Pub Date : 2023-06-15DOI: 10.15408/empati.v12i1.29192
M. Khairunnisa, Tiara Salsabilla, N. C. Apsari
Abstract. Education curriculum is one of the most important aspects in the learning process. In Indonesia’s 2013 Curriculum (K13), spiritual and social traits become one of the three graduation competencies for students. However, character development and planting a sense of joy in learning for students have not become the main focus in Indonesian education. The government of Delhi, India, developed an innovation called Happiness Curriculum, where it includes three Happiness Competencies, which are: mindfulness, critical thinking and reflection, and social-emotional skills. This study is important because developing the character of critical, mindfulness and able to self-reflection will assist the Indonesian young generation to be more prepared to address challenges and issues of the future. This research aims to identify the urgency and how can the Happiness Competencies be integrated into the curriculum in Indonesia to increase the spiritual and social traits competency for students at school. The method used is literature review. The result shows that the Happiness Competencies based on the Happiness Curriculum from Delhi, India, can be integrated starting from the teacher and the surrounding environment that supports the said transformation, considering that mental health at school is one of the issues that should become the concern of actors in the education sector. Keyword: Education, curriculum, happiness competency, spiritual traits, social traits. Abstrak. Kurikulum pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran. Dalam Kurikulum 2013 (K13) di Indonesia, sikap spiritual dan sosial menjadi salah satu dari tiga standar kompetensi kelulusan siswa. Namun, pengembangan karakter dan penanaman rasa senang belajar kepada siswa belum menjadi fokus utama dalam pendidikan Indonesia. Pemerintah Delhi, India, mengembangkan inovasi bertajuk Happiness Curriculum yang mencakup tiga Kompetensi Kebahagiaan, yakni: mindfulness, critical thinking, and reflection, serta social-emotional skills. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi urgensi serta bagaimana Kompetensi Kebahagiaan tersebut dapat diintegrasikan kedalam kurikulum di Indonesia guna meningkatkan kompetensi sikap spiritual dan sosial siswa di sekolah. Penelitian ini penting karena pengembangan karakter siswa yang kritis, mampu merefleksikan diri dan memiliki kemampuan mindfulness dapat membantu generasi muda Indonesia menjadi generasi yang lebih siap menatap tantangan di masa depan. Metode yang digunakan ialah studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi kebahagiaan berdasarkan Happiness Curriculum dari Delhi, India, dapat diintegrasikan dimulai dengan guru dan lingkungan sekitar yang mendukung perubahan tersebut, menimbang bagaimana kesehatan mental di lingkungan sekolah juga menjadi salah satu isu yang menjadi perhatian pelaku pendidikan termasuk pekerja sosial di sekolah. Kata kunci: Pendidikan, kurikulum, kompetensi kebahagiaan, sikap spiritual, si
摘要教育课程是学习过程中最重要的方面之一。在印尼2013年的K13课程中,精神和社会特质成为学生的三大毕业能力之一。然而,性格发展和培养学生的学习乐趣并没有成为印尼教育的主要重点。印度德里政府开发了一种名为“幸福课程”的创新课程,其中包括三种幸福能力,分别是:正念、批判性思维和反思,以及社交情感技能。这项研究很重要,因为培养批判性、正念和自我反省的能力将有助于印尼年轻一代更好地准备应对未来的挑战和问题。本研究旨在确定幸福感能力的紧迫性,以及如何将幸福感能力整合到印度尼西亚的课程中,以增加学生在学校的精神和社会特质能力。采用文献回顾法。结果表明,基于印度德里幸福课程的幸福能力可以从教师和支持上述转变的周围环境开始整合,考虑到学校的心理健康是应该成为教育部门行动者关注的问题之一。关键词:教育,课程,幸福胜任力,精神特质,社会特质Abstrak。Kurikulum pendidikan merupakan salah satu asting dalam proses penbelajaran。2013年(K13)印度尼西亚,sikap精神丹社会menjadi salah satu dari tiga标准的kompetensi kelulusan siswa。Namun, pengembangan karakter dan penanaman rasa senang belajar kepada siswa belum menjadi fokus utama dalam pendidikan印度尼西亚。Pemerintah德里,印度,mengembangkan inovasi bertajuk幸福课程yang menakup tiga Kompetensi Kebahagiaan, yakni:正念,批判性思维,反思,社会情感技能。Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi urgensi serta bagaimana Kompetensi kebahagian and tersebut dapat diintegrasikan kedalam kurikulum di Indonesia guna meningkatkan Kompetensi sikap精神和社会siswa di sekolah。Penelitian ini郁积的林嘉欣pengembangan karakter siswa杨克里特岛,mampu merefleksikan diri丹memiliki kemampuan正念dapat membantu generasi穆达印尼menjadi generasi杨lebih siap menatap tantangan di玛莎depan。Metode yang digunakan研究kepustakan。幸福课程,印度,德里,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度,印度Kata kunci: Pendidikan, kurikulum, kompetensi kebahagiaan, sikap精神,sikap社会。
{"title":"INTEGRASI KOMPETENSI KEBAHAGIAAN DALAM PENGEMBANGAN SIKAP SPIRITUAL DAN SOSIAL SISWA","authors":"M. Khairunnisa, Tiara Salsabilla, N. C. Apsari","doi":"10.15408/empati.v12i1.29192","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/empati.v12i1.29192","url":null,"abstract":"Abstract. Education curriculum is one of the most important aspects in the learning process. In Indonesia’s 2013 Curriculum (K13), spiritual and social traits become one of the three graduation competencies for students. However, character development and planting a sense of joy in learning for students have not become the main focus in Indonesian education. The government of Delhi, India, developed an innovation called Happiness Curriculum, where it includes three Happiness Competencies, which are: mindfulness, critical thinking and reflection, and social-emotional skills. This study is important because developing the character of critical, mindfulness and able to self-reflection will assist the Indonesian young generation to be more prepared to address challenges and issues of the future. This research aims to identify the urgency and how can the Happiness Competencies be integrated into the curriculum in Indonesia to increase the spiritual and social traits competency for students at school. The method used is literature review. The result shows that the Happiness Competencies based on the Happiness Curriculum from Delhi, India, can be integrated starting from the teacher and the surrounding environment that supports the said transformation, considering that mental health at school is one of the issues that should become the concern of actors in the education sector. Keyword: Education, curriculum, happiness competency, spiritual traits, social traits. Abstrak. Kurikulum pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran. Dalam Kurikulum 2013 (K13) di Indonesia, sikap spiritual dan sosial menjadi salah satu dari tiga standar kompetensi kelulusan siswa. Namun, pengembangan karakter dan penanaman rasa senang belajar kepada siswa belum menjadi fokus utama dalam pendidikan Indonesia. Pemerintah Delhi, India, mengembangkan inovasi bertajuk Happiness Curriculum yang mencakup tiga Kompetensi Kebahagiaan, yakni: mindfulness, critical thinking, and reflection, serta social-emotional skills. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi urgensi serta bagaimana Kompetensi Kebahagiaan tersebut dapat diintegrasikan kedalam kurikulum di Indonesia guna meningkatkan kompetensi sikap spiritual dan sosial siswa di sekolah. Penelitian ini penting karena pengembangan karakter siswa yang kritis, mampu merefleksikan diri dan memiliki kemampuan mindfulness dapat membantu generasi muda Indonesia menjadi generasi yang lebih siap menatap tantangan di masa depan. Metode yang digunakan ialah studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi kebahagiaan berdasarkan Happiness Curriculum dari Delhi, India, dapat diintegrasikan dimulai dengan guru dan lingkungan sekitar yang mendukung perubahan tersebut, menimbang bagaimana kesehatan mental di lingkungan sekolah juga menjadi salah satu isu yang menjadi perhatian pelaku pendidikan termasuk pekerja sosial di sekolah. Kata kunci: Pendidikan, kurikulum, kompetensi kebahagiaan, sikap spiritual, si","PeriodicalId":403045,"journal":{"name":"EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial","volume":"36 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124971005","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-15DOI: 10.15408/empati.v12i1.29577
Muhammad Daffa Rizqi Eko Putra, S. T. Raharjo
Abstract. A company's CSR program cannot be implemented alone, but requires the support of the involvement of various parties in order to achieve the expected goals. These various parties or stakeholders can consist of individuals, groups, or organizations as well as communities or governments; expected to contribute and be involved in the implementation of CSR programs. The involvement of various stakeholders is one of the key factors that need to be considered, considering the effectiveness and efficiency in achieving the program, as well as the sustainability of empowerment. There are at least 5 (five) categories of stakeholders who can be involved and collaborate in CSR programs, namely Academic, Business, Community, Government and Media (ABCGM). Each stakeholder plays a different role according to their respective capacities and abilities, as well as their respective authorities. The purpose of this research is to describe the involvement and collaboration of stakeholders in environmental management CSR programs, especially in the management of waste banks. A qualitative approach with a descriptive method is used to describe the involvement of stakeholders in the CSR program "Bank Garbage" Kompas Gramedia in RW 02 Kelurahan Gelora, by observing the involvement of five parties (pentahelix) or stakeholders in the program. The results showed that the involvement and cooperation of pentahelix in the CSR program was observed to support the implementation of the program and the achievement of the objectives of the CSR program for waste bank management. Each stakeholder has a different role, but collaborates with each other to achieve the expected goals. Awareness and openness of each stakeholder is the key to cooperate with each other, so that this becomes the basic capital for the sustainability of the program into the future. Keywords: Corporate social responsibility (CSR), pentahelix, collaboration, waste bank. Abstrak. Program CSR suatu perusahaan tidak dapat dilaksanakan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan keterlibatan berbagai pihak agar mencapai tujuan yang diharapkan. Berbagai pihak atau stakeholders tersebut bisa terdiri dari individu, kelompok, maupun organisasi serta komunitas atau juga pemerintah; diharapkan dapat berkontribusi dan dilibatkan dalam pelaksanaan program CSR. Keterlibatan berbagai stakeholders merupakan salah satu faktor kunci yang perlu diperhatikan, mengingat efektivitas dan efisiensi dalam pencapaian program, serta sustainability pemberdayaan. Setidaknya terdapat 5 (lima) kategori stakeholders yang dapat dilibatkan dan berkolaborasi dalam program-program CSR, yaitu Academic, Business, Community, Government and Media (ABCGM). Masing-masing stakeholders memainkan peran yang berbeda sesuai dengan kapasitas dan kemampuan, serta kewenangan masing-masing. Tujuan riset ini adalah menggambarkan bagaimana keterlibatan dan kolaborasi stakeholder dalam program CSR pengelolaan lingkungan khususnya dalam pengelolaan bank sampa
