Pub Date : 2016-08-01DOI: 10.2121/SOSIOHUMANIKA.V9I1.658
Sigit Rochadi
RESUME : Studi tentang gerakan buruh di Indonesia terlalu dikotomis: di satu pihak menggunakan cara pandang politik, baik gerakan buruh sebagai gerakan politik maupun relasi gerakan buruh dengan partai politik. Di sisi lain, gerakan buruh diposisikan sebagai gerakan ekonomi. Akhir-akhir ini, bangkit kembali cara pandang politik dalam memahami gerakan buruh. Cara pandang semacam itu dipengaruhi oleh teori-teori dari dunia Barat dan Eropa Timur. Teori klasik dari Barat memang melihat gerakan buruh sebagai upaya untuk memelihara dan meningkatkan kesejahteraan buruh. Teori dari Barat ada juga yang menyatakan bahwa gerakan buruh adalah untuk mencapai tujuan ganda, yaitu optimalisasi upah dan perlindungan pekerjaan. Sebaliknya, teori-teori ya n g berkembang di Eropa Timur banyak dipengaruhi oleh pandangan bahwa pekerja itu sebagai komoditas; dan majikan yang mempekerjakan mereka telah melakukan eksploitasi dalam berbagai bentuk untuk mendapatkan keuntungan berlipat. Ada juga pandangan bahwa gerakan buruh adalah sebagai kekuatan transformatif secara sosial dan politik. Artikel ini menjelaskan gerakan buruh di Indonesia dengan menggunakan konsep dualitas. Menurut penulis, gerakan buruh di Indonesia paling tepat dipahami dengan konsep dualitas, bukan dengan konsep dualisme maupun dualistik. Dengan menggunakan metode analisis data sekunder, penelitian ini menyimpulkan bahwa tumbuh dan berkembangnya dualitas dalam gerakan buruh di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sejarah kelahiran gerakan buruh, relasi yang khas antara buruh dan negara, pluralitas masyarakat Indonesia, serta industrialisasi yang meluas dan kurang melakukan pendalaman. Menguatnya dualitas dalam gerakan buruh pasca pemerintahan Orde Baru juga disumbang oleh kegagalan pemerintah Soeharto dalam memaksakan gerakan ekonomi bagi para buruh. KATA KUNCI : Dualitas; Gerakan Buruh; Gerakan Politik; Gerakan Ekonomi; Industrialisasi. ABSTRACT : “ The Duality of Labor Movement in Indonesia ”. The study of the labor movement in Indonesia are dichotomous: on the one hand using a political point, both the labor movement as a political movement nor the relation of the labor movement with a political party. On the other hand, the labor movement is positioned as an economic movement. Lately, resurgent political perspective in understanding the labor movement. Such a perspective is influenced by the theories of the West and the Eastern Europe. Classical theory of the West did see the labor movement as an effort to maintain and improve the welfare of workers. Theory of the West, there is also stated that the labor movement is to achieve the dual purpose of optimizing wage and job protection. Conversely, theories that developed in Eastern Europe is heavily influenced by the view that the worker as a commodity; and employers who hire them have done in various forms of exploitation for profit doubled. There is also a view that the labor movement is as transformative power of socially and politically. This artic
简历:对印尼劳工运动的研究非常具有政治色彩:一方面,劳工运动既是政治运动,也是与政党的劳动关系。另一方面,劳工运动被认为是一种经济运动。最近,人们重新获得了理解劳工运动的政治观点。西方和东欧的理论影响了这种观点。西方的古典理论确实把劳工运动视为一种促进工人福利的努力。西方的理论还认为,劳工运动是为了达到双重目的,即优化工资和保护就业。相比之下,东欧繁荣的理论在很大程度上受到工人作为商品的观点的影响;雇佣他们的雇主从事各种形式的剥削以获得盈利。也有一种观点认为,劳工运动是社会和政治变革的力量。这篇文章用二元性的概念来解释印尼的劳工运动。根据作者的说法,印尼的劳工运动最好被理解为二元性的概念,而不是二元主义或二元性的概念。利用次要数据分析的方法,这项研究得出结论,印尼劳工运动发展和发展的两性性不能从劳工运动诞生的历史、工人与国家的独特关系、印尼社会的多元化以及普遍缺乏深入研究的工业化程度中分离出来。新秩序后劳动者运动的对抗性也受到苏哈托政府将工人的经济运动强加于人的失败的影响。关键词:二元性;劳工运动;政治运动;经济运动;工业化。抽象:“印尼实验室运动的二元性”。印尼实验室运动的研究是dichotomous:通过政治点,实验室运动既是政治运动也是政治活动的关系。另一方面,实验室的运动将被确定为经济运动。最近,重申对实验室运动的政治理解。这种观点受到西方和东方欧洲理论的影响。西方的经典理论看到实验室的行动是为了维护和培养工人的福利。西方的理论还表明,实验室的行动是为了实现乐观的可能性和就业保障的双重目的。相反,在欧洲东部发展起来的理论被worker作为商品的观点严重影响;雇佣他们的人从事各种各样的利弊投资。还有一种观点认为,实验室的运动就像社会和政治上的转化力量。这篇文章通过使用二氧化物来解释印尼的实验室运动。根据作家的意见,印尼的实验室运动最能理解二元性,而不是二元性。用这数据分析方法研究,这对性concludes那新兴和发展》《运动在印尼formed实验室由动量分娩运动,《实验室》典型与工人之间的关系和印尼之a state university, plurality协会,and the widespread industrialization和deepening之缺乏。在新秩序统治时代之后,实验室运转的双重强度,同样是政府失败的经济迁移工人的代价。关键字:D清晰度;我遵守;P olitical M窗口;E conomic M居住地;我没有授权。关于Author: Sigit Rochadi博士是FISIP UNAS(国家大学,社会和政治科学学院)教授,马尼拉Sawo street,北雅加达12550。发信人是:siitrochadi@yahoo.com和siroabadi@gmail.com如何引用这篇文章?Rochadi,西吉特。(2016年)。社会人文主义“工人运动的二元性”:社会科学与人文教育杂志,第9卷(1)5月,第89-104页。印度尼西亚万隆:Minda Masagi Press和UPI万隆,ISSN 1979-0112。《文章纪事》(2015年4月29日);修订(2016年2月15日);出版(2016年5月30日)。
{"title":"Dualitas dalam Gerakan Buruh di Indonesia","authors":"Sigit Rochadi","doi":"10.2121/SOSIOHUMANIKA.V9I1.658","DOIUrl":"https://doi.org/10.2121/SOSIOHUMANIKA.V9I1.658","url":null,"abstract":"RESUME : Studi tentang gerakan buruh di Indonesia terlalu dikotomis: di satu pihak menggunakan cara pandang politik, baik gerakan buruh sebagai gerakan politik maupun relasi gerakan buruh dengan partai politik. Di sisi lain, gerakan buruh diposisikan sebagai gerakan ekonomi. Akhir-akhir ini, bangkit kembali cara pandang politik dalam memahami gerakan buruh. Cara pandang semacam itu dipengaruhi oleh teori-teori dari dunia Barat dan Eropa Timur. Teori klasik dari Barat memang melihat gerakan buruh sebagai upaya untuk memelihara dan meningkatkan kesejahteraan buruh. Teori dari Barat ada juga yang menyatakan bahwa gerakan buruh adalah untuk mencapai tujuan ganda, yaitu optimalisasi upah dan perlindungan pekerjaan. Sebaliknya, teori-teori ya n g berkembang di Eropa Timur banyak dipengaruhi oleh pandangan bahwa pekerja itu sebagai komoditas; dan majikan yang mempekerjakan mereka telah melakukan eksploitasi dalam berbagai bentuk untuk mendapatkan keuntungan berlipat. Ada juga pandangan bahwa gerakan buruh adalah sebagai kekuatan transformatif secara sosial dan politik. Artikel ini menjelaskan gerakan buruh di Indonesia dengan menggunakan konsep dualitas. Menurut penulis, gerakan buruh di Indonesia paling tepat dipahami dengan konsep dualitas, bukan dengan konsep dualisme maupun dualistik. Dengan menggunakan metode analisis data sekunder, penelitian ini menyimpulkan bahwa tumbuh dan berkembangnya dualitas dalam gerakan buruh di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sejarah kelahiran gerakan buruh, relasi yang khas antara buruh dan negara, pluralitas masyarakat Indonesia, serta industrialisasi yang meluas dan kurang melakukan pendalaman. Menguatnya dualitas dalam gerakan buruh pasca pemerintahan Orde Baru juga disumbang oleh kegagalan pemerintah Soeharto dalam memaksakan gerakan ekonomi bagi para buruh. KATA KUNCI : Dualitas; Gerakan Buruh; Gerakan Politik; Gerakan Ekonomi; Industrialisasi. ABSTRACT : “ The Duality of Labor Movement in Indonesia ”. The study of the labor movement in Indonesia are dichotomous: on the one hand using a political point, both the labor movement as a political movement nor the relation of the labor movement with a political party. On the other hand, the labor movement is positioned as an economic movement. Lately, resurgent political perspective in understanding the labor movement. Such a perspective is influenced by the theories of the West and the Eastern Europe. Classical theory of the West did see the labor movement as an effort to maintain and improve the welfare of workers. Theory of the West, there is also stated that the labor movement is to achieve the dual purpose of optimizing wage and job protection. Conversely, theories that developed in Eastern Europe is heavily influenced by the view that the worker as a commodity; and employers who hire them have done in various forms of exploitation for profit doubled. There is also a view that the labor movement is as transformative power of socially and politically. This artic","PeriodicalId":31379,"journal":{"name":"Sosiohumanika","volume":"9 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-08-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"67979954","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2016-08-01DOI: 10.2121/SOSIOHUMANIKA.V9I1.665
M. Opoku, Eric Badu, B. A. Alupo
ABSTRACT : ICT ( Information and Communication Technology) has potential to make educational resources accessible entirely. Therefore, knowledge is not limited to a geographical area and instrumental in offering options for information sharing, archiving , and retrieving. Thus, governments have to prioritize ICT education by supporting schools with materials for teaching and learning. The study aimed to document resources and materials available for teaching and learning of ICT in Atwima Nwabiagya D istrict in Ghana . The study adopted case study design and a mixed method of data collection. In all, a total of 512 were recruited to be part of the study. The study found that the government of Ghana has failed to support schools with the needed resources for teaching and learning of ICT. Schools lack ICT labs, internet connection , and other resources needed to make teaching a success. The current resources available in schools will not make it possible for the country to achieve its objective with making ICT education possible for all children in basic schools in Ghana. Therefore, it is high time the government put in much resource in effort to make this policy a reality. KEY WORD: Information and Communication Technology ; E ducation ; S tudents and T eachers ; R esources S upport ; I mplementation of P olicy . RESUME : “Upaya Pengimplementasian Kebijakan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) di Sekolah-sekolah Dasar di Ghana: Sebuah Penilaian terhadap Ketersediaan Fasilitas dan Sumber Daya untuk Keberhasilan Pendidikan TIK di Kabupaten Atwima Nwabiagya di Daerah Ashanti”. TIK memiliki potensi untuk membuat sumber daya pendidikan dapat diakses sepenuhnya. Karena itu, pengetahuan tidak terbatas pada wilayah geografis dan secara instrumental menawarkan pilihan untuk berbagi, mengarsipkan, dan mengunduh informasi. Jadi, pemerintah harus memprioritaskan pendidikan TIK dengan mendukung sekolah menyediakan bahan-bahan untuk mengajar dan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan sumber daya dan bahan yang tersedia untuk mengajar dan belajar TIK di Kabupaten Atwima Nwabiagya di Ghana. Studi ini mengadopsi desain studi kasus dan metode campuran dalam pengumpulan data. Semuanya, sebanyak 512 orang direkrut untuk menjadi bagian dari penelitian ini. Studi menunjukan bahwa pemerintah Ghana gagal dalam mendukung sekolah dengan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengajar dan belajar TIK. Sekolah kekurangan laboratorium TIK, koneksi internet, dan sumber daya lainnya yang dibutuhkan untuk membuat pengajaran sukses. Ketersediaan sumber daya saat ini di sekolah tidak memungkinkan bagi negara mencapai tujuannya untuk menjadikan pendidikan TIK memungkinkan bagi semua anak di sekolah-sekolah dasar di Ghana. Karena itu, sudah saatnya pemerintah memasukan banyak sumber daya dalam upaya menjadikan kebijakan ini menjadi kenyataan. KATA KUNCI : Teknologi Informasi dan Komunikasi; Pendidikan; Murid dan Guru; Sumber Dukungan; Implementasi Kebijakan. About t
