Pub Date : 2022-06-06DOI: 10.26740/proteksi.v4n1.p59-66
Nurmi Frida Dorintan Bertua Pakpahan
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara kepedulian dan empati dengan perilaku penghuni dalam melestarikan fungsi lingkungan perumahan massal di Penjaringan Sari, Surabaya. Metode penelitian adalah survei dengan korelasi dan regresi. Instrumen yang digunakan model skala Likert, meliputi: 1) perilaku penghuni melestarikan fungsi lingkungan (rit = 0.906); 2) kepedulian lingkungan (rit = 0.836); 3) empati (rit = 0.873). Hasil penelitian menunjukkan, terdapat hubungan positif antara: 1) kepedulian lingkungan (X1) dan perilaku dalam melestarikan fungsi lingkungan perumahan massal (Y). Diperoleh Fh = 27.15 > Ft = 6.90 (a = 0.01), koefisien arah regresi Y atas X1 linear dan signifikan pada persamaan regresi Ŷ = 29.39 + 0.77 X1; 2) empati (X2) dan perilaku penghuni dalam melestarikan fungsi lingkungan (Y). Diperoleh Fh = 23.92 > Ft = 6.90 (a = 0.01), koefisien arah regresi Y atas X2 linear dan signifikan pada persamaan regresi Ŷ = 34.99 + 0.68 X2; 3) kepedulian lingkungan (X1) dan empati (X2) secara bersama dengan perilaku dalam melestarikan fungsi lingkungan (Y). Diperoleh Fh = 27.15 > Ft = 6.90 (a = 0.01), koefisien arah regresi Y atas X1 linear dan signifikan pada persamaan regresi jamak Ŷ = 0,998 + 0,518 X1 + 0,436 X2.
研究的目的是确定关心和同情与居住者在泗水Penjaringan Sari保护大规模住房功能方面的行为之间的关系。研究方法是对相关性和回归进行调查。使用Likert音阶模型的工具包括:1)居住者的行为维护了环境功能(rit = 906);环境关怀(rit = 0,836);3)同理心(rit = 0,873)。研究的结果显示,有:1)环境问题之间存在正相关关系(X1)和大规模保存功能居民区中的行为(Y)获得了Fh = 27。15 > Ft = 6 . 90 (a = 0。01)X1的回归Y方向滑动系数,而显著的线性回归方程Ŷ= 29。39 + 0。77 X1;2)同理心(xn)和环境中的居民的行为来保护功能(Y)获得了Fh = 23。92 > Ft = 6 . 90 (a = 0。01),xn的回归系数方向Y而显著的线性回归方程Ŷxn = 34 . 99 + 0。68;3)环境问题(X1)和同理心的行为(xn)共同获得保存函数(Y)的环境中。Fh 15 > Ft = 6 = 27。90 (a = 0。01),Y方向回归系数的多元线性回归方程而显著的X1Ŷ= 0.998 0.518 X1 + 0.436 xn。
{"title":"Perilaku Penghuni dalam Melestarikan Fungsi Lingkungan Perumahan Massal","authors":"Nurmi Frida Dorintan Bertua Pakpahan","doi":"10.26740/proteksi.v4n1.p59-66","DOIUrl":"https://doi.org/10.26740/proteksi.v4n1.p59-66","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara kepedulian dan empati dengan perilaku penghuni dalam melestarikan fungsi lingkungan perumahan massal di Penjaringan Sari, Surabaya. Metode penelitian adalah survei dengan korelasi dan regresi. Instrumen yang digunakan model skala Likert, meliputi: 1) perilaku penghuni melestarikan fungsi lingkungan (rit = 0.906); 2) kepedulian lingkungan (rit = 0.836); 3) empati (rit = 0.873). Hasil penelitian menunjukkan, terdapat hubungan positif antara: 1) kepedulian lingkungan (X1) dan perilaku dalam melestarikan fungsi lingkungan perumahan massal (Y). Diperoleh Fh = 27.15 > Ft = 6.90 (a = 0.01), koefisien arah regresi Y atas X1 linear dan signifikan pada persamaan regresi Ŷ = 29.39 + 0.77 X1; 2) empati (X2) dan perilaku penghuni dalam melestarikan fungsi lingkungan (Y). Diperoleh Fh = 23.92 > Ft = 6.90 (a = 0.01), koefisien arah regresi Y atas X2 linear dan signifikan pada persamaan regresi Ŷ = 34.99 + 0.68 X2; 3) kepedulian lingkungan (X1) dan empati (X2) secara bersama dengan perilaku dalam melestarikan fungsi lingkungan (Y). Diperoleh Fh = 27.15 > Ft = 6.90 (a = 0.01), koefisien arah regresi Y atas X1 linear dan signifikan pada persamaan regresi jamak Ŷ = 0,998 + 0,518 X1 + 0,436 X2.","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"10 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124014669","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-06-06DOI: 10.26740/proteksi.v4n1.p42-47
Puguh Novi Prasetyono, Hasan Dani