摘要企业的社会责任计划不能单独实施,而是需要各方参与的支持,才能达到预期的目标。这些各方或利益攸关方可以由个人、团体或组织以及社区或政府组成;期望为企业社会责任项目的实施做出贡献并参与其中。各利益相关者的参与是需要考虑的关键因素之一,考虑到实现方案的有效性和效率,以及赋权的可持续性。企业社会责任项目至少有5类利益相关者可以参与和合作,即学术、商业、社区、政府和媒体(ABCGM)。每个利益相关者根据各自的能力和权限扮演不同的角色。本研究的目的是描述利益相关者在环境管理企业社会责任计划中的参与和合作,特别是在废物银行的管理中。通过观察项目中五方(五螺旋)或利益相关者的参与情况,采用定性方法和描述性方法描述了RW 02 Kelurahan Gelora的“银行垃圾”Kompas Gramedia的利益相关者参与情况。结果表明,五螺旋公司对企业社会责任项目的参与和合作支持了项目的实施和废物银行管理企业社会责任项目目标的实现。每个涉众都扮演着不同的角色,但他们相互协作以实现预期的目标。每个利益相关者的意识和开放是相互合作的关键,因此这成为项目未来可持续发展的基本资本。关键词:企业社会责任;五螺旋结构;协作;Abstrak。程序CSR suatu perusahaan tidak dapat dilaksanakan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan keterlibatan berbagai pihak agar menchapai tujuan yang diharapkan。Berbagai pihak atau利害关系人,但bisa terdiri dari个人,kelompok, maupun organisasi serta komunitas atau juga peremintah;企业社会责任(CSR)计划。Keterlibatan berberdayan利益相关者merupakan salah satu faktor kunci yang perlu diperhatikan, mengingat ekktivitas and efisiensi dalam penhadian项目,serterlibatan berberdayan。Setidaknya terdapat 5(利马)kategori stakeholder yang dapat dilibatkan dan berkolaborasi dalam program-program CSR, yitu学术、商业、社区、政府和媒体(ABCGM)。Masing-masing利益相关者memainkan peran yang berbeda sesuai dengan kapasitas dan kemampuan, serta kewenangan masing。Tujuan riset ini adalah menggambarkan bagaimana keterlibatan dan kolaborasi利益相关者dalam计划CSR pengelolaan lingkungan khususnya dalam pengelolaan银行sampah。企业社会责任(CSR)“银行Sampah”Kompas Gramedia di rw02 Kelurahan Gelora, dengan mengamati keterlibatan lima pihak(五螺旋结构)是一个利益相关者dalam项目的缩写。Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan dan kerjasama五螺旋dalam程序CSR teramati mendukung terlaksananya程序dan pencapaian tujuan程序CSR penelolaan bank sampah。股权投资的利益相关者,股权投资的利益相关者,股权投资的利益相关者,股权投资的利益相关者,股权投资的利益相关者。Kesadaran dan keterbukaan masing-masing利益相关者merupakan kunci saling bekerja sama, sehinga hal ini menjadi模式dasar pada keberlanjutan程序ke masa dean。Kata Kunci:企业社会责任(CSR), kolaborasi, pentahelix, bank sampah。
{"title":"KETERLIBATAN PENTAHELIX DALAM PENGELOLAAN BANK SAMPAH","authors":"Muhammad Daffa Rizqi Eko Putra, S. T. Raharjo","doi":"10.15408/empati.v12i1.29577","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/empati.v12i1.29577","url":null,"abstract":"Abstract. A company's CSR program cannot be implemented alone, but requires the support of the involvement of various parties in order to achieve the expected goals. These various parties or stakeholders can consist of individuals, groups, or organizations as well as communities or governments; expected to contribute and be involved in the implementation of CSR programs. The involvement of various stakeholders is one of the key factors that need to be considered, considering the effectiveness and efficiency in achieving the program, as well as the sustainability of empowerment. There are at least 5 (five) categories of stakeholders who can be involved and collaborate in CSR programs, namely Academic, Business, Community, Government and Media (ABCGM). Each stakeholder plays a different role according to their respective capacities and abilities, as well as their respective authorities. The purpose of this research is to describe the involvement and collaboration of stakeholders in environmental management CSR programs, especially in the management of waste banks. A qualitative approach with a descriptive method is used to describe the involvement of stakeholders in the CSR program \"Bank Garbage\" Kompas Gramedia in RW 02 Kelurahan Gelora, by observing the involvement of five parties (pentahelix) or stakeholders in the program. The results showed that the involvement and cooperation of pentahelix in the CSR program was observed to support the implementation of the program and the achievement of the objectives of the CSR program for waste bank management. Each stakeholder has a different role, but collaborates with each other to achieve the expected goals. Awareness and openness of each stakeholder is the key to cooperate with each other, so that this becomes the basic capital for the sustainability of the program into the future. Keywords: Corporate social responsibility (CSR), pentahelix, collaboration, waste bank. Abstrak. Program CSR suatu perusahaan tidak dapat dilaksanakan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan keterlibatan berbagai pihak agar mencapai tujuan yang diharapkan. Berbagai pihak atau stakeholders tersebut bisa terdiri dari individu, kelompok, maupun organisasi serta komunitas atau juga pemerintah; diharapkan dapat berkontribusi dan dilibatkan dalam pelaksanaan program CSR. Keterlibatan berbagai stakeholders merupakan salah satu faktor kunci yang perlu diperhatikan, mengingat efektivitas dan efisiensi dalam pencapaian program, serta sustainability pemberdayaan. Setidaknya terdapat 5 (lima) kategori stakeholders yang dapat dilibatkan dan berkolaborasi dalam program-program CSR, yaitu Academic, Business, Community, Government and Media (ABCGM). Masing-masing stakeholders memainkan peran yang berbeda sesuai dengan kapasitas dan kemampuan, serta kewenangan masing-masing. Tujuan riset ini adalah menggambarkan bagaimana keterlibatan dan kolaborasi stakeholder dalam program CSR pengelolaan lingkungan khususnya dalam pengelolaan bank sampa","PeriodicalId":403045,"journal":{"name":"EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial","volume":"78 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117035278","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-15DOI: 10.15408/empati.v12i1.29514
Andi Khafifah Nurul Isnaini A. Tagunu, S. Salahudin
Abstract. This research aims to find out the issues of labor exploitation through the perspective of Marxism theory as Karl Marx's criticism of the development of capitalism and the impact of injustice in the distribution of wealth and social inequality. Labor exploitation raises the concept of division of labor on an international scale which in practice results in underdevelopment and dependence of poor countries on rich countries. This research uses the Systematic Literature Review method with 144 scientific articles sourced from the Scopus database. This article review uses the VOS viewer application. The results of this study reveal that the development of research related to the phenomenon of labor exploitation is very diverse as evidenced by workers who experience various exploitation in the workplace which can be classified in several schemes, namely criminal violations, human rights, denial of labor rights, labor trafficking, security violations and discrimination against economic violations. The research also shows that it is not only those with power who are responsible for exploitation, but also state authorities themselves. All research results contribute to the development of a research roadmap on labor exploitation as well as the development of science, especially socio-political science related to issues of labor exploitation, and the development of policies to deal with the phenomenon of labor exploitation in the world. The limitation of this research is that the articles used are only sourced from the Scopus database so that the research findings cannot describe the overall issue of labor exploitation in the world. Future research needs to use scientific articles sourced from other reputable international databases, such as Web of Science from Dimensions Scholars. Keywords: Labor exploitation, labor, global capitalism, social inequality. Abstrak. Studi ini bertujuan mengetahui isu-isu eksploitasi tenaga kerja melalui perspektif teori Marxisme sebagai kritik Karl Marx atas perkembangan kapitalisme dan dampak ketidakadilan pada distribusi kekayaan serta kesenjangan sosial. Eksploitasi tenaga kerja memunculkan konsep pembagian kerja pada skala internasional yang pada praktiknya mengakibatkan keterbelakangan serta ketergantungan negara miskin terhadap negara kaya. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review dengan 144 artikel ilmiah bersumber dari database scopus. Review artikel ini menggunakan aplikasi VOS viewer. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa perkembangan penelitian terkait fenomena eksploitasi tenaga kerja sangat beragam terbukti dengan para tenaga kerja yang mengalami berbagai eksploitasi di tempat kerja yang dapat diklasifikasikan dalam beberapa skema yakni pelanggaran pidana, hak asasi manusia, penolakan hak tenaga kerja, perdagangan tenaga kerja, pelanggaran keamanan dan diskriminasi terhadap pelanggaran ekonomi. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa bukan hanya yang memiliki kekuasaan yang bert
摘要本研究旨在通过马克思主义理论的视角,从马克思对资本主义发展的批判以及财富分配不公和社会不平等的影响等方面,找出劳动剥削的问题。劳动剥削在国际范围内提出了劳动分工的概念,这在实践中导致了穷国对富国的不发达和依赖。本研究采用系统文献综述法,选取来自Scopus数据库的144篇科学论文。本文回顾使用VOS查看器应用程序。本研究的结果显示,与劳动剥削现象相关的研究发展是非常多样化的,证据是工人在工作场所遭受各种剥削,可分为几种方案,即刑事侵犯、人权、剥夺劳工权利、劳工贩运、安全侵犯和对经济侵犯的歧视。研究还表明,不仅当权者要对剥削负责,国家当局本身也要对剥削负责。所有的研究成果都有助于制定劳动剥削的研究路线图,有助于发展与劳动剥削问题有关的科学,特别是与劳动剥削问题有关的社会政治科学,有助于制定应对世界劳动剥削现象的政策。本研究的局限性在于所使用的文章仅来自Scopus数据库,因此研究结果无法描述全球劳动剥削的整体问题。未来的研究需要使用来自其他知名国际数据库的科学文章,例如Dimensions Scholars的Web of Science。关键词:劳动剥削,劳动,全球资本主义,社会不平等。Abstrak。马克思主义的观点是资本主义的观点,马克思主义的观点是资本主义的观点,马克思主义的观点是资本主义的观点,马克思主义的观点是资本主义的观点,马克思主义的观点是社会的观点。我的意思是,我的意思是我的意思是我的意思是我的意思是我的意思是我的意思是我的意思是我的意思是我的意思。Penelitian ini mongunakan方法系统文献综述,登安144篇文献,文献数量,数据库范围。回顾文章在蒙古纳坎应用程序的VOS浏览器。我的翻译是:我的翻译是:我的翻译是:我的翻译是:我的翻译是:我的翻译是:我的翻译是:我的翻译是:我的翻译是:我的翻译是:我的翻译是:我的翻译是:我的翻译是:我的翻译是:我的翻译是:我的翻译是:Penelitian ini juga menunjukkan bahwa bukan hanya yang memoriliki kekuasaan yang bertanggung jawab as ekspploitasi, tetapi juga otoritas negari sendiri。这句话的意思是:“我们的社会政治,我们的社会政治,我们的社会政治,我们的社会政治,我们的社会政治,我们的社会政治,我们的社会政治,我们的社会政治,我们的社会政治。”Keterbatasan penelitian ini adalah artikel yang digunakan hanya用户数据数据库scopus seingga teman penelitian tidak dapat menggambarkan secara keseluruhan tentensu ekspploitasi tenaga kerja di dunia。peneltian berikutnya perlu menggunakan artikel ilmitian berikutnya perlu menggunakan artikel ilmitian berikutnya数据库国际代表数据数据库,独立科学网络维度学者。Kata Kunci: Eksploitasi tenaga kerja, buruh,资本主义全球,kesenjangan社会。
