 84; dan siklus II:95. Berdasarkan kajian teori dan hasil tindakan, simpulan hasil penelitian bahwa pendampingan model “BERKAT EVADIR BISA”dapat meningkatkan kompetensi kepala madrasah dalam mempersiapkan akreditasi pada MA Nurul Huda Gondang, MA NU Gondang dan MA Al Hikmah Tanon Tahun 2017.
本研究旨在通过“认证工具外科、自我评估、强化指导和认证模拟”的缩写来培养伊斯兰学校的最高管理能力,从而通过“认证工具外科、自我评价、强化指导和认证模拟”模型来准备认证。该研究是学院行动研究学院,由三所伊斯兰学校的校长、教师和教育工作者组成,该学院将于2017年发表核反应堆,其中包括MA Nurul Huda Gondang、MA NU Gondang和MA Al Tanon。这项研究包括两个循环,每个循环包括四个阶段的计划、行动、观察和反射。研究时间为4个月,即2月至2017年5月。研究结果表明,在“多亏EVADIR可以”的指导下,这三种认证准备值从初始条件增加到I和II周期。增加的数据每一个值都是MA NU Gondang: 75的初始状态;第一次周期:86;和第二次周期:94。MA Nurul Huda Gondang初始条件:77;I循环:85;第二次周期:95。原始状态的学习:79;第一次周期:84;第二次周期:95。根据理论研究和行动结果,研究得出结论,流派模型“多亏EVADIR可以”可以提高马德拉斯校长准备2017年Tanon的认证的能力。
{"title":"Peningkatan Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah dalam Mempersiapkan Akreditasi Melalui Pendampingan Model “Berkat Evadir Bisa”","authors":"Amin Sarwati","doi":"10.23917/VARIDIKA.V29I2.5627","DOIUrl":"https://doi.org/10.23917/VARIDIKA.V29I2.5627","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi manajerial kepala madrasah dalam mempersiapkan akreditasi melalui pendampingan model “BERKAT EVADIR BISA”yang merupakan akronim dari “bedah perangkat akreditasi, evaluasi diri, bimbingan intensif dan simulasi akreditasi”. Penelitian ini merupakan school action research dengan subyek kepala madrasah beserta guru dan tenaga kependidikan di tiga Madrasah Aliyah (MA) binaan yang akan melakukan reakreditasi pada tahun 2017 yaitu MA Nurul Huda Gondang, MA NU Gondang dan MA Al Hikmah Tanon. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflection).Waktu penelitian selama 4 bulan yaitu Februari sampai dengan Mei 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pendampingan model “BERKAT EVADIR BISA” nilai persiapan akreditasi ketiga MA tersebut mengalami peningkatan dari kondisi awal ke siklus I dan siklus II. Data peningkatan nilai masing-masing adalah MA NU Gondang: kondisi awal 75; siklus I: 86; dan siklus II: 94. MA Nurul Huda Gondang kondisi awal: 77; siklus I: 85; dan siklus II: 95. MA Al Hikmah Tanon kondisi awal: 79; siklus I: 84; dan siklus II:95. Berdasarkan kajian teori dan hasil tindakan, simpulan hasil penelitian bahwa pendampingan model “BERKAT EVADIR BISA”dapat meningkatkan kompetensi kepala madrasah dalam mempersiapkan akreditasi pada MA Nurul Huda Gondang, MA NU Gondang dan MA Al Hikmah Tanon Tahun 2017.","PeriodicalId":56249,"journal":{"name":"Jurnal Varidika","volume":"29 1","pages":"127-133"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-01-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43771283","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-01-15DOI: 10.23917/VARIDIKA.V29I2.5628
S. Sarji
Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan aktivitas dan dan prestasi belajar bahasa Indonesia materi menemukan gagasan utama paragraf bagi siswa kelas VII A SMPN 1 Jenar pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017 melalui pembelajaran koopertif model Jigsaw. Subjek penelitian adalah siswa yang berjumlah 30 anak, 18 laki-lakidan 12 perempuan. Waktu penelitianselama 4 bulan dari bulan Januari s.d April 2017. Penelitian terdiri dari dua siklus, di mana tiap siklusterdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Data aktivitas belajar