摘要:信息通信技术(ICT)具有使教育资源完全可及的潜力。因此,知识并不局限于一个地理区域,并且有助于提供信息共享、存档和检索的选项。因此,政府必须优先考虑ICT教育,为学校提供教学材料。该研究旨在记录加纳Atwima Nwabiagya D县ICT教学可用的资源和材料。本研究采用个案研究设计和混合数据收集方法。总共有512人被招募参与这项研究。该研究发现,加纳政府未能为学校提供信息通信技术教学所需的资源。学校缺乏信息通信技术实验室、互联网连接和其他成功教学所需的资源。学校现有的资源将使该国无法实现使加纳基础学校的所有儿童都能接受信通技术教育的目标。因此,现在是政府投入大量资源努力使这一政策成为现实的时候了。关键词:信息通信技术;电子教育;S名学生,T名老师;资源支持;I .贯彻P政策。简历:“Upaya Pengimplementasian Kebijakan TIK (technoknologi Informasi dan Komunikasi) di Sekolah-sekolah Dasar di Ghana: Sebuah Penilaian terhadap Ketersediaan Fasilitas dan Sumber Daya untuk Keberhasilan Pendidikan TIK di Kabupaten Atwima Nwabiagya di Daerah Ashanti”。记忆潜能是指个体数量的变化,是指个体数量的变化和个体数量的变化。Karena itu, pengetahuan tiak terbatas pada wilayah geogeois dan secara仪器menawarkan pilihan untuk berbagi, mengarsipkan, dan mengunduh informasi。贾迪,印度总理,印度总理,印度总理,印度总理,印度总理,印度总理,印度总理,印度总理。Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan sumber daya danbahan yang tersedia untuk mengajar danbelajar TIK di Kabupaten Atwima Nwabiagya di Ghana。研究是在孟山都的设计研究中进行的,研究方法是在孟山都的实验数据中进行的。塞班尼亚,塞班尼亚,塞班尼亚,512,橙,橙,橙,橙,橙,橙研究menunjukan bahwa permerintah加纳gagal dalam mendukung sekolah dengan suman daya yang dibutuhkan untuka danbelajar TIK。Sekolah kekurangan实验室TIK, koneksi internet, dan sumber daya lainnya yang dibutuhkan untuk成员pengajaran suks。Ketersediaan sumdya saat ini di sekolah tidak menungkinkan bagi negara menungkinkan pendidikan TIK menungkinkan bagi semua anak di sekolah dasar di Ghana。肯尼亚人,肯尼亚人,肯尼亚人,肯尼亚人,肯尼亚人。技术信息与Komunikasi;Pendidikan;穆里德·丹·古鲁;Sumber Dukungan;Implementasi Kebijakan。作者简介:Maxwell Peprah Opoku和Eric Badu是加纳库马西克梅·恩克鲁玛科技大学残疾康复研究中心的讲师。Beatrice tim Alupo,喀麦隆亚温得泛非大学治理、人文与社会科学研究所讲师。通讯作者:abizep4@yahoo.com本文如何引用?Opoku, Maxwell Peprah, Eric Badu和Beatrice tim Alupo。(2016)。“加纳基础学校实施信息通信技术政策的努力:对阿善提地区Atwima Nwabiagya地区成功信息通信技术教育的可用设施和资源的评估”,《社会科学》,第9卷第1期,5月,页183-194。印度尼西亚万隆:Minda Masagi出版社和UPI万隆,ISSN 1979-0112。文章纪事:录用(2015年12月1日);修订(2016年2月15日);出版(2016年5月20日)。
{"title":"Effort at Implementing ICT Policy in Basic Schools in Ghana: An Assessment of Available Facilities and Resources for Successful ICT Education within the Atwima Nwabiagya District in Ashanti Region","authors":"M. Opoku, Eric Badu, B. A. Alupo","doi":"10.2121/SOSIOHUMANIKA.V9I1.665","DOIUrl":"https://doi.org/10.2121/SOSIOHUMANIKA.V9I1.665","url":null,"abstract":"ABSTRACT : ICT ( Information and Communication Technology) has potential to make educational resources accessible entirely. Therefore, knowledge is not limited to a geographical area and instrumental in offering options for information sharing, archiving , and retrieving. Thus, governments have to prioritize ICT education by supporting schools with materials for teaching and learning. The study aimed to document resources and materials available for teaching and learning of ICT in Atwima Nwabiagya D istrict in Ghana . The study adopted case study design and a mixed method of data collection. In all, a total of 512 were recruited to be part of the study. The study found that the government of Ghana has failed to support schools with the needed resources for teaching and learning of ICT. Schools lack ICT labs, internet connection , and other resources needed to make teaching a success. The current resources available in schools will not make it possible for the country to achieve its objective with making ICT education possible for all children in basic schools in Ghana. Therefore, it is high time the government put in much resource in effort to make this policy a reality. KEY WORD: Information and Communication Technology ; E ducation ; S tudents and T eachers ; R esources S upport ; I mplementation of P olicy . RESUME : “Upaya Pengimplementasian Kebijakan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) di Sekolah-sekolah Dasar di Ghana: Sebuah Penilaian terhadap Ketersediaan Fasilitas dan Sumber Daya untuk Keberhasilan Pendidikan TIK di Kabupaten Atwima Nwabiagya di Daerah Ashanti”. TIK memiliki potensi untuk membuat sumber daya pendidikan dapat diakses sepenuhnya. Karena itu, pengetahuan tidak terbatas pada wilayah geografis dan secara instrumental menawarkan pilihan untuk berbagi, mengarsipkan, dan mengunduh informasi. Jadi, pemerintah harus memprioritaskan pendidikan TIK dengan mendukung sekolah menyediakan bahan-bahan untuk mengajar dan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan sumber daya dan bahan yang tersedia untuk mengajar dan belajar TIK di Kabupaten Atwima Nwabiagya di Ghana. Studi ini mengadopsi desain studi kasus dan metode campuran dalam pengumpulan data. Semuanya, sebanyak 512 orang direkrut untuk menjadi bagian dari penelitian ini. Studi menunjukan bahwa pemerintah Ghana gagal dalam mendukung sekolah dengan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengajar dan belajar TIK. Sekolah kekurangan laboratorium TIK, koneksi internet, dan sumber daya lainnya yang dibutuhkan untuk membuat pengajaran sukses. Ketersediaan sumber daya saat ini di sekolah tidak memungkinkan bagi negara mencapai tujuannya untuk menjadikan pendidikan TIK memungkinkan bagi semua anak di sekolah-sekolah dasar di Ghana. Karena itu, sudah saatnya pemerintah memasukan banyak sumber daya dalam upaya menjadikan kebijakan ini menjadi kenyataan. KATA KUNCI : Teknologi Informasi dan Komunikasi; Pendidikan; Murid dan Guru; Sumber Dukungan; Implementasi Kebijakan. About t","PeriodicalId":31379,"journal":{"name":"Sosiohumanika","volume":"9 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-08-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"67980089","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2016-08-01DOI: 10.2121/SOSIOHUMANIKA.V9I1.659
Y. Manipuspika, Emy Sudarwati
ABSTRACT: This paper analyzed the CRs (Compliment Responses ) performed by Indonesian lecturers of English at the English Department UNIBRAW (University of Brawijaya ) in Malang City, East Java, Indonesia, when interacting with their col l eagues in the workplace based on sex differences. This research use d qualitative approach to analyze the compliment responses performed by the lecturers. The compliment responses we re analyzed based on Robert K. Herbert ( 1986) ’s theory . It was shown that the responses given are various. The lecturers are most likely to accept compliments by appreciation token, both in verbal and non-verbal responses. Moreover, most of the responses are combination of two or more types of CRs . In relation to gender, male and female participants give similar responses , yet male tend to use question preceding or following the responses, while female tend to use comment avoidance. Regarding the L2 (Second Language) competence , this study found out that the lecturers still retain their L1 (First Language) culture in appreciating a compliment, regardless their competence in English, both linguistically and culturally. In conclusion , the variety of compliment responses given by lecturers of E nglish at the English Department UNIBRAW might be caused by their habit of expressing t h ems e lves freely without too stric t ly bound to the norm in which they a re related. C omplim e nting events for them can be used as media to create feeling of solidarity . KEY WORD: Compliment Responses; Indonesian Lecturers; English; Gender; Culture. RESUME : “ R espon P ujian yang D iberikan oleh D osen I ndonesia P engajar B ahasa I nggris ”. Studi ini menganalisis respon pujian yang dilakukan oleh dosen Indonesia pengajar Bahasa Inggris di Program Studi Sastra Inggris UNIBRAW ( Universitas Brawijaya) di Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia, saat berinteraksi dengan rekan-rekan mereka di tempat kerja. Pemilihan responden didasarkan atas perbedaan jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis tanggapan pujian yang diberikan oleh para dosen. Respon pujian dianalisis berdasarkan teori Robert K. Herbert (1986). Hasil penelitian menunjukan bahwa respon yang diberikan itu beragam. Para dosen cenderung menerima pujian dengan menggunakan tipe “ appreciation token ” (bentuk apresiasi) , baik dalam respon verbal maupun non-verbal. Selain itu, sebagian besar respon pujian merupakan kombinasi dari dua tipe respon pujian atau lebih. Berkaitan dengan jenis kelamin, responden laki-laki dan perempuan memberikan respon yang serupa, namun laki-laki cenderung menggunakan pertanyaan sebelum dan setelah respon pujian, sementara perempuan cenderung menggunakan “ comment avoidance ” (menghindari komentar). Dalam kaitannya dengan kompetensi L2 (Bahasa Kedua atau Bahasa Asing) , penelitian ini menemukan bahwa para dosen masih mempertahankan budaya L1 (Bahasa Pertama atau Bahasa Ibu) mereka dalam menghargai pujian, terlepas dari komp
