Pub Date : 2022-12-12DOI: 10.26740/proteksi.v4n2.p74-81
D. Pratiwi, Yuki Achmad Yakin, Aldo Mahaputra
Stabilitas lereng merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam merancang suatu lereng batuan. Aktivitas penggalian dalam massa batuan dapat mengakibatkan terjadinya kelongsoran atau keseimbangan lereng terganggu. Analisis stabilitas lereng batuan dapat dipengaruhi oleh tiga faktor seperti kekuatan massa batuan, faktor kerusakan akibat peledakan dan geometri lereng. Pada penelitian ini akan dilakukan perbandingan analisis lereng batuan menggunakan model material Hoek-Brown (HB) dan Mohr-Coulomb (MC) berdasarkan persamaan Hoek-Brown Tahun 2002. Klasifikasi massa batuan akan menggunakan sistem Rock Mass Rating (RMR) dan Geological Strength Index (GSI). Metode Elemen Hingga pada program Plaxis 2D digunakan untuk menentukan nilai faktor keamanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa selisih perbedaan nilai faktor keamanan antara model HB dan MC tidak signifikan. Nilai perbedaan paling besar yaitu 10%. Selain itu, antara kedua model ini menghasilkan bidang gelincir yang mirip. Sehingga dapat disimpulkan bahwa persamaan Hoek-Brown Tahun 2002 dapat digunakan sebagai korelasi parameter Mohr-Coulomb.
{"title":"Analisis Stabilitas Lereng Batuan dengan Pendekatan Kriteria Keruntuhan Hoek-Brown dan Mohr Coulomb Menggunakan Metode Numerik Plaxis 2D","authors":"D. Pratiwi, Yuki Achmad Yakin, Aldo Mahaputra","doi":"10.26740/proteksi.v4n2.p74-81","DOIUrl":"https://doi.org/10.26740/proteksi.v4n2.p74-81","url":null,"abstract":"Stabilitas lereng merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam merancang suatu lereng batuan. Aktivitas penggalian dalam massa batuan dapat mengakibatkan terjadinya kelongsoran atau keseimbangan lereng terganggu. Analisis stabilitas lereng batuan dapat dipengaruhi oleh tiga faktor seperti kekuatan massa batuan, faktor kerusakan akibat peledakan dan geometri lereng. Pada penelitian ini akan dilakukan perbandingan analisis lereng batuan menggunakan model material Hoek-Brown (HB) dan Mohr-Coulomb (MC) berdasarkan persamaan Hoek-Brown Tahun 2002. Klasifikasi massa batuan akan menggunakan sistem Rock Mass Rating (RMR) dan Geological Strength Index (GSI). Metode Elemen Hingga pada program Plaxis 2D digunakan untuk menentukan nilai faktor keamanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa selisih perbedaan nilai faktor keamanan antara model HB dan MC tidak signifikan. Nilai perbedaan paling besar yaitu 10%. Selain itu, antara kedua model ini menghasilkan bidang gelincir yang mirip. Sehingga dapat disimpulkan bahwa persamaan Hoek-Brown Tahun 2002 dapat digunakan sebagai korelasi parameter Mohr-Coulomb.","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"22 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134175719","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-12-12DOI: 10.26740/proteksi.v4n2.p90-95
Nur Andajani, Yogie Risdianto
Tanah ekspansif tergolong tanah plastisitas tinggi mempunyai ciri kembang susut tinggi, tidak baik bilamana langsung didirikan bangunan di atasnya. Pada beberapa proyek pembangunan jalan sering menimbulkan permasalahan geoteknik, sehingga sangat tidak nyaman bila dirasakan oleh pengguna jalan. Untuk itu perlu dilakukan perbaikan tanah atau stabilisasi. Stabilisasi tanah ekspansif dilakukan dengan menambahkan material yang lebih baik, sehingga mengurangi sifat plastisitas tanah tersebut. Stabilisasi menggunakan kapur, bertujuan memperkecil sifat plastisitas tanah, disamping untuk mengetahui batas minimum persentase kapur yang ditambahkan agar tanah ekspansif dapat digunakan sebagai lapisan tanah dasar (subgrade) untuk perkerasan jalan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Teknik Sipil Unesa. Kadar Kapur yang ditambahkan adalah 0%, 2.5%, 5%, 7.5% dan 10%. Pengumpulan data dilakukan melalui tes Atterberg Limit, Pemadatan Proctor Standart dan Calibration Bearing Ratio (CBR) test. Hasil yang didapat penambahan 10% kapur menurunkan Nilai batas cair sebesar 18.62%, dan menurunkYogiean Indeks Plastisitas Tanah sebesar 78.80%. Dengan penambahan 10% kapur nilai CBR untuk penetrasi 0,1 adalah 34,5 dan untuk penetrasi 0,2 adalah 31,54. Batasan minimum yang harus dipenuhi agar tanah dapat digunakan sebagai lapisan tanah dasar (subgrade) untuk perkerasan jalan yaitu harus ditambahkan 2.76% Kapur untuk CBR penetrasi 0,1 dan 3.23 % Kapur untuk CBR penetrasi 0,2.
