Pub Date : 2021-06-09DOI: 10.32832/tawazun.v14i1.4004
Obay Sobari, Ulil Amri Syafri, Budi Handrianto
The moral decadence of this age is very worrying for the world of education. Various problems arise from the inability of students to self-control so that they fall into crime. Surely this needs to be found a solution. This study tried to find a method of learning about adab and its application from Abu Bakr al Jazairi. This study uses the method of literature study (library research). The results of the study found that the application of adab to self begins from repenting (Repentance) to God as a sign of awareness of human weakness and humiliation, then always under the supervision of Allah SWT (muraqabah) in every circumstance, always conduct self-evaluation (Mahasabha) and struggle to control yourself (mujaahadah).AbstrakDekadensi moral di zaman ini sangat mengkhawatirkan dunia pendidikan. Berbagai masalah timbul di mulai dari ketidakmampuan siswa dalam mengendalikan diri sehingga terjatuh ke dalam kejahatan. Tentunya hal ini perlu dicarikan solusinya. Penelitian ini mencoba menemukan metode pembelajaran tentang adab dan penerapannya dalam dari dalam karya Abu Bakar al Jazairi. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan (library reasech). Hasil penelitian menemukan bahwa penerapan adab terhadap diri dimulai dari bertobat (Taubat) kepada Allah sebagai tanda kesadaran akan kelemahan dan kehinaan manusia, lalu selalu dalam pengawasan Allah SWT (muraqabah) dalam setiap keadaan, senantiasa melakukan evaluasi diri (muhaasabah) dan berjuang menguasai diri (mujaahadah).
{"title":"Konsep Adab Terhadap Diri: Studi Kitab Minhajul Muslim Abu Bakar Jabir Al Jazairi","authors":"Obay Sobari, Ulil Amri Syafri, Budi Handrianto","doi":"10.32832/tawazun.v14i1.4004","DOIUrl":"https://doi.org/10.32832/tawazun.v14i1.4004","url":null,"abstract":"The moral decadence of this age is very worrying for the world of education. Various problems arise from the inability of students to self-control so that they fall into crime. Surely this needs to be found a solution. This study tried to find a method of learning about adab and its application from Abu Bakr al Jazairi. This study uses the method of literature study (library research). The results of the study found that the application of adab to self begins from repenting (Repentance) to God as a sign of awareness of human weakness and humiliation, then always under the supervision of Allah SWT (muraqabah) in every circumstance, always conduct self-evaluation (Mahasabha) and struggle to control yourself (mujaahadah).AbstrakDekadensi moral di zaman ini sangat mengkhawatirkan dunia pendidikan. Berbagai masalah timbul di mulai dari ketidakmampuan siswa dalam mengendalikan diri sehingga terjatuh ke dalam kejahatan. Tentunya hal ini perlu dicarikan solusinya. Penelitian ini mencoba menemukan metode pembelajaran tentang adab dan penerapannya dalam dari dalam karya Abu Bakar al Jazairi. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan (library reasech). Hasil penelitian menemukan bahwa penerapan adab terhadap diri dimulai dari bertobat (Taubat) kepada Allah sebagai tanda kesadaran akan kelemahan dan kehinaan manusia, lalu selalu dalam pengawasan Allah SWT (muraqabah) dalam setiap keadaan, senantiasa melakukan evaluasi diri (muhaasabah) dan berjuang menguasai diri (mujaahadah).","PeriodicalId":52883,"journal":{"name":"Tawazun","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47207692","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-05-25DOI: 10.32832/tawazun.v14i1.3686
Sandy Husein Abdullah, Abas Mansur Tamam, Imas Kania Rahman
The aim of this study is to investigate various programs or activities that are able to help the development of elementary school students, especially in the aspect of emotional maturity at the orphanage. The scope of the research was carried out at an orphanage for orphans at the Elementary School (SD) level, that focus on the program emotional maturity building This study uses analytical qualitative descriptive method using collecting data techniques such as, interviews, observations, and writing documents with the help of Miles and Huberman data analysis technique such as data collection, data reduction, data display and conslusion. It was found that the emotional maturity program fused with formal and non-formal activities, activities to mature children's emotions according to their age operated in form of daily habits and routines. Emotional maturity programs that are applied in form of formal activities in the school, for example: 1. Tahsin and tahfidz, 2. Positive selftalk, and 3. Ekspresif art theraphy. The emotional maturity program which applied in non formal activities in dormitories, for example: 1. Morning and evening wirid dzikir of ma'tsurat and asmaul husna, 2. Sunnah practices (qiyyamullail, rawatib, duha, and fasting), 3. Sunnah sports (swimming, archery and horse riding), 4. Dormitory recreation, 5. Writing diary. From this study, it is concluded that the emotional maturity program at the Orphans Boarding School Mabda Islam was instilled in both formal and non-formal daily activities, with the goal being that all students have mature development at each phase, especially in the aspect of emotional maturity, so that they get preventive action as a provision to prevent negative behavioral impact when they stepped on adolescence. Abstrak Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui berbagai program atau kegiatan yang mampu membantu perkembangan anak yatim tingkat sekolah dasar khususnya pada aspek kematangan emosi di Lembaga panti asuhan. Ruang lingkup penelitian dilaksanakan di Lembaga panti asuhan untuk anak yatim tingkat Sekolah Dasar (SD), yang fokus pada program pembinaan kematangan emosi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif analitik, dengan teknik pengumpulan data, wawancara mendalam, observasi, dan kajian dokumen, diolah dengan teknik analisis data model Miles dan Huberman berupa, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verification penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian, bahwa program kematangan emosi, diintegrasikan dengan aktivitas formal maupun non formal dalam bentuk pembiasaan rutinitas sehari-hari, adapun bentuk program kematangan emosi yang diaplikasikan dalam bentuk kegiatan formal di sekolah adalah sebagai berikut: 1. Tahsin dan Tahfidz, 2. Pelatihan positif thingking (Positive Self Talk), dan 3. Menggambar (Ekspresif Art Theraphy). Sedangkan program kematangan emosi yang diaplikasikan dalam bentuk kegiatan informal di asrama adalah sebagai berikut: 1. Dzikir ma’tsura
