首页 > 最新文献

Jurnal e-Biomedik最新文献

英文 中文
Profil Resistensi Antimikroba dari Flora Normal dalam Kavum Nasi Petugas Kamar Operasi Bedah Jantung dan Petugas Pasca Operasi Intensive Coronary Care Unit RSUP H. Adam Malik Medan 抗菌素简介由心脏外科白喉科奥良护理单位RSUP H. Adam Malik Medan的常例植物抗菌素耐药性
Pub Date : 2019-01-07 DOI: 10.35790/EBM.7.1.2019.23535
F. A. Irma, Ricke Loesnihari, N. Akbar
Abstract: Nosocomial infection often occurs in hospitalized patients due to microbial contamination. This study was aimed to obtain the profile of microbes in nasal cavities of hospital personnel by identification the microbial pattern, therefore, the microbial resistance to several antimicrobial groups could be determined. This was an observational analytical study with a cross sectional design. Subjects were hospital personnel at the Cardiac Surgery room and at the Intensive Coronary Care Unit (ICCU) room of H. Adam Malik General Hospital, Medan. Specimens of nasal cavity swabs were taken from all subjects, and then were cultured and tested for antimicrobial sensitivity. From 37 subjects, the most common bacteria found were S. epidermidis (40%), S. saprophyticus (21%), and S. aureus (12%). The antimicrobial susceptibility test showed that sufamethoxsazole had the highest resistance while erythomycin still had good sensitivity. At the ICCU room, amikacin showed better sensitivity than doxycyclin. Amoxiclav had the highest sensitivity, meanwhile from the floroquinolone class, norfloxacin had better sensitivity than ciprofloxacin. The microbes were still sensitive to cephalosporin class but were resistant to vancomycin. Conclusion: S. epidermidis, S. saprothyticus, and S. aureus were the most commonly found microbes in the nasal cavities of hospital personnel. The nasal cavity microbes were still sensitive to erythromycin, amikacin, amoxiclav, norfloxacin, and cephalosporin group.Keywords: nosocomial infection, nasal cavity, antimicrobial resistance, antimicrobial sensitivity Abstrak: Infeksi nosokomial sering terjadi pada saat pasien dirawat di rumah sakit akibat adanya kontaminasi mikroba yang berada di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pola mikroba kavum nasi dari petugas rumah sakit melalui identifikasi mikroba sehingga dapat ditentukan pola resistensi mikroba terhadap berbagai macam golongan antimikroba. Jenis penelitian ialah analitik observasional dengan desain potong lintang. Subyek penelitian ialah petugas di kamar operasi bedah jantung dan ruang pasca operasi ICCU di RSUP H. Adam Malik Medan. Pengambilan spesimen swab kavum nasi dilakukan pada semua subyek, dilanjutkan dengan pembiakan serta uji resistensi antimikroba. Dari 37 subyek didapatkan bakteri terbanyak yaitu S. epidermidis (40%), diikuti oleh S. saprothyticus (21%), dan S. aureus (12%). Uji sensitivitas terhadap antimikroba lini pertama mendapatkan sulfametoksasol merupakan antimikroba yang paling tinggi resistensinya sedangkan eritromisin merupakan antimikroba yang masih baik sensitivitasnya. Untuk ruang ICCU, sensitivitas terhadap amikasin masih lebih baik dibandingkan doksisiklin. Amoksiklav merupakan antimikroba yang sensitivitasnya sangat baik, sedangkan dari golongan florokuinolon, norfloksasin memiliki sensitivitas yang lebih baik dibanding siprofloksasin. Golongan sefalosporin masih memiliki sensitifitas yang baik, sedangkan vankomisin sudah resist
摘要:微生物污染是住院患者院内感染的常见原因。本研究旨在通过鉴定医院工作人员鼻腔内微生物的分布模式,了解医院工作人员鼻腔内微生物的分布情况,从而确定医院工作人员鼻腔内微生物对几种抗菌药物的耐药性。这是一项采用横断面设计的观察性分析研究。研究对象为棉兰H. Adam Malik总医院心脏手术室和冠状动脉重症监护室(ICCU)的医护人员。所有受试者均采集鼻腔拭子标本,进行培养和抗菌药物敏感性测试。在37名受试者中,最常见的细菌是表皮葡萄球菌(40%)、腐生葡萄球菌(21%)和金黄色葡萄球菌(12%)。药敏试验结果显示,磺胺甲恶唑耐药最高,红霉素仍有较好的敏感性。在重症监护病房,阿米卡星的敏感性优于强力霉素。阿莫昔拉夫的敏感性最高,氟喹诺酮类药物中,诺氟沙星的敏感性优于环丙沙星。细菌对头孢菌素类仍敏感,但对万古霉素耐药。结论:表皮葡萄球菌、腐臭胸腺葡萄球菌和金黄色葡萄球菌是医院工作人员鼻腔中最常见的微生物。鼻腔微生物对红霉素、阿米卡星、阿莫昔洛夫、诺氟沙星和头孢菌素组仍敏感。关键词:医院感染,鼻腔,抗菌药物耐药,抗菌药物敏感性摘要:医院源性感染念珠菌(terjadi paada saat pasien dirawat di rumah sakit);【译】在这一过程中,我们发现了一种特殊的物种,它可以识别出一种特殊的物种,它可以识别出一种特殊的物种,它可以识别出一种特殊的物种。波东临塘的分析与观测。Subyek penelik penelik penelik penelik penelik penelik penelik penelik penelik penelik penelik penelik penelik penelik penelik penelik penelik penelik penelik penelik penelik penelik penelik。彭甘比兰标本拭子卡乌姆氏菌,潘甘比兰标本拭子卡乌姆氏菌,潘甘比兰标本拭子卡乌姆氏菌,潘甘比兰标本拭子卡乌姆氏菌。Dari 37 subyek didapatkan bakteri terbanyak yitu表皮S. (40%), diikuti oleh S. saprothyticus (21%), dan S. aureus(12%)。Uji敏度:terhadap anti - microba lini pertamama mendapatkan磺胺化toksasol merupakan anti - microba yang paling tinggi resistenya sedangkan itromisin merupakan anti - microba yang masih baik sensitivity。Untuk ruang ICCU,敏感性,这是一个很好的例子,在masih - lebih - baik - dibandingkan - doksiklin。Amoksiklav merupakan对杨氏菌的敏感性为nya sangat baik, sedangkan dari golongan florokuinolon, norksassin对杨氏菌的敏感性为lebihbaik。高龙安头孢菌素耐药,杨贝耐药。类人猿:表皮葡萄球菌,腐thyticus,金黄色葡萄球菌。抗结核杨氏菌对亚图菌素、阿米卡辛、阿莫克西克拉、诺福克萨辛、丹龙岗和头孢菌素敏感。卡塔昆氏菌:医院感染病螨,鼻卡姆氏菌,抗黑蝇抗性菌,抗黑蝇敏感性菌
{"title":"Profil Resistensi Antimikroba dari Flora Normal dalam Kavum Nasi Petugas Kamar Operasi Bedah Jantung dan Petugas Pasca Operasi Intensive Coronary Care Unit RSUP H. Adam Malik Medan","authors":"F. A. Irma, Ricke Loesnihari, N. Akbar","doi":"10.35790/EBM.7.1.2019.23535","DOIUrl":"https://doi.org/10.35790/EBM.7.1.2019.23535","url":null,"abstract":"Abstract: Nosocomial infection often occurs in hospitalized patients due to microbial contamination. This study was aimed to obtain the profile of microbes in nasal cavities of hospital personnel by identification the microbial pattern, therefore, the microbial resistance to several antimicrobial groups could be determined. This was an observational analytical study with a cross sectional design. Subjects were hospital personnel at the Cardiac Surgery room and at the Intensive Coronary Care Unit (ICCU) room of H. Adam Malik General Hospital, Medan. Specimens of nasal cavity swabs were taken from all subjects, and then were cultured and tested for antimicrobial sensitivity. From 37 subjects, the most common bacteria found were S. epidermidis (40%), S. saprophyticus (21%), and S. aureus (12%). The antimicrobial susceptibility test showed that sufamethoxsazole had the highest resistance while erythomycin still had good sensitivity. At the ICCU room, amikacin showed better sensitivity than doxycyclin. Amoxiclav had the highest sensitivity, meanwhile from the floroquinolone class, norfloxacin had better sensitivity than ciprofloxacin. The microbes were still sensitive to cephalosporin class but were resistant to vancomycin. Conclusion: S. epidermidis, S. saprothyticus, and S. aureus were the most commonly found microbes in the nasal cavities of hospital personnel. The nasal cavity microbes were still sensitive to erythromycin, amikacin, amoxiclav, norfloxacin, and cephalosporin group.Keywords: nosocomial infection, nasal cavity, antimicrobial resistance, antimicrobial sensitivity Abstrak: Infeksi nosokomial sering terjadi pada saat pasien dirawat di rumah sakit akibat adanya kontaminasi mikroba yang berada di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pola mikroba kavum nasi dari petugas rumah sakit melalui identifikasi mikroba sehingga dapat ditentukan pola resistensi mikroba terhadap berbagai macam golongan antimikroba. Jenis penelitian ialah analitik observasional dengan desain potong lintang. Subyek penelitian ialah petugas di kamar operasi bedah jantung dan ruang pasca operasi ICCU di RSUP H. Adam Malik Medan. Pengambilan spesimen swab kavum nasi dilakukan pada semua subyek, dilanjutkan dengan pembiakan serta uji resistensi antimikroba. Dari 37 subyek didapatkan bakteri terbanyak yaitu S. epidermidis (40%), diikuti oleh S. saprothyticus (21%), dan S. aureus (12%). Uji sensitivitas terhadap antimikroba lini pertama mendapatkan sulfametoksasol merupakan antimikroba yang paling tinggi resistensinya sedangkan eritromisin merupakan antimikroba yang masih baik sensitivitasnya. Untuk ruang ICCU, sensitivitas terhadap amikasin masih lebih baik dibandingkan doksisiklin. Amoksiklav merupakan antimikroba yang sensitivitasnya sangat baik, sedangkan dari golongan florokuinolon, norfloksasin memiliki sensitivitas yang lebih baik dibanding siprofloksasin. Golongan sefalosporin masih memiliki sensitifitas yang baik, sedangkan vankomisin sudah resist","PeriodicalId":17693,"journal":{"name":"Jurnal e-Biomedik","volume":"30 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"86629561","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Gambaran Kadar Glukosa Urin pada Primigravida dengan Orang Tua Penyandang Diabetes Melitus di Kota Manado 这是马纳多市Melitus糖尿病老人的Primigravida葡萄糖水平图
Pub Date : 2019-01-07 DOI: 10.35790/EBM.7.1.2019.22621
Monica Welliangan, Mayer F. Wowor, A. E. Mongan
