Pub Date : 2020-06-30DOI: 10.30737/jurmateks.v3i1.896
Hadi Santoso, Yosef Cahyo, Ahmad Ridwan
Dalam bidang konstruksi Tanah adalah suatu media pijakan inti dari sebuah bangunan. Struktur Tanah yang sebagian banyak terdapat lempung didalam komponennya adalah bersifat Monmorillonite. Tingkat stabilitas tanah yang bersifat Montmorillonite terbilang kurang bagus terhadap daya topang infrastruktur bangunan. Cara stabilitas tanah pada penelitian berikut adalah dengan menggunakan limbah ampas kopi pada variasi penambahan 5%, 10%, 15% dan 20% pada tanah Montmorillonite. Pada test uji stabilitas tanah adalah dengan menggunakan benda uji mix tanah montmorillonite dengan limbah ampas kopi dengan melakukan uji Berat Isi, Batas konsistensi (Atterberg Limit) dan Pemadatan Tanah (Proctor). Pada hasil penelitian struktur tanah asli dikategorikan momoroillonite dan setelah ditambah ampas kopi pada penambahan divariasi maksimal sebesar 20%, nilai Liquid Limit naik menjadi 43% dan nilai Plastic Limit mengalami kenaikan menjadi 31,64%, sehingga index plastic dapat mengalami peningkatan menjadi 11,36%. Saat uji pemadatan dengan kondisi benda uji padat sempurna, berat volume kering tanah asli sebesar 6,72 gr/cm3 dan setelah ditambahkan limbah ampas kopi sebesar 20% mengalami peningkatan berat volume kering menjadi 10,56 gr/cm3.
{"title":"Penelitian Stabilitas Struktur Tanah Lempung Bersifat Monmorillonite Menggunakan Limbah Ampas Kopi","authors":"Hadi Santoso, Yosef Cahyo, Ahmad Ridwan","doi":"10.30737/jurmateks.v3i1.896","DOIUrl":"https://doi.org/10.30737/jurmateks.v3i1.896","url":null,"abstract":"Dalam bidang konstruksi Tanah adalah suatu media pijakan inti dari sebuah bangunan. Struktur Tanah yang sebagian banyak terdapat lempung didalam komponennya adalah bersifat Monmorillonite. Tingkat stabilitas tanah yang bersifat Montmorillonite terbilang kurang bagus terhadap daya topang infrastruktur bangunan. Cara stabilitas tanah pada penelitian berikut adalah dengan menggunakan limbah ampas kopi pada variasi penambahan 5%, 10%, 15% dan 20% pada tanah Montmorillonite. Pada test uji stabilitas tanah adalah dengan menggunakan benda uji mix tanah montmorillonite dengan limbah ampas kopi dengan melakukan uji Berat Isi, Batas konsistensi (Atterberg Limit) dan Pemadatan Tanah (Proctor). Pada hasil penelitian struktur tanah asli dikategorikan momoroillonite dan setelah ditambah ampas kopi pada penambahan divariasi maksimal sebesar 20%, nilai Liquid Limit naik menjadi 43% dan nilai Plastic Limit mengalami kenaikan menjadi 31,64%, sehingga index plastic dapat mengalami peningkatan menjadi 11,36%. Saat uji pemadatan dengan kondisi benda uji padat sempurna, berat volume kering tanah asli sebesar 6,72 gr/cm3 dan setelah ditambahkan limbah ampas kopi sebesar 20% mengalami peningkatan berat volume kering menjadi 10,56 gr/cm3.","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"50 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125247541","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-06-11DOI: 10.26740/PROTEKSI.V2N1.P27-34
Indiah Kustini, E. T. Winanti
KampusUnesa Ketintang selalu terjadi banjir pada setiap musim penghujan. Bila terjadi hujan deras dengan durasi 2-3 jam akan terjadi genagan setinggi 30 – 50 cm. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyebab banjir, besar debit banjir tahunan dan menghitung parit resapan yang dapat mengurangi genangan banjir tahunan. Jenis penelitian kwantitatip, sampel penelitian lokasi genagan di kampus Unesa Ketintang. Metode pengambilan data 1) survey kondisi saluran,bozem, rumah pompa, lokasi parit, 2) dokumentasi data sekunder, 3) menghitung nilai laju peresapan. Hasil penelitian: 1) saluran drainase berkapasitas 0,470 m3/dt, banyak semak belukar, 2) saluran yang berada di kanan kiri sepanjang jalan berkapasitas 0,312 m3/dt terdapat sedimentasi dan sampah, 3) Debit bangunan Bosem hanya menampung 0,900 m3/dt, 4) rumah pompa yang berkapasitas 0,059 m3/dt banyak rerumputan dan bisa diperluas dan diperdalam, 5) Dua buah pintu pengatur kurang dioperasionalkan, sehingga air Saluran Pembuang Sekunder Wonorejo terjadi aliran balik masuk ke kampus. Total kapasitas pada saat banjir sebesar 1741 m3/dt, kurang efektif. Debit pada masa ulang 5th sebesar Q5 = 2,062 m3/dt, dapat menyebabkan banjir sebesar 0,321 m3/dt bila prasarana yang ada berfungsi. Berdasarkan percobaan jenis tanah dengan koefisien laju rembesan sebesar K = 16, 266 cm/jam atau 0,000467 m/dt.