{"title":"THE PHENOMENON OF LABOR EXPLOITATION: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW","authors":"Andi Khafifah Nurul Isnaini A. Tagunu, S. Salahudin","doi":"10.15408/empati.v12i1.29514","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/empati.v12i1.29514","url":null,"abstract":"Abstract. This research aims to find out the issues of labor exploitation through the perspective of Marxism theory as Karl Marx's criticism of the development of capitalism and the impact of injustice in the distribution of wealth and social inequality. Labor exploitation raises the concept of division of labor on an international scale which in practice results in underdevelopment and dependence of poor countries on rich countries. This research uses the Systematic Literature Review method with 144 scientific articles sourced from the Scopus database. This article review uses the VOS viewer application. The results of this study reveal that the development of research related to the phenomenon of labor exploitation is very diverse as evidenced by workers who experience various exploitation in the workplace which can be classified in several schemes, namely criminal violations, human rights, denial of labor rights, labor trafficking, security violations and discrimination against economic violations. The research also shows that it is not only those with power who are responsible for exploitation, but also state authorities themselves. All research results contribute to the development of a research roadmap on labor exploitation as well as the development of science, especially socio-political science related to issues of labor exploitation, and the development of policies to deal with the phenomenon of labor exploitation in the world. The limitation of this research is that the articles used are only sourced from the Scopus database so that the research findings cannot describe the overall issue of labor exploitation in the world. Future research needs to use scientific articles sourced from other reputable international databases, such as Web of Science from Dimensions Scholars. Keywords: Labor exploitation, labor, global capitalism, social inequality. Abstrak. Studi ini bertujuan mengetahui isu-isu eksploitasi tenaga kerja melalui perspektif teori Marxisme sebagai kritik Karl Marx atas perkembangan kapitalisme dan dampak ketidakadilan pada distribusi kekayaan serta kesenjangan sosial. Eksploitasi tenaga kerja memunculkan konsep pembagian kerja pada skala internasional yang pada praktiknya mengakibatkan keterbelakangan serta ketergantungan negara miskin terhadap negara kaya. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review dengan 144 artikel ilmiah bersumber dari database scopus. Review artikel ini menggunakan aplikasi VOS viewer. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa perkembangan penelitian terkait fenomena eksploitasi tenaga kerja sangat beragam terbukti dengan para tenaga kerja yang mengalami berbagai eksploitasi di tempat kerja yang dapat diklasifikasikan dalam beberapa skema yakni pelanggaran pidana, hak asasi manusia, penolakan hak tenaga kerja, perdagangan tenaga kerja, pelanggaran keamanan dan diskriminasi terhadap pelanggaran ekonomi. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa bukan hanya yang memiliki kekuasaan yang bert","PeriodicalId":403045,"journal":{"name":"EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial","volume":"102 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124743929","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-15DOI: 10.15408/empati.v12i1.31130
Mukhlish Muhammad Maududi, Zulfahmi Yasir Yunan
Abstract. Cyberbullying in Indonesia has been a growing problem in recent years. Many cases of cyberbullying on social media have impacted the victims, both emotionally and psychologically. Some of the causes include technological advances that facilitate internet access and social media use, lack of public awareness and understanding of the impact of cyberbullying, lack of supervision from families, schools and communities, and lack of attention from authorities in handling cyberbullying cases. This study aims to analyze how to overcome cyberbullying behavior among adolescents through social control. This research uses a qualitative research model, with data entirely derived from literature studies, secondary data sources in the form of documents, literature both books and articles related to cyberbullying. The researcher used the Miles model of data analysis. The results of this study show that social control is based on norms and religion. Religion can make a positive contribution in overcoming cyberbullying cases by emphasizing the importance of religious values such as tolerance, compassion, and brotherhood. Structurally, the government has made various efforts to overcome cyberbullying, such as providing facilities and infrastructure such as laws and regulations. The government has an important role in overcoming cyberbullying by making regulations and policies to protect victims of cyberbullying. Keywords: Cyberbullying, social control, handling. Abstrak. Cyberbullying di Indonesia merupakan masalah yang semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Banyak kasus cyberbullying di media sosial dan berdampak pada korban, baik secara emosional maupun psikologis. Beberapa penyebabnya antara lain kemajuan teknologi yang memudahkan akses internet dan penggunaan media sosial, kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang dampak cyberbullying, kurangnya pengawasan dari pihak keluarga, sekolah dan masyarakat, serta kurangnya perhatian dari pihak berwenang dalam menangani kasus-kasus cyberbullying. Penelitian ini bertujuan menganalisis cara mengatasi perilaku cyberbullying di kalangan remaja melalui kontrol sosial. Penelitian ini menggunakan model penelitian kualitatif, dengan data sepenuhnya berasal dari studi kepustakaan, sumber data sekunder berupa dokumen-dokumen, literatur baik buku-buku maupun artikel terkait cyberbullying. Peneliti menggunakan menggunakan analisis data model Miles. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontrol sosial berbasis pada norma dan agama. Agama dapat memberikan kontribusi positif dalam mengatasi kasus cyberbullying dengan menekankan pentingnya nilai-nilai keagamaan seperti toleransi, kasih sayang, dan persaudaraan. Secara struktural pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi cyberbullying, seperti penyediaan sarana dan prasarana seperti perangkat peraturan perundang-undangan. Pemerintah memiliki peran penting dalam mengatasi cyberbullying dengan membuat regulasi dan kebijakan untuk melindung
抽象的。近年来,印尼的网络欺凌问题日益严重。社交媒体上的许多网络欺凌案件都对受害者产生了情感和心理上的影响。其中一些原因包括促进互联网接入和社交媒体使用的技术进步,公众对网络欺凌的影响缺乏认识和理解,家庭、学校和社区缺乏监督,以及当局在处理网络欺凌案件时缺乏关注。本研究旨在分析如何透过社会控制来克服青少年网络霸凌行为。本研究采用定性研究模式,数据完全来源于文献研究、文献形式的二手数据来源、与网络欺凌相关的文献、书籍和文章。研究人员使用了迈尔斯数据分析模型。本研究的结果表明,社会控制是基于规范和宗教。宗教可以通过强调宽容、同情、兄弟情谊等宗教价值观的重要性,为克服网络暴力做出积极贡献。从结构上看,政府为克服网络欺凌采取了法律法规等设施和基础设施等多种措施。政府应该制定保护网络欺凌受害者的法规和政策,在克服网络欺凌方面发挥重要作用。关键词:网络欺凌,社会控制,处理。Abstrak。网络欺凌是印度尼西亚的merupakan masalah yang semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir。Banyak认为网络欺凌是媒体、社交、情感和心理方面的问题。Beberapa penyebabnya antara lain kemajuan tecknologi yang memudahkan akses internet dan penggunaan media social, kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang dampak网络欺凌,kurangnya pengawasan dari pihak keluarga, sekolah dan masyarakat, serta kurangnya perhatian dari pihak berwenang dalam menangani kasus-kasus网络欺凌。网络欺凌是一种社会行为,是一种社会行为。Penelitian ini menggunakan模型Penelitian质量,denan数据Penelitian质量,denan数据Penelitian质量,denan数据Penelitian质量,denan数据Penelitian质量,denan数据Penelitian质量,number数据sekunder berupa dokumen-dokumen, literature baik buku-buku maupun artikel质量,网络欺凌。Peneliti menggunakan数据分析模型Miles。哈西尔penelitian ini menunjukkan bahwa控制社会基础和常态。Agama dapat成员kontribusi积极的dalam mengatasi kasus网络欺凌dengan menekankan pentingnya nilai-nilai keagamaan和seperti宽容,kasih sayang, dan persaudaran。这句话的意思是:“网络欺凌”,这句话的意思是“网络欺凌”,这句话的意思是“网络欺凌”。Pemerintah memiliki peran penting dalam mengatasi网络欺凌,dengan成员regulasi dan kebijakan untuk melindungi korban网络欺凌。Kata Kunci:网络欺凌,控制社会,penanganan。
{"title":"KONTROL SOSIAL DAN PERILAKU CYBERBULLYING DI KALANGAN REMAJA","authors":"Mukhlish Muhammad Maududi, Zulfahmi Yasir Yunan","doi":"10.15408/empati.v12i1.31130","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/empati.v12i1.31130","url":null,"abstract":"Abstract. Cyberbullying in Indonesia has been a growing problem in recent years. Many cases of cyberbullying on social media have impacted the victims, both emotionally and psychologically. Some of the causes include technological advances that facilitate internet access and social media use, lack of public awareness and understanding of the impact of cyberbullying, lack of supervision from families, schools and communities, and lack of attention from authorities in handling cyberbullying cases. This study aims to analyze how to overcome cyberbullying behavior among adolescents through social control. This research uses a qualitative research model, with data entirely derived from literature studies, secondary data sources in the form of documents, literature both books and articles related to cyberbullying. The researcher used the Miles model of data analysis. The results of this study show that social control is based on norms and religion. Religion can make a positive contribution in overcoming cyberbullying cases by emphasizing the importance of religious values such as tolerance, compassion, and brotherhood. Structurally, the government has made various efforts to overcome cyberbullying, such as providing facilities and infrastructure such as laws and regulations. The government has an important role in overcoming cyberbullying by making regulations and policies to protect victims of cyberbullying. Keywords: Cyberbullying, social control, handling. Abstrak. Cyberbullying di Indonesia merupakan masalah yang semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Banyak kasus cyberbullying di media sosial dan berdampak pada korban, baik secara emosional maupun psikologis. Beberapa penyebabnya antara lain kemajuan teknologi yang memudahkan akses internet dan penggunaan media sosial, kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang dampak cyberbullying, kurangnya pengawasan dari pihak keluarga, sekolah dan masyarakat, serta kurangnya perhatian dari pihak berwenang dalam menangani kasus-kasus cyberbullying. Penelitian ini bertujuan menganalisis cara mengatasi perilaku cyberbullying di kalangan remaja melalui kontrol sosial. Penelitian ini menggunakan model penelitian kualitatif, dengan data sepenuhnya berasal dari studi kepustakaan, sumber data sekunder berupa dokumen-dokumen, literatur baik buku-buku maupun artikel terkait cyberbullying. Peneliti menggunakan menggunakan analisis data model Miles. