首页 > 最新文献
paperpass

Nature National Academic Journal of Architecture最新文献

英文 中文
SETTING PERILAKU ADAPTASI PADA SEKOLAH PASCA PANDEMI DI KOTA PONTIANAK 在某个时候,我不得不适应城市里的PASCA PANDEMI学校。
Pub Date : 2022-06-30 DOI: 10.24252/nature.v9i1a1
M. Nurhamsyah, Lestari, Syaiful Muazir, Rudiyono, M. R. Alhamdani
Abstrak_Pandemi covid-19 membawa perubahan baik itu dari aktivitas maupun desain ruang guna mencegah penyebaran virus yang lebih luas. Perubahan-perubahan ini menyebabkan perlu adanya sebuah adaptasi agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Adaptasi dapat berupa perubahan desain ruang, aktivitas, dan sebagainya. Salah satu kegiatan yang mulai dilakukan adalah pembelajaran di sekolah. Berkaitan dengan hal tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan apa saja yang terjadi (fisikatau desain dan non fisik atau peraturan) serta tingkat adaptasi pengguna terhadap perubahan tersebut. Penelitian ini dilakukan pada 4 objek yaitu SD 14 Kecamatan Pontianak Kota, SD 56 Kecamatan Pontianak Barat, SMP 2 Kecamatan Pontianak Selatan, dan SMP 10 Kecamatan Pontianak Selatan. Metode yang digunakan adalah observasi place centered mapping, wawancara dan kuesioner. Hasil dari penelitian menunjukkan perubahan yang berupa fisik seperti penyediaan fasilitas cuci tangan, pengecekan suhu, dan perubahan susunan tempat duduk serta perubahan setting ruang secara keseluruhan pengguna pada tingkat menerima. Adapun untuk perubahan non fisik (peraturan) seperti jalur sirkulasi menunjukkan pengguna berada pada tingkat dalam proses (ada yang menerima dan menolak). Hal ini menunjukkan pengguna lebih mudah menerima perubahan/beradaptasi pada hal-hal fisik, sedangkan perubahan non fisik masih memungkinkan pengguna untuk menolak dan beraktivitas sesuai dengan yang biasa dilakukan. Kata kunci: Adaptasi Pasca Pandemi; Pandemi Covid-19; Setting Perilaku; Sekolah Pasca Pandemi   Abstract_ The COVID-19 pandemic has brought changes in both activities and space design to prevent the wider spread of the virus. These changes need an adaptation so that activities can run smoothly. Adaptation can be in the form of changes in space design, activities, and so on. One of the activities that began to be carried out was learning at school. In this regard, the purpose of this research is to see what changes have occurred (design and regulations) and the process of human adaptation to these changes. This research was conducted on 4 objects, namely SD 14 Pontianak Kota Subdistrict, SD 56 West Pontianak Subdistrict, SMP 2 South Pontianak Subdistrict, and SMP 10 South Pontianak Subdistrict. The methodology used is place-centered mapping, interviews, and questionnaires. The results of the study showed changes in the form of physical such as the provision of handwashing facilities, temperature checking, and changes in the overall seating arrangement and space setting changes at the level of acceptance. As for non-physical changes (regulations) such as the circulation path, it shows that humans are at a level in the process (some accept and reject). This shows that humans are more receptive to changes/adaptations to physical things, while non-physical changes still allow humans to refuse and act by what they usually do. Keywords:Post Pandemic Adaptation; Pandemic Covid-19; Beh
Abstrak_Pandemi新冠肺炎从防止更广泛病毒传播的活动或空间设计带来了这种变化。这些变化使得有必要进行调整,以便活动能够顺利运行。适应可以是空间设计、活动等方面的变化。开始的活动之一是学校学习。在这方面,本研究的目的是了解发生了什么变化(设计和非物理或规则),以及用户对这些变化的适应程度。本研究针对四个对象进行:SD 14城市庞蒂亚纳克强度、SD 56西部庞蒂亚ak强度、SMP 2南庞蒂亚克强度和SMP 10南庞蒂亚克强度。使用的方法是观察以地点为中心的地图绘制、访谈和衔接。研究结果显示,在接收层,用户的身体变化,如洗手设施的提供、体温检查、座位安排的变化以及房间设置的变化。至于非物理变化(规则),如循环途径,表明用户在这个过程中处于一个水平(有人接受和拒绝)。这表明用户更容易接受对物理事物的改变/适应,而非物理的改变仍然允许用户像往常一样拒绝和激活。关键词:流行病护照改编;新冠肺炎Pandemi;行为设置;Pasca Pandemi学校摘要_新冠肺炎大流行给活动和空间设计带来了变化,以防止病毒的更广泛传播。这些变化需要适应,这样活动才能顺利进行。适应可以是空间设计、活动等方面的变化。开始进行的活动之一是在学校学习。在这方面,这项研究的目的是看看发生了什么变化(设计和法规),以及人类适应这些变化的过程。本研究针对4个对象进行,即SD 14 Pontianak Kota街道、SD 56 West Pontianah街道、SMP 2 South Pontianag街道和SMP 10 South Pontinak街道。使用的方法是以地点为中心的地图绘制、访谈和问卷调查。研究结果显示,在接受水平上,物理形式的变化,如洗手设施的提供、体温检查,以及整体座位安排和空间设置的变化。至于循环路径等非物理变化(规则),这表明人类在这个过程中处于一个水平(有些人接受和拒绝)。这表明,人类更容易接受对物质事物的改变/适应,而非物质事物的变化仍然允许人类拒绝并按照他们通常的做法行事新冠肺炎大流行;行为设置;疫情后学校
{"title":"SETTING PERILAKU ADAPTASI PADA SEKOLAH PASCA PANDEMI DI KOTA PONTIANAK","authors":"M. Nurhamsyah, Lestari, Syaiful Muazir, Rudiyono, M. R. Alhamdani","doi":"10.24252/nature.v9i1a1","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/nature.v9i1a1","url":null,"abstract":"Abstrak_Pandemi covid-19 membawa perubahan baik itu dari aktivitas maupun desain ruang guna mencegah penyebaran virus yang lebih luas. Perubahan-perubahan ini menyebabkan perlu adanya sebuah adaptasi agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Adaptasi dapat berupa perubahan desain ruang, aktivitas, dan sebagainya. Salah satu kegiatan yang mulai dilakukan adalah pembelajaran di sekolah. Berkaitan dengan hal tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan apa saja yang terjadi (fisikatau desain dan non fisik atau peraturan) serta tingkat adaptasi pengguna terhadap perubahan tersebut. Penelitian ini dilakukan pada 4 objek yaitu SD 14 Kecamatan Pontianak Kota, SD 56 Kecamatan Pontianak Barat, SMP 2 Kecamatan Pontianak Selatan, dan SMP 10 Kecamatan Pontianak Selatan. Metode yang digunakan adalah observasi place centered mapping, wawancara dan kuesioner. Hasil dari penelitian menunjukkan perubahan yang berupa fisik seperti penyediaan fasilitas cuci tangan, pengecekan suhu, dan perubahan susunan tempat duduk serta perubahan setting ruang secara keseluruhan pengguna pada tingkat menerima. Adapun untuk perubahan non fisik (peraturan) seperti jalur sirkulasi menunjukkan pengguna berada pada tingkat dalam proses (ada yang menerima dan menolak). Hal ini menunjukkan pengguna lebih mudah menerima perubahan/beradaptasi pada hal-hal fisik, sedangkan perubahan non fisik masih memungkinkan pengguna untuk menolak dan beraktivitas sesuai dengan yang biasa dilakukan. \u0000Kata kunci: Adaptasi Pasca Pandemi; Pandemi Covid-19; Setting Perilaku; Sekolah Pasca Pandemi \u0000  \u0000Abstract_ The COVID-19 pandemic has brought changes in both activities and space design to prevent the wider spread of the virus. These changes need an adaptation so that activities can run smoothly. Adaptation can be in the form of changes in space design, activities, and so on. One of the activities that began to be carried out was learning at school. In this regard, the purpose of this research is to see what changes have occurred (design and regulations) and the process of human adaptation to these changes. This research was conducted on 4 objects, namely SD 14 Pontianak Kota Subdistrict, SD 56 West Pontianak Subdistrict, SMP 2 South Pontianak Subdistrict, and SMP 10 South Pontianak Subdistrict. The methodology used is place-centered mapping, interviews, and questionnaires. The results of the study showed changes in the form of physical such as the provision of handwashing facilities, temperature checking, and changes in the overall seating arrangement and space setting changes at the level of acceptance. As for non-physical changes (regulations) such as the circulation path, it shows that humans are at a level in the process (some accept and reject). This shows that humans are more receptive to changes/adaptations to physical things, while non-physical changes still allow humans to refuse and act by what they usually do. \u0000Keywords:Post Pandemic Adaptation; Pandemic Covid-19; Beh","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"49557026","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
GENIUS LOCI KAMPUNG BANDAR PEKANBARU _
Pub Date : 2022-06-30 DOI: 10.24252/nature.v9i1a4
Mahya Fiddini Kaffah, A. S. Ekomadyo
Abstrak_ Kampung Bandar merupakan kawasan kota tua yang menjadi cikal bakal berkembangnya Kota Pekanbaru. Kampung Bandar terletak di bantaran Sungai Siak, sungai yang dahulu menjadi sumber kehidupan dan tempat masyarakat melakukan aktivitas sehari-hari. Lokasi Kampung Bandar yang berada di kawasan bantaran Sungai Siak menghasilkan atmosfer sosial budaya masyarakat yang unik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap Genius Loci di Kampung Bandar yang dimaknai sebagai jiwa atau ruh kampung tersebut menggunakan pendekatan Genius Loci yang dikemukakan oleh Norberg-Schultz dalam kerangka fenomenologi arsitektur. Metode yang digunakan dalam proses pengumpulan data pada penelitian ini yaitu metode kualitatif. Penelitian menunjukkan bahwa Genius Loci Kampung Bandar terbentuk dari keterikatan masyarakatnya dengan Sungai Siak yang diwujudkan dalam bentuk bangunan, tradisi, dan kegiatan masyarakatnya dalam kehidupan sehari-hari.   Kata kunci: Arsitektur; Genius Loci; Kampung Bandar.   Abstract_ Kampung Bandar is an old town that became the forerunner of the development of Pekanbaru City. Kampung Bandar is located on the banks of Siak River, a river that is a source of life and a place for people to carry out their daily activities. The existence of the Siak River creates a unique socio-cultural atmosphere for the community. The purpose of this study is to reveal the Genius Loci in Kampung Bandar using the Genius Loci approach proposed by Norberg-Schultz within the framework of architectural phenomenology. The method used in the process of collecting data in this study is a qualitative method. Research shows that the Genius Loci of Kampung Bandar is formed by the community's attachment to the Siak River which is manifested in the form of buildings, traditions, and community activities in daily life. Keywords:  Architecture; Genius Loci; Kampung Bandar.