Abstract: Glycosuria is a condition characterized by an excess of sugar in the urine. Diabetes mellitus (DM) is one of the causes of glycosuria. Mortality risks of pregnant women and their babies increase in diabetes during pregnancy. Gestational diabetes mellitus (GDM) is DM diagnosed in 2nd and 3rd trimesters of pregmancy in women without DM before pregnancy. The probability of GDM among women with family history of DM is 3.46 times higher than those without family history. This study was aimed to evaluate the urine glucose level among primigravids who had diabetic parents in Manado. This was a descriptive observational study with a cross sectional design. Urine samples were obtained by using non-probability sampling with consecutive sampling adjusted to the criteria and time. The results showed that glycosuria (urin sugar level ≥50mg/dL) was found in three subjects (10%), most in age group of 20-35 years old and in 1st trimester. Conclusion: Some of the primigravids in this study had glycosuria.Keywords: DM, glycosuria, DM family history Abstrak: Glukosuria adalah kondisi dimana glukosa ditemukan dalam urin. Salah satu penyebab glukosuria ialah diabetes melitus (DM). Risiko kematian ibu dan bayi meningkat pada DM dalam kehamilan. Diabetes melitus gestasional (DMG) adalah DM yang terdiagnosis pada trimester dua atau tiga kehamilan yang bukan DM sebelum kehamilan. Peluang DMG pada wanita dengan riwayat DM dalam keluarga sebesar 3,46 lebih besar daripada wanita tanpa riwayat keluaarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar glukosa urin pada primigravida dengan orang tua penyandang DM di Kota Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif observasional dengan desain potong lintang. Penelitian ini menggunakan non-probability sampling jenis consecutive sampling untuk mendapatkan urin dari semua subyek penelitian sesuai dengan kriteria dan waktu yang ditentukan. Hasil penelitian mendapatkan glukosuria (kadar glukosa urin ≥50mg/dL) pada 3 subyek (10%) dengan karakteristik cenderung pada kelompok usia 20-35 tahun dan pada trimester satu. Simpulan: Sebagian primigravida dengan orang tua penyandang DM memiliki glukosuria.Kata kunci: DM, glukosuria, riwayat DM pada orang tua
摘要:糖尿是一种以尿中糖过量为特征的疾病。糖尿病(DM)是引起糖尿的原因之一。妊娠期糖尿病会增加孕妇及其婴儿的死亡风险。妊娠期糖尿病(Gestational diabetes mellitus, GDM)是指妊娠前无糖尿病的妇女在妊娠2、3个月诊断出的糖尿病。有糖尿病家族史的女性发生GDM的概率是无糖尿病家族史女性的3.46倍。本研究旨在评估父母患有糖尿病的初代儿童的尿糖水平。这是一项横断面设计的描述性观察性研究。尿样采用非概率抽样,根据标准和时间进行连续抽样。结果显示,糖尿(尿糖水平≥50mg/dL) 3例(10%),以20 ~ 35岁年龄组和妊娠早期居多。结论:本研究中部分原鼠存在糖尿。关键词:糖尿病;糖尿;糖尿病家族史;糖尿病(DM)。Risiko kematian ibu dan bayi meningkat pada DM dalam kehamilan。妊娠期糖尿病(DMG):妊娠期糖尿病杨诊断:妊娠期糖尿病杨诊断:妊娠期糖尿病杨诊断:妊娠期糖尿病杨诊断:妊娠期糖尿病。Peluang DMG pada wanita dengan riwayat DM dalam keluarga sebesar 3,46 lebih daripada wanita tanpa riwayat keluarga。Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar glukosa urin primigravida dengan orang tua penyandang DM di Kota Manado。潘尼利特的《观察登高设计》。Penelitian ini menggunakan非概率抽样jenis连续抽样untuk mendapatkan urin dari semua subyek Penelitian sesuai dengan标准dan waktu yang ditentukan。Hasil penelitian mendapatkan glukosuria (kadar glukosa urin≥50mg/dL), pp3 subyek (10%), dengan karakteristik cenderung pada kelompok us20 -35, tahun pada妊娠期状态。猿类:巴西原始猿,dengan orang tua penyanandang DM memoriliki glukosuria。Kata kunci:糖尿病,尿毒症,尿路糖尿病,尿路糖尿病,尿路糖尿病
{"title":"Gambaran Kadar Glukosa Urin pada Primigravida dengan Orang Tua Penyandang Diabetes Melitus di Kota Manado","authors":"Monica Welliangan, Mayer F. Wowor, A. E. Mongan","doi":"10.35790/EBM.7.1.2019.22621","DOIUrl":"https://doi.org/10.35790/EBM.7.1.2019.22621","url":null,"abstract":"Abstract: Glycosuria is a condition characterized by an excess of sugar in the urine. Diabetes mellitus (DM) is one of the causes of glycosuria. Mortality risks of pregnant women and their babies increase in diabetes during pregnancy. Gestational diabetes mellitus (GDM) is DM diagnosed in 2nd and 3rd trimesters of pregmancy in women without DM before pregnancy. The probability of GDM among women with family history of DM is 3.46 times higher than those without family history. This study was aimed to evaluate the urine glucose level among primigravids who had diabetic parents in Manado. This was a descriptive observational study with a cross sectional design. Urine samples were obtained by using non-probability sampling with consecutive sampling adjusted to the criteria and time. The results showed that glycosuria (urin sugar level ≥50mg/dL) was found in three subjects (10%), most in age group of 20-35 years old and in 1st trimester. Conclusion: Some of the primigravids in this study had glycosuria.Keywords: DM, glycosuria, DM family history Abstrak: Glukosuria adalah kondisi dimana glukosa ditemukan dalam urin. Salah satu penyebab glukosuria ialah diabetes melitus (DM). Risiko kematian ibu dan bayi meningkat pada DM dalam kehamilan. Diabetes melitus gestasional (DMG) adalah DM yang terdiagnosis pada trimester dua atau tiga kehamilan yang bukan DM sebelum kehamilan. Peluang DMG pada wanita dengan riwayat DM dalam keluarga sebesar 3,46 lebih besar daripada wanita tanpa riwayat keluaarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar glukosa urin pada primigravida dengan orang tua penyandang DM di Kota Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif observasional dengan desain potong lintang. Penelitian ini menggunakan non-probability sampling jenis consecutive sampling untuk mendapatkan urin dari semua subyek penelitian sesuai dengan kriteria dan waktu yang ditentukan. Hasil penelitian mendapatkan glukosuria (kadar glukosa urin ≥50mg/dL) pada 3 subyek (10%) dengan karakteristik cenderung pada kelompok usia 20-35 tahun dan pada trimester satu. Simpulan: Sebagian primigravida dengan orang tua penyandang DM memiliki glukosuria.Kata kunci: DM, glukosuria, riwayat DM pada orang tua","PeriodicalId":17693,"journal":{"name":"Jurnal e-Biomedik","volume":"141 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"88092969","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 2
Gambaran Keton Urin pada Primigravida Trimester 1 dengan Hiperemesis Gravidarum di RS Islam Sitti Maryam Manado
Pub Date : 2019-01-07 DOI: 10.35790/ebm.7.1.2019.22622
Nunung Karmila, A. E. Mongan, Glady I. Rambert
Abstract: Hyperemesis gravidarum could cause weight loss of more than 5%, dehydration, and electrolyte loss. In this condition the body will metabolize fat, therefore, there is an increase in ketone level in the blood (ketosis) which can deplete the body's base reserve and cause acidosis as well as ketones in the urine (ketonuria). In some cases it can cause fetal death or even the mother. This study was aimed to obtain the description of urinary ketone in primigravids in first trimester with hyperemesis gravidarum in Manado. This was an observational descriptive study with a cross sectional design. Urine samples were taken by using non-probability sampling with consecutive sampling. The results showed 10 primigravids in first trimester with hyperemesis treated at Sitti Maryam Islamic Hospital Manado during November-December 2018. Based on the laboratory tests performed on all subjects, there were 3 primigravids (30%) who had ketonuria. Conclusion: Some primigravids in first trimester with hyperemesis gravidarum had ketonuria.Keywords: primigravids, first trimester, hyperemesis, ketonuria Abstrak: Pada hiperemesis gravidarum dapat terjadi penurunan berat badan hingga lebih dari 5%, dehidrasi, dan kehilangan elektrolit. Pada keadaan ini tubuh akan memetabolisme lemak sehingga terjadi peningkatan kadar keton dalam darah (ketosis) yang dapat menghabiskan cadangan basa tubuh dan menyebabkan asidosis serta terdapatnya keton dalam urin (ketonuria). Pada beberapa kasus dapat terjadi kematian janin maupun ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keton urin pada primigravida trimester I dengan hiperemesis gravidarum di Kota Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif observasional dengan desain potong lintang. Sampel urin diambil dengan cara non-probability sampling jenis consecutive sampling. Hasil penelitian mendapatkan subyek penelitian yang terdiri dari 10 primigravida trimester 1 dengan hiperemesis yang dirawat di RS Islam Sitti Maryam Manado selama bulan November-Desember 2018. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dari 10 subyek (100%) terdapat 3 primigravida (30%) yang mengalami keton-uria. Simpulan: Sebagian primigravida trimester I dengan hiperemesis gravidarum mengalami ketonuria.Kata kunci: primigravida, trimester 1, hiperemesis, ketonuria
摘要:妊娠剧吐可引起体重减轻5%以上、脱水和电解质流失。在这种情况下,身体会代谢脂肪,因此,血液中的酮水平会增加(酮症),这会耗尽身体的基础储备,导致酸中毒以及尿中的酮(酮尿症)。在某些情况下,它会导致胎儿死亡甚至母亲死亡。本研究旨在了解万鸦鸦地区孕早期妊娠剧吐孕妇尿酮的描述。这是一项横断面设计的观察性描述性研究。尿样采用连续抽样的非概率抽样。结果显示,2018年11月至12月期间,在马纳多Sitti Maryam伊斯兰医院治疗了10例妊娠早期呕吐的初产妇。根据对所有受试者进行的实验室检查,有3名原发患者(30%)患有酮症尿。结论:部分孕早期妊娠剧吐的孕妇存在酮症尿。摘要:妊高征,妊高征,妊高征,妊高征,妊高征,妊高征,妊高征,妊高征。Pada keadaan ini tubuh akan memetabolisme lemaka seinga terjadi peningkatan kadar keton dalam darah(酮症);dada menghabiskan cadangan basa tubuh danmenyebabkan asidosis(酮症);Pada beberapa kasus dapat terjadi kematian janin maupun ibu。孕早期妊娠期胎儿妊娠期妊娠期胎儿妊娠期妊娠期胎儿妊娠期妊娠期妊娠期妊娠期妊娠期妊娠期妊娠期妊娠期妊娠期。潘尼利特的《观察登高设计》。样本尿样为非概率抽样,为连续抽样。Hasil penelitian mendapatkan subyek penelitian yang terdiri dari 10 primigravida trimester 1 dengan hiperemesis yang dirawat di RS Islam Sitti Maryam Manado selama bulan 2018年11月至12月。Berdasarkan hasil peremeriksaan laboratorium dari 10 subyek (100%) terdapat 3 primigravida (30%) yang mengalami酮尿症。猿猴:初孕期,妊娠期,妊娠期,尿毒症。初孕,妊娠1期,呕血,尿酮
