Pub Date : 2022-07-12DOI: 10.32678/geneologipai.v9i1.6616
Gilang Ardela Mubarok, Eneng Muslihah
Guru memberikan pengaruh begitu besar dalam membentuk sikap, karakter pribadi peserta didiknya, salah satu dari beberapa sikap peserta didik yang menjadi sorotan akir-akhir ini adalah sikap keberagamaan dan moderasi beragama, merupakan tujuan dari penelitian ini adalah meneliti sejauh mana peran seorang guru pendidikan agama Islam dalam membentuk sikap tersebut serta menyeimbangkannya dalam prilaku. Dengan menggunkan pendekatan kualitatif, berdasarkan hasil observasi dan wawancara, Peneliti menyimpulkan bahwa guru pendidikan agama Islam sangat berperan dalam membentuk sikap keberagamaan dan moderasi beragama. Hal ini dibuktikan dengan langkah dan upaya konkrit para guru dalam membentuk sikap tersebut pada peserta didiknya melalui dua pendekatan secara internal maupun eksternal, diantara upaya yang paling siginifikan pengaruhnya adalah adanya pendampingan para guru terhadap peserta didiknya dalam mengakses sumber keilmuan, adanya program dialog dan diskusi beragama. Indikasinya para siswa yang dominan para remaja ini lebih berhati-hati dalam bersikap, berprilaku, beragama dan lebih menghargai kemajemukan. Hal ini mengindikasikan bahwa guru Pendidikan agama Islam sangat berperan atas hal tersebut
{"title":"PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MEMBENTUK SIKAP KEBERAGAMAN DAN MODERASI BERAGAMA","authors":"Gilang Ardela Mubarok, Eneng Muslihah","doi":"10.32678/geneologipai.v9i1.6616","DOIUrl":"https://doi.org/10.32678/geneologipai.v9i1.6616","url":null,"abstract":"Guru memberikan pengaruh begitu besar dalam membentuk sikap, karakter pribadi peserta didiknya, salah satu dari beberapa sikap peserta didik yang menjadi sorotan akir-akhir ini adalah sikap keberagamaan dan moderasi beragama, merupakan tujuan dari penelitian ini adalah meneliti sejauh mana peran seorang guru pendidikan agama Islam dalam membentuk sikap tersebut serta menyeimbangkannya dalam prilaku. Dengan menggunkan pendekatan kualitatif, berdasarkan hasil observasi dan wawancara, Peneliti menyimpulkan bahwa guru pendidikan agama Islam sangat berperan dalam membentuk sikap keberagamaan dan moderasi beragama. Hal ini dibuktikan dengan langkah dan upaya konkrit para guru dalam membentuk sikap tersebut pada peserta didiknya melalui dua pendekatan secara internal maupun eksternal, diantara upaya yang paling siginifikan pengaruhnya adalah adanya pendampingan para guru terhadap peserta didiknya dalam mengakses sumber keilmuan, adanya program dialog dan diskusi beragama. Indikasinya para siswa yang dominan para remaja ini lebih berhati-hati dalam bersikap, berprilaku, beragama dan lebih menghargai kemajemukan. Hal ini mengindikasikan bahwa guru Pendidikan agama Islam sangat berperan atas hal tersebut","PeriodicalId":217896,"journal":{"name":"Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam","volume":"98 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124071108","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-06-07DOI: 10.32678/geneologipai.v9i1.6232
Robin Sirait, N. Neliwati
Pendidikan di Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam memajukan anak didik. Untuk mendapat anak-anak yang hebat tentu dibutuhkan guru-guru yang hebat, dan untuk mendapatkan guru yang hebat maka tidak bisa terlepas dari pola kepemimpinan kepala sekolah yang memiliki komunikasi yang baik kebawahannya. Pendidikan dalam hal mencapai tujuan yang diinginkan maka diperlukan kerjasama yang baik antara kepala sekolah dan guru dan siswanya. Keberadaan kepala sekolah sebagai figur pemimpin yang diibaratkan sebagai mesin penggerak sebuah organisasi atau lembaga. Manakala mesin penggerak tersebut memiliki kualitas yang tidak cukup bagus, maka pengaruhnya akan menjalar pada kinerja sistem sehingga tidak mampu menghasilkan sesuatu yang optimal dan berkualitas. Sementara itu, seringkali hadirnya figur pemimpin yang kharismatik mampu menghidupkan dan memajukan sebuah organisasi atau lembaga yang sebelumnya mengalami stagnansi. Di lembaga pendidikan, kehadiran pemimpin memiliki peranan yang dapat mengarahkan lembaga pendidikan yang dipimpinnya. Peran yang diemban oleh pemimpin tersebut umumnya dapat dilihat dan diukur dari perkembangan kualitas lembaga pendidikan yang dipimpinnya. Kepala sekolah yang baik mampu menghadirkan iklim kompetitif yang baik sehingga sekolah yang dibina akan menghasilkan guru yang berkualitas dan anak siswa yang berprestasi