Abstrak该村位于锡克河畔,锡克河曾经是生活的源泉,也是社区日常运作的地方。该市村庄位于暹罗河沿岸地区,产生了独特的社会氛围。本研究的目的是利用诺伯格·舒尔茨在建筑现象学的框架下提出的天才之路的方法,发现被称为村庄灵魂或精神的村庄中的天才之道。本研究数据收集过程中使用的方法是一种定性方法。研究表明,该村的当地天才在于其社区对稻草人河的参与,稻草人河是以建筑、传统和社区日常活动的形式创造的。关键词:建筑;Genius Loci;城中村。[UNK]Abstract_Kampung Bandar是一座古老的城镇,它成为了Pekanbaru市发展的先驱。班达尔村位于暹罗河畔,暹罗河是生活的源泉,也是人们进行日常活动的地方。暹罗河的存在为社区创造了独特的社会文化氛围。本研究的目的是在建筑现象学的框架内,运用Norberg Schultz提出的天才之路方法,揭示Kampung Bandar的天才之道。本研究中数据收集过程中使用的方法是一种定性方法。研究表明,Kampung Bandar的天才湖是由社区对暹罗河的依恋形成的,这种依恋表现在建筑、传统和社区日常活动的形式上。建筑学Genius Loci;城中村。
{"title":"GENIUS LOCI KAMPUNG BANDAR PEKANBARU","authors":"Mahya Fiddini Kaffah, A. S. Ekomadyo","doi":"10.24252/nature.v9i1a4","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/nature.v9i1a4","url":null,"abstract":"Abstrak_ Kampung Bandar merupakan kawasan kota tua yang menjadi cikal bakal berkembangnya Kota Pekanbaru. Kampung Bandar terletak di bantaran Sungai Siak, sungai yang dahulu menjadi sumber kehidupan dan tempat masyarakat melakukan aktivitas sehari-hari. Lokasi Kampung Bandar yang berada di kawasan bantaran Sungai Siak menghasilkan atmosfer sosial budaya masyarakat yang unik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap Genius Loci di Kampung Bandar yang dimaknai sebagai jiwa atau ruh kampung tersebut menggunakan pendekatan Genius Loci yang dikemukakan oleh Norberg-Schultz dalam kerangka fenomenologi arsitektur. Metode yang digunakan dalam proses pengumpulan data pada penelitian ini yaitu metode kualitatif. Penelitian menunjukkan bahwa Genius Loci Kampung Bandar terbentuk dari keterikatan masyarakatnya dengan Sungai Siak yang diwujudkan dalam bentuk bangunan, tradisi, dan kegiatan masyarakatnya dalam kehidupan sehari-hari.   \u0000Kata kunci: Arsitektur; Genius Loci; Kampung Bandar. \u0000  \u0000Abstract_ Kampung Bandar is an old town that became the forerunner of the development of Pekanbaru City. Kampung Bandar is located on the banks of Siak River, a river that is a source of life and a place for people to carry out their daily activities. The existence of the Siak River creates a unique socio-cultural atmosphere for the community. The purpose of this study is to reveal the Genius Loci in Kampung Bandar using the Genius Loci approach proposed by Norberg-Schultz within the framework of architectural phenomenology. The method used in the process of collecting data in this study is a qualitative method. Research shows that the Genius Loci of Kampung Bandar is formed by the community's attachment to the Siak River which is manifested in the form of buildings, traditions, and community activities in daily life. \u0000Keywords:  Architecture; Genius Loci; Kampung Bandar.","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"45368654","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
ATRIBUT PENATAAN RUANG-DALAM PADA CO-WORKING SPACE BERDASARKAN PILIHAN KONSUMEN 空间合作为消费者提供选择时的国际地位归属
Pub Date : 2022-06-30 DOI: 10.24252/nature.v9i1a5
Ulfaizah Ulfa Sahril Nurfadhillah, Diananta Pramitasari
Abstrak_ Tujuan studi ini untuk menganalisis kecenderungan pilihan konsumen terkait aspek-aspek penataan ruang-dalam pada coworking  space yang lebih disukai dalam melakukan pekerjaan. Penelitian ini menggunakan metode survey secara daring menggunakan item Likert yang kemudian dianalisis secara statistik deskriptif. Sebanyak 201 responden mengisi kuesioner daring yaitu mereka dengan kriteria bertempat tinggal atau berdomisili di Yogyakarta serta pernah atau telah beberapa kali memanfaatkan salah satu coffee & coworking  space di Yogyakarta dengan tujuan untuk bekerja baik yang bersifat bisnis maupun nonbisnis dalam waktu 6 bulan terakhir. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam melakukan pekerjaan di coworking  space pengguna cenderung menyukai gaya arsitektur kontemporer, dengan ruang yang memaksimalkan pencahayaan alami yaitu jendela dan penggunaan dinding kaca yang tinggi dan besar, ruang kerja yang didominasi dekorasi tanaman, menyediakan ruang kerja dan perabot dengan fungsi yang lebih privat serta area tenang. Selain itu konsumen lebih memilih  penggunaan perabot seperti kursi dan meja kerja dengan fungsi dan bentuk yang lebih santai dan penyediaan ruang dengan memaksimalkan penggunaan penghawaan alami dapat berupa ruang kerja semi terbuka dan ruang kerja luar (outdoor). Hasil tersebut bermanfaat sebagai pertimbangan acuan dalam merancang coworking  space yang sesuai dengan preferensi konsumen. Kata kunci : Coworking  Space; Atribut Penataan Ruang-Dalam; Konsumen.   Abstract_ The study aims at analyzing the tendency of the attributes of interior design coworking  spaces that are preferred by users when doing work in coworking  spaces. The research data were obtained using a questionnaire containing Likert items  which were then statistically descriptively analyzed.  There were 201 respondents who live in Yogyakarta that were involved in the research who had several times used coffee & coworking  spaces for working, both for business and non-business in the past 6 months. The research was conducted in 2019. The results show that in doing work in coworking  spaces, users tend to like contemporary architectural styles, with spaces that maximize natural lighting, namely windows and the use of tall and large glass walls, workspaces that are dominated by plant decorations, providing work space and furniture with a more private function and quiet area, the use of furnitures such as chairs and work desks with a more relaxed function and form and the provision of space by maximizing the use of natural ventilation in the form of semi-open workspaces and outdoor workspaces. The results are beneficial as a reference consideration in designing a coworking  space in accordance with consumers preference. Keywords : Coworking  Space; Interior Design Attributes; Consumers.
摘要_本研究的目的是分析消费者在使用工作中首选的空间时,与室内地图相关的选择趋势。本研究采用调查方法,间接使用Likert项目,然后对其进行统计描述性分析。多达201名受访者在网上填写了他们是否符合日惹的居住或住所标准,并且在过去6个月内曾或多次使用日惹的咖啡和共同办公空间,目的是从事商务或非商务工作。研究于2019年进行。研究表明,在合作的UNK空间中工作时,空间使用者往往喜欢现代建筑风格,空间最大限度地利用自然照明,如窗户和高大的玻璃墙,工作空间以植物装饰为主,为空间和家具提供更多私人功能和安静区域。此外,消费者更喜欢使用功能和形状更放松的家具,如座椅和桌子,通过最大限度地利用自然资源来提供空间,可以是半开放式和户外的。在设计一个符合消费者偏好的协作空间时,这一结果非常有用。关键词:协同办公〔UNK〕空间;空间安装属性;消费者。[UNK]摘要_本研究旨在分析用户在共享办公空间工作时喜欢的室内设计共享办公空间的属性趋势。研究数据是使用包含Likert项目的问卷获得的,然后对其进行统计描述性分析。[UNK]有201名居住在日惹的受访者参与了这项研究,他们在过去6个月里多次使用咖啡和共享办公空间工作,无论是商务还是非商务。这项研究于2019年进行。结果表明,在共享办公空间中工作时,用户往往喜欢现代建筑风格,这些空间最大限度地利用自然光,即窗户和高大玻璃墙,工作空间以植物装饰为主,为工作空间和家具提供了更私人的功能和安静的区域,-使用功能和形式更放松的家具,如椅子和办公桌,以及通过最大限度地使用半开放式工作空间和户外工作空间形式的自然通风来提供空间。该结果有利于根据消费者的偏好设计共同办公空间。关键词:协同工作室内设计属性;消费者。
{"title":"ATRIBUT PENATAAN RUANG-DALAM PADA CO-WORKING SPACE BERDASARKAN PILIHAN KONSUMEN","authors":"Ulfaizah Ulfa Sahril Nurfadhillah, Diananta Pramitasari","doi":"10.24252/nature.v9i1a5","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/nature.v9i1a5","url":null,"abstract":"Abstrak_ Tujuan studi ini untuk menganalisis kecenderungan pilihan konsumen terkait aspek-aspek penataan ruang-dalam pada coworking  space yang lebih disukai dalam melakukan pekerjaan. Penelitian ini menggunakan metode survey secara daring menggunakan item Likert yang kemudian dianalisis secara statistik deskriptif. Sebanyak 201 responden mengisi kuesioner daring yaitu mereka dengan kriteria bertempat tinggal atau berdomisili di Yogyakarta serta pernah atau telah beberapa kali memanfaatkan salah satu coffee & coworking  space di Yogyakarta dengan tujuan untuk bekerja baik yang bersifat bisnis maupun nonbisnis dalam waktu 6 bulan terakhir. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam melakukan pekerjaan di coworking  space pengguna cenderung menyukai gaya arsitektur kontemporer, dengan ruang yang memaksimalkan pencahayaan alami yaitu jendela dan penggunaan dinding kaca yang tinggi dan besar, ruang kerja yang didominasi dekorasi tanaman, menyediakan ruang kerja dan perabot dengan fungsi yang lebih privat serta area tenang. Selain itu konsumen lebih memilih  penggunaan perabot seperti kursi dan meja kerja dengan fungsi dan bentuk yang lebih santai dan penyediaan ruang dengan memaksimalkan penggunaan penghawaan alami dapat berupa ruang kerja semi terbuka dan ruang kerja luar (outdoor). Hasil tersebut bermanfaat sebagai pertimbangan acuan dalam merancang coworking  space yang sesuai dengan preferensi konsumen. \u0000Kata kunci : Coworking  Space; Atribut Penataan Ruang-Dalam; Konsumen. \u0000  \u0000Abstract_ The study aims at analyzing the tendency of the attributes of interior design coworking  spaces that are preferred by users when doing work in coworking  spaces. The research data were obtained using a questionnaire containing Likert items  which were then statistically descriptively analyzed.  There were 201 respondents who live in Yogyakarta that were involved in the research who had several times used coffee & coworking  spaces for working, both for business and non-business in the past 6 months. The research was conducted in 2019. The results show that in doing work in coworking  spaces, users tend to like contemporary architectural styles, with spaces that maximize natural lighting, namely windows and the use of tall and large glass walls, workspaces that are dominated by plant decorations, providing work space and furniture with a more private function and quiet area, the use of furnitures such as chairs and work desks with a more relaxed function and form and the provision of space by maximizing the use of natural ventilation in the form of semi-open workspaces and outdoor workspaces. The results are beneficial as a reference consideration in designing a coworking  space in accordance with consumers preference. \u0000Keywords : Coworking  Space; Interior Design Attributes; Consumers.","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"46471330","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOKLIMATIK SEBAGAI BENTUK ADAPTASI BANGUNAN TERHADAP IKLIM 生物化学建筑方法作为建筑适应气候的一种形式