Perpindahan masyarakat ke kota untuk mencari pekerjaan tentunya juga sejalan dengan meningkatnya akan kebutuhan tempat tinggal seperti rumah susun, apartemen, serta bangunan gedung lain yang difungsikan sebagai tempat tinggal. Proses pembangunan Gedung konstruksi merupakan suatu kegiatan yang komplek dan melibatkan banyak pihak. Dengan kondisi tersebut membuat pekerjaan konstruksi menjadi tidak aman dan rentan terhadap beberapa risiko yang mungkin terjadi dan dapat berdapak negatif. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko pada pekerjaan proyek konstruksi bangunan gedung sebagai tempat tinggal. Penelitian ini merupakan eksploratif deskriptif dengan responden dari praktisi industri konstruksi yang pernah yang pernah mengerjakan proyek gedung. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara langsung kepada para responden. Berdasarkan hasil pembahasan terdapat 13 sumber risiko yaitu Planning (Perencanaan), Environmental (Lingkungan), Ekonomic (Ekonomi), Financial (Keuangan), Political (Politik), Market (Pemasaran), Natural (Alami), Technical (Teknik), Human (Manusia), Project Proyek, Crime (Kriminal), dan Safety (Keselamatan). Sedangkan ketidakpastian yang sering terjadi dari masing-masing sumber tersebut antara lain dampak sosial dan ekonomi, perijinan, inflasi, kerugian, perundang-undangan, persaingan, kondisi cuaca, kelengkapan desain, kelalaian, perencanaan dan penendalian, pencurian, tidak menaati k3.
{"title":"Identifikasi Risiko pada Pekerjaan Proyek Konstruksi Bangunan Gedung sebagai Tempat Tinggal","authors":"Puguh Novi Prasetyono, Hasan Dani","doi":"10.26740/proteksi.v4n1.p42-47","DOIUrl":"https://doi.org/10.26740/proteksi.v4n1.p42-47","url":null,"abstract":"Perpindahan masyarakat ke kota untuk mencari pekerjaan tentunya juga sejalan dengan meningkatnya akan kebutuhan tempat tinggal seperti rumah susun, apartemen, serta bangunan gedung lain yang difungsikan sebagai tempat tinggal. Proses pembangunan Gedung konstruksi merupakan suatu kegiatan yang komplek dan melibatkan banyak pihak. Dengan kondisi tersebut membuat pekerjaan konstruksi menjadi tidak aman dan rentan terhadap beberapa risiko yang mungkin terjadi dan dapat berdapak negatif. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko pada pekerjaan proyek konstruksi bangunan gedung sebagai tempat tinggal. Penelitian ini merupakan eksploratif deskriptif dengan responden dari praktisi industri konstruksi yang pernah yang pernah mengerjakan proyek gedung. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara langsung kepada para responden. Berdasarkan hasil pembahasan terdapat 13 sumber risiko yaitu Planning (Perencanaan), Environmental (Lingkungan), Ekonomic (Ekonomi), Financial (Keuangan), Political (Politik), Market (Pemasaran), Natural (Alami), Technical (Teknik), Human (Manusia), Project Proyek, Crime (Kriminal), dan Safety (Keselamatan). Sedangkan ketidakpastian yang sering terjadi dari masing-masing sumber tersebut antara lain dampak sosial dan ekonomi, perijinan, inflasi, kerugian, perundang-undangan, persaingan, kondisi cuaca, kelengkapan desain, kelalaian, perencanaan dan penendalian, pencurian, tidak menaati k3.","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"69 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131601891","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-06-06DOI: 10.26740/proteksi.v4n1.p7-13
Bagus Dwipurwanto
Proyek konstruksi merupakan rangkaian kegiatan dengan titik awal dan titik akhir yang menghasilkan hasil tertentu seperti konstruksi bangunan gedung. Perkembangan industri konstruksi berhubungan erat dengan pelaksanaan pembangunan di segala bidang yang saat ini masih terus giat dilaksanakan. Faktor biaya merupakan bahan pertimbangan utama dalam penyelenggaraan konstruksi, sehingga biaya proyek harus dikelola dengan baik untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya cost overrun. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan cost overrun pada proyek konstruksi gedung di Surabaya. Selain itu, uji korelasi juga dilakukanpada penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antar faktor penyebab cost overrun. Hasil dari penelitian ini adalah diketahui bahwa 5 sub faktor penyebab terjadinya cost overrun pada proyek konstruksi gedung di Surabaya adalah penjadwalan yang kurang baik, kurangnya koordinasi antara kontraktor utama dan sub kontraktor, adanya masalah pendanaan dari owner, terlalu banyak pengulangan pekerjaan karena mutu yang kurang baik dan keterlambatan jadwal. 5 sub faktor tersebut merupakan bagian dari faktor Pelaksanaan dan Hubungan Kerja (X2), Keuangan Proyek (X7) dan Waktu Pelaksanaan (X8) yang mana ketiga faktor tersebut terbukti saling berkorelasi signifikan.
{"title":"Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Cost Overrun pada Proyek Konstruksi Gedung di Surabaya","authors":"Bagus Dwipurwanto","doi":"10.26740/proteksi.v4n1.p7-13","DOIUrl":"https://doi.org/10.26740/proteksi.v4n1.p7-13","url":null,"abstract":"Proyek konstruksi merupakan rangkaian kegiatan dengan titik awal dan titik akhir yang menghasilkan hasil tertentu seperti konstruksi bangunan gedung. Perkembangan industri konstruksi berhubungan erat dengan pelaksanaan pembangunan di segala bidang yang saat ini masih terus giat dilaksanakan. Faktor biaya merupakan bahan pertimbangan utama dalam penyelenggaraan konstruksi, sehingga biaya proyek harus dikelola dengan baik untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya cost overrun. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan cost overrun pada proyek konstruksi gedung di Surabaya. Selain itu, uji korelasi juga dilakukanpada penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antar faktor penyebab cost overrun. Hasil dari penelitian ini adalah diketahui bahwa 5 sub faktor penyebab terjadinya cost overrun pada proyek konstruksi gedung di Surabaya adalah penjadwalan yang kurang baik, kurangnya koordinasi antara kontraktor utama dan sub kontraktor, adanya masalah pendanaan dari owner, terlalu banyak pengulangan pekerjaan karena mutu yang kurang baik dan keterlambatan jadwal. 5 sub faktor tersebut merupakan bagian dari faktor Pelaksanaan dan Hubungan Kerja (X2), Keuangan Proyek (X7) dan Waktu Pelaksanaan (X8) yang mana ketiga faktor tersebut terbukti saling berkorelasi signifikan.","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"42 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121539769","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-06-06DOI: 10.26740/proteksi.v4n1.p1-6
G. M. Nizar, Adhi Muhtadi
Simpang Kletek Taman merupakan area sering dilalui akses kendaraan yang padat di kota Sidoarjo, karena adanya Pasar Induk Modern Agrobis Puspa Agro dibangun di kawasan tersebut. Perhitungan kinerja simpang peneliti menggunakan metode MKJJI (Manual Kapasitas Jalan Indonesia) dan melakukan survai fasilitas keselamatan jalan. Metode penelitian dimulai dengan pengumpulan data (survai volume lalu lintas dan geometrik simpang), selanjutnya mencari data literatur. Tahap selanjutnya melakukan analisa kinerja simpang dan survai langsung fasilitas keselamatan jalan. Kondisi eksisting dua fase menunjukan tingkat pelayanan simpang masuk zona F, dengan data Derajat kejenuhan 1,19, Panjang antrian adalah 598.5 m, Rasio kendaraan stop adalah 2,392 stop/smp, tundaan simpang rata-rata 93 det/smp. Data kajian persimpangan Kletek - Sawunggaling pada tahun 2026 kajian simpang diganti ke tiga fase kondisi tahun 2026 tingkat pelayanan simpang masuk zona E, dengan data dari kajian menunjukan Derajat kejenuhan 0,49, Panjang antrian adalah 125,9 m, Rasio kendaraan stop adalah 0.780 stop/smp, tundaan simpang rata-rata 76 det/smp. dari survai fasilitas keselamatan Jalan kondisi sekarang masih kurangnya fasilitas pada simpang. Solusinya adalah geometri simpang (pelebaran Jalan), pengaturan sinyal 3 fase, dan kelengkapan fasilitas Jalan dilengkapi dengan baik.