摘要:本文分析了印尼东爪哇省玛琅市布拉马维亚大学英语系的印尼讲师在职场与同事互动时的恭维反应(CRs),并基于性别差异进行了分析。本研究采用定性方法分析讲师的恭维反应。我们根据Robert K. Herbert(1986)的理论对赞美反应进行了分析。结果表明,给出的回答是多种多样的。讲师最容易接受口头和非口头的赞赏。此外,大多数反应是两种或两种以上cr类型的组合。关于性别,男性和女性参与者给出了相似的回答,但男性倾向于在回答之前或之后使用问题,而女性倾向于使用评论回避。关于L2(第二语言)能力,本研究发现,讲师在欣赏赞美时仍然保留了他们的L1(第一语言)文化,无论他们在语言和文化上的英语能力如何。总之,UNIBRAW英语系英语讲师给出的各种各样的赞美反应可能是由于他们习惯自由地表达自己的生活,而不太严格地约束于他们所涉及的规范。对他们来说,抱怨可以作为一种媒体来创造团结的感觉。关键词:恭维反应;印尼讲师;英语;性别;文化。简历:“R espon P . ujian yang D . iberikan oleh D . sen I indonesia . pengajar B . ahasa I . inggris”。在印尼爪哇铁木尔的哥打玛琅市,印尼布拉萨大学(Universitas Inggris UNIBRAW)进行了一项研究,该研究是在印度尼西亚的印度尼西亚,在印度尼西亚的爪哇铁木尔的哥打玛琅进行的。Pemilihan回答了didasarkan、perbedaan和jenis kelamin的问题。Penelitian ini menggunakan pendekatan kalitituntuk menganalis tanggapan pujian yang diberikan oleh para。罗伯特·k·赫伯特(1986)。Hasil penelitian menunjukan bahwa回应yang diberikan是beragam。Para dododerung menerima蒲剑登干蒙古纳坎类型的“感谢令牌”(bentuk apresasi), baik dalam回应言语莫潘非言语。Selain itu, sebagian besar对pujian merupakan kombinasi的回应是:pujian atau lebih。Berkaitan dengan jenis kelamin, respondenki -laki dan perempuan成员responyyang serupa, namun laki-laki cenderung menggunakan pertanyaan sebelum dan setelah responsejian, sementara perempuan cenderung menggunakan“评论回避”(menghindari komentar)。国语国语第二语言(马来文)、国语国语第二语言(马来文)、国语国语第二语言(马来文)、国语国语(马来文)、国语国语(马来文)、国语国语(马来文)。中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:成员:普吉安·巴吉安·梅里卡·迪古纳卡·巴吉安·巴吉安·梅里安·巴吉安·梅里安·巴吉安·梅里安·梅里安。KATA KUNCI: R espon P ujian;德森印尼;马来文;Jenis Kelamin;Budaya。作者简介:Yana Shanti Manipuspika, m.a. ling。和艾米·苏达瓦蒂,m.d.。现为印尼东爪哇玛琅市65145,加兰老将,语言文学系FIB UNIBRAW(布拉维加亚大学人文学院)英语文学研究项目讲师。对于学术兴趣,可以通过电子邮件联系作者:yana.manipuspika@gmail.comManipuspika, Yana Shanti和amy Sudarwati。(2016)。“印尼英语讲师的恭维反应”,载于《社会与人文》,第9卷第1期,5月,页105-116。印度尼西亚万隆:Minda Masagi出版社和UPI万隆,ISSN 1979-0112。文章纪事:录用(2015年9月26日);修订(2016年3月2日);出版(2016年5月20日)。
{"title":"Compliment Responses by Indonesian Lecturers of English","authors":"Y. Manipuspika, Emy Sudarwati","doi":"10.2121/SOSIOHUMANIKA.V9I1.659","DOIUrl":"https://doi.org/10.2121/SOSIOHUMANIKA.V9I1.659","url":null,"abstract":"ABSTRACT: This paper analyzed the CRs (Compliment Responses ) performed by Indonesian lecturers of English at the English Department UNIBRAW (University of Brawijaya ) in Malang City, East Java, Indonesia, when interacting with their col l eagues in the workplace based on sex differences. This research use d qualitative approach to analyze the compliment responses performed by the lecturers. The compliment responses we re analyzed based on Robert K. Herbert ( 1986) ’s theory . It was shown that the responses given are various. The lecturers are most likely to accept compliments by appreciation token, both in verbal and non-verbal responses. Moreover, most of the responses are combination of two or more types of CRs . In relation to gender, male and female participants give similar responses , yet male tend to use question preceding or following the responses, while female tend to use comment avoidance. Regarding the L2 (Second Language) competence , this study found out that the lecturers still retain their L1 (First Language) culture in appreciating a compliment, regardless their competence in English, both linguistically and culturally. In conclusion , the variety of compliment responses given by lecturers of E nglish at the English Department UNIBRAW might be caused by their habit of expressing t h ems e lves freely without too stric t ly bound to the norm in which they a re related. C omplim e nting events for them can be used as media to create feeling of solidarity . KEY WORD: Compliment Responses; Indonesian Lecturers; English; Gender; Culture. RESUME : “ R espon P ujian yang D iberikan oleh D osen I ndonesia P engajar B ahasa I nggris ”. Studi ini menganalisis respon pujian yang dilakukan oleh dosen Indonesia pengajar Bahasa Inggris di Program Studi Sastra Inggris UNIBRAW ( Universitas Brawijaya) di Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia, saat berinteraksi dengan rekan-rekan mereka di tempat kerja. Pemilihan responden didasarkan atas perbedaan jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis tanggapan pujian yang diberikan oleh para dosen. Respon pujian dianalisis berdasarkan teori Robert K. Herbert (1986). Hasil penelitian menunjukan bahwa respon yang diberikan itu beragam. Para dosen cenderung menerima pujian dengan menggunakan tipe “ appreciation token ” (bentuk apresiasi) , baik dalam respon verbal maupun non-verbal. Selain itu, sebagian besar respon pujian merupakan kombinasi dari dua tipe respon pujian atau lebih. Berkaitan dengan jenis kelamin, responden laki-laki dan perempuan memberikan respon yang serupa, namun laki-laki cenderung menggunakan pertanyaan sebelum dan setelah respon pujian, sementara perempuan cenderung menggunakan “ comment avoidance ” (menghindari komentar). Dalam kaitannya dengan kompetensi L2 (Bahasa Kedua atau Bahasa Asing) , penelitian ini menemukan bahwa para dosen masih mempertahankan budaya L1 (Bahasa Pertama atau Bahasa Ibu) mereka dalam menghargai pujian, terlepas dari komp","PeriodicalId":31379,"journal":{"name":"Sosiohumanika","volume":"9 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-08-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"67979967","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2016-08-01DOI: 10.2121/SOSIOHUMANIKA.V9I1.661
H. Dahlan
RESUME : Tulisan ini bertujuan untuk m engemukakan persepsi masyarakat Kabupaten Sinjai di Sulawesi Selatan tentang perjodohan menurut perspektif ajaran Islam dan budaya lokal , menemukan konsep aturan dan syarat penentuan jodoh , serta mendeskripsikan bentuk asimilasi antara ajaran Islam dan budaya lokal tentang perjodohan dalam perkawinan . Penelitian ini melibatkan pemangku adat di Kabupaten Sinjai sebanyak 10 orang, tokoh agama sebanyak 5 orang, dan pemerintah setempat sebanyak 3 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara , dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi masyarakat tentang perjodohan menurut perspektif ajaran Islam dan budaya lokal di Kabupaten Sinjai didasari oleh budaya kekerabatan, yakni “ asseajingeng ” . Dalam perjodohan “ asseajingeng ” pada masyarakat Sinjai tersebut masih dapat dibedakan dalam beberapa istilah , antara lain “ rappe ” dan “ siteppang ” atau “ sompung-lolo ” . Aturan dan syarat penentuan jodoh di kalangan masyarakat Kabupaten Sinjai tidaklah mudah , karena dilakukan atas dasar adat - istiadat, terutama di kalangan bangsawan. Bentuk asimilasi antara ajaran Islam dan budaya lokal tentang perjodohan dalam perkawinan di Kabupaten Sinjai adalah sebagai asimilasi kultural dan spiritual , karena ditemukannya perpaduan antara budaya lokal dengan budaya yang berkembang sekarang, yang di dalamnya mengandung nilai-nilai ajaran agama Islam yang sakral. KATA KUNCI : Perjodohan ; Ajaran Islam ; Budaya Lokal ; Adat-Istiadat; Asimilasi; Masyarakat Sinjai. ABSTRACT : “Matchmaking Procession of a Marriage : Perspective s of Islamic Teachings and Local Culture in District of Sinjai”. This paper aims to put forward the public perception about matchmaking based on the perspective s of Islamic teachings and local culture, find the rules and requirements to determine a right spouse, and describe the assimilation form between Islam and local culture of matchmaking in marriage process in District of Sinjai , South Sulawesi . This research involved ten traditional stakeholders in Sinjai, five religious figures, and three local authorities. Observation, interviews , and documentation were used to gather data. The results showed that the public perception of matchmaking in Sinjai is based on cultural kinship, namely “ asseajingeng ” . Several different terms were found to describe matchmaking “ asseajingeng ” in Sinjai society , such as “r appe ” and “ siteppang ” or “ sompung-lolo ” . Rules and requirements to determine a right spouse among people Sinjai is not easy , because it is done on the basis of customs, especially among the noble family. Form of assimilation between Islam and local culture of matchmaking marriage in District of Sinjai is a spiritual and cultural assimilation since the discovery of a blend of local culture with a culture that is now developing, in which it contains the sacred Islamic religious values. KEY WORD : Matchmaking ; Islamic T eaching ; L ocal C ulture ;
履历:这篇文章旨在激发南苏拉威西省西贾伊区人民对伊斯兰教教义与当地文化的配对观点的看法,找到规则和约会条件的概念,并描述伊斯兰教教义与当地文化中婚姻婚姻的同化形式。这项研究涉及10人、5人的宗教领袖和3人的地方政府。所使用的数据收集技术包括观察、采访和记录。研究表明,人们对婚介的看法,从伊斯兰教义和当地文化的角度来看,是由“asseajingeng”这个亲属文化形成的。在对Sinjai社会的“asseajingeng”配对中,可以用几个术语来区分,比如“rappe”和“siteppang”或“sompung-lolo”。新疆地区的婚姻法和条件并不容易,因为这是通过习俗,尤其是在贵族中实现的。在新疆地区,伊斯兰教义和当地文化之间的婚姻法的一种同化形式是一种文化和精神上的同化,因为当地文化和今天蓬勃发展的文化之间的融合,其中包含伊斯兰教神圣的教义价值。关键词:配对;伊斯兰教义;当地文化;习俗;同化;Sinjai社会。抽象:“婚礼的配饰:对Sinjai地区的伊斯兰教和地方文化的思考。”这篇文章向前aims to put the public知觉关于matchmaking视角s》改编自伊斯兰teachings本地文化,找到的规则和requirements个重大百万coming right spouse,和描述《matchmaking assimilation form当地伊斯兰教和文化之间在婚姻的过程里Sinjai特区,南苏拉威西。这一研究包括十个传统的利益集团,五个宗教形象,和三个地方当局。观察、审查和文件被用来收集数据。推介人士指出,在这里进行对联的公共感知是基于文化关系,namely“asseajingeng”。不同的术语发现在Sinjai社会中描述对联“asseajingeng”,such as“r appe”和“siteppe”或“sompung-lolo”。确保正确的规则和条件是不容易的,因为它是建立在海关基础上的,尤其是在尊贵的家庭中。自从发现一种当地文化与现代伊斯兰宗教价值观的混合文化以来,伊斯兰和地方婚姻文化的融合是一种精神和文化关系。对角线:伊斯兰会议;降低输出;过渡性;Sinjai社区。关于Author: darlan博士是印度尼西亚苏拉威西南部苏拉威西苏尔坦·Alauddin Makassar学院的讲师。电话:+62411 841879。电子邮件:dahlan.uinalauddin@gmail.com如何引用这篇文章?达兰,h.m.(2016)。反人道主义中“婚姻伴侣选择:伊斯兰教义和当地文化观点”:社会科学与人文教育杂志,第9卷(1)5月,第131-142页。印度尼西亚万隆:Minda Masagi Press和UPI万隆,ISSN 1979-0112。《文章纪事报》(2015年12月1日);修订(2016年2月15日);出版(2016年5月20日)。