{"title":"PERANAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL KEPALA SEKOLAH DALAM MEWUJUDKAN IKLIM KOMPETITIF","authors":"Robin Sirait, N. Neliwati","doi":"10.32678/geneologipai.v9i1.6232","DOIUrl":"https://doi.org/10.32678/geneologipai.v9i1.6232","url":null,"abstract":"Pendidikan di Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam memajukan anak didik. Untuk mendapat anak-anak yang hebat tentu dibutuhkan guru-guru yang hebat, dan untuk mendapatkan guru yang hebat maka tidak bisa terlepas dari pola kepemimpinan kepala sekolah yang memiliki komunikasi yang baik kebawahannya. Pendidikan dalam hal mencapai tujuan yang diinginkan maka diperlukan kerjasama yang baik antara kepala sekolah dan guru dan siswanya. Keberadaan kepala sekolah sebagai figur pemimpin yang diibaratkan sebagai mesin penggerak sebuah organisasi atau lembaga. Manakala mesin penggerak tersebut memiliki kualitas yang tidak cukup bagus, maka pengaruhnya akan menjalar pada kinerja sistem sehingga tidak mampu menghasilkan sesuatu yang optimal dan berkualitas. Sementara itu, seringkali hadirnya figur pemimpin yang kharismatik mampu menghidupkan dan memajukan sebuah organisasi atau lembaga yang sebelumnya mengalami stagnansi. Di lembaga pendidikan, kehadiran pemimpin memiliki peranan yang dapat mengarahkan lembaga pendidikan yang dipimpinnya. Peran yang diemban oleh pemimpin tersebut umumnya dapat dilihat dan diukur dari perkembangan kualitas lembaga pendidikan yang dipimpinnya. Kepala sekolah yang baik mampu menghadirkan iklim kompetitif yang baik sehingga sekolah yang dibina akan menghasilkan guru yang berkualitas dan anak siswa yang berprestasi","PeriodicalId":217896,"journal":{"name":"Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam","volume":"45 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123166031","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-06-07DOI: 10.32678/geneologipai.v9i1.6233
N. Neliwati, Samsul Rizal, Hemawati Hemawati
Abstrak: Minimnya pengetahuan masyarakat tentang pelaksanaan keagamaan menjadi permaslahan yang dihadapi tokoh agama di Dusun Karang Sari Desa Tanjung Putus Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat. Oleh karena itu, maka dibutuhkan peranan tokoh agama setempat dalam meningkatkan motivasi kepada masyarakat untuk dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan Islam. Tujannya penelitian ini untuk mengetahui peran tokoh agama dalam meningkatkan pelaksanaan keagamaan masyarakat dan faktor yang mendukung dan menghambat peran tokoh agama dalam meningkatkan pelaksanaan keagamaan pada masyarakat.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan analisis deskriptif. Menggambarkan tentang peranan Tokoh Agama dalam meningkatkan motivasi pelaksanaan keagamaan masyarakat di Dusun Karang Sari Desa Tanjung Putus Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat. Hasil penelitiannyamenunjukkan bahwa Peran tokoh agama menyampaikan pengetahuan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, mengajak dan mengarahkan masyarakat untuk melakukan hal-hal positif, meningkatkan sikap keagamaan masyarakat, memantau kondisi keagamaan masyarakat, mengadakan kegiatan-kegiatan keagamaan, mengadakan pertemuan tokoh masyarakat, membimbing dan pengarahkan masyarakat, memberikan nasehat dan arahan dan mengajak masyarakat untuk melakukan shalat jama’ah dan kegiatan keagamaan lainnya. Faktor yang mendukung peran tokoh agama adalah pengetahuan masyarakat tentang agama masih awam dan sistem kegotong royongan yang dibentuk dalam masyarakat, Keuletan tokoh agama yang sangat baik, rasa ingin tahu masyarakat yang tinggi dan masyarakat mempunyai kesadaran kurangya pengetahuan keagamaan. Sementara faktor yang menghambat peran tokoh agama adalah ketika menyampaikan pendapatnya, tokoh agama terkadang ada masyarakat yang kurang mendukung, dalam menjalankan perannya masih sangat sulit karena kurangnya ekonomi dari masyarakat tersebut, masyarakat kurang menghayati makna keagaman yang sebenarnya, kebiasaan lingkungan kurang agamis, sebagian besar masyarakat berpendidikan rendah, masyarakat bertani dikebun sampai sehari penuh sehingga kurang memperhatikan hal-hal yang berbaur keagamaan dan minimnya bantuan pemerintah tentang dana untuk melaksanakan kegiatan keagamaan.