{"title":"Gambaran Keton Urin pada Primigravida Trimester 1 dengan Hiperemesis Gravidarum di RS Islam Sitti Maryam Manado","authors":"Nunung Karmila, A. E. Mongan, Glady I. Rambert","doi":"10.35790/ebm.7.1.2019.22622","DOIUrl":"https://doi.org/10.35790/ebm.7.1.2019.22622","url":null,"abstract":"Abstract: Hyperemesis gravidarum could cause weight loss of more than 5%, dehydration, and electrolyte loss. In this condition the body will metabolize fat, therefore, there is an increase in ketone level in the blood (ketosis) which can deplete the body's base reserve and cause acidosis as well as ketones in the urine (ketonuria). In some cases it can cause fetal death or even the mother. This study was aimed to obtain the description of urinary ketone in primigravids in first trimester with hyperemesis gravidarum in Manado. This was an observational descriptive study with a cross sectional design. Urine samples were taken by using non-probability sampling with consecutive sampling. The results showed 10 primigravids in first trimester with hyperemesis treated at Sitti Maryam Islamic Hospital Manado during November-December 2018. Based on the laboratory tests performed on all subjects, there were 3 primigravids (30%) who had ketonuria. Conclusion: Some primigravids in first trimester with hyperemesis gravidarum had ketonuria.Keywords: primigravids, first trimester, hyperemesis, ketonuria Abstrak: Pada hiperemesis gravidarum dapat terjadi penurunan berat badan hingga lebih dari 5%, dehidrasi, dan kehilangan elektrolit. Pada keadaan ini tubuh akan memetabolisme lemak sehingga terjadi peningkatan kadar keton dalam darah (ketosis) yang dapat menghabiskan cadangan basa tubuh dan menyebabkan asidosis serta terdapatnya keton dalam urin (ketonuria). Pada beberapa kasus dapat terjadi kematian janin maupun ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keton urin pada primigravida trimester I dengan hiperemesis gravidarum di Kota Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif observasional dengan desain potong lintang. Sampel urin diambil dengan cara non-probability sampling jenis consecutive sampling. Hasil penelitian mendapatkan subyek penelitian yang terdiri dari 10 primigravida trimester 1 dengan hiperemesis yang dirawat di RS Islam Sitti Maryam Manado selama bulan November-Desember 2018. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dari 10 subyek (100%) terdapat 3 primigravida (30%) yang mengalami keton-uria. Simpulan: Sebagian primigravida trimester I dengan hiperemesis gravidarum mengalami ketonuria.Kata kunci: primigravida, trimester 1, hiperemesis, ketonuria","PeriodicalId":17693,"journal":{"name":"Jurnal e-Biomedik","volume":"45 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"77516153","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Perhitungan Biaya Satuan (Unit Cost) Berdasarkan Clinical Pathway Bronkopneumonia Anak di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Juli 2017- Juni 2018 2017年7月至2018年6月,临床副典儿童福利委员会(Clinical Pathway bronkopway)的单位成本计算
Pub Date : 2019-01-07 DOI: 10.35790/ebm.7.1.2019.22219
Giza E. E. Arikalang, Edward Nangoy, Christi D. Mambo
Abstract: Calculation of unit cost could give some information to healthcare policy. Broncho-pneumonia is a lung inflammation disease that occurs in around 30% of babies with high mortality risk. This study was aimed to determine the general depiction of unit cost calculation for bronchopneumonia among pediatric patients at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital according to clinical pathway. This was an observational retrospective study. Samples were obtained by using random sampling as many as 42 samples that fulfilled inclusion criteria. Processed data included patients’ demography, treatment, and the average of direct cost calculation. The results showed that the implemented therapy consisted of antibiotic, non-antibiotic, fluid therapy, ancillary laboratory examination, radiology, and ancillary diagnostics. Total cost for drugs was Rp. 8,822,455; laboratory Rp. 28,568,725; radiology Rp. 9,912,400; and ancillary diagnostic examination Rp. 7,110,000. Compared to the cost covered by BPJS, the hospital had some excess as follows: drug unit Rp. 958,549, radiology Rp. 1,771,517, and ancillary diagnostic examination Rp. 581,852. For ancillary laboratory examination in the hospital, there was a difference as much as Rp. 1,341,276 less than the the BPJS coverage. Conclusion: There was an excess difference within drug unit, radiology, and ancillary examinations for pediatric bronchopneumonia, while laboratorium unit possess lesser cost than BPJS.Keywords: bronchopneumnonia, cost unitAbstrak: Perhitungan biaya satuan merupakan salah satu informasi masukan dalam pembuatan kebijakan pelayanan. Bronkopneumonia ialah penyakit radang paru yang terjadi pada sekitar 30% anak balita dengan risiko kematian yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran perhitungan biaya satuan pada pasien bronkopneumonia anak di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou berdasarkan clinical pathway. Jenis penelitian ialah observasional retrospektif. Sampel penelitian dikumpulkan dengan metode random sampling berjumlah 42 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Data meliputi data demografi pasien, gambaran pengobatan, dan penghitungan rata-rata biaya langsung. Hasil penelitian mendapatkan bahwa terapi yang digunakan ialah antibiotik, non antibiotik, terapi cairan, serta penunjang laboratorium, radiologi, dan penunjang diagnostik. Total biaya untuk obat Rp. 8.822.455, laboratorium Rp. 28.568.725, radiologi Rp. 9.912.400, dan penunjang diagnostik Rp. 7.110.000. Bila dibandingkan dengan biaya tanggungan BPJS, rumah sakit memiliki selisih lebih pada unit obat sebanyak Rp. 958.549, radiologi Rp. 1.771.517, dan penunjang diagnostik Rp. 581.852. Untuk penunjang laboratorium, terdapat selisih kurang sebesar Rp. 1.341.276. Simpulan: Pada pengobatan bronkopneumonia anak terdapat perbedaan selisih lebih pada unit obat, radiologi, dan penunjang diagnostik, serta terdapat selisih kurang pada unit laboratoriumKata kunci: bronkopneumonia, perhitungan biaya satuan
摘要:单位成本的计算可以为医疗保健政策提供一定的信息。支气管肺炎是一种肺部炎症疾病,约30%的婴儿有高死亡率。本研究旨在根据临床途径确定坎杜教授医院儿科患者支气管肺炎单位成本计算的一般描述。这是一项观察性回顾性研究。采用随机抽样法获得符合纳入标准的样本共42份。处理的数据包括患者的人口统计、治疗情况和平均直接成本计算。结果显示,实施的治疗包括抗生素、非抗生素、液体治疗、辅助实验室检查、放射学和辅助诊断。药品总费用为8,822,455卢比;实验室Rp. 28,568,725;放射学Rp. 9,912,400;辅助诊断检查711万卢比。与BPJS支付的费用相比,医院有以下一些超支:药品单位958549卢比,放射学1,771,517卢比,辅助诊断检查581,852卢比。对于医院的辅助实验室检查,与BPJS的覆盖率相比,差异高达1,341,276卢比。结论:小儿支气管肺炎在药物单位、影像学、辅助检查等方面存在较大差异,而实验室单位费用低于BPJS。摘要:Perhitungan biaya satuan merupakan salah satu informasi masukan dalam pembuatan kebijakan pelayanan。支气管肺炎的病原学分析:病原学分析,病原学分析,病原学分析,病原学分析。Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran perhitungan biaya satuan paden pasen支气管肺炎anak di RSUP Dr. Dr. Kandou berdasarkan临床途径。Jenis penelitian ialah观察回顾。样本的抽样方法为随机抽样,抽样样本为42个,yang memmemuusi标准。数据meliputi,数据人口统计学,数据统计,数据统计,数据统计。Hasil penelitian mendapatkan bahwa terapi yang digunakan ialah抗生素,非抗生素,terapi cairan, serta penunjang实验室,放射科,danpenunjang诊断。总医药费8.822.455卢比,化验室28.568.725卢比,放射科9.912.400卢比,丹江诊断科7.11万卢比。Bila dibandingkan dengan biaya tanggungan BPJS, rumah sakit memiliki selisih lebih pada unit obatbanyak Rp. 958.549, radiology Rp. 1.771.517, danpenunjang诊断学Rp. 581.852。Untuk penunjang实验室,terdapat selisih kurang sebesar . 1.341.276。中华人民共和国:支气管肺炎,中华人民共和国:中华人民共和国:中华人民共和国:中华人民共和国:中华人民共和国:中华人民共和国:中华人民共和国:中华人民共和国:中华人民共和国:中华人民共和国:中华人民共和国:中华人民共和国:中华人民共和国:中华人民共和国:中华人民共和国:中华人民共和国
{"title":"Perhitungan Biaya Satuan (Unit Cost) Berdasarkan Clinical Pathway Bronkopneumonia Anak di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Juli 2017- Juni 2018","authors":"Giza E. E. Arikalang, Edward Nangoy, Christi D. Mambo","doi":"10.35790/ebm.7.1.2019.22219","DOIUrl":"https://doi.org/10.35790/ebm.7.1.2019.22219","url":null,"abstract":"Abstract: Calculation of unit cost could give some information to healthcare policy. Broncho-pneumonia is a lung inflammation disease that occurs in around 30% of babies with high mortality risk. This study was aimed to determine the general depiction of unit cost calculation for bronchopneumonia among pediatric patients at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital according to clinical pathway. This was an observational retrospective study. Samples were obtained by using random sampling as many as 42 samples that fulfilled inclusion criteria. Processed data included patients’ demography, treatment, and the average of direct cost calculation. The results showed that the implemented therapy consisted of antibiotic, non-antibiotic, fluid therapy, ancillary laboratory examination, radiology, and ancillary diagnostics. Total cost for drugs was Rp. 8,822,455; laboratory Rp. 28,568,725; radiology Rp. 9,912,400; and ancillary diagnostic examination Rp. 7,110,000. Compared to the cost covered by BPJS, the hospital had some excess as follows: drug unit Rp. 958,549, radiology Rp. 1,771,517, and ancillary diagnostic examination Rp. 581,852. For ancillary laboratory examination in the hospital, there was a difference as much as Rp. 1,341,276 less than the the BPJS coverage. Conclusion: There was an excess difference within drug unit, radiology, and ancillary examinations for pediatric bronchopneumonia, while laboratorium unit possess lesser cost than BPJS.Keywords: bronchopneumnonia, cost unitAbstrak: Perhitungan biaya satuan merupakan salah satu informasi masukan dalam pembuatan kebijakan pelayanan. Bronkopneumonia ialah penyakit radang paru yang terjadi pada sekitar 30% anak balita dengan risiko kematian yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran perhitungan biaya satuan pada pasien bronkopneumonia anak di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou berdasarkan clinical pathway. Jenis penelitian ialah observasional retrospektif. Sampel penelitian dikumpulkan dengan metode random sampling berjumlah 42 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Data meliputi data demografi pasien, gambaran pengobatan, dan penghitungan rata-rata biaya langsung. Hasil penelitian mendapatkan bahwa terapi yang digunakan ialah antibiotik, non antibiotik, terapi cairan, serta penunjang laboratorium, radiologi, dan penunjang diagnostik. Total biaya untuk obat Rp. 8.822.455, laboratorium Rp. 28.568.725, radiologi Rp. 9.912.400, dan penunjang diagnostik Rp. 7.110.000. Bila dibandingkan dengan biaya tanggungan BPJS, rumah sakit memiliki selisih lebih pada unit obat sebanyak Rp. 958.549, radiologi Rp. 1.771.517, dan penunjang diagnostik Rp. 581.852. Untuk penunjang laboratorium, terdapat selisih kurang sebesar Rp. 1.341.276. Simpulan: Pada pengobatan bronkopneumonia anak terdapat perbedaan selisih lebih pada unit obat, radiologi, dan penunjang diagnostik, serta terdapat selisih kurang pada unit laboratoriumKata kunci: bronkopneumonia, perhitungan biaya satuan","PeriodicalId":17693,"journal":{"name":"Jurnal e-Biomedik","volume":"27 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"76395863","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Uji Efek Antibakteri Chromodoris dianae terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus 测试鳞菌二菌对大肠杆菌和球菌菌的抗菌作用