{"title":"Evaluasi Kinerja Simpang Bersinyal dan Fasilitas Keselamatan Jalan di Simpang Kletek – Sawunggaling Taman Sidoarjo","authors":"G. M. Nizar, Adhi Muhtadi","doi":"10.26740/proteksi.v4n1.p1-6","DOIUrl":"https://doi.org/10.26740/proteksi.v4n1.p1-6","url":null,"abstract":"Simpang Kletek Taman merupakan area sering dilalui akses kendaraan yang padat di kota Sidoarjo, karena adanya Pasar Induk Modern Agrobis Puspa Agro dibangun di kawasan tersebut. Perhitungan kinerja simpang peneliti menggunakan metode MKJJI (Manual Kapasitas Jalan Indonesia) dan melakukan survai fasilitas keselamatan jalan. Metode penelitian dimulai dengan pengumpulan data (survai volume lalu lintas dan geometrik simpang), selanjutnya mencari data literatur. Tahap selanjutnya melakukan analisa kinerja simpang dan survai langsung fasilitas keselamatan jalan. Kondisi eksisting dua fase menunjukan tingkat pelayanan simpang masuk zona F, dengan data Derajat kejenuhan 1,19, Panjang antrian adalah 598.5 m, Rasio kendaraan stop adalah 2,392 stop/smp, tundaan simpang rata-rata 93 det/smp. Data kajian persimpangan Kletek - Sawunggaling pada tahun 2026 kajian simpang diganti ke tiga fase kondisi tahun 2026 tingkat pelayanan simpang masuk zona E, dengan data dari kajian menunjukan Derajat kejenuhan 0,49, Panjang antrian adalah 125,9 m, Rasio kendaraan stop adalah 0.780 stop/smp, tundaan simpang rata-rata 76 det/smp. dari survai fasilitas keselamatan Jalan kondisi sekarang masih kurangnya fasilitas pada simpang. Solusinya adalah geometri simpang (pelebaran Jalan), pengaturan sinyal 3 fase, dan kelengkapan fasilitas Jalan dilengkapi dengan baik.","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"82 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115593720","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pada setiap pelaksanaan proyek, sumberdaya dalam hal ini dimaksudkan tenaga kerja dimana tanpa sumberdaya tenaga kerja maka suatu proyek tidak mungkin dapat berjalan. Alokasi sumberdaya dikategorikan menjadi 2 kategori, yaitu alokasi sumberdaya terbatas dan alokasi sumberdaya tak terbatas, adanya keterbatasan dari sumberdaya inilah yang menyebabkan perencanaan sumberdaya yang langka seperti tenaga kerja harus dibuat sebaik mungkin.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penjadwalan penyelesaian proyek dan untuk mendapatkan lamanya waktu pengerjaan dengan sumberdaya terbatas. Metode yang digunakan pada analisis ini yaitu menggunakan metode pengamatan langsung, adapun software bantuan yang digunakan yaitu Microsoft project. Berdasarkan dari hasil analisis perhitungan maka didapat durasi normal 28 hari sedangkan Crash duration 23 hari dengan selisih 5 hari.