{"title":"PERANAN TOKOH AGAMA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI PELAKSANAAN KEAGAMAAN MASYARAKAT","authors":"N. Neliwati, Samsul Rizal, Hemawati Hemawati","doi":"10.32678/geneologipai.v9i1.6233","DOIUrl":"https://doi.org/10.32678/geneologipai.v9i1.6233","url":null,"abstract":"Abstrak: Minimnya pengetahuan masyarakat tentang pelaksanaan keagamaan menjadi permaslahan yang dihadapi tokoh agama di Dusun Karang Sari Desa Tanjung Putus Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat. Oleh karena itu, maka dibutuhkan peranan tokoh agama setempat dalam meningkatkan motivasi kepada masyarakat untuk dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan Islam. Tujannya penelitian ini untuk mengetahui peran tokoh agama dalam meningkatkan pelaksanaan keagamaan masyarakat dan faktor yang mendukung dan menghambat peran tokoh agama dalam meningkatkan pelaksanaan keagamaan pada masyarakat.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan analisis deskriptif. Menggambarkan tentang peranan Tokoh Agama dalam meningkatkan motivasi pelaksanaan keagamaan masyarakat di Dusun Karang Sari Desa Tanjung Putus Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat. \u0000 Hasil penelitiannyamenunjukkan bahwa Peran tokoh agama menyampaikan pengetahuan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, mengajak dan mengarahkan masyarakat untuk melakukan hal-hal positif, meningkatkan sikap keagamaan masyarakat, memantau kondisi keagamaan masyarakat, mengadakan kegiatan-kegiatan keagamaan, mengadakan pertemuan tokoh masyarakat, membimbing dan pengarahkan masyarakat, memberikan nasehat dan arahan dan mengajak masyarakat untuk melakukan shalat jama’ah dan kegiatan keagamaan lainnya. Faktor yang mendukung peran tokoh agama adalah pengetahuan masyarakat tentang agama masih awam dan sistem kegotong royongan yang dibentuk dalam masyarakat, Keuletan tokoh agama yang sangat baik, rasa ingin tahu masyarakat yang tinggi dan masyarakat mempunyai kesadaran kurangya pengetahuan keagamaan. Sementara faktor yang menghambat peran tokoh agama adalah ketika menyampaikan pendapatnya, tokoh agama terkadang ada masyarakat yang kurang mendukung, dalam menjalankan perannya masih sangat sulit karena kurangnya ekonomi dari masyarakat tersebut, masyarakat kurang menghayati makna keagaman yang sebenarnya, kebiasaan lingkungan kurang agamis, sebagian besar masyarakat berpendidikan rendah, masyarakat bertani dikebun sampai sehari penuh sehingga kurang memperhatikan hal-hal yang berbaur keagamaan dan minimnya bantuan pemerintah tentang dana untuk melaksanakan kegiatan keagamaan.","PeriodicalId":217896,"journal":{"name":"Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam","volume":"25 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127892278","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-06-07DOI: 10.32678/geneologipai.v9i1.6231
Nora Adi Anna Harahap
Masalah keterlambatan bicara pada anak merupakan masalah serius yang harus segera ditangani karena merupakan salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pada anak. Keterlambatan bicara dikatakan terlambat apabila tingkat perkembangan bicaranya di bawah tingkat kualitas perkembangan anak yang seusia yang dapat diketahui dari ketepatan penggunaan. anak dengan gangguan keterlambatan bicara menggunakan modifikasi perilaku, salah satunya dengan pembiasaan perilaku islami. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk melihat perubahan perilaku yang terjadi pada subjek. Subjek penelitian adalah laki-laki, umur 4 tahun 2 bulan. Peneliti menggunakan beberapa teknik dalam modifikasi perilaku seperti token economy, imitation, dan modeling. Intervensi dilakukan dalam 7 sesi, setiap sesi membutuhkan waktu 30 menit hingga 1 jam. Intervensi dilakukan selama tujuh minggu. Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan bahasa dan komunikasi subjek dan pembiasaan perilaku Islami. Subjek cukup mampu mengucapkan beberapa kosakata Islami dengan jelas dan tepat. Ada penambahan kosakata baru yang belum familiar dengan pokok bahasan. Subjek menyebutkan kata tanpa menghilangkan awalan atau akhir kata dan subjek telah mampu menyusun 2 sampai 3 kata sederhana dalam 1 kalimat. Berdasarkan intervensi yang telah diberikan kepada subjek dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi modifikasi perilaku dengan menggabungkan teknik token economy, imitasi dan modeling cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi subjek. Subjek menunjukkan perubahan dalam kemampuan berkomunikasi serta pembiasaan perilaku Islami.