{"title":"Upaya Mengurangi Genangan Banjir Di Kampus Unesa Ketintang Surabaya Dengan Parit Resapan","authors":"Indiah Kustini, E. T. Winanti","doi":"10.26740/PROTEKSI.V2N1.P27-34","DOIUrl":"https://doi.org/10.26740/PROTEKSI.V2N1.P27-34","url":null,"abstract":"KampusUnesa Ketintang selalu terjadi banjir pada setiap musim penghujan. Bila terjadi hujan deras dengan durasi 2-3 jam akan terjadi genagan setinggi 30 – 50 cm. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyebab banjir, besar debit banjir tahunan dan menghitung parit resapan yang dapat mengurangi genangan banjir tahunan. Jenis penelitian kwantitatip, sampel penelitian lokasi genagan di kampus Unesa Ketintang. Metode pengambilan data 1) survey kondisi saluran,bozem, rumah pompa, lokasi parit, 2) dokumentasi data sekunder, 3) menghitung nilai laju peresapan. Hasil penelitian: 1) saluran drainase berkapasitas 0,470 m3/dt, banyak semak belukar, 2) saluran yang berada di kanan kiri sepanjang jalan berkapasitas 0,312 m3/dt terdapat sedimentasi dan sampah, 3) Debit bangunan Bosem hanya menampung 0,900 m3/dt, 4) rumah pompa yang berkapasitas 0,059 m3/dt banyak rerumputan dan bisa diperluas dan diperdalam, 5) Dua buah pintu pengatur kurang dioperasionalkan, sehingga air Saluran Pembuang Sekunder Wonorejo terjadi aliran balik masuk ke kampus. Total kapasitas pada saat banjir sebesar 1741 m3/dt, kurang efektif. Debit pada masa ulang 5th sebesar Q5 = 2,062 m3/dt, dapat menyebabkan banjir sebesar 0,321 m3/dt bila prasarana yang ada berfungsi. Berdasarkan percobaan jenis tanah dengan koefisien laju rembesan sebesar K = 16, 266 cm/jam atau 0,000467 m/dt.","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-06-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116134831","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-06-11DOI: 10.26740/PROTEKSI.V2N1.P21-26
Nur Andajani, Arik Triarso
Tanah di salah satu daerah di Mojokerto tepatnya di wilayah kecamatan“Dawarblandong” mempunyai kecenderungan memiliki sifat yang kurang baiksehingga diperlukan adanya stabilisasi yaitu dengan memberikan material tambahan untuk meningkatkan daya dukungnya. Material kapur dapat digunakan sabagai bahan campuran untuk stabilisasi. Pengujian tanah dilakukan untuk mengetahui karakteristik tanah adalah uji konsistensi tanah yang menghasilkan parameter batas cair (LL), batas plastis (PL), dan indeks plastisitas (IP). Uji directh shear dan unconfineddilakukan menghasilkan sudut geser tanah (ɸ), dan cohesi (c). Hubungan atau korelasi antara parameter plastisitas tanah dengan parameter sudut geser tanah dan cohesidapat diperoleh dari hasil analisa pengujian tersebut. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa semakin besar Indeks Plastisitas tanah (IP), maka akan semakin kecil nilai kohesi tanahnya (C) dan akan semakin besar pula harga sudut geser tanahnya (ɸ).Pada penambahan 10% kapur nilai LL menurun sebesar 13.03%. Demikian pula semakin besar persentase kapur yang ditambahkan, maka nilai Indeks Plastisitas (IP) semakin menurun. Pada penambahan 10% kapur nilai IP menurun sebesar 24.52%.Adanya stabilisasi dengan 10% kapur pada tanah lempung ekspansif di daerah mojokerto menyebabkan nilai kohesi dari tanah meningkat , maka hal ini dapat mengakibatkan stabilitas daya dukung pondasi dangka di daerah Mojokerto tersebut juga akan meningkat.