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontrol sosial berbasis pada norma dan agama. Agama dapat memberikan kontribusi positif dalam mengatasi kasus cyberbullying dengan menekankan pentingnya nilai-nilai keagamaan seperti toleransi, kasih sayang, dan persaudaraan. Secara struktural pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi cyberbullying, seperti penyediaan sarana dan prasarana seperti perangkat peraturan perundang-undangan. Pemerintah memiliki peran penting dalam mengatasi cyberbullying dengan membuat regulasi dan kebijakan untuk melindung","PeriodicalId":403045,"journal":{"name":"EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial","volume":"5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133421178","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-15DOI: 10.15408/empati.v12i1.31303
Christiana Christiana, A. J. S. Runturambi, Benny Jozua Mamoto
Abstract. Drug abuse among adolescents is a worrying public health problem in the world and in Indonesia. More than 2 million students have abused drugs and their first age was in their teens (Puslitdatin, 2019; Puslitdatin BNN, 2020). Drug abuse in adolescents affects individuals, families and communities and causes health, legal, social and economic losses (Chakravarthy et al., 2021; Sweatt, S.K, Gower, B.A, Chieh, A.Y, Liu, Y, Li, 2016). Adolescent drug abuse requires professional treatment in the form of rehabilitation, but the recurrence rate is high, even reaching 80% (Becker et al., 2021; Moos & Bernice, 2006; National Institute on Drug Abuse, 2020). Various studies mention the role of family and family resilience as important and influential in adolescent drug relapse rates (Becker et al., 2021; Ronel & Haimoff-Ayali, 2018; Zerbetto et al., 2017). Based on these data, this study intends to examine the role of the family in helping adolescents prevent relapse. The research in this paper uses research methods with the theoretical focus being Bandura's social learning theory and Shutherland's differential association theory. The theory holds up with family resilience in relapse. The novelty in this study specifically discusses the role of the family in adolescents by referring to Bandura and Shutterland's learning theory related to drug relapse and offers suggestions for solving it. Keyword: Addiction; drug abuse; family resilience. Abstrak. Penyalahguna narkoba di kalangan remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang mengkhawatirkan di dunia dan Indonesia. Lebih dari 2 juta pelajar pernah menyalahgunakan narkoba dan usia pertama penyalahgunaan pada usia remaja (Puslitdatin, 2019; Puslitdatin BNN, 2020). Penyalahgunaan narkoba pada remaja berdampak bagi individu, keluarga dan masyarakat serta menimbulkan kerugian kesehatan, hukum, sosial dan ekonomi (Chakravarthy et al., 2021; Sweatt,S.K, Gower, B.A, Chieh, A.Y, Liu, Y, Li, 2016). Penyalahgunaan narkoba remaja memerlukan penanganan secara profesional berupa rehabilitasi, tetapi angka kekambuhan tinggi bahkan mencapai 80% (Becker et al., 2021; Moos & Bernice, 2006; National Institute on Drug Abuse, 2020). Berbagai studi menyebutkan peran keluarga dan ketahanan keluarga penting dan berpengaruh pada angka kekambuhan penyalahgunaan narkoba remaja (Becker et al., 2021; Ronel & Haimoff-Ayali, 2018; Zerbetto et al., 2017). Berdasarkan data tersebut maka penelitian ini bermaksud untuk mengkaji peran keluarga dalam membantu remaja mencegah kekambuhan. Penelitian dalam tulisan ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan fokus teori yang digunakan adalah social learning theory Bandura dan differential association theory Shutherland. Teori tersebut dikaitkan dengan ketahanan keluarga dalam kekambuhan. Kebaharuan penelitian ini secara spesifik membahas peran keluarga pada remaja dengan mengacu pada teori pembelajaran Bandura dan Shutterland yang berkaitan dengan kekambuhan penyalahgunaan nark
摘要在全世界和印度尼西亚,青少年滥用药物是一个令人担忧的公共卫生问题。超过200万的学生滥用药物,他们的第一个年龄是在青少年时期(Puslitdatin, 2019;出版社,2020)。青少年吸毒影响个人、家庭和社区,并造成健康、法律、社会和经济损失(Chakravarthy等人,2021年;Sweatt, S.K, Gower, B.A, Chieh, A.Y, Liu, Y, Li, 2016)。青少年吸毒需要以康复的形式进行专业治疗,但复发率高,甚至达到80% (Becker et al., 2021;Moos & Bernice, 2006;国家药物滥用研究所,2020年)。各种研究都提到家庭和家庭弹性在青少年药物复发率方面的重要和有影响的作用(Becker等人,2021;Ronel & Haimoff-Ayali, 2018;Zerbetto等人,2017)。基于这些数据,本研究旨在探讨家庭在帮助青少年预防复发中的作用。本文采用的研究方法以班杜拉的社会学习理论和舒瑟兰的差异联想理论为理论重点。这一理论适用于复发的家庭恢复力。本研究的新颖性特别参考Bandura和Shutterland关于吸毒复发的学习理论,探讨了家庭在青少年中的作用,并提出了解决问题的建议。关键字:上瘾;药物滥用;家庭的韧性。Abstrak。Penyalahguna narkoba di kalangan remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang mengkhawatirkan di dunia dan印度尼西亚。[j] .中国农业科学,2019;出版社,2020)。Penyalahgunaan narkoba pada remaja berdampak bagi个人,keluarga dan masyarakat serta menimbulkan kerugian kesehatan, hukum,社会和经济(Chakravarthy et al., 2021;斯韦特,S。K, Gower, B.A, Chieh, A.Y, Liu, Y, Li, 2016)。Penyalahgunaan narkoba remaja memerlukan penanganan secara professional berupa rehabilitasi, tetapi angka kekambuhan tinggi bahkan mencapai 80% (Becker et al., 2021;Moos & Bernice, 2006;国家药物滥用研究所,2020年)。Berbagai studi menyebutkan peran keluarga dan ketahanan keluarga penting dan berpengaruh pada angka kekambuhan penyalahgunaan narkoba remaja (Becker et al., 2021;Ronel & Haimoff-Ayali, 2018;Zerbetto等人,2017)。Berdasarkan数据terbut maka penelitian ini bermaksud untuk mengkaji peran keluarga dalam membantu remaja menmenegah kekambuhan。Penelitian dalam tulisan ini menggunakan方法,tinjauan文学,dengan焦点,teori yang digunakan adalah社会学习理论,Bandura dan差异联想理论,Shutherland。Teori tersebut dikaitkan dengan ketahanan keluarga dalam kekambuhan。kebaharan penelitian ini secara特别成员peran keluarga pada remaja dengan mengacu pada teori penbelajan Bandura dan Shutterland yang berkaitan dengan kekambuhan penyalahgunaan narkobanya serta menawarkan saran penyelesaiannya。Kata kunci: Adiksi;ketahanan keluarga;penyalahgunaan narkoba。
{"title":"KETAHANAN KELUARGA DAN PENCEGAHAN KEKAMBUHAN ADIKSI NARKOTIKA PADA REMAJA","authors":"Christiana Christiana, A. J. S. Runturambi, Benny Jozua Mamoto","doi":"10.15408/empati.v12i1.31303","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/empati.v12i1.31303","url":null,"abstract":"Abstract. Drug abuse among adolescents is a worrying public health problem in the world and in Indonesia. More than 2 million students have abused drugs and their first age was in their teens (Puslitdatin, 2019; Puslitdatin BNN, 2020). Drug abuse in adolescents affects individuals, families and communities and causes health, legal, social and economic losses (Chakravarthy et al., 2021; Sweatt, S.K, Gower, B.A, Chieh, A.Y, Liu, Y, Li, 2016). Adolescent drug abuse requires professional treatment in the form of rehabilitation, but the recurrence rate is high, even reaching 80% (Becker et al., 2021; Moos & Bernice, 2006; National Institute on Drug Abuse, 2020). Various studies mention the role of family and family resilience as important and influential in adolescent drug relapse rates (Becker et al., 2021; Ronel & Haimoff-Ayali, 2018; Zerbetto et al., 2017). Based on these data, this study intends to examine the role of the family in helping adolescents prevent relapse. The research in this paper uses research methods with the theoretical focus being Bandura's social learning theory and Shutherland's differential association theory. The theory holds up with family resilience in relapse. The novelty in this study specifically discusses the role of the family in adolescents by referring to Bandura and Shutterland's learning theory related to drug relapse and offers suggestions for solving it. Keyword: Addiction; drug abuse; family resilience. Abstrak. Penyalahguna narkoba di kalangan remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang mengkhawatirkan di dunia dan Indonesia. Lebih dari 2 juta pelajar pernah menyalahgunakan narkoba dan usia pertama penyalahgunaan pada usia remaja (Puslitdatin, 2019; Puslitdatin BNN, 2020). Penyalahgunaan narkoba pada remaja berdampak bagi individu, keluarga dan masyarakat serta menimbulkan kerugian kesehatan, hukum, sosial dan ekonomi (Chakravarthy et al., 2021; Sweatt,S.K, Gower, B.A, Chieh, A.Y, Liu, Y, Li, 2016). Penyalahgunaan narkoba remaja memerlukan penanganan secara profesional berupa rehabilitasi, tetapi angka kekambuhan tinggi bahkan mencapai 80% (Becker et al., 2021; Moos & Bernice, 2006; National Institute on Drug Abuse, 2020). Berbagai studi menyebutkan peran keluarga dan ketahanan keluarga penting dan berpengaruh pada angka kekambuhan penyalahgunaan narkoba remaja (Becker et al., 2021; Ronel & Haimoff-Ayali, 2018; Zerbetto et al., 2017). Berdasarkan data tersebut maka penelitian ini bermaksud untuk mengkaji peran keluarga dalam membantu remaja mencegah kekambuhan. Penelitian dalam tulisan ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan fokus teori yang digunakan adalah social learning theory Bandura dan differential association theory Shutherland. Teori tersebut dikaitkan dengan ketahanan keluarga dalam kekambuhan. Kebaharuan penelitian ini secara spesifik membahas peran keluarga pada remaja dengan mengacu pada teori pembelajaran Bandura dan Shutterland yang berkaitan dengan kekambuhan penyalahgunaan nark","PeriodicalId":403045,"journal":{"name":"EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial","volume":"17 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122899479","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-15DOI: 10.15408/empati.v12i1.31791
Tuti Kartika, Arini Dwi Deswanti, Muhammad Ananta Firdaus, Mira Azzasyofia, Vrinsca Paulus