摘要本研究的目的在于探讨孤儿院对小学生的发展,尤其是在情感成熟方面的各种项目或活动。本研究以一所小学孤儿孤儿院(SD)为研究对象,主要研究项目情感成熟度的建立。本研究采用分析定性描述的方法,采用收集数据的技术,如访谈、观察和撰写文件,并借助Miles和Huberman的数据分析技术,如数据收集、数据还原、数据显示和结论。研究发现,情绪成熟程序融合了正式活动和非正式活动,活动以日常习惯和套路的形式运作,使儿童的情绪根据其年龄成熟。以学校正式活动的形式应用的情感成熟项目,例如:1。塔辛和塔菲兹,2岁。2 .积极的自我对话;压力疗法。应用于宿舍非正式活动的情绪成熟项目,例如:早上和晚上都有马祖拉特和阿斯莫尔·胡斯纳,2岁。第二,圣行(qiyyamullail, rawatib, duha和斋戒)。圣训运动(游泳、射箭和骑马);宿舍娱乐,5。写日记。通过本研究,我们可以得出结论,玛布达伊斯兰孤儿寄宿学校的情感成熟项目在正式和非正式的日常活动中都有灌输,目的是让所有学生在每个阶段都有成熟的发展,特别是在情感成熟方面,以便他们在踏入青春期时得到预防措施,防止负面行为的影响。[摘要]图万达里的penelitian ini, untuk mengetahui berbagai程序atau kegiatan yang mampu membantu perkembangan anak yatim tingkat sekolah dasar khususnya pada说话kematangan emosi di Lembaga panti asuhan。阮灵库penelitian dilaksanakan di Lembaga panti asuhan untuk anak yatim tingkat Sekolah Dasar (SD), yang fokus padas program pembinaan kematangan emoosi。Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian质量分析分析,邓根技术数据,wanancara mendalam, observasi, dan kajian dokumen, diolah邓根技术分析数据模型,Miles dan Huberman berupa, pengumpulan数据,reduksi数据,penyajian数据,dan验证penarikan kespulan。1.中文翻译为:中文翻译为:中文翻译为:中文翻译为:塔辛·丹·塔菲兹,2岁。积极的思考(积极的自我对话),第3段。Menggambar(艺术疗法)。1.世当甘节目kematangan emosi yang diaplikasikan dalam bentuk kegiatan非正式di asrama adalah sebagai berikut。Dzikir ma 'tsurat pagi petang dan asmaul husna, 2岁。Ibadah sunnah (qiyyamullail, rawatib, duha, dan puasa), 3。奥拉加·桑纳(berenang, mananah dan berkuda), 5岁。Rihlah yatim, 6岁。日记本。中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:中文意思是:
{"title":"Progam Pembinaan Kematangan Emosi Anak Yatim Tingkat Siswa Sekolah Dasar","authors":"Sandy Husein Abdullah, Abas Mansur Tamam, Imas Kania Rahman","doi":"10.32832/tawazun.v14i1.3686","DOIUrl":"https://doi.org/10.32832/tawazun.v14i1.3686","url":null,"abstract":"The aim of this study is to investigate various programs or activities that are able to help the development of elementary school students, especially in the aspect of emotional maturity at the orphanage. The scope of the research was carried out at an orphanage for orphans at the Elementary School (SD) level, that focus on the program emotional maturity building This study uses analytical qualitative descriptive method using collecting data techniques such as, interviews, observations, and writing documents with the help of Miles and Huberman data analysis technique such as data collection, data reduction, data display and conslusion. It was found that the emotional maturity program fused with formal and non-formal activities, activities to mature children's emotions according to their age operated in form of daily habits and routines. Emotional maturity programs that are applied in form of formal activities in the school, for example: 1. Tahsin and tahfidz, 2. Positive selftalk, and 3. Ekspresif art theraphy. The emotional maturity program which applied in non formal activities in dormitories, for example: 1. Morning and evening wirid dzikir of ma'tsurat and asmaul husna, 2. Sunnah practices (qiyyamullail, rawatib, duha, and fasting), 3. Sunnah sports (swimming, archery and horse riding), 4. Dormitory recreation, 5. Writing diary. From this study, it is concluded that the emotional maturity program at the Orphans Boarding School Mabda Islam was instilled in both formal and non-formal daily activities, with the goal being that all students have mature development at each phase, especially in the aspect of emotional maturity, so that they get preventive action as a provision to prevent negative behavioral impact when they stepped on adolescence. Abstrak Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui berbagai program atau kegiatan yang mampu membantu perkembangan anak yatim tingkat sekolah dasar khususnya pada aspek kematangan emosi di Lembaga panti asuhan. Ruang lingkup penelitian dilaksanakan di Lembaga panti asuhan untuk anak yatim tingkat Sekolah Dasar (SD), yang fokus pada program pembinaan kematangan emosi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif analitik, dengan teknik pengumpulan data, wawancara mendalam, observasi, dan kajian dokumen, diolah dengan teknik analisis data model Miles dan Huberman berupa, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verification penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian, bahwa program kematangan emosi, diintegrasikan dengan aktivitas formal maupun non formal dalam bentuk pembiasaan rutinitas sehari-hari, adapun bentuk program kematangan emosi yang diaplikasikan dalam bentuk kegiatan formal di sekolah adalah sebagai berikut: 1. Tahsin dan Tahfidz, 2. Pelatihan positif thingking (Positive Self Talk), dan 3. Menggambar (Ekspresif Art Theraphy). Sedangkan program kematangan emosi yang diaplikasikan dalam bentuk kegiatan informal di asrama adalah sebagai berikut: 1. Dzikir ma’tsura","PeriodicalId":52883,"journal":{"name":"Tawazun","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-05-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44790637","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-12-29DOI: 10.32832/tawazun.v13i2.2950
Mita Nia Irsyada, A. Zafi
The issue in this study is related to tolerance. The Indonesian state has become the center of attention for the lack of tolerance due to differences of opinion between people and a lack of knowledge that has had an impact on changing paradigms and attitudes of the people who were previously known as integrated communities turned into a disintegrated society or can be interpreted as a life that upholds togetherness and tolerance. turned into an individualistic or selfish society. This research was conducted at SDN Siyono in this type of research qualitative analysis with research data sourced from primary data and secondary data. The results of this study found that the role of Islamic education in fostering attitudes towards students, there are: (1) School curriculum and regulations, namely the activities or activities of an educational teaching and learning process concerning character and religion; (2) Social, cultural and sports activities, namely social activities carried out such as mutual cooperation. Culture for example such as participating in art extracurricular activities. Sports for example such as solidarity training in soccer, volleyball, basketball and futsal; (3) Group learning, namely in the process of teaching and learning to students divided into several groups. Abstrak Isu dalam penelitian ini berkaitan tentang toleransi. Negara Indonesia menjadi pusat perhatian akan minimnya toleransi dikarenakan adanya perbedaan pendapat antar masyarakat dan kurangnya ilmu pengetahuan yang telah memberikan dampak terhadap perubahan paradigma dan sikap masyarakat yang dulunya diketahui sebagai masyarakat terintregasi berubah menjadi masyarakat yang disintegrasi atau bisa diartikan sebagai kehidupan yang menjunjung tinggi kebersamaan dan toleransinya berubah menjadi masyarakat yang individualis atau mementingkan dirinya sendiri. Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Siyono dalam jenis penelitian ini analisis kualitatif dengan data penelitiannya bersumber dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menemukan bahwa peran pendidikan islam dalam menumbuhkan sikap pada siswa, terdapat: (1) Kurikulum dan peraturan sekolah, yaitu aktifitas atau kegiatan suatu proses belajar mengajar pendidikan menyangkut budi pekerti dan agama; (2) Kegiatan sosial, budaya dan olahraga, yaitu kegiatan sosial yang dilaksanakan seperti gotong royong. Budaya contohnya seperti ikut kegiatan ekstrakurikuler seni. Olahraga contohnya seperti latihan solidaritas dalam permainan sepak bola, voli, basket maupun futsal; (3) Pembelajaran kelompok, yaitu dalam proses belajar mengajar kepada peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok.