{"title":"Penjadwalan Penyelesaian Proyek Revitalisasi Aula Muzdalifah Asrama Haji dengan Menggunakan Sumber Daya Terbatas","authors":"Maulidya Octaviani Bustamin, Bambang Sujatmiko, Nando Winnet Mazaya","doi":"10.26740/proteksi.v4n1.p21-27","DOIUrl":"https://doi.org/10.26740/proteksi.v4n1.p21-27","url":null,"abstract":"Pada setiap pelaksanaan proyek, sumberdaya dalam hal ini dimaksudkan tenaga kerja dimana tanpa sumberdaya tenaga kerja maka suatu proyek tidak mungkin dapat berjalan. Alokasi sumberdaya dikategorikan menjadi 2 kategori, yaitu alokasi sumberdaya terbatas dan alokasi sumberdaya tak terbatas, adanya keterbatasan dari sumberdaya inilah yang menyebabkan perencanaan sumberdaya yang langka seperti tenaga kerja harus dibuat sebaik mungkin.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penjadwalan penyelesaian proyek dan untuk mendapatkan lamanya waktu pengerjaan dengan sumberdaya terbatas. Metode yang digunakan pada analisis ini yaitu menggunakan metode pengamatan langsung, adapun software bantuan yang digunakan yaitu Microsoft project. Berdasarkan dari hasil analisis perhitungan maka didapat durasi normal 28 hari sedangkan Crash duration 23 hari dengan selisih 5 hari.","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"30 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127453853","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-06-06DOI: 10.26740/proteksi.v4n1.p48-58
Anna Rosytha, Anton Cristiyan
Kecamatan Maduran yang terdiri dari 17 desa berada di Kabupaten Lamongan merupakan salah satu daerah yang mengalamai peningkatan jumlah penduduk yag cukup tinggi tetapi tidak diimbangi dengan peningkatan distribusi air minum yang baik, sehingga daerah ini sering mengalami kesuliatan air bersih khususnya di musim kemarau. Dalam studi ini dilakukan perencanaan distribusi air bersih SPAM yang akan diambilkan IPAM Kecamatan Sekarang, dimana berdasarkan data dari Perum Jasa Tirta IPAM Sekarang memiliki debit 30 l/dtk dan hanya melayani dengan besaran debit 15,18 l/dtk. Sehingga memiliki cadangan debit 14,82 l/dtk. Cadangan debit ini yang akan dihitung sampai berapa besar dapat didistribusikan ke Kecematan Maduran dengan menggunakan data pertumbuhan penduduk 10 tahun kedepan. Dengan menggunakan metode geometri diketahui perkiraan jumlah penduduk sampai dengan tahun 2029 sebesar 39.929 Jiwa dengan kebutuhan air bersih sebesar 55,47 lt/dt sehingga dari hasil perhitungan didapatkan sisa debit dari IPAM Serkarang hanya mampu mengairi 4 desa dengan total kebutuhan 12,22 l/dtk pada jam puncak. Hasil Analisis dengan Watercad V8i didapatkan diameter pipa yang efisien adalah 150mm dan 100mm. Sistem distribusi yang dapat digunakan adalah sistem bercabang dengan pump system dan menggunakan konsep intermittent system.
{"title":"Perencanaan Sistem Distribusi Air Bersih Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan","authors":"Anna Rosytha, Anton Cristiyan","doi":"10.26740/proteksi.v4n1.p48-58","DOIUrl":"https://doi.org/10.26740/proteksi.v4n1.p48-58","url":null,"abstract":"Kecamatan Maduran yang terdiri dari 17 desa berada di Kabupaten Lamongan merupakan salah satu daerah yang mengalamai peningkatan jumlah penduduk yag cukup tinggi tetapi tidak diimbangi dengan peningkatan distribusi air minum yang baik, sehingga daerah ini sering mengalami kesuliatan air bersih khususnya di musim kemarau. Dalam studi ini dilakukan perencanaan distribusi air bersih SPAM yang akan diambilkan IPAM Kecamatan Sekarang, dimana berdasarkan data dari Perum Jasa Tirta IPAM Sekarang memiliki debit 30 l/dtk dan hanya melayani dengan besaran debit 15,18 l/dtk. Sehingga memiliki cadangan debit 14,82 l/dtk. Cadangan debit ini yang akan dihitung sampai berapa besar dapat didistribusikan ke Kecematan Maduran dengan menggunakan data pertumbuhan penduduk 10 tahun kedepan. Dengan menggunakan metode geometri diketahui perkiraan jumlah penduduk sampai dengan tahun 2029 sebesar 39.929 Jiwa dengan kebutuhan air bersih sebesar 55,47 lt/dt sehingga dari hasil perhitungan didapatkan sisa debit dari IPAM Serkarang hanya mampu mengairi 4 desa dengan total kebutuhan 12,22 l/dtk pada jam puncak. Hasil Analisis dengan Watercad V8i didapatkan diameter pipa yang efisien adalah 150mm dan 100mm. Sistem distribusi yang dapat digunakan adalah sistem bercabang dengan pump system dan menggunakan konsep intermittent system.","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"65 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132267975","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-01-06DOI: 10.26740/proteksi.v3n2.p71-76