Abstract. Women who experience unwanted pregnancies (PKTD) face very complex problems: being left behind by the man who impregnated them, being expelled by their families, being stigmatized by society, feeling deep shame and guilt, and losing their future. This study aims to examine the problem of unwanted pregnancy and its solution by RUTH Foundation. The research method is descriptive qualitative with data collection techniques of in-depth interviews, documentation study, observation, and Focus Group Discussion. The results of the study illustrate that the PKTD have problems of shame and fear, loss of future, and being left by the man who impregnated them. This research also succeeded in identifying self-healing services provided by the RUTH Foundation, namely healing carried out by the KTD women themselves with assistance from RUTH Foundation officers. The media used are sewing, knitting, painting, baking, flower arranging, going to nature, and other entertainment media. Self-healing is carried out continuously by emphasizing the willingness and ability of KTD women. The conclusion of this study is that self-healing by the RUTH Foundation has succeeded in leading women with domestic violence to forgive themselves and accept the situation they are in. Forgiving themselves and accepting the conditions experienced has opened up space for women with domestic violence to foster self-motivation and build a fighting spirit to continue a better life. The most important thing is that the Ruth Foundation has saved two generations, namely the CVC herself as a mother and the fetus in her mother's womb. Keywords: Women, unwanted pregnancy, self-healing. Abstrak. Perempuan yang mengalami kehamilan tidak diinginkan (PKTD) menghadapi permasalahan sangat kompleks: ditinggal lelaki yang menghamilinya, diusir keluarga, mendapatkan stigma masyarakat, rasa malu dan bersalah yang mendalam, serta kehilangan masa depan. Studi ini bertujuan mengkaji permasalahan PKTD dan solusinya oleh Yayasan RUTH. Metode penelitian berbentuk deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, studi dokumentasi, observasi, dan Focus Group Discussion. Hasil penelitian menggambarkan bahwa PKTD memiliki masalah rasa malu dan takut, kehilangan masa depan, dan ditinggal lelaki yang menghamilinya. Penelitian ini juga berhasil mengidentifikasi pelayanan self healing yang diberikan oleh Yayasan RUTH yakni penyembuhan yang dilakukan oleh perempuan KTD itu sendiri dengan pendampingan dari petugas Yayasan RUTH. Media yang digunakannya adalah menjahit, merajut, melukis, membuat kue, merangkai bunga, pergi ke alam terbuka, dan media hiburan lainnya. Self healing dilakukan secara terus menerus dengan menekankan pada kemauan dan kemampuan perempuan KTD. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa self healing oleh Yayasan RUTH berhasil mengantar perempuan KTD memaafkan dirinya dan menerima situasi yang dialaminya. Memaafkan diri sendiri dan menerima kondisi yang dialami telah membuk
摘要经历意外怀孕(PKTD)的妇女面临着非常复杂的问题:被使她们怀孕的男人抛弃,被家人驱逐,被社会污名化,感到深深的羞耻和内疚,失去未来。本研究旨在探讨露丝基金会的意外怀孕问题及其解决方案。研究方法为定性描述,采用深度访谈、文献研究、观察、焦点小组讨论等数据收集技术。研究结果表明,PKTD有羞耻和恐惧的问题,失去未来,被怀孕的男人抛弃。这项研究还成功地确定了露丝基金会提供的自愈服务,即在露丝基金会官员的协助下,由KTD妇女自己进行的自愈。使用的媒介有缝纫、编织、绘画、烘焙、插花、走向大自然等娱乐媒介。通过强调KTD女性的意愿和能力,不断进行自我修复。这项研究的结论是,露丝基金会的自我修复成功地引导了遭受家庭暴力的女性原谅自己,接受她们所处的处境。原谅自己,接受所经历的情况,为遭受家庭暴力的妇女提供了空间,使她们能够培养自我激励,建立一种继续美好生活的战斗精神。最重要的是,露丝基金会拯救了两代人,即作为母亲的CVC自己和在母亲子宫里的胎儿。关键词:女性,意外怀孕,自愈。Abstrak。【中文译文】【中文译文】【中文译文】【中文译文】【中文译文】【中文译文】【中文译文】【中文译文】研究ini bertujuan mengkaji permasalahan PKTD和solusinya oleh Yayasan RUTH。研究文献,观测资料,焦点小组讨论。Hasil penelitian menghabarkan bahwa PKTD memiliki masalah rasa malu dan takut, kehilangan masa depan, dan ditinggal lelaki yang menghamilinya。Penelitian ini juga berhasil mengidentififikasi pelayanan自愈yang diberikan oleh Yayasan RUTH yakni penyembuhan yang dilakukan oleh perempuan KTD i sendiri dengan pendampingi and dari petugas Yayasan RUTH。媒体yang digunakannya adalah menjahit, merajut, melukis, membuat kue, merangkai bunga, pergi ke alam terbuka, dan Media hiburan lainnya。自愈性长颈静脉曲张,自愈性长颈静脉曲张,自愈性长颈静脉曲张。自愈后,自愈愈后,自愈愈后,自愈愈后,自愈愈愈。我爱你,我爱你,我爱你,我爱你,我爱你,我爱你,我爱你,我爱你,我爱你,我爱你,我爱你。halpaling penting adalah Yayasan Ruth telah menyelamatkan dua generasi, yititpktd ititsendiri sebagai seorang ibu danjanindalam kandungan ibunya。Kata kunci: Perempuan, kehamilan tidak diinginkan,自我修复。
{"title":"SELF-HEALING FOR WOMEN WITH UNWANTED PREGNANCIES AT YAYASAN RUMAH TUMBUH HARAPAN BANDUNG","authors":"Tuti Kartika, Arini Dwi Deswanti, Muhammad Ananta Firdaus, Mira Azzasyofia, Vrinsca Paulus","doi":"10.15408/empati.v12i1.31791","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/empati.v12i1.31791","url":null,"abstract":"Abstract. Women who experience unwanted pregnancies (PKTD) face very complex problems: being left behind by the man who impregnated them, being expelled by their families, being stigmatized by society, feeling deep shame and guilt, and losing their future. This study aims to examine the problem of unwanted pregnancy and its solution by RUTH Foundation. The research method is descriptive qualitative with data collection techniques of in-depth interviews, documentation study, observation, and Focus Group Discussion. The results of the study illustrate that the PKTD have problems of shame and fear, loss of future, and being left by the man who impregnated them. This research also succeeded in identifying self-healing services provided by the RUTH Foundation, namely healing carried out by the KTD women themselves with assistance from RUTH Foundation officers. The media used are sewing, knitting, painting, baking, flower arranging, going to nature, and other entertainment media. Self-healing is carried out continuously by emphasizing the willingness and ability of KTD women. The conclusion of this study is that self-healing by the RUTH Foundation has succeeded in leading women with domestic violence to forgive themselves and accept the situation they are in. Forgiving themselves and accepting the conditions experienced has opened up space for women with domestic violence to foster self-motivation and build a fighting spirit to continue a better life. The most important thing is that the Ruth Foundation has saved two generations, namely the CVC herself as a mother and the fetus in her mother's womb. Keywords: Women, unwanted pregnancy, self-healing. Abstrak. Perempuan yang mengalami kehamilan tidak diinginkan (PKTD) menghadapi permasalahan sangat kompleks: ditinggal lelaki yang menghamilinya, diusir keluarga, mendapatkan stigma masyarakat, rasa malu dan bersalah yang mendalam, serta kehilangan masa depan. Studi ini bertujuan mengkaji permasalahan PKTD dan solusinya oleh Yayasan RUTH. Metode penelitian berbentuk deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, studi dokumentasi, observasi, dan Focus Group Discussion. Hasil penelitian menggambarkan bahwa PKTD memiliki masalah rasa malu dan takut, kehilangan masa depan, dan ditinggal lelaki yang menghamilinya. Penelitian ini juga berhasil mengidentifikasi pelayanan self healing yang diberikan oleh Yayasan RUTH yakni penyembuhan yang dilakukan oleh perempuan KTD itu sendiri dengan pendampingan dari petugas Yayasan RUTH. Media yang digunakannya adalah menjahit, merajut, melukis, membuat kue, merangkai bunga, pergi ke alam terbuka, dan media hiburan lainnya. Self healing dilakukan secara terus menerus dengan menekankan pada kemauan dan kemampuan perempuan KTD. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa self healing oleh Yayasan RUTH berhasil mengantar perempuan KTD memaafkan dirinya dan menerima situasi yang dialaminya. Memaafkan diri sendiri dan menerima kondisi yang dialami telah membuk","PeriodicalId":403045,"journal":{"name":"EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial","volume":"43 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128923637","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-12-19DOI: 10.15408/empati.v11i2.29755
J. Astutik, Aan Sugiharto, Z. Abidin
Abstract. This research was conducted to produce findings of peer social support models in adolescent empowerment to improve the social functioning of adolescent victims of drug abuse in Jabung District, Malang Regency. This research was conducted with a qualitative approach, descriptive type. The research subjects were determined purposively. Primary data is obtained through interviews, while secondary data is obtained from journals, print media, documents, articles, and literature. Data analysis is done by text analysis, analyzing what is implied in the data from both primary and secondary data collection results. Peer social support in empowering adolescents as an effort to improve the social functioning of adolescent victims of narcotics abuse in Jabung District, Malang Regency, includes (1) Emotional Support through activities of giving attention, caring, support, and empathy, (2) Award Support: giving appreciation in the form praise, giving rewards, (3) Instrumental Support: providing direct facilities and performance needs, (4) Information Support: Providing knowledge about the health and dangers of narcotics abuse, religious spirituality, (5) Social Network Support: building togetherness, cohesiveness, and mutual sharing. Peer social Support results in social functioning for adolescent victims of narcotics abuse so that: they 1) can fulfill their own daily needs, 2) can overcome their problems, 3) can carry out social roles both in the family and in the surrounding community, and 4) can develop self.Keywords: social Support, Narcotics Abuse, Social functioning Abstrak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan temuan model dukungan sosial teman sebaya dalam pemberdayaan remaja sebagai upaya meningkatkan keberfungsian sosial remaja korban penyalahgunaan narkotika di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, jenis deskriptif. Subyek penelitian ditentukan secara purporsive. Data primer diperoleh melalui wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari jurnal, media cetak, dokumen, artikel, maupun literatur. Sedangkan analisis data dilakukan dengan analisis teks, dengan cara menganalisis hal yang tersirat dan tersurat dalam data hasil pengumpulan data baik secara primer maupun sekunder. Dukungan sosial teman sebaya dalam pemberdayaan remaja sebagai upaya meningkatkan keberfungsian sosial remaja korban penyalahgunaan narkotika di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, meliputi: (1) Dukungan Emosional, melalui aktivitas pemberian perhatian, kepedulian, dukungan, empati (2) Dukungan Penghargaan: memberi apresiasi berupa pujian, pemberian reward, (3) Dukungan Instrumental: penyediaan kebutuhan fasilitas dan kinerja langsung, (4) Dukungan Informasi: Memberi pengetahuan tentang kesehatan dan bahaya penyalahgunaan narkotika, spiritual keagamaan, (5) Dukungan Jaringan Sosial: membangun kebersamaan, kekompakan dan saling sharing. Dari dukungan sosial teman sebaya ini menghasilkan keberfung