{"title":"Penambahan Kapur Sebagai Stabilisasi Tanah Ekspansif untuk Lapisan Tanah Dasar (Subgrade)","authors":"Nur Andajani, Yogie Risdianto","doi":"10.26740/proteksi.v4n2.p90-95","DOIUrl":"https://doi.org/10.26740/proteksi.v4n2.p90-95","url":null,"abstract":"Tanah ekspansif tergolong tanah plastisitas tinggi mempunyai ciri kembang susut tinggi, tidak baik bilamana langsung didirikan bangunan di atasnya. Pada beberapa proyek pembangunan jalan sering menimbulkan permasalahan geoteknik, sehingga sangat tidak nyaman bila dirasakan oleh pengguna jalan. Untuk itu perlu dilakukan perbaikan tanah atau stabilisasi. Stabilisasi tanah ekspansif dilakukan dengan menambahkan material yang lebih baik, sehingga mengurangi sifat plastisitas tanah tersebut. Stabilisasi menggunakan kapur, bertujuan memperkecil sifat plastisitas tanah, disamping untuk mengetahui batas minimum persentase kapur yang ditambahkan agar tanah ekspansif dapat digunakan sebagai lapisan tanah dasar (subgrade) untuk perkerasan jalan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Teknik Sipil Unesa. Kadar Kapur yang ditambahkan adalah 0%, 2.5%, 5%, 7.5% dan 10%. Pengumpulan data dilakukan melalui tes Atterberg Limit, Pemadatan Proctor Standart dan Calibration Bearing Ratio (CBR) test. Hasil yang didapat penambahan 10% kapur menurunkan Nilai batas cair sebesar 18.62%, dan menurunkYogiean Indeks Plastisitas Tanah sebesar 78.80%. Dengan penambahan 10% kapur nilai CBR untuk penetrasi 0,1 adalah 34,5 dan untuk penetrasi 0,2 adalah 31,54. Batasan minimum yang harus dipenuhi agar tanah dapat digunakan sebagai lapisan tanah dasar (subgrade) untuk perkerasan jalan yaitu harus ditambahkan 2.76% Kapur untuk CBR penetrasi 0,1 dan 3.23 % Kapur untuk CBR penetrasi 0,2.","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"49 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127292212","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-12-12DOI: 10.26740/proteksi.v4n2.p67-73
I. M. Kamiana, Dwi Anung Nindito, A. Wulandari
Aliran super kritis di hilir pintu air dapat menjadi salah satu penyebab gerusan pada saluran. Oleh karena itu, sebelum masuk ke saluran, aliran super kritis di hilir pintu air perlu direduksi menjadi aliran sub kritis. Untuk mereduksi aliran kritis di hilir pintu air biasanya digunakan konstruksi kolam olak yang dikombinasikan dengan baffle block dan sill. Dalam penelitian ini, konstruksi kelompok tiang diuji sebagai pereduksi aliran super kritis di hilir pintu air tipe flap. Penelitian dilakukan dengan cara pemodelan fisik di laboratorium. Model konstruksi kelompok tiang yang diuji terdiri dari enam variasi. Hasil menunjukkan bahwa dalam enam variasi model konstruksi kelompok tiang yang diuji, aliran super kritis di hilir model pintu air tipe flap dapat diubah menjadi aliran sub kritis. Variasi yang paling efektif adalah Variasi IV. Pada variasi IV, model tiang dipasang paralel, tinggi model tiang 24 kali diameter model tiang, jarak antar model tiang 1/8 lebar flume, panjang model konstruksi kelompok tiang 1,95 kali jarak antara model konstruksi kelompok tiang dan model pintu air tipe flap.