本研究中的问题与耐受性有关。印尼国家已成为人们关注的焦点,因为人们之间的意见分歧导致缺乏宽容,而知识的缺乏影响了人们的思维模式和态度的变化,以前被称为融合社区的人变成了一个分裂的社会,或者可以被解释为坚持团结和宽容的生活。变成了个人主义或自私的社会。本研究是在SDN Siyono进行的,采用这种类型的研究定性分析,研究数据来自主要数据和次要数据。本研究结果发现,伊斯兰教教育在培养学生态度方面的作用有:(1)学校课程与规章制度,即有关品格与宗教的教育教与学过程的活动或活动;(2)社会、文化、体育活动,即开展的相互合作等社会活动。例如文化,如参加艺术课外活动。体育运动,例如足球、排球、篮球和五人制足球的团结训练;(3)分组学习,即在教与学的过程中把学生分成几个小组。[摘要][摘要]对植物生长发育的影响。Negara Indonesia, menjadi pusat perhatian akan minimnya,容忍,dikarenakan, perbedaan, perbedaan, masyarakat, dankangnya, pengetahuan, pengetahuan, pengetahuan, pengetahuan, pengetahuan, pengetahuan, pengetahuan, pengetataan,成员,danpak, terhadap, perubahan,范式,dankkapa, masyarakat, yang, dulunya, diketahui, sebagai, masyarakat, terintregasi, menjunjung, tinggi, kebersamaan, dan toleransanya, berubaha, menjunjung, kebersamaan,容忍,januha, menjadi, masyarakat, yang,个体,atau, mementingingkan, dirinya, sendiri。数据分析是一种质量分析方法,是一种质量分析方法,是一种质量分析方法,是一种质量分析方法。Hasil penelitian ini menemukan bahwa peran pendidikan islam dalam menumbuhkan sikap padiswa, terdapat: (1) Kurikulum dan peraturan sekolah, yitu aktifitas atau kegiatan suatu proses belajar mengajar pendidikan menyangkut budi pekerti danagama;(2) Kegiatan social, budaya dan olahraga, yitu Kegiatan social yang dilaksanakan seperti gotong royong。Budaya contohnya seperti ikut kegiatan ekstrakurikuler seni。Olahraga contohnya seperti latihan solidaritas dalam permainan sepak bola, voli, basket maupun五人制;(3) penbelajaran kelompok, yitu dalam propros belajar mengajar kepada peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok。
{"title":"Peran Pendidikan Islam Dalam Menumbuhkan Sikap Toleransi Anak MI/SD","authors":"Mita Nia Irsyada, A. Zafi","doi":"10.32832/tawazun.v13i2.2950","DOIUrl":"https://doi.org/10.32832/tawazun.v13i2.2950","url":null,"abstract":"The issue in this study is related to tolerance. The Indonesian state has become the center of attention for the lack of tolerance due to differences of opinion between people and a lack of knowledge that has had an impact on changing paradigms and attitudes of the people who were previously known as integrated communities turned into a disintegrated society or can be interpreted as a life that upholds togetherness and tolerance. turned into an individualistic or selfish society. This research was conducted at SDN Siyono in this type of research qualitative analysis with research data sourced from primary data and secondary data. The results of this study found that the role of Islamic education in fostering attitudes towards students, there are: (1) School curriculum and regulations, namely the activities or activities of an educational teaching and learning process concerning character and religion; (2) Social, cultural and sports activities, namely social activities carried out such as mutual cooperation. Culture for example such as participating in art extracurricular activities. Sports for example such as solidarity training in soccer, volleyball, basketball and futsal; (3) Group learning, namely in the process of teaching and learning to students divided into several groups. Abstrak Isu dalam penelitian ini berkaitan tentang toleransi. Negara Indonesia menjadi pusat perhatian akan minimnya toleransi dikarenakan adanya perbedaan pendapat antar masyarakat dan kurangnya ilmu pengetahuan yang telah memberikan dampak terhadap perubahan paradigma dan sikap masyarakat yang dulunya diketahui sebagai masyarakat terintregasi berubah menjadi masyarakat yang disintegrasi atau bisa diartikan sebagai kehidupan yang menjunjung tinggi kebersamaan dan toleransinya berubah menjadi masyarakat yang individualis atau mementingkan dirinya sendiri. Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Siyono dalam jenis penelitian ini analisis kualitatif dengan data penelitiannya bersumber dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menemukan bahwa peran pendidikan islam dalam menumbuhkan sikap pada siswa, terdapat: (1) Kurikulum dan peraturan sekolah, yaitu aktifitas atau kegiatan suatu proses belajar mengajar pendidikan menyangkut budi pekerti dan agama; (2) Kegiatan sosial, budaya dan olahraga, yaitu kegiatan sosial yang dilaksanakan seperti gotong royong. Budaya contohnya seperti ikut kegiatan ekstrakurikuler seni. Olahraga contohnya seperti latihan solidaritas dalam permainan sepak bola, voli, basket maupun futsal; (3) Pembelajaran kelompok, yaitu dalam proses belajar mengajar kepada peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok.","PeriodicalId":52883,"journal":{"name":"Tawazun","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"70178831","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-12-29DOI: 10.32832/tawazun.v13i2.2826
Octiana Ristanti, Atika Suri, Candra Choirrudin, Lutfita Kurnia Dinanti
This article discusses Islamic Education in the National Education system reviewing Law No. 20 of 2003. Article 37 paragraph (2) states that the education curriculum is required to include Religious Education, Citizenship Education, and Language Education. These three compulsory subjects imply that the goal of national education is to try to realize Indonesian people who are religious / religious, a nation that can respect its citizens and national identity with its national language. The multi-dimensional crisis that is being experienced by the Indonesian people can not only be seen and overcome with a mono-dimensional approach. However, because the apangkal of the crisis is the low moral, human morals, religious education has a very large share in building the dignified character and civilization of the nation. For this reason, effective Islamic religious education learning is needed, so that the successful implementation of religious education contributes to the preparation of a generation that has good ethics, morals and good behavior. Conversely, failure in the implementation of religious education will result in the declining morals of future generations and in turn will undermine the character of the nation. This article uses data analysis techniques carried out by manual and digital searches, Islamic education is the process of changing individual behavior in personal life, society, and the natural surroundings, by way of teaching as a human activity and as a profession among the human professions in society. Abstrak Artikel ini membahas tentang Pendidikan Islam dalam sistem Pendidikan Nasional telaah terhadap UU Nomor 20 Tahun 2003. Pasal 37 ayat (2) menyatakan bahwa kurikulum pendidikan wajib memuat Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Pendidikan Bahasa. Tiga mata pelajaran wajib ini mengisyaratkan bahwa tujuan pendidikan nasional berusaha untuk mewujudkan manusia Indonesia yang religius/beragama, bangsa yang dapat menghargai warga negaranya dan identitas kebangsaan dengan bahasa nasionalnya. Berbagai krisis multi dimensional yang sedang dialami oleh bangsa Indonesia memang tidak hanya bisa dilihat dan diatasi dengan pendekatan mono dimensional. Namun demikian karen apangkal dari krisis tersebut adalah rendahnya moral, akhlak manusia maka pendidikan agama memiliki andil yang sangat besar dalam membangun watak dan peradaban bangsa yang bermartabat. Untuk itu diperlukan pembelajaran pendidikan agama Islam yang efektif, sehingga keberhasilan penyelenggaraan pendidikan agama berkontribusi terhadap penyiapan generasi yang memiliki etika, moral, dan perilaku yang baik. Sebaliknya, kegagalan dalam penyelenggaraan pendidikan agama akan berakibat terhadap merosotnya akhlak generasi penerus dimasa yang akan datang dan pada gilirannya akan merapuhkan karakter bangsa. Artikel ini menggunakan teknik analisi data dilakukan dengan penelusuran manual dan digital, pendidikan Islam adalah proses mengubah tingkah laku individu pada kehidupan