{"title":"Korelasi Antara Parameter Indeks Plastisitas dengan Sudut Geser Tanah Dengan Penambahan Kapur Terhadap Stabilisasi Daya Dukung Pondasi Dangkal","authors":"Nur Andajani, Arik Triarso","doi":"10.26740/PROTEKSI.V2N1.P21-26","DOIUrl":"https://doi.org/10.26740/PROTEKSI.V2N1.P21-26","url":null,"abstract":"Tanah di salah satu daerah di Mojokerto tepatnya di wilayah kecamatan“Dawarblandong” mempunyai kecenderungan memiliki sifat yang kurang baiksehingga diperlukan adanya stabilisasi yaitu dengan memberikan material tambahan untuk meningkatkan daya dukungnya. Material kapur dapat digunakan sabagai bahan campuran untuk stabilisasi. Pengujian tanah dilakukan untuk mengetahui karakteristik tanah adalah uji konsistensi tanah yang menghasilkan parameter batas cair (LL), batas plastis (PL), dan indeks plastisitas (IP). Uji directh shear dan unconfineddilakukan menghasilkan sudut geser tanah (ɸ), dan cohesi (c). Hubungan atau korelasi antara parameter plastisitas tanah dengan parameter sudut geser tanah dan cohesidapat diperoleh dari hasil analisa pengujian tersebut. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa semakin besar Indeks Plastisitas tanah (IP), maka akan semakin kecil nilai kohesi tanahnya (C) dan akan semakin besar pula harga sudut geser tanahnya (ɸ).Pada penambahan 10% kapur nilai LL menurun sebesar 13.03%. Demikian pula semakin besar persentase kapur yang ditambahkan, maka nilai Indeks Plastisitas (IP) semakin menurun. Pada penambahan 10% kapur nilai IP menurun sebesar 24.52%.Adanya stabilisasi dengan 10% kapur pada tanah lempung ekspansif di daerah mojokerto menyebabkan nilai kohesi dari tanah meningkat , maka hal ini dapat mengakibatkan stabilitas daya dukung pondasi dangka di daerah Mojokerto tersebut juga akan meningkat.","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-06-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125821498","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-06-11DOI: 10.26740/PROTEKSI.V2N1.P35-40
Mochammad Dermawan Adi Laksono, Ahmad Ridwan, Yosef Cahyo, Dwifi Aprillia Karisma
Tumpuan pertama sebuah pekerjaan teknik sipil adalah tanah. Indonesia memiliki beragam tanah salah satunya dalah tanah ekspansif seperti yang terletak pada Jalan Tamanan Kab Nganjuk. Salah satu cara untuk menanggulangi daya dukung tanah yang rendah menggunakan stabilitas tanah. Penambahan yang digunakan dengan variasi 5% 10% 15% 20%. Penelitian ini bertujuan mengetahui partikel yang terdapat pada tanah, Mengetahui hasil optimum pada batas stabilitas tanah dan pemadatan. Mengetahui sifat fisis pada tanah tersebut dengan penambahan bata ringan meliputi pengujian kadar air berat jenis, batas konsistensi, dan pemadatan dengan uji proktor. Hasil dalam penelian tanah tersebut termasuk dalam aktivitas tanah monmorilite dan setelah dilakukan penambahan limbah bata ringan. Dengan maximum 20% dari berat kering benda uji. Nilai Liquid Limitnya turun menjadi 46,43% dan Nilai Plastis Limit menurun menjadi 35,21%, Sehingga Indek Plastis mengalami penurunan menjadi 11,22%. Pada Uji Proktor benda uji struktur tanah asli memiliki berat volume kering sebesar 8%,5% dihasilkan 9,27gr ,10 dihasilkan 10,4gr ,15 dihasilkan 10,42gr.dan 10 dihasilkan 9,9gr. Demikian dapat disimpulkan stabilitas tanah ekspansif dengan penambahan limbah bata ringan adalan 15 % cukup baik. Dengan variasi penambahan 20% mengalami penurunan.