{"title":"Pemodelan Fisik Konstruksi Kelompok Tiang dalam Mereduksi Aliran Super Kritis di Hilir Pintu Air Tipe Flap","authors":"I. M. Kamiana, Dwi Anung Nindito, A. Wulandari","doi":"10.26740/proteksi.v4n2.p67-73","DOIUrl":"https://doi.org/10.26740/proteksi.v4n2.p67-73","url":null,"abstract":"Aliran super kritis di hilir pintu air dapat menjadi salah satu penyebab gerusan pada saluran. Oleh karena itu, sebelum masuk ke saluran, aliran super kritis di hilir pintu air perlu direduksi menjadi aliran sub kritis. Untuk mereduksi aliran kritis di hilir pintu air biasanya digunakan konstruksi kolam olak yang dikombinasikan dengan baffle block dan sill. Dalam penelitian ini, konstruksi kelompok tiang diuji sebagai pereduksi aliran super kritis di hilir pintu air tipe flap. Penelitian dilakukan dengan cara pemodelan fisik di laboratorium. Model konstruksi kelompok tiang yang diuji terdiri dari enam variasi. Hasil menunjukkan bahwa dalam enam variasi model konstruksi kelompok tiang yang diuji, aliran super kritis di hilir model pintu air tipe flap dapat diubah menjadi aliran sub kritis. Variasi yang paling efektif adalah Variasi IV. Pada variasi IV, model tiang dipasang paralel, tinggi model tiang 24 kali diameter model tiang, jarak antar model tiang 1/8 lebar flume, panjang model konstruksi kelompok tiang 1,95 kali jarak antara model konstruksi kelompok tiang dan model pintu air tipe flap.","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130904591","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-12-12DOI: 10.26740/proteksi.v4n2.p96-101
P. Batang, Eceng Gondok, untuk Beton, Safrin Zuraidah, Eceng Gondok untuk Beton
Eceng gondok adalah jenis tanaman gulma tumbuhan air yang mengapung yang pertumbuhannya sangat cepat, hal ini menimbulkan masalah lingkungan, seperti terganggunya ekosistem perairan, menghambat transportasi air, mengurangi daya tampung sungai. Dalam satu sisi perkembangan teknologi tentang material beton yang sangat pesat terutama dalam hal peningkatan performance nya dengan menggunakan serat / fiber sebagai bahan tambahan untuk campuran beton, Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah serat eceng gondok dengan komposisi 0%; 0,05%; 0,15%; 0,25% dan 0,35% dari berat semen bila ditinjau terhadap kuat beton. Metode penelitian eksperimental dengan benda uji silinder 15 x 30 cm berjumlah 45 buah untuk Kuat Tekan dan 15 buah uji untuk Kuat Tarik Belah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji Kuat Tekan beton pada umur 28 hari, limbah tanpa serat eceng gondok 23,11 MPa, pada penambahan komposisi serat hasilnya: 22,45 MPa; 21,03 Mpa; 19,15 Mpa; 17,17 MPa, Sedangkan untuk Uji Kuat Tarik Belah beton 0% sebesar 2,15 MPa, penambahan komposisi limbah hasilnya 1,98 MPa; 1,86 Mpa; 1,77 Mpa; 1,58 Mpa, mengalami penurunan secara signifikan. Dengan demikian penggunaan serat eceng gondok dalam campuran beton tidak direkomendasikan.