{"title":"EFEKTIVITAS MODIFIKASI PERILAKU KEGIATAN ISLAMI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI ANAK DENGAN GANGGUAN TERLAMBAT BICARA (SPEECH DELAY)","authors":"Nora Adi Anna Harahap","doi":"10.32678/geneologipai.v9i1.6231","DOIUrl":"https://doi.org/10.32678/geneologipai.v9i1.6231","url":null,"abstract":"\u0000 \u0000 \u0000Masalah keterlambatan bicara pada anak merupakan masalah serius yang harus segera ditangani karena merupakan salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pada anak. Keterlambatan bicara dikatakan terlambat apabila tingkat perkembangan bicaranya di bawah tingkat kualitas perkembangan anak yang seusia yang dapat diketahui dari ketepatan penggunaan. anak dengan gangguan keterlambatan bicara menggunakan modifikasi perilaku, salah satunya dengan pembiasaan perilaku islami. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk melihat perubahan perilaku yang terjadi pada subjek. Subjek penelitian adalah laki-laki, umur 4 tahun 2 bulan. Peneliti menggunakan beberapa teknik dalam modifikasi perilaku seperti token economy, imitation, dan modeling. Intervensi dilakukan dalam 7 sesi, setiap sesi membutuhkan waktu 30 menit hingga 1 jam. Intervensi dilakukan selama tujuh minggu. Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan bahasa dan komunikasi subjek dan pembiasaan perilaku Islami. Subjek cukup mampu mengucapkan beberapa kosakata Islami dengan jelas dan tepat. Ada penambahan kosakata baru yang belum familiar dengan pokok bahasan. Subjek menyebutkan kata tanpa menghilangkan awalan atau akhir kata dan subjek telah mampu menyusun 2 sampai 3 kata sederhana dalam 1 kalimat. Berdasarkan intervensi yang telah diberikan kepada subjek dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi modifikasi perilaku dengan menggabungkan teknik token economy, imitasi dan modeling cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi subjek. Subjek menunjukkan perubahan dalam kemampuan berkomunikasi serta pembiasaan perilaku Islami. \u0000 \u0000 \u0000","PeriodicalId":217896,"journal":{"name":"Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam","volume":"11 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127906364","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-06-07DOI: 10.32678/geneologipai.v9i1.6234
Wahdi Wahdi, N. Neliwati
Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena kenakalan siswa yang akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan, seperti: bolos belajar, pergaulan bebas dikalangan remaja, dari permasalahan tersebut para guru khususnya guru pendidikan agama Islam memiliki tugas dan peran untuk meningkatkan perilaku Islami siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana peran Guru PAI dalam meningkatkan perilaku Islami siswa di SMP Swasta Nahdlatul Ulama Medan? (2) Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam peningkatan prilaku islami di SMP Swasta Nahdlatul Ulama Medan.
{"title":"PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN PERILAKU ISLAMI SISWA","authors":"Wahdi Wahdi, N. Neliwati","doi":"10.32678/geneologipai.v9i1.6234","DOIUrl":"https://doi.org/10.32678/geneologipai.v9i1.6234","url":null,"abstract":"Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena kenakalan siswa yang akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan, seperti: bolos belajar, pergaulan bebas dikalangan remaja, dari permasalahan tersebut para guru khususnya guru pendidikan agama Islam memiliki tugas dan peran untuk meningkatkan perilaku Islami siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana peran Guru PAI dalam meningkatkan perilaku Islami siswa di SMP Swasta Nahdlatul Ulama Medan? (2) Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam peningkatan prilaku islami di SMP Swasta Nahdlatul Ulama Medan.","PeriodicalId":217896,"journal":{"name":"Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam","volume":"104 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115712282","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-06-07DOI: 10.32678/geneologipai.v9i1.6235
Siti Rochmah Dirgantini, Asep Tutun Usman, Iman Saifullah
Abstrak;Penelitian ini difokuskan pada penggunaan media pembelajaran audiovisual di SDN 6 Sindangsuka Cibatu Garut pada bidang studi pendidikan agama islam yang memiliki tujuan untuk melihat penggunaan media audio visual, untuk melihat motivasi belajar siswa, untuk melihat pengaruh media pembelajaran Audio Visual terhadap Motivasi Belajar siswa pada bidang studi Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif Deskriptif. Pada penelitian ini teknik Pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, juga dokumentasi. Analisiss data pada penelitian ini menggunakan uji validitas , Uji Reliabilitas, Uji Korelasi, Uji Hipotesis, uji Determinasi dan Uji Epsilon. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya terdapat pengaruh media pembelajaran audio visual terhadap motivasi belajar siswa yang ditunjukan dengan perolehan nilai T hitung (13,146) dan nilai T tabel (0,683). Hal ini memiliki arti T tabel lebih besar daripada T hitung dengan kriteria Tinggi dengan persentase 67%. Hasil tersebut dikuatkan dengan pernyataan siswa yang merasa bahwa setelah mengikuti pembelajaran dengan Media pembelajaran audio Visual di dalamnya, mereka lebih antusias dan ikut serta dalam proses pembelajaran, tidak merasa bosan ataupun mengantuk. Penggunaan media audio visual tidak hanya menjadi satu satunya yang memperngaruhi motivasi belajar siswa. Tetapi juga karena penyebab lainnya yang tidak diteliti. Hal tersebut sebagaimana hasil uji epsilon yang menunjukan persentase sebesar 33%.