Pub Date : 2022-06-30 DOI: 10.24252/nature.v9i1a3
Andi Hildayanti, Wasilah
Abstrak_Suatu perancangan dengan memanfaatkan potensi iklim lingkungan sekitar disebut dengan Arsitektur Bioklimatik. Prinsip membangun pada iklim tropis lembab hanya dapat dilakukan dengan baik jika memperhatikan pengaruh lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran proses merancang bangunan tinggi dengan mempertimbangkan aspek iklim dalam setiap dasar pertimbangan konsep arsitektur hingga menghasilkan suatu desain bangunan yang merupakan bentuk aplikasi dari arsitektur bioklimatik. Dengan menggunakan metode deskriptif eksplorasi guna menggambarkan proses atau tahapan perumusan konsep arsitektur hingga desain akhir yang merupakan bentuk bangunan yang menerapkan prinsip arsitektur bioklimatik. Teknik analisis yang bersifat eksploratif ini terlebih dahulu menganalisis aspek iklim termasuk orientasi matahari dan angin untuk mengklasifikasikan potensi yang dapat dimanfaatkan dan meminimalkan efek lingkungan yang dapat merusak kenyamanan pengguna. Hasil penelitian ini menunjukkan proses tahapan perancangan bangunan tinggi dengan menerapkan prinsip arsitektur bioklimatik, yang mana pada bangunan menerapkan pencahayaan dan penghawaan alami secara maksimal. Desain yang menerapkan prinsip arsitektur bioklimatik sangat memperhatikan kondisi iklim sekitar sehingga dapat menjadi dasar yang mendalam bagi perancangan bangunan berkelanjutan. Kata kunci : Arsitektur Bioklimatik; Adaptasi; Iklim; Pencahayaan; Penghawaan   Abstract_ A design that utilizes the potential of the surrounding climate is called Bioclimatic Architecture. The principle of building in a humid tropical climate can only be done well if it pays attention to the influence of the surrounding environment. This study aims to provide an overview of the process of designing high-rise buildings by considering climatic aspects in every primary consideration of architectural concepts to produce a building design which is an application form of bioclimatic architecture. By using the descriptive exploratory method to describe the process or stages of the formulation of architectural concepts to the final design which is a form of building that applies the principles of bioclimatic architecture. This exploratory analysis technique first analyzes climatic aspects including the sun's and wind's orientation to classify the potential that can be exploited and minimize environmental effects that can damage user comfort. The results of this study indicate the process of designing high-rise buildings by applying the principles of bioclimatic architecture, in which the building applies natural lighting and ventilation to the maximum. Designs that apply the principles of bioclimatic architecture are very concerned about the surrounding climatic conditions so that they can be a deep basis for the design of sustainable buildings. Keywords: Bioclimatic Architecture; Adaptation; Climate; Lighting; Ventilation
利用环境潜力进行的计划被称为生物力学架构。建造潮湿热带气候的原理只有考虑到环境的影响才能很好地完成。本研究旨在通过在建筑概念的每个基本考虑中考虑到气候方面,直到产生一种建筑设计,这是一种仿立性建筑的应用。用探索描述性的方法来描述建筑概念的过程或过程,直到建筑的最终设计,将其应用于biokliarchecture原理。这种探索性分析技术首先分析气候方面,包括太阳和风的方向,以确定可利用的潜力,并尽量减少损害用户舒适的环境影响。这项研究表明,高层建筑的设计阶段是通过应用bioklical建筑原理来实现的。应用生物力学建筑原理的设计密切关注周围的气候条件,为可持续建筑设计提供了深刻的基础。关键词:bioklical架构;适应;气候;照明;抽象阐述了气候代理的潜力叫做生物气候架构。温室气候建设的原则只有对保护环境的影响感兴趣才能做得很好。这项研究提供了对按比例设计的高设计程序的预览,以考虑建筑结构的基本概念,生产一种建筑设计,这是一种生物气候架构的应用形式。通过使用描述探索方法来描述建筑师对最终设计的过程或stages,这是应用生物气候架构原理的基石形式。这一探索分析第一气候分析的结果包括利用太阳和风的影响,使其潜在的破坏和减少损害家庭舒适的环境影响。这项研究的结果反映了采用生物气候建筑原理进行的高度设计设计的过程,在这一过程中,建筑用自然照明和通风达到最大。研究生物气候架构原理的设计非常关心气候适应,这样它们就可以为可持续的建筑设计提供广泛的基础。键盘:Adaptation;气候;照明;Ventilation
{"title":"PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOKLIMATIK SEBAGAI BENTUK ADAPTASI BANGUNAN TERHADAP IKLIM","authors":"Andi Hildayanti, Wasilah","doi":"10.24252/nature.v9i1a3","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/nature.v9i1a3","url":null,"abstract":"Abstrak_Suatu perancangan dengan memanfaatkan potensi iklim lingkungan sekitar disebut dengan Arsitektur Bioklimatik. Prinsip membangun pada iklim tropis lembab hanya dapat dilakukan dengan baik jika memperhatikan pengaruh lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran proses merancang bangunan tinggi dengan mempertimbangkan aspek iklim dalam setiap dasar pertimbangan konsep arsitektur hingga menghasilkan suatu desain bangunan yang merupakan bentuk aplikasi dari arsitektur bioklimatik. Dengan menggunakan metode deskriptif eksplorasi guna menggambarkan proses atau tahapan perumusan konsep arsitektur hingga desain akhir yang merupakan bentuk bangunan yang menerapkan prinsip arsitektur bioklimatik. Teknik analisis yang bersifat eksploratif ini terlebih dahulu menganalisis aspek iklim termasuk orientasi matahari dan angin untuk mengklasifikasikan potensi yang dapat dimanfaatkan dan meminimalkan efek lingkungan yang dapat merusak kenyamanan pengguna. Hasil penelitian ini menunjukkan proses tahapan perancangan bangunan tinggi dengan menerapkan prinsip arsitektur bioklimatik, yang mana pada bangunan menerapkan pencahayaan dan penghawaan alami secara maksimal. Desain yang menerapkan prinsip arsitektur bioklimatik sangat memperhatikan kondisi iklim sekitar sehingga dapat menjadi dasar yang mendalam bagi perancangan bangunan berkelanjutan. \u0000Kata kunci : Arsitektur Bioklimatik; Adaptasi; Iklim; Pencahayaan; Penghawaan \u0000  \u0000Abstract_ A design that utilizes the potential of the surrounding climate is called Bioclimatic Architecture. The principle of building in a humid tropical climate can only be done well if it pays attention to the influence of the surrounding environment. This study aims to provide an overview of the process of designing high-rise buildings by considering climatic aspects in every primary consideration of architectural concepts to produce a building design which is an application form of bioclimatic architecture. By using the descriptive exploratory method to describe the process or stages of the formulation of architectural concepts to the final design which is a form of building that applies the principles of bioclimatic architecture. This exploratory analysis technique first analyzes climatic aspects including the sun's and wind's orientation to classify the potential that can be exploited and minimize environmental effects that can damage user comfort. The results of this study indicate the process of designing high-rise buildings by applying the principles of bioclimatic architecture, in which the building applies natural lighting and ventilation to the maximum. Designs that apply the principles of bioclimatic architecture are very concerned about the surrounding climatic conditions so that they can be a deep basis for the design of sustainable buildings. \u0000Keywords: Bioclimatic Architecture; Adaptation; Climate; Lighting; Ventilation","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"41392415","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
SIMULASI PENCAHAYAAN ALAMI SIANG HARI TERHADAP DESAIN FASAD (STUDI KASUS: GEDUNG LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS MALIKUSSALEH) 在设计阶段每天的性能模拟
Pub Date : 2022-06-30 DOI: 10.24252/nature.v9i1a6
Leo Sani Muslim Pinem, Atthaillah Atthaillah, Effan Fahrizal, Eri Saputra, Badriana Badriana