{"title":"Penggunaan Limbah Batang Eceng Gondok untuk Beton Fiber","authors":"P. Batang, Eceng Gondok, untuk Beton, Safrin Zuraidah, Eceng Gondok untuk Beton","doi":"10.26740/proteksi.v4n2.p96-101","DOIUrl":"https://doi.org/10.26740/proteksi.v4n2.p96-101","url":null,"abstract":"Eceng gondok adalah jenis tanaman gulma tumbuhan air yang mengapung yang pertumbuhannya sangat cepat, hal ini menimbulkan masalah lingkungan, seperti terganggunya ekosistem perairan, menghambat transportasi air, mengurangi daya tampung sungai. Dalam satu sisi perkembangan teknologi tentang material beton yang sangat pesat terutama dalam hal peningkatan performance nya dengan menggunakan serat / fiber sebagai bahan tambahan untuk campuran beton, Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah serat eceng gondok dengan komposisi 0%; 0,05%; 0,15%; 0,25% dan 0,35% dari berat semen bila ditinjau terhadap kuat beton. Metode penelitian eksperimental dengan benda uji silinder 15 x 30 cm berjumlah 45 buah untuk Kuat Tekan dan 15 buah uji untuk Kuat Tarik Belah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji Kuat Tekan beton pada umur 28 hari, limbah tanpa serat eceng gondok 23,11 MPa, pada penambahan komposisi serat hasilnya: 22,45 MPa; 21,03 Mpa; 19,15 Mpa; 17,17 MPa, Sedangkan untuk Uji Kuat Tarik Belah beton 0% sebesar 2,15 MPa, penambahan komposisi limbah hasilnya 1,98 MPa; 1,86 Mpa; 1,77 Mpa; 1,58 Mpa, mengalami penurunan secara signifikan. Dengan demikian penggunaan serat eceng gondok dalam campuran beton tidak direkomendasikan.","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"7 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133477068","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-12-12DOI: 10.26740/proteksi.v4n2.p120-125
Anna Rosytha, Wiel Musyawiri Suryana, Kristian M Warella
Kegiatan Mendesak Air Baku Sumber Pitu merupakan kegiatan perbaikan jaringan pipa transmisi air baku yang bersumber dari mata air Sumber Pitu, yang mana sumber mata air ini berada di Desa Duwet Krajan Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Kegiatan mendesak disebutkan oleh karena sudah seringnya terjadi kebocoran pipa transmisi air baku sehingga mendesak untuk segera dilaksanakan perbaikan pipa transmisi air baku agar masyarakat Kota Malang tidak terlalu lama dilayani kebutuhan air minumnya dari mata air Sumber Pitu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tahapan pelaksanaan, khususnya teknis perpipaan kegiatan mendesak perbaikan jaringan pipa transmisi sistem penyediaan air baku untuk Kota Malang, yang pengelolaannya dilakukan oleh PDAM Kota Malang. Oleh sebab itu, diperlukan pengumpulan data primer dan sekunder, yang berkaitan dengan khusunya dengan perpipaan dan aksesoriesnya, yaitu katup udara, melakukan pemeriksaan kualitas pipa GIP yang dipasok ke lapangan dan metoda pemasangan pipa yang dilakukan. Dua hal yang penting dalam pekerjaan perbaikan pipa air baku, adalah pekerjaan pipa GIP dan pemasangan katup udara serta penempatannya di jaringan, hal ini membantu pasokan air baku ke PDAM Kota Malang
{"title":"Analisa Tahapan Kegiatan Mendesak Air Baku Sumber Pitu","authors":"Anna Rosytha, Wiel Musyawiri Suryana, Kristian M Warella","doi":"10.26740/proteksi.v4n2.p120-125","DOIUrl":"https://doi.org/10.26740/proteksi.v4n2.p120-125","url":null,"abstract":"Kegiatan Mendesak Air Baku Sumber Pitu merupakan kegiatan perbaikan jaringan pipa transmisi air baku yang bersumber dari mata air Sumber Pitu, yang mana sumber mata air ini berada di Desa Duwet Krajan Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Kegiatan mendesak disebutkan oleh karena sudah seringnya terjadi kebocoran pipa transmisi air baku sehingga mendesak untuk segera dilaksanakan perbaikan pipa transmisi air baku agar masyarakat Kota Malang tidak terlalu lama dilayani kebutuhan air minumnya dari mata air Sumber Pitu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tahapan pelaksanaan, khususnya teknis perpipaan kegiatan mendesak perbaikan jaringan pipa transmisi sistem penyediaan air baku untuk Kota Malang, yang pengelolaannya dilakukan oleh PDAM Kota Malang. Oleh sebab itu, diperlukan pengumpulan data primer dan sekunder, yang berkaitan dengan khusunya dengan perpipaan dan aksesoriesnya, yaitu katup udara, melakukan pemeriksaan kualitas pipa GIP yang dipasok ke lapangan dan metoda pemasangan pipa yang dilakukan. Dua hal yang penting dalam pekerjaan perbaikan pipa air baku, adalah pekerjaan pipa GIP dan pemasangan katup udara serta penempatannya di jaringan, hal ini membantu pasokan air baku ke PDAM Kota Malang","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"9 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127922636","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-12-12DOI: 10.26740/proteksi.v4n2.p108-113