{"title":"PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI","authors":"Siti Rochmah Dirgantini, Asep Tutun Usman, Iman Saifullah","doi":"10.32678/geneologipai.v9i1.6235","DOIUrl":"https://doi.org/10.32678/geneologipai.v9i1.6235","url":null,"abstract":"Abstrak;Penelitian ini difokuskan pada penggunaan media pembelajaran audiovisual di SDN 6 Sindangsuka Cibatu Garut pada bidang studi pendidikan agama islam yang memiliki tujuan untuk melihat penggunaan media audio visual, untuk melihat motivasi belajar siswa, untuk melihat pengaruh media pembelajaran Audio Visual terhadap Motivasi Belajar siswa pada bidang studi Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif Deskriptif. Pada penelitian ini teknik Pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, juga dokumentasi. Analisiss data pada penelitian ini menggunakan uji validitas , Uji Reliabilitas, Uji Korelasi, Uji Hipotesis, uji Determinasi dan Uji Epsilon. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya terdapat pengaruh media pembelajaran audio visual terhadap motivasi belajar siswa yang ditunjukan dengan perolehan nilai T hitung (13,146) dan nilai T tabel (0,683). Hal ini memiliki arti T tabel lebih besar daripada T hitung dengan kriteria Tinggi dengan persentase 67%. Hasil tersebut dikuatkan dengan pernyataan siswa yang merasa bahwa setelah mengikuti pembelajaran dengan Media pembelajaran audio Visual di dalamnya, mereka lebih antusias dan ikut serta dalam proses pembelajaran, tidak merasa bosan ataupun mengantuk. Penggunaan media audio visual tidak hanya menjadi satu satunya yang memperngaruhi motivasi belajar siswa. Tetapi juga karena penyebab lainnya yang tidak diteliti. Hal tersebut sebagaimana hasil uji epsilon yang menunjukan persentase sebesar 33%.","PeriodicalId":217896,"journal":{"name":"Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130810612","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-06-07DOI: 10.32678/geneologipai.v9i1.6238
Teguh Fachmi
Abstrak; Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh self-efficacy, konsep diri dan dukungan sosial terhadap school engagement. Sampel penelitian adalah 213 santri kelas 1&2 SMA Pondok Pesantren Modern Assa’adah yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data digunakan Multiple Regression Analysis. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh yang signifikan self-efficacy, konsep diri dan dukungan sosial terhadap school engagement. Proporsi varians dari school engagement yang dijelaskan oleh semua independent variable sebesar 97.9% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Hasil uji hipotesis minor menunjukan bahwa delapan dari sebelas variabel memiliki pengaruh yang signifikan diantaranya initiative, persistence, effort, evaluasi diri, attachment, guidance, reassurance of worth and social integration. Sedangkan variabel lainnya tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap school engagement.
