Abstract: The use of honey in wound care has been used since ancient times. Honey has been shown to have antibacterial properties, as well as low pH levels making environmental conditions unfavorable for bacterial growth. Clinical observations from human trials report that honey helps granulation tissue formation, increases epithelialization, and reduces inflammation which affects the acceleration of wound healing. The aims of this study is to determine the effect of honey toward wound healing. This study is in the form of a literature review. Literature is taken from one database, namely PubMed. The keywords used are honey and wound healing. After being selected by inclusion and exclusion criteria, ten literature will be reviewed. Honey gave good results and affected the healing of skin wounds, including several types of honey that were studied in experimental animals and in experimental people. In conclusion, honey has an effect on healing skin wounds.Key words: Honey, wound healing Abstrak: Penggunaan madu dalam perawatan luka telah digunakan sejak saat zaman kuno. Madu telah terbukti memiliki sifat antibakteri, juga kadar pH rendah membuat kondisi lingkungan yang tidak mendukung untuk pertumbuhan bakteri. Pengamatan klinis dari uji coba pada manusia melaporkan bahwa madu membantu pembentukan jaringan granulasi, meningkatkan epitelisasi, dan mengurangi peradangan yang mempengaruhi percepatan penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh madu terhadap penyembuhan luka. Penelitian ini dalam bentuk literature review. Literatur diambil dari satu database yaitu PubMed. Kata kunci yang digunakan yaitu honey and wound healing. Setelah diseleksi dengan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sepuluh literatur yang akan direview. Madu memberikan hasil yang baik dan berpengaruh terhadap penyembuhan luka kulit, di antaranya ada beberapa jenis madu yang diteliti pada hewan percobaan maupun pada orang coba. Sebagai simpulan, madu mempunyai pengaruh terhadap penyembuhan luka kulit.Kata kunci: Madu, penyembuhan luka
摘要:蜂蜜在伤口护理中的应用自古就有。蜂蜜已被证明具有抗菌特性,以及低pH值使环境条件不利于细菌生长。从人体试验的临床观察报告,蜂蜜有助于肉芽组织的形成,增加上皮化,减少炎症,影响伤口愈合的加速。本研究的目的是确定蜂蜜对伤口愈合的影响。本研究采用文献综述的形式。文献来自一个数据库,即PubMed。关键词是蜂蜜和伤口愈合。经纳入和排除标准筛选后,对10篇文献进行综述。蜂蜜有很好的效果,并影响皮肤伤口的愈合,包括在实验动物和实验人群中研究的几种蜂蜜。总之,蜂蜜对皮肤伤口有愈合作用。【关键词】蜂蜜;伤口愈合;Madu telah terbukti memiliki sifat anti - bakteri, juga kadar pH endah membuki lingkungan yang tidak mendukung untuk pertumbuhan bakteri。Pengamatan klinis dari uji coba pada。Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh madu terhadap penyembuhan luka。Penelitian ini dalam bentuk文献综述。文献双元达状态数据库yyitu PubMed。卡塔昆慈阳地土纳坎雅图蜂蜜和伤口愈合。Setelah diseleksi dengan kriiteria inklusi didapatkan sepulu literature yang akan direview。Madu成员kan hasil yang baik dan berpengaruh terhadap penyembuhan luka kulit, di antaranya ada beberarpa jenis Madu yang diteliti pada hewan percobaan maupun pada orang coba。Sebagai simpulan, madu mempunyai pengaruh terhadap penyembuhan luka kulit。Kata kunci: Madu, penyembuhan luka
{"title":"Manfaat Olesan Madu Pada Penyembuhan Luka Kulit","authors":"Arantsa Lomban, Sonny J. R. Kalangi, T. Pasiak","doi":"10.35790/ebm.v8i2.31902","DOIUrl":"https://doi.org/10.35790/ebm.v8i2.31902","url":null,"abstract":"Abstract: The use of honey in wound care has been used since ancient times. Honey has been shown to have antibacterial properties, as well as low pH levels making environmental conditions unfavorable for bacterial growth. Clinical observations from human trials report that honey helps granulation tissue formation, increases epithelialization, and reduces inflammation which affects the acceleration of wound healing. The aims of this study is to determine the effect of honey toward wound healing. This study is in the form of a literature review. Literature is taken from one database, namely PubMed. The keywords used are honey and wound healing. After being selected by inclusion and exclusion criteria, ten literature will be reviewed. Honey gave good results and affected the healing of skin wounds, including several types of honey that were studied in experimental animals and in experimental people. In conclusion, honey has an effect on healing skin wounds.Key words: Honey, wound healing Abstrak: Penggunaan madu dalam perawatan luka telah digunakan sejak saat zaman kuno. Madu telah terbukti memiliki sifat antibakteri, juga kadar pH rendah membuat kondisi lingkungan yang tidak mendukung untuk pertumbuhan bakteri. Pengamatan klinis dari uji coba pada manusia melaporkan bahwa madu membantu pembentukan jaringan granulasi, meningkatkan epitelisasi, dan mengurangi peradangan yang mempengaruhi percepatan penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh madu terhadap penyembuhan luka. Penelitian ini dalam bentuk literature review. Literatur diambil dari satu database yaitu PubMed. Kata kunci yang digunakan yaitu honey and wound healing. Setelah diseleksi dengan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sepuluh literatur yang akan direview. Madu memberikan hasil yang baik dan berpengaruh terhadap penyembuhan luka kulit, di antaranya ada beberapa jenis madu yang diteliti pada hewan percobaan maupun pada orang coba. Sebagai simpulan, madu mempunyai pengaruh terhadap penyembuhan luka kulit.Kata kunci: Madu, penyembuhan luka","PeriodicalId":17693,"journal":{"name":"Jurnal e-Biomedik","volume":"131 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-01-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"73012155","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Tri M. Ibrahim, Glady I. Rambert, Siemona L. E. Berhimpon
Abstract: The disease that was recently discovered in December 2019 is COVID-19, this disease is caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Everyone can be infected, one of them is pregnant women, pregnant women are susceptible to infection with this virus because of changes in the body's physiology that can impact on the immune system. This study aimed to find out the results of ALC and NLR in 3rd trimester pregnant women who were confirmed positive for SARS-CoV-2 at Prof. Dr. R. D. Kandou. The study was conducted with a retrospective approach, using secondary data in the form of medical record status of 3rd trimester pregnant women who were confirmed positive for SARS-CoV-2 at RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. From 26 pregnant women who were treated at Prof. Dr. R. Kandou from July to September 2020 found 22 patients (85%) with normal ALC and 4 patients (15%) had a decrease in ALC. For NLR, it was found that 16 patients (62%) had an NLR ≥ 3.13, and 10 patients (38%) had an NLR < 3.13. In conclusion, from 26 pregnant women who were treated in July-September 2020, the ALC results obtained were more patients with normal ALC levels, namely 22 patients (85%), while the NLR results obtained were more patients who had NLR ≥ 3.13, namely 16 patients (62%).Keywords: 3rd trimester pregnant women, SARS-CoV-2, Absolute Lymphocyte Count, Neutrophil-Lymphocyte Ratio Abstrak: Penyakit yang baru saja ditemukan pada bulan Desember 2019 adalah COVID-19, penyakit ini disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Semua orang dapat terinfeksi salah satunya wanita hamil, wanita hamil rentan terinfeksi virus ini karena adanya perubahan fisiologi tubuh yang dapat berdampak pada sistem kekebalan tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil gambaran ALC dan NLR pada wanita hamil trimester 3 yang terkonfirmasi positif SARS-CoV-2 di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif dengan pendekatan retrospektif, yaitu menggunakan data sekunder berupa data dari status rekam medis pasien wanita hamil trimester 3 yang terkonfirmasi positif SARS-CoV-2 di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. Dari 26 wanita hamil yang dirawat di RSUP Prof. Dr. R. Kandou periode Juli - September tahun 2020 didapatkan 22 pasien (85%) dengan ALC normal dan 4 pasien (15%) lainnya mengalami penurunan pada ALC. Untuk NLR didapatkan 16 pasien (62%) memiliki NLR ≥ 3,13, dan 10 pasien (38%) memiliki NLR < 3,13. Sebgai simpulan, dari 26 wanita hamil yang dirawat pada bulan Juli-September 2020, hasil ALC yang didapatkan lebih banyak pasien memiliki kadar ALC normal yaitu 22 pasien (85%), sedangkan hasil NLR yang didapatkan lebih banyak pasien yang memiliki NLR ≥ 3,13 yaitu 16 pasien (62%).Kata kunci : wanita hamil trimester 3, SARS-CoV-2, Absolute Lymphocyte Count, Neutrophil- Lymphocyte Ratio