Pub Date : 2019-01-07 DOI: 10.35790/ebm.7.1.2019.23534
Eflentina Kipimbob, R. Bara, P. M. Wowor, J. Posangi
Abstract: This study was aimed to evaluate the antibacterial effect of Chromodoris dianae on E.coli and S. aureus. This was an experimental study. Samples of Chromodoris dianae was taken from Bunaken waters by diving. Extract of Chromodoris dianae was obtained by using maceration technique with 96% etanol. Antibacterial activity of this extract was tested by using the Kirby-Bauer method. The results showed that the mean diameter of the inhibition zone of E. coli was 22.3±1.5 mm and of S. aureus was 23.0±1.0 mm; both were were less than of ciprofloxacin as the positive control repeated for three times. Conclusionn: Chromodoris dianae has antibacterial effects on the growth of Escherichia coli and Staphylococcus aureus.Keywords: Chromodoris dianae, Staphylococcus aureus, Escherichia coli Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya efek antibakteri dari Chromodoris dianae terhadap bakteri E.coli dan S. aureus. Jenis penelitian ialah eksperimental. Sampel Chromodoris dianae diambil dari perairan Bunaken dengan cara menyelam. Ekstrak Chromodoris dianae dibuat dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode Kirby-Bauer. Hasil penelitian menunjukkan adanya zona hambat terhadap E. coli dan S. aureus dengan rerata diameter 22,3±1,5 mm dan 23,0±1,0 mm, yang lebih kecil daripada rerata diameter kontrol positif siprofloksasin pada tiga kali pengulangan. Simpulan: Chromodoris dianae memiliki efek antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.Kata kunci: Chromodoris dianae, Staphylococcus aureus, Escherichia coli
摘要:本研究旨在探讨滇色霉对大肠杆菌和金黄色葡萄球菌的抑菌作用。这是一项实验性研究。通过潜水从布纳肯水域中采集了戴安娜色霉菌样本。采用96%乙醇浸渍法制备了香樟提取物。采用Kirby-Bauer法测定其抑菌活性。结果表明,对大肠杆菌和金黄色葡萄球菌的平均抑菌带直径分别为22.3±1.5 mm和23.0±1.0 mm;两者均小于环丙沙星作为阳性对照重复3次。结论:滇梭菌对大肠杆菌和金黄色葡萄球菌的生长有抑菌作用。关键词:金黄色葡萄球菌,金黄色葡萄球菌,金黄色葡萄球菌,金黄色葡萄球菌。Jenis penelitian是实验性的。样品:滇滇滇滇滇滇滇滇滇滇滇滇滇。龙涎香分布于龙涎香、玛莎拉丝、孟古那坎乙醇96%。企鹅活性物,抗细菌,迪拉库坎,登根,蒙古纳坎,柯比-鲍尔。大肠杆菌和金黄色葡萄球菌的直径分别为22,3±1.5 mm和23,0±1.0 mm,杨利比希克希达里帕达直径对照呈阳性。猿类:脱氧梭菌、抗细菌菌、大肠杆菌、大肠杆菌、金黄色葡萄球菌、大肠杆菌。卡塔昆兹:戴氏染色杆菌、金黄色葡萄球菌、大肠杆菌
{"title":"Uji Efek Antibakteri Chromodoris dianae terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus","authors":"Eflentina Kipimbob, R. Bara, P. M. Wowor, J. Posangi","doi":"10.35790/ebm.7.1.2019.23534","DOIUrl":"https://doi.org/10.35790/ebm.7.1.2019.23534","url":null,"abstract":"Abstract: This study was aimed to evaluate the antibacterial effect of Chromodoris dianae on E.coli and S. aureus. This was an experimental study. Samples of Chromodoris dianae was taken from Bunaken waters by diving. Extract of Chromodoris dianae was obtained by using maceration technique with 96% etanol. Antibacterial activity of this extract was tested by using the Kirby-Bauer method. The results showed that the mean diameter of the inhibition zone of E. coli was 22.3±1.5 mm and of S. aureus was 23.0±1.0 mm; both were were less than of ciprofloxacin as the positive control repeated for three times. Conclusionn: Chromodoris dianae has antibacterial effects on the growth of Escherichia coli and Staphylococcus aureus.Keywords: Chromodoris dianae, Staphylococcus aureus, Escherichia coli Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya efek antibakteri dari Chromodoris dianae terhadap bakteri E.coli dan S. aureus. Jenis penelitian ialah eksperimental. Sampel Chromodoris dianae diambil dari perairan Bunaken dengan cara menyelam. Ekstrak Chromodoris dianae dibuat dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode Kirby-Bauer. Hasil penelitian menunjukkan adanya zona hambat terhadap E. coli dan S. aureus dengan rerata diameter 22,3±1,5 mm dan 23,0±1,0 mm, yang lebih kecil daripada rerata diameter kontrol positif siprofloksasin pada tiga kali pengulangan. Simpulan: Chromodoris dianae memiliki efek antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.Kata kunci: Chromodoris dianae, Staphylococcus aureus, Escherichia coli","PeriodicalId":17693,"journal":{"name":"Jurnal e-Biomedik","volume":"8 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"89653335","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Hubungan Lingkar Perut dan Lingkar Pinggul dengan Tekanan Darah pada Pegawai Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado 腹围与臀围关系与血压与大学医学院工作人员Sam皇后区
Pub Date : 2019-01-07 DOI: 10.35790/ebm.7.1.2019.22218
Maria M. Erro
Abstract: Increased abdominal circumference and hip circumference will potentially increase blood pressure. Blood pressure can be used as an indicator to assess the cardiovascular system. This study was aimed to determine the relationship between waist circumference as well as hip circumference and blood pressure among employees at Faculty of medicine Sam Ratulangi University Manado. This was an analytical study with a cross sectional design. Samples were obtained by using the accidental sampling method. Measurements of abdominal circumference, hip circumference and direct blood pressure were performed on all subjects. Data were analysed univariately and bivariately using the Pearson test. The results showed that there were 30 employees as subjects consisted of 17 males and 13 females. The mean of abdominal circumference and hip circumference in males and females were 80.03 ± 11.14 cm and 83.76 ± 12.61 cm consecutively. There were 33.3% of the employees that had high blood pressure (hypertension). In male employees, there was a moderate significant correlation between hip circumference and diastolic blood pressure (r=0.48; P=0.004) meanwhile in female employees there was a moderate significant correlation between waist circumference and systolic blood pressure (r=0.489; P=0.006). Conclusion: There was a significant relationship between hip circumference and diastolic blood pressure among male employees as well as between waist circumference and systolic blood pressure among female employees.Keywords: waist hip circumference ratio, blood pressureAbstrak: Peningkatan lingkar perut dan lingkar pinggul berpotensi meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah dapat dipakai sebagai indikator untuk menilai sistem kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkar perut dan lingkar pinggul dengan tekanan darah pada pegawai Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jenis penelitian ialah observasional. Sampel diperoleh dengan menggunakan metode accidental sampling dari pengukuran lingkar perut, lingkar pinggul, dan tekanan darah langsung. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji Pearson. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 30 orang pegawai sebagai subyek penelitian, terdiri dari 17 laki-laki dan 13 perempuan. Rerata lingkar perut dan lingkar pinggul pada laki-laki dan perempuan ialah 80,03±11,14 cm dan 83,76±12,61 cm. Sebesar 33,3% pegawai memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi). Pada subyek laki-laki terdapat korelasi sedang dan bermakna antara lingkar pinggul dan tekanan darah diastolik (r=0,48; P=0,004) sedangkan pada subyek perempuan terdapat korelasi sedang dan bermakna antara lingkar perut dengan tekanan darah sistolik (r=0,489; P=0,006). Simpulan: Pada laki-laki terdapat hubungan bermakna antara lingkar pinggul dan tekanan darah diastolik sedangkan pada perempuan terdapat hubungan bermakna antara lingkar perut dengan tekanan darah sistolik.Kata kunci: RLPP, tekanan darah