{"title":"PENGARUH SELF-EFFICACY, KONSEP DIRI, DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP SCHOOL ENGAGEMENT SANTRI PONDOK PESANTREN","authors":"Teguh Fachmi","doi":"10.32678/geneologipai.v9i1.6238","DOIUrl":"https://doi.org/10.32678/geneologipai.v9i1.6238","url":null,"abstract":"Abstrak; Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh self-efficacy, konsep diri dan dukungan sosial terhadap school engagement. Sampel penelitian adalah 213 santri kelas 1&2 SMA Pondok Pesantren Modern Assa’adah yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data digunakan Multiple Regression Analysis. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh yang signifikan self-efficacy, konsep diri dan dukungan sosial terhadap school engagement. Proporsi varians dari school engagement yang dijelaskan oleh semua independent variable sebesar 97.9% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Hasil uji hipotesis minor menunjukan bahwa delapan dari sebelas variabel memiliki pengaruh yang signifikan diantaranya initiative, persistence, effort, evaluasi diri, attachment, guidance, reassurance of worth and social integration. Sedangkan variabel lainnya tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap school engagement.","PeriodicalId":217896,"journal":{"name":"Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam","volume":"32 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130675555","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-06-07DOI: 10.32678/geneologipai.v9i1.5517
Itoh Masitoh, M. Muhajir, Hasbullah Hasbullah, Teguh Fachmi, Ade Adriadi
Tujuan penelitian ialah materi pendidikan seks yang ada pada pelajaran fiqih dan upaya pencegahan kekerasan seksual remaja melalui model pembelajaran fiqih kontekstual. Desain penelitian kualitatif deskiptif, Objek penelitian siswa kelas VII. Data primer: kepala madrasah, waka kesiswaan dan kurikulum, guru, siswa. Data sekunder: buku, jurnal, artikel. Instrumen observasi, dokumentasi, wawancara, FGD. Teknik analisi data yaitu reduksi data, display data, penyimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ialah Materi taharah meliputi tata cara mandi janabah, ciri baligh, haid dan menggunakan kitab safinatun nazah. Serta materi zina fiqih MA XI. Juga materi pelecehan dan kekerasan seksual. Upaya pencegahan kekersan seksual remaja dilakukan dengan mengajarkan materi fikih taharah, zina yang termasuk kedalam materi pendidikan seks menggunakan pendekatan kontekstual. Dan memberikan dampak negatif pelaku dalam segi agama, medis, sosialnya, serta di MTs Al-Fathaniyah ada pelatihan PIK-R yang pokus membicarakan tentang kesehatan dimasa remaja. Kesimpuan penelitian terdapat solusi pencegahan melalui materi pendidikan seks pada mata pelajaran fiqih.
{"title":"PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL REMAJA PADA MODEL PEMBELAJARAN FIQIH KONTEKSTUAL: Penelitian di MTs Al-Fathaniyah Serang, Banten","authors":"Itoh Masitoh, M. Muhajir, Hasbullah Hasbullah, Teguh Fachmi, Ade Adriadi","doi":"10.32678/geneologipai.v9i1.5517","DOIUrl":"https://doi.org/10.32678/geneologipai.v9i1.5517","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ialah materi pendidikan seks yang ada pada pelajaran fiqih dan upaya pencegahan kekerasan seksual remaja melalui model pembelajaran fiqih kontekstual. Desain penelitian kualitatif deskiptif, Objek penelitian siswa kelas VII. Data primer: kepala madrasah, waka kesiswaan dan kurikulum, guru, siswa. Data sekunder: buku, jurnal, artikel. Instrumen observasi, dokumentasi, wawancara, FGD. Teknik analisi data yaitu reduksi data, display data, penyimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ialah Materi taharah meliputi tata cara mandi janabah, ciri baligh, haid dan menggunakan kitab safinatun nazah. Serta materi zina fiqih MA XI. Juga materi pelecehan dan kekerasan seksual. Upaya pencegahan kekersan seksual remaja dilakukan dengan mengajarkan materi fikih taharah, zina yang termasuk kedalam materi pendidikan seks menggunakan pendekatan kontekstual. Dan memberikan dampak negatif pelaku dalam segi agama, medis, sosialnya, serta di MTs Al-Fathaniyah ada pelatihan PIK-R yang pokus membicarakan tentang kesehatan dimasa remaja. Kesimpuan penelitian terdapat solusi pencegahan melalui materi pendidikan seks pada mata pelajaran fiqih.","PeriodicalId":217896,"journal":{"name":"Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam","volume":"15 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124325449","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi metode sorogan dan bandungan di Pesantren Nurul Hidayah; mengetahui hubungan metode sorogan dengan kemampuan membaca kitab kuning; mengetahui hubungan metode bandungan dengan kemampuan membaca kitab kuning; dan mengetahui hubungan metode sorogan dan bandungan secara bersama-sama dengan kemampuan membaca kitab kuning. Metode yang digunakan yaitu survei dengan pendekatan korelasional. Populasi dan sampel pada penelitian ini yaitu seluruh santri di Pesantren Nurul Hidayah Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten yang berjumlah 60 orang. Data dikumpulkan melalui penyebaran angket, wawancara, dan tes. Data diolah dengan menggunakan Program SPSS versi 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode sorogan dan bandungan di Pesantren Nurul Hidayah dilaksanakan setiap hari yaitu setiap selesai salat wajib setiap harinya. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara metode sorogan dengan kemampuan membaca kitab kuning yaitu sebesar 0,433; terdapat hubungan positif dan signifikan antara metode bandungan dengan kemampuan membaca kitab kuning yaitu sebesar 0,442; serta terdapat hubungan positif dan signifikan antara metode sorogan dan bandungan secara bersama-sama dengan kemampuan membaca kitab kuning di Pesantren Nurul Hidayah Kasemen, Kota Serang yaitu sebesar 0,576. Kata kunci: Kemampuan Membaca Kitab Kuning Metode Bandungan, Metode Sorogan Abstract. This study aimed to determine the implementation of the sorogan and bandungan methods in the Nurul Hidayah Islamic Boarding School; to determine the relationship between a sorogan method and the ability to read the yellow book; to determine the relationship between a bandungan method and the ability to read the yellow book; and to determine the relationship sorogan and bandungan methods together with the reading skills to the yellow book. The method used was a survey with a correlation approach. The population and samples in this study were all students of the Nurul Hidayah Islamic Boarding School in Kasemen Distric, Serang City, Banten Province, which numbered 60 students. The data were collected through questionnaires, interview, and test. The data were processed by used SPPS Program version 16.0. The results showed that the implementation of the sorogan dan bandungan methods in the Nurul Hidayah Islamic Boarding School was carried out every time, i.e. every day after the obligatory prayer. There was a positive and significant relationship between a sorogan method and the ability to read the yellow book at 0.433; there was a positive and significant relationship between a bandungan method and the ability to read the yellow book at 0.442; and there was a positive and significant relationship between the sorogan and bandungan methods together with the ability to read the yellow book in the Nurul Hidayah Islamic Boarding School at 0.576. Keywords: Abiliy to Read The Yellow Book, Bandungan Method, Sorogan Method
{"title":"IMPLEMENTASI METODE SOROGAN DAN BANDUNGAN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA KITAB KUNING","authors":"Mochammad Mu'izzuddin, Juhji Juhji, Hasbullah Hasbullah","doi":"10.32678/geneologipai.v6i1.1942","DOIUrl":"https://doi.org/10.32678/geneologipai.v6i1.1942","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi metode sorogan dan bandungan di Pesantren Nurul Hidayah; mengetahui hubungan metode sorogan dengan kemampuan membaca kitab kuning; mengetahui hubungan metode bandungan dengan kemampuan membaca kitab kuning; dan mengetahui hubungan metode sorogan dan bandungan secara bersama-sama dengan kemampuan membaca kitab kuning. Metode yang digunakan yaitu survei dengan pendekatan korelasional. Populasi dan sampel pada penelitian ini yaitu seluruh santri di Pesantren Nurul Hidayah Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten yang berjumlah 60 orang. Data dikumpulkan melalui penyebaran angket, wawancara, dan tes. Data diolah dengan menggunakan Program SPSS versi 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode sorogan dan bandungan di Pesantren Nurul Hidayah dilaksanakan setiap hari yaitu setiap selesai salat wajib setiap harinya. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara metode sorogan dengan kemampuan membaca kitab kuning yaitu sebesar 0,433; terdapat hubungan positif dan signifikan antara metode bandungan dengan kemampuan membaca kitab kuning yaitu sebesar 0,442; serta terdapat hubungan positif dan signifikan antara metode sorogan dan bandungan secara bersama-sama dengan kemampuan membaca kitab kuning di Pesantren Nurul Hidayah Kasemen, Kota Serang yaitu sebesar 0,576. \u0000Kata kunci: Kemampuan Membaca Kitab Kuning Metode Bandungan, Metode Sorogan \u0000 \u0000Abstract. This study aimed to determine the implementation of the sorogan and bandungan methods in the Nurul Hidayah Islamic Boarding School; to determine the relationship between a sorogan method and the ability to read the yellow book; to determine the relationship between a bandungan method and the ability to read the yellow book; and to determine the relationship sorogan and bandungan methods together with the reading skills to the yellow book. The method used was a survey with a correlation approach. The population and samples in this study were all students of the Nurul Hidayah Islamic Boarding School in Kasemen Distric, Serang City, Banten Province, which numbered 60 students. The data were collected through questionnaires, interview, and test. The data were processed by used SPPS Program version 16.0. The results showed that the implementation of the sorogan dan bandungan methods in the Nurul Hidayah Islamic Boarding School was carried out every time, i.e. every day after the obligatory prayer. There was a positive and significant relationship between a sorogan method and the ability to read the yellow book at 0.433; there was a positive and significant relationship between a bandungan method and the ability to read the yellow book at 0.442; and there was a positive and significant relationship between the sorogan and bandungan methods together with the ability to read the yellow book in the Nurul Hidayah Islamic Boarding School at 0.576. \u0000Keywords: Abiliy to Read The Yellow Book, Bandungan Method, Sorogan Method","PeriodicalId":217896,"journal":{"name":"Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129254192","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-06-30DOI: 10.32678/geneologipai.v6i1.1799