摘要:2019年12月新发现的疾病是COVID-19,该病由严重急性呼吸综合征冠状病毒2 (SARS-CoV-2)引起。每个人都可能被感染,其中之一是孕妇,孕妇很容易感染这种病毒,因为身体的生理变化会影响免疫系统。Dr. D. Kandou教授的这项研究旨在了解被确诊为SARS-CoV-2阳性的妊娠晚期孕妇的ALC和NLR的结果。该研究采用回顾性方法进行,使用了在RSUP确认为SARS-CoV-2阳性的妊娠晚期孕妇的病历状态形式的次要数据。从2020年7月至9月在Dr. R. Kandou教授治疗的26名孕妇中,发现22例(85%)ALC正常,4例(15%)ALC下降。对于NLR, 16例(62%)患者NLR≥3.13,10例(38%)患者NLR < 3.13。综上所述,在2020年7 - 9月接受治疗的26例孕妇中,获得的ALC结果中ALC水平正常的患者较多,为22例(85%),而获得的NLR结果中NLR≥3.13的患者较多,为16例(62%)。关键词:妊娠晚期孕妇,SARS-CoV-2,绝对淋巴细胞计数,中性粒细胞-淋巴细胞比值在中国,人们对禽流感病毒有了更广泛的认识,对禽流感病毒有了更广泛的认识。图娟,潘丽丽,李丽娟,孟格塔,哈希,甘巴兰,ALC,丹,NLR,巴尼塔,3月3日,杨,确诊为SARS-CoV-2阳性,RSUP, Dr. Dr. Kandou。Jenis penelitian yang digunakan bersisiv - cov -2阳性,Dr. D. Kandou教授。d26 wanita hamil yang dirawat di RSUP教授Dr. R. Kandou时期七月至九月tahun 2020 didapatkan 22 pasen (85%) dengan ALC正常dan4 pasen (15%) lainnya mengalami penurunan pada ALC。Untuk NLR≥16例(62%),memiliki NLR≥3,13例,10例(38%),memiliki NLR < 3,13例。2020年7月- 9月,hasil ALC yang didapatkan lebih banyak pasen memiliki kadar ALC正常yitu 22 pasien (85%), sedangkan hasil NLR yang didapatkan lebih banyak pasien yang memiliki NLR≥3,13 yitu 16 pasien(62%)。Kata kunci: wanita hamil妊娠3,SARS-CoV-2,绝对淋巴细胞计数,中性粒细胞-淋巴细胞比率
{"title":"Gambaran ALC dan NLR pada Wanita Hamil Trimester 3 yang Terkonfirmasi Positif SARS-CoV-2 di RSUP Prof. R. D. Kandou Periode Juli – September 2020","authors":"Tri M. Ibrahim, Glady I. Rambert, Siemona L. E. Berhimpon","doi":"10.35790/ebm.v9i1.31859","DOIUrl":"https://doi.org/10.35790/ebm.v9i1.31859","url":null,"abstract":"Abstract: The disease that was recently discovered in December 2019 is COVID-19, this disease is caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Everyone can be infected, one of them is pregnant women, pregnant women are susceptible to infection with this virus because of changes in the body's physiology that can impact on the immune system. This study aimed to find out the results of ALC and NLR in 3rd trimester pregnant women who were confirmed positive for SARS-CoV-2 at Prof. Dr. R. D. Kandou. The study was conducted with a retrospective approach, using secondary data in the form of medical record status of 3rd trimester pregnant women who were confirmed positive for SARS-CoV-2 at RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. From 26 pregnant women who were treated at Prof. Dr. R. Kandou from July to September 2020 found 22 patients (85%) with normal ALC and 4 patients (15%) had a decrease in ALC. For NLR, it was found that 16 patients (62%) had an NLR ≥ 3.13, and 10 patients (38%) had an NLR < 3.13. In conclusion, from 26 pregnant women who were treated in July-September 2020, the ALC results obtained were more patients with normal ALC levels, namely 22 patients (85%), while the NLR results obtained were more patients who had NLR ≥ 3.13, namely 16 patients (62%).Keywords: 3rd trimester pregnant women, SARS-CoV-2, Absolute Lymphocyte Count, Neutrophil-Lymphocyte Ratio Abstrak: Penyakit yang baru saja ditemukan pada bulan Desember 2019 adalah COVID-19, penyakit ini disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Semua orang dapat terinfeksi salah satunya wanita hamil, wanita hamil rentan terinfeksi virus ini karena adanya perubahan fisiologi tubuh yang dapat berdampak pada sistem kekebalan tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil gambaran ALC dan NLR pada wanita hamil trimester 3 yang terkonfirmasi positif SARS-CoV-2 di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif dengan pendekatan retrospektif, yaitu menggunakan data sekunder berupa data dari status rekam medis pasien wanita hamil trimester 3 yang terkonfirmasi positif SARS-CoV-2 di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. Dari 26 wanita hamil yang dirawat di RSUP Prof. Dr. R. Kandou periode Juli - September tahun 2020 didapatkan 22 pasien (85%) dengan ALC normal dan 4 pasien (15%) lainnya mengalami penurunan pada ALC. Untuk NLR didapatkan 16 pasien (62%) memiliki NLR ≥ 3,13, dan 10 pasien (38%) memiliki NLR < 3,13. Sebgai simpulan, dari 26 wanita hamil yang dirawat pada bulan Juli-September 2020, hasil ALC yang didapatkan lebih banyak pasien memiliki kadar ALC normal yaitu 22 pasien (85%), sedangkan hasil NLR yang didapatkan lebih banyak pasien yang memiliki NLR ≥ 3,13 yaitu 16 pasien (62%).Kata kunci : wanita hamil trimester 3, SARS-CoV-2, Absolute Lymphocyte Count, Neutrophil- Lymphocyte Ratio","PeriodicalId":17693,"journal":{"name":"Jurnal e-Biomedik","volume":"60 36","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-01-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"91508523","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Abstract: Betel leaf (Piper betle L) contains alkaloid compounds and has antibacterial and antiseptic functions. The purpose of this research was to isolated alkaloid compounds also to tested the effectiveness of inhibition of the betel leaf extract against the Staphylococcus epidermidis bacterial growth. Simplicia betel leaf was extracted used 96% of ethanol solvent. Antibacterial activity tested of betel leaf extract with a concentration variation of 25%, 20%, 15%, 10% and 5% using the liquid dilution method. The results of identification of alkaloid isolates used UV-Vis Spectrophotometry method can be known alkaloid compounds contained in betel leaves include alkaloids with indole base framework that was absorption at 262 nm and 274 nm wavelengths. The results of the effectiveness of betel leaf on Bacteria Staphylococcus epidermidis used the liquid dilution method showed that betel leaf extract with Optical density values at concentrations of 25%, 20%, 15% and 10% before and after incubation decreased respectively by -0.347, -0.304, -0.192 and -0.104, while at a concentration of 5% there was increase in Optical density values of 0.162. From the results of the research, it can be concluded that the ethanol extract of betel leaf contains an alkaloid with an indole base framework and was inhibitory activity against Staphylococcus epidermidis bacteria with a MIC at a concentration of 10%.Keywords: betel leaf, Staphylococcus epidermidis, alkaloid compound, liquid dilution. Abstrak: Daun Sirih (Piper betle L) mengandung senyawa alkaloid dan memiliki fungsi sebagai antibakteri dan antiseptik. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa alkaloid dan menguji efektivitas penghambatan dari ekstrak daun sirih hijau terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Simplisia daun sirih hijau diekstraksi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antibakteri ekstrak daun sirih dengan variasi konsentrasi 25%, 20%, 15%, 10% dan 5% menggunakan metode dilusi cair. Hasil identifikasi terhadap isolat alkaloid menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis dapat diketahui senyawa alkaloid yang terkandung dalam daun sirih termasuk alkaloid dengan kerangka dasar Indol yang mempunyai serapan pada panjang gelombang 262 nm dan 274 nm. Hasil uji efektivitas daun sirih terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dengan metode dilusi cair menunjukan bahwa ekstrak daun sirih dengan nilai densitas optik pada konsentrasi 25%, 20%, 15% dan 10% sebelum dan sesudah inkubasi mengalami penurunan berturut-turut sebesar -0.347, -0.304, -0.192 dan -0.104, sedangkan pada konsentrasi 5% mengalami kenaikan nilai densitas optik sebesar 0.162. Dari hasil penelitian yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun sirih mengandung alkaloid dengan kerangka dasar indol dan memiliki aktivitas penghambatan terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dengan KHM pada konsentrasi 10%.Kata Kunci: daun sirih, Staphylococcus epidermidis, senyawa alkaloid, dilusi cair
摘要:槟榔叶(Piper betle L)含有生物碱类化合物,具有抗菌、防腐等功能。本研究的目的是分离生物碱化合物,并测试槟榔叶提取物对表皮葡萄球菌细菌生长的抑制效果。采用96%的乙醇溶剂提取槟榔叶。采用液体稀释法对浓度为25%、20%、15%、10%和5%的槟榔叶提取物进行抑菌活性测试。利用紫外可见分光光度法对槟榔叶中分离的生物碱进行鉴定,结果表明槟榔叶中含有吲哚碱骨架生物碱,其吸收波长分别为262 nm和274 nm。采用液体稀释法测定槟榔叶提取物对表皮葡萄球菌的抑菌效果,结果表明:25%、20%、15%和10%浓度槟榔叶提取物培养前后的光密度值分别下降了-0.347、-0.304、-0.192和-0.104,5%浓度槟榔叶提取物培养前后的光密度值增加了0.162。研究结果表明,槟榔叶乙醇提取物含有吲哚碱骨架生物碱,在浓度为10%时对表皮葡萄球菌具有MIC抑制活性。关键词:槟榔叶,表皮葡萄球菌,生物碱化合物,液体稀释摘要:dawn Sirih (Piper betle L .)蒙大拿州仙花花生物碱抗真菌药。孟山都生物碱,孟山都生物碱,孟山都生物碱,孟山都生物碱,孟山都生物碱,孟山都生物碱丹参、丹参、孟古纳坎、白藜芦醇96%。Uji活性菌的抑菌力分别为25%、20%、15%、10%和5%蒙古那坎medeusi。紫外-可见分光光度法鉴定了黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪等。Hasil里头efektivitas daun sirih terhadap bakteri葡萄球菌epidermidis dengan metode dilusi以下简称menunjukan bahwa ekstrak daun sirih dengan汝densitas optik篇konsentrasi 25%, 20%, 15%丹10% sebelum丹sesudah inkubasi mengalami penurunan berturut-turut sebesar -0.347, -0.304, -0.192丹-0.104,而篇konsentrasi 5% mengalami kenaikan汝densitas optik sebesar 0.162。生物碱、生物碱、生物碱、生物碱、生物碱、生物碱、生物碱、生物碱、生物碱、生物碱、生物碱、生物碱、生物碱、生物碱、生物碱、生物碱、生物碱、生物碱、生物碱、生物碱。卡塔昆慈:丹参、表皮葡萄球菌、仙川生物碱、二甘露。