Abstrak_ Pencahayaan Alami Siang Hari (PASH) perlu diterapkan pada bangunan sebagai langkah awal penghematan energi pada bangunan dan peningkatan kinerja pengguna. Untuk mencapai PASH yang baik perlu dihadirkan desain fasad yang dapat mengoptimasi PASH.  Penelitian ini dilakukan pada Gedung Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Indonesia. . Selanjutnya, studi ini mengadopsi Climate Based Daylight Modeling (CBDM) dengan metrik Useful Daylight Illuminance (UDI) sebagai kriteria PASH. Metrik PASH tersebut hanya efisien dan akurat dilakukan dengan metode simulasi komputasional.  Studi ini menggunakan Daysim yang merupakan mesin simulasi PASH tahunan yang dikembangkan dari mesin simulasi Radiance.  Mesin simulasi tersebut diakses melalui piranti Grasshopper dan Ladybug Tools.  Hasil simulasi pada lantai 1 didapat nilai rata-rata UDI <100 Lux = 27,55%, UDI 100-2000 Lux = 62,89% dan terakhir UDI >2000 = 9,51%. Sedangkan Hasil simulasi pada lantai 2 didapat nilai rata-rata UDI <100 Lux = 26,01%, UDI 100-2000 Lux = 65,56% dan terakhir UDI >2000 = 8,38%. Hasil menunjukkan bahwa ada beberapa ruangan yang sama tidak mendapatkan PASH yaitu ruangan yang terletak di bagian dalam dan terhalangi oleh ruangan terluar. Sehingga hal ini perlu dilakukan optimasi kondisi PASH dengan cara memodifikasi desain fasad pada gedung laboratorium tersebut dengan tujuan kinerja PASH pada gedung menjadi lebih baik. Kesimpulan kategori yang didapat untuk PASH dari Gedung Laboratorium Teknik Elektro adalah 64,23% dan termasuk dalam Kategori Baik Kata kunci : Pencahayaan Alami Siang Hari; Simulasi Komputasi, Pemodelan PASH Berbasis Iklim; Desain Fasad; Iluminasi Cahaya Matahari Bermanfaat.   Abstract_ Daylighting is required for a building as an initial step for energy saving and improvement of its users’ performance. To achieve good daylighting, it requires a proper façade design. This research investigated the Laboratory of Electrical Engineering building of Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Indonesia. Next, this study adopted Climate Based Daylight Modeling (CBDM) utilizing Useful Daylight Illuminance (UDI) metric as the criteria for the daylight performance.   The metric calculation is only efficient and accurate using computational simulation.  Also, this study utilized Daysim, the Radiance derivative, as the annual daylight simulation engine.  The engine was accessible through the interface of Grasshopper and Ladybug Tools.  The simulation results on the 1st floor obtained an average value of UDI <100 Lux = 27.55%, UDI 100-2000 Lux = 62.89% and UDI> 2000 = 9.51%. While the simulation results on the 2nd floor obtained an average value of UDI <100 Lux = 26.01%, UDI 100-2000 Lux = 65.56% and UDI> 2000 = 8.38%. Results showed several internal spaces had not obtained the daylight at all caused by its adjacent perimeter spaces that blocked the daylight.  Therefore, it is required to optimize the façade design of the building by altering the faç
Abstrak_Daylight自然照明(PASH)需要应用于建筑,作为对建筑的早期能量溢出和用户性能提高。为了获得一个好的PASH,需要提出一个可以优化PASH的时尚设计。这项研究是在Malikussaleh大学技术学院实验室大楼进行的。接下来,本研究采用了基于气候的日光建模(CBDM)和有用日光照度(UDI)指标作为PASH标准。PASH度量只是使用计算模拟方法执行的效率和准确性。本研究使用了由Radiance模拟器开发的年度PASH模拟器Daysim。可以通过Grasshopper和Ladybug Tools访问模拟机。[UNK]一楼的模拟结果获得了平均UDI 2000=9.51%。而二层的模拟结果得到平均UDI 2000=8.38%。结果表明,有一些相同的房间没有PASH,即位于内部并被外部房间阻止的房间。因此,需要通过修改实验室建筑的阶段性设计来优化PASH条件,以提高建筑的PASH性能。从电气技术实验室大楼获得的PASH类别的总和为64.23%,包括在良好类别关键字:日光自然照明中;以及模拟计算,基于气候的PASH建模;快速设计;太阳能照明的好处。[UNK]Abstract_Daylighting是建筑节能和提高用户性能的第一步。为了获得良好的采光,它需要一个合适的外观设计。这项研究调查了印度尼西亚廖库萨莱大学电气工程大楼实验室。接下来,本研究采用了基于气候的日光建模(CBDM),利用有用的日光照度(UDI)指标作为日光性能的标准。度量计算只有使用计算模拟才能有效且准确。此外,本研究还利用了辐射衍生物Daysim作为年度日光模拟引擎。可以通过Grasshopper和Ladybug Tools的界面访问发动机。一楼的模拟结果获得了UDI=2000=9.51%的平均值。而二楼的模拟值获得了UDI=2000=8.38%的平均值,结果显示,由于相邻的周边空间遮挡了日光,一些内部空间根本没有获得日光。因此,需要通过改变实验室建筑的立面来优化建筑的立面设计,以提高空间内的采光性能。从电气工程建筑实验室获得的PASH类别的结论为64,23%,被列入良好类别关键字:[UNK]采光;计算仿真;基于气候的日光建模;立面设计;有用的日光照度。
{"title":"SIMULASI PENCAHAYAAN ALAMI SIANG HARI TERHADAP DESAIN FASAD (STUDI KASUS: GEDUNG LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS MALIKUSSALEH)","authors":"Leo Sani Muslim Pinem, Atthaillah Atthaillah, Effan Fahrizal, Eri Saputra, Badriana Badriana","doi":"10.24252/nature.v9i1a6","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/nature.v9i1a6","url":null,"abstract":"Abstrak_ Pencahayaan Alami Siang Hari (PASH) perlu diterapkan pada bangunan sebagai langkah awal penghematan energi pada bangunan dan peningkatan kinerja pengguna. Untuk mencapai PASH yang baik perlu dihadirkan desain fasad yang dapat mengoptimasi PASH.  Penelitian ini dilakukan pada Gedung Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Indonesia. . Selanjutnya, studi ini mengadopsi Climate Based Daylight Modeling (CBDM) dengan metrik Useful Daylight Illuminance (UDI) sebagai kriteria PASH. Metrik PASH tersebut hanya efisien dan akurat dilakukan dengan metode simulasi komputasional.  Studi ini menggunakan Daysim yang merupakan mesin simulasi PASH tahunan yang dikembangkan dari mesin simulasi Radiance.  Mesin simulasi tersebut diakses melalui piranti Grasshopper dan Ladybug Tools.  Hasil simulasi pada lantai 1 didapat nilai rata-rata UDI <100 Lux = 27,55%, UDI 100-2000 Lux = 62,89% dan terakhir UDI >2000 = 9,51%. Sedangkan Hasil simulasi pada lantai 2 didapat nilai rata-rata UDI <100 Lux = 26,01%, UDI 100-2000 Lux = 65,56% dan terakhir UDI >2000 = 8,38%. Hasil menunjukkan bahwa ada beberapa ruangan yang sama tidak mendapatkan PASH yaitu ruangan yang terletak di bagian dalam dan terhalangi oleh ruangan terluar. Sehingga hal ini perlu dilakukan optimasi kondisi PASH dengan cara memodifikasi desain fasad pada gedung laboratorium tersebut dengan tujuan kinerja PASH pada gedung menjadi lebih baik. Kesimpulan kategori yang didapat untuk PASH dari Gedung Laboratorium Teknik Elektro adalah 64,23% dan termasuk dalam Kategori Baik \u0000Kata kunci : Pencahayaan Alami Siang Hari; Simulasi Komputasi, Pemodelan PASH Berbasis Iklim; Desain Fasad; Iluminasi Cahaya Matahari Bermanfaat. \u0000  \u0000Abstract_ Daylighting is required for a building as an initial step for energy saving and improvement of its users’ performance. To achieve good daylighting, it requires a proper façade design. This research investigated the Laboratory of Electrical Engineering building of Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Indonesia. Next, this study adopted Climate Based Daylight Modeling (CBDM) utilizing Useful Daylight Illuminance (UDI) metric as the criteria for the daylight performance.   The metric calculation is only efficient and accurate using computational simulation.  Also, this study utilized Daysim, the Radiance derivative, as the annual daylight simulation engine.  The engine was accessible through the interface of Grasshopper and Ladybug Tools.  The simulation results on the 1st floor obtained an average value of UDI <100 Lux = 27.55%, UDI 100-2000 Lux = 62.89% and UDI> 2000 = 9.51%. While the simulation results on the 2nd floor obtained an average value of UDI <100 Lux = 26.01%, UDI 100-2000 Lux = 65.56% and UDI> 2000 = 8.38%. Results showed several internal spaces had not obtained the daylight at all caused by its adjacent perimeter spaces that blocked the daylight.  Therefore, it is required to optimize the façade design of the building by altering the faç","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"49641832","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
MOBILITAS SPASIAL LANSIA DI RUANG LUAR PERMUKIMAN PADAT KOTA 在拥挤的城市外,老年人的空间流动
Pub Date : 2022-06-30 DOI: 10.24252/nature.v9i1a9
Diananta Pramitasari, Mutiara Anggi
Abstrak_ Permukiman padat di tengah kota dan populasinya yang semakin meningkat merupakan suatu masalah urban yang kerap terjadi. Wilayah-wilayah tersebut menampung berbagai kalangan masyarakat, termasuk para lanjut usia (lansia) yang memilih untuk tetap tinggal atau bertahan di lingkungan tempat tinggalnya pada masa usia senja. Keterbatasan motorik yang semakin dihadapi lansia tidak mengurangi kebutuhannya untuk tetap bepergian, termasuk berjalan kaki di sekitar area permukiman. Kondisi spasial lingkungan tempat tinggal memegang peran yang sangat penting untuk mendukung mobilitas lansia di ruang luar. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha untuk mengeksplorasi kegiatan mobilitas lansia ketika berjalan kaki di ruang luar dan memahami kebutuhan yang mendukung kegiatan tersebut. Upaya tersebut ditempuh dengan mengkaji kegiatan responden lansia selama bermobilitas, serta karakteristik jejalur dan titik kegiatan yang terakses. Penelitian ini dilakukan dengan metode person-centered mapping dan merekam 25 rute berjalan kaki oleh 19 responden lansia. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah jejalur yang diakses oleh responden lansia ketika bermobilitas di ruang luar didukung oleh faktor (1) fasilitas; (2) jarak dan letak jalur; (3) lebar jalur; dan (4) kondisi material. Penelitian ini turut merekomendasikan terbentuknya ruang terbuka di persimpangan atau tengah permukiman padat kota dengan akses yang mudah dan fasilitas yang beragam untuk mendukung kegiatan bermobilitas lansia di ruang luar. Kata kunci: Lansia; Berjalan kaki; Permukiman padat kota; Jalur; Ruang terbuka di persimpangan   Abstract_Densely populated settlement in the middle of the city and its increasing population are urban problems that often occur. These areas accommodate various groups of people, including the elderlies, choosing to stay permanently in the neighborhood for relishing old age life. Physical limitations faced by the elderlies do not reduce the need to keep going out, including walking around the settlement. Spatial conditions in the neighborhood play a very important role in supporting the mobility of the elderlies in outdoor spaces. Therefore, this study seeks to explore the elderlies’ mobility activities when walking in outdoor spaces and understand the needs that support these activities. These efforts were taken by examining the occurring activities during the mobility, and the characteristics of the accessed streets and activity nodes. The research was conducted using the person-centered mapping method and recorded 25 walking routes by 19 elderlies. The result obtained from this study is the streets accessed by the elderlies are supported by (1) facilities; (2) distance and location; (3) width; and (4) material condition. This study also recommends the establishment of an accessible junction open space with various facilities in the middle of dense urban settlements to support the elderlies’ mobility. Keywords:  Elderly; Walking; Densely populated settl