{"title":"Uji Stabilitas Tanah Ekspansif Menggunakan Penambahan Limbah Bata Ringan Pada Jalan Tamanan Kabupaten Nganjuk","authors":"Mochammad Dermawan Adi Laksono, Ahmad Ridwan, Yosef Cahyo, Dwifi Aprillia Karisma","doi":"10.26740/PROTEKSI.V2N1.P35-40","DOIUrl":"https://doi.org/10.26740/PROTEKSI.V2N1.P35-40","url":null,"abstract":"Tumpuan pertama sebuah pekerjaan teknik sipil adalah tanah. Indonesia memiliki beragam tanah salah satunya dalah tanah ekspansif seperti yang terletak pada Jalan Tamanan Kab Nganjuk. Salah satu cara untuk menanggulangi daya dukung tanah yang rendah menggunakan stabilitas tanah. Penambahan yang digunakan dengan variasi 5% 10% 15% 20%. Penelitian ini bertujuan mengetahui partikel yang terdapat pada tanah, Mengetahui hasil optimum pada batas stabilitas tanah dan pemadatan. Mengetahui sifat fisis pada tanah tersebut dengan penambahan bata ringan meliputi pengujian kadar air berat jenis, batas konsistensi, dan pemadatan dengan uji proktor. Hasil dalam penelian tanah tersebut termasuk dalam aktivitas tanah monmorilite dan setelah dilakukan penambahan limbah bata ringan. Dengan maximum 20% dari berat kering benda uji. Nilai Liquid Limitnya turun menjadi 46,43% dan Nilai Plastis Limit menurun menjadi 35,21%, Sehingga Indek Plastis mengalami penurunan menjadi 11,22%. Pada Uji Proktor benda uji struktur tanah asli memiliki berat volume kering sebesar 8%,5% dihasilkan 9,27gr ,10 dihasilkan 10,4gr ,15 dihasilkan 10,42gr.dan 10 dihasilkan 9,9gr. Demikian dapat disimpulkan stabilitas tanah ekspansif dengan penambahan limbah bata ringan adalan 15 % cukup baik. Dengan variasi penambahan 20% mengalami penurunan.","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-06-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130584457","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-06-11DOI: 10.26740/PROTEKSI.V2N1.P9-14
Eka Yuliana Dewi, Cholilul Chayati
Masyarakat di desa Moncek Timur sangat kesulitan untuk mendapatkan air bersih karena tidak ada sistem distribusi air bersih yang masuk ke desa Moncek Timur misalnya sistem distribusi air bersih dari PDAM. Sehingga desa Moncek Timur mengalami bencana kekeringan. Dari 3 dusun di desa Moncek Timur terdapat 1 dusun yang mengalami dusun kering kritis yaitu dusun cangkreng. Sedangkan, 2 dusun yaitu dusun Wak Duwak dan dusun tengah mengalami kering langka. Rancangan penelitian pemenuhan kebutuhan air bersih di desa Moncek Timur sebagai proteksi desa kering kritis menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dapat dilakukan dengan survey dan wawancara ke daerah penelitian. Sumur bor di Dusun Cangkreng Desa Moncek Timur Kecamatan Lenteng dengan 1,5 Liter/detik atau 129600 l/hari mampu memenuhi kebutuhan air. Kebutuhan air untuk 5 tahun yaitu pada tahun 2022 sebesar 73784 l/hari, untuk 10 tahun yaitu pada tahun 2027 sebesar 79250 l/hari, untuk 15 tahun yaitu pada tahun 2032 sebesar 81803 l/hari dan untuk 20 tahun yaitu pada tahun 2037 sebesar 84445 l/hari. Metode yang digunakan dalam pendistribusian air bersih yaitu sistem pengaliran transmisi dengan pompa dan distribusi secara gravitasi. Dalam sistem distribusinya menggunakan sistem bergilir selama 8 jam per hari. Pola jaringan pendistribusiannya menggunakan pola bercabang.