{"title":"Isolasi, Identifikasi Senyawa Alkaloid Dan Uji Efektivitas Penghambatan Dari Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis","authors":"Gwendolyn L. Kapondo, Fatimawali, M. Jayanti","doi":"10.35790/ebm.v8i2.28999","DOIUrl":"https://doi.org/10.35790/ebm.v8i2.28999","url":null,"abstract":"Abstract: Betel leaf (Piper betle L) contains alkaloid compounds and has antibacterial and antiseptic functions. The purpose of this research was to isolated alkaloid compounds also to tested the effectiveness of inhibition of the betel leaf extract against the Staphylococcus epidermidis bacterial growth. Simplicia betel leaf was extracted used 96% of ethanol solvent. Antibacterial activity tested of betel leaf extract with a concentration variation of 25%, 20%, 15%, 10% and 5% using the liquid dilution method. The results of identification of alkaloid isolates used UV-Vis Spectrophotometry method can be known alkaloid compounds contained in betel leaves include alkaloids with indole base framework that was absorption at 262 nm and 274 nm wavelengths. The results of the effectiveness of betel leaf on Bacteria Staphylococcus epidermidis used the liquid dilution method showed that betel leaf extract with Optical density values at concentrations of 25%, 20%, 15% and 10% before and after incubation decreased respectively by -0.347, -0.304, -0.192 and -0.104, while at a concentration of 5% there was increase in Optical density values of 0.162. From the results of the research, it can be concluded that the ethanol extract of betel leaf contains an alkaloid with an indole base framework and was inhibitory activity against Staphylococcus epidermidis bacteria with a MIC at a concentration of 10%.Keywords: betel leaf, Staphylococcus epidermidis, alkaloid compound, liquid dilution. Abstrak: Daun Sirih (Piper betle L) mengandung senyawa alkaloid dan memiliki fungsi sebagai antibakteri dan antiseptik. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa alkaloid dan menguji efektivitas penghambatan dari ekstrak daun sirih hijau terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Simplisia daun sirih hijau diekstraksi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antibakteri ekstrak daun sirih dengan variasi konsentrasi 25%, 20%, 15%, 10% dan 5% menggunakan metode dilusi cair. Hasil identifikasi terhadap isolat alkaloid menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis dapat diketahui senyawa alkaloid yang terkandung dalam daun sirih termasuk alkaloid dengan kerangka dasar Indol yang mempunyai serapan pada panjang gelombang 262 nm dan 274 nm. Hasil uji efektivitas daun sirih terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dengan metode dilusi cair menunjukan bahwa ekstrak daun sirih dengan nilai densitas optik pada konsentrasi 25%, 20%, 15% dan 10% sebelum dan sesudah inkubasi mengalami penurunan berturut-turut sebesar -0.347, -0.304, -0.192 dan -0.104, sedangkan pada konsentrasi 5% mengalami kenaikan nilai densitas optik sebesar 0.162. Dari hasil penelitian yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun sirih mengandung alkaloid dengan kerangka dasar indol dan memiliki aktivitas penghambatan terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dengan KHM pada konsentrasi 10%.Kata Kunci: daun sirih, Staphylococcus epidermidis, senyawa alkaloid, dilusi cair","PeriodicalId":17693,"journal":{"name":"Jurnal e-Biomedik","volume":"75 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-08-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"88201304","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Abstract: Betel fruit contains saponins, tannins, alkaloids, flavonoids, and steroids which are antibacterial compounds. Alkaloids are one of the secondary metabolites that are found in nature and have physiological activity. This study aims to determine the presence of alkaloid content in betel fruit and to determine the inhibitory activity of betel fruit extract against Staphylococcus epidermidis bacteria. This study is using the disc method in the antibacterial test, TLC method, color reaction and UV-Vis spectrophotometry to determine the presence of alkaloids in betel fruit. The results showed that betel extract contained alkaloids, as evidenced by the presence of orange stains on TLC with chloroform: methanol (1: 4) eluent sprayed with Dragendrof reagents. UV-Vis spectrophotometer analysis results, the alkaloids are at a maximum wavelength of 282 nm.The results of the antibacterial activity test of betel extract against Staphylococcus epidermidis shows that the concentration of 10% and 20% had a strong antibacterial activity with an average inhibition zone of 12.8 ± 1.40 mm and 15.03 ± 0.723 mm and a concentration of 40% had Antibacterial activity is very strong with an average inhibition zone of 21.53 ± 1.530 mm. In conclusion, betel fruit extract contains alkaloid compounds and has antibacterial activity with strong to very strong categories.Keywords: Betel Fruit (Piper betle L), Alkaloids, Antibacterial, Staphylococcus epidermidis. Abstrak: Buah sirih memiliki kandungan saponin, tanin, alkaloid, flavonoid, dan steroid yang merupakan senyawa antibakteri. Alkaloid merupakan salah satu metabolit sekunder yang banyak ditemukan di alam dan mempunyai aktivitas fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan alkaloid pada buah sirih dan untuk mengetahui adanya aktivitas daya hambat dari ekstrak buah sirih terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini menggunakan metode cakram pada uji antibakteri, metode KLT, reaksi warna dan Spektrofotometri UV-Vis untuk mengetahui adanya alkaloid pada buah sirih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah sirih memiliki kandungan alkaloid, terbukti dengan adanya noda berwarna jingga pada KLT dengan eluen kloroform:methanol (1:4) yang disemprotkan pereaksi Dragendrof. Hasil analisis Spektrofotometer UV-Vis, alkaloid tersebut berada pada panjang gelombang maksimum 282 nm. Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak buah sirih terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis diperoleh bahwa konsentrasi 10% dan 20% memiliki aktivitas antibakteri kuat dengan zona hambat rata-rata sebesar 12,8±1,40 mm dan 15,03±0,723 mm serta konsentrasi 40% memiliki aktivitas antibakteri sangat kuat dengan zona hambat rata-rata sebesar 21,53±1,530 mm. Sebagai kesimpulan ekstrak buah sirih mengandung senyawa alkaloid dan memiliki aktifitas antibakteri dengan kategori kuat sampai sangat kuat.Kata kunci : Buah Sirih (Piper betle L), Alkaloid, Antibakteri, Staphylococcus epidermidis
摘要:槟榔含有皂苷、单宁、生物碱、黄酮类化合物和类固醇等抗菌化合物。生物碱是在自然界中发现的具有生理活性的次生代谢产物之一。本研究旨在测定槟榔中生物碱的含量,并测定槟榔提取物对表皮葡萄球菌的抑制活性。本研究采用盘片法、薄层色谱法、显色法和紫外-可见分光光度法测定槟榔中生物碱的含量。结果表明,槟榔提取物含有生物碱,用氯仿:甲醇(1:4)淋洗液喷淋Dragendrof试剂,在薄层色谱上可见橙色染色。紫外可见分光光度计分析结果显示,该生物碱的最大波长为282 nm。槟榔提取物对表皮葡萄球菌的抑菌活性试验结果表明,10%和20%浓度对表皮葡萄球菌具有较强的抑菌活性,平均抑菌带分别为12.8±1.40 mm和15.03±0.723 mm; 40%浓度对表皮葡萄球菌具有很强的抑菌活性,平均抑菌带为21.53±1.530 mm。结果表明,槟榔果提取物含有生物碱类化合物,具有强到很强的抗菌活性。关键词:槟榔,生物碱,抗菌,表皮葡萄球菌摘要:山茱萸皂苷、单宁、生物碱、黄酮类化合物、丹甾类抗细菌。植物生物碱的代谢研究:杨柳、杨柳、黄柳、黄柳、黄柳、黄柳、黄柳、黄柳、黄柳、黄柳、黄柳、黄柳、黄柳、黄柳、黄柳、黄柳、黄柳、黄柳、黄柳。Penelitian ini bertujuan untuk menggetahui adanya kandungan生物碱padbuah sirih untuk menggetahui adanya aktivitas daya hambat dari ekstrak buah sirih terhadap bakteri表皮葡萄球菌。Penelitian ini menggunakan metode kkram pada uji anti - bakteri, metode KLT, reaksi warna, spektrotometri UV-Vis, untuk menggetahui adanya生物碱pada buah sirih。哈西penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah sirih memiliki kandungan生物碱,terbukti dengan adanya noda berwarna jingga pada KLT dengan eluen氯仿:甲醇(1:4)yang disemprotkan peraksi dragendrdrof。紫外-可见光谱分析,生物碱含量为282nm。Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak buah sihterhadap bakteri表皮葡萄球菌diperoleh bahwa konsentrasi 10%和20% memiliki aktivitas antibakteri kudenan带hambatrata -rata sebesar 12,8±1,40 mm和15,03±0,723 mm serta konsentrasi 40% memiliki aktivas antibakteri sangat kudenan带hambatrata -rata sebesar 21,53±1,530 mm。世巴加生物碱是一种抗细菌的生物碱,是一种抗细菌的生物碱。Kata kunci: Buah Sirih (Piper betl),生物碱,抗细菌,表皮葡萄球菌
{"title":"Analisis Senyawa Alkaloid dan Uji Daya Hambat Ekstrak Buah Sirih (Piper betle L) terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis","authors":"Regina F. Tjandra, Fatimawali, O. Datu","doi":"10.35790/ebm.v8i2.28963","DOIUrl":"https://doi.org/10.35790/ebm.v8i2.28963","url":null,"abstract":"Abstract: Betel fruit contains saponins, tannins, alkaloids, flavonoids, and steroids which are antibacterial compounds. Alkaloids are one of the secondary metabolites that are found in nature and have physiological activity. This study aims to determine the presence of alkaloid content in betel fruit and to determine the inhibitory activity of betel fruit extract against Staphylococcus epidermidis bacteria. This study is using the disc method in the antibacterial test, TLC method, color reaction and UV-Vis spectrophotometry to determine the presence of alkaloids in betel fruit. The results showed that betel extract contained alkaloids, as evidenced by the presence of orange stains on TLC with chloroform: methanol (1: 4) eluent sprayed with Dragendrof reagents. UV-Vis spectrophotometer analysis results, the alkaloids are at a maximum wavelength of 282 nm.The results of the antibacterial activity test of betel extract against Staphylococcus epidermidis shows that the concentration of 10% and 20% had a strong antibacterial activity with an average inhibition zone of 12.8 ± 1.40 mm and 15.03 ± 0.723 mm and a concentration of 40% had Antibacterial activity is very strong with an average inhibition zone of 21.53 ± 1.530 mm. In conclusion, betel fruit extract contains alkaloid compounds and has antibacterial activity with strong to very strong categories.Keywords: Betel Fruit (Piper betle L), Alkaloids, Antibacterial, Staphylococcus epidermidis. Abstrak: Buah sirih memiliki kandungan saponin, tanin, alkaloid, flavonoid, dan steroid yang merupakan senyawa antibakteri. Alkaloid merupakan salah satu metabolit sekunder yang banyak ditemukan di alam dan mempunyai aktivitas fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan alkaloid pada buah sirih dan untuk mengetahui adanya aktivitas daya hambat dari ekstrak buah sirih terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini menggunakan metode cakram pada uji antibakteri, metode KLT, reaksi warna dan Spektrofotometri UV-Vis untuk mengetahui adanya alkaloid pada buah sirih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah sirih memiliki kandungan alkaloid, terbukti dengan adanya noda berwarna jingga pada KLT dengan eluen kloroform:methanol (1:4) yang disemprotkan pereaksi Dragendrof. Hasil analisis Spektrofotometer UV-Vis, alkaloid tersebut berada pada panjang gelombang maksimum 282 nm. Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak buah sirih terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis diperoleh bahwa konsentrasi 10% dan 20% memiliki aktivitas antibakteri kuat dengan zona hambat rata-rata sebesar 12,8±1,40 mm dan 15,03±0,723 mm serta konsentrasi 40% memiliki aktivitas antibakteri sangat kuat dengan zona hambat rata-rata sebesar 21,53±1,530 mm. Sebagai kesimpulan ekstrak buah sirih mengandung senyawa alkaloid dan memiliki aktifitas antibakteri dengan kategori kuat sampai sangat kuat.Kata kunci : Buah Sirih (Piper betle L), Alkaloid, Antibakteri, Staphylococcus epidermidis","PeriodicalId":17693,"journal":{"name":"Jurnal e-Biomedik","volume":"26 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-08-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"76304008","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jhierren K. T. Arnold, Diana V. D. Doda, Rahayu H. Akili
Abstract: Occupational accidents in Indonesia continue to increase every year, requiring policies and actions that can reduce cases of occupational accidents. Risk management is one of the systems for preventing and reducing risks. In the implementation of risk management, the use of HIRARC is one of the methods to identify hazards, conduct risk assessments, and risk control. In the maintenance process of container crane and rubber-tired gantries, potential hazards may occur. The research aims to identify hazards, conduct a risk assessment, and recommend the risk control on the maintenance activities of the container crane and rubber-tired gantries. The study uses qualitative methods with information sources namely: corporate leaders, K3 experts, supervision, and worker technicians. Qualitative data is obtained based on the results of in-depth interview and site observation. The research shows that there are eight job processes with several hazards identified in the maintenance process of container crane and rubber-tired gantries, namely mechanical hazards, electrical hazards, fire hazards, physical hazards, and chemical hazards. The hazards were at the low-risk to high-risk level. It is necessary to apply risk management using the HIRARC method as an evaluation system in risk control.Keywords: risk management, HIRARC, maintenance container crane and rubber-tyred gantries Abstrak: Kecelakaan kerja di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahun, sehingga membutuhkan penerapan manajem risiko yang bertujuan untuk mencegah dan mengurangi risiko. Metode HIRARC menjadi salah satu cara untuk dapat mengidentifikasi bahaya, melakukan penilaian risiko dan pengendalian risiko pada tindakan pemeliharaan alat container crane dan rubber tyred gantriesyang proses pekerjaannya menghasilkan potensi bahaya dan risiko. Penelitian bertujuan untuk mengetahui identifikasi bahaya, melakukan penilaian risiko dan mengetahui pengendalian risiko pada tindakan pemeliharaan alat container crane dan rubber tyred gantries. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber informasi: Pemimpin perusahaan, ahli K3, supervisi dan pekerja teknisi. Data kualitatif diperoleh berdasarkan hasil wawancara mendalam dengan menggunakan model analisis data Mile dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan terdapat delapan proses pekerjaan dengan bahaya yang teridentifikasi pada tindakan pemeliharaan alat container crane dan rubber tyred gantries yaitu bahaya mekanik, bahaya elektrik, bahaya kebakaran, bahaya fisik dan bahaya kimia dengan penilaian risiko berada pada tingkatan risiko rendah sampai risiko tinggi. Diperlukan penerapan manajemen risiko dengan menggunakan metode HIRARC sebagai sistem evaluasi dalam pengendalian risiko.Kata kunci: manajemen risiko, HIRARC, pemeliharaan container crane dan rubber tyred gantries
摘要:印度尼西亚的职业事故每年都在持续增加,需要政策和行动来减少职业事故的发生。风险管理是防范和降低风险的制度之一。在实施风险管理中,HIRARC是识别危害、进行风险评估和风险控制的方法之一。在集装箱起重机和橡胶架龙门架的维护过程中,可能会出现潜在的危险。本研究旨在识别集装箱起重机和橡胶架门架维修活动的危害,进行风险评估,并提出风险控制建议。本研究采用定性方法,信息源为:企业领导、K3专家、监理和工人技术人员。定性数据是基于深度访谈和现场观察的结果。研究表明,集装箱起重机和橡胶架龙门架维修过程中存在8个作业过程,并确定了几种危险,即机械危险、电气危险、火灾危险、物理危险和化学危险。危害处于低风险至高风险水平。将HIRARC方法作为风险管理的评价体系应用于风险控制是十分必要的。关键词:风险管理,HIRARC,维修集装箱起重机和橡胶轮毂龙门。关键词:印尼terus mengalami peningkatan setiap tahun, sehinga menbutuhkan penerapan manajem visiko, bertujuan untuk menegah dan mengurangi visiko。方法:HIRARC menjadi salah satu cara untuk dapat mengidentifikasi bahaya, melakukan pengendalian visiko pada tindakan pemeliharaan alat集装箱起重机和橡胶轮胎龙门,yang prosepekerjaannya menghasilkan potensi bahaya dan visiko。Penelitian bertujuan untuk mengetahui identifikasi bahaya, melakukan penilaian risiko dan mengetahui pengendalian risiko pada tindakan pemeliharaan alat集装箱起重机dan橡胶轮胎门。Penelitian ini menggunakan方法定性的数据信息:Pemimpin perusahaan, ahli K3, superi dan pekerja teknisi。数据定性分析:数据质量分析,数据质量分析,数据质量分析。Hasil penelitian menunjukan terdapat delapan propropekerjaan dengan bahaya yang teridentififikasi pada tindakan pemeliharaan alat集装箱起重机和橡胶轮胎门yitu bahaya mekanik, bahaya elektrik, bahaya kebakaran, bahaya fisik, bahaya kimia dengan penisko berada pada tingkatan risiko rendah sampai visiko tinggi。日本管理体系评价方法:日本管理体系评价方法;日本管理体系评价方法;Kata kunci:管理risko, HIRARC, pemeliharaan集装箱起重机和橡胶轮胎龙门
{"title":"Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Pada Pemeliharaan Alat Container Crane dan Rubber Tyred Gantries","authors":"Jhierren K. T. Arnold, Diana V. D. Doda, Rahayu H. Akili","doi":"10.35790/ebm.v8i2.29553","DOIUrl":"https://doi.org/10.35790/ebm.v8i2.29553","url":null,"abstract":"Abstract: Occupational accidents in Indonesia continue to increase every year, requiring policies and actions that can reduce cases of occupational accidents. Risk management is one of the systems for preventing and reducing risks. In the implementation of risk management, the use of HIRARC is one of the methods to identify hazards, conduct risk assessments, and risk control. In the maintenance process of container crane and rubber-tired gantries, potential hazards may occur. The research aims to identify hazards, conduct a risk assessment, and recommend the risk control on the maintenance activities of the container crane and rubber-tired gantries. The study uses qualitative methods with information sources namely: corporate leaders, K3 experts, supervision, and worker technicians. Qualitative data is obtained based on the results of in-depth interview and site observation. The research shows that there are eight job processes with several hazards identified in the maintenance process of container crane and rubber-tired gantries, namely mechanical hazards, electrical hazards, fire hazards, physical hazards, and chemical hazards. The hazards were at the low-risk to high-risk level. It is necessary to apply risk management using the HIRARC method as an evaluation system in risk control.Keywords: risk management, HIRARC, maintenance container crane and rubber-tyred gantries Abstrak: Kecelakaan kerja di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahun, sehingga membutuhkan penerapan manajem risiko yang bertujuan untuk mencegah dan mengurangi risiko. Metode HIRARC menjadi salah satu cara untuk dapat mengidentifikasi bahaya, melakukan penilaian risiko dan pengendalian risiko pada tindakan pemeliharaan alat container crane dan rubber tyred gantriesyang proses pekerjaannya menghasilkan potensi bahaya dan risiko. Penelitian bertujuan untuk mengetahui identifikasi bahaya, melakukan penilaian risiko dan mengetahui pengendalian risiko pada tindakan pemeliharaan alat container crane dan rubber tyred gantries. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber informasi: Pemimpin perusahaan, ahli K3, supervisi dan pekerja teknisi. Data kualitatif diperoleh berdasarkan hasil wawancara mendalam dengan menggunakan model analisis data Mile dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan terdapat delapan proses pekerjaan dengan bahaya yang teridentifikasi pada tindakan pemeliharaan alat container crane dan rubber tyred gantries yaitu bahaya mekanik, bahaya elektrik, bahaya kebakaran, bahaya fisik dan bahaya kimia dengan penilaian risiko berada pada tingkatan risiko rendah sampai risiko tinggi. Diperlukan penerapan manajemen risiko dengan menggunakan metode HIRARC sebagai sistem evaluasi dalam pengendalian risiko.Kata kunci: manajemen risiko, HIRARC, pemeliharaan container crane dan rubber tyred gantries","PeriodicalId":17693,"journal":{"name":"Jurnal e-Biomedik","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-08-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"82949207","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-07-11DOI: 10.35790/EBM.7.2.2019.23877