城市中心人口密集的定居点及其不断增长的人口是一个常见的城市问题。这些地区容纳了各种各样的社区,包括那些在晚年选择在居住区或居住的老年人。老年人面临的更大的运动限制并没有减少他们继续旅行的需要,包括在居民区周围步行。居住环境的空间条件对支持老年人在户外活动至关重要。因此,本研究寻求探索老年人在户外远足时的活动,并了解对活动的支持需求。这项努力是通过研究老年受访者在活动期间的活动,以及接触到的活动的特征和地点进行的。这项研究是用19名年长的受访者的私人制作和记录25条步行路线的方法进行的。这项研究的结果是,当年龄较大的受访者在户外活动支持(1)设施;(2)轨道的距离和位置;(3)车道宽度;和(4)物质条件。这项研究建议,在繁忙的城市交界处或中心区建立一个开放的空间,方便使用,并提供各种设施,支持老年人在户外活动。关键词:长者;步行;城市密集定居点;路径;在市中心,空地被废弃,人口增加是一个城市问题。这些地区正在实现各种各样的人的生长,包括骨节,选择在附近永久恢复旧时代的生活。生理上的限制不会减少这种持续的需要,包括在营地周围散步。邻里间的空间安排上演了一场非常重要的角色扮演,支持户外接骨器的机动性。因此,这项研究旨在解释在户外行走时的流动性活动,并了解这些活动的必要性。这些努力是由机动性、包容街道和行动的特点来实现的。这项研究采用了由19只elderlies手工制作的mathod method和记录25条路线进行。这项研究的结果是街道上接受事实;(2)距离和位置;(3)教室;及(4)材料。这项研究还重申了一处可访问的开放空间的建立,在市中心的牙缝中存在各种各样的问题,以支持领导人的“流动”。安装:人;行尸走肉;尽管受欢迎的解决方案;街;开放空间交界处。
{"title":"MOBILITAS SPASIAL LANSIA DI RUANG LUAR PERMUKIMAN PADAT KOTA","authors":"Diananta Pramitasari, Mutiara Anggi","doi":"10.24252/nature.v9i1a9","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/nature.v9i1a9","url":null,"abstract":"Abstrak_ Permukiman padat di tengah kota dan populasinya yang semakin meningkat merupakan suatu masalah urban yang kerap terjadi. Wilayah-wilayah tersebut menampung berbagai kalangan masyarakat, termasuk para lanjut usia (lansia) yang memilih untuk tetap tinggal atau bertahan di lingkungan tempat tinggalnya pada masa usia senja. Keterbatasan motorik yang semakin dihadapi lansia tidak mengurangi kebutuhannya untuk tetap bepergian, termasuk berjalan kaki di sekitar area permukiman. Kondisi spasial lingkungan tempat tinggal memegang peran yang sangat penting untuk mendukung mobilitas lansia di ruang luar. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha untuk mengeksplorasi kegiatan mobilitas lansia ketika berjalan kaki di ruang luar dan memahami kebutuhan yang mendukung kegiatan tersebut. Upaya tersebut ditempuh dengan mengkaji kegiatan responden lansia selama bermobilitas, serta karakteristik jejalur dan titik kegiatan yang terakses. Penelitian ini dilakukan dengan metode person-centered mapping dan merekam 25 rute berjalan kaki oleh 19 responden lansia. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah jejalur yang diakses oleh responden lansia ketika bermobilitas di ruang luar didukung oleh faktor (1) fasilitas; (2) jarak dan letak jalur; (3) lebar jalur; dan (4) kondisi material. Penelitian ini turut merekomendasikan terbentuknya ruang terbuka di persimpangan atau tengah permukiman padat kota dengan akses yang mudah dan fasilitas yang beragam untuk mendukung kegiatan bermobilitas lansia di ruang luar. \u0000Kata kunci: Lansia; Berjalan kaki; Permukiman padat kota; Jalur; Ruang terbuka di persimpangan \u0000  \u0000Abstract_Densely populated settlement in the middle of the city and its increasing population are urban problems that often occur. These areas accommodate various groups of people, including the elderlies, choosing to stay permanently in the neighborhood for relishing old age life. Physical limitations faced by the elderlies do not reduce the need to keep going out, including walking around the settlement. Spatial conditions in the neighborhood play a very important role in supporting the mobility of the elderlies in outdoor spaces. Therefore, this study seeks to explore the elderlies’ mobility activities when walking in outdoor spaces and understand the needs that support these activities. These efforts were taken by examining the occurring activities during the mobility, and the characteristics of the accessed streets and activity nodes. The research was conducted using the person-centered mapping method and recorded 25 walking routes by 19 elderlies. The result obtained from this study is the streets accessed by the elderlies are supported by (1) facilities; (2) distance and location; (3) width; and (4) material condition. This study also recommends the establishment of an accessible junction open space with various facilities in the middle of dense urban settlements to support the elderlies’ mobility. \u0000Keywords:  Elderly; Walking; Densely populated settl","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"68827792","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
KONSEP PERANCANGAN TAMAN RAMAH DIFABEL PADA TEPIAN SUNGAI MAHAKAM SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR 保护拉玛发展之间的拉玛发展拉玛发展
Pub Date : 2022-06-30 DOI: 10.24252/nature.v9i1a7
Nur Husniah Thamrin, Hatta Musthafa AP
Abstrak_ Samarinda adalah ibu kota provinsi Kalimantan Timur yang wilayahnya dibagi oleh aliran sungai Mahakam. Setiap tepian sungai Mahakam sering dimanfaatkan menjadi area rekreasi berupa taman dan juga permukiman diatas air. Penduduk Samarinda yang memiliki beragam latar belakang budaya dan kebutuhan secara fisik (difabel) sangat membutuhkan sarana rekreasi berupa ruang terbuka hijau (taman) yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Menurut data pemerintah provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai cukup tinggi karena mencapai 7.331 orang, sehingga pemerintah dan semua pihak terkait perlu untuk menyiapkan fasilitas umum yang ramah terhadap kebutuhan para difabel. Kondisi taman-taman khususnya di area tepian Mahakam belum ada yang ditata khusus sesuai kebutuhan difabel yang telah diatur oleh kementrian PU. Adapun kebutuhan fasilitas yang perlu diperhatikan berupa parkiran khusus difabel, ramp dan tangga, jalur sirkulasi, toilet dan kebutuhan area beristirahat juga ruang laktasi bagi ibu menyusui. Pada Penelitian ini akan menghadirkan konsep-konsep ramah difabel yang dipadukan dengan kearifan lokal budaya setempat dalam hal tampilan desain. Mengedukasi masyarakat akan ragam budaya yang dimiliki oleh penduduk Samarinda juga akan menjadi salah satu konsep yang dihadirkan pada perancangan taman ini.  Edukasi akan disampaikan secara visual melalui bentukan-bentukan bangunan pada taman berupa bangunan dengan konsep Neo Vernakular khas Kalimantan Timur, ragam ornamen yang didesain pada pola lantai, ramp, dan bentuk taman labirin. Serta dihadirkan pula spot untuk meletakkan miniatur beberapa rumah tradisional yang mewakili beberapa daerah di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kualitatif berupa kajian permasalahan di lapangan berupa peninjauan kondisi site, kajian literatur tentang budaya khususnya budaya Dayak dan Kutai Kalimantan Timur. Hasil dari penelitian ini berupa sebuah konsep perancangan taman Etam yang dilengkapi fasilitas ramah difabel seperti ramp, parkiran difabel, jalur sirkulasi, tempat istirahat, toilet dan ruang laktasi, serta fasilitas lainnya yang didesain dengan gaya neo vernakular khas Kalimantan Timur. Kata kunci : Taman, Difabel; Budaya; Samarinda; Kalimantan Timur.   Abstract_ Samarinda is the capital of the province of East Kalimantan, whose territory is divided by the Mahakam river. Each bank of the Mahakam river is often used as a recreation area in the form of parks and also settlements on water. Samarinda residents who have a variety of cultural backgrounds and physical needs (diffable) really need recreational facilities in the form of green open spaces (parks) that can meet these needs. According to data from the provincial government of East Kalimantan (Kaltim), it is considered quite high because it reaches 7,331 people, so the government and all related parties need to prepare public facilities that are friendly to the needs of people with disabilities. The condition of the parks, especially on the edge of the Mah
Abstrak_ Samarinda是加里曼丹省的首都,他的领地被杰作河的流动分割了。杰作河的每一个两岸通常都被用作公园和水上定居点的娱乐场所。萨马林达人有着不同的文化背景和身体需求(有残疾),他们迫切需要绿色开放空间(花园)来满足这些需求。根据东加里曼丹省(Kaltim)的数据,分数很高,因为有7331人,政府和所有有关各方都需要为残疾人士的需要建立友好的公共设施。这些花园被特别置于杰作边缘,以满足浦部的特殊需求。至于需要特别的残疾公园、斜坡、楼梯、循环系统、厕所和哺乳动物的哺乳空间等设施的需要。本研究将在设计中呈现出友好的、不可辨的概念,并结合当地文化的审美观。萨玛林达人的“多样化文化”也将成为这个公园的设计理念之一。教育将通过花园中具有典型加里曼丹新术语概念的建筑形式的视觉再现来呈现,这些装饰是在地板、斜坡和花园迷宫的形状上设计的。他还展示了一个地点,展示了代表印尼几个地区的一些传统房屋的模型。使用的方法是一种定性的研究地点问题研究,一种研究文化的研究,特别是加里曼丹东部的达亚克和库泰文化。这项研究的结果是一个为Etam公园设计的概念,该公园有绿色的设施,如斜坡、残疾人停车场、循环系统、休息室、厕所和哺乳空间,以及其他设计于加里曼丹东部新vernakular风格的设施。关键词:公园,残疾;文化;萨;东加里曼丹。Abstract_ Samarinda是东加里曼丹省的首都,他的声誉被杰作河vided了。每一幅杰作河的银行都被用作公园里的一个重建区域,并在水面上封闭起来。萨马林达住院医生,他们有不同的文化背景和生理需求,真的需要在绿色开放空间的形式中再利用这些需求。根据东加里曼丹省(Kaltim)的数据,它被认为非常高,因为它达到了7.331人的高度,因此政府和所有相关各方都需要准备一个友好的公众需求,以满足日益不平等的人民的需求。公园的情况,特别是在工作人员的边缘,并不是特别针对被公署管辖的残疾人士的需求。残疾人士需要以一种特殊的停车方式关注,以不同的停车方式,以不同的停车方式,以不同的道路,以不同的方式,以不同的方式,以不同的方式,以不同的方式,以不同的方式,以不同的方式,以不同的方式,以不同的方式,以不同的方式,以不同的方式,以不同的方式。这项研究将呈现出地方文化智慧与当地设计模式的智慧结合。将在这个公园的设计中介绍各种各样的文化。教育将通过花园中最新的建筑形式,以反映东加里曼丹的典型特征、地板上设计的各种图案、迷宫花园的形状。这也是印度尼西亚几个传统家庭的缩影。过去的方法是在审查地点、审查文化、特别是加里曼丹东部的Dayak和Kutai cultures的研究形式中发现问题的问题。这项研究的结果是对Etam公园的一种设计概念,这种公园受到的破坏、破坏、环路、休息、厕所和潮湿房间的影响,就像其他新成立的婆罗洲风格的特点一样。公园,残疾人,文化,萨马林达,东加里曼丹