Endry Yoshua Todar Todar, Nomeritae Nomeritae, I. M. Kamiana
Abstrak Kota Palangka Raya adalah daerah yang sedang berkembang dimana adanya peningkatan jumlah penduduk. Hal tersebut dapat menimbulkan dampak lingkungan, salah satunya meningkatnya jumlah tumpukan sampah. Sampah ini harus dikelola dan dibuang pada tempat yang seharusnya, agar tidak membahayakan lingkungan dan melindungi investasi pembangunan. Misalnya sampah tersebut dibuang pada saluran drainase yang dapat menyebabkan kecepatan drainase dapat berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kecepatan analitis dan kecepatan terukur, kemudian mengetahui hubungan besar parameter hidrolis (RAnalitis dan RTerukur) akibat sampah padat yang mengalir, dan mengetahui hubungan antara volume sampah padat terhadap kecepatan terukur. Mengenai perbandingan antara kecepatan terukur dan analitis secara umum terjadi overpredict. Untuk hubungan parameter hidrolis (RTerukur dan RAnalitis) didapat nilai R2 sebesar 0,9987, dengan hubungan persamaan regresi polynominal derajat 2 yaitu y = 0,0005x2 - 0,0137x + 0,0705. Dan hubungan volume sampah padat dan kecepatan teukur didapat nilai R2 sebesar 0,9968, dengan hubungan persamaan regresi polynomial derajat 2 yaitu y = -0,0044x2 – 0,0257x + 0,3953.
{"title":"Perubahan Parameter Hidrolis Pada Drainase Primer Dengan Dinding Alami Akibat Sampah Padat","authors":"Endry Yoshua Todar Todar, Nomeritae Nomeritae, I. M. Kamiana","doi":"10.26740/proteksi.v3n2.p71-76","DOIUrl":"https://doi.org/10.26740/proteksi.v3n2.p71-76","url":null,"abstract":"Abstrak \u0000Kota Palangka Raya adalah daerah yang sedang berkembang dimana adanya peningkatan jumlah penduduk. Hal tersebut dapat menimbulkan dampak lingkungan, salah satunya meningkatnya jumlah tumpukan sampah. Sampah ini harus dikelola dan dibuang pada tempat yang seharusnya, agar tidak membahayakan lingkungan dan melindungi investasi pembangunan. Misalnya sampah tersebut dibuang pada saluran drainase yang dapat menyebabkan kecepatan drainase dapat berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kecepatan analitis dan kecepatan terukur, kemudian mengetahui hubungan besar parameter hidrolis (RAnalitis dan RTerukur) akibat sampah padat yang mengalir, dan mengetahui hubungan antara volume sampah padat terhadap kecepatan terukur. Mengenai perbandingan antara kecepatan terukur dan analitis secara umum terjadi overpredict. Untuk hubungan parameter hidrolis (RTerukur dan RAnalitis) didapat nilai R2 sebesar 0,9987, dengan hubungan persamaan regresi polynominal derajat 2 yaitu y = 0,0005x2 - 0,0137x + 0,0705. Dan hubungan volume sampah padat dan kecepatan teukur didapat nilai R2 sebesar 0,9968, dengan hubungan persamaan regresi polynomial derajat 2 yaitu y = -0,0044x2 – 0,0257x + 0,3953.","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"10 4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116039448","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-01-06DOI: 10.26740/proteksi.v3n2.p83-88
Ikbal Akbar Said, S. P. Silitonga, Desi Riani
Secara kuantitatif, Universitas Palangka Raya telah mengalami peningkatan yang luar biasa selama satu dekade terakhir. Dengan demikian, banyaknya peningkatan kuantitas penduduk kampus tahun demi tahun sehingga dibutuhkan sistem pengaturan yang baik untuk masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi tarikan pergerakan yang terjadi pada kampus UPR dalam jangka sepuluh tahun kedepan. Metode yang digunakan yaitu analisis trend moment untuk mengetahui trend perkembangan jumlah mahasiswa. Sedangkan untuk jumlah dosen dan staff diprediksi menggunakan rasio terhadap jumlah mahasiswa. Kemudian tarikan pergerakan diprediksi berdasarkan hasil kuesioner presentase intensitas harian menuju kampus dan kebiasaan pemilihan moda menuju kampus saat ini. Dari hasil analisis data, didapat prediksi tarikan pergerakan pada tahun 2021 sampai 2030 yaitu berkisar antara 19222 sampai 29903 orang/hari atau 18376 sampai 28587 kendaraan perhari dengan komposisi pemilihan moda 2% pejalan kaki; 2,3% pengguna sepeda; 78,2% pengguna sepeda motor; dan 17,4% pengguna mobil.