{"title":"Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Untuk Menanggulangi Bencana Kering Kritis Di Desa Moncek Timur Kabupaten Sumenep","authors":"Eka Yuliana Dewi, Cholilul Chayati","doi":"10.26740/PROTEKSI.V2N1.P9-14","DOIUrl":"https://doi.org/10.26740/PROTEKSI.V2N1.P9-14","url":null,"abstract":"Masyarakat di desa Moncek Timur sangat kesulitan untuk mendapatkan air bersih karena tidak ada sistem distribusi air bersih yang masuk ke desa Moncek Timur misalnya sistem distribusi air bersih dari PDAM. Sehingga desa Moncek Timur mengalami bencana kekeringan. Dari 3 dusun di desa Moncek Timur terdapat 1 dusun yang mengalami dusun kering kritis yaitu dusun cangkreng. Sedangkan, 2 dusun yaitu dusun Wak Duwak dan dusun tengah mengalami kering langka. Rancangan penelitian pemenuhan kebutuhan air bersih di desa Moncek Timur sebagai proteksi desa kering kritis menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dapat dilakukan dengan survey dan wawancara ke daerah penelitian. Sumur bor di Dusun Cangkreng Desa Moncek Timur Kecamatan Lenteng dengan 1,5 Liter/detik atau 129600 l/hari mampu memenuhi kebutuhan air. Kebutuhan air untuk 5 tahun yaitu pada tahun 2022 sebesar 73784 l/hari, untuk 10 tahun yaitu pada tahun 2027 sebesar 79250 l/hari, untuk 15 tahun yaitu pada tahun 2032 sebesar 81803 l/hari dan untuk 20 tahun yaitu pada tahun 2037 sebesar 84445 l/hari. Metode yang digunakan dalam pendistribusian air bersih yaitu sistem pengaliran transmisi dengan pompa dan distribusi secara gravitasi. Dalam sistem distribusinya menggunakan sistem bergilir selama 8 jam per hari. Pola jaringan pendistribusiannya menggunakan pola bercabang.","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"229 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-06-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115180155","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-12-14DOI: 10.26740/proteksi.v1n2.p43-47
Amanda Ristriana Pattisinai, F. R. Widayanti, Feriza Nadiar
Berjalan sangat penting untuk mengakses transportasi umum. Sebelumnya, menyelidiki kepuasan berjalan dilakukan dengan skema nyata. Tetapi sekarang pejalan kaki tidak hanya dilihat sebagai orang yang menggunakan fasilitas ini setiap hari. Melalui penilaian pengguna Jalur Penyeberangan Orang (JPO), kita dapat memahami faktor mana yang lebih (atau kurang) penting dan signifikan. Elemen-elemen yang dibahas dalam penelitian ini adalah elemen kepuasan berjalan, yaitu keselamatan, keamanan, kenyamanan, kontinuitas, kenyamanan, koherensi sistem, dan daya tarik. Untuk mengeksplorasi ini, kami mensurvei Jalan Basuki Rahmad, Surabaya, Indonesia sebagai Central Business District (CBD) (N = 120). Metode yang digunakan adalah Importance - Performance Analysis (IPA) yang merupakan ukuran tingkat kepuasan layanan yang masuk kuadran pada peta Importance Performance Matrix. Dalam metode ini, perlu untuk mengukur tingkat kesesuaian untuk mengetahui seberapa besar pengguna merasa puas dengan kinerja jembatan penyeberangan. Faktor yang paling membuat pengguna tidak puas adalah B2 yaitu lampu yang menyala di malam hari, diikuti oleh D1 (pegangan tangan di Jembatan Pedestrian yang mudah dijangkau dan tidak berkarat) dan D5 (Bangunan yang dapat mengurangi getaran saat kendaraan melaju kencang) diatasnya.