{"title":"KONSEP PERANCANGAN TAMAN RAMAH DIFABEL PADA TEPIAN SUNGAI MAHAKAM SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR","authors":"Nur Husniah Thamrin, Hatta Musthafa AP","doi":"10.24252/nature.v9i1a7","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/nature.v9i1a7","url":null,"abstract":"Abstrak_ Samarinda adalah ibu kota provinsi Kalimantan Timur yang wilayahnya dibagi oleh aliran sungai Mahakam. Setiap tepian sungai Mahakam sering dimanfaatkan menjadi area rekreasi berupa taman dan juga permukiman diatas air. Penduduk Samarinda yang memiliki beragam latar belakang budaya dan kebutuhan secara fisik (difabel) sangat membutuhkan sarana rekreasi berupa ruang terbuka hijau (taman) yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Menurut data pemerintah provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai cukup tinggi karena mencapai 7.331 orang, sehingga pemerintah dan semua pihak terkait perlu untuk menyiapkan fasilitas umum yang ramah terhadap kebutuhan para difabel. Kondisi taman-taman khususnya di area tepian Mahakam belum ada yang ditata khusus sesuai kebutuhan difabel yang telah diatur oleh kementrian PU. Adapun kebutuhan fasilitas yang perlu diperhatikan berupa parkiran khusus difabel, ramp dan tangga, jalur sirkulasi, toilet dan kebutuhan area beristirahat juga ruang laktasi bagi ibu menyusui. Pada Penelitian ini akan menghadirkan konsep-konsep ramah difabel yang dipadukan dengan kearifan lokal budaya setempat dalam hal tampilan desain. Mengedukasi masyarakat akan ragam budaya yang dimiliki oleh penduduk Samarinda juga akan menjadi salah satu konsep yang dihadirkan pada perancangan taman ini.  Edukasi akan disampaikan secara visual melalui bentukan-bentukan bangunan pada taman berupa bangunan dengan konsep Neo Vernakular khas Kalimantan Timur, ragam ornamen yang didesain pada pola lantai, ramp, dan bentuk taman labirin. Serta dihadirkan pula spot untuk meletakkan miniatur beberapa rumah tradisional yang mewakili beberapa daerah di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kualitatif berupa kajian permasalahan di lapangan berupa peninjauan kondisi site, kajian literatur tentang budaya khususnya budaya Dayak dan Kutai Kalimantan Timur. Hasil dari penelitian ini berupa sebuah konsep perancangan taman Etam yang dilengkapi fasilitas ramah difabel seperti ramp, parkiran difabel, jalur sirkulasi, tempat istirahat, toilet dan ruang laktasi, serta fasilitas lainnya yang didesain dengan gaya neo vernakular khas Kalimantan Timur. \u0000Kata kunci : Taman, Difabel; Budaya; Samarinda; Kalimantan Timur. \u0000  \u0000Abstract_ Samarinda is the capital of the province of East Kalimantan, whose territory is divided by the Mahakam river. Each bank of the Mahakam river is often used as a recreation area in the form of parks and also settlements on water. Samarinda residents who have a variety of cultural backgrounds and physical needs (diffable) really need recreational facilities in the form of green open spaces (parks) that can meet these needs. According to data from the provincial government of East Kalimantan (Kaltim), it is considered quite high because it reaches 7,331 people, so the government and all related parties need to prepare public facilities that are friendly to the needs of people with disabilities. The condition of the parks, especially on the edge of the Mah","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"45731116","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
INVESTIGASI DESAIN ARSITEKTUR YANG TIDAK TERKONDISI BERBASIS METODE PARTISIPATIF 基于参与式方法的环境设计调查
Pub Date : 2021-12-31 DOI: 10.24252/nature.v8i2a9
Rian Faisal Asqhor, Yandi Andri Yatmo, Kristanti Dewi Paramita
This article investigates unconditional architecture, which is a form of design with space and architectural elements with disordered characters that arise in an unplanned way. Engagement with the community provides potential variation in developing space and architectural elements that value non-conformity, enriching the urban space. Architecture no longer focuses on aesthetics within the final form of the design but provides maneuvering opportunities for the community to develop an adaptive urban space. This article focuses on the design method of unconditional architecture through case studies of participatory architecture in Amiriya Complex restoration, Code river development, and Puebla traditional dwellings for the community in Mexico. The analysis of these case studies demonstrates how community participation changes function and emphasize material localities that are unconditioned that generate new urban identity. Understanding the mechanism of unconditioned architecture aims to expand architectural knowledge that values architecture beyond its orderliness, and highlights possibilities of the community as the main actor in the production of everyday urban space. Keyword: Uncoditional Architecture; NonConformity; Paritipatoru; Urban. 1Teknik Arsitektur Universitas Indonesia 2Teknik Arsitektur Universitas Indonesia 3Teknik Arsitektur Universitas Indonesia Volume 8, Nomor 2, 2021, hlm 197210 p-ISSN: 2302 – 6073, e-ISSN: 2579 4809 Journal Home Page: http://journal.uin-alauddin.ac.id DOI: https://doi.org/10.24252/nature.v8i2a9 Investigasi Desain Arsitektur yang Tidak Terkondisi Berbasis Metode Partisipatif Rian Faisal Asqhor, Yandi Andri Yatmo* , Kristanti Dewi Paramita H a la m a n 1 9 8 PENDAHULUAN Artikel ini berupaya memahami desain yang tidak terkondisi yang terbentuk dari metode desain arsitektur berbasis partisipatif masyarakat. Arsitektur yang tidak terkondisi hadir dari perubahan-perubahan yang terjadi dalam proses desain yang muncul akibat upaya masyarakat untuk beradaptasi pada isu tertentu pada konteks (Upton, 2002). Terjadi berbagai perubahan secara ekonomi maupun budaya yang mampu mengubah ruang-ruang arsitektur di dalam suatu konteks sepanjang waktu, sehingga diperlukan suatu manuver desain yang responsif mampu menciptakan kesinambungan dan berjalan secara sinergis terhadap perubahan tersebut. Metode desain arsitektur berbasis partisipatif berpotensi bergerak sinergis terhadap perubahan yang terjadi di masyarakat, karena masyarakat menjadi aktor utama dalam proses desain yang mampu bergerak bebas secara responsif dalam konteks (Upton, 2002: 723). Respons masyarakat ini menjadi bagian penting dalam mekanisme desain yang tidak terkondisi. Arsitektur yang tidak terkondisi berpotensi menciptakan desain yang adaptif dalam menjawab isu -isu yang terjadi di masyarakat, sehingga dapat memperkaya hadirnya arsitektur dalam suatu konteks. Arsitektur yang tidak terkondisi merupakan bagian dari arsitektur yang terbentuk dari ketidaksesuaian
这篇文章研究的是无条件建筑,它是一种设计形式,具有无序特征的空间和建筑元素以一种无计划的方式出现。与社区的接触为发展空间和建筑元素提供了潜在的变化,这些元素重视不一致性,丰富了城市空间。建筑不再关注设计最终形式的美学,而是为社区提供了发展适应性城市空间的机动机会。本文通过对墨西哥Amiriya Complex修复、Code river开发和Puebla传统社区住宅的参与式建筑的案例研究,重点介绍了无条件建筑的设计方法。对这些案例研究的分析表明,社区参与如何改变功能,并强调无条件的物质场所,从而产生新的城市身份。理解无条件建筑的机制旨在扩展建筑知识,使建筑超越其秩序性,并强调社区作为日常城市空间生产的主要参与者的可能性。关键词:无条件架构;不一致;Paritipatoru;Urban. 1Teknik Arsitektur Universitas Indonesia 2 teknik Arsitektur Universitas Indonesia 3Teknik Arsitektur Universitas Indonesia第8卷,第2期,2021,hlm 197210 p-ISSN: 2302 - 6073, e-ISSN: 2579 4809期刊首页:http://journal.uin-alauddin.ac.id DOI:https://doi.org/10.24252/nature.v8i2a9 Investigasi Desain Arsitektur杨有些Terkondisi Berbasis Metode Partisipatif莉婉费萨尔Asqhor,凝聚炎黄Andri Yatmo *, Kristanti戴维·Paramita H a la m n 1 9 8 PENDAHULUAN Artikel ini berupaya memahami Desain杨有些Terkondisi杨terbentuk达里语Metode Desain Arsitektur Berbasis Partisipatif步伐。Arsitektur yang tidak terkondisi hadir dari perubahan-perubahan yang terjadi dalam proses desain yang muncul akibat upaya masyarakat untuk beradaptasi pada isu tertentu pada konteks (Upton, 2002)。Terjadi berbagai perubahan secara经济,maupun budaya yang, mampu mengubaha, wangang arsitektur, di dalam suatu konteks, sepanjang waktu, sehinga diperlukan suatu, manchapmenciptakan, kesinambungan, berjalan secara sinergi, terhadap perubahan tersebut。[j] .方法设计:基于参与性的设计-潜在的设计-潜在的设计-潜在的设计-潜在的设计-潜在的设计-潜在的设计-潜在的设计-潜在的设计-潜在的设计。答:我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是。Arsitektur yang tidak terkondisi berpotensi menciptaki and desain yang adaptif dalam menjawab isu - issu yang terjadi di masyarakat, sehinga dapat memperkaya hadirya Arsitektur dalam suatu konteks。Arsitektur yang tidak terkondisi merupakan bagian dari Arsitektur yang terbentuk dari ketidaksesuaian(不符合)。图里萨尼·孟冈卡特·库利塔斯(1995),阿坎康塞普丑陋的阿坎·阿坎,阿坎迪耶拉斯坎·莱比赫·兰杰特·阿坎巴吉安·卡吉安文学。ketidakesuaian dapat hadir dengan proses merancang yang tidak terkondisi, terutama dengan pelitbatan masyarakat yang membuka munculnya varasi yang tidak direncanakan dalam proses desain。我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说。Sherry (1969), dan Jones等(2005),mengemukakan bahwa tingkat公民控制menjadi bentuk参数seberapa besar masyarakat dalam berkontribusi danmendominasi进程,desain memungkinkan hadirnya desain yang tidak terkondisi itu。阿斯坦(1969)丹·厄普顿(2002):《中国日报》,《中国日报》,《中国日报》。tusisan ini berupaya memahami bagaimana desain yang tidak terkondisi hadir dalam进程desain yang基础参与。tusisan ini mengkaji pemahaman desain yang tidak terkondisi dan bagaimana partisipasi masyarakat membentuk desain yang tidak terkondisi tersebut, serta membahas penerapannya dalam studi kasus desain ruang public dalam konteks urban。maahami Desain yang Tidak Terkondisi Dalam Arsitektur Desain yang Tidak Terkondisi merupakan bentuk kontradiksi fungsi dari Desain eksisting。阿提亚,设计,门伽拉米,佩鲁巴汉,真菌,阳,塔斯提亚,hadir。这句话是说:“我的意思是说,我的意思是说,我的意思是我的意思。”Pandangan desain tidak terbatas terhadap fungsi yang spespifik tetapi juga fungsi desain yang mampu adaptif - manmanver di dalam kebutuhan yang berubah-ubah, di luar kondisi yang