摘要:腹围和臀围增加可能会导致血压升高。血压可以作为评估心血管系统的一个指标。这项研究的目的是确定腰围、臀围和血压之间的关系,研究对象是美国万鸦老大学医学院的员工。这是一项采用横断面设计的分析性研究。采用随机抽样法获得样本。测量所有受试者的腹围、臀围和直接血压。使用Pearson检验对数据进行单因素和双因素分析。结果表明,共有30名员工作为研究对象,其中男性17人,女性13人。男性和女性的平均腹围和臀围分别为80.03±11.14 cm和83.76±12.61 cm。33.3%的员工患有高血压(hypertension)。在男性员工中,臀围与舒张压之间存在中度显著相关(r=0.48;P=0.004),而女性员工腰围与收缩压有中度显著相关(r=0.489;P = 0.006)。结论:男性员工臀围与舒张压存在显著相关,女性员工腰围与收缩压存在显著相关。关键词:腰臀围比;血压;Tekanan darah dapat dipakai sebagai指标与心脏血管系统的关系。Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkar perut danlingkar pinggul dengan darah padpegawai Fakultas kedoteran Universitas Sam Ratulangi Manado。Jenis penelitian ialah观察。样本diperoleh dengan menggunakan方法偶然取样达里企鹅lingkar perut, lingkar pinggul, dantekanan darah langsung。分析数据采用单变量和双变量皮尔逊法。我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿。Rerata lingkar perut dan lingkar pinggul padi - laki-laki dan perempuan ialah 80,03±11,14 cm dan 83,76±12,61 cm。Sebesar 33,3% pegawai memiliki tekanan darah tinggi(高血压)。Pada subyek laki-laki terdapat korelasi sedang dan bermakna antara lingkar pinggul dan tekanan darah diastolik (r=0,48;P=0,004) sedangkan padsubyek perperpuan terdapat korelassedangdanbermakna antara lingkar perut dengan tekanan darah sistolik (r=0,489;P = 0006)。僧布兰语:僧布兰语:僧布兰语:僧布兰语:僧布兰语:僧布兰语:僧布兰语:僧布兰语:僧布兰语:僧布兰语:僧布兰语:僧布兰语:僧布兰语Kata kunci: RLPP, tekanan darah
{"title":"Hubungan Lingkar Perut dan Lingkar Pinggul dengan Tekanan Darah pada Pegawai Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado","authors":"Maria M. Erro","doi":"10.35790/ebm.7.1.2019.22218","DOIUrl":"https://doi.org/10.35790/ebm.7.1.2019.22218","url":null,"abstract":"Abstract: Increased abdominal circumference and hip circumference will potentially increase blood pressure. Blood pressure can be used as an indicator to assess the cardiovascular system. This study was aimed to determine the relationship between waist circumference as well as hip circumference and blood pressure among employees at Faculty of medicine Sam Ratulangi University Manado. This was an analytical study with a cross sectional design. Samples were obtained by using the accidental sampling method. Measurements of abdominal circumference, hip circumference and direct blood pressure were performed on all subjects. Data were analysed univariately and bivariately using the Pearson test. The results showed that there were 30 employees as subjects consisted of 17 males and 13 females. The mean of abdominal circumference and hip circumference in males and females were 80.03 ± 11.14 cm and 83.76 ± 12.61 cm consecutively. There were 33.3% of the employees that had high blood pressure (hypertension). In male employees, there was a moderate significant correlation between hip circumference and diastolic blood pressure (r=0.48; P=0.004) meanwhile in female employees there was a moderate significant correlation between waist circumference and systolic blood pressure (r=0.489; P=0.006). Conclusion: There was a significant relationship between hip circumference and diastolic blood pressure among male employees as well as between waist circumference and systolic blood pressure among female employees.Keywords: waist hip circumference ratio, blood pressureAbstrak: Peningkatan lingkar perut dan lingkar pinggul berpotensi meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah dapat dipakai sebagai indikator untuk menilai sistem kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkar perut dan lingkar pinggul dengan tekanan darah pada pegawai Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jenis penelitian ialah observasional. Sampel diperoleh dengan menggunakan metode accidental sampling dari pengukuran lingkar perut, lingkar pinggul, dan tekanan darah langsung. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji Pearson. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 30 orang pegawai sebagai subyek penelitian, terdiri dari 17 laki-laki dan 13 perempuan. Rerata lingkar perut dan lingkar pinggul pada laki-laki dan perempuan ialah 80,03±11,14 cm dan 83,76±12,61 cm. Sebesar 33,3% pegawai memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi). Pada subyek laki-laki terdapat korelasi sedang dan bermakna antara lingkar pinggul dan tekanan darah diastolik (r=0,48; P=0,004) sedangkan pada subyek perempuan terdapat korelasi sedang dan bermakna antara lingkar perut dengan tekanan darah sistolik (r=0,489; P=0,006). Simpulan: Pada laki-laki terdapat hubungan bermakna antara lingkar pinggul dan tekanan darah diastolik sedangkan pada perempuan terdapat hubungan bermakna antara lingkar perut dengan tekanan darah sistolik.Kata kunci: RLPP, tekanan darah","PeriodicalId":17693,"journal":{"name":"Jurnal e-Biomedik","volume":"53 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"90509096","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Identifikasi Bakteri dengan Pewarnaan Gram pada Penderita Infeksi Mata Luar di Rumah Sakit Mata Kota Manado 马纳多市眼科医院外眼感染患者的皮肤色素沉着鉴定
Pub Date : 2019-01-07 DOI: 10.35790/ebm.7.1.2019.22820
Trijeri Bulele, Fredine E. S. Rares, J. Porotu’o
Abstract: Bacteria are the main cause of external ocular infection worldwide. Therefore, it is necessary to improve the treatment according to the cause of the infection in order to prevent the emergence of antibiotic-resistant bacteria. This study was aimed to identify the bacteria by using the Gram staining method in patients with external ocular infections. This was a descriptive study with a cross sectional design using bacterial culture of purulent secretion obtained from conjunctival and palpebral swabs in patients with external ocular infections at Manado Eye Hospital Manado. Based on the types of external ocular infections, conjunctivitis was the leading cause (50%), followed by keratitis (30%), blepharitis (13.3%), and keratoconjunctivitis (6.7%). Females were more frequeny than males (63.3% vs 36.7%). The youngest age in this study was 9 years and the oldest was 81 years, meanwhile, the most common age group was adults >40 years. The most common type of occupation was housewives. The results of bacterial culture were as follows: 19 samples showed no growth; 6 samples (54.5%) of Gram-positive bacteria in the form of staphylococcus, coccus, diplococcus; 3 samples (27.3%) of Gram-negative bacteria in the form of bacillus; and 2 samples (18.2%) of mixed Gram positive and negative bacteria in the form of bacillus and coccus. Conclusion: Gram-positive bacterium in the form of coccus is the most common cause of external ocular infection.Keywords: external ocular infection, bacteria, Gram staining Abstrak: Bakteri ialah penyebab utama infeksi mata luar di seluruh dunia. Pengobatan yang sesuai dengan penyebab infeksi dapat mencegah munculnya bakteri yang resistan terhadap antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri dengan menggunakan metode pewarnaan Gram pada penderita infeksi mata luar. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang menggunakan kultur bakteri hasil swab sekret purulen dari konjungtiva dan palpebra pada penderita infeksi mata luar di Rumah Sakit Mata Kota Manado. Hasil penelitian mendapatkan bahwa jenis infeksi mata luar terbanyak ialah konjungtivitis (50%), diikuti oleh keratitis (30%), blefaritis (13,3%), dan keratokonjungtivitis (6,7%). Perempuan lebih banyak (63,3%) menderita infeksi mata luar dibandingkan laki-laki (36,7%). Usia termuda ialah 9 tahun dan tertua 81 tahun. Kelompok usia terbanyak ialah dewasa >40 tahun. Jenis pekerjaan ibu rumah tangga yang terbanyak dibandingkan dengan pekerjaan lainnya. Hasil proses kultur mendapatkan 19 sampel tidak menunjukan adanya pertumbuhan, 6 sampel (54,5%) bakteri Gram positif dengan bentuk staphylococcus, coccus, diplococcus, 3 sampel (27,3%) bakteri Gram negatif dengan bentuk bacillus, dan 2 sampel (18.2%) campuran bakteri Gram positif dan negatif dengan bentuk bacillus dan coccus. Simpulan: Bakteri Gram positif berbentuk coccus yang paling sering menjadi penyebab infeksi mata luar.Kata kunci: infeksi mata luar, bakteri, pewarnaan Gram
摘要:细菌是眼外感染的主要原因。因此,有必要根据感染的原因改进治疗,以防止耐药菌的出现。本研究旨在用革兰氏染色法鉴定眼外感染患者的细菌。这是一项描述性研究,采用横断面设计,对万鸦老眼科医院外眼感染患者的结膜和眼睑拭子的化脓性分泌物进行细菌培养。从眼外感染的类型来看,结膜炎是最主要的原因(50%),其次是角膜炎(30%)、睑缘炎(13.3%)和角膜结膜炎(6.7%)。女性比男性更常见(63.3%比36.7%)。本研究中最小年龄为9岁,最大年龄为81岁,最常见的年龄组为>40岁的成年人。最常见的职业类型是家庭主妇。细菌培养结果如下:19份样品未见生长;革兰氏阳性菌6份(54.5%)以葡萄球菌、球菌、双球菌形式检出;革兰氏阴性菌以芽孢杆菌形式检出3例(27.3%);革兰氏阳性和阴性混合菌2份(18.2%),以芽孢杆菌和球菌形式存在。结论:以球菌形式存在的革兰氏阳性菌是眼外感染最常见的病因。关键词:眼外感染;细菌;革兰氏染色;彭巴丹杨氏杆菌耐药抗生素。[2] [1] [1] [1] [1] [1] [1] [1] [1] [3]Jenis penelitian ialaldeskriptif dengan desain potong lintang menggunakan文化bakteri hasil拭子secret purulen dari konjungtiva dan palpebra padpenderita infeksi mata luar di Rumah Sakit mata Kota Manado。Hasil penelitian mendapatkan bahwa jenis infeksi mata luar terbanyak ialah孔周炎(50%),diikuti oleh角膜炎(30%),blefaritis (13.3%), dan角膜孔周炎(6.7%)。Perempuan lebih banyak (63,3%) menderita infeksi mata luar dibandingkan laki-laki(36.7%)。俄罗斯termuda ialah 9 tahun和tertua 81 tahun。Kelompok usia terbanyak ialah dewasa >40 tahun。詹尼斯·佩克詹·伊布·鲁玛·唐加杨·特班尼亚克·迪班丁坎·邓加·佩克詹·兰尼亚。Hasil proculture mendapatkan 19个样本tidak menunjukan adanya pertumbuhan, 6个样本(54.5%)革兰氏杆菌阳性登干本陀克葡萄球菌、球菌、双球菌,3个样本(27.3%)革兰氏杆菌阴性登干本陀克芽孢杆菌,2个样本(18.2%)campuran革兰氏杆菌阳性登干本陀克芽孢杆菌。猕猴:革兰氏芽孢杆菌阳性伯本陀克球菌。Kata kunci: infeksi mata luar, bakteri, pewarnaan Gram