{"title":"Kajian Tingkat Kepuasan Pengguna Jalur Penyeberangan Orang (JPO) pada Central Business District (CBD) Surabaya","authors":"Amanda Ristriana Pattisinai, F. R. Widayanti, Feriza Nadiar","doi":"10.26740/proteksi.v1n2.p43-47","DOIUrl":"https://doi.org/10.26740/proteksi.v1n2.p43-47","url":null,"abstract":"Berjalan sangat penting untuk mengakses transportasi umum. Sebelumnya, menyelidiki kepuasan berjalan dilakukan dengan skema nyata. Tetapi sekarang pejalan kaki tidak hanya dilihat sebagai orang yang menggunakan fasilitas ini setiap hari. Melalui penilaian pengguna Jalur Penyeberangan Orang (JPO), kita dapat memahami faktor mana yang lebih (atau kurang) penting dan signifikan. Elemen-elemen yang dibahas dalam penelitian ini adalah elemen kepuasan berjalan, yaitu keselamatan, keamanan, kenyamanan, kontinuitas, kenyamanan, koherensi sistem, dan daya tarik. Untuk mengeksplorasi ini, kami mensurvei Jalan Basuki Rahmad, Surabaya, Indonesia sebagai Central Business District (CBD) (N = 120). Metode yang digunakan adalah Importance - Performance Analysis (IPA) yang merupakan ukuran tingkat kepuasan layanan yang masuk kuadran pada peta Importance Performance Matrix. Dalam metode ini, perlu untuk mengukur tingkat kesesuaian untuk mengetahui seberapa besar pengguna merasa puas dengan kinerja jembatan penyeberangan. Faktor yang paling membuat pengguna tidak puas adalah B2 yaitu lampu yang menyala di malam hari, diikuti oleh D1 (pegangan tangan di Jembatan Pedestrian yang mudah dijangkau dan tidak berkarat) dan D5 (Bangunan yang dapat mengurangi getaran saat kendaraan melaju kencang) diatasnya.","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"24 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-12-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132807064","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-01-25DOI: 10.26740/proteksi.v1n1.p8-13
F. R. Widayanti, P. Mahardi
Abstrak Pengelolaan transportasi secara cepat dan akurat, tentu saja tidak terlepas dari peningkatan aspek kualitas pelayanan.Kondisi ini diharapkan terjadi pada transportasi mahasiswa di perguruan tinggi, terutama yang berkaitan dengan pelayanan jasa transportasi bus kampus di perguruan tinggi bersangkutan. Universitas Negeri Surabaya belum memiliki fasilitas layanan bus kampus. Hasil kuesioner menunjukkan prosentase terbesar adalah sangat berminat yaitu 62% untuk mahasiswa dan 64% untuk tendik. Hal ini menunjukkan bahwa apabila bus kampus nantinya akan direalisasikan, minat dari warga Unesa terhadap layanan kampus tersebut cukup tinggi. Kata Kunci: Bus kampus, kuesioner, transportasi.
{"title":"Analisis Kebutuhan Sarana Penghubung Kampus Universitas Negeri Surabaya Berdasarkan Persepsi Pengguna (Tenaga Pendidik Dan Mahasiswa)","authors":"F. R. Widayanti, P. Mahardi","doi":"10.26740/proteksi.v1n1.p8-13","DOIUrl":"https://doi.org/10.26740/proteksi.v1n1.p8-13","url":null,"abstract":"Abstrak Pengelolaan transportasi secara cepat dan akurat, tentu saja tidak terlepas dari peningkatan aspek kualitas pelayanan.Kondisi ini diharapkan terjadi pada transportasi mahasiswa di perguruan tinggi, terutama yang berkaitan dengan pelayanan jasa transportasi bus kampus di perguruan tinggi bersangkutan. Universitas Negeri Surabaya belum memiliki fasilitas layanan bus kampus. Hasil kuesioner menunjukkan prosentase terbesar adalah sangat berminat yaitu 62% untuk mahasiswa dan 64% untuk tendik. Hal ini menunjukkan bahwa apabila bus kampus nantinya akan direalisasikan, minat dari warga Unesa terhadap layanan kampus tersebut cukup tinggi. Kata Kunci: Bus kampus, kuesioner, transportasi.","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"60 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128880609","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-01-25DOI: 10.26740/proteksi.v1n1.p14-21
Gde Agus Yudha Prawira Adistana, Puguh Novi Prasetyono