{"title":"INVESTIGASI DESAIN ARSITEKTUR YANG TIDAK TERKONDISI BERBASIS METODE PARTISIPATIF","authors":"Rian Faisal Asqhor, Yandi Andri Yatmo, Kristanti Dewi Paramita","doi":"10.24252/nature.v8i2a9","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/nature.v8i2a9","url":null,"abstract":"This article investigates unconditional architecture, which is a form of design with space and architectural elements with disordered characters that arise in an unplanned way. Engagement with the community provides potential variation in developing space and architectural elements that value non-conformity, enriching the urban space. Architecture no longer focuses on aesthetics within the final form of the design but provides maneuvering opportunities for the community to develop an adaptive urban space. This article focuses on the design method of unconditional architecture through case studies of participatory architecture in Amiriya Complex restoration, Code river development, and Puebla traditional dwellings for the community in Mexico. The analysis of these case studies demonstrates how community participation changes function and emphasize material localities that are unconditioned that generate new urban identity. Understanding the mechanism of unconditioned architecture aims to expand architectural knowledge that values architecture beyond its orderliness, and highlights possibilities of the community as the main actor in the production of everyday urban space. Keyword: Uncoditional Architecture; NonConformity; Paritipatoru; Urban. 1Teknik Arsitektur Universitas Indonesia 2Teknik Arsitektur Universitas Indonesia 3Teknik Arsitektur Universitas Indonesia Volume 8, Nomor 2, 2021, hlm 197210 p-ISSN: 2302 – 6073, e-ISSN: 2579 4809 Journal Home Page: http://journal.uin-alauddin.ac.id DOI: https://doi.org/10.24252/nature.v8i2a9 Investigasi Desain Arsitektur yang Tidak Terkondisi Berbasis Metode Partisipatif Rian Faisal Asqhor, Yandi Andri Yatmo* , Kristanti Dewi Paramita H a la m a n 1 9 8 PENDAHULUAN Artikel ini berupaya memahami desain yang tidak terkondisi yang terbentuk dari metode desain arsitektur berbasis partisipatif masyarakat. Arsitektur yang tidak terkondisi hadir dari perubahan-perubahan yang terjadi dalam proses desain yang muncul akibat upaya masyarakat untuk beradaptasi pada isu tertentu pada konteks (Upton, 2002). Terjadi berbagai perubahan secara ekonomi maupun budaya yang mampu mengubah ruang-ruang arsitektur di dalam suatu konteks sepanjang waktu, sehingga diperlukan suatu manuver desain yang responsif mampu menciptakan kesinambungan dan berjalan secara sinergis terhadap perubahan tersebut. Metode desain arsitektur berbasis partisipatif berpotensi bergerak sinergis terhadap perubahan yang terjadi di masyarakat, karena masyarakat menjadi aktor utama dalam proses desain yang mampu bergerak bebas secara responsif dalam konteks (Upton, 2002: 723). Respons masyarakat ini menjadi bagian penting dalam mekanisme desain yang tidak terkondisi. Arsitektur yang tidak terkondisi berpotensi menciptakan desain yang adaptif dalam menjawab isu -isu yang terjadi di masyarakat, sehingga dapat memperkaya hadirnya arsitektur dalam suatu konteks. Arsitektur yang tidak terkondisi merupakan bagian dari arsitektur yang terbentuk dari ketidaksesuaian ","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43899929","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
THE TRADITIONAL HOUSES CHARACTERISTICS LINKAGE AMONG ROKAN AND LUHAK AGAM 芦坎和芦坎传统民居的特点联系
Pub Date : 2021-12-27 DOI: 10.24252/nature.v8i2a6
M. Khamdevi
Abstrak_ Rumah Luhak Agam (termasuk Pasaman) di Sumatera Barat memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dengan Rumah Gadang Minangkabau lainnya di Luhak Tanah Datar dan Luhak Limapuluh Koto. Lokasi Luhak Agam sangat dekat dengan kawasan Rokan di Riau. Sepintas, rumah adat mereka terlihat mirip, terutama pada bentuk atapnya. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba untuk mengeksplorasi dan membandingkan karakteristik arsitektur mereka. Bagaimanakah keterkaitan karakteristik rumah-rumah mereka? Metode penelitian ini adalah kualitatif untuk melakukan perbandingan dan menggunakan sumber-sumber sejarah dan linguistik untuk mendapatkan kesimpulan yang lebih komprehensif. Sehingga penelitian ini dapat menunjukkan keterkaitan antara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat proses asimilasi pada karakteristik rumah mereka yang menunjukkan adanya sharing budaya.Kata kunci :  Karakteristik Arsitektur; Rumah Tradisional;  Rumah Gadang, Rumah Godang; Minangkabau-Melayu. Abstrak_ The Luhak Agam house (including Pasaman) in West Sumatra has its own characteristics that distinguish it from other Minangkabau's Rumah Gadang in Luhak Tanah Datar and Luhak Limapuluh Koto. The location of Luhak Agam is very close to the Rokan area in Riau. At a glance, their traditional houses look similar, especially in the shape of the roof. Therefore, this research tries to explore and compare their architectural characteristics. How is the linkage of the characteristics of their house? This research method is qualitative to make comparisons and use historical and linguistic sources to get a more comprehensive conclusion. So this research can show the linkage between them. The results showed that there is a process of assimilation in the characteristics of their houses which shows the existence of cultural sharing.Keywords: Architectural Characteristics; Traditional House; Rumah Gadang; Rumah Godang, Minangkabau-Melayu.  
在西苏门答腊的教会住所(包括萨满)有其独特的特点,将其与平坦的土地和50个Koto的其他寺庙区分开来。教会地点离廖内罗坎地区很近。乍一看,他们的海关看起来很像,尤其是在屋顶上。因此,本研究试图探索和比较其建筑特征。这些房子的特征是如何联系在一起的?本研究方法是一种定性的比较方法,利用历史和语言学资源获得更全面的结论。所以这项研究可以证明两者之间的联系。研究表明,家庭特征的同化过程表明文化共享。关键词:建筑特征;传统的房子;嘎当,嘎当;Minangkabau-Melayu。在西苏门答腊,一所房子的宗教遗产有其独特之处,其独特之处来自其他米南卡南的房子,在平坦的土地和50个Koto。武器的位置非常接近廖内的轮岗区。乍一看,他们的传统房屋看起来很相似,尤其是在屋顶的形状。因此,这项研究需要探索和比较他们的建筑特征。他们家的特点是什么?这项研究的方法是必要的,可以利用历史和语言学资源获得更多的综合结论。所以这个研究可以展示它们之间的联系。结果表明,他们的房子在其文化共享的存在的特点中存在着一系列的保留。重点词:建筑特征;传统屋;嘎当房子;Godang house, minangkaba-马来-马来人。
{"title":"THE TRADITIONAL HOUSES CHARACTERISTICS LINKAGE AMONG ROKAN AND LUHAK AGAM","authors":"M. Khamdevi","doi":"10.24252/nature.v8i2a6","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/nature.v8i2a6","url":null,"abstract":"Abstrak_ Rumah Luhak Agam (termasuk Pasaman) di Sumatera Barat memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dengan Rumah Gadang Minangkabau lainnya di Luhak Tanah Datar dan Luhak Limapuluh Koto. Lokasi Luhak Agam sangat dekat dengan kawasan Rokan di Riau. Sepintas, rumah adat mereka terlihat mirip, terutama pada bentuk atapnya. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba untuk mengeksplorasi dan membandingkan karakteristik arsitektur mereka. Bagaimanakah keterkaitan karakteristik rumah-rumah mereka? Metode penelitian ini adalah kualitatif untuk melakukan perbandingan dan menggunakan sumber-sumber sejarah dan linguistik untuk mendapatkan kesimpulan yang lebih komprehensif. Sehingga penelitian ini dapat menunjukkan keterkaitan antara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat proses asimilasi pada karakteristik rumah mereka yang menunjukkan adanya sharing budaya.Kata kunci :  Karakteristik Arsitektur; Rumah Tradisional;  Rumah Gadang, Rumah Godang; Minangkabau-Melayu. Abstrak_ The Luhak Agam house (including Pasaman) in West Sumatra has its own characteristics that distinguish it from other Minangkabau's Rumah Gadang in Luhak Tanah Datar and Luhak Limapuluh Koto. The location of Luhak Agam is very close to the Rokan area in Riau. At a glance, their traditional houses look similar, especially in the shape of the roof. Therefore, this research tries to explore and compare their architectural characteristics. How is the linkage of the characteristics of their house? This research method is qualitative to make comparisons and use historical and linguistic sources to get a more comprehensive conclusion. So this research can show the linkage between them. The results showed that there is a process of assimilation in the characteristics of their houses which shows the existence of cultural sharing.Keywords: Architectural Characteristics; Traditional House; Rumah Gadang; Rumah Godang, Minangkabau-Melayu.  ","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44118940","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
IMPLIKASI PANDEMIK COVID 19 PADA PERILAKU DAN PERSEPSI PENGHUNI TERKAIT DESAIN HUNIAN IDEAL 新冠肺炎19篇论文在我心目中的意义及对理想王国的认识
Pub Date : 2021-12-22 DOI: 10.24252/nature.v8i2a4
Ulfaizah Sahril Nurfadhillah, A. N. Ekananda, Wahyu Saputra, Diananta Pramitasari