{"title":"Prediksi Tarikan Pergerakan Akibat Pengembangan Kampus Universitas Palangka Raya","authors":"Ikbal Akbar Said, S. P. Silitonga, Desi Riani","doi":"10.26740/proteksi.v3n2.p83-88","DOIUrl":"https://doi.org/10.26740/proteksi.v3n2.p83-88","url":null,"abstract":"Secara kuantitatif, Universitas Palangka Raya telah mengalami peningkatan yang luar biasa selama satu dekade terakhir. Dengan demikian, banyaknya peningkatan kuantitas penduduk kampus tahun demi tahun sehingga dibutuhkan sistem pengaturan yang baik untuk masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi tarikan pergerakan yang terjadi pada kampus UPR dalam jangka sepuluh tahun kedepan. Metode yang digunakan yaitu analisis trend moment untuk mengetahui trend perkembangan jumlah mahasiswa. Sedangkan untuk jumlah dosen dan staff diprediksi menggunakan rasio terhadap jumlah mahasiswa. Kemudian tarikan pergerakan diprediksi berdasarkan hasil kuesioner presentase intensitas harian menuju kampus dan kebiasaan pemilihan moda menuju kampus saat ini. Dari hasil analisis data, didapat prediksi tarikan pergerakan pada tahun 2021 sampai 2030 yaitu berkisar antara 19222 sampai 29903 orang/hari atau 18376 sampai 28587 kendaraan perhari dengan komposisi pemilihan moda 2% pejalan kaki; 2,3% pengguna sepeda; 78,2% pengguna sepeda motor; dan 17,4% pengguna mobil.","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"224 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122476690","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-06-11DOI: 10.26740/proteksi.v3n1.p28-33
Arik Triarso
Proyek pembangunan Gedung Parkir RSUD Dr. Soedono Madiun melakukan pengujian CPT dan SPT sekaligus untuk mendapatkan daya dukung pondasi. Oleh karena itu dua metode perhitungan daya dukung berdasarkan data CPT dan data SPT perlu dilakukan untuk dapat mengetahui perbandingan dari keduanya. Proses pengumpulan data di dalam penelitian ini dimulai dengan pengamatan data dari pengujian tanahyang terdiri dari SPT dan CPT. Pengolahan data dilakukan dengan mencari titik CPT dan SPT yang berdekatan lokasi pengujiannya, kemudian dari data CPT dicari nilai konus, JHP (Jumlah hambatan pelekat), dan rasio gesek. Sedangkan dari data SPT dicari nilai N (jumlah pukulan). Kemudian dari data tersebut dilakukan analisa daya dukung pondasinya. Hasil estimasi perkiraan jenis tanah dari data CPT secara garis besar sama dengan diskripsi visual jenis tanah dari data SPT. Hasil SPT dan CPT memberikan informasi kriteria yang sama. Hasil perhitungan daya berdasarkan data SPT dan CPT memberikan hasil yang relatif sesuai. Hasil perhitungan kapasitas daya dukung kelompok tiang pancang berdasarkan data SPT dan CPT memberikan jumlah tiang pancang yang sesuai.