Abstrak Situasi pada proyek konstruksi yang penuh tuntutan tentu berdampak pada mentalitas pekerja konstruksi. Tekanan yang semakin kuat akibat dari bertambahnya tuntutan kerja dapat memicu masalah mental seperti munculnya kecemasan, kejenuhan, kelelahan yang mengakibatkan munculnya stres. Penelitian ini mengidentifikasi faktor utama yang menyebabkan seorang estimator proyek konstruksi mengalami stress. Angket disebarkan pada beberapa perusahaan konstruksi di Malang. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan Analisis Faktor. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat tiga faktor penyebab utama yaitu (1) beban kerja yang terlalu banyak dengan mean sebesar 6,2 dan standar deviasi 1,014185 , (2) tugas yang diberikan tidak sesuai dengan kemampuan karyawan dengan mean sebesar 5,8 dan standar deviasi 0,833809 dan (3) Pemberian tugas baru disaat tugas sebelumnya belum terselesaikan dengan mean sebesar 5,8 dan standar deviasi 0,915475 . Kata Kunci: Stress kerja, estimator, penyebab stress, tekanan kerja
{"title":"Faktor Utama Penyebab Stress Kerja Seorang Estimator Proyek Konstruksi Di Malang","authors":"Gde Agus Yudha Prawira Adistana, Puguh Novi Prasetyono","doi":"10.26740/proteksi.v1n1.p14-21","DOIUrl":"https://doi.org/10.26740/proteksi.v1n1.p14-21","url":null,"abstract":"Abstrak Situasi pada proyek konstruksi yang penuh tuntutan tentu berdampak pada mentalitas pekerja konstruksi. Tekanan yang semakin kuat akibat dari bertambahnya tuntutan kerja dapat memicu masalah mental seperti munculnya kecemasan, kejenuhan, kelelahan yang mengakibatkan munculnya stres. Penelitian ini mengidentifikasi faktor utama yang menyebabkan seorang estimator proyek konstruksi mengalami stress. Angket disebarkan pada beberapa perusahaan konstruksi di Malang. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan Analisis Faktor. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat tiga faktor penyebab utama yaitu (1) beban kerja yang terlalu banyak dengan mean sebesar 6,2 dan standar deviasi 1,014185 , (2) tugas yang diberikan tidak sesuai dengan kemampuan karyawan dengan mean sebesar 5,8 dan standar deviasi 0,833809 dan (3) Pemberian tugas baru disaat tugas sebelumnya belum terselesaikan dengan mean sebesar 5,8 dan standar deviasi 0,915475 . Kata Kunci: Stress kerja, estimator, penyebab stress, tekanan kerja","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"21 5","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"113969218","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-01-25DOI: 10.26740/proteksi.v1n1.p30-36
Berkat Cipta Zega, Muhammad Imaduddin, Hakas Prayuda
ABSTRAK Penggunaan baja dalam konstruksi bangunan akhir-akhir ini semakin meningkat. Bahkan baja merupakan material pokok dalam sebuah struktur bangunan. Baja bisa digunakan sebagai balok, kolom, dan konstruksi atap. Dengan semakin banyaknya pengguna baja dalam konstruksi bangunan, maka semakin banyak juga jenis dan bentuk yang ditawarkan oleh pasar. Salah satunya adalah balok yang terbuat dari baja yaitu balok Castella Beam. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui optimalisasi tegangan lentur berdasarkan kuat lenturnya dengan mengubah besar sudut potongannya (O). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya penambahan besar sudut pemotongan profil pada balok kastela ada indikasi terjadi kerusakan geser pada penampang balok yang berlubang. Jika besar sudut pemotongan profil lebih dari 40 0 , ada indikasi terjadi rusak geser pada penampang balok yang berlubang, akan tetapi pada besar sudut pemotongan profil kurang dari 40 0 mengalami pergoyangan ( buckling ) yang paling besar, dan momen, tegangan serta lendutan yang terjadi paling kecil. Ditinjau dari momen, tegangan, lendutan, dan pergoyangan ( buckling ) maka besar sudut pemotongan profil mulai dari 50 0 adalah profil yang memenuhi syarat, akan tetapi pada keadaan ini lemah terhadap gaya geser. Kata Kunci : Castella Beam, tegangan lentur, besar sudut potongan (O),gaya geser, momen, tegangan, lendutan, dan pergoyangan (buckling)