{"title":"Pendidikan Islam Dalam Sistem Pendidikan Nasional Telaah Terhadao UU No. 20 Tahun 2003","authors":"Octiana Ristanti, Atika Suri, Candra Choirrudin, Lutfita Kurnia Dinanti","doi":"10.32832/tawazun.v13i2.2826","DOIUrl":"https://doi.org/10.32832/tawazun.v13i2.2826","url":null,"abstract":"This article discusses Islamic Education in the National Education system reviewing Law No. 20 of 2003. Article 37 paragraph (2) states that the education curriculum is required to include Religious Education, Citizenship Education, and Language Education. These three compulsory subjects imply that the goal of national education is to try to realize Indonesian people who are religious / religious, a nation that can respect its citizens and national identity with its national language. The multi-dimensional crisis that is being experienced by the Indonesian people can not only be seen and overcome with a mono-dimensional approach. However, because the apangkal of the crisis is the low moral, human morals, religious education has a very large share in building the dignified character and civilization of the nation. For this reason, effective Islamic religious education learning is needed, so that the successful implementation of religious education contributes to the preparation of a generation that has good ethics, morals and good behavior. Conversely, failure in the implementation of religious education will result in the declining morals of future generations and in turn will undermine the character of the nation. This article uses data analysis techniques carried out by manual and digital searches, Islamic education is the process of changing individual behavior in personal life, society, and the natural surroundings, by way of teaching as a human activity and as a profession among the human professions in society. Abstrak Artikel ini membahas tentang Pendidikan Islam dalam sistem Pendidikan Nasional telaah terhadap UU Nomor 20 Tahun 2003. Pasal 37 ayat (2) menyatakan bahwa kurikulum pendidikan wajib memuat Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Pendidikan Bahasa. Tiga mata pelajaran wajib ini mengisyaratkan bahwa tujuan pendidikan nasional berusaha untuk mewujudkan manusia Indonesia yang religius/beragama, bangsa yang dapat menghargai warga negaranya dan identitas kebangsaan dengan bahasa nasionalnya. Berbagai krisis multi dimensional yang sedang dialami oleh bangsa Indonesia memang tidak hanya bisa dilihat dan diatasi dengan pendekatan mono dimensional. Namun demikian karen apangkal dari krisis tersebut adalah rendahnya moral, akhlak manusia maka pendidikan agama memiliki andil yang sangat besar dalam membangun watak dan peradaban bangsa yang bermartabat. Untuk itu diperlukan pembelajaran pendidikan agama Islam yang efektif, sehingga keberhasilan penyelenggaraan pendidikan agama berkontribusi terhadap penyiapan generasi yang memiliki etika, moral, dan perilaku yang baik. Sebaliknya, kegagalan dalam penyelenggaraan pendidikan agama akan berakibat terhadap merosotnya akhlak generasi penerus dimasa yang akan datang dan pada gilirannya akan merapuhkan karakter bangsa. Artikel ini menggunakan teknik analisi data dilakukan dengan penelusuran manual dan digital, pendidikan Islam adalah proses mengubah tingkah laku individu pada kehidupan ","PeriodicalId":52883,"journal":{"name":"Tawazun","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43627886","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-12-29DOI: 10.32832/tawazun.v13i2.3150
Eva Karlina Dwi Astuti, Chaerul Rochman, I. Farida, Aan Hasanah
Teachers' understanding of aspects related to the standards of educators and education personnel is very important to realize quality education. For this reason, through this research, an analysis of the standards of educators and education staff has been carried out in order to achieve the success of an education. This study aims to interpret or illustrate the data accompanied by the achievement of an understanding of the standard of educators and education staff on PAI Teachers and Non PAI Teachers. This research method is quantitative descriptive. The instrument for collecting data uses questionnaires and interviews. Based on the analysis of data on the understanding of PAI Teachers and Non PAI Teachers that there are indicators whose percentage qualification scores are lacking, namely the 2nd and 17th indicators. The comparison of the percentage of PAI and Non-PAI teachers' understanding of the standards of educators and education personnel is 78.7% and 78.4%. The results of the triangulation of respondents there are three indicators: the 2nd indicator from PAI teachers and the 16th indicators and the 17th indicators from Non-PAI teachers, so there is a need for more attention and improvement by schools to the difficulties faced in the standards of educators and educational. Abstrak Pemahaman guru terhadap aspek-aspek yang terkait dengan standar pendidik dan tenaga pendidikan sangat penting untuk merealisasikan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Untuk itu melalui penelitian ini telah dilakukan analisis terhadap pemahaman standar pendidik dan tenaga kependidikan guna mencapai keberhasilan dari suatu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penafsiran atau menggambarkan data disertai dengan ketercapaian pemahaman standar pendidik dan tenaga kependidikan pada Guru PAI dan Guru Non PAI. Metode penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Instrumen untuk mengumpulkan data menggunakan angket dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data pemahaman Guru PAI dan Guru Non PAI bahwa terdapat indikator yang nilai kualifikasi prosentasenya kurang yaitu pada indikator ke-2 dan indikator indikator ke-17. Perbandingan prosentase pemahaman Guru PAI dan Non PAI terhadap standar pendidik dan tenaga kependidikan ialah 78,7 % dan 78, 4 %. Hasil triangulasi responden ada tiga indikator yaitu: indikator ke-2 dari Guru PAI dan indikator ke-16 serta indikator ke-17 dari Guru Non PAI, sehingga perlu adanya perhatian lebih dan perbaikan oleh sekolah terhadap kesulitan yang dihadapi pada standar PTK.