Rocky J. Mangindaan, Christy N. Mintjelungan, D. H. Pangemanan
Abstract: Dental caries is still a health problem in Indonesia. There are several factors that play some important roles in the occurence of caries, as follows: microorganism, host, food, and time. Streptococcus mutans is one of the microorganisms that cause caries. Squid ink contains melanin which has an active compound to inhibit microbial activity. This study was aimed to determine the inhibitory effect of squid ink extract (Loligo sp) on the growth of Streptococcus mutans. This was a laboratory experimental study, with a post test only control group design. The results showed that the mean diameter of the inhibitory zones of the squid ink extract (Loligo sp) was 10.50 mm which was categorized as strong inhibition (Davis and Stout criteria). In conclusion, the squid ink extract (Loligo sp) had a strong inhibitory effect on the growth of Streptococcus mutans bacteria.Keywords: squid ink extract (Loligo sp), Streptococcus mutans, zone of inhibitionAbstrak: Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia. Faktor-faktor penyebab karies gigi yaitu mikroba, pejamu, makanan, dan waktu. Salah satu mikroba penyebab karies ialah bakteri Streptococcus mutans. Tinta cumi-cumi mengandung melanin yang memiliki senyawa aktif untuk menghambat aktivitas mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo sp) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorik, dengan post test only control group design. Hasil penelitian menunjukkan diameter rerata zona hambat dari ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo sp) sebesar 10,50 mm dan digolongkan dalam kategori kuat (kriteria Davis dan Stout). Simpulan penelitian ini ialah ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo sp) memiliki daya hambat yang kuat terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.Kata kunci: ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo Sp), Streptococcus mutans, zona hambat
摘要:龋齿在印度尼西亚仍然是一个健康问题。有几个因素在龋的发生中起着重要的作用,如下:微生物、宿主、食物和时间。变形链球菌是引起龋齿的微生物之一。鱿鱼墨汁中含有黑色素,黑色素具有抑制微生物活性的活性化合物。研究鱿鱼墨汁提取物(Loligo sp)对变形链球菌生长的抑制作用。这是一项实验室实验研究,仅采用后测对照组设计。结果表明,鱿鱼墨汁提取物(Loligo sp)的抑菌带平均直径为10.50 mm,属于强抑制(Davis和Stout标准);由此可见,鱿鱼墨汁提取物(Loligo sp)对变形链球菌的生长具有较强的抑制作用。关键词:鱿鱼墨提取物(Loligo sp),变形链球菌,抑制区摘要:印尼鱿鱼墨提取物。因子-因子-因子penyebab karies gigi yitu mikroba, pejamu, makanan, dan waktu。变异链球菌是一种变异链球菌。黑素,黑素,黑素,黑素,黑素,黑素。Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo sp) terhadap pertumbuhan bakteri变形链球菌。Jenis penelitian ialah实验实验室,登干后试验只设对照组。Hasil penelitian menunjukkan diameter rerata zone hambat dari ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo sp) sebesar 10,50 mm dan digolongkan dalam kategori kuat (kriteria Davis dan Stout)。[中文]:猕猴桃属变异链球菌(Loligo sp)Kata kunci:猪链球菌(Loligo Sp),变形链球菌,hambat带
{"title":"Uji Daya Hambat Ekstrak Tinta Cumi-cumi (Loligo sp) terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans","authors":"Rocky J. Mangindaan, Christy N. Mintjelungan, D. H. Pangemanan","doi":"10.35790/EBM.7.2.2019.23877","DOIUrl":"https://doi.org/10.35790/EBM.7.2.2019.23877","url":null,"abstract":"Abstract: Dental caries is still a health problem in Indonesia. There are several factors that play some important roles in the occurence of caries, as follows: microorganism, host, food, and time. Streptococcus mutans is one of the microorganisms that cause caries. Squid ink contains melanin which has an active compound to inhibit microbial activity. This study was aimed to determine the inhibitory effect of squid ink extract (Loligo sp) on the growth of Streptococcus mutans. This was a laboratory experimental study, with a post test only control group design. The results showed that the mean diameter of the inhibitory zones of the squid ink extract (Loligo sp) was 10.50 mm which was categorized as strong inhibition (Davis and Stout criteria). In conclusion, the squid ink extract (Loligo sp) had a strong inhibitory effect on the growth of Streptococcus mutans bacteria.Keywords: squid ink extract (Loligo sp), Streptococcus mutans, zone of inhibitionAbstrak: Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia. Faktor-faktor penyebab karies gigi yaitu mikroba, pejamu, makanan, dan waktu. Salah satu mikroba penyebab karies ialah bakteri Streptococcus mutans. Tinta cumi-cumi mengandung melanin yang memiliki senyawa aktif untuk menghambat aktivitas mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo sp) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorik, dengan post test only control group design. Hasil penelitian menunjukkan diameter rerata zona hambat dari ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo sp) sebesar 10,50 mm dan digolongkan dalam kategori kuat (kriteria Davis dan Stout). Simpulan penelitian ini ialah ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo sp) memiliki daya hambat yang kuat terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.Kata kunci: ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo Sp), Streptococcus mutans, zona hambat","PeriodicalId":17693,"journal":{"name":"Jurnal e-Biomedik","volume":"4 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"88789343","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-07-11DOI: 10.35790/EBM.7.2.2019.24022
Kezia R. Rompis, Vonny N. S. Wowor, Christy N. Mintjelungan
Abstract: One of the factors that influence health including oral health is behavior. Decayed tooth allows the entrance of germs that can cause infection in other organs. Moreover, tooth plays some important role in supporting one’s self-confidence. Plaque is a soft deposit that forms biofilm and not be mineralized. It is attached to the tooth surface or to other hard surfaces in the oral cavity. This study was aimed to obtain the oral dental health behavior and the plaque index among students at SD Katolik Wori (elementary school). This was a descriptive study with a cross sectional design. The study population consisted of students of grades 3, 4, and 5. Repsondents were 48 students obtained by using total sampling method. Data were obtained by using oral dental health questionnaire and plaque index examination form. The results showed that the respondents’ behavior towards maintaining oral dental health was good with the scoring of 1266. The plaque indexes of 48 respondents were categorized, as follows: 0 (0%), very good; 10 (20.83%), good; 36 (75%), moderate; and 2 (4.17%) poor. In conclusion, oral dental health behavior of students at SD Katolik Wori was good and their plaque index was categorized as moderate.Keywords: oral dental health behavior, plaque index Abstrak: Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan termasuk kesehatan gigi mulut yaitu faktor perilaku. Gigi yang sakit merupakan pintu masuk kuman penyakit yang dapat menimbulkan infeksi pada organ tubuh lainya. Gigi juga merupakan salah satu penunjang rasa percaya diri yang paling utama. Plak adalah deposit lunak yang membentuk biofilm, tidak termineralisasi, dan menempel pada permukaan gigi atau permukaan keras lain dalam rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku pemeli-haraan kesehatan gigi mulut dan indeks plak siswa SD Katolik Wori. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Populasi penelitian terdiri dari siswa SD Katolik Wori kelas 3, 4 dan 5. Jumlah sampel sebanyak 48 diambil dengan metode total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner perilaku kesehatan gigi mulut dan formulir pemeriksaan indeks plak. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perilaku siswa terhadap pemeliharaan kesehatan gigi mulut tergolong baik dengan hasil skoring 1266. Indeks plak dari 48 responden ialah 0 (0%), kategori sangat baik; 10 (20,83%), kategori baik; 36 (75%), kategori sedang; dan 2 (4,17%) kategori buruk. Simpulan penelitian ini ialah perilaku kesehatan gigi mulut siswa SD Katolik Wori tergolong baik dengan indeks plak siswa SD Katolik Wori tergolong sedang.Kata kunci: perilaku kesehatan gigi mulut, indeks plak