{"title":"Perbandingan Daya Dukung Tiang Pancang Berdasarkan Data CPT dan Data SPT Pada Pondasi Gedung Parkir RSUD Soedono","authors":"Arik Triarso","doi":"10.26740/proteksi.v3n1.p28-33","DOIUrl":"https://doi.org/10.26740/proteksi.v3n1.p28-33","url":null,"abstract":"Proyek pembangunan Gedung Parkir RSUD Dr. Soedono Madiun melakukan pengujian CPT dan SPT sekaligus untuk mendapatkan daya dukung pondasi. Oleh karena itu dua metode perhitungan daya dukung berdasarkan data CPT dan data SPT perlu dilakukan untuk dapat mengetahui perbandingan dari keduanya. Proses pengumpulan data di dalam penelitian ini dimulai dengan pengamatan data dari pengujian tanahyang terdiri dari SPT dan CPT. Pengolahan data dilakukan dengan mencari titik CPT dan SPT yang berdekatan lokasi pengujiannya, kemudian dari data CPT dicari nilai konus, JHP (Jumlah hambatan pelekat), dan rasio gesek. Sedangkan dari data SPT dicari nilai N (jumlah pukulan). Kemudian dari data tersebut dilakukan analisa daya dukung pondasinya. Hasil estimasi perkiraan jenis tanah dari data CPT secara garis besar sama dengan diskripsi visual jenis tanah dari data SPT. Hasil SPT dan CPT memberikan informasi kriteria yang sama. Hasil perhitungan daya berdasarkan data SPT dan CPT memberikan hasil yang relatif sesuai. Hasil perhitungan kapasitas daya dukung kelompok tiang pancang berdasarkan data SPT dan CPT memberikan jumlah tiang pancang yang sesuai.","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"31 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130263624","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-06-11DOI: 10.26740/proteksi.v3n1.p1-8
Totok Yulianto, Laela Akmalinda Assoraya
Kebutuhan perumahan yang semakin meningkat menyebabkan banyaknya proyek perumahan di Kabupaten Jombang. Ketatnya persaingan proyek pembangunan perumahan mengharuskan pengembang memiliki strategi yang tepat untuk memasarkan perumahan. Perumahan Permata Alam berlokasi di Kabupaten Jombang, Jawa timur dibangun pada area lahan seluas tanah 7.410 m2. Metode SWOT meliputi nilai Strenght (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (peluang), Threats (ancaman) dengan perhitungan software SPSS digunakan untuk menganalisis strategi pemasaran proyek perumahan Permata Alam. Hasil analisis pembangunan perumahan permata alam bersubsidi tersebut dapat dilihat dari nilai perhitungan bobot kekuatan (strength), bobot kelemahan (weaknees), bobot peluang (opportunity), bobot ancaman (threats), rating kuestioner, hasil nilai matriks IFAS (Internal Factor Analysis Summary) total 5,47 dan hasil nilai matriks EFAS (Eksternal Factor Analysis Summary) denga total 6,02, setelah itu dicari selisih skor dari faktor internal yaitu 1 dan hasil skor dari faktor eksternal adalah 0,40. Kemudian dijadikan diagram layang ketemu kuadrant 1 dengan hasil strategi agresif (positif-positif) yaitu pembangunan proyek perumahan subsidi bisa dilakukan dengan hasil yang menguntungkan
{"title":"Analisis Strategi Pemasaran Proyek Perumahan Permata Alam di Jombang","authors":"Totok Yulianto, Laela Akmalinda Assoraya","doi":"10.26740/proteksi.v3n1.p1-8","DOIUrl":"https://doi.org/10.26740/proteksi.v3n1.p1-8","url":null,"abstract":"Kebutuhan perumahan yang semakin meningkat menyebabkan banyaknya proyek perumahan di Kabupaten Jombang. Ketatnya persaingan proyek pembangunan perumahan mengharuskan pengembang memiliki strategi yang tepat untuk memasarkan perumahan. Perumahan Permata Alam berlokasi di Kabupaten Jombang, Jawa timur dibangun pada area lahan seluas tanah 7.410 m2. Metode SWOT meliputi nilai Strenght (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (peluang), Threats (ancaman) dengan perhitungan software SPSS digunakan untuk menganalisis strategi pemasaran proyek perumahan Permata Alam. Hasil analisis pembangunan perumahan permata alam bersubsidi tersebut dapat dilihat dari nilai perhitungan bobot kekuatan (strength), bobot kelemahan (weaknees), bobot peluang (opportunity), bobot ancaman (threats), rating kuestioner, hasil nilai matriks IFAS (Internal Factor Analysis Summary) total 5,47 dan hasil nilai matriks EFAS (Eksternal Factor Analysis Summary) denga total 6,02, setelah itu dicari selisih skor dari faktor internal yaitu 1 dan hasil skor dari faktor eksternal adalah 0,40. Kemudian dijadikan diagram layang ketemu kuadrant 1 dengan hasil strategi agresif (positif-positif) yaitu pembangunan proyek perumahan subsidi bisa dilakukan dengan hasil yang menguntungkan","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"24 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131198058","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}