{"title":"Analisis Pemahaman Guru Terhadap Standar Pendidik Dan Tenaga Kependidikan (PTK) Di Tingkat SMP/MTS","authors":"Eva Karlina Dwi Astuti, Chaerul Rochman, I. Farida, Aan Hasanah","doi":"10.32832/tawazun.v13i2.3150","DOIUrl":"https://doi.org/10.32832/tawazun.v13i2.3150","url":null,"abstract":"Teachers' understanding of aspects related to the standards of educators and education personnel is very important to realize quality education. For this reason, through this research, an analysis of the standards of educators and education staff has been carried out in order to achieve the success of an education. This study aims to interpret or illustrate the data accompanied by the achievement of an understanding of the standard of educators and education staff on PAI Teachers and Non PAI Teachers. This research method is quantitative descriptive. The instrument for collecting data uses questionnaires and interviews. Based on the analysis of data on the understanding of PAI Teachers and Non PAI Teachers that there are indicators whose percentage qualification scores are lacking, namely the 2nd and 17th indicators. The comparison of the percentage of PAI and Non-PAI teachers' understanding of the standards of educators and education personnel is 78.7% and 78.4%. The results of the triangulation of respondents there are three indicators: the 2nd indicator from PAI teachers and the 16th indicators and the 17th indicators from Non-PAI teachers, so there is a need for more attention and improvement by schools to the difficulties faced in the standards of educators and educational. Abstrak Pemahaman guru terhadap aspek-aspek yang terkait dengan standar pendidik dan tenaga pendidikan sangat penting untuk merealisasikan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Untuk itu melalui penelitian ini telah dilakukan analisis terhadap pemahaman standar pendidik dan tenaga kependidikan guna mencapai keberhasilan dari suatu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penafsiran atau menggambarkan data disertai dengan ketercapaian pemahaman standar pendidik dan tenaga kependidikan pada Guru PAI dan Guru Non PAI. Metode penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Instrumen untuk mengumpulkan data menggunakan angket dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data pemahaman Guru PAI dan Guru Non PAI bahwa terdapat indikator yang nilai kualifikasi prosentasenya kurang yaitu pada indikator ke-2 dan indikator indikator ke-17. Perbandingan prosentase pemahaman Guru PAI dan Non PAI terhadap standar pendidik dan tenaga kependidikan ialah 78,7 % dan 78, 4 %. Hasil triangulasi responden ada tiga indikator yaitu: indikator ke-2 dari Guru PAI dan indikator ke-16 serta indikator ke-17 dari Guru Non PAI, sehingga perlu adanya perhatian lebih dan perbaikan oleh sekolah terhadap kesulitan yang dihadapi pada standar PTK.","PeriodicalId":52883,"journal":{"name":"Tawazun","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"49457450","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-12-29DOI: 10.32832/tawazun.v13i2.3654
Bahrum Subagiya, Wido Supraha
The government has mandated that the purpose of national education is to develop the potential of students to become faithful and righteous human beings. However, the facts in the field show that the teaching materials are still far from the value of faith and piety. This study tries to implement the values of faith in the XII grade Chemistry textbook. The method used is the method of developing Islamic textbooks based on faith values. The results of this study, namely, the application of the value of faith in the XII Chemistry textbook can be done in the following steps: first, providing an introduction containing Islamic advice. Second, insert an expression of God's omnipotence. Third, to reveal the wisdom of natural creation that fosters gratitude. Fourth, correcting concepts that are contrary to Islamic teachings. Fifth, include relevant Al-Qur'an verses or hadiths. Sixth, enter information on the progress of Muslim scientists and finally link the material with the application of Islamic teachings.AbstrakPemerintah telah mengamanahkan bahwa tujuan dari pendidikan nasional untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa. Namun, fakta di lapangan menunjukan bahwa materi-materi ajar masih jauh dari nilai keimanan dan ketakwaan. Penelitian ini mencoba untuk mengimplementasikan nilai-nilai keimanan pada buku ajar Kimia kelas XII. Metode yang digunakan adalah metode pengembangan buku ajar islami berbasis nilai keimanan. Hasil dari penelitian ini yaitu, penerapan nilai keimanan pada buku teks Kimia XII dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: pertama, memberikan pengantar yang berisikan nasihat-nasihat Islam. Kedua, menyisipkan ungkapan kemahakuasaan Allah. Ketiga, mengungkapkan hikmah penciptaan alam yang menumbuhkan syukur. Keempat, mengoreksi konsep yang bertentangan dengan ajaran Islam. Kelima, memasukkan ayat Al-Qur’an atau hadits yang relevan. Keenam, memasukkan informasi kiprah ilmuwan muslim dan terakhir mengaitkan materi dengan penerapan ajaran Islam.
政府规定,国民教育的目的是培养学生的潜能,使他们成为忠诚正直的人。然而,实地的事实表明,这些教材离信仰和虔诚的价值还很遥远。本研究试图在十二年级化学教材中落实信仰价值观。所使用的方法是以信仰价值为基础开发伊斯兰教科书的方法。本研究的结果,即信仰价值在第十二化学教科书中的应用,可以通过以下步骤来完成:第一,提供包含伊斯兰教建议的介绍。第二,插入上帝全能的表达。第三,揭示自然创造的智慧,培养感恩之心。第四,纠正与伊斯兰教义相反的观念。第五,包括相关的古兰经经文或圣训。第六,输入有关穆斯林科学家进展的信息,最后将材料与伊斯兰教义的应用联系起来。摘要:pemerintah telah mengamanahkan bahwa tujuan dari pendidikan national untuk berkembangnya potentisi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa。Namun, fakta di lapangan menunjukan bahwa material -materi ajar masih jauh dari nilai keimanan dan ketakwaan。Penelitian ini mencoba untuk mengimplementaskan nilai-nilai keimanan pada buku ajar Kimia kelas十二。我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是。我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是我的意思。主啊,主啊,主啊。Ketiga, mengungkapkan hikmah penciptaan alam yang menumbuhkan syukur。keep empat, mengoreksi konsep yang bertentangan dengan ajaran Islam。《古兰经》是《古兰经》中最重要的一章。基纳姆,他是一个穆斯林,他是一个穆斯林,他是一个伊斯兰教的学者。
{"title":"Pengembangan Materi Ajar Kimia Berbasis Nilai Keimanan","authors":"Bahrum Subagiya, Wido Supraha","doi":"10.32832/tawazun.v13i2.3654","DOIUrl":"https://doi.org/10.32832/tawazun.v13i2.3654","url":null,"abstract":"The government has mandated that the purpose of national education is to develop the potential of students to become faithful and righteous human beings. However, the facts in the field show that the teaching materials are still far from the value of faith and piety. This study tries to implement the values of faith in the XII grade Chemistry textbook. The method used is the method of developing Islamic textbooks based on faith values. The results of this study, namely, the application of the value of faith in the XII Chemistry textbook can be done in the following steps: first, providing an introduction containing Islamic advice. Second, insert an expression of God's omnipotence. Third, to reveal the wisdom of natural creation that fosters gratitude. Fourth, correcting concepts that are contrary to Islamic teachings. Fifth, include relevant Al-Qur'an verses or hadiths. Sixth, enter information on the progress of Muslim scientists and finally link the material with the application of Islamic teachings.AbstrakPemerintah telah mengamanahkan bahwa tujuan dari pendidikan nasional untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa. Namun, fakta di lapangan menunjukan bahwa materi-materi ajar masih jauh dari nilai keimanan dan ketakwaan. Penelitian ini mencoba untuk mengimplementasikan nilai-nilai keimanan pada buku ajar Kimia kelas XII. Metode yang digunakan adalah metode pengembangan buku ajar islami berbasis nilai keimanan. Hasil dari penelitian ini yaitu, penerapan nilai keimanan pada buku teks Kimia XII dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: pertama, memberikan pengantar yang berisikan nasihat-nasihat Islam. Kedua, menyisipkan ungkapan kemahakuasaan Allah. Ketiga, mengungkapkan hikmah penciptaan alam yang menumbuhkan syukur. Keempat, mengoreksi konsep yang bertentangan dengan ajaran Islam. Kelima, memasukkan ayat Al-Qur’an atau hadits yang relevan. Keenam, memasukkan informasi kiprah ilmuwan muslim dan terakhir mengaitkan materi dengan penerapan ajaran Islam.","PeriodicalId":52883,"journal":{"name":"Tawazun","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42371757","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-12-29DOI: 10.32832/tawazun.v13i2.3018
M. B. Muvid
Comparative study of education between countries is carried out to find out the weaknesses and strengths between the education systems conducted in each of these countries. So that it can be used as input and solutions for countries whose educational systems are still weak. This paper seeks to examine and find and analyze comparisons of Islamic education in Indonesia, Iran and Saudi Arabia regarding the structure of Islamic educational institutions and curricula in the three countries. The results of this study include: First, the structure of Islamic educational institutions in Indonesia includes PAUD, RA, MI, MTs, MA and Universities, while in Iran Pend. Pre-School-Pend. Basic-Pend. Middle-Pend. High. In Saudi Arabia Pre-School-Education. Basic-Pend. Intermediate-Pend. Secondary-Pend. High. Second, the curriculum in Islamic education institutions in Indonesia consists of religious knowledge and supplemented with general subjects. In Iran the integration of the General Religion-Science curriculum, but the allocation of general knowledge is more and varied than in Indonesia. In Saudi Arabia, too, is the integration between religious and general science, studies of religion and general science in Saudi Arabia are adapted to the educational model there. Abstrak Studi perbandingan pendidikan antar negara dilakukan untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan antar sistem pendidikan yang diselenggarakan pada masing-masing negara tersebut. Sehingga bisa dijadikan masukan dan solusi bagi negara yang sistem pendidikannya masih lemah. Tulisan ini berusaha mengkaji dan menemukan serta menganalisis perbandingan pendidikan Islam di Indonesia, Iran dan Arab Saudi mengenai struktur lembaga pendidikan Islam dan kurikulum di tiga negara tersebut. Hasil kajian ini meliputi: Pertama, struktur lembaga pendidikan Islam di Indonesia meliputi PAUD, RA, MI, MTs, MA dan Perguruan Tinggi, sedangkan di Iran Pend. Pra Sekolah-Pend.Dasar-Pend.Menengah-Pend. Tinggi. Di Arab Saudi Pra-Sekolah-Pend. Dasar-Pend. Menengah-Pend. Sekunder-Pend. Tinggi. Kedua, kurikulum di lembaga pendidikan Islam yang ada di Indonesia terdiri atas ilmu agama dan ditambah dengan mata pelajaran umum. Di Iran integrasi kurikulum Agama-Ilmu Umum, namun alokasi ilmu umum lebih banyak dan bervariasi dibanding di Indonesia. Di Arab Saudi juga demikian integrasi antara ilmu agama dan umum, kajian-kajian ilmu agama dan umum di Saudi disesuaikan dengan model pendidikan di sana.