摘要:行为是影响健康包括口腔健康的因素之一。蛀牙会让细菌进入,导致其他器官感染。此外,牙齿在支持一个人的自信方面起着重要的作用。菌斑是一种软沉积物,形成生物膜,不被矿化。它附着在牙齿表面或口腔内的其他坚硬表面上。本研究旨在了解SD Katolik Wori(小学)学生的口腔牙齿健康行为和菌斑指数。这是一项横断面设计的描述性研究。研究人群包括3年级、4年级和5年级的学生。调查对象为48名学生,采用全抽样法。采用口腔口腔健康问卷和牙菌斑指数检查表进行数据采集。结果显示,被调查者保持口腔牙齿健康的行为良好,得分为1266分。48名被调查者的斑块指数分为:0(0%),非常好;10个(20.83%),良好;36(75%),中等;2例(4.17%)较差。综上所述,SD Katolik Wori学生的口腔牙齿健康行为良好,牙菌斑指数为中等。关键词:口腔口腔健康行为;牙菌斑指数;关键词:口腔牙菌斑指数;Gigi yang sakit merupakan pintu masuk kuman penyakit yang dapat menimbulkan infeksi pada organ tubuh lainya。Gigi juga merupakan salah, salah, penunjang, rasaya, peraya, dii, yang, paling, utama。Plak adalah沉积lunak yang membentuk生物膜,tidak terminalalisasi, dan menempel pada permukaan gigi atau permukaan keras lain dalam rongga mulut。Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peraku pemeli-haraan kesehatan gigi mulut和indeks pliswa SD Katolik Wori。詹尼斯·潘尼利特是一位著名的作家。Populasi penelitian terdiri dari siswa SD Katolik Wori kelas 3,4和5。朱姆拉样品塞班尼亚克48个双根法总采样。人口普查数据显示,全国人口普查数据显示,全国人口普查数据显示,全国人口普查数据显示,全国人口普查数据显示,全国人口普查数据显示。Hasil penelitian memperlihatkan bahwa peraku siswa terhadap pemeliharaan kesehatan gigi mulut tergolong baik dengan Hasil skoring 1266。调查对象为48人,调查对象为0人(0%),调查对象为1人;10个(20.83%),分类为baik;36人(75%),属色堂;丹2 (4,17%);猕猴猴penelitian ini, peralaku, keshaan, gigi mulut siswa SD Katolik Wori tergolong, baik dengan索引,siswa SD Katolik Wori tergolong sedang。Kata kunci:危险的日本人,他们的朋友,他们的朋友
{"title":"Gambaran Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi Mulut dan Indeks Plak Siswa SD Katolik Wori","authors":"Kezia R. Rompis, Vonny N. S. Wowor, Christy N. Mintjelungan","doi":"10.35790/EBM.7.2.2019.24022","DOIUrl":"https://doi.org/10.35790/EBM.7.2.2019.24022","url":null,"abstract":"Abstract: One of the factors that influence health including oral health is behavior. Decayed tooth allows the entrance of germs that can cause infection in other organs. Moreover, tooth plays some important role in supporting one’s self-confidence. Plaque is a soft deposit that forms biofilm and not be mineralized. It is attached to the tooth surface or to other hard surfaces in the oral cavity. This study was aimed to obtain the oral dental health behavior and the plaque index among students at SD Katolik Wori (elementary school). This was a descriptive study with a cross sectional design. The study population consisted of students of grades 3, 4, and 5. Repsondents were 48 students obtained by using total sampling method. Data were obtained by using oral dental health questionnaire and plaque index examination form. The results showed that the respondents’ behavior towards maintaining oral dental health was good with the scoring of 1266. The plaque indexes of 48 respondents were categorized, as follows: 0 (0%), very good; 10 (20.83%), good; 36 (75%), moderate; and 2 (4.17%) poor. In conclusion, oral dental health behavior of students at SD Katolik Wori was good and their plaque index was categorized as moderate.Keywords: oral dental health behavior, plaque index Abstrak: Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan termasuk kesehatan gigi mulut yaitu faktor perilaku. Gigi yang sakit merupakan pintu masuk kuman penyakit yang dapat menimbulkan infeksi pada organ tubuh lainya. Gigi juga merupakan salah satu penunjang rasa percaya diri yang paling utama. Plak adalah deposit lunak yang membentuk biofilm, tidak termineralisasi, dan menempel pada permukaan gigi atau permukaan keras lain dalam rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku pemeli-haraan kesehatan gigi mulut dan indeks plak siswa SD Katolik Wori. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Populasi penelitian terdiri dari siswa SD Katolik Wori kelas 3, 4 dan 5. Jumlah sampel sebanyak 48 diambil dengan metode total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner perilaku kesehatan gigi mulut dan formulir pemeriksaan indeks plak. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perilaku siswa terhadap pemeliharaan kesehatan gigi mulut tergolong baik dengan hasil skoring 1266. Indeks plak dari 48 responden ialah 0 (0%), kategori sangat baik; 10 (20,83%), kategori baik; 36 (75%), kategori sedang; dan 2 (4,17%) kategori buruk. Simpulan penelitian ini ialah perilaku kesehatan gigi mulut siswa SD Katolik Wori tergolong baik dengan indeks plak siswa SD Katolik Wori tergolong sedang.Kata kunci: perilaku kesehatan gigi mulut, indeks plak","PeriodicalId":17693,"journal":{"name":"Jurnal e-Biomedik","volume":"104 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"79449678","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-07-11DOI: 10.35790/EBM.7.2.2019.24142
Yunita M. Assa, Harvani B. Boky, J. M. Umboh
Abstract: Food sanitation is one of the prevention efforts that focus on activities and actions to relieve food and drinks from all hazards to health. This study was aimed to obtain the hygiene sanitation of restaurants at Sendangan, Kawangkoan. This was a descriptive study. The population consisted of all restaurants located at Sendangan. Food sanitation hygiene in this study was according to Kepmenkes RI No. 1098/MENKES/SK/VII/2003. The results showed that there were six restaurants involved in this study. The scores of restaurant hygiene and sanitation for location and buildings showed one restaurant with a total score of 38 (not fulfilled the requirements); 66 for sanitation facilities in the restaurants (did not meet the requirements); 38 for kitchen, dining room, and food storage warehouse, meanwhile 110 for food and ready-made food (eligible); 10 for food processing (did not meet the requirements); 58 for storage of food and ready-made food at one dining house (not fulfilled the requirements); 40 for serving meals at all restaurants (fulfilled the requirements); 45 for the equipment in all restaurants (eligible); 14 for the workers at the restaurant (did not meet the requirements). In conclusion, most of the restaurant fulfilled the requirement on food ingredients, cooked food, as well as food serving and utilities.Keywords: hygiene, sanitation, restaurants Abstrak: Sanitasi makanan adalah salah satu usaha pencegahan yang menitik beratkan pada kegiatan dan tindakan untuk membebaskan makanan dan minuman dari segala bahaya yang dapat menganggu kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui higiene sanitasi rumah makanan di Kelurahan Sendangan Kecamatan Kawangkoan. Jenis penelitian ialah deskriptif. Populasi ialah seluruh rumah makan yang berada di Kelurahan Sendangan. Higiene sanitasi makanan ialah menurut Kepmenkes RI N0.1098/MENKES/SK/VII/2003. Terdapat enam rumah makan yang terlibat dalam penelitian ini. Hasil skor higiene dan sanitasi rumah makan pada lokasi dan bangunan rumah makan mendapatkan satu rumah makan dengan skor total berjumlah 38 (tidak memenuhi syarat); fasilitas sanitasi rumah makan berjumlah 66 (tidak memenuhi syarat); dapur, ruang makan dan gudang bahan makanan berjumlah 38, bahan makanan dan makanan jadi berjumlah 110 (memenuhi syarat); pengolahan makanan rumah makan berjumlah 10 (tidak memenuhi syarat); penyimpanan bahan makanan dan makanan jadi pada satu rumah makan berjumlah 58 (tidak memenuhi syarat); penyajian makanan 40 di semua rumah makan (memenuhi syarat); peralatan terdapat di semua rumah makan berjumlah 45 (memenuhi syarat); dan tenaga kerja pada rumah makan berjumlah 14 (tidak memenuhi syarat). Simpulan penelitian ini ialah sebagian besar rumah makan sudah memenuhi syarat pada bahan makanan, makanan jadi, penyajian makanan, dan peralatan.Kata kunci: higiene, sanitasi, rumah makan
摘要:食品卫生是一种预防工作,它集中于减轻食品和饮料对健康的各种危害的活动和行动。本研究的目的是了解卡望公馆三次庵餐厅的卫生状况。这是一项描述性研究。人口包括位于三潭县的所有餐馆。本研究的食品卫生卫生依据Kepmenkes RI No. 1098/MENKES/SK/VII/2003。结果显示,有六家餐馆参与了这项研究。餐厅卫生与环境卫生分项得分:1家餐厅总分38分(不符合要求);餐饮业卫生设施66项(不符合要求);厨房、餐厅、食品储存库38个,食品、即食食品110个(符合条件);食品加工(不符合要求)10项;在一个饭堂存放食物及即食食物(不符合规定);在所有餐厅提供餐点的人数为40人(符合要求);45适用于所有餐厅的设备(符合条件);餐厅员工14人(不符合要求)。综上所述,大部分餐厅在食材、熟食、食物服务和公用设施方面都满足了要求。摘要:Sanitasi makanan adalah salah satu usaha penegahan yang menitik beratkan pada kegiatan dan tindakan untuk membebaskan makanan dan minuman dari segala bahaya yang dapat menganggu kesehatan。Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui higiene sanitasi rumah makanan di Kelurahan sendanan Kecamatan Kawangkoan。Jenis penelitian的翻译是:我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是。[3]中国卫生技术研究院,2003年第1期。Terdapat enam rumah makan yang terlibat dalam penelitian ini。Hasil skor higiene dan sanititasi rumah makan pada lokasi dan bangunan rumah makan mendapatkan satu rumah makan dengan skor total berjumlah 38 (tidak memenuhi syarat);Fasilitas sanitasi rumah makan berjumlah 66 (tidak memenuhi syarat);Dapur, ruang makan Dan gudang bahan makanan berjumlah 38, bahan makanan Dan makanan jadi berjumlah 110 (memenuhi syarat);Pengolahan makanan rumah makan berjumlah 10 (tidak memenuhi syarat);Penyimpanan bahan makanan Dan makanan jadi pada satu rumah makan berjumlah 58 (tidak memenuhi syarat);Penyajian makanan 40 di semua rumah makan (memenuhi syarat)Peralatan terdapat di semua rumah makan berjumlah 45(纪念);Dan tenaga kerja pada rumah makan berjumlah 14 (tidak memenuhi syarat)。Simpulan penelitian ini ialah sebagian besar rumah makan sudah memenuhi syarat pada bahan makanan, makanan jadi, penyjian makanan, dan peralatan。Kata kunci: higiene, sanitasi, rumah makan