menemukan gagasan utama dari kondisi awal sampai kondisi akhir sebagai berikut, Kondisi awal aktivitas belajar rerata43%, pada siklus I aktivitas belajar rerata 67%, dan siklus II aktivitas belajar rerata 90%. Data prestasi belajar pada pratindakan rerata 66, pada siklus I rerata 75 dan pada siklus II rerata 83. Berdasarkan kajian teori dan hasil tindakan dapat disimpulkan bahwapembelajaran kooperatif model jigsaw dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar bahasa Indonesia materi menemukan gagasan utama paragraf bagi siswa kelas VII A SMPN 1 Jenar pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017
{"title":"Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Menemukan Gagasan Utama Paragraf Melalui Model Jigsaw Siswa VII A SMPN 1 Jenar Sragen","authors":"S. Sarji","doi":"10.23917/VARIDIKA.V29I2.5628","DOIUrl":"https://doi.org/10.23917/VARIDIKA.V29I2.5628","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan aktivitas dan dan prestasi belajar bahasa Indonesia materi menemukan gagasan utama paragraf bagi siswa kelas VII A SMPN 1 Jenar pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017 melalui pembelajaran koopertif model Jigsaw. Subjek penelitian adalah siswa yang berjumlah 30 anak, 18 laki-lakidan 12 perempuan. Waktu penelitianselama 4 bulan dari bulan Januari s.d April 2017. Penelitian terdiri dari dua siklus, di mana tiap siklusterdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Data aktivitas belajar menemukan gagasan utama dari kondisi awal sampai kondisi akhir sebagai berikut, Kondisi awal aktivitas belajar rerata43%, pada siklus I aktivitas belajar rerata 67%, dan siklus II aktivitas belajar rerata 90%. Data prestasi belajar pada pratindakan rerata 66, pada siklus I rerata 75 dan pada siklus II rerata 83. Berdasarkan kajian teori dan hasil tindakan dapat disimpulkan bahwapembelajaran kooperatif model jigsaw dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar bahasa Indonesia materi menemukan gagasan utama paragraf bagi siswa kelas VII A SMPN 1 Jenar pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017","PeriodicalId":56249,"journal":{"name":"Jurnal Varidika","volume":"29 1","pages":"134-140"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-01-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47192669","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2017-08-30DOI: 10.23917/VARIDIKA.V29I1.5151
Seti Sayoga
Penelitian ini bertujuan meningkatkan kreativitas dan hasil belajar Memahami Dasar-dasar Elektronika melalui model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions(STAD). Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus dengan materi rangkaian seri dan paralel. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas X Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) SMK Muhammadiyah 3 Surakarta Tahun Pelajaran 2015/2016. Indikatorkeberhasilan tindakan adalah meningkatnya kreativitas dan hasil belajar Memahami Dasar-dasar Elektronika. Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut: 1) Siswa dengan kategori sangat kreatif 12%, kreatif 70%, cukup kreatif 18% dan nilai rata-rata 74,93 pada siklus I dan 79,22 pada siklus II, 2) Siswa dengan kategori kreativitas sebagai berikut sangat kreatif 39%, kreatif 55%, cukup kreatif 6% Ketuntasan belajar sebesar 67% pada siklus I dan 85% pada siklus II.