{"title":"Perbandingan Struktur Lembaga Pendidikan Islam dan Kurikulum di Indonesia, Iran dan Arab Saudi","authors":"M. B. Muvid","doi":"10.32832/tawazun.v13i2.3018","DOIUrl":"https://doi.org/10.32832/tawazun.v13i2.3018","url":null,"abstract":"Comparative study of education between countries is carried out to find out the weaknesses and strengths between the education systems conducted in each of these countries. So that it can be used as input and solutions for countries whose educational systems are still weak. This paper seeks to examine and find and analyze comparisons of Islamic education in Indonesia, Iran and Saudi Arabia regarding the structure of Islamic educational institutions and curricula in the three countries. The results of this study include: First, the structure of Islamic educational institutions in Indonesia includes PAUD, RA, MI, MTs, MA and Universities, while in Iran Pend. Pre-School-Pend. Basic-Pend. Middle-Pend. High. In Saudi Arabia Pre-School-Education. Basic-Pend. Intermediate-Pend. Secondary-Pend. High. Second, the curriculum in Islamic education institutions in Indonesia consists of religious knowledge and supplemented with general subjects. In Iran the integration of the General Religion-Science curriculum, but the allocation of general knowledge is more and varied than in Indonesia. In Saudi Arabia, too, is the integration between religious and general science, studies of religion and general science in Saudi Arabia are adapted to the educational model there. Abstrak Studi perbandingan pendidikan antar negara dilakukan untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan antar sistem pendidikan yang diselenggarakan pada masing-masing negara tersebut. Sehingga bisa dijadikan masukan dan solusi bagi negara yang sistem pendidikannya masih lemah. Tulisan ini berusaha mengkaji dan menemukan serta menganalisis perbandingan pendidikan Islam di Indonesia, Iran dan Arab Saudi mengenai struktur lembaga pendidikan Islam dan kurikulum di tiga negara tersebut. Hasil kajian ini meliputi: Pertama, struktur lembaga pendidikan Islam di Indonesia meliputi PAUD, RA, MI, MTs, MA dan Perguruan Tinggi, sedangkan di Iran Pend. Pra Sekolah-Pend.Dasar-Pend.Menengah-Pend. Tinggi. Di Arab Saudi Pra-Sekolah-Pend. Dasar-Pend. Menengah-Pend. Sekunder-Pend. Tinggi. Kedua, kurikulum di lembaga pendidikan Islam yang ada di Indonesia terdiri atas ilmu agama dan ditambah dengan mata pelajaran umum. Di Iran integrasi kurikulum Agama-Ilmu Umum, namun alokasi ilmu umum lebih banyak dan bervariasi dibanding di Indonesia. Di Arab Saudi juga demikian integrasi antara ilmu agama dan umum, kajian-kajian ilmu agama dan umum di Saudi disesuaikan dengan model pendidikan di sana.","PeriodicalId":52883,"journal":{"name":"Tawazun","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47071089","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-12-29DOI: 10.32832/tawazun.v13i2.3221
Pepri Hamdan, Ulil Amri Syafri, H. Indra
The purpose of this research is to develop PPKn textbooks by the teachings of Islam, in this case, the thoughts of Ismail Raji Al-Faruqi. The method used in this research is qualitative, descriptive analysis (literature study), which is to describe the reality that occurs in textbooks. The main source of this research is the PPKn book published by Yudhistira, books on the Islamization of science, and other supporting books within the framework of the idea of Islamization of science. The results of this study concluded that Ismail Raji Al-Faruqi's view on the way of Islamizing science is by recounting the entire treasury of Western science within an Islamic framework, namely rewriting textbooks and various disciplines with Islamic teachings insight. The application of Islamization in PPKn textbooks must be based on strong faith and Islam, because faith is the foundation in carrying out Islamic law. PPkn textbooks must be in line with Pancasila values: divine values, human values, unity values, populist values, and justice values derived from Al-Quran and HadithAbstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan buku ajar PPKn sesuai dengan ajaran agama Islam, dalam hal ini pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, deskriptif analisis (studi pustaka), yaitu untuk menggambarkan kenyataan yang terjadi di dalam buku ajar. Sumber utama penelitian ini adalah buku PPKn terbitan Yudhistira, buku-buku Islamisasi ilmu pengetahuan, dan buku-buku pendukung lainnya dalam kerangka kerja ide islamisasi ilmu pengetahuan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pandangan Ismail Raji Al-Faruqi mengenai cara Islamisasi ilmu yaitu dengan jalan menuang kembali seluruh khazanah sains Barat dalam kerangka Islam, yaitu penulisan kembali buku-buku teks dan berbagai disiplin ilmu dengan wawasan ajaran Islam. Penerapan Islamisasi dalam buku ajar PPKn harus dilandasi dengan keimanan dan keIslaman yang kuat, sebab iman merupakan pondasi dalam menjalankan syariat Islam. Buku ajar PPkn harus sejalan dengan nilai-nilai pancasila : nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan yang bersumber dari Al-Quran dan Hadits.