{"title":"Prosesi Pemilihan Jodoh dalam Perkawinan: Perspektif Ajaran Islam dan Budaya Lokal di Kabupaten Sinjai","authors":"H. Dahlan","doi":"10.2121/SOSIOHUMANIKA.V9I1.661","DOIUrl":"https://doi.org/10.2121/SOSIOHUMANIKA.V9I1.661","url":null,"abstract":"RESUME : Tulisan ini bertujuan untuk m engemukakan persepsi masyarakat Kabupaten Sinjai di Sulawesi Selatan tentang perjodohan menurut perspektif ajaran Islam dan budaya lokal , menemukan konsep aturan dan syarat penentuan jodoh , serta mendeskripsikan bentuk asimilasi antara ajaran Islam dan budaya lokal tentang perjodohan dalam perkawinan . Penelitian ini melibatkan pemangku adat di Kabupaten Sinjai sebanyak 10 orang, tokoh agama sebanyak 5 orang, dan pemerintah setempat sebanyak 3 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara , dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi masyarakat tentang perjodohan menurut perspektif ajaran Islam dan budaya lokal di Kabupaten Sinjai didasari oleh budaya kekerabatan, yakni “ asseajingeng ” . Dalam perjodohan “ asseajingeng ” pada masyarakat Sinjai tersebut masih dapat dibedakan dalam beberapa istilah , antara lain “ rappe ” dan “ siteppang ” atau “ sompung-lolo ” . Aturan dan syarat penentuan jodoh di kalangan masyarakat Kabupaten Sinjai tidaklah mudah , karena dilakukan atas dasar adat - istiadat, terutama di kalangan bangsawan. Bentuk asimilasi antara ajaran Islam dan budaya lokal tentang perjodohan dalam perkawinan di Kabupaten Sinjai adalah sebagai asimilasi kultural dan spiritual , karena ditemukannya perpaduan antara budaya lokal dengan budaya yang berkembang sekarang, yang di dalamnya mengandung nilai-nilai ajaran agama Islam yang sakral. KATA KUNCI : Perjodohan ; Ajaran Islam ; Budaya Lokal ; Adat-Istiadat; Asimilasi; Masyarakat Sinjai. ABSTRACT : “Matchmaking Procession of a Marriage : Perspective s of Islamic Teachings and Local Culture in District of Sinjai”. This paper aims to put forward the public perception about matchmaking based on the perspective s of Islamic teachings and local culture, find the rules and requirements to determine a right spouse, and describe the assimilation form between Islam and local culture of matchmaking in marriage process in District of Sinjai , South Sulawesi . This research involved ten traditional stakeholders in Sinjai, five religious figures, and three local authorities. Observation, interviews , and documentation were used to gather data. The results showed that the public perception of matchmaking in Sinjai is based on cultural kinship, namely “ asseajingeng ” . Several different terms were found to describe matchmaking “ asseajingeng ” in Sinjai society , such as “r appe ” and “ siteppang ” or “ sompung-lolo ” . Rules and requirements to determine a right spouse among people Sinjai is not easy , because it is done on the basis of customs, especially among the noble family. Form of assimilation between Islam and local culture of matchmaking marriage in District of Sinjai is a spiritual and cultural assimilation since the discovery of a blend of local culture with a culture that is now developing, in which it contains the sacred Islamic religious values. KEY WORD : Matchmaking ; Islamic T eaching ; L ocal C ulture ; ","PeriodicalId":31379,"journal":{"name":"Sosiohumanika","volume":"9 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-08-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"67980033","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2016-08-01DOI: 10.2121/SOSIOHUMANIKA.V9I1.664
Tatat Hartati
RESUME: P enelitian ini meng embangkan model pembelajaran PCK (P edagogical C ontent K nowledge) berdasarkan Kurikulum 2013 , dengan menggunakan pendekatan pembelajaran tematik-integratif, sainstifik , dan PBL (Problem Based Learning). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan sub j ek penelitian mahasiswa Pro gram Studi Pendidikan Dasar Semester III yang telah memperoleh mata kuliah Pedagogi Pendidikan Dasar pada Semester I di Program Studi Pendidikan Dasar, Sekolah Pascasarjana UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) di Bandung . Hasil penelitian berupa p rogram PCK untuk perkuliahan Pedagogi dan mata kuliah Konsentrasi Bahasa, perangkat pembelajaran berdasarkan PCK dan Kurikulum 2013 di S ekolah D asar . Kesulitan yang dialami guru ketika implementasi PCK dan Kurikulum 2013, antara lain: sulit memadukan KD (Kompetensi Dasar), serta materi ajar sulit dirinci karena KD terlalu luas dan bias. Para guru memerlukan panduan silabus dan RPP ( Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ) yang standar dan panduan pelaksanaan peer - teaching. Di samping itu , guru belum dapat melaksanakan PBL, pendekatan sainstifik, dan PAKEM (Pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) secara baik , karena pemahaman pendekatan mengajar masih terbatas. Karena itu, perlu sosialisasi, pelatihan, pendampingan , serta mon itoring dan ev aluasi Kurikulum 2013 berikut perangkatnya , seperti Buku Guru dan Buku Siswa secara menyeluruh bagi S ekolah D asar . KATA KUNCI: Pedagogical Content Knowledge ; Pendidikan Dasar ; Kurikulum 2013 ; Guru Sekolah Dasar; Implementasi Kurikulum . ABSTRACT : “PCK (P edagogical C ontent K nowledge) for Graduate Master Students of Elementary Education in the Context of 2013 Curriculum Implementation”. This research develop s a model of PCK l earning based on 2013 Curriculum by applying thematic-integrative, scientific , an d PBL ( Problem Based Learning ) . The method of the research is Research and Development m ethod, with the third semester magister students of Basic Education Program who has complete Basic Pedagogy course at the first semester as the subject of the research at the Post Graduate School , Magister of Basic Education Program UPI (Indonesia University of Education) in Bandung . The result of the study is a PCK l earning p rogram of Pedagogy and Language concentration courses, l earning instruments based on PCK , and 2013 Curriculum. The obstacles in implementing PCK and 2013 C urriculum are difficulties in combining Basic Competencies, and specified learning materials as the Basic Competencies were too broad and bias. Teachers need a standard s ylabus, l earning p reparation, and peer - teaching guide book s . Teachers also still unable to apply Problem Based Learning, Scientific approach, and PAKEM (Learning by Active, Creative, Effective, and Enjoyable) effectively as the lack of teaching approach comprehension. Therefore, information, workshop, mentoring , and mon itoring and evaluation of 20
简历:根据2013年课程,P enelitian学习模式通过采用综合学习方法、科学和PBL(基于学习的问题)来平衡PCK学习模式。使用的研究方法是开发研究,由III学期基础教育研究专业克学生研究中心负责获得万隆UPI教育研究项目I学期的基础教育教育学硕士学位。根据PCK教学和语言集中学科p rogram的研究结果,这是一种基于PCK和2013年S ekolah D asar的学习工具。教师在实现PCK和2013年课程时所经历的困难包括:很难整合KD(基本能力),以及由于KD的广度和偏见而无法详细说明教学材料。教师需要标准的教学计划和辅导指南。此外,教师还不能很好地执行PBL、科学方法和PAKEM(积极、创造性、有效和愉快的学习),因为教学方法的理解仍然有限。因此,我们需要组织、培训、裁员、2013年课程的mon itoring和ev aluasi,以及《S ekolah D asar》的全部《教师手册》和《学生手册》。关键词:深刻了解;基础教育;2013年课程;小学教师;课程实施。摘要:“2013届毕业证书硕士学位学生。”这项研究的发展是一种PCK的模型,其基础是2013年应用集成主题、科学和d PBL(基于基础学习的问题)。研究方法》是公元research and Development ethod第三学期硕士学生》里,用Basic Education世卫组织项目已完成基本Pedagogy科目》美国第一学期课程at The research at The Post Graduate School,总督的Basic Education UPI (University of Education)在印尼万隆项目。研究结果是一种PCK,记录教学和语言协调课程,根据PCK和2013 Curriculum获得工具。在实现PCK和2013年的“urriculum”是困难的,因为基本材料被高估和偏见。教师需要一个标准的ylabus,我需要更新和peer - teaching guide s。教师仍然无法应用基于学习、科学认可和文化的问题。2013年的《欢乐与工具》和《欢乐与品德》关键字:深刻的知识;B asic E ducation;2013年小学教师;简历Implementation。关于Author: Tatat Hartati,博士是印度尼西亚西爪哇岛SPs UPI小学教育研究项目的高级讲师。电子邮件地址:tatat@upi.edu如何引用这篇文章?Hartati, Tatat。(2016年)。社会人文科学教育杂志《5月9日》第1卷第173-182页。印度尼西亚万隆:Minda Masagi Press和UPI万隆,ISSN 1979-0112。《文章纪事报》(2016年2月10日);修订(2016年4月20日);出版(2016年5月20日)。
{"title":"PCK (Pedagogical Content Knowledge) bagi Mahasiswa S-2 Pendidikan Dasar dalam Rangka Implementasi Kurikulum 2013","authors":"Tatat Hartati","doi":"10.2121/SOSIOHUMANIKA.V9I1.664","DOIUrl":"https://doi.org/10.2121/SOSIOHUMANIKA.V9I1.664","url":null,"abstract":"RESUME: P enelitian ini meng embangkan model pembelajaran PCK (P edagogical C ontent K nowledge) berdasarkan Kurikulum 2013 , dengan menggunakan pendekatan pembelajaran tematik-integratif, sainstifik , dan PBL (Problem Based Learning). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan sub j ek penelitian mahasiswa Pro gram Studi Pendidikan Dasar Semester III yang telah memperoleh mata kuliah Pedagogi Pendidikan Dasar pada Semester I di Program Studi Pendidikan Dasar, Sekolah Pascasarjana UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) di Bandung . Hasil penelitian berupa p rogram PCK untuk perkuliahan Pedagogi dan mata kuliah Konsentrasi Bahasa, perangkat pembelajaran berdasarkan PCK dan Kurikulum 2013 di S ekolah D asar . Kesulitan yang dialami guru ketika implementasi PCK dan Kurikulum 2013, antara lain: sulit memadukan KD (Kompetensi Dasar), serta materi ajar sulit dirinci karena KD terlalu luas dan bias. Para guru memerlukan panduan silabus dan RPP ( Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ) yang standar dan panduan pelaksanaan peer - teaching. Di samping itu , guru belum dapat melaksanakan PBL, pendekatan sainstifik, dan PAKEM (Pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) secara baik , karena pemahaman pendekatan mengajar masih terbatas. Karena itu, perlu sosialisasi, pelatihan, pendampingan , serta mon itoring dan ev aluasi Kurikulum 2013 berikut perangkatnya , seperti Buku Guru dan Buku Siswa secara menyeluruh bagi S ekolah D asar . KATA KUNCI: Pedagogical Content Knowledge ; Pendidikan Dasar ; Kurikulum 2013 ; Guru Sekolah Dasar; Implementasi Kurikulum . ABSTRACT : “PCK (P edagogical C ontent K nowledge) for Graduate Master Students of Elementary Education in the Context of 2013 Curriculum Implementation”. This research develop s a model of PCK l earning based on 2013 Curriculum by applying thematic-integrative, scientific , an d PBL ( Problem Based Learning ) . The method of the research is Research and Development m ethod, with the third semester magister students of Basic Education Program who has complete Basic Pedagogy course at the first semester as the subject of the research at the Post Graduate School , Magister of Basic Education Program UPI (Indonesia University of Education) in Bandung . The result of the study is a PCK l earning p rogram of Pedagogy and Language concentration courses, l earning instruments based on PCK , and 2013 Curriculum. The obstacles in implementing PCK and 2013 C urriculum are difficulties in combining Basic Competencies, and specified learning materials as the Basic Competencies were too broad and bias. Teachers need a standard s ylabus, l earning p reparation, and peer - teaching guide book s . Teachers also still unable to apply Problem Based Learning, Scientific approach, and PAKEM (Learning by Active, Creative, Effective, and Enjoyable) effectively as the lack of teaching approach comprehension. Therefore, information, workshop, mentoring , and mon itoring and evaluation of 20","PeriodicalId":31379,"journal":{"name":"Sosiohumanika","volume":"9 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-08-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"67980073","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2016-08-01DOI: 10.2121/SOSIOHUMANIKA.V9I1.660