Berkat Cipta Zega, Puguh Novi Prasetyono, Feriza Nadiar, Arik Triarso
Wilayah Indonesia termasuk wilayah yang rawan terhadap terjadinya gempa bumi karena posisi geografis Indonesia yang berada diantara tiga lempeng besar dunia yang terus aktif dan bergerak. Pada bidang konstruksi pengaruh terhadap terjadinya gempa perlu diperhatikan khususnya bangunan yang strukturnya terbuat dari baja. Selama ini bangunan gudang yang terbuat dari baja belum menggunakan bracing pada struktur antar kolom sehingga apabila terjadi gempa maka kemungkinan kerusakan pada bangunan tersebut sangat besar, karena tidak adanya penahan beban geser pada bangunan akibat pergoyangan yang disebabkan oleh gempa bumi. Metode yang dilakukan pada penetian ini adalah metode kuantitatif. Perencanaan bangunan struktur baja menggunakan SNI 1729:2020 untuk mengetahui profil yang digunakan sesuai dengan beban yang terjadi pada struktur bangunan baja. Perencanaan beban gempa sesuai dengan SNI 1726:2012. Analisis data dengan pemodelan struktur menggunakan software SAP2000. Hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa dengan desain bangunan struktur baja menggunakan perkuatan bracing yang diletakkan antar kolom terhadap beban gempa menambah kekakuan struktur bangunan baja tersebut. Didapatkan penurunan gaya axial sebesar 20,57%, gaya geser terjadi penurunan 1,53%, momen mengalami penurunan 1,11%, dan displacement mengalami penurunan 0,46%.
{"title":"Desain Struktur Bangunan Baja Tahan Gempa Menggunakan SNI 1729:2020","authors":"Berkat Cipta Zega, Puguh Novi Prasetyono, Feriza Nadiar, Arik Triarso","doi":"10.26740/proteksi.v4n2.p108-113","DOIUrl":"https://doi.org/10.26740/proteksi.v4n2.p108-113","url":null,"abstract":"Wilayah Indonesia termasuk wilayah yang rawan terhadap terjadinya gempa bumi karena posisi geografis Indonesia yang berada diantara tiga lempeng besar dunia yang terus aktif dan bergerak. Pada bidang konstruksi pengaruh terhadap terjadinya gempa perlu diperhatikan khususnya bangunan yang strukturnya terbuat dari baja. Selama ini bangunan gudang yang terbuat dari baja belum menggunakan bracing pada struktur antar kolom sehingga apabila terjadi gempa maka kemungkinan kerusakan pada bangunan tersebut sangat besar, karena tidak adanya penahan beban geser pada bangunan akibat pergoyangan yang disebabkan oleh gempa bumi. Metode yang dilakukan pada penetian ini adalah metode kuantitatif. Perencanaan bangunan struktur baja menggunakan SNI 1729:2020 untuk mengetahui profil yang digunakan sesuai dengan beban yang terjadi pada struktur bangunan baja. Perencanaan beban gempa sesuai dengan SNI 1726:2012. Analisis data dengan pemodelan struktur menggunakan software SAP2000. Hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa dengan desain bangunan struktur baja menggunakan perkuatan bracing yang diletakkan antar kolom terhadap beban gempa menambah kekakuan struktur bangunan baja tersebut. Didapatkan penurunan gaya axial sebesar 20,57%, gaya geser terjadi penurunan 1,53%, momen mengalami penurunan 1,11%, dan displacement mengalami penurunan 0,46%.","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"96 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114453904","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-12-12DOI: 10.26740/proteksi.v4n2.p114-119
Yudi Ashariyanto, A. Diana, Dwi Deshariyanto
Concrete is a construction material that is the result of a combination of cement, coarse aggregate, fine aggregate, and water mixed together. The work of making concrete can be added an additional material for the benefit of construction work. In this study, 12 test objects (BU) were made using a mold in the form of a cylindrical diameter of 15 cm and a height of 30 cm. The tests carried out were in the form of testing the compressive strength of concrete at the age of 20 days, data analysis, simple linear regression analysis and hypothesis testing f, t test, significance test. The results showed that the variation of eggshell powder, the percentages of 0%, 5% and 10%, increased with an average value of the compressive strength of concrete by and while the variation of 20% experienced a decrease in the simple regression equation Y = 14210.600 + (- 2,957) from In the equation, the variable (X) is the higher the variation of eggshell powder, the (Y) will decrease the compressive strength obtained.