{"title":"Higiene Sanitasi Rumah Makan di Kelurahan Sendangan Kecamatan Kawangkoan Kabupaten Minahasa Tahun 2019","authors":"Yunita M. Assa, Harvani B. Boky, J. M. Umboh","doi":"10.35790/EBM.7.2.2019.24142","DOIUrl":"https://doi.org/10.35790/EBM.7.2.2019.24142","url":null,"abstract":"Abstract: Food sanitation is one of the prevention efforts that focus on activities and actions to relieve food and drinks from all hazards to health. This study was aimed to obtain the hygiene sanitation of restaurants at Sendangan, Kawangkoan. This was a descriptive study. The population consisted of all restaurants located at Sendangan. Food sanitation hygiene in this study was according to Kepmenkes RI No. 1098/MENKES/SK/VII/2003. The results showed that there were six restaurants involved in this study. The scores of restaurant hygiene and sanitation for location and buildings showed one restaurant with a total score of 38 (not fulfilled the requirements); 66 for sanitation facilities in the restaurants (did not meet the requirements); 38 for kitchen, dining room, and food storage warehouse, meanwhile 110 for food and ready-made food (eligible); 10 for food processing (did not meet the requirements); 58 for storage of food and ready-made food at one dining house (not fulfilled the requirements); 40 for serving meals at all restaurants (fulfilled the requirements); 45 for the equipment in all restaurants (eligible); 14 for the workers at the restaurant (did not meet the requirements). In conclusion, most of the restaurant fulfilled the requirement on food ingredients, cooked food, as well as food serving and utilities.Keywords: hygiene, sanitation, restaurants Abstrak: Sanitasi makanan adalah salah satu usaha pencegahan yang menitik beratkan pada kegiatan dan tindakan untuk membebaskan makanan dan minuman dari segala bahaya yang dapat menganggu kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui higiene sanitasi rumah makanan di Kelurahan Sendangan Kecamatan Kawangkoan. Jenis penelitian ialah deskriptif. Populasi ialah seluruh rumah makan yang berada di Kelurahan Sendangan. Higiene sanitasi makanan ialah menurut Kepmenkes RI N0.1098/MENKES/SK/VII/2003. Terdapat enam rumah makan yang terlibat dalam penelitian ini. Hasil skor higiene dan sanitasi rumah makan pada lokasi dan bangunan rumah makan mendapatkan satu rumah makan dengan skor total berjumlah 38 (tidak memenuhi syarat); fasilitas sanitasi rumah makan berjumlah 66 (tidak memenuhi syarat); dapur, ruang makan dan gudang bahan makanan berjumlah 38, bahan makanan dan makanan jadi berjumlah 110 (memenuhi syarat); pengolahan makanan rumah makan berjumlah 10 (tidak memenuhi syarat); penyimpanan bahan makanan dan makanan jadi pada satu rumah makan berjumlah 58 (tidak memenuhi syarat); penyajian makanan 40 di semua rumah makan (memenuhi syarat); peralatan terdapat di semua rumah makan berjumlah 45 (memenuhi syarat); dan tenaga kerja pada rumah makan berjumlah 14 (tidak memenuhi syarat). Simpulan penelitian ini ialah sebagian besar rumah makan sudah memenuhi syarat pada bahan makanan, makanan jadi, penyajian makanan, dan peralatan.Kata kunci: higiene, sanitasi, rumah makan","PeriodicalId":17693,"journal":{"name":"Jurnal e-Biomedik","volume":"60 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"78818754","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-07-11DOI: 10.35790/ebm.7.2.2019.23876
M. P. Rahayu, D. H. Pangemanan, Christy N. Mintjelungan
Abstract: Mouthwash could inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria in the oral cavity. Albeit, the most widely used today is mouthwash containing clorhexidine that has side effects in prolonged use. Therefore, it is necessary to find new agents as an alternative antibacterial, especially against Staphylococcus aureus. Squid ink is one of the best known seafood used as alternative medicine which has a wide range of therapeutic applications. This study was aimed to evaluate the inhibitory effect of squid ink extract (Loligo sp) on the growth of S. aureus. This was a true experimental study with a post test only control group design. We used modified Kirby-Bauer method using filter papers. Ciprofloxacin antibacterial was used as the positive control and aquadest as the negative control. Extract of squid ink (Loligo sp) and stock of pure bacteria S. aureus bacteria were prepared. The results showed that mean of zone of inhibition of the squid ink extract (Loligo sp) was 11.22 mm which was less than the zone of inhibition of ciprofloxacin. In conclusion, the squid ink extract (Loligo sp) had a moderate inhibitory effect (Himedia category) on the growth of Staphylococcus aureus.Keywords: extract of squid ink (Loligo sp), Staphylococcus aureus, inhibitory effectAbstrak: Salah satu cara penanganan bakteri Staphylococcus aureus dalam rongga mulut ialah dengan menggunakan obat kumur. Yang banyak digunaakan saat ini yaitu obat kumur yang mengandung clorhexidine dengan efek samping bila digunakan secara berkepanjangan. Oleh karena itudiperlukan penelitian terhadap agen baru sebagai alternatif antibakteri khususnya terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Tinta cumi-cumi merupakan salah satu hasil laut yang dikenal dalam dunia pengobatan alternatif serta memiliki jangkauan yang luas pada aplikasi terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo sp) terhadap pertumuhan bakteri S. aureus. Jenis penelitian ialah eksperimental murni dengan post test only control group design. Metode yang digunakan yaitu metode modifikasi Kirby-Bauer dengan menggunakan kertas saring. Kontrol positif menggunakan antibakteri siprofloksasin dan kontrol negatif menggunakan akuades. Pada penelitian ini digunakan ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo sp) dan stok bakteri murni S. aureus. Hasil penelitian mendapatkan bahwa diameter rerata zona hambat dari ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo sp) terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus sebesar 11,22 mm namun diameter tersebut lebih kecil daripada diameter zona hambat siprofloksasin. Simpulan penelitian ini ialah ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo sp) memiliki daya hambat kategori sedang (Himedia) terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus.Kata kunci: tinta cumi-cumi (Loligo sp), bakteri Staphylococcus aureus, daya hambat
摘要:漱口水能抑制口腔内金黄色葡萄球菌的生长。虽然,今天最广泛使用的是含有氯己定的漱口水,但长期使用会产生副作用。因此,有必要寻找新的药物作为替代抗菌药物,特别是针对金黄色葡萄球菌。鱿鱼墨水是最著名的海鲜替代药物之一,具有广泛的治疗应用。本研究旨在探讨鱿鱼墨汁提取物对金黄色葡萄球菌生长的抑制作用。这是一项真正的实验研究,只有测试后的对照组设计。我们采用改良的Kirby-Bauer法,使用滤纸。以环丙沙星抗菌药物为阳性对照,以aquadest为阴性对照。制备了鱿鱼墨汁提取物和金黄色葡萄球菌纯菌原液。结果表明,鱿鱼墨汁提取物的平均抑制带为11.22 mm,小于环丙沙星的抑制带。综上所述,鱿鱼墨汁提取物(Loligo sp)对金黄色葡萄球菌的生长具有中等抑制作用(Himedia类)。关键词:鱿鱼墨汁提取物;金黄色葡萄球菌;抑制作用;Yang mengandung氯己定dengan efek采样bila digunakan secara berkepanjangan。金黄色葡萄球菌,金黄色葡萄球菌,金黄色葡萄球菌,金黄色葡萄球菌。这句话的意思是:“我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是。”Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo sp) terhadap pertumuhan bakteri金黄色葡萄球菌。Jenis penelitian ialah实验murni dengan后试验只设对照组。方法杨迪库纳坎,叶图,方法修改卡西比-鲍尔,邓安,孟古纳坎,克塔斯。孟古那干抗菌药物对照阳性与对照阴性。金黄色葡萄球菌(金黄色葡萄球菌)。Hasil penelitian mendapatkan bahwa diameter rerata zona hambat dari ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo sp) terhadap pertumbuhan bakteri金黄色葡萄球菌sebesar 11,22 mm namun diameter tersesebut lebih kecil daripada直径zona hambat siprofloksasin。Simpulan penelitian ini ialah ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo sp) memiliki daya hambat kategori sedang (Himedia) terhadap pertumbuhan bakteri金黄色葡萄球菌。Kata kunci: tinta cumi-cumi (Loligo sp), bakteri金黄色葡萄球菌,daya hambat