Penelitian ini merupakan studi awal yang dilakukan untuk mengetahui dan menguji dampak pandemi COVID-19 pada persepsi penghuni terkait desain hunian ideal dan hubungannya terkait perilaku penghuni. Studi ini menggunakan pendekatan teknik survey pengambilan data dengan membagikan kuesioner secara daring menggunakan Google Form. Sebanyak 217 responden mengisi kuesioner dengan kriteria berusia diatas 18 tahun bertempat tinggal atau berdomisili di Kota Makassar dan penghuni jenis rumah tapak atau cluster. Data yang dihasilkan berbentuk data kategorik dan dianalisis dengan statistik deskriptif dengan melihat tendensi dari Jawaban responden kemudian melakukan pengujian menggunakan chi-square dengan SPSS 25. Hasil studi menunjukkan bahwa penghuni melakukan upaya adaptasi dan terjadi perubahan aktivitas selama di rumah. Desain hunian ideal bagi persepsi penghuni terutama pada tiga kriteria aspek desain yaitu asri dengan tanaman hijau dan pohon mengutamakan sistem pencahayaan alami dan penggunaan material low maintenance (mudah dibersihkan). Terdapat hubungan positif yang signifikan antara upaya adaptasi dan perubahan aktivitas penghuni dengan persepsi penghuni terhadap ketiga kriteria aspek desain rumah ideal sebagai dampak dari COVID-19. Studi ini menyarankan bahwa pendekatan konsep rumah sehat menjadi konsep paling cocok digunakan untuk hunian di masa mendatang sebagai implikasi dari adanya virus COVID-19. Kata kunci: Hunian Ideal;Pandemik COVID-19;Perilaku;Persepsi. This research was a preliminary study conducted to determine the impacts of the COVID-19 pandemic on residents’ perceptions regarding the ideal residential design and its relationship to occupant behaviors. This study used a survey technique approach. The data were collected by distributing an online Google Form questionnaire. A total of 217 respondents filled out the questionnaire with the criteria being over 18 years old residing or domiciled in Makassar City and residing in a landed type house or cluster. The resulting data is in the form of categorical data and analyzed by descriptive statistics by looking at the tendency of the respondents answers then testing using chi-square with SPSS 25. The results of the study show that residents make adaptation efforts and there are changes in activity while at home. The ideal residential design for the perception of residents especially on three design aspect criteria namely beautiful with green plants and trees prioritizing natural lighting systems and the use of low maintenance materials (easy to clean). There is a significant positive relationship between adaptation efforts and changes in residents’ activities with residents’ perceptions of the three criteria for ideal house design aspects as a result of COVID-19 19. This study suggests that the healthy home concept approach is the most suitable concept for housing in the future as an implication of the presence of the virus. COVID-19 19. Keywords: Behavior;Ideal Residence;Pandemic COVID-19
本研究是对COVID-19流行病对居民的理想房屋设计和与居民行为相关的感知影响的初步研究。本研究采用数据检索技术方法,使用谷歌形式在网上分享问卷调查。超过217名受访者填写了一份调查问卷,其中包括在马卡萨市居住或居住的18岁以上的国家,以及在帕提家或集群中居住的居民。结果的数据以类别为形式,并通过观察被调查者答案的倾向和分析,然后使用SPSS 25的chi square进行测试。研究表明,居民们进行了适应工作,并在家里进行了变化。对于居民来说,住宅设计的理想设计主要在于绿色和树木辅助设计的三个方面,它们强调自然照明系统和使用低维护材料。适应努力与居民活动的变化与居民对COVID-19设计各个方面的看法有显著的积极联系。该研究表明,健康住房概念的方法是未来可居住性最好的概念,是COVID-19病毒存在的影响。关键词:理想生活区;COVID-19;行为;感知。这项研究是一项先见之明,旨在确定利害关系19大流行观念对持有的理想设计及其影响。这项研究使用的技术调查正在接近。这些数据是由谷歌提出的在线问题收集的。总共有217名回答者采访了他们的问题,他们在马卡萨市长期居留18年,在一个着陆类型或集群中居住。数据的恢复是由SPSS 25的chi-square测试的行为分析数据的形式。研究表明,抵抗者正在适应努力,在回家的路上发生了变化。居民的理想设计,特别是三种用途表皮装饰,具有天然照明系统和低维护材料的美丽。在适应环境和变化之间有一种重要的积极关系,在适应环境和变化之间有一种有效的关系。这项研究建议,健康家庭的不利条件是,在未来,作为对病毒存在的影响,这是最可靠的设想。COVID-19 19。Keywords: Behavior;理想住所;Pandemic COVID-19;Perception。
{"title":"IMPLIKASI PANDEMIK COVID 19 PADA PERILAKU DAN PERSEPSI PENGHUNI TERKAIT DESAIN HUNIAN IDEAL","authors":"Ulfaizah Sahril Nurfadhillah, A. N. Ekananda, Wahyu Saputra, Diananta Pramitasari","doi":"10.24252/nature.v8i2a4","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/nature.v8i2a4","url":null,"abstract":"Penelitian ini merupakan studi awal yang dilakukan untuk mengetahui dan menguji dampak pandemi COVID-19 pada persepsi penghuni terkait desain hunian ideal dan hubungannya terkait perilaku penghuni. Studi ini menggunakan pendekatan teknik survey pengambilan data dengan membagikan kuesioner secara daring menggunakan Google Form. Sebanyak 217 responden mengisi kuesioner dengan kriteria berusia diatas 18 tahun bertempat tinggal atau berdomisili di Kota Makassar dan penghuni jenis rumah tapak atau cluster. Data yang dihasilkan berbentuk data kategorik dan dianalisis dengan statistik deskriptif dengan melihat tendensi dari Jawaban responden kemudian melakukan pengujian menggunakan chi-square dengan SPSS 25. Hasil studi menunjukkan bahwa penghuni melakukan upaya adaptasi dan terjadi perubahan aktivitas selama di rumah. Desain hunian ideal bagi persepsi penghuni terutama pada tiga kriteria aspek desain yaitu asri dengan tanaman hijau dan pohon mengutamakan sistem pencahayaan alami dan penggunaan material low maintenance (mudah dibersihkan). Terdapat hubungan positif yang signifikan antara upaya adaptasi dan perubahan aktivitas penghuni dengan persepsi penghuni terhadap ketiga kriteria aspek desain rumah ideal sebagai dampak dari COVID-19. Studi ini menyarankan bahwa pendekatan konsep rumah sehat menjadi konsep paling cocok digunakan untuk hunian di masa mendatang sebagai implikasi dari adanya virus COVID-19. Kata kunci: Hunian Ideal;Pandemik COVID-19;Perilaku;Persepsi. This research was a preliminary study conducted to determine the impacts of the COVID-19 pandemic on residents’ perceptions regarding the ideal residential design and its relationship to occupant behaviors. This study used a survey technique approach. The data were collected by distributing an online Google Form questionnaire. A total of 217 respondents filled out the questionnaire with the criteria being over 18 years old residing or domiciled in Makassar City and residing in a landed type house or cluster. The resulting data is in the form of categorical data and analyzed by descriptive statistics by looking at the tendency of the respondents answers then testing using chi-square with SPSS 25. The results of the study show that residents make adaptation efforts and there are changes in activity while at home. The ideal residential design for the perception of residents especially on three design aspect criteria namely beautiful with green plants and trees prioritizing natural lighting systems and the use of low maintenance materials (easy to clean). There is a significant positive relationship between adaptation efforts and changes in residents’ activities with residents’ perceptions of the three criteria for ideal house design aspects as a result of COVID-19 19. This study suggests that the healthy home concept approach is the most suitable concept for housing in the future as an implication of the presence of the virus. COVID-19 19. Keywords: Behavior;Ideal Residence;Pandemic COVID-19 ","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"41441476","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
期刊
Nature National Academic Journal of Architecture
全部 Acc. Chem. Res. ACS Applied Bio Materials ACS Appl. Electron. Mater. ACS Appl. Energy Mater. ACS Appl. Mater. Interfaces ACS Appl. Nano Mater. ACS Appl. Polym. Mater. ACS BIOMATER-SCI ENG ACS Catal. ACS Cent. Sci. ACS Chem. Biol. ACS Chemical Health & Safety ACS Chem. Neurosci. ACS Comb. Sci. ACS Earth Space Chem. ACS Energy Lett. ACS Infect. Dis. ACS Macro Lett. ACS Mater. Lett. ACS Med. Chem. Lett. ACS Nano ACS Omega ACS Photonics ACS Sens. ACS Sustainable Chem. Eng. ACS Synth. Biol. Anal. Chem. BIOCHEMISTRY-US Bioconjugate Chem. BIOMACROMOLECULES Chem. Res. Toxicol. Chem. Rev. Chem. Mater. CRYST GROWTH DES ENERG FUEL Environ. Sci. Technol. Environ. Sci. Technol. Lett. Eur. J. Inorg. Chem. IND ENG CHEM RES Inorg. Chem. J. Agric. Food. Chem. J. Chem. Eng. Data J. Chem. Educ. J. Chem. Inf. Model. J. Chem. Theory Comput. J. Med. Chem. J. Nat. Prod. J PROTEOME RES J. Am. Chem. Soc. LANGMUIR MACROMOLECULES Mol. Pharmaceutics Nano Lett. Org. Lett. ORG PROCESS RES DEV ORGANOMETALLICS J. Org. Chem. J. Phys. Chem. J. Phys. Chem. A J. Phys. Chem. B J. Phys. Chem. C J. Phys. Chem. Lett. Analyst Anal. Methods Biomater. Sci. Catal. Sci. Technol. Chem. Commun. Chem. Soc. Rev. CHEM EDUC RES PRACT CRYSTENGCOMM Dalton Trans. Energy Environ. Sci. ENVIRON SCI-NANO ENVIRON SCI-PROC IMP ENVIRON SCI-WAT RES Faraday Discuss. Food Funct. Green Chem. Inorg. Chem. Front. Integr. Biol. J. Anal. At. Spectrom. J. Mater. Chem. A J. Mater. Chem. B J. Mater. Chem. C Lab Chip Mater. Chem. Front. Mater. Horiz. MEDCHEMCOMM Metallomics Mol. Biosyst. Mol. Syst. Des. Eng. Nanoscale Nanoscale Horiz. Nat. Prod. Rep. New J. Chem. Org. Biomol. Chem. Org. Chem. Front. PHOTOCH PHOTOBIO SCI PCCP Polym. Chem.
﹀
mjeditor
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
0
微信
客服QQ
Book学术公众号 扫码关注我们
反馈
×
意见反馈
请填写您的意见或建议
请填写您的手机或邮箱
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
现在去查看 取消
×
提示
确定
Book学术官方微信
Book学术官方微信
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术
文献互助 智能选刊 最新文献 互助须知 联系我们:info@booksci.cn
Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。
Copyright © 2023 Book学术 All rights reserved.
ghs 京公网安备 11010802042870号 京ICP备2023020795号-1