{"title":"Identifikasi Bakteri dengan Pewarnaan Gram pada Penderita Infeksi Mata Luar di Rumah Sakit Mata Kota Manado","authors":"Trijeri Bulele, Fredine E. S. Rares, J. Porotu’o","doi":"10.35790/ebm.7.1.2019.22820","DOIUrl":"https://doi.org/10.35790/ebm.7.1.2019.22820","url":null,"abstract":"Abstract: Bacteria are the main cause of external ocular infection worldwide. Therefore, it is necessary to improve the treatment according to the cause of the infection in order to prevent the emergence of antibiotic-resistant bacteria. This study was aimed to identify the bacteria by using the Gram staining method in patients with external ocular infections. This was a descriptive study with a cross sectional design using bacterial culture of purulent secretion obtained from conjunctival and palpebral swabs in patients with external ocular infections at Manado Eye Hospital Manado. Based on the types of external ocular infections, conjunctivitis was the leading cause (50%), followed by keratitis (30%), blepharitis (13.3%), and keratoconjunctivitis (6.7%). Females were more frequeny than males (63.3% vs 36.7%). The youngest age in this study was 9 years and the oldest was 81 years, meanwhile, the most common age group was adults >40 years. The most common type of occupation was housewives. The results of bacterial culture were as follows: 19 samples showed no growth; 6 samples (54.5%) of Gram-positive bacteria in the form of staphylococcus, coccus, diplococcus; 3 samples (27.3%) of Gram-negative bacteria in the form of bacillus; and 2 samples (18.2%) of mixed Gram positive and negative bacteria in the form of bacillus and coccus. Conclusion: Gram-positive bacterium in the form of coccus is the most common cause of external ocular infection.Keywords: external ocular infection, bacteria, Gram staining Abstrak: Bakteri ialah penyebab utama infeksi mata luar di seluruh dunia. Pengobatan yang sesuai dengan penyebab infeksi dapat mencegah munculnya bakteri yang resistan terhadap antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri dengan menggunakan metode pewarnaan Gram pada penderita infeksi mata luar. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang menggunakan kultur bakteri hasil swab sekret purulen dari konjungtiva dan palpebra pada penderita infeksi mata luar di Rumah Sakit Mata Kota Manado. Hasil penelitian mendapatkan bahwa jenis infeksi mata luar terbanyak ialah konjungtivitis (50%), diikuti oleh keratitis (30%), blefaritis (13,3%), dan keratokonjungtivitis (6,7%). Perempuan lebih banyak (63,3%) menderita infeksi mata luar dibandingkan laki-laki (36,7%). Usia termuda ialah 9 tahun dan tertua 81 tahun. Kelompok usia terbanyak ialah dewasa >40 tahun. Jenis pekerjaan ibu rumah tangga yang terbanyak dibandingkan dengan pekerjaan lainnya. Hasil proses kultur mendapatkan 19 sampel tidak menunjukan adanya pertumbuhan, 6 sampel (54,5%) bakteri Gram positif dengan bentuk staphylococcus, coccus, diplococcus, 3 sampel (27,3%) bakteri Gram negatif dengan bentuk bacillus, dan 2 sampel (18.2%) campuran bakteri Gram positif dan negatif dengan bentuk bacillus dan coccus. Simpulan: Bakteri Gram positif berbentuk coccus yang paling sering menjadi penyebab infeksi mata luar.Kata kunci: infeksi mata luar, bakteri, pewarnaan Gram","PeriodicalId":17693,"journal":{"name":"Jurnal e-Biomedik","volume":"344 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"84911054","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 4
Pola Bakteri Aerob yang Berpotensi Menyebabkan Infeksi Nosokomial di Ruang Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado 由哥伦比亚大学洛杉矶分校医学教授rdou Manado博士设计的中医感染引起的一种空气传播细菌的模式
Pub Date : 2019-01-07 DOI: 10.35790/ebm.7.1.2019.22450
Tanya P. M. Putri, O. Waworuntu, Fredine E. S. Rares
Abstract: Nosocomial infections can be interpreted as infections that originate or could occur in hospitals and arise within 48 hours after being hospitalized up to 30 days patients off care. In Indonesia, namely in 10 Public Education Hospitals, the nosocomial infections percentage is 6-16% with an average of 9.8% in 2010. This study was aimed to identifity the source and the bacteria pattern that caused nosocomial infections in the Intallation of Central Surgery Room (IBS) of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was a descriptive study with a prospective approach. Samples were bacteria on the wall, floor, air, furniture, and medical equipment in the IBS room of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. The results showed that of 4 wall samples, the most common bacteria were Bacillus sp. and Klebsiella pneumonia, each in 2 samples (50%), Of the 5 floor samples, the most common bacteria were Staphylococcus sp. in 2 samples (40%). Of the 15 air samples, the most common bacteria was Bacillus sp. in 7 samples (46.7%). Of the 3 samples of medical equipment, the most common bacteria were Proteus vulgaris in 1 sample (33.3%), Bacillus sp. in 1 sample (33.3%), and Diplococcus in 1 sample (33.%). Conclusion: Bacillus sp. is the most common bacteria found in IBS room of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado.Keywords: pattern of aerobic bacteria, nosocomial infections, central surgery room Abstrak: Infeksi nosokomial adalah infeksi yang berasal atau terjadi di rumah sakit yang timbul dalam kurun waktu 48 jam setelah dirawat di rumah sakit sampai dengan 30 hari lepas rawat. Di 10 RSU pendidikan di Indonesia didapatkan kejadian infeksi nosokomial cukup tinggi yaitu 6-16% dengan rerata 9,8% pada tahun 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber dan pola bakteri penyebab infeksi nosokomial yang terdapat diruang Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan pendekatan prospektif. Sampel penelitian ialah bakteri pada dinding, lantai, udara, perabotan, dan peralatan medis di ruang IBS RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Hasil penelitian memperlihatkan dari 4 sampel dinding, bakteri terbanyak yaitu Bacillus sp. dan Klebsiella pneumonia, masing-masing 2 sampel (50%); dari 5 sampel lantai, bakteri terbanyak yaitu Staphylococcus sp. pada 2 sampel (40%); dari 15 sampel udara, bakteri terbanyak yaitu Bacillus sp. pada 7 sampel (46,7%). Dari 3 sampel peralatan medis didapatkan bakteri terbanyak yaitu Proteus vulgaris pada 1 sampel (33,3%), Bacillus subtilis pada 1 sampel (33,3%), dan Diplococcus pada 1 sampel (33,3%). Simpulan: Bacillus sp. merupakan bakteri yang terbanyak ditemukan.Kata kunci: pola bakteri aerob, infeksi nosokomial, ruang instalasi bedah sentral (IBS)
摘要:院内感染可解释为源于或可能发生在医院的感染,并在患者住院后48小时内出现,最长可达30天。在印度尼西亚,即在10所公立教育医院,医院感染率为6-16%,2010年平均为9.8%。本研究的目的是确定中央手术室(IBS)安装中引起医院感染的来源和细菌类型。这是一项前瞻性的描述性研究。样本为Dr. Dr. Kandou Hospital Manado教授的IBS室的墙壁、地板、空气、家具和医疗设备上的细菌。结果显示,4个墙面样本中最常见的细菌是芽孢杆菌和肺炎克雷伯菌,各2个样本(50%),5个地板样本中最常见的细菌是葡萄球菌,2个样本(40%)。15份空气样本中,最常见的细菌为芽孢杆菌(Bacillus sp.), 7份(46.7%)。3份医疗器械样品中,最常见的细菌为普通变形杆菌1份(33.3%)、芽孢杆菌1份(33.3%)和双球菌1份(33.3%)。结论:芽孢杆菌属细菌是万鸦老坎都医院IBS病房最常见的细菌。关键词:好氧细菌模式;医院感染;中心手术室摘要:医院感染;医院感染;医院感染;Di 10 RSU pendidikan Di印度尼西亚didapatkan kejadii insoksi医院疾病诊断诊断6-16%登加比9,8% 2010年1月。中国科学院医学研究所(IBS)教授,博士,博士。Jenis penpenelitian是一名潜在客户。研究人员说:“我们的研究对象是印度人、印度人、印度人、印度人、印度人。”Hasil penelitian memperlihatkan dari样品4份,bakteri terbanyak yaitu Bacillus sp. dan Klebsiella pneumonia样品2份(50%);达里样品5份,特班雅氏巴氏菌葡萄球菌2份(40%);dari 15个样品udara, bakteri terbanyak yitu芽孢杆菌sp. pada 7个样品(46.7%)。Dari 3样品peralatan mediis didapatkan bakteri terbanyak yaitu普通变形杆菌(Proteus vulgaris) pada 1样品(33.3%),枯草芽孢杆菌(Bacillus subtilis) pada 1样品(33.3%),双球菌pada 1样品(33.3%)。猿类:芽孢杆菌sp. merupakan bakteri yang terbanyak ditemukan。中华医学会:细菌性肠杆菌病,医院感染,疾病控制与控制(IBS)
{"title":"Pola Bakteri Aerob yang Berpotensi Menyebabkan Infeksi Nosokomial di Ruang Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado","authors":"Tanya P. M. Putri, O. Waworuntu, Fredine E. S. Rares","doi":"10.35790/ebm.7.1.2019.22450","DOIUrl":"https://doi.org/10.35790/ebm.7.1.2019.22450","url":null,"abstract":"Abstract: Nosocomial infections can be interpreted as infections that originate or could occur in hospitals and arise within 48 hours after being hospitalized up to 30 days patients off care. In Indonesia, namely in 10 Public Education Hospitals, the nosocomial infections percentage is 6-16% with an average of 9.8% in 2010. This study was aimed to identifity the source and the bacteria pattern that caused nosocomial infections in the Intallation of Central Surgery Room (IBS) of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was a descriptive study with a prospective approach. Samples were bacteria on the wall, floor, air, furniture, and medical equipment in the IBS room of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. The results showed that of 4 wall samples, the most common bacteria were Bacillus sp. and Klebsiella pneumonia, each in 2 samples (50%), Of the 5 floor samples, the most common bacteria were Staphylococcus sp. in 2 samples (40%). Of the 15 air samples, the most common bacteria was Bacillus sp. in 7 samples (46.7%). Of the 3 samples of medical equipment, the most common bacteria were Proteus vulgaris in 1 sample (33.3%), Bacillus sp. in 1 sample (33.3%), and Diplococcus in 1 sample (33.%). Conclusion: Bacillus sp. is the most common bacteria found in IBS room of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado.Keywords: pattern of aerobic bacteria, nosocomial infections, central surgery room Abstrak: Infeksi nosokomial adalah infeksi yang berasal atau terjadi di rumah sakit yang timbul dalam kurun waktu 48 jam setelah dirawat di rumah sakit sampai dengan 30 hari lepas rawat. Di 10 RSU pendidikan di Indonesia didapatkan kejadian infeksi nosokomial cukup tinggi yaitu 6-16% dengan rerata 9,8% pada tahun 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber dan pola bakteri penyebab infeksi nosokomial yang terdapat diruang Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan pendekatan prospektif. Sampel penelitian ialah bakteri pada dinding, lantai, udara, perabotan, dan peralatan medis di ruang IBS RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Hasil penelitian memperlihatkan dari 4 sampel dinding, bakteri terbanyak yaitu Bacillus sp. dan Klebsiella pneumonia, masing-masing 2 sampel (50%); dari 5 sampel lantai, bakteri terbanyak yaitu Staphylococcus sp. pada 2 sampel (40%); dari 15 sampel udara, bakteri terbanyak yaitu Bacillus sp. pada 7 sampel (46,7%). Dari 3 sampel peralatan medis didapatkan bakteri terbanyak yaitu Proteus vulgaris pada 1 sampel (33,3%), Bacillus subtilis pada 1 sampel (33,3%), dan Diplococcus pada 1 sampel (33,3%). Simpulan: Bacillus sp. merupakan bakteri yang terbanyak ditemukan.Kata kunci: pola bakteri aerob, infeksi nosokomial, ruang instalasi bedah sentral (IBS)","PeriodicalId":17693,"journal":{"name":"Jurnal e-Biomedik","volume":"12 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"82025163","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Perkembangan Terapi Kanker Terkait Senyawa Terpineol, P53 dan Caspase 3 激素、P53和Caspase 3化合物相关癌症治疗的发展