摘要本研究旨在探讨同伴社会支持模式在青少年赋权中的应用,以改善玛琅县雅邦县青少年吸毒受害者的社会功能。本研究采用定性方法,描述性方法。研究对象的确定是有目的的。主要数据是通过访谈获得的,而次要数据是从期刊、印刷媒体、文件、文章和文献中获得的。数据分析是通过文本分析来完成的,从一次和二次数据收集结果中分析数据中隐含的内容。在玛琅县Jabung区,同伴社会支持为青少年赋权,努力改善青少年毒品滥用受害者的社会功能,包括(1)通过给予关注、关怀、支持和同情的活动提供情感支持;(2)奖励支持:以表扬、奖励的形式给予赞赏;(3)工具支持:提供直接设施和表演需求;(4)信息支持:(5)社会网络支持:建立团结、凝聚力和相互分享。同伴社会支持有助于青少年毒品滥用受害者的社会功能,使他们能够:1)满足自己的日常需要;2)克服自己的问题;3)在家庭和周围社区中履行社会角色;4)发展自我。关键词:社会支持,毒品滥用,社会功能Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan temuan模型dukungan社会teman sebaya dalam pemberdayaan remaja sebagai upaya meningkatkan keberfungsian社会remajan korban penyalahgunaan narkotika di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang。Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan qualititf,简写。Subyek penelitian ditentukan secara purpursive。数据入门diperoleh melalui wawancara, sedangkan Data sekunder diperoleh dari journal, media cetak, dokumen, artikel, maupun literature。Sedangkan analysis data dilakukan dengan analysis teks, dengan cara menganalysis hal yang tersirat dan tersurat dalam data hasil pengpulan data baik secara primer maupun sekunder。Dukungan social teman sebaya dalam pemberdayaan remajan sebagai upaya meningkatkan keberfungsian social remajan korban penyalahgunaan narkotika di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, meliputi:(1) Dukungan情感,melalui aktivitas pemberian perhatian, kepedulian, Dukungan, empati (2) Dukungan Penghargaan: memberi apresasi berupa pujian, pemberian reward, (3) Dukungan Instrumental: penyediaan kebutuhan fasilitas dan kinerja langsung, (4) Dukungan Informasi:经纪人pengetahuan tentang kesehatan丹bahaya penyalahgunaan narkotika,精神keagamaan (5) Dukungan Jaringan Sosial: membangun kebersamaan, kekompakan丹销售共享。达里语dukungan sosial毯螅sebaya ini menghasilkan keberfungsian sosial bagi remaja korban penyalahgunaan narkotika sehingga: 1) mampu memenuhi sendiri kebutuhannya sehari-hari, 2) mampu mengatasi masalahnya, 3) mampu melaksanakan peran sosial baik dalam keluarga maupun步伐sekitarnya丹4)memiliki kemampuan mengembangkan diri sendiri。Kata kunci: Dukungan social, korban penyalahgunaan Narkotika, Keberfungsian social。
{"title":"THE MODEL OF SOCIAL SUPPORT OF PEOPLE IN THE EMPOWERMENT OF YOUTH AS AN EFFORT TO INCREASE SOCIAL FUNCTION","authors":"J. Astutik, Aan Sugiharto, Z. Abidin","doi":"10.15408/empati.v11i2.29755","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/empati.v11i2.29755","url":null,"abstract":"Abstract. This research was conducted to produce findings of peer social support models in adolescent empowerment to improve the social functioning of adolescent victims of drug abuse in Jabung District, Malang Regency. This research was conducted with a qualitative approach, descriptive type. The research subjects were determined purposively. Primary data is obtained through interviews, while secondary data is obtained from journals, print media, documents, articles, and literature. Data analysis is done by text analysis, analyzing what is implied in the data from both primary and secondary data collection results. Peer social support in empowering adolescents as an effort to improve the social functioning of adolescent victims of narcotics abuse in Jabung District, Malang Regency, includes (1) Emotional Support through activities of giving attention, caring, support, and empathy, (2) Award Support: giving appreciation in the form praise, giving rewards, (3) Instrumental Support: providing direct facilities and performance needs, (4) Information Support: Providing knowledge about the health and dangers of narcotics abuse, religious spirituality, (5) Social Network Support: building togetherness, cohesiveness, and mutual sharing. Peer social Support results in social functioning for adolescent victims of narcotics abuse so that: they 1) can fulfill their own daily needs, 2) can overcome their problems, 3) can carry out social roles both in the family and in the surrounding community, and 4) can develop self.Keywords: social Support, Narcotics Abuse, Social functioning Abstrak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan temuan model dukungan sosial teman sebaya dalam pemberdayaan remaja sebagai upaya meningkatkan keberfungsian sosial remaja korban penyalahgunaan narkotika di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, jenis deskriptif. Subyek penelitian ditentukan secara purporsive. Data primer diperoleh melalui wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari jurnal, media cetak, dokumen, artikel, maupun literatur. Sedangkan analisis data dilakukan dengan analisis teks, dengan cara menganalisis hal yang tersirat dan tersurat dalam data hasil pengumpulan data baik secara primer maupun sekunder. Dukungan sosial teman sebaya dalam pemberdayaan remaja sebagai upaya meningkatkan keberfungsian sosial remaja korban penyalahgunaan narkotika di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, meliputi: (1) Dukungan Emosional, melalui aktivitas pemberian perhatian, kepedulian, dukungan, empati (2) Dukungan Penghargaan: memberi apresiasi berupa pujian, pemberian reward, (3) Dukungan Instrumental: penyediaan kebutuhan fasilitas dan kinerja langsung, (4) Dukungan Informasi: Memberi pengetahuan tentang kesehatan dan bahaya penyalahgunaan narkotika, spiritual keagamaan, (5) Dukungan Jaringan Sosial: membangun kebersamaan, kekompakan dan saling sharing. Dari dukungan sosial teman sebaya ini menghasilkan keberfung","PeriodicalId":403045,"journal":{"name":"EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial","volume":"75 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122190921","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-12-19DOI: 10.15408/empati.v11i2.29282
E. Erwin, Ade Irwandi, Robi Mitra
Abstract. The problem of food is indeed a very complicated problem to discuss and is a fundamental matter for humans. Because it involves survival and survival and is related to other problems. As a result of the Covid-19 pandemic, the government is again planning to re-utilize sago as a staple food that needs to be developed through the Nusantara Sago Week 2020. Sago contributes to the fulfillment of food in Indonesia, not only rice and can provide economic opportunities. In the Mentawai Islands, is an area that has a lot of land and sago plants. However, this has not been ignored for a long time because many programs from the government are contradictory and have resulted in sago land and the Sarereiket community being pressured. So that their access to food, which is mainly sago, has begun to be disrupted. This study uses an ethnographic approach with interpretation analysis. So that they can question and answer doubts about the phenomenon of food problems in South Siberut, especially for the Sarereiket people. Government intervention through policies and programs that lead to food causes harm and duality to the Sarereiket people. So they are in a dilemma and trapped in the simalakama trap of "eating or not eating sago" which is still being felt. Therefore, food sovereignty in South Siberut needs to be reviewed and measured according to the current situation in South Siberut.Keywords: Food Sovereignty, Food security, Mentawai, Sarereiket. Abstrak. Masalah pangan memang menjadi masalah yang sangat pelik untuk dibahas dan merupakan perkara yang fundamental bagi manusia. Karena menyangkut hanyat hidup dan keberlangsungan hidup serta terkait dengan masalah lainnya. Akibat pandemi Covid-19, pemerintah kembali menggadangkan untuk kembali mendayagunakan sagu sebagai pangan pokok yang perlu dikembangkan melalui Pekan Sagu Nusantara tahun 2020. Sagu turut andil dalam pemenuhan pangan di Indonesia bukan hanya beras dan dapat memberikan peluang ekonomi. Di Kepualauan Mentawai, merupakan wilayah yang banyak memiliki lahan dan tanaman sagu. Namun hal ini sudah lama tidak diabaikan karena banyak program-program dari pemeirntah yang bertentangan dan mengakibatkan lahan sagu dan masyarakat Sarereiket terdesak. Sehingga akses pangan mereka yang utama sagu mulai terganggu. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi dengan analisis interpretasi. Sehingga dapat mempertanyakan dan menjawab keraguan terhadap fenomena masalah pangan di Siberut Selatan khususnya bagi orang Sarereiket. Intervensi pemerintah melalaui kebijakan dan program yang bermuara pada pangan menyebabkan kerugian dan dualitas bagi orang Sarereiket. Sehingga mereka berada dalam sebuah dilema dan terjebak dalam perangkap simalakama “memakan atau tidak memakan sagu” yang hingga saat ini masih dirasakan. Oleh sebab itu, kedaulatan pangan di Siberut Selatan perlu ditinjau ulang dan ditakar sesuai keadaan yang terjadi di Siberut Selatan saat ini.Kata kunci: Kedaulatan Pangan, Ketahanan Pangan, Ment
摘要。食物问题确实是一个非常复杂的问题,是人类的一个基本问题。因为它涉及到生存和生存,并与其他问题有关。受新冠疫情影响,政府计划通过2020年“努沙达拉西米周”,将西米作为需要开发的主食重新利用。西米不仅有助于满足印尼的粮食需求,还能提供经济机会。在明打威群岛,是一个有很多土地和西米植物的地区。然而,长期以来,这一点并没有被忽视,因为政府的许多计划都是相互矛盾的,导致萨戈土地和萨雷吉特社区受到压力。所以他们获取食物的途径,主要是西米,已经开始中断。本研究采用民族志方法及解释分析。这样他们就可以对南西伯利亚食物问题的现象提出疑问,并回答疑问,特别是对萨雷克里特人来说。政府通过政策和项目进行干预,导致食物对萨雷克里特人造成伤害和双重伤害。因此,他们陷入了两难的境地,陷入了“吃还是不吃西米”的相似陷阱,这种陷阱至今仍在感受。因此,南西伯利亚的粮食主权需要根据南西伯利亚的现状来重新审视和衡量。关键词:粮食主权;粮食安全;明打威;Abstrak。Masalah pangan memang menjadi Masalah yang sangat pelik untuk dibahas dan merupakan perkara yang基础bagi manusia。Karena menyangkut hanyat hidup dan keberlangsungan hidup serta terkait dengan masalah lainnya。2020年,我将为新冠肺炎疫情做准备,祝大家新年快乐!萨古图鲁特和dil dalam pemenuhan pangan di印度尼西亚bukan hanya beras dan dapat成员,马来西亚经济。迪克普劳恩明打威,merupakan wilayah yang banyak memoriliki lahan dan tanaman sagu。Namun hal ini sudah lama tidak diabaikan karena banyak方案-方案dari pemirintah yang bertentanan dan mengakibatkan lahan sagu dan masyarakat Sarereiket terdesak。星象象,象象,象象,象象。Penelitian, mongunakan, pendekatan,人种学分析与解释。sehinga dapat成员tantanakan和menjawab keraguan的现象masalah pangan di Siberut Selatan khususnya bagi ang Sarereiket。干预是一项重要的教育项目,是一项综合性教育项目,是一项综合性教育项目。我的意思是,我的意思是我的意思是我的意思是我的意思是我的意思是我的意思是我的意思是我的意思是我的意思。我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说。Kata kunci: Kedaulatan Pangan, Ketahanan Pangan,明打威,沙列吉特。