{"title":"Uji daya hambat ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo sp) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus","authors":"M. P. Rahayu, D. H. Pangemanan, Christy N. Mintjelungan","doi":"10.35790/ebm.7.2.2019.23876","DOIUrl":"https://doi.org/10.35790/ebm.7.2.2019.23876","url":null,"abstract":"Abstract: Mouthwash could inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria in the oral cavity. Albeit, the most widely used today is mouthwash containing clorhexidine that has side effects in prolonged use. Therefore, it is necessary to find new agents as an alternative antibacterial, especially against Staphylococcus aureus. Squid ink is one of the best known seafood used as alternative medicine which has a wide range of therapeutic applications. This study was aimed to evaluate the inhibitory effect of squid ink extract (Loligo sp) on the growth of S. aureus. This was a true experimental study with a post test only control group design. We used modified Kirby-Bauer method using filter papers. Ciprofloxacin antibacterial was used as the positive control and aquadest as the negative control. Extract of squid ink (Loligo sp) and stock of pure bacteria S. aureus bacteria were prepared. The results showed that mean of zone of inhibition of the squid ink extract (Loligo sp) was 11.22 mm which was less than the zone of inhibition of ciprofloxacin. In conclusion, the squid ink extract (Loligo sp) had a moderate inhibitory effect (Himedia category) on the growth of Staphylococcus aureus.Keywords: extract of squid ink (Loligo sp), Staphylococcus aureus, inhibitory effectAbstrak: Salah satu cara penanganan bakteri Staphylococcus aureus dalam rongga mulut ialah dengan menggunakan obat kumur. Yang banyak digunaakan saat ini yaitu obat kumur yang mengandung clorhexidine dengan efek samping bila digunakan secara berkepanjangan. Oleh karena itudiperlukan penelitian terhadap agen baru sebagai alternatif antibakteri khususnya terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Tinta cumi-cumi merupakan salah satu hasil laut yang dikenal dalam dunia pengobatan alternatif serta memiliki jangkauan yang luas pada aplikasi terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo sp) terhadap pertumuhan bakteri S. aureus. Jenis penelitian ialah eksperimental murni dengan post test only control group design. Metode yang digunakan yaitu metode modifikasi Kirby-Bauer dengan menggunakan kertas saring. Kontrol positif menggunakan antibakteri siprofloksasin dan kontrol negatif menggunakan akuades. Pada penelitian ini digunakan ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo sp) dan stok bakteri murni S. aureus. Hasil penelitian mendapatkan bahwa diameter rerata zona hambat dari ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo sp) terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus sebesar 11,22 mm namun diameter tersebut lebih kecil daripada diameter zona hambat siprofloksasin. Simpulan penelitian ini ialah ekstrak tinta cumi-cumi (Loligo sp) memiliki daya hambat kategori sedang (Himedia) terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus.Kata kunci: tinta cumi-cumi (Loligo sp), bakteri Staphylococcus aureus, daya hambat","PeriodicalId":17693,"journal":{"name":"Jurnal e-Biomedik","volume":"76 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"90681104","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-07-11DOI: 10.35790/EBM.7.2.2019.23878
Moh. Fahmi M. Mokodompit, Vonny N. S. Wowor, Christy N. Mintjelungan
Abstract: One of the high-risk actions in dentistry that can cause cross-infection is tooth extraction because its direct contact with blood, saliva, and critical instrument. This study was aimed to determine the prevention and control of cross infection in dental extractions at the Dentistry Clilnic of Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado. This was a descriptive observational study with a cross sectional design. There were 35 subjects in this study obtained by using purposive sampling method. Data were obtained by using a checklist. The results showed that the prevention and control of cross- infection before dental extraction achieved 46,07%; during dental extraction 59.92%; and after dental extraction 23,81%. The mean achievement for dental extraction was 60.59%. It is concluded that the prevention and control of cross-infection in dental extraction at the Dentistry Clinic of Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado was below maximum level.Keywords: prevention and control of cross-infection, tooth extractionAbstrak: Salah satu tindakan medis di bidang kedokteran gigi yang mempunyai risiko tinggi terjadinya infeksi silang ialah tindakan ekstraksi gigi karena pada saat pelaksanaannya banyak berkontak dengan darah, saliva, dan instrumen berkategori kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi pada tindakan ekstraksi gigi di Poliklinik Gigi Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif observasional dengan desain potong lintang. Jumlah subyek sebanyak 35 pasien, diperoleh menggunakan metode purposive sampling. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan lembar checklist. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan dan pengen-dalian infeksi silang sebelum tindakan ekstraksi gigi sebesar 46,07%; selama tindakan sebesar 59,92%; dan setelah tindakan sebesar 23,81%. Hasil rerata keseluruhan tindakan ekstraksi gigi dilakukan sebesar 60,59%. Simpulan penelitian ini ialah tindakan ekstraksi gigi di Poli Gigi Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado belum maksimal.Kata kunci: pencegahan dan pengendalian infeksi, tindakan ekstraksi gigi
摘要:拔牙直接接触血液、唾液和关键器械,是牙科交叉感染的高危动作之一。本研究的目的是确定在Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado牙科诊所拔牙时交叉感染的预防和控制。这是一项横断面设计的描述性观察性研究。本研究采用目的抽样法获得35名受试者。使用检查表获得数据。结果表明:拔牙前交叉感染防治率达46.07%;拔牙时59.92%;拔牙后23%,81%。拔牙成功率平均为60.59%。结论:该医院牙科诊所在拔牙过程中交叉感染的预防和控制未达到最高水平。摘要:Salah satu tindakan medis di bidang kedokteran gigi yang mempunyai risko tinggi terjadinya infeksi silang ialah tindakan ekstraksi paada saat pelaksananya banyak berkontak dengan darah,唾液,dan仪器berkategortis。Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran, tindakan penegahan, danpengendalian, finksi, padda, tindakan ekstraksi, gigi di Poliklinik, gigi Rumah, Sakit Pancaran Kasih Manado。潘尼利特的《观察登高设计》。Jumlah subyek sebanyak 35 pasien, diperoleh menggunakan方法有目的采样。资料penelitian diperolen denan menggunakan lembar检查表。Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegahan dan pengen-dalian infeksi silang sebelum tindakan ekstraksi gigi sebesar 46,07%;Selama tindakan sebesar 59,92%;Dan setelah tindakan sebesar 23,81%。Hasil rerata keseluruhan tindakan ekstraksi gigi dilakukan sebesar 60,59%。Simpulan penelitian ini ialah tindakan ekstraksi gigi di Poli gigi Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado belum maksimal。Kata kunci: penegahan dan pengendalian infeksi, tindakan ekstraksi gigi
{"title":"Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Silang pada Tindakan Ekstraksi Gigi di Poliklinik Gigi Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado","authors":"Moh. Fahmi M. Mokodompit, Vonny N. S. Wowor, Christy N. Mintjelungan","doi":"10.35790/EBM.7.2.2019.23878","DOIUrl":"https://doi.org/10.35790/EBM.7.2.2019.23878","url":null,"abstract":"Abstract: One of the high-risk actions in dentistry that can cause cross-infection is tooth extraction because its direct contact with blood, saliva, and critical instrument. This study was aimed to determine the prevention and control of cross infection in dental extractions at the Dentistry Clilnic of Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado. This was a descriptive observational study with a cross sectional design. There were 35 subjects in this study obtained by using purposive sampling method. Data were obtained by using a checklist. The results showed that the prevention and control of cross- infection before dental extraction achieved 46,07%; during dental extraction 59.92%; and after dental extraction 23,81%. The mean achievement for dental extraction was 60.59%. It is concluded that the prevention and control of cross-infection in dental extraction at the Dentistry Clinic of Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado was below maximum level.Keywords: prevention and control of cross-infection, tooth extractionAbstrak: Salah satu tindakan medis di bidang kedokteran gigi yang mempunyai risiko tinggi terjadinya infeksi silang ialah tindakan ekstraksi gigi karena pada saat pelaksanaannya banyak berkontak dengan darah, saliva, dan instrumen berkategori kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi pada tindakan ekstraksi gigi di Poliklinik Gigi Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif observasional dengan desain potong lintang. Jumlah subyek sebanyak 35 pasien, diperoleh menggunakan metode purposive sampling. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan lembar checklist. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan dan pengen-dalian infeksi silang sebelum tindakan ekstraksi gigi sebesar 46,07%; selama tindakan sebesar 59,92%; dan setelah tindakan sebesar 23,81%. Hasil rerata keseluruhan tindakan ekstraksi gigi dilakukan sebesar 60,59%. Simpulan penelitian ini ialah tindakan ekstraksi gigi di Poli Gigi Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado belum maksimal.Kata kunci: pencegahan dan pengendalian infeksi, tindakan ekstraksi gigi","PeriodicalId":17693,"journal":{"name":"Jurnal e-Biomedik","volume":"14 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"84948761","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}