Pub Date : 2019-01-07 DOI: 10.35790/EBM.7.1.2019.23190
Maya E. W. Moningka
Abstract: Recent anticancer drug development aims to molecular aspect with more specific target without harming healthy cells. Natural resources have been providing promising new anticancer drugs. Terpineol, an essential oil, is one of the anti-breast cancer candidates. Terpineol can be made from turpentine, which is non-wood product of pine tree latex. Alpha-terpineol isolated from terpineol has an anticancer potency and has been proven to inhibit the growth and induce cancer cell death in vitro by inhibiting NF-κB. P53 is a tumor suppressor gene which triggers apoptosis when irreparable DNA damage occurs. Activity of p53 can be altered and/or inhibited by mutation and inactivation of other oncogenes. The main mechanism underlying apoptosis is caspase (cysteine aspartic acid protease) activity. One of the caspases responsible for apoptosis is caspase 3. This caspase 3 can be activated by either intrinsic (mitochondrial signaling) or extrinsic (death ligand) mechanism; the latter involves caspase 8 and 9. Activated caspase 3 will execute the apoptosis inside the cells. Cytotoxic activity of α-terpineol and its involvement in apoptosis, p53 expression, and caspase 3 activities in cancer cell cultures are still being investigated to determine their anticancer activities and the possibility of anticancer drug development.Keywords: cancer therapy, terpineol, p53, caspase-3 Abstrak: Pengembangan obat antikanker saat ini lebih ditujukan pada aspek molekuler dengan adanya target terapi yang lebih spesifik sehingga lebih aman untuk sel-sel tubuh yang normal. Dewasa ini, eksplorasi terhadap bahan alam untuk kandidat obat antikanker semakin dilirik. Minyak esensial terpineol merupakan salah satu bahan pada komposisi obat antikanker payudara. Terpineol dapat dibuat dari terpentin yang merupakan hasil hutan non kayu dari pohon pinus, dengan cara mengambil getahnya. Dari terpineol diisolasi senyawa α-terpineol yang berpotensi sebagai antikanker serta telah terbukti dapat menghambat pertumbuhan dan menginduksi kematian sel tumor melalui mekanisme yang melibatkan inhibisi aktivitas NFкB. Gen p53 merupakan gen tumor supresor yang memicu terjadinya suatu kematian sel atau apoptosis bila terdapat kerusakan DNA dalam upayanya untuk mengatur proliferasi sel. Selain karena adanya mutasi gen p53, inaktivasi dapat terjadi oleh overekspresi onkogen yang nantinya berikatan dengan p53 dan menghambat kerja gen tersebut. Mekanisme utama yang juga mendasari terjadinya apoptosis ialah aktivitas cysteine aspartic acid protease (caspase). Salah satu caspase yang berperan dalam menginduksi apoptosis ialah caspase 3. Caspase ini dapat diaktifkan melalui mekanisme intrinsik (jalur mitokondrial) maupun ekstrinsik (death ligand), dengan bantuan caspase 8 dan caspase 9. Bila caspase 3 teraktifkan maka sebagai caspase eksekutor, akan melakukan tugasnya untuk mengapoptosis sel. Kajian aktivitas sitotoksik senyawa α-terpineol terhadap suatu cell line, pengaruh senyawa tersebut terhadap
摘要:近年来,抗癌药物的发展目标是在不伤害健康细胞的前提下,从分子层面上瞄准更特异的靶点。自然资源一直在提供有希望的新型抗癌药物。松油醇是一种精油,是抗乳腺癌的候选药物之一。松节油可以由松节油制成,松节油是松树乳胶的非木制品。从松油醇中分离出的α -松油醇具有抗癌作用,体外实验证明其通过抑制NF-κB抑制癌细胞生长并诱导癌细胞死亡。P53是一种肿瘤抑制基因,当不可修复的DNA损伤发生时,它会触发细胞凋亡。p53的活性可以通过其他癌基因的突变和失活而改变和/或抑制。细胞凋亡的主要机制是半胱氨酸天冬氨酸蛋白酶(caspase)活性。负责细胞凋亡的caspase之一是caspase 3。这种caspase 3可以通过内在(线粒体信号)或外在(死亡配体)机制激活;后者涉及半胱天冬酶8和9。被激活的caspase 3会在细胞内进行凋亡。α-松油醇的细胞毒活性及其在癌细胞培养中凋亡、p53表达和caspase 3活性的参与仍在研究中,以确定其抗癌活性和抗癌药物开发的可能性。关键词:肿瘤治疗,松油醇,p53, caspase-3摘要:彭根班抗肿瘤分子,抗肿瘤因子,抗肿瘤因子,抗肿瘤因子,抗肿瘤因子,抗肿瘤因子,抗肿瘤因子,抗肿瘤因子,抗肿瘤因子,抗肿瘤因子,抗肿瘤因子,抗肿瘤因子,抗肿瘤因子,抗肿瘤因子,抗肿瘤因子。Dewasa ini, eksplorasi认为,这是一种令人震惊的反坦克候选人,似乎是愚蠢的。明牦牛必需松油醇merupakan salah satu bahan pada komposisi obat antikanker payudara。松油醇dapat dibuat dari terpentin yang merupakan hasil hutan non kayu dari pohon pinus, dengan cara mengambil getahnya。达里松油醇二isolasassenyawa α-松油醇yang berpotensi sebagai antikanker serta telah terbukti dapat menghambat pertumbuhan dan menginduksi kematian sel tumor melalmeisisyang melibatkan inhibition aktivitas NFкB。基因p53,基因merupakan,基因肿瘤抑制因子yang memu, terjadinya, suatu, kematian, sel, atatau凋亡,terdapat, kerusakan, DNA, dalam, upayanya, untuk, mengatur proliferasi, sel。基因突变基因,基因突变基因,基因突变基因,基因突变基因,基因突变基因,基因突变基因。半胱氨酸天冬氨酸蛋白酶(caspase)的凋亡活性。Salah satu caspase yang berperan dalam menginduksi凋亡与caspase 3。Caspase ini dapat diaktifkan melalui mekanisme intrink (jalou线粒体)maupun ekstrink(死亡配体),登干班团Caspase 8和Caspase 9。Bila caspase 3 teraktifkan maka sebagai caspase eksekutor, akan melakukan tugasnya untuk mengapoptosis sel。Kajian aktivitas sitotoksik senyawa α-松油醇terhadap suatu细胞系,pengaruh senyawa terhadap处理细胞凋亡,表达p53,而aktivitas caspase 3则与Kajian kanker有关。terapi kanker, terpineol, p53, caspase-3
{"title":"Perkembangan Terapi Kanker Terkait Senyawa Terpineol, P53 dan Caspase 3","authors":"Maya E. W. Moningka","doi":"10.35790/EBM.7.1.2019.23190","DOIUrl":"https://doi.org/10.35790/EBM.7.1.2019.23190","url":null,"abstract":"Abstract: Recent anticancer drug development aims to molecular aspect with more specific target without harming healthy cells. Natural resources have been providing promising new anticancer drugs. Terpineol, an essential oil, is one of the anti-breast cancer candidates. Terpineol can be made from turpentine, which is non-wood product of pine tree latex. Alpha-terpineol isolated from terpineol has an anticancer potency and has been proven to inhibit the growth and induce cancer cell death in vitro by inhibiting NF-κB. P53 is a tumor suppressor gene which triggers apoptosis when irreparable DNA damage occurs. Activity of p53 can be altered and/or inhibited by mutation and inactivation of other oncogenes. The main mechanism underlying apoptosis is caspase (cysteine aspartic acid protease) activity. One of the caspases responsible for apoptosis is caspase 3. This caspase 3 can be activated by either intrinsic (mitochondrial signaling) or extrinsic (death ligand) mechanism; the latter involves caspase 8 and 9. Activated caspase 3 will execute the apoptosis inside the cells. Cytotoxic activity of α-terpineol and its involvement in apoptosis, p53 expression, and caspase 3 activities in cancer cell cultures are still being investigated to determine their anticancer activities and the possibility of anticancer drug development.Keywords: cancer therapy, terpineol, p53, caspase-3 Abstrak: Pengembangan obat antikanker saat ini lebih ditujukan pada aspek molekuler dengan adanya target terapi yang lebih spesifik sehingga lebih aman untuk sel-sel tubuh yang normal. Dewasa ini, eksplorasi terhadap bahan alam untuk kandidat obat antikanker semakin dilirik. Minyak esensial terpineol merupakan salah satu bahan pada komposisi obat antikanker payudara. Terpineol dapat dibuat dari terpentin yang merupakan hasil hutan non kayu dari pohon pinus, dengan cara mengambil getahnya. Dari terpineol diisolasi senyawa α-terpineol yang berpotensi sebagai antikanker serta telah terbukti dapat menghambat pertumbuhan dan menginduksi kematian sel tumor melalui mekanisme yang melibatkan inhibisi aktivitas NFкB. Gen p53 merupakan gen tumor supresor yang memicu terjadinya suatu kematian sel atau apoptosis bila terdapat kerusakan DNA dalam upayanya untuk mengatur proliferasi sel. Selain karena adanya mutasi gen p53, inaktivasi dapat terjadi oleh overekspresi onkogen yang nantinya berikatan dengan p53 dan menghambat kerja gen tersebut. Mekanisme utama yang juga mendasari terjadinya apoptosis ialah aktivitas cysteine aspartic acid protease (caspase). Salah satu caspase yang berperan dalam menginduksi apoptosis ialah caspase 3. Caspase ini dapat diaktifkan melalui mekanisme intrinsik (jalur mitokondrial) maupun ekstrinsik (death ligand), dengan bantuan caspase 8 dan caspase 9. Bila caspase 3 teraktifkan maka sebagai caspase eksekutor, akan melakukan tugasnya untuk mengapoptosis sel. Kajian aktivitas sitotoksik senyawa α-terpineol terhadap suatu cell line, pengaruh senyawa tersebut terhadap ","PeriodicalId":17693,"journal":{"name":"Jurnal e-Biomedik","volume":"20 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"89733259","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Pengaruh Merokok terhadap Kadar Trombosit Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi 吸烟影响大学生三成的血小板水平