{"title":"Pengaruh Penggunaan Serbuk Kulit Cangkang Telur Sebagai Subsitusi Parsial Semen Terhadap Kuat Tekan Beton","authors":"Yudi Ashariyanto, A. Diana, Dwi Deshariyanto","doi":"10.26740/proteksi.v4n2.p114-119","DOIUrl":"https://doi.org/10.26740/proteksi.v4n2.p114-119","url":null,"abstract":"Concrete is a construction material that is the result of a combination of cement, coarse aggregate, fine aggregate, and water mixed together. The work of making concrete can be added an additional material for the benefit of construction work. In this study, 12 test objects (BU) were made using a mold in the form of a cylindrical diameter of 15 cm and a height of 30 cm. The tests carried out were in the form of testing the compressive strength of concrete at the age of 20 days, data analysis, simple linear regression analysis and hypothesis testing f, t test, significance test. The results showed that the variation of eggshell powder, the percentages of 0%, 5% and 10%, increased with an average value of the compressive strength of concrete by and while the variation of 20% experienced a decrease in the simple regression equation Y = 14210.600 + (- 2,957) from In the equation, the variable (X) is the higher the variation of eggshell powder, the (Y) will decrease the compressive strength obtained.","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131676667","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-06-06DOI: 10.26740/proteksi.v4n1.p28-33
M. Ridwan
Sebuah dinding geser pelat baja Steel Plate Shear Wall (SPSW) adalah struktur yang terbuat dari baja dimana bertugas untuk menahan beban lateral yang terdiri dari tiga komponen, yaitu pelat/panel baja, balok baja yang disebut sebagai horizontal boundary elements (HBE) dan kolom baja yang disebut vertical boudary elements (VBE). SPSW ada beberapa model diantaranya SPSW panel solid dan SPSW panel perforasi. SPSW perforasi membutuhkan dimensi kolom dan balok yang lebih kecil dari SPSW solid untuk menahan gaya axial dan momen guling yang terjadi. Hal ini dikareakan SPSW perforasi lebih elastis dibanding SPSW solid. SPSW perforasi pada plat baja dilakukan untuk mengurangi kekuatan, sehingg memungkinkan penggunaan pelat yang lebih tebal guna meningkatkan kekakuan dan kapasitas disipasi energi tanpa memperbesar ukuran dari HBE dan VBE. SPSW perforasi pada studi ini menggunkan metode penempatan lubang pada SPSW perforations along the plate diagonal. Pendekatan ini terdiri dari 3 variasi model perforasi diantaranya lubang lingkaran, segi empat, dan segi enam berada pada sepanjang diagonal dari pelat baja. Studi SPSW perforasi ini ditujukan untuk mendapatkan model perforasi yang paling efektif ditinjau dari load carrying capacity, top displacement, hysteresis curves dan failure mode. Dalam proses Analisa dan pemodelan simulasinya akan menggunakan software program bantu Abaqus 6.10
{"title":"Studi Perilaku Dinding Geser Pelat Baja Berlubang dengan Pembebanan Siklik","authors":"M. Ridwan","doi":"10.26740/proteksi.v4n1.p28-33","DOIUrl":"https://doi.org/10.26740/proteksi.v4n1.p28-33","url":null,"abstract":"Sebuah dinding geser pelat baja Steel Plate Shear Wall (SPSW) adalah struktur yang terbuat dari baja dimana bertugas untuk menahan beban lateral yang terdiri dari tiga komponen, yaitu pelat/panel baja, balok baja yang disebut sebagai horizontal boundary elements (HBE) dan kolom baja yang disebut vertical boudary elements (VBE). SPSW ada beberapa model diantaranya SPSW panel solid dan SPSW panel perforasi. SPSW perforasi membutuhkan dimensi kolom dan balok yang lebih kecil dari SPSW solid untuk menahan gaya axial dan momen guling yang terjadi. Hal ini dikareakan SPSW perforasi lebih elastis