Herman Subarjah
RESUME: Tujuan dalam penelitian ini difokuskan untuk mengkaji mengenai hubungan yang erat antara kebugaran dan motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa dalam mata kuliah Bulutangkis pada mahasiswa PGSD Penjas UPI (Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Jasmani, Universitas Pendidikan Indonesia) Kampus Sumedang di Jawa Barat. Penelitian menggunakan metode yang cukup populer, yaitu dengan metode “ex post facto”. Dengan menggunakan teknik korelasional diperoleh temuan, sebagai berikut: (1) terdapat hubungan yang positif antara kebugaran jasmani dengan prestasi belajar mata kuliah Bulutangkis pada mahasiswa PGSD Penjas UPI Kampus Sumedang; (2) terdapat hubungan yang positif antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mata kuliah Bulutangkis pada m ahasiswa PGSD Penjas UPI K ampus Sumedang ; serta (3) terdapat pula hubungan yang positif antara kebugaran jasmani dan motivasi belajar secara bersama-sama dengan prestasi belajar mata kuliah Bulutangkis pada m ahasiswa PGSD Penjas UPI K ampus Sumedang . Selanjutnya, kebugaran jasmani dan motivasi belajar dapat memberikan kontribusi secara bersama-sama sebesar 28.09% terhadap peningkatan prestasi belajar mata kuliah Bulutangkis pada mahasiswa PGSD Penjas UPI Kampus Sumedang. Sehubungan dengan hal tersebut, untuk meningkatkan prestasi belajar mahasiswa perlu adanya pembinaan kondisi fisik yang terencana dan teratur untuk membangun kebugaran dan meningkatkan motivasi belajar, sehingga pada akhirnya akan mendukung pada pencapaian prestasi belajar mahasiswa. KATA KUNCI : Prestasi Belajar; Kebugaran Jasmani; Motivasi Belajar; Pendidikan Jasmani; Hubungan Positif. ABSTRACT : “The R elationship between P hysical F itness and L earning M otivation towards L earning A chievement of Students”. The purpose of this research is focused on assessing the closeness of the relationship between physical fitness and learning motivation with learning achievement of the students on subject Badminton of Student s “ PGSD Penjas ” (Elementary School Teacher Education, Physical Education) C ampus UPI (Indonesia University of Education) Sumedang in West Java, Indonesia. The research uses a method that is quite popular namely “ ex post facto ” . By using correlation techniques, obtained the following findings : (1) t here is a positive relationship between physical fitness and academic achievement on subject Badminton of s tudent s “ PGSD Penjas ” C ampus UPI Sumedang ; (2) t here is a positive relationship between learning motivation and learning achievement on subject Badminton of s tudent s “ PGSD Penjas ” C ampus UPI Sumedang ; and (3) there is also a positive relationship between physical fitness and learn ing motivation together with learn ing achievement on subject Badminton of s tudent s “ PGSD Penjas ” C ampus UPI Sumedang. Furthermore, physical fitness and learning motivation have c ontribute d jointly by 28.09% towards an increase of learning achievement on subject Badminton of s tudent s “ PGSD Penjas ”
简历:这项研究的目的是研究印尼西爪哇省(小学教师教育、体育教育大学)学生羽毛球专业与学生学习动机之间的密切关系。研究采用了一种非常受欢迎的方法,即“事后诸事”方法。使用相关技术取得的结果如下:(1)体育健身与苏孟堂大学学生PGSD彭斯羽毛球专业的学习成绩之间存在积极的联系;(2)学羽毛球的动力与学羽毛球的成绩之间有积极的联系;以及(3)身体健康与共同学习动机与羽毛球专业的成绩之间存在着积极的联系。此外,身体健康和学习动机可以共同贡献28.09%的人,为苏孟堂大学PGSD pers学生羽毛球成绩的提高做出贡献。在这方面,为了提高学生的学习成绩,需要计划和有组织的身体条件来建立健身和提高学习动力,从而最终支持学生的学习成就。关键词:学习成就;身体健康;学习动机;体育教育;积极的关系。不存在:“P催眠和我听到的声音之间的紧张关系,我听到的是僵化的声音,我听到的是一种孩子气。”这个研究是除了制造之目的在罚款closeness》之间关系的体格健身和学习成就奖》的学生在一起学习motivation羽毛球的科目学生s PGSD体育”(小学教育学校老师教育,体格)C ampus UPI (Java印度尼西亚大学(University of Education) Sumedang in West,印度尼西亚。研究uses是一种非常受欢迎的方法,即“前窗”。通过使用correlation techniques,了解后面的内容:(1)这里是学生修读科目的积极关系(2)这里有一种积极的关系,那就是学习激励和学习成就之间的关系。(3)物理健身和学习激励之间还有一种积极的关系,通过学习学生教学主题上的“PGSD彭斯”C ampus UPI Sumedang。更深入的物理健身和学习动力由22.09%的人共同提出,在其教学科目上的“PGSD近年”学习成绩增加。与此相关联的是,为了培养学生成就需要积极的环境,为了建立健身和增加学习的动力,这反过来又会支持学生的学习成就。关键字:学习孩子;[咒语]我听得很清楚;教育的体格;敏感是一种感觉。关于Author: Dr. Herman Subarjah是FPOK UPI(印尼教育学院,印度尼西亚教育学院)的高级讲师。emel地址:hermansubarjah@upi.edu如何引用这篇文章?Subarjah,赫尔曼。(2016年)。反社会人文学科的“身体健康与学习动机与学生成绩之间的关系”:社会和人类科学教育杂志,第9卷(1)5月,第117-130页。印度尼西亚万隆:Minda Masagi Press和UPI万隆,ISSN 1979-0112。文章纪事:被接受(2016年3月2日);修订(2016年4月15日);出版(2016年5月20日)。
{"title":"Hubungan antara Kebugaran Jasmani dan Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa","authors":"Herman Subarjah","doi":"10.2121/SOSIOHUMANIKA.V9I1.660","DOIUrl":"https://doi.org/10.2121/SOSIOHUMANIKA.V9I1.660","url":null,"abstract":"RESUME: Tujuan dalam penelitian ini difokuskan untuk mengkaji mengenai hubungan yang erat antara kebugaran dan motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa dalam mata kuliah Bulutangkis pada mahasiswa PGSD Penjas UPI (Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Jasmani, Universitas Pendidikan Indonesia) Kampus Sumedang di Jawa Barat. Penelitian menggunakan metode yang cukup populer, yaitu dengan metode “ex post facto”. Dengan menggunakan teknik korelasional diperoleh temuan, sebagai berikut: (1) terdapat hubungan yang positif antara kebugaran jasmani dengan prestasi belajar mata kuliah Bulutangkis pada mahasiswa PGSD Penjas UPI Kampus Sumedang; (2) terdapat hubungan yang positif antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mata kuliah Bulutangkis pada m ahasiswa PGSD Penjas UPI K ampus Sumedang ; serta (3) terdapat pula hubungan yang positif antara kebugaran jasmani dan motivasi belajar secara bersama-sama dengan prestasi belajar mata kuliah Bulutangkis pada m ahasiswa PGSD Penjas UPI K ampus Sumedang . Selanjutnya, kebugaran jasmani dan motivasi belajar dapat memberikan kontribusi secara bersama-sama sebesar 28.09% terhadap peningkatan prestasi belajar mata kuliah Bulutangkis pada mahasiswa PGSD Penjas UPI Kampus Sumedang. Sehubungan dengan hal tersebut, untuk meningkatkan prestasi belajar mahasiswa perlu adanya pembinaan kondisi fisik yang terencana dan teratur untuk membangun kebugaran dan meningkatkan motivasi belajar, sehingga pada akhirnya akan mendukung pada pencapaian prestasi belajar mahasiswa. KATA KUNCI : Prestasi Belajar; Kebugaran Jasmani; Motivasi Belajar; Pendidikan Jasmani; Hubungan Positif. ABSTRACT : “The R elationship between P hysical F itness and L earning M otivation towards L earning A chievement of Students”. The purpose of this research is focused on assessing the closeness of the relationship between physical fitness and learning motivation with learning achievement of the students on subject Badminton of Student s “ PGSD Penjas ” (Elementary School Teacher Education, Physical Education) C ampus UPI (Indonesia University of Education) Sumedang in West Java, Indonesia. The research uses a method that is quite popular namely “ ex post facto ” . By using correlation techniques, obtained the following findings : (1) t here is a positive relationship between physical fitness and academic achievement on subject Badminton of s tudent s “ PGSD Penjas ” C ampus UPI Sumedang ; (2) t here is a positive relationship between learning motivation and learning achievement on subject Badminton of s tudent s “ PGSD Penjas ” C ampus UPI Sumedang ; and (3) there is also a positive relationship between physical fitness and learn ing motivation together with learn ing achievement on subject Badminton of s tudent s “ PGSD Penjas ” C ampus UPI Sumedang. Furthermore, physical fitness and learning motivation have c ontribute d jointly by 28.09% towards an increase of learning achievement on subject Badminton of s tudent s “ PGSD Penjas ” ","PeriodicalId":31379,"journal":{"name":"Sosiohumanika","volume":"9 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-08-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"67980026","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2016-05-02DOI: 10.2121/SOSIOHUMANIKA.V8I2.605
U. Iqbal
RESUME : Kajian ini menganalisis sejarah pemikiran “Pandang ke Timur” di Malaysia antara tahun 1970 hingga 1976. Ia merupakan tempoh pentadbiran Tun Abdul Razak. Kaedah kajian yang digunakan adalah berdasarkan penelitian terhadap sumber-sumber yang diperolehi di Perpustakaan dan Arkib Negara Malaysia. Dalam tempoh lebih satu dekad selepas tahun 1945, tidak terdapat hubungan bilateral secara rasmi antara Jepun dan Persekutuan Tanah Melayu , kerana Tanah Melayu di bawah pendudukan British semula. Hubungan bilateral secara rasmi antara Persekutuan Tanah Melayu d eng an Jepun hanya bermula apabila Kishi Nobosuke melawat Persekutuan Tanah Melayu pada tarikh 24 dan 25 November 1957. Hubungan ekonomi Malaysia dan Jepun diteruskan semasa zaman pentadbiran Tun Abdul Razak, apabila Bantuan Pembangunan Rasmi atau ODA ( Official Development Assistance ) Jepun disalurkan ke Malaysia bagi membiayai sebahagian besar projek pembangunan negara. Pemikiran “ Pandang k e Timur ” dilihat tidak mungkin lenyap selepas Perang Dunia II (1939-1945) sehingga tempoh pentadbiran Tun Hussein Onn, suatu jarak masa panjang selama 34 tahun. Semasa Tun Dr. Mahathir Mohamad meneruskan kesinambungan pemikiran “ Pandang k e Timur ”, yang membawa kepada pembentukan “ Dasar Pandang k e Timur ” , pelaburan Jepun di negara ini telahpun berkembang pesat dengan Jepun muncul sebagai rakan dagang utama Malaysia. Ini membawa kepada kepentingan kajian berkenaan dilakukan , kerana tiada kajian sebelumnya yang pernah merungkai sejarah pemikiran “Pandang ke Timur” semasa zaman pentadbiran Tun Abdul Razak. KATA KUNCI : Ekonomi, Jepun, pemikiran “Pandang ke Timur”, Malaysia, h ubungan bilateral , pentadbiran Tun Abdul Razak, dan rakan dagang utama . ABSTRACT: “ The History of the Look to the East’s Idea during the Era of Tun Abdul Razak ”. This study analyzes the history of the “ Look t o t he East ” idea in Malaysia between 1970 to 1976. It is the period of Tun Abdul Razak administration. The method used in this study is based on the method of observation of the resources available at the L ibrary and the National Archives of Malaysia. Over a decade after 1945, there were no official bilateral relations between Japan and the Federation of Malaya , due to Malaya under British occupation again. Official bilateral relation between the Federation of Malaya and Japan only starts when Kishi Nobosuke visit the Federation of Malaya on 24 and 25 November 1957. Malaysia and Japan economic relations continued during the administration of Tun Abdul Razak , when Japan’s Official Development Assistance (ODA) channeled to Malaysia to finance the bulk of the country's development projects. The “ Look t o t he East ” idea seen unlikely to fade after the Second World War (1939-1945) until the period of Tun Hussein Onn administration, a long time period for 34 years. When Tun Dr. Mahathir Mohamad continued the “ Look t o t he East ” idea , that led to the formation of the “ Look t o t he East P olicy ” , Japanese i