{"title":"MUKOP SAGAI: MENAKAR KADAULATAN PANGAN ORANG SAREREIKET DI SIBERUT SELATAN, KEPULAUAN MENTAWAI","authors":"E. Erwin, Ade Irwandi, Robi Mitra","doi":"10.15408/empati.v11i2.29282","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/empati.v11i2.29282","url":null,"abstract":"Abstract. The problem of food is indeed a very complicated problem to discuss and is a fundamental matter for humans. Because it involves survival and survival and is related to other problems. As a result of the Covid-19 pandemic, the government is again planning to re-utilize sago as a staple food that needs to be developed through the Nusantara Sago Week 2020. Sago contributes to the fulfillment of food in Indonesia, not only rice and can provide economic opportunities. In the Mentawai Islands, is an area that has a lot of land and sago plants. However, this has not been ignored for a long time because many programs from the government are contradictory and have resulted in sago land and the Sarereiket community being pressured. So that their access to food, which is mainly sago, has begun to be disrupted. This study uses an ethnographic approach with interpretation analysis. So that they can question and answer doubts about the phenomenon of food problems in South Siberut, especially for the Sarereiket people. Government intervention through policies and programs that lead to food causes harm and duality to the Sarereiket people. So they are in a dilemma and trapped in the simalakama trap of \"eating or not eating sago\" which is still being felt. Therefore, food sovereignty in South Siberut needs to be reviewed and measured according to the current situation in South Siberut.Keywords: Food Sovereignty, Food security, Mentawai, Sarereiket. Abstrak. Masalah pangan memang menjadi masalah yang sangat pelik untuk dibahas dan merupakan perkara yang fundamental bagi manusia. Karena menyangkut hanyat hidup dan keberlangsungan hidup serta terkait dengan masalah lainnya. Akibat pandemi Covid-19, pemerintah kembali menggadangkan untuk kembali mendayagunakan sagu sebagai pangan pokok yang perlu dikembangkan melalui Pekan Sagu Nusantara tahun 2020. Sagu turut andil dalam pemenuhan pangan di Indonesia bukan hanya beras dan dapat memberikan peluang ekonomi. Di Kepualauan Mentawai, merupakan wilayah yang banyak memiliki lahan dan tanaman sagu. Namun hal ini sudah lama tidak diabaikan karena banyak program-program dari pemeirntah yang bertentangan dan mengakibatkan lahan sagu dan masyarakat Sarereiket terdesak. Sehingga akses pangan mereka yang utama sagu mulai terganggu. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi dengan analisis interpretasi. Sehingga dapat mempertanyakan dan menjawab keraguan terhadap fenomena masalah pangan di Siberut Selatan khususnya bagi orang Sarereiket. Intervensi pemerintah melalaui kebijakan dan program yang bermuara pada pangan menyebabkan kerugian dan dualitas bagi orang Sarereiket. Sehingga mereka berada dalam sebuah dilema dan terjebak dalam perangkap simalakama “memakan atau tidak memakan sagu” yang hingga saat ini masih dirasakan. Oleh sebab itu, kedaulatan pangan di Siberut Selatan perlu ditinjau ulang dan ditakar sesuai keadaan yang terjadi di Siberut Selatan saat ini.Kata kunci: Kedaulatan Pangan, Ketahanan Pangan, Ment","PeriodicalId":403045,"journal":{"name":"EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial","volume":"62 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128523681","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-12-19DOI: 10.15408/empati.v11i2.27795
A. Zaky, Yulianti Yulianti
Abstract. Sexual violence that occurs in Indonesia is increasingly prevalent and the victims of sexual violence are women. Sexual violence also occurs in educational institutions such as universities. The phenomenon of sexual violence in college can occur due to several factors and can be done by anyone if any opportunity. Sexual violence experienced by women resulting in prolonged trauma and requires social and psychological assistance to heal their trauma. This study aims to see how social worker interventions to carry out psychosocial support to victims of female sexual violence. The research method uses descriptive qualitative research to be able to explain the research results comprehensively. Data collection techniques using observation, interviews and documentation studies. Interviews were conducted with the academy and social worker profession at LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. The results showed that sexual violence to students who had received assistance from LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta was caused by several factors, namely factors of proximity, attachment, and helplessness, as for the services of social workers LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta based on knowledge, skills and values and ethics applied in social worker practices. In this study, it was found that the theory used by social workers at LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta used Strength Based Perspective. The stages of services carried out by social workers at LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta to clients of victims of sexual violence are relationship building, assessment (problem digging), intervention planning (planning), implementation of interventions, evaluation, termination and follow-up.Keywords: Sexual Violence, Intervention, Social Worker. Abstrak. Kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia semakin marak dan korbannya adalah perempuan. Kekerasan seksual juga terjadi di lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi. Fenomena kekerasan seksual di perguruan tinggi bisa terjadi karena beberapa faktor dan bisa dilakukan oleh siapa pun. Kekerasan seksual yang dialami oleh perempuan berakibat trauma berkepanjangan dan membutuhkan pendampingan sosial dan psikologi untuk menyembuhkan traumanya. Penelitian ini bertujuan melihat bagaimana intervensi pekerja sosial melakukan dukungan psikososial kepada korban kekerasan seksual perempuan. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif deskriptif untuk dapat menjelaskan hasil penelitian secara komprehensif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada akademi dan profesi pekerja sosial di LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa kekerasan seksual pada mahasiswa yang sudah mendapatkan pendampingan dari LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor kedekatan, kelekatan, dan ketidakberdayaan, Adapun pelayanan pekerja sosial LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berdasarkan pengetahuan,
摘要印度尼西亚发生的性暴力日益普遍,性暴力的受害者是妇女。性暴力也发生在大学等教育机构。大学里的性暴力现象可能由于几个因素而发生,如果有机会,任何人都可以做到。妇女遭受的性暴力造成长期创伤,需要社会和心理援助来治愈她们的创伤。本研究旨在了解社会工作者如何介入对女性性暴力受害者进行心理社会支持。研究方法采用描述性定性研究,能够对研究结果进行全面的解释。使用观察、访谈和文献研究的数据收集技术。对雅加达Syarif Hidayatullah LK3的学院和社会工作者专业人士进行了采访。结果表明,对于LK3 un Syarif Hidayatullah Jakarta社工的服务而言,LK3 un Syarif Hidayatullah Jakarta社工所运用的知识、技能和价值观与伦理,对接受LK3 un Syarif Hidayatullah Jakarta社工援助的学生的性暴力是由亲近、依恋和无助等因素造成的。在本研究中,我们发现LK3 un Syarif Hidayatullah Jakarta社工使用的理论是基于力量的视角。社会工作者在雅加达Syarif Hidayatullah LK3向性暴力受害者客户提供的服务阶段是建立关系、评估(问题挖掘)、干预计划(规划)、实施干预、评估、终止和后续行动。关键词:性暴力,干预,社工。Abstrak。Kekerasan seksual yang terjadi di印度尼西亚semakin market dan korbannya adalah perempuan。Kekerasan seksual juga terjadi di lembaga pendidikan seperti perguran tinggi。现象kekerasan seksual di perguran tinggi bisa terjadi karena beberapa factor dan bisa dilakukan oleh siapa pun。Kekerasan seksual yang dialami oleh perempuan berakibat trauma berkepanjangan dan membutuhkan pendampingan social dan心理学untuk menyembuhkan trauma。Penelitian ini bertujuan melihat bagaimana intervensi pekerja social melakukan dukungan psikososial kepada korban kekerasan seksual pereman。方法penpenelitian menggunakan penpenelitian定性描述。北京气象台的人口普查数据,北京气象台的研究文献。Wawancara dilakukan kepaada akademi和pekerja社会学教授在雅加达的叙利亚希达亚图拉。Hasil penelitian menunjukan bahwa kekerasan seksual pada mahasiswa yang sudah mendapatkan pendampingan and dari LK3 un Syarif Hidayatullah Jakarta disebabkan oleh beberapa fakto yitu faktor kedekatan, keelekatan, dan ketidakberdayaan, Adapun pelayanan pekerja social LK3 un Syarif Hidayatullah Jakarta berdasarkan pengetahuan, keterampilan serta nilai dan etika yang diterapkan dalam praktik pekerja social。Dalam penelitian ini, teori yang digunakan oleh pekerja social di k3 un Syarif Hidayatullah Jakarta adalah基于力量的视角。apadapun tahapan pelayanan yang dilakukan oleh pekerja社会dik3 un Syarif Hidayatullah Jakarta kepaada klien korban kekerasan seksual yitu, penjalan relasi,评估(penggalian masalah),长期干预(planning), pelaksanan intervensi,评估,终止和跟进。Kata kunci: Kekerasan Seksual, intersi, Pekerja social。
{"title":"KAJIAN TEORI DAN PRAKTIK INTERVENSI PEKERJA SOSIAL DALAM MELAKUKAN DUKUNGAN PSIKOSOSIAL KEPADA KORBAN KEKERASAN SEKSUAL","authors":"A. Zaky, Yulianti Yulianti","doi":"10.15408/empati.v11i2.27795","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/empati.v11i2.27795","url":null,"abstract":"Abstract. Sexual violence that occurs in Indonesia is increasingly prevalent and the victims of sexual violence are women. Sexual violence also occurs in educational institutions such as universities. The phenomenon of sexual violence in college can occur due to several factors and can be done by anyone if any opportunity. Sexual violence experienced by women resulting in prolonged trauma and requires social and psychological assistance to heal their trauma. This study aims to see how social worker interventions to carry out psychosocial support to victims of female sexual violence. The research method uses descriptive qualitative research to be able to explain the research results comprehensively. Data collection techniques using observation, interviews and documentation studies. Interviews were conducted with the academy and social worker profession at LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. The results showed that sexual violence to students who had received assistance from LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta was caused by several factors, namely factors of proximity, attachment, and helplessness, as for the services of social workers LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta based on knowledge, skills and values and ethics applied in social worker practices. In this study, it was found that the theory used by social workers at LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta used Strength Based Perspective. The stages of services carried out by social workers at LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta to clients of victims of sexual violence are relationship building, assessment (problem digging), intervention planning (planning), implementation of interventions, evaluation, termination and follow-up.Keywords: Sexual Violence, Intervention, Social Worker. Abstrak. Kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia semakin marak dan korbannya adalah perempuan. Kekerasan seksual juga terjadi di lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi. Fenomena kekerasan seksual di perguruan tinggi bisa terjadi karena beberapa faktor dan bisa dilakukan oleh siapa pun. Kekerasan seksual yang dialami oleh perempuan berakibat trauma berkepanjangan dan membutuhkan pendampingan sosial dan psikologi untuk menyembuhkan traumanya. Penelitian ini bertujuan melihat bagaimana intervensi pekerja sosial melakukan dukungan psikososial kepada korban kekerasan seksual perempuan. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif deskriptif untuk dapat menjelaskan hasil penelitian secara komprehensif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada akademi dan profesi pekerja sosial di LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa kekerasan seksual pada mahasiswa yang sudah mendapatkan pendampingan dari LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor kedekatan, kelekatan, dan ketidakberdayaan, Adapun pelayanan pekerja sosial LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berdasarkan pengetahuan,","PeriodicalId":403045,"journal":{"name":"EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122203109","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Abstract. Rejang custom is the legal basis and order in the life of the Rejang people, passed down from generation to generation both orally and in writing, has its own mechanism in disputes, contains values, mutual cooperation, deliberation, consensus, propriety, magical, religious, wise and wise. It aims to create balance and encourage people to obey the rules and sanctions. This study aims to determine Rejang Customs in resolving cases of children violating customary law, and Rejang Customary Institutions in resolving cases of Children in Conflict with the Law in Diversion Mediation. Children in Conflict with the Law are children aged 12-18 years who violate the law, the norms of values in and children are prone to committing criminal acts, whether or not they have undergone a legal process and have been through a penal mediation process in society. recognition of customary institutions for their traditional rights in UU 1945 article 18B paragraph 2, as well as the benefits provided by Permendagri No. 5 of 2007, is expected to help resolve cases of Children in Conflict with the Law, through a set of norms and rules that are owned. This study uses a qualitative method with simultaneous data collection at each stage. The results show that the customary Rejang in resolving cases of children violating customary law is comprehensive, fast and simple, in line with the restorative justice paradigm, but the results show that the role of the Rejang institution is not yet fully active in terms of prevention, diversion, and reintegration, as mandated by UU SPPA No. 11 of 2012. Theoretically, the research is expected to be able to contribute to the Juvenile Criminal Justice System, as well as to contribute to the study of Social Work Practices in a multicultural society in dealing with cases of children in conflict with the law. as well as support for the ravitalization of local culture as a force in the framework of child protection.Keywords: children in conflict with the law, customary institutions, rejang customs, roles settlement of cases. Abstrak. Adat Rejang merupakan dasar hukum dan tata tertib kehidupan masyarakat suku Rejang, disampaikan secara turun temurun baik lisan dan tulisan, memiliki mekanismenya sendiri dalam penyelesaian sengketa, mengandung nilai-nilai kekeluargaan, gotong royong, musyawarah, mufakat, kepatutan, magis, religius, arif dan bijaksana, bertujuan menciptakan keseimbangan dan mendorong masyarakat tunduk pada aturan dan sanksinya. Penelitian ini bertujuan mengetahui: adat Rejang dalam penyelesaian perkara anak yang melanggar hukum adat, serta Lembaga adat Rejang dalam penyelesaian perkara anak berkonflik dengan hukum dalam mediasi diversi. Anak berkonflik dengan hukum adalah anak berusia 12-18 tahun yang melanggar hukum, nilai-nilai norma di masyarakat maupun anak rawan untuk melakukan tindakan kriminal, baik pernah atau belum menjalani proses hukum dan proses mediasi penal di masyarakat. Pengakuan lembaga adat terhadap hak-ha
摘要。腊江习俗是腊江人生活中的法律基础和秩序,通过口头和文字代代相传,在纠纷中有自己的机制,包含价值观、相互合作、商议、共识、礼、魔法、宗教、智慧和智慧。它旨在创造平衡,鼓励人们遵守规则和制裁。本研究旨在确定瑞江习俗在解决儿童违反习惯法案件中的作用,以及瑞江习俗机构在分流调解中解决儿童违法案件中的作用。违反法律的儿童是指年龄在12-18岁之间的儿童,他们违反了法律、价值观规范和儿童容易犯下犯罪行为,无论他们是否经过法律程序和社会上的刑事调解程序。《联合国宪章》1945年第18B条第2款对习惯机构的传统权利的承认,以及2007年Permendagri第5号法案所提供的好处,有望通过一套规范和规则,帮助解决与法律发生冲突的儿童案件。本研究采用定性方法,在每个阶段同时收集数据。结果表明,习惯法复教在解决违反习惯法的儿童案件方面是全面、快速和简单的,符合恢复性司法范式,但结果表明,复教机构在预防、转移和重返社会方面的作用尚未充分发挥,这是UU SPPA 2012年第11号规定的。从理论上讲,这项研究可望对青少年刑事司法制度作出贡献,并对多元文化社会中社会工作实务在处理触犯法律的儿童案件方面的研究作出贡献。以及支持在保护儿童的框架内作为一种力量振兴地方文化。关键词:法律冲突儿童,习惯制度,反抗习俗,案件角色处理。Abstrak。Adat Rejang merupakan dasar hukum danarakat suksinya, disamaikan secara turun temurun baik lisan danturisan, memiliki mekanismenya sendiri dalam penyelesaian sengargaan, gotong royong, musyawarah, mufakat, kepatutan, magis, religius, arif dan bijaksana, bertujuan menciptakan keseimbangan dan menduk masyarakat tunduk pada turan dan sanksinya。Penelitian ini bertujuan mengetahui: adat reang dalam penyelesaian perkara anak yang melanggar hukum adat, serta Lembaga adat reang dalam penyelesaian perkara anak berkonflik dengan hukum dalam mediasdiversi。中文意思是:“我是说我的孩子,我是说我的孩子,我是说我的孩子,我是说我的孩子,我是说我的孩子,我是说我的孩子,我是说我的孩子。”pengakan lembaga adat terhadap hak-hak traditional - nya dalam UU 1945 pasal 18B ayat 2, serta funsinya menurut Permendagri No. 5, Tahun 2007, diharapkan berperan menyelesaikan perkara anak berkonflik dengan hukum, melalui seperangkat norma dan turan yang dimiliki。Penelitian ini mongunakan方法定性,邓安彭甘比兰数据集同时设置。Hasil penelitian menunjukkan bahwa adat Rejang dalam penyelesaian perkara anak yang melanggar hukum adat bersifat menyeluruh, cepat dan sederhana, selaras dengan范式恢复性司法。Namun hasil penelitian menunjukkan peran lembaga adat Rejang belum sepenuhnya terlibat baik penegahan, diversity, maupun reintegrasi, seperti amanu SPPA 11号,2012。这个词的意思是:“社会的”、“多元文化的”、“地方的”、“地方的”、“地方的”、“地方的”。Kata kunci: adat rejang, anak berkonflik dengan hukum, lembaga adat, penyelesaian perkara, peran。
{"title":"PERAN LEMBAGA ADAT DALAM PENYELESAIAN PERKARA ANAK BERKONFLIK DENGAN HUKUM","authors":"Gandi Indah Jaya, Nurhayati Darubekti, Yunilisiah Yunilisiah","doi":"10.15408/empati.v11i2.24721","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/empati.v11i2.24721","url":null,"abstract":"Abstract. Rejang custom is the legal basis and order in the life of the Rejang people, passed down from generation to generation both orally and in writing, has its own mechanism in disputes, contains values, mutual cooperation, deliberation, consensus, propriety, magical, religious, wise and wise. It aims to create balance and encourage people to obey the rules and sanctions. This study aims to determine Rejang Customs in resolving cases of children violating customary law, and Rejang Customary Institutions in resolving cases of Children in Conflict with the Law in Diversion Mediation. Children in Conflict with the Law are children aged 12-18 years who violate the law, the norms of values in and children are prone to committing criminal acts, whether or not they have undergone a legal process and have been through a penal mediation process in society. recognition of customary institutions for their traditional rights in UU 1945 article 18B paragraph 2, as well as the benefits provided by Permendagri No. 5 of 2007, is expected to help resolve cases of Children in Conflict with the Law, through a set of norms and rules that are owned. This study uses a qualitative method with simultaneous data collection at each stage. The results show that the customary Rejang in resolving cases of children violating customary law is comprehensive, fast and simple, in line with the restorative justice paradigm, but the results show that the role of the Rejang institution is not yet fully active in terms of prevention, diversion, and reintegration, as mandated by UU SPPA No. 11 of 2012. Theoretically, the research is expected to be able to contribute to the Juvenile Criminal Justice System, as well as to contribute to the study of Social Work Practices in a multicultural society in dealing with cases of children in conflict with the law. as well as support for the ravitalization of local culture as a force in the framework of child protection.Keywords: children in conflict with the law, customary institutions, rejang customs, roles settlement of cases. Abstrak. Adat Rejang merupakan dasar hukum dan tata tertib kehidupan masyarakat suku Rejang, disampaikan secara turun temurun baik lisan dan tulisan, memiliki mekanismenya sendiri dalam penyelesaian sengketa, mengandung nilai-nilai kekeluargaan, gotong royong, musyawarah, mufakat, kepatutan, magis, religius, arif dan bijaksana, bertujuan menciptakan keseimbangan dan mendorong masyarakat tunduk pada aturan dan sanksinya. Penelitian ini bertujuan mengetahui: adat Rejang dalam penyelesaian perkara anak yang melanggar hukum adat, serta Lembaga adat Rejang dalam penyelesaian perkara anak berkonflik dengan hukum dalam mediasi diversi. Anak berkonflik dengan hukum adalah anak berusia 12-18 tahun yang melanggar hukum, nilai-nilai norma di masyarakat maupun anak rawan untuk melakukan tindakan kriminal, baik pernah atau belum menjalani proses hukum dan proses mediasi penal di masyarakat. Pengakuan lembaga adat terhadap hak-ha","PeriodicalId":403045,"journal":{"name":"EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial","volume":"67 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130787641","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}