Juminem Juminem
Perkembangan teknologi, khususnya teknologi komunikasi dan informatika, sedang mengalami masa keemasan, satu diantaranya media sosial. Media sosial seakan-akan sudah menjadi kebutuhan hidup manusia, setiap saat orang mengakses internet demi terhubung dengan perkembangan berita yang ada di media sosial, seperti kabar dari orang tua, saudara, teman, rekan bisnis, atau kabar dari suatu grup tertentu. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis bagaimana adab bermedia sosial dalam pandangan Islam. Metode penulisan menggunakan kajian pustaka dengan merujuk beberapa sumber referensi baik sumber primer maupun sumber sekunder yang berasal dari beberapa buku, al-Qur’an, al-Hadits, maupun jurnal. Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa seorang muslim dalam bersosialisasi dengan menggunakan media sosial hendaknya senantiasa menjunjung tinggi adab dalam bersosialisasi, dengan saling menghormati sesama mahluk ciptaan Allah, karena setiap perbuatan yang dikerjakan di dunia akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Manfaat media sosial cukup banyak untuk mencari ridho Allah SWT, tergantung penggunaannya, apakah digunakan untuk hal-hal yang baik atau buruk. Kata kunci: Adab, Islam, media sosial Abstract. The development of technology, especially communication and informatics technology, is being developed golden, one that is approved by social media. Social media seems to be a necessity for human life, every time people access the internet to connect with the development of news on social media, such as news from parents, siblings, friends, business associates, or news from any particular group. The purpose of the discussion of this article is to analyze how social media is in the view of Islam. The comparison method uses literature studies with several reference sources both primary sources and secondary sources derived from several books, the Koran, the Hadith, and journals. Based on the results of the analysis, it was concluded that a Muslim in socializing using social media asked to always uphold adab in socializing, with mutual respect for fellow creatures created by Allah, by conducting research done in the world will be accounted for in the hereafter. The benefits of social media are enough to seek Allah's blessing, depending on its use, it can be used for good or bad things. Keywords: Adab, Islam, social media
{"title":"ADAB BERMEDIA SOSIAL DALAM PANDANGAN ISLAM","authors":"Juminem Juminem","doi":"10.32678/geneologipai.v6i1.1799","DOIUrl":"https://doi.org/10.32678/geneologipai.v6i1.1799","url":null,"abstract":"Perkembangan teknologi, khususnya teknologi komunikasi dan informatika, sedang mengalami masa keemasan, satu diantaranya media sosial. Media sosial seakan-akan sudah menjadi kebutuhan hidup manusia, setiap saat orang mengakses internet demi terhubung dengan perkembangan berita yang ada di media sosial, seperti kabar dari orang tua, saudara, teman, rekan bisnis, atau kabar dari suatu grup tertentu. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis bagaimana adab bermedia sosial dalam pandangan Islam. Metode penulisan menggunakan kajian pustaka dengan merujuk beberapa sumber referensi baik sumber primer maupun sumber sekunder yang berasal dari beberapa buku, al-Qur’an, al-Hadits, maupun jurnal. Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa seorang muslim dalam bersosialisasi dengan menggunakan media sosial hendaknya senantiasa menjunjung tinggi adab dalam bersosialisasi, dengan saling menghormati sesama mahluk ciptaan Allah, karena setiap perbuatan yang dikerjakan di dunia akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Manfaat media sosial cukup banyak untuk mencari ridho Allah SWT, tergantung penggunaannya, apakah digunakan untuk hal-hal yang baik atau buruk. \u0000Kata kunci: Adab, Islam, media sosial \u0000Abstract. The development of technology, especially communication and informatics technology, is being developed golden, one that is approved by social media. Social media seems to be a necessity for human life, every time people access the internet to connect with the development of news on social media, such as news from parents, siblings, friends, business associates, or news from any particular group. The purpose of the discussion of this article is to analyze how social media is in the view of Islam. The comparison method uses literature studies with several reference sources both primary sources and secondary sources derived from several books, the Koran, the Hadith, and journals. Based on the results of the analysis, it was concluded that a Muslim in socializing using social media asked to always uphold adab in socializing, with mutual respect for fellow creatures created by Allah, by conducting research done in the world will be accounted for in the hereafter. The benefits of social media are enough to seek Allah's blessing, depending on its use, it can be used for good or bad things. \u0000Keywords: Adab, Islam, social media","PeriodicalId":217896,"journal":{"name":"Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122838196","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}