这项研究的目的是根据伊斯兰教的教义来开发PPKn教科书,在这种情况下,Ismail Raji Al-Faruqi的思想。本研究使用的方法是定性的、描述性的分析(文献研究),即描述教科书中发生的现实。本研究的主要来源是由Yudhistira出版的PPKn书籍,关于科学伊斯兰化的书籍,以及在科学伊斯兰化思想框架内的其他支持性书籍。这项研究的结果表明,Ismail Raji Al-Faruqi关于科学伊斯兰化的观点是通过在伊斯兰框架内重新叙述整个西方科学宝库,即用伊斯兰教义的洞察力重写教科书和各种学科。伊斯兰化在PPKn教科书中的应用必须建立在坚定的信仰和伊斯兰教的基础上,因为信仰是执行伊斯兰教法的基础。PPkn教科书必须符合潘卡西拉的价值观:神圣的价值观,人类的价值观,团结的价值观,民粹主义的价值观,以及来自《古兰经》和圣训的正义价值观。[5] [m] [m] [m] [m] [m] [m] [m] [m] [m] [m] [m] [m]。sunber utama penelitian ini adalah buku PPKn terbitan Yudhistira, buku-buku Islamisasi ilmu pengetahuan, dan buku-buku pendukung lainnya dalam kerangka kerja ide Islamisasi ilmu pengetahuan。拉吉·阿尔·法鲁奇:“我爱我的伊斯兰教”,“我爱我的伊斯兰教”,“我爱我的伊斯兰教”,“我爱我的伊斯兰教”,“我爱我的伊斯兰教”,“我爱我的伊斯兰教”,“我爱我的伊斯兰教”。Penerapan Islamisasi dalam buku ajar PPKn harus dilandasi dengan keimanan dan keysan yang kuat, sebab man merupakan pondasi dalam menjalankan伊斯兰教。Buku ajar PPkn harus sejalan dengan nilai-nilai pancasila: nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan yang bersumber dari al - quan dan Hadits。
{"title":"Islamisasi Buku Ajar PPKn Untuk Lembaga Pendidikan Islam Tingkat SMA/MA","authors":"Pepri Hamdan, Ulil Amri Syafri, H. Indra","doi":"10.32832/tawazun.v13i2.3221","DOIUrl":"https://doi.org/10.32832/tawazun.v13i2.3221","url":null,"abstract":"The purpose of this research is to develop PPKn textbooks by the teachings of Islam, in this case, the thoughts of Ismail Raji Al-Faruqi. The method used in this research is qualitative, descriptive analysis (literature study), which is to describe the reality that occurs in textbooks. The main source of this research is the PPKn book published by Yudhistira, books on the Islamization of science, and other supporting books within the framework of the idea of Islamization of science. The results of this study concluded that Ismail Raji Al-Faruqi's view on the way of Islamizing science is by recounting the entire treasury of Western science within an Islamic framework, namely rewriting textbooks and various disciplines with Islamic teachings insight. The application of Islamization in PPKn textbooks must be based on strong faith and Islam, because faith is the foundation in carrying out Islamic law. PPkn textbooks must be in line with Pancasila values: divine values, human values, unity values, populist values, and justice values derived from Al-Quran and HadithAbstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan buku ajar PPKn sesuai dengan ajaran agama Islam, dalam hal ini pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, deskriptif analisis (studi pustaka), yaitu untuk menggambarkan kenyataan yang terjadi di dalam buku ajar. Sumber utama penelitian ini adalah buku PPKn terbitan Yudhistira, buku-buku Islamisasi ilmu pengetahuan, dan buku-buku pendukung lainnya dalam kerangka kerja ide islamisasi ilmu pengetahuan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pandangan Ismail Raji Al-Faruqi mengenai cara Islamisasi ilmu yaitu dengan jalan menuang kembali seluruh khazanah sains Barat dalam kerangka Islam, yaitu penulisan kembali buku-buku teks dan berbagai disiplin ilmu dengan wawasan ajaran Islam. Penerapan Islamisasi dalam buku ajar PPKn harus dilandasi dengan keimanan dan keIslaman yang kuat, sebab iman merupakan pondasi dalam menjalankan syariat Islam. Buku ajar PPkn harus sejalan dengan nilai-nilai pancasila : nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan yang bersumber dari Al-Quran dan Hadits.","PeriodicalId":52883,"journal":{"name":"Tawazun","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"41262275","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-06-17DOI: 10.32832/tawazun.v13i1.2757
Ruri Afria Nursa, S. Suyadi
The concept of reason in Al-farabi's view has many similarities with the study of modern neuroscience. For example human potential. Therefore, this study seeks to find descriptively the concept of the level of Al-Farabi theory in neuroscience theory and its relevance to Islamic education. This study aims to find the relevance of Al-Farabi's multilevel perspective perspective in neuroscience. This research method is in the form of library research using a descriptive approach to the analysis of the themes of neuroscience, Al-Farabi-level reasoning, and Islamic education. The results of this study indicate that according to Al-Farabi, reason is divided into three namely God as reason, the intellects in the philosophy of emanation from one to ten, and the reason contained in human beings. This study also has a contribution to Islamic education that is something related to the mind and awareness as an important part of human formation itself is interconnected between the brain and other nerve cells. It can be concluded that the concept of multilevel Al-Farabi's mind originally originated from the mind in which Al-Farabi discussed the intellect that exists in man, the intellect is: potential sense, actual reason, mustafad reason. whereas the study of reason is neuroscience]. Abstrak Konsep akal dalam pandangan Al-farabi memiliki banyak persamaan dengan kajian neurosains modern. Contohnya potensi manusia. Oleh karena itu penelitian ini berupaya menemukan secara deskriptif konsep akal bertingkat Al-farabi dalam teori neurosains dan relevansinya dengan pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan relevansi pendidikan Islam perspektif akal bertingkat Al-farabi dalam neurosains. Metode penelitian ini berbentuk penelitian kepustakaan menggunakan metode pendekatan deskriptif analisis terhadap tema-tema neurosains, akal bertingkat Al-farabi, dan pendidikan Islam. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa menurut Al-farabi, akal dibagi menjadi tiga yaitu allah sebagai akal, akal-akal dalam filsafat emanasi satu sampai sepuluh, dan akal yang terdapat pada diri manusia. Kajian ini juga memiliki kontribusi terhadap pendidikan Islam bahwa merupakan sesuatu yang terkait dengan pikiran serta kesadaran selaku bagian penting pembentukan manusia itu sendiri saling berhubungan antara otak dan sel-sel saraf lainnya. Dapat disimpulkan bahwa konsep akal bertingkat Al-farabi awalnya bermula dari batin yang mana Al-farabi membahas akal yang ada pada diri manusia, akal tersebut ialah: akal potensial, akal aktual, akal mustafad. sedangkan ilmu mempelajari akal adalah neurosains.