{"title":"Peningkatan Kreativitas dan Hasil Belajar Mdde Melalui Model Pembelajaran STAD","authors":"Seti Sayoga","doi":"10.23917/VARIDIKA.V29I1.5151","DOIUrl":"https://doi.org/10.23917/VARIDIKA.V29I1.5151","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan meningkatkan kreativitas dan hasil belajar Memahami Dasar-dasar Elektronika melalui model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions(STAD). Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus dengan materi rangkaian seri dan paralel. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas X Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) SMK Muhammadiyah 3 Surakarta Tahun Pelajaran 2015/2016. Indikatorkeberhasilan tindakan adalah meningkatnya kreativitas dan hasil belajar Memahami Dasar-dasar Elektronika. Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut: 1) Siswa dengan kategori sangat kreatif 12%, kreatif 70%, cukup kreatif 18% dan nilai rata-rata 74,93 pada siklus I dan 79,22 pada siklus II, 2) Siswa dengan kategori kreativitas sebagai berikut sangat kreatif 39%, kreatif 55%, cukup kreatif 6% Ketuntasan belajar sebesar 67% pada siklus I dan 85% pada siklus II.","PeriodicalId":56249,"journal":{"name":"Jurnal Varidika","volume":"29 1","pages":"75-86"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2017-08-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"49083559","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2017-08-30DOI: 10.23917/VARIDIKA.V29I1.5148
F. Yuliati
Tujuan penelitian ini untuk meningkatan penguasaan kemampuan membaca anak tunarungu kelas 1 SLB – B melalui penggunaan kartu superhero. Subyek penenlitian 3 siswa kelas 1 SLB – B YPALB Karanganyar. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data menggunakan trianggulasi sumber dan metode. Analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian siklus 1, Anak mengalami peningkatan nilai setelah dilakukan kegiatan membaca dengan kartu superhero. Sebelum dilakukan tindakan, rata-rata nilai kemapuan membaca anak, 5,33 atau berada pada rentang 40% < P ≤ 60% atau cukup. Setelah dilakukan tindakan siklus 1, rata-rata nilai anak meningkat menjadi 7,16 atau berada pada rentang 60% < P ≤ 80% atau baik. Namun masih ada anak yang memperoleh nilai kurang dari 6 pada kompetensi membaca kata, sehingga perlu dilakukan tindakan siklus 2. Setelah dilakukan tindakan siklus 2 rata – rata nilai anak meningkat menjadi 8 atau berada pada rentang 60% < P ≤ 100% atau tinggi, dan tidak ada siswa yang memperoleh nilai kurang dari 6. Kesimpulan penelitian, penggunaan kartu superhero dapat meningkatkan kemampuan membaca pada anak tunarungu kelas I SLB-B YPALB Karanganyar.
这项研究的目的是通过使用超级英雄卡来提高聋哑儿童的阅读能力。研究对象3年级SLB - B YPALB karanga。本研究采用课堂实践研究方法。有观察、采访和记录的数据收集技术。数据的有效性使用了源的三极化和方法。描述性质的数据分析。第一个周期的研究发现,孩子的阅读成绩在使用超级英雄卡后增加了。之前做的行为、做阅读的孩子的平均分数是5,33范围在40% < P≤60%或不够。孩子做1个周期,平均分数的行为后增至7,16或在< P≤60% 80%范围还是善良。但是仍然有一些孩子的阅读能力低于6分,所以有必要进行2循环动作。行动完毕后2—平孩子成绩升至8周期或在< P≤60%范围100%高,没有学生获得的价值小于6。研究发现,使用超级英雄卡可以提高聋哑儿童I - b YPALB karanda的阅读能力。
{"title":"Penggunaan Kartu ‘Superhero’ untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas I SLB B YPALB Karanganyar","authors":"F. Yuliati","doi":"10.23917/VARIDIKA.V29I1.5148","DOIUrl":"https://doi.org/10.23917/VARIDIKA.V29I1.5148","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini untuk meningkatan penguasaan kemampuan membaca anak tunarungu kelas 1 SLB – B melalui penggunaan kartu superhero. Subyek penenlitian 3 siswa kelas 1 SLB – B YPALB Karanganyar. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data menggunakan trianggulasi sumber dan metode. Analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian siklus 1, Anak mengalami peningkatan nilai setelah dilakukan kegiatan membaca dengan kartu superhero. Sebelum dilakukan tindakan, rata-rata nilai kemapuan membaca anak, 5,33 atau berada pada rentang 40% < P ≤ 60% atau cukup. Setelah dilakukan tindakan siklus 1, rata-rata nilai anak meningkat menjadi 7,16 atau berada pada rentang 60% < P ≤ 80% atau baik. Namun masih ada anak yang memperoleh nilai kurang dari 6 pada kompetensi membaca kata, sehingga perlu dilakukan tindakan siklus 2. Setelah dilakukan tindakan siklus 2 rata – rata nilai anak meningkat menjadi 8 atau berada pada rentang 60% < P ≤ 100% atau tinggi, dan tidak ada siswa yang memperoleh nilai kurang dari 6. Kesimpulan penelitian, penggunaan kartu superhero dapat meningkatkan kemampuan membaca pada anak tunarungu kelas I SLB-B YPALB Karanganyar.","PeriodicalId":56249,"journal":{"name":"Jurnal Varidika","volume":"29 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2017-08-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44088370","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2017-08-30DOI: 10.23917/VARIDIKA.V29I1.5150