dibanding SPSW solid. SPSW perforasi pada plat baja dilakukan untuk mengurangi kekuatan, sehingg memungkinkan penggunaan pelat yang lebih tebal guna meningkatkan kekakuan dan kapasitas disipasi energi tanpa memperbesar ukuran dari HBE dan VBE. SPSW perforasi pada studi ini menggunkan metode penempatan lubang pada SPSW perforations along the plate diagonal. Pendekatan ini terdiri dari 3 variasi model perforasi diantaranya lubang lingkaran, segi empat, dan segi enam berada pada sepanjang diagonal dari pelat baja. Studi SPSW perforasi ini ditujukan untuk mendapatkan model perforasi yang paling efektif ditinjau dari load carrying capacity, top displacement, hysteresis curves dan failure mode. Dalam proses Analisa dan pemodelan simulasinya akan menggunakan software program bantu Abaqus 6.10","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"81 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115414439","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-06-06DOI: 10.26740/proteksi.v4n1.p34-41
R. Santosa, Bambang Sujatmiko, Dhevin Baswara Hendatama
Karakteristik campuran asphalt concerte – binder course dengan sumber material yang berasal dari quarry di wilayah kecamatan pakusari kabupaten Jember, pada tahun ini terdapat paket pembangunan jalan Sumberjo – Sidodadi di kabupaten jember. Untuk produksi aspal beton yang digunakan di AMP PT. Gunung Kelabat Citra Abadi dengan jenis aspal Pertamina Pen.60/70. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik campuran asphalt concerte binder course pada paket pembangunan jalan sumberjo – sidodadi. Ditinjau dari nilai Stabilitas Marshall, kepadatan(density), kelehan(flow), VIM(Void In Mix), VMA(Void In Mineral Aggregate), VFB(Void Filled Bitumen) dan Marshall Quatient. Eksperimen ini menggunakan metode pengujian campuran aspal panas(Hot Mix) Marshall. Penelitian ini terdiri dari 5 varian , masing masing varian menggunakan kadar aspal yang berbeda yaitu: 4,5%, 5%, 5,5%, 6% dan 6,5%. Dengan masing masing varian dibuat 3 sampel benda uji. Hasil dari penelitian ini adalah kadar aspal optimum 5,5% dengan hasil nilai Density 2,304 gr/cc, VMA sebesar 15,6%, nilai VFB sebesar 70,75%, nilai VIM sebesar 4,56%, stabilitas Marshall 1142 kg dan nilai flow 3,5mm.
{"title":"Karakteristik Campuran Asphalt Concrete – Binder Course pada Paket Pembangunan Jalan Sumberjo Sidodadi Jember","authors":"R. Santosa, Bambang Sujatmiko, Dhevin Baswara Hendatama","doi":"10.26740/proteksi.v4n1.p34-41","DOIUrl":"https://doi.org/10.26740/proteksi.v4n1.p34-41","url":null,"abstract":"Karakteristik campuran asphalt concerte – binder course dengan sumber material yang berasal dari quarry di wilayah kecamatan pakusari kabupaten Jember, pada tahun ini terdapat paket pembangunan jalan Sumberjo – Sidodadi di kabupaten jember. Untuk produksi aspal beton yang digunakan di AMP PT. Gunung Kelabat Citra Abadi dengan jenis aspal Pertamina Pen.60/70. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik campuran asphalt concerte binder course pada paket pembangunan jalan sumberjo – sidodadi. Ditinjau dari nilai Stabilitas Marshall, kepadatan(density), kelehan(flow), VIM(Void In Mix), VMA(Void In Mineral Aggregate), VFB(Void Filled Bitumen) dan Marshall Quatient. Eksperimen ini menggunakan metode pengujian campuran aspal panas(Hot Mix) Marshall. Penelitian ini terdiri dari 5 varian , masing masing varian menggunakan kadar aspal yang berbeda yaitu: 4,5%, 5%, 5,5%, 6% dan 6,5%. Dengan masing masing varian dibuat 3 sampel benda uji. Hasil dari penelitian ini adalah kadar aspal optimum 5,5% dengan hasil nilai Density 2,304 gr/cc, VMA sebesar 15,6%, nilai VFB sebesar 70,75%, nilai VIM sebesar 4,56%, stabilitas Marshall 1142 kg dan nilai flow 3,5mm.","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"22 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130620725","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-06-06DOI: 10.26740/proteksi.v4n1.p14-20