在Al-farabi看来,理性的概念与现代神经科学的研究有许多相似之处。比如人的潜能。因此,本研究试图找到神经科学理论中Al-Farabi理论水平的描述性概念及其与伊斯兰教育的相关性。本研究旨在寻找Al-Farabi多层次视角在神经科学中的相关性。这种研究方法是以图书馆研究的形式,使用描述性的方法来分析神经科学、al - farabi级推理和伊斯兰教育等主题。这一研究结果表明,根据Al-Farabi,理性分为三个部分,即上帝作为理性,从一到十发散的哲学中的知识分子,以及人类所包含的理性。这项研究对伊斯兰教育也有贡献,它与思想和意识有关,因为人类形成的重要组成部分本身就是大脑和其他神经细胞之间相互联系的。可以得出结论,多层次的Al-Farabi心灵的概念最初起源于Al-Farabi讨论人类存在的智力的心灵,智力是:潜在的感觉,实际的理性,mustafa理性。而对理性的研究是神经科学]。摘要:现代神经学。潜在恙虫病。Oleh karena - i penelitian ini berupaya menemukan secara deskripripf - konsep - al - bertingkat Al-farabi - dalam - neuroses和相关的dendenan pendidikan伊斯兰教。Penelitian ini bertujuan untuk menemukan神经学。Metode penelitian ini berbentuk penelitian kepustakaan menggunakan Metode penelitian deskriptif分析,terhadap tema-tema神经学,akal bertingkat Al-farabi, dan pendidikan Islam。Hasil kajian ini menunjukkan bahwa menurut Al-farabi, akal dibagi menjadi tiga yitu allah sebagai akal, akal-akal dalam filsafat emanasi satu sampai sepuluh, dan akal yang terdapat pada diri manusia。我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说。Dapat dis冲动kan bahwa konsep akal bertingkat Al-farabi awalnya bermulya batin yang mana Al-farabi membahas akal yang ada padaddiri manusia, akal tersebut ialah: akal potential, akal actual, akal mustafa。Sedangkan ilmu mempelajari akal adalah neurosains。
{"title":"KONSEP AKAL BERTINGKAT AL-FARABI DALAM TEORI NEUROSAINS DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM","authors":"Ruri Afria Nursa, S. Suyadi","doi":"10.32832/tawazun.v13i1.2757","DOIUrl":"https://doi.org/10.32832/tawazun.v13i1.2757","url":null,"abstract":"The concept of reason in Al-farabi's view has many similarities with the study of modern neuroscience. For example human potential. Therefore, this study seeks to find descriptively the concept of the level of Al-Farabi theory in neuroscience theory and its relevance to Islamic education. This study aims to find the relevance of Al-Farabi's multilevel perspective perspective in neuroscience. This research method is in the form of library research using a descriptive approach to the analysis of the themes of neuroscience, Al-Farabi-level reasoning, and Islamic education. The results of this study indicate that according to Al-Farabi, reason is divided into three namely God as reason, the intellects in the philosophy of emanation from one to ten, and the reason contained in human beings. This study also has a contribution to Islamic education that is something related to the mind and awareness as an important part of human formation itself is interconnected between the brain and other nerve cells. It can be concluded that the concept of multilevel Al-Farabi's mind originally originated from the mind in which Al-Farabi discussed the intellect that exists in man, the intellect is: potential sense, actual reason, mustafad reason. whereas the study of reason is neuroscience]. Abstrak Konsep akal dalam pandangan Al-farabi memiliki banyak persamaan dengan kajian neurosains modern. Contohnya potensi manusia. Oleh karena itu penelitian ini berupaya menemukan secara deskriptif konsep akal bertingkat Al-farabi dalam teori neurosains dan relevansinya dengan pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan relevansi pendidikan Islam perspektif akal bertingkat Al-farabi dalam neurosains. Metode penelitian ini berbentuk penelitian kepustakaan menggunakan metode pendekatan deskriptif analisis terhadap tema-tema neurosains, akal bertingkat Al-farabi, dan pendidikan Islam. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa menurut Al-farabi, akal dibagi menjadi tiga yaitu allah sebagai akal, akal-akal dalam filsafat emanasi satu sampai sepuluh, dan akal yang terdapat pada diri manusia. Kajian ini juga memiliki kontribusi terhadap pendidikan Islam bahwa merupakan sesuatu yang terkait dengan pikiran serta kesadaran selaku bagian penting pembentukan manusia itu sendiri saling berhubungan antara otak dan sel-sel saraf lainnya. Dapat disimpulkan bahwa konsep akal bertingkat Al-farabi awalnya bermula dari batin yang mana Al-farabi membahas akal yang ada pada diri manusia, akal tersebut ialah: akal potensial, akal aktual, akal mustafad. sedangkan ilmu mempelajari akal adalah neurosains.","PeriodicalId":52883,"journal":{"name":"Tawazun","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-06-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47567840","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-06-29DOI: 10.32832/TAWAZUN.V12I1.1891
Arizqi Ihsan Pratama, M. Musthofa
The purpose of this study was to Analyze the Concept of Teacher Personality according to Ibn Sahnun's Perspective. The research conducted is library research, namely research that uses ways to obtain information data by utilizing existing facilities in the library, such as books, magazines, documents, records, historical stories. The object of the research that is the focus of the analysis is the Concept of Teacher Personality in Ibn Sahnun's Perspective. In the Book of Adab Al-Muallimin by Ibnu Sahnun there are at least six personality concepts that must be possessed by a teacher, namely: Fair, Taqwa, Ikhlas, Patience, Being Kudwah Hasanah, and Attention to their students.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk Menganalisis Konsep Kepribadian Guru menurut Perspektif Ibnu Sahnun. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kepustakaan (library research) yaitu penelitian yang menggunakan cara untuk mendapatkan data informasi dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di perpustakaan, seperti buku-buku, majalah, dokumen, catatan, kisah-kisah sejarah. Objek penelitian yang menjadi fokus analisis adalah Konsep Kepribadian Guru dalam Perspektif Ibnu Sahnun. Dalam Kitab Adab Al-Muallimin karya Ibnu Sahnun setidaknya ada enam konsep kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang guru yaitu: Adil, Taqwa, Ikhlas, Sabar, Menjadi Kudwah Hasanah, dan Perhatian terhadap anak didiknya.
{"title":"KONSEP KEPRIBADIAN GURU MENURUT IBNU SAHNUN","authors":"Arizqi Ihsan Pratama, M. Musthofa","doi":"10.32832/TAWAZUN.V12I1.1891","DOIUrl":"https://doi.org/10.32832/TAWAZUN.V12I1.1891","url":null,"abstract":"The purpose of this study was to Analyze the Concept of Teacher Personality according to Ibn Sahnun's Perspective. The research conducted is library research, namely research that uses ways to obtain information data by utilizing existing facilities in the library, such as books, magazines, documents, records, historical stories. The object of the research that is the focus of the analysis is the Concept of Teacher Personality in Ibn Sahnun's Perspective. In the Book of Adab Al-Muallimin by Ibnu Sahnun there are at least six personality concepts that must be possessed by a teacher, namely: Fair, Taqwa, Ikhlas, Patience, Being Kudwah Hasanah, and Attention to their students.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk Menganalisis Konsep Kepribadian Guru menurut Perspektif Ibnu Sahnun. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kepustakaan (library research) yaitu penelitian yang menggunakan cara untuk mendapatkan data informasi dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di perpustakaan, seperti buku-buku, majalah, dokumen, catatan, kisah-kisah sejarah. Objek penelitian yang menjadi fokus analisis adalah Konsep Kepribadian Guru dalam Perspektif Ibnu Sahnun. Dalam Kitab Adab Al-Muallimin karya Ibnu Sahnun setidaknya ada enam konsep kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang guru yaitu: Adil, Taqwa, Ikhlas, Sabar, Menjadi Kudwah Hasanah, dan Perhatian terhadap anak didiknya.","PeriodicalId":52883,"journal":{"name":"Tawazun","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"48530000","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}