R. Riyanti, S. Sutama, M. Maryadi
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) ciri-ciri perencanaan pembelajaran matematika; (2) ciri-ciri pelaksanaan matematika; dan (3) ciri-ciri evaluasi kurikulum matematika. Jenis penelitian kualitatif dengan desain etnografi. Lokasi di SD Negeri Mangkubumen 83 Surakarta. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi. Analisis data dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan dengan verifikasinya. Hasil penelitian (1) perencanaan pembelajaran matematika disusun oleh guru secara berkelompok dengan berpedoman pada kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), dikembangkan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah masing-masing. (2) Tujuan pembelajaran matematika berpedoman pada kurikulum tingkat satuan pendidikan. Materi pembelajaran matematika terdiri dari 6 (enam) standar kompetensi yang terbagi untuk semester I sebanyak 4 (empat) standar kompetensi, dan 2 (dua) standar kompetensi untuk semester II. Metode pembelajaran matematika yang digunakan oleh guru adalah metode deduktif, demonstrasi, diskusi, ekspositori,latihan, dan tanya jawab. Jenis media pembelajaran matematika bermacam-macam,dengan tujuan untuk menjelaskan konsep matematika. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tahap awal, tahap inti pembelajaran, dan tahap akhir. (3) Evaluasi kurikulum mata pelajaran Matematika, dilakukan oleh kepala sekolah selama proses pembelajaran dan akhir semester dengan cara observasi, dan pengamatan dokumentasi. Komponen evaluasi kurikulum terdiri dari: penilaian standar isi, penilaian perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, standar penilaian, dan standar kelulusan
{"title":"Manajemen Pembelajaran Matematika Di SD Negeri Mangkubumen 83 Surakarta","authors":"R. Riyanti, S. Sutama, M. Maryadi","doi":"10.23917/VARIDIKA.V29I1.5150","DOIUrl":"https://doi.org/10.23917/VARIDIKA.V29I1.5150","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) ciri-ciri perencanaan pembelajaran matematika; (2) ciri-ciri pelaksanaan matematika; dan (3) ciri-ciri evaluasi kurikulum matematika. Jenis penelitian kualitatif dengan desain etnografi. Lokasi di SD Negeri Mangkubumen 83 Surakarta. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi. Analisis data dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan dengan verifikasinya. Hasil penelitian (1) perencanaan pembelajaran matematika disusun oleh guru secara berkelompok dengan berpedoman pada kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), dikembangkan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah masing-masing. (2) Tujuan pembelajaran matematika berpedoman pada kurikulum tingkat satuan pendidikan. Materi pembelajaran matematika terdiri dari 6 (enam) standar kompetensi yang terbagi untuk semester I sebanyak 4 (empat) standar kompetensi, dan 2 (dua) standar kompetensi untuk semester II. Metode pembelajaran matematika yang digunakan oleh guru adalah metode deduktif, demonstrasi, diskusi, ekspositori,latihan, dan tanya jawab. Jenis media pembelajaran matematika bermacam-macam,dengan tujuan untuk menjelaskan konsep matematika. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tahap awal, tahap inti pembelajaran, dan tahap akhir. (3) Evaluasi kurikulum mata pelajaran Matematika, dilakukan oleh kepala sekolah selama proses pembelajaran dan akhir semester dengan cara observasi, dan pengamatan dokumentasi. Komponen evaluasi kurikulum terdiri dari: penilaian standar isi, penilaian perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, standar penilaian, dan standar kelulusan","PeriodicalId":56249,"journal":{"name":"Jurnal Varidika","volume":"29 1","pages":"65-74"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2017-08-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44382847","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}