摘要:本研究分析了1970年至1976年间马来西亚“向东看”思想的历史。这是通·阿卜杜勒·拉扎克的政府。所使用的研究方法是基于对马来西亚图书馆和档案馆获得的资源的研究。1945年后的十多年里,日本和美拉屿土地联合会之间没有正式的双边关系,因为美拉屿正处于英国的改造之下。1957年11月24日和25日,岸信介访问了土地联合会,土地联合会和日本之间的双边关系才正式开始。在Tun Abdul Razak执政期间,马来西亚和日本的经济关系仍在继续,当时向马来西亚提供了官方发展援助或ODA(官方发展援助),为该国的大部分发展项目提供资金。第二次世界大战后(1939-1945),直到翁执政34年,“东方观”的思想才可能消失。由于敦博士马哈蒂尔·穆罕默德延续了“向东看”思想的协同作用,并创立了“向东看”,日本在该国的投资已经迅速发展,日本成为马来西亚的主要贸易伙伴。这引起了人们对所进行研究的兴趣,因为以前的研究从未考虑过通·阿卜杜勒·拉扎克执政期间“向东看”思想的历史。KATA KUNCI:经济,日本,思想“向东方看”,马来西亚,h双边关系,行政Tun Abdul Razak,和主要贸易伙伴。摘要:《通·阿卜杜勒·拉扎克时代东方观史》。本研究分析了1970年至1976年间马来西亚“向东方看”思想的历史。这是通·阿卜杜勒·拉扎克执政时期。本研究中使用的方法是基于对马来西亚图书馆和国家档案馆现有资源的观察方法。1945年后的十多年里,由于马来亚再次被英国占领,日本和马来亚联邦之间没有正式的双边关系。1957年11月24日和25日,当岸信介访问马来亚联邦时,马来亚联邦和日本之间的官方双边关系才开始。马来西亚和日本的经济关系在通·阿卜杜勒·拉扎克执政期间继续,当时日本的官方发展援助(ODA)向马来西亚提供资金,为该国的大部分发展项目提供资金。在第二次世界大战(1939-1945)之后,直到通侯赛因·奥恩(Tun Hussein Onn)执政时期,长达34年的漫长时期,人们认为“向东方看”的想法不太可能消退。当敦博士马哈蒂尔·穆罕默德继续他的“向东方看”的想法,导致了“向东看政策”的形成时,日本在该国的投资已经增长,日本成为马来西亚的主要贸易伙伴。这就引出了这项研究的重要性,因为之前没有任何研究可以追溯通·阿卜杜勒·拉扎克执政期间“向东方看”思想的历史。K EY WORD:经济学,日本,“向东方看”的想法,马来西亚,双边关系,Tun Abdul Razak的管理,以及主要贸易伙伴。作者简介:Uqbah Iqbal博士是马来西亚国立大学社会科学与人文学院历史、政治和战略中心的研究员,该学院位于马来西亚南达鲁尔埃桑邦吉43650号。对于任何学术业务,作者都可以联系电子邮件地址:uqbah@siswa.ukm.edu.my如何引用这篇文章?伊克巴尔,乌克巴。(2015)。“东Semasa时代Tun Abdul Razak的思想观史”,载于SOSIOHUMANIKA:《教育社会科学与人类杂志》,第8卷(2),11月,第205-216页。印度尼西亚万隆:Minda Masagi出版社和UNIPA Surabaya,ISSN 1979-0112。文章年谱:接受(2015年8月31日);修订(2015年10月5日);并出版(2015年11月30日)。
{"title":"Sejarah Pemikiran Pandang ke Timur Semasa Era Tun Abdul Razak","authors":"U. Iqbal","doi":"10.2121/SOSIOHUMANIKA.V8I2.605","DOIUrl":"https://doi.org/10.2121/SOSIOHUMANIKA.V8I2.605","url":null,"abstract":"RESUME : Kajian ini menganalisis sejarah pemikiran “Pandang ke Timur” di Malaysia antara tahun 1970 hingga 1976. Ia merupakan tempoh pentadbiran Tun Abdul Razak. Kaedah kajian yang digunakan adalah berdasarkan penelitian terhadap sumber-sumber yang diperolehi di Perpustakaan dan Arkib Negara Malaysia. Dalam tempoh lebih satu dekad selepas tahun 1945, tidak terdapat hubungan bilateral secara rasmi antara Jepun dan Persekutuan Tanah Melayu , kerana Tanah Melayu di bawah pendudukan British semula. Hubungan bilateral secara rasmi antara Persekutuan Tanah Melayu d eng an Jepun hanya bermula apabila Kishi Nobosuke melawat Persekutuan Tanah Melayu pada tarikh 24 dan 25 November 1957. Hubungan ekonomi Malaysia dan Jepun diteruskan semasa zaman pentadbiran Tun Abdul Razak, apabila Bantuan Pembangunan Rasmi atau ODA ( Official Development Assistance ) Jepun disalurkan ke Malaysia bagi membiayai sebahagian besar projek pembangunan negara. Pemikiran “ Pandang k e Timur ” dilihat tidak mungkin lenyap selepas Perang Dunia II (1939-1945) sehingga tempoh pentadbiran Tun Hussein Onn, suatu jarak masa panjang selama 34 tahun. Semasa Tun Dr. Mahathir Mohamad meneruskan kesinambungan pemikiran “ Pandang k e Timur ”, yang membawa kepada pembentukan “ Dasar Pandang k e Timur ” , pelaburan Jepun di negara ini telahpun berkembang pesat dengan Jepun muncul sebagai rakan dagang utama Malaysia. Ini membawa kepada kepentingan kajian berkenaan dilakukan , kerana tiada kajian sebelumnya yang pernah merungkai sejarah pemikiran “Pandang ke Timur” semasa zaman pentadbiran Tun Abdul Razak. KATA KUNCI : Ekonomi, Jepun, pemikiran “Pandang ke Timur”, Malaysia, h ubungan bilateral , pentadbiran Tun Abdul Razak, dan rakan dagang utama . ABSTRACT: “ The History of the Look to the East’s Idea during the Era of Tun Abdul Razak ”. This study analyzes the history of the “ Look t o t he East ” idea in Malaysia between 1970 to 1976. It is the period of Tun Abdul Razak administration. The method used in this study is based on the method of observation of the resources available at the L ibrary and the National Archives of Malaysia. Over a decade after 1945, there were no official bilateral relations between Japan and the Federation of Malaya , due to Malaya under British occupation again. Official bilateral relation between the Federation of Malaya and Japan only starts when Kishi Nobosuke visit the Federation of Malaya on 24 and 25 November 1957. Malaysia and Japan economic relations continued during the administration of Tun Abdul Razak , when Japan’s Official Development Assistance (ODA) channeled to Malaysia to finance the bulk of the country's development projects. The “ Look t o t he East ” idea seen unlikely to fade after the Second World War (1939-1945) until the period of Tun Hussein Onn administration, a long time period for 34 years. When Tun Dr. Mahathir Mohamad continued the “ Look t o t he East ” idea , that led to the formation of the “ Look t o t he East P olicy ” , Japanese i","PeriodicalId":31379,"journal":{"name":"Sosiohumanika","volume":"8 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-05-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"67979859","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2016-05-02DOI: 10.2121/SOSIOHUMANIKA.V8I2.601
Minda I Cabilao-Valencia
ABSTRACT : This study focuses on the phenomenon of Filipino marriage migration. It examines the scale and patterns, as well as the issues and concerns of Filipino spouses/partners of foreign nationals. The study argues that marriage migration is undeniably important in the migration of Filipinos. Official records show that the number of Filipino marriage migrants has increased more than two-fold from 1989 up to 2012.This paper also claims that while there are successful couples in intermarriages, they have experienced a myriad of issues and concerns , among others : irregularities in the requisites of marriage; multiple/serial sponsorship; domestic violence; mail-order bride scheme and marriage brokers; laws and immigration policies of some countries; new culture and language; and social construction of Filipino women. In order to address the aforementioned concerns, the Philippine government and other groups recognize the need to address the issues and concerns of Filipinos marriage migrants. Among the activities and programs for marriage migrants are the mandatory counseling program before departure, provision of list of support network and client feedback, conduct of community education program, establishment of cooperative partnership , and conduct of study visit abroad and passage of relevant national laws. This study notes that the various initiatives to address the concerns of those in intermarriages are laudable. There is, however, a need to harmonize, document, evaluate , and monitor the efforts of various instrumentalities. K EY WORD : Filipino spouses/partners, marriage migration , foreign nationals , issues and concerns, and counseling program. RESUME : “Migrasi Pernikahan Bangsa Filipina”. Penelitian ini mem fokus kan pada fenomena migrasi pernikahan bangsa Filipina. Ianya m engkaji skala dan pola, serta isu-isu dan keprihatinan pasangan suami-istri Filipina dengan warga negara asing. Studi ini menyatakan bahwa migrasi pernikahan merupakan hal sangat penting dalam migrasi bangsa Filipina. Catatan resmi menunjukan bahwa jumlah migra si perkawinan bangsa Filipina telah meningkat lebih dari dua kali lipat dari tahun 1989 sampai dengan tahun 2012. Makalah ini juga men emukan bahwa sementara ada pasangan yang sukses d alam perkawinan antarabangsa, ada juga mereka yang mengalami segudang masalah dan ke prihatinan, antara lain : penyimpangan dalam syarat perkawinan; beberapa/ seri sponsor; kekerasan dalam rumah tangga; pengantin pesanan dan pernikahan perantara ; hokum dan kebijakan imigrasi beberapa negara; bahasa dan budaya baru; serta konstruksi social perempuan Filipina. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah Filipina dan kelompok kepentingan lain nya menyadari perlu segera mengatasi masalah dan ke prihatinan migra si pernikahan bangsa Filipina. Diantara kegiatan dan program pernikahan migran adalah konseling wajib sebelum keberangkatan, penyediaan daftar dukungan jaringan dan umpan - balik klien, melakukan program pendidikan mas