Yogie Risdianto, Nur Andajani, Andang Widjaya, K. Handayani, Meity Wulandari
Dunia kontruksi membutuhkan inovasi dan alternatif untuk membuat material baru yang lebih baik. Khususnya pada beton ringan, dapat ditambahkan alternatif berupa bahan yang lebih rendah biaya dengan memanfaatkan limbah dan bahan lain yang kandungannya dapat menambah kekuatan pada beton ringan. Penelitian ini menggunakan abu sekam padi dan Carbon Nanotube sebagai bahan peyusun. Abu sekam padi merupakan limbah dari hasil pembakaran sekam padi yang memiliki kandungan silika yang cukup tinggi dan Carbon Nanotube (CNTs) adalah salah satu jenis dari karbon nano material. Penggunaan dua material selain semen dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pada kuat tekan, berat volume, dan penyerapan air. Metode yang digunakan eksperimen dilaboratorium sehingga dapat diketahui proses dan cara-cara yang paling optimal. Pengumpulan data diambil dengan cara membuat benda uji berbentuk kubus 5x5x5 cm pada umur 3, 7, 14, 21, dan 28 hari. Hasil penelitian ini dalam penambahan abu sekam padi dan CNTs tersebut dihasilkan kuat tekan beton ringan tertinggi pada variasi 15% sebesar 0.594 MPa dengan berat volume sebesar 0.99gr/cm3, sedangkan pada variasi 0.0% sebagai kontrol diperoleh kuat tekan 0.66 MPa dengan berat volume sebesar 0.85gr/cm3, dengan pengujian umur 14 hari.
建筑世界需要创新和替代来创造更好的新材料。特别是轻混凝土,可以通过利用废弃物和其他材料来增加低成本材料的替代材料,这些材料可以为轻混凝土增加动力。这项研究使用稻壳灰和碳纳米管作为管道材料。米糠灰是燃烧米糠中含有足够高硅胶的废物,碳纳米管是一种材料碳纳米管。在这项研究中使用水泥以外的两种材料来确定对高压、体积和水密的影响。实验室使用的实验方法可以确定最优的过程和方法。收集数据的方法是在3、7、14、21和28天制造一个5x5x5厘米的立方体物体。这项研究的结果是,米糠和CNTs所产生的强效光混凝土为0.594 mm /cm3的0.15%增量为0.99克/cm3,而在0.0.0%的强度下,控制强度为0.66 MPa,其重量为0.85gr/cm3,测试为14天。
{"title":"Abu Sekam Padi dan Carbon Nanotube sebagai Material Alternatif Penyusun Beton Ringan Seluler","authors":"Yogie Risdianto, Nur Andajani, Andang Widjaya, K. Handayani, Meity Wulandari","doi":"10.26740/proteksi.v4n1.p14-20","DOIUrl":"https://doi.org/10.26740/proteksi.v4n1.p14-20","url":null,"abstract":"Dunia kontruksi membutuhkan inovasi dan alternatif untuk membuat material baru yang lebih baik. Khususnya pada beton ringan, dapat ditambahkan alternatif berupa bahan yang lebih rendah biaya dengan memanfaatkan limbah dan bahan lain yang kandungannya dapat menambah kekuatan pada beton ringan. Penelitian ini menggunakan abu sekam padi dan Carbon Nanotube sebagai bahan peyusun. Abu sekam padi merupakan limbah dari hasil pembakaran sekam padi yang memiliki kandungan silika yang cukup tinggi dan Carbon Nanotube (CNTs) adalah salah satu jenis dari karbon nano material. Penggunaan dua material selain semen dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pada kuat tekan, berat volume, dan penyerapan air. Metode yang digunakan eksperimen dilaboratorium sehingga dapat diketahui proses dan cara-cara yang paling optimal. Pengumpulan data diambil dengan cara membuat benda uji berbentuk kubus 5x5x5 cm pada umur 3, 7, 14, 21, dan 28 hari. Hasil penelitian ini dalam penambahan abu sekam padi dan CNTs tersebut dihasilkan kuat tekan beton ringan tertinggi pada variasi 15% sebesar 0.594 MPa dengan berat volume sebesar 0.99gr/cm3, sedangkan pada variasi 0.0% sebagai kontrol diperoleh kuat tekan 0.66 MPa dengan berat volume sebesar 0.85gr/cm3, dengan pengujian umur 14 hari.","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"7 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131698110","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}