Pub Date : 2019-01-07 DOI: 10.35790/ebm.7.1.2019.23533
Expecially K. Assa, J. N. Engka, S. Marunduh
Abstract: Smoking causes various diseases as well as disabilities and endangers almost every organ of the human body. The effect of smoking on the body is inter alia systemic inflammatory response, namely through stimulation of the hematopoietic system (mainly occurs in the bone marrow), resulting in increased production of erythrocytes and leukocytes and decreased MCV and platelets. Smoking affects platelets that causes an increase in the occurence of atherosclerosis and its risk factors due to the increase in the mean platelet volume (MPV). This study was aimed to determine the effect of smoking on platelet levels among students of Sam Ratulangi University. This was a retrospective study. Data were analyzed by using the Pearson product moment test. Subjects were 51 male students of the Faculty of Engineering, Sam Ratulangi University. The results showed that 48 subjects (94.1%) had normal platelet levels and only three students (5.9%) had high platelet levels; no subjects had low platelet level. The Pearson product moment test obtained P values of 0.985 and 0.104 for the effect of smoking (duration of smoking and number of cigarettes per day) on the platelet levels of the students. Conclusion: There was no significant effect of smoking on platelet levels.Keywords: smoking, platelet level Abstrak: Merokok menyebabkan penyakit dan kecacatan serta membahayakan hampir setiap organ tubuh manusia. Efek merokok pada tubuh berupa terjadinya respon inflamasi sistemik yaitu melalui stimulasi sistem hematopoietik yang terutama terjadi dalam sumsum tulang, berupa peningkatan produksi eritrosit dan leukosit serta penurunan MCV dan trombosit. Pengaruh rokok terhadap trombosit ialah terjadinya peningkatan aterosklerosis serta faktor risiko terjadinya penyakit ateroklerosis yang diakibatkan oleh peningkatan mean platelet volume (MPV). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh merokok terhadap kadar trombosit mahasiswa Universitas Sam Ratulangi. Jenis penelitian ialah retrospektif. Uji statistik menggunakan Pearson Product Moment. Terdapat 51 mahasiswa laki-laki dari Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi sebagai subyek penelitian. Hasil penelitian mendapatkan subyek terbanyak memiliki kadar trombosit normal yaitu 48 mahasiswa (94,1%) dan hanya tiga mahasiswa (5,9%) dengan kadar trombosit tinggi; tidak terdapat subyek dengan kadar trombosit rendah. Hasil uji Pearson Product Moment pengaruh merokok (lama merokok dan jumlah rokok harian) terhadap kadar trombosit mahasiswa mendapatkan nilai P=0,985 dan P=0,104. Simpulan: Tidak terdapat pengaruh bermakna dari merokok terhadap kadar trombosit.Kata kunci: merokok, kadar trombosit
摘要:吸烟不仅会导致各种疾病和残疾,而且危害人体的几乎每个器官。吸烟对身体的影响除其他外是全身炎症反应,即通过刺激造血系统(主要发生在骨髓),导致红细胞和白细胞的产生增加,MCV和血小板减少。吸烟影响血小板,由于平均血小板体积(MPV)的增加,导致动脉粥样硬化及其危险因素的发生率增加。本研究旨在确定吸烟对Sam Ratulangi大学学生血小板水平的影响。这是一项回顾性研究。采用Pearson积矩检验对数据进行分析。研究对象为Sam Ratulangi大学工程学院的51名男学生。结果:48人(94.1%)血小板水平正常,仅有3人(5.9%)血小板水平高;无受试者血小板水平低。经Pearson积差检验,吸烟(吸烟持续时间和每天吸烟数量)对学生血小板水平的影响P值分别为0.985和0.104。结论:吸烟对血小板水平无明显影响。摘要:Merokok menyebabkan penyakit和kecacatan serta mebahayakan阻碍了器官的设置,输卵管。黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪。血小板体积(MPV);血小板体积(MPV)。Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh merokok terhadap kadar从马哈西瓦大学,Sam Ratulangi。Jenis penelitian ialah回顾。Uji统计蒙古纳坎皮尔逊积矩。Terdapat 51 mahasiswa laki-laki dari Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi sebagai subyek penelitian。Hasil penelitian mendapatkan subyek terbanyak memiliki kadar trombosit normal yaitu 48 mahasiswa (94,1%) dan hanya tiga mahasiswa (5,9%) dengan kadar trombosit tinggi;我的天,我的天,我的天。Hasil uji Pearson积矩pengaruh merokok (lama merokok dan jumlah rokok harian) terhadap kadar trobosit mahasiswa mendapatkan nilai P=0,985, P=0,104。Simpulan: Tidak terdapat pengaruh bermakna dari merokok terhadap kadar trombosit。Kata kunci: merokok, kadar trobosit
{"title":"Pengaruh Merokok terhadap Kadar Trombosit Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi","authors":"Expecially K. Assa, J. N. Engka, S. Marunduh","doi":"10.35790/ebm.7.1.2019.23533","DOIUrl":"https://doi.org/10.35790/ebm.7.1.2019.23533","url":null,"abstract":"Abstract: Smoking causes various diseases as well as disabilities and endangers almost every organ of the human body. The effect of smoking on the body is inter alia systemic inflammatory response, namely through stimulation of the hematopoietic system (mainly occurs in the bone marrow), resulting in increased production of erythrocytes and leukocytes and decreased MCV and platelets. Smoking affects platelets that causes an increase in the occurence of atherosclerosis and its risk factors due to the increase in the mean platelet volume (MPV). This study was aimed to determine the effect of smoking on platelet levels among students of Sam Ratulangi University. This was a retrospective study. Data were analyzed by using the Pearson product moment test. Subjects were 51 male students of the Faculty of Engineering, Sam Ratulangi University. The results showed that 48 subjects (94.1%) had normal platelet levels and only three students (5.9%) had high platelet levels; no subjects had low platelet level. The Pearson product moment test obtained P values of 0.985 and 0.104 for the effect of smoking (duration of smoking and number of cigarettes per day) on the platelet levels of the students. Conclusion: There was no significant effect of smoking on platelet levels.Keywords: smoking, platelet level Abstrak: Merokok menyebabkan penyakit dan kecacatan serta membahayakan hampir setiap organ tubuh manusia. Efek merokok pada tubuh berupa terjadinya respon inflamasi sistemik yaitu melalui stimulasi sistem hematopoietik yang terutama terjadi dalam sumsum tulang, berupa peningkatan produksi eritrosit dan leukosit serta penurunan MCV dan trombosit. Pengaruh rokok terhadap trombosit ialah terjadinya peningkatan aterosklerosis serta faktor risiko terjadinya penyakit ateroklerosis yang diakibatkan oleh peningkatan mean platelet volume (MPV). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh merokok terhadap kadar trombosit mahasiswa Universitas Sam Ratulangi. Jenis penelitian ialah retrospektif. Uji statistik menggunakan Pearson Product Moment. Terdapat 51 mahasiswa laki-laki dari Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi sebagai subyek penelitian. Hasil penelitian mendapatkan subyek terbanyak memiliki kadar trombosit normal yaitu 48 mahasiswa (94,1%) dan hanya tiga mahasiswa (5,9%) dengan kadar trombosit tinggi; tidak terdapat subyek dengan kadar trombosit rendah. Hasil uji Pearson Product Moment pengaruh merokok (lama merokok dan jumlah rokok harian) terhadap kadar trombosit mahasiswa mendapatkan nilai P=0,985 dan P=0,104. Simpulan: Tidak terdapat pengaruh bermakna dari merokok terhadap kadar trombosit.Kata kunci: merokok, kadar trombosit","PeriodicalId":17693,"journal":{"name":"Jurnal e-Biomedik","volume":"50 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"84772141","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
期刊
Jurnal e-Biomedik
全部 Acc. Chem. Res. ACS Applied Bio Materials ACS Appl. Electron. Mater. ACS Appl. Energy Mater. ACS Appl. Mater. Interfaces ACS Appl. Nano Mater. ACS Appl. Polym. Mater. ACS BIOMATER-SCI ENG ACS Catal. ACS Cent. Sci. ACS Chem. Biol. ACS Chemical Health & Safety ACS Chem. Neurosci. ACS Comb. Sci. ACS Earth Space Chem. ACS Energy Lett. ACS Infect. Dis. ACS Macro Lett. ACS Mater. Lett. ACS Med. Chem. Lett. ACS Nano ACS Omega ACS Photonics ACS Sens. ACS Sustainable Chem. Eng. ACS Synth. Biol. Anal. Chem. BIOCHEMISTRY-US Bioconjugate Chem. BIOMACROMOLECULES Chem. Res. Toxicol. Chem. Rev. Chem. Mater. CRYST GROWTH DES ENERG FUEL Environ. Sci. Technol. Environ. Sci. Technol. Lett. Eur. J. Inorg. Chem. IND ENG CHEM RES Inorg. Chem. J. Agric. Food. Chem. J. Chem. Eng. Data J. Chem. Educ. J. Chem. Inf. Model. J. Chem. Theory Comput. J. Med. Chem. J. Nat. Prod. J PROTEOME RES J. Am. Chem. Soc. LANGMUIR MACROMOLECULES Mol. Pharmaceutics Nano Lett. Org. Lett. ORG PROCESS RES DEV ORGANOMETALLICS J. Org. Chem. J. Phys. Chem. J. Phys. Chem. A J. Phys. Chem. B J. Phys. Chem. C J. Phys. Chem. Lett. Analyst Anal. Methods Biomater. Sci. Catal. Sci. Technol. Chem. Commun. Chem. Soc. Rev. CHEM EDUC RES PRACT CRYSTENGCOMM Dalton Trans. Energy Environ. Sci. ENVIRON SCI-NANO ENVIRON SCI-PROC IMP ENVIRON SCI-WAT RES Faraday Discuss. Food Funct. Green Chem. Inorg. Chem. Front. Integr. Biol. J. Anal. At. Spectrom. J. Mater. Chem. A J. Mater. Chem. B J. Mater. Chem. C Lab Chip Mater. Chem. Front. Mater. Horiz. MEDCHEMCOMM Metallomics Mol. Biosyst. Mol. Syst. Des. Eng. Nanoscale Nanoscale Horiz. Nat. Prod. Rep. New J. Chem. Org. Biomol. Chem. Org. Chem. Front. PHOTOCH PHOTOBIO SCI PCCP Polym. Chem.
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
0
微信
客服QQ
Book学术公众号 扫码关注我们
反馈
×
意见反馈
请填写您的意见或建议
请填写您的手机或邮箱
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
现在去查看 取消
×
提示
确定
Book学术官方微信
Book学术官方微信
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术
文献互助 智能选刊 最新文献 互助须知 联系我们:info@booksci.cn
Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。
Copyright © 2023 Book学术 All rights reserved.
ghs 京公网安备 11010802042870号 京ICP备2023020795号-1