摘要:本文主要研究菲律宾人的婚姻迁移现象。它审查外籍人士的菲律宾配偶/伴侣的规模和模式,以及问题和关切。该研究认为,婚姻移民在菲律宾人的移民中占有不可否认的重要地位。官方记录显示,从1989年到2012年,菲律宾婚姻移民的数量增加了两倍多。这篇论文还声称,虽然有成功的异族婚姻,但他们经历了无数的问题和担忧,其中包括:婚姻条件的不规范;多个/串行赞助;家庭暴力;邮购新娘计划和婚姻经纪人;一些国家的法律和移民政策;新的文化和语言;以及菲律宾妇女的社会建构。为了解决上述问题,菲律宾政府和其他团体认识到有必要解决菲律宾婚姻移民的问题和关切。针对婚姻移民的活动和项目有:出发前的强制性咨询项目、提供支持网络名单和客户反馈、开展社区教育项目、建立合作伙伴关系、开展出国考察并通过相关国家法律。这项研究指出,解决异族通婚者担忧的各种举措是值得称赞的。但是,需要协调、记录、评价和监测各种手段的工作。关键词:菲律宾配偶/伴侣,婚姻移民,外籍人士,问题和关注,咨询项目。简历:“Migrasi Pernikahan Bangsa philippines”。Penelitian ini memeus聚焦于移民现象(pada现象)。我是菲律宾人,我是菲律宾人,我是菲律宾人,我是菲律宾人,我是菲律宾人。在菲律宾,这是一项非常重要的研究。Catatan resmi menunjukan bahwa jumlah migra si perkawinan bangsa菲律宾telah meningkat lebih dari dua kali lipat dari tahun 1989 sampai dengan tahun 2012。Makalah ini juga men emukan bahwa sementara ada pasangan yang suses dalam perkawinan antarabangsa, ada juga mereka yang mengalami segudang masalah dan ke prihatinan, antara lain: penyimpangan dalam syarat perkawinan;Beberapa / seri赞助商;Kekerasan dalam rumah tangga;penantin pesanan Dan pernikahan perantara;Hokum Dan kebijakan imigrasi beberapa negara;马来语;菲律宾的社会福利。Untuk mengatasi masalah tersebut, perememinterina, dankelompok, kemingingan, nya menyadari, pergera, mengatasi masalah danke prihatinmigra, pernikahan bangsa菲律宾。【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】Penelitian ini表示:“我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说。”Ada juga kebutuhan untuk menyelaraskan, men dokumen tasikan, mengevaluasi, dan memantau upaya berbagai perangkat pendukungnya。KATA KUNCI: Pasangan suami/istri philippines, migrasi pernikahan, warga and egara asing, masalah dan ke prihatinan, program konseling, dan berbagai perangkat pendukung。作者简介:Minda I. Cabilao-Valencia,菲律宾师范大学社会学/人类学副教授,性别与发展办公室主任。在加入PNU之前,她是菲律宾总统办公室海外菲律宾人委员会(CFO)的主任/副执行主任。电子邮件地址:valencia.mc@pnu.edu.ph如何引用本文?卡比劳-瓦伦西亚,明达I.(2015)。“菲律宾人的婚姻迁移”:《社会研究》,第8卷第2期,第161-170页。印度尼西亚万隆:Minda Masagi Press and UNIPA Surabaya, ISSN 1979-0112。文章纪事:录用(2015年9月27日);修订(2015年10月30日);并于2015年11月30日发布。
{"title":"Filipino Marriage Migration","authors":"Minda I Cabilao-Valencia","doi":"10.2121/SOSIOHUMANIKA.V8I2.601","DOIUrl":"https://doi.org/10.2121/SOSIOHUMANIKA.V8I2.601","url":null,"abstract":"ABSTRACT : This study focuses on the phenomenon of Filipino marriage migration. It examines the scale and patterns, as well as the issues and concerns of Filipino spouses/partners of foreign nationals. The study argues that marriage migration is undeniably important in the migration of Filipinos. Official records show that the number of Filipino marriage migrants has increased more than two-fold from 1989 up to 2012.This paper also claims that while there are successful couples in intermarriages, they have experienced a myriad of issues and concerns , among others : irregularities in the requisites of marriage; multiple/serial sponsorship; domestic violence; mail-order bride scheme and marriage brokers; laws and immigration policies of some countries; new culture and language; and social construction of Filipino women. In order to address the aforementioned concerns, the Philippine government and other groups recognize the need to address the issues and concerns of Filipinos marriage migrants. Among the activities and programs for marriage migrants are the mandatory counseling program before departure, provision of list of support network and client feedback, conduct of community education program, establishment of cooperative partnership , and conduct of study visit abroad and passage of relevant national laws. This study notes that the various initiatives to address the concerns of those in intermarriages are laudable. There is, however, a need to harmonize, document, evaluate , and monitor the efforts of various instrumentalities. K EY WORD : Filipino spouses/partners, marriage migration , foreign nationals , issues and concerns, and counseling program. RESUME : “Migrasi Pernikahan Bangsa Filipina”. Penelitian ini mem fokus kan pada fenomena migrasi pernikahan bangsa Filipina. Ianya m engkaji skala dan pola, serta isu-isu dan keprihatinan pasangan suami-istri Filipina dengan warga negara asing. Studi ini menyatakan bahwa migrasi pernikahan merupakan hal sangat penting dalam migrasi bangsa Filipina. Catatan resmi menunjukan bahwa jumlah migra si perkawinan bangsa Filipina telah meningkat lebih dari dua kali lipat dari tahun 1989 sampai dengan tahun 2012. Makalah ini juga men emukan bahwa sementara ada pasangan yang sukses d alam perkawinan antarabangsa, ada juga mereka yang mengalami segudang masalah dan ke prihatinan, antara lain : penyimpangan dalam syarat perkawinan; beberapa/ seri sponsor; kekerasan dalam rumah tangga; pengantin pesanan dan pernikahan perantara ; hokum dan kebijakan imigrasi beberapa negara; bahasa dan budaya baru; serta konstruksi social perempuan Filipina. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah Filipina dan kelompok kepentingan lain nya menyadari perlu segera mengatasi masalah dan ke prihatinan migra si pernikahan bangsa Filipina. Diantara kegiatan dan program pernikahan migran adalah konseling wajib sebelum keberangkatan, penyediaan daftar dukungan jaringan dan umpan - balik klien, melakukan program pendidikan mas","PeriodicalId":31379,"journal":{"name":"Sosiohumanika","volume":"8 1","pages":"161-170"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-05-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"67980317","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2016-05-02DOI: 10.2121/SOSIOHUMANIKA.V8I2.607
Yessy Noerhardiyanty, Juneman Abraham
ABSTRACT: This study aimed to examine the role of social comparison in predicting two dimensions of a moral emotion , i.e. shame , among employees working in the private companies in the Greatcity of Jakarta, the capital of Indonesia. The participants were 203 employees (99 males, 104 females , age average 28.75 years old , and standard deviation of the age 5.917 years), taken using purposive sampling technique. The measurement scales of this study were adapted and developed from Social Comparison Scale and Shame Proneness Scale. As many as 60 individuals participated in the measurement instrument’s validity and reliability testing phase. Research design of this study is predictive correlational with simple linear regression as the statistical technique of data analysis. This study found that social comparison can predict Negative Self-Evaluation and Withdrawal Action Tendency, as the dimensions of shame, in negative ways. There are at least two theoretical contributions of this research to the literature of psychology of corruption. First, self-evaluation as a result of the general social comparison , which initially has no moral weight , can have serious implications on one’s morality, especially through the negative self-evaluation dimension of shame moral emotion. Second, this study provides scientific support to the everyday wisdom suggesting that we should not compare ourselves with others so as not to fall into immorality tendencies, including corruption. KEY WORD: Emotion, moral, shame, comparison, social, employees working , Jakarta city, self-evaluation , predict , and psychology of corruption. RESUME: “Perbandingan Sosial sebagai Prediktor Dimensi-dimensi Kecenderungan Rasa Malu”. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran perbandingan sosial dalam memprediksikan dua dimensi dari sebuah emosi moral , yakni rasa malu , pada pegawai swasta di DKI (Daerah Khusus Ibukota) Jakarta, ibukota Indonesia. Partisipan penelitian ini adalah 203 orang karyawan swasta (99 laki-laki, 104 perempuan , rata-rata usia 28.75 tahun , dan simpangan baku usia 5.917 tahun), diambil dengan teknik penyampelan purposif. Alat ukur penelitian ini diadaptasi dan dikembangkan dari Skala Perbandingan Sosial dan Skala Kerentanan/Kecenderungan Rasa Malu. Sebanyak 60 individu berpartisipasi dalam fase uji validitas dan reliabilitas alat ukur. Desain penelitian ini adalah korelasional prediktif dengan teknik analisis data berupa regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perbandingan sosial mampu memprediksi Evaluasi Diri Negatif dan Tendensi Mengundurkan/Menarik Diri, sebagai dimensi-dimensi rasa malu, dalam arah negatif. Terdapat sedikitnya dua kontribusi teor i tis dari penelitian ini terhadap literatur psikologi korupsi. Pertama, penilaian diri sebagai hasil perbandingan seseorang dengan orang lain , yang aslinya tidak memiliki bobot moral , dapat memiliki implikasi serius terhadap moralitas seseorang, khususnya pada dimensi evaluasi diri negati
摘要:本研究旨在探讨社会比较在预测印度尼西亚首都雅加达大城市私营企业员工的道德情感(羞耻)两个维度中的作用。研究对象为203名员工,其中男性99人,女性104人,平均年龄28.75岁,年龄标准差为5.917岁。本研究的测量量表是在社会比较量表和羞耻倾向量表的基础上改编发展而来的。多达60人参与了测量仪器的效度和信度测试阶段。本研究的研究设计为预测相关,采用简单线性回归作为数据分析的统计技术。本研究发现,社会比较对羞耻感的消极自我评价和退缩行为倾向具有消极的预测作用。本研究对腐败心理学文献至少有两方面的理论贡献。首先,一般社会比较产生的自我评价最初没有道德分量,但会对一个人的道德产生严重影响,尤其是通过羞耻道德情感的消极自我评价维度。其次,这项研究为我们不应该与他人比较以避免陷入包括腐败在内的不道德倾向的日常智慧提供了科学支持。关键词:情感、道德、羞耻感、比较、社会、员工工作、雅加达市、自我评价、预测、腐败心理简历:“Perbandingan social sebagai predictor dimension -dimensi Kecenderungan Rasa Malu”。Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran perbandingan social dalam memprediksikan dua dimensi dari sebuah emoosi moral, yakni rasa malu, padadpegawai swasta di DKI (Daerah Khusus Ibukota)雅加达,Ibukota印度尼西亚。Partisipan penelitian ini adalah 203 orang karyawan swasta (99 laki-laki, 104 perempuan, rata-rata usia 28.75 tahun, dan simpangan baku usia 5.917 tahun), diambil dengan teknik penyampelan purpose。Alat ukur penelitian ini diadaptasi dan dikembangkan dari Skala Perbandingan social dan Skala Kerentanan/Kecenderungan Rasa Malu。塞尔维亚有60个个人参与了该项目,其中包括有效性和可靠性。采用线性回归分析方法对数据进行了相关性预测和技术分析。Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perbandan and social mampu memprediksi Evaluasi Diri Negatif dan Tendensi Mengundurkan/Menarik Diri, sebagai dimension -dimensi rasa malu, dalam arah negative。Terdapat sedikitnya dua kontribusi tetei是一种典型的文学心理学。Pertama, penaian diri sebagai hasil perbandingan seseorang dengan orang lain, yang aslinya tidak memiliki bobot moral, dapamemiliki implikasi serius terhadap moralitas seseorang, khususnya padi dimensi evaluasi diri negative dari rasa malu。我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是。KATA KUNCI: Emosi, moral, malu, perbandingan, social, pegawai, kota Jakarta, penilaian diri, memprediksi,和psikologi korupsi。作者简介:Yessy Noerhardiyanty, S.Psi。是雅加达BINUS (Bina Nusantara大学)人文学院心理学系的校友;朱曼·亚伯拉罕,M.Si。是印尼比那努桑塔大学社区心理学研究的教师-主题内容协调员(fs - scc), BINUS Kampus Kijang, Jalan Kemanggisan Ilir III No.45, Palmerah, Jakarta 11480。出于学术目的,可以通过电子邮件联系作者:juneman@binus.ac.idNoerhardiyanty, Yessy & Juneman Abraham。(2015)。“社会比较作为羞耻感倾向维度的预测因子”,《社会心理学》,第8卷第2期,11月,页231-240。印度尼西亚万隆:Minda Masagi Press and UNIPA Surabaya, ISSN 1979-0112。文章纪事:录用(2015年7月3日);修订(2015年9月19日);并于2015年11月30日发布。