{"title":"Besar Sudut Potongan Pada Balok Baja Castella Beam Terhadap Optimalisasi Tegangan Lentur","authors":"Berkat Cipta Zega, Muhammad Imaduddin, Hakas Prayuda","doi":"10.26740/proteksi.v1n1.p30-36","DOIUrl":"https://doi.org/10.26740/proteksi.v1n1.p30-36","url":null,"abstract":"ABSTRAK Penggunaan baja dalam konstruksi bangunan akhir-akhir ini semakin meningkat. Bahkan baja merupakan material pokok dalam sebuah struktur bangunan. Baja bisa digunakan sebagai balok, kolom, dan konstruksi atap. Dengan semakin banyaknya pengguna baja dalam konstruksi bangunan, maka semakin banyak juga jenis dan bentuk yang ditawarkan oleh pasar. Salah satunya adalah balok yang terbuat dari baja yaitu balok Castella Beam. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui optimalisasi tegangan lentur berdasarkan kuat lenturnya dengan mengubah besar sudut potongannya (O). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya penambahan besar sudut pemotongan profil pada balok kastela ada indikasi terjadi kerusakan geser pada penampang balok yang berlubang. Jika besar sudut pemotongan profil lebih dari 40 0 , ada indikasi terjadi rusak geser pada penampang balok yang berlubang, akan tetapi pada besar sudut pemotongan profil kurang dari 40 0 mengalami pergoyangan ( buckling ) yang paling besar, dan momen, tegangan serta lendutan yang terjadi paling kecil. Ditinjau dari momen, tegangan, lendutan, dan pergoyangan ( buckling ) maka besar sudut pemotongan profil mulai dari 50 0 adalah profil yang memenuhi syarat, akan tetapi pada keadaan ini lemah terhadap gaya geser. Kata Kunci : Castella Beam, tegangan lentur, besar sudut potongan (O),gaya geser, momen, tegangan, lendutan, dan pergoyangan (buckling)","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128702571","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-01-25DOI: 10.26740/PROTEKSI.V1N1.P22-29
P. Mahardi, Tri Sudibyo, F. R. Widayanti
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat harapan serta tingkat kinerja pelayanan bus kota di Surabaya menurut penumpang bus kota. Berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas pelayanan, penelitian ini juga menganalisis faktor yang harus diprioritaskan, faktor yang harus dipertahankan, faktor dengan prioritas rendah dan faktor yang berlebihan. Indikator pelayanan sebanyak 13 variabel yang dikembangkan dari dimensi SERVQUAL. Metode analisis yang digunakan adalah Importance Performance Analysis (IPA) dengan jumlah responden sebanyak 120 penumpang yang diambil dari 6 trayek yang saat ini beroperasi. Hasil analisis gap menunjukkan bahwa tidak ada satupun indikator yang memenuhi harapan penumpang. Penumpang berasumsi bahwa kualitas pelayanan bus kota di Surabaya berada pada level cukup memuaskan. Faktor ketersediaan AC (Air Conditioner) merupakan faktor yang dianggap penting oleh pelanggan tetapi pada kenyataannya faktor ini masih jauh dari harapan. Faktor inilah yang harus mendapatkan prioritas utama dari operator untuk dibenahi agar kualitas pelayanan dapat meningkat sesuai harapan penumpang. Kata kunci: importance performance analysis (IPA), pelayanan, tingkat kepuasan.
{"title":"Analisis Kualitas Pelayanan Bus Kota Surabaya Berdasarkan Persepsi Pengguna Dengan Metode Importance Performance Analysis (IPA)","authors":"P. Mahardi, Tri Sudibyo, F. R. Widayanti","doi":"10.26740/PROTEKSI.V1N1.P22-29","DOIUrl":"https://doi.org/10.26740/PROTEKSI.V1N1.P22-29","url":null,"abstract":"Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat harapan serta tingkat kinerja pelayanan bus kota di Surabaya menurut penumpang bus kota. Berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas pelayanan, penelitian ini juga menganalisis faktor yang harus diprioritaskan, faktor yang harus dipertahankan, faktor dengan prioritas rendah dan faktor yang berlebihan. Indikator pelayanan sebanyak 13 variabel yang dikembangkan dari dimensi SERVQUAL. Metode analisis yang digunakan adalah Importance Performance Analysis (IPA) dengan jumlah responden sebanyak 120 penumpang yang diambil dari 6 trayek yang saat ini beroperasi. Hasil analisis gap menunjukkan bahwa tidak ada satupun indikator yang memenuhi harapan penumpang. Penumpang berasumsi bahwa kualitas pelayanan bus kota di Surabaya berada pada level cukup memuaskan. Faktor ketersediaan AC (Air Conditioner) merupakan faktor yang dianggap penting oleh pelanggan tetapi pada kenyataannya faktor ini masih jauh dari harapan. Faktor inilah yang harus mendapatkan prioritas utama dari operator untuk dibenahi agar kualitas pelayanan dapat meningkat sesuai harapan penumpang. Kata kunci: importance performance analysis (IPA), pelayanan, tingkat kepuasan.","PeriodicalId":300916,"journal":{"name":"Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)","volume":"49 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126751666","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}