{"title":"Social Comparison as a Predictor of Shame Proneness Dimensions","authors":"Yessy Noerhardiyanty, Juneman Abraham","doi":"10.2121/SOSIOHUMANIKA.V8I2.607","DOIUrl":"https://doi.org/10.2121/SOSIOHUMANIKA.V8I2.607","url":null,"abstract":"ABSTRACT: This study aimed to examine the role of social comparison in predicting two dimensions of a moral emotion , i.e. shame , among employees working in the private companies in the Greatcity of Jakarta, the capital of Indonesia. The participants were 203 employees (99 males, 104 females , age average 28.75 years old , and standard deviation of the age 5.917 years), taken using purposive sampling technique. The measurement scales of this study were adapted and developed from Social Comparison Scale and Shame Proneness Scale. As many as 60 individuals participated in the measurement instrument’s validity and reliability testing phase. Research design of this study is predictive correlational with simple linear regression as the statistical technique of data analysis. This study found that social comparison can predict Negative Self-Evaluation and Withdrawal Action Tendency, as the dimensions of shame, in negative ways. There are at least two theoretical contributions of this research to the literature of psychology of corruption. First, self-evaluation as a result of the general social comparison , which initially has no moral weight , can have serious implications on one’s morality, especially through the negative self-evaluation dimension of shame moral emotion. Second, this study provides scientific support to the everyday wisdom suggesting that we should not compare ourselves with others so as not to fall into immorality tendencies, including corruption. KEY WORD: Emotion, moral, shame, comparison, social, employees working , Jakarta city, self-evaluation , predict , and psychology of corruption. RESUME: “Perbandingan Sosial sebagai Prediktor Dimensi-dimensi Kecenderungan Rasa Malu”. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran perbandingan sosial dalam memprediksikan dua dimensi dari sebuah emosi moral , yakni rasa malu , pada pegawai swasta di DKI (Daerah Khusus Ibukota) Jakarta, ibukota Indonesia. Partisipan penelitian ini adalah 203 orang karyawan swasta (99 laki-laki, 104 perempuan , rata-rata usia 28.75 tahun , dan simpangan baku usia 5.917 tahun), diambil dengan teknik penyampelan purposif. Alat ukur penelitian ini diadaptasi dan dikembangkan dari Skala Perbandingan Sosial dan Skala Kerentanan/Kecenderungan Rasa Malu. Sebanyak 60 individu berpartisipasi dalam fase uji validitas dan reliabilitas alat ukur. Desain penelitian ini adalah korelasional prediktif dengan teknik analisis data berupa regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perbandingan sosial mampu memprediksi Evaluasi Diri Negatif dan Tendensi Mengundurkan/Menarik Diri, sebagai dimensi-dimensi rasa malu, dalam arah negatif. Terdapat sedikitnya dua kontribusi teor i tis dari penelitian ini terhadap literatur psikologi korupsi. Pertama, penilaian diri sebagai hasil perbandingan seseorang dengan orang lain , yang aslinya tidak memiliki bobot moral , dapat memiliki implikasi serius terhadap moralitas seseorang, khususnya pada dimensi evaluasi diri negati","PeriodicalId":31379,"journal":{"name":"Sosiohumanika","volume":"8 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-05-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"67979887","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2016-05-02DOI: 10.2121/SOSIOHUMANIKA.V8I2.611
Hari Karyono
RESUME: P enelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pendidikan karakter di TK (Taman Kanak-kanak) . Desain penelitian adalah pendekatan kualitatif studi kasus. Data dikumpulkan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian: cara dimana guru adalah memberikan pembiasaan dan teladan; metode pembelajaran yang digunakan di TK adalah metode tanya-jawab, percakapan, cerita, dan sosi o -drama; kesulitan yang dihadapi oleh guru karena lingkungan anak berbeda, sehingga solusinya dilakukan dengan memahami karakteristik peserta didik; dan cara yang paling efektif untuk menanamkan pendidikan karakter adalah melalui perilaku pembiasaan yang baik dalam tindakan sehari-hari, serta contoh - contoh yang baik dari pendidik. Berdasarkan hasil penelitian, disajikan saran-saran berikut: bekerjasama dengan orang tua melalui komunikasi dengan orang tua serta melalui kunjungan - rumah; menanamkan pendidikan karakter kepada siswa dengan membiasakan salam kepada anak, mencium tangan guru pada saat sebelum dan sesudah kegiatan, berbagi dan membantu, kebiasaan mencuci tangan, dan berdoa sebelum dan sesudah makan; mengikuti upacara bendera setiap hari Senin dan hari-hari Hari Nasional di Indonesia; dan dibiasakan mengucapkan terima kasih ketika mendapatkan sesuatu dan selalu bersedia untuk memberi dan meminta maaf saat melakukan kesalahan. KATA KUNCI: Implementasi, pendidikan karakter, TK, perilaku pembiasaan, tindakan sehari-hari, contoh yang baik dari pendidik, dan kolaborasi dengan orang tua. ABSTRACT: “Implementation of Character Education in Kindergarten: A Case Study in Kindergarten of Kemala Bhayangkari 97 Gasum , Pusdik Porong , East Java, Indonesia”. T he research is to find out implementation of character education in kindergarten. The design of this study is a qualitative case study approach. Data were collected by interview, observation , and documentation. Research results: t he way in which the teacher is to habituation and exemplary; learning methods used in kindergarten are the question-and-answer method, a conversation, storytelling, and socio-drama; the difficulties faced by teachers because of the child's environment is different , so that t he solution is done by understanding the characteristics of learners; and the most effective way to instill character education is through habituation behavior both in everyday actions, as well as examples of good examples of educators. Based on the results of the study, presented the following suggestions: collaboration with parents through communication with parents as well as through home-visits ; instill character education to students with familiarize the child greetings, kisses the hand to the teacher at the time before and after the activities, sharing and helpful, habit of washing hands , and pray before and after meals ; following the flag ceremony every Monday and the days of the National Day in Indonesia; and familiarized thanked when getting something and always willing to give and
{"title":"Implementasi Pendidikan Karakter di Taman Kanak-kanak: Studi Kasus pada Taman Kanak-kanak Kemala Bhayangkari 97 Gasum, Pusdik Porong, Jawa Timur, Indonesia","authors":"Hari Karyono","doi":"10.2121/SOSIOHUMANIKA.V8I2.611","DOIUrl":"https://doi.org/10.2121/SOSIOHUMANIKA.V8I2.611","url":null,"abstract":"RESUME: P enelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pendidikan karakter di TK (Taman Kanak-kanak) . Desain penelitian adalah pendekatan kualitatif studi kasus. Data dikumpulkan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian: cara dimana guru adalah memberikan pembiasaan dan teladan; metode pembelajaran yang digunakan di TK adalah metode tanya-jawab, percakapan, cerita, dan sosi o -drama; kesulitan yang dihadapi oleh guru karena lingkungan anak berbeda, sehingga solusinya dilakukan dengan memahami karakteristik peserta didik; dan cara yang paling efektif untuk menanamkan pendidikan karakter adalah melalui perilaku pembiasaan yang baik dalam tindakan sehari-hari, serta contoh - contoh yang baik dari pendidik. Berdasarkan hasil penelitian, disajikan saran-saran berikut: bekerjasama dengan orang tua melalui komunikasi dengan orang tua serta melalui kunjungan - rumah; menanamkan pendidikan karakter kepada siswa dengan membiasakan salam kepada anak, mencium tangan guru pada saat sebelum dan sesudah kegiatan, berbagi dan membantu, kebiasaan mencuci tangan, dan berdoa sebelum dan sesudah makan; mengikuti upacara bendera setiap hari Senin dan hari-hari Hari Nasional di Indonesia; dan dibiasakan mengucapkan terima kasih ketika mendapatkan sesuatu dan selalu bersedia untuk memberi dan meminta maaf saat melakukan kesalahan. KATA KUNCI: Implementasi, pendidikan karakter, TK, perilaku pembiasaan, tindakan sehari-hari, contoh yang baik dari pendidik, dan kolaborasi dengan orang tua. ABSTRACT: “Implementation of Character Education in Kindergarten: A Case Study in Kindergarten of Kemala Bhayangkari 97 Gasum , Pusdik Porong , East Java, Indonesia”. T he research is to find out implementation of character education in kindergarten. The design of this study is a qualitative case study approach. Data were collected by interview, observation , and documentation. Research results: t he way in which the teacher is to habituation and exemplary; learning methods used in kindergarten are the question-and-answer method, a conversation, storytelling, and socio-drama; the difficulties faced by teachers because of the child's environment is different , so that t he solution is done by understanding the characteristics of learners; and the most effective way to instill character education is through habituation behavior both in everyday actions, as well as examples of good examples of educators. Based on the results of the study, presented the following suggestions: collaboration with parents through communication with parents as well as through home-visits ; instill character education to students with familiarize the child greetings, kisses the hand to the teacher at the time before and after the activities, sharing and helpful, habit of washing hands , and pray before and after meals ; following the flag ceremony every Monday and the days of the National Day in Indonesia; and familiarized thanked when getting something and always willing to give and ","PeriodicalId":31379,"journal":{"name":"Sosiohumanika","volume":"8 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-05-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"67979926","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}