Muhammad Ajwad Muzdar, Bambang Heryanto, Arifuddin Akil
Abstrak_ Fly-Over Urip Sumoharjo KM.4 Makassar merupakan jalan layang yang dibangun oleh Pemerintah Kota Makassar guna untuk memecah kemacetan yang sering terjadi malah menambah kemacetan di waktu-waktu tertentu karena adanya aktivitas lain yang dilakukan oleh masyarakat dan menjadi masalah spasial pada fly-over . Penelitian ini bertujuan mengungkapkan bentuk-bentuk aktivitas yang dilakukan oleh aktor dan kekuatan yang membentuk aktivitas. Lokasi penelitian yaitu di Fly-Over Urip Sumoharjo KM.4 Makassar. Metode penelitian dilakukan dengan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, kuesioner, observasi dan studi pustaka. Analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian mengungkapkan kekuatan yang membentuk aktivitas di Fly-Over adalah karena adanya kesatuan aktor-ruang-waktu. Posisi aktor adalah sebagai unsur yang berperan utama dalam memaknai ruang ( space ) menjadi sebuah tempat ( place ), juga merupakan unsur yang menentukan dalam pembentukan sebuah peristiwa. Ruang sebagai unsur yang mewadahi berlangsungnya sebuah kegiatan atau peristiwa, sedangkan waktu adalah unsur yang “seolah-olah” mengatur, mengendalikan dan menentukan kapan peristiwa itu terjadi dan kapan peristiwa itu berhenti. Ketiga unsur aktor-ruang-waktu dalam sebuah peristiwa senantiasa bergerak, berubah, bergeser, berganti dan selalu menjadi satu kesatuan yang utuh. Kata kunci : Ruang Publik; Fly-Over; Makassar Abstract _ Fly-over on Urip Sumoharjo KM.4 in Makassar is an overpass that built by the Ma k a s sar city government in order to solve the traffic jam that often occur becoming the increasing of traffic jam at a particular time because of the other activities that held by people of the city and which is the spatial problems of fly-over. The study aimed to reveal the forms of activities that held by its actors, and the strenght that formed the activities . The location of the Research is the fly-over on Urip Sumoharjo KM.4 in Makassar . The m ethod of research conducted with qualitative methods. Data collection is taken by interviews, questionnaires, observations and literature study . Data analysis used descriptive analysis. The results of the study revealed the strength t hat formed the activity o n The fly-over because of the unity of its actor, space and time. The position of the Actor is an element that played a main role in defining the space into a place, is also a decisive element in forming an event. Space i s an element that accommodates an activitry or an event happened, while time is an element that seemed to regulate, control and determine when the eventshappened and when it stopped . The third element of the actor, space and time in an event constantly moved , changed , shifted and always be one whole unity . Keywords : P ublic Space ; Fly-Over ; M a k as s ar .
Abstrak_飞越Urip Sumoharjo KM本研究旨在揭示行为人进行的活动形式以及形成活动的力量。研究地点位于望加锡4公里乌里普苏莫哈尔霍上空。研究方法采用定性方法。数据收集是通过访谈、表亲、观察和图书馆研究来完成的。使用描述性分析的数据分析。研究结果表明,在飞越中形成活动的力量是因为有一个演员的时空单位。演员的位置是将空间设计成一个地方的关键因素,也是创建事件的决定性因素。空间作为一个固有的元素来执行一个事件,而时间是一个“似乎”用来调节、控制和决定它何时发生和何时停止的元素。时空行动者的三个要素在一个事件中总是移动、变化、移动、变化,并始终成为一个整体。关键词:公共房间;飞越;望加锡摘要-望加锡Urip Sumoharjo KM.4立交桥是马克萨市政府为解决经常发生的交通堵塞而建造的一座立交桥,由于该市人民举行的其他活动,交通堵塞在特定时间加剧,这就是[UNK]立交桥的空间问题。本研究旨在揭示其参与者所进行的活动的形式,以及形成这些活动的力量。研究地点是望加锡Urip Sumoharjo KM.4的飞越。用定性方法进行研究的方法。数据收集采用访谈、问卷调查、观察和文献研究等方法。数据分析采用描述性分析。研究结果表明,飞越活动的强度是由于其参与者、空间和时间的统一性而形成的。演员的位置是一个元素,在定义一个地方的空间中发挥了主要作用,也是形成一个事件的决定性因素。空间是一个容纳活动或事件发生的元素,而时间似乎是一个调节、控制和决定事件何时开始和何时停止的元素。演员的第三要素,空间和时间在一个事件中不断地移动、变化、转移,始终是一个整体。关键词:公共空间;飞越;M a k a s ar。
{"title":"FENOMENA SPASIAL PADA FLY-OVER URIP SUMOHARJO KM.4 MAKASSAR","authors":"Muhammad Ajwad Muzdar, Bambang Heryanto, Arifuddin Akil","doi":"10.24252/nature.v5i2a3","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/nature.v5i2a3","url":null,"abstract":"Abstrak_ Fly-Over Urip Sumoharjo KM.4 Makassar merupakan jalan layang yang dibangun oleh Pemerintah Kota Makassar guna untuk memecah kemacetan yang sering terjadi malah menambah kemacetan di waktu-waktu tertentu karena adanya aktivitas lain yang dilakukan oleh masyarakat dan menjadi masalah spasial pada fly-over . Penelitian ini bertujuan mengungkapkan bentuk-bentuk aktivitas yang dilakukan oleh aktor dan kekuatan yang membentuk aktivitas. Lokasi penelitian yaitu di Fly-Over Urip Sumoharjo KM.4 Makassar. Metode penelitian dilakukan dengan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, kuesioner, observasi dan studi pustaka. Analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian mengungkapkan kekuatan yang membentuk aktivitas di Fly-Over adalah karena adanya kesatuan aktor-ruang-waktu. Posisi aktor adalah sebagai unsur yang berperan utama dalam memaknai ruang ( space ) menjadi sebuah tempat ( place ), juga merupakan unsur yang menentukan dalam pembentukan sebuah peristiwa. Ruang sebagai unsur yang mewadahi berlangsungnya sebuah kegiatan atau peristiwa, sedangkan waktu adalah unsur yang “seolah-olah” mengatur, mengendalikan dan menentukan kapan peristiwa itu terjadi dan kapan peristiwa itu berhenti. Ketiga unsur aktor-ruang-waktu dalam sebuah peristiwa senantiasa bergerak, berubah, bergeser, berganti dan selalu menjadi satu kesatuan yang utuh. Kata kunci : Ruang Publik; Fly-Over; Makassar Abstract _ Fly-over on Urip Sumoharjo KM.4 in Makassar is an overpass that built by the Ma k a s sar city government in order to solve the traffic jam that often occur becoming the increasing of traffic jam at a particular time because of the other activities that held by people of the city and which is the spatial problems of fly-over. The study aimed to reveal the forms of activities that held by its actors, and the strenght that formed the activities . The location of the Research is the fly-over on Urip Sumoharjo KM.4 in Makassar . The m ethod of research conducted with qualitative methods. Data collection is taken by interviews, questionnaires, observations and literature study . Data analysis used descriptive analysis. The results of the study revealed the strength t hat formed the activity o n The fly-over because of the unity of its actor, space and time. The position of the Actor is an element that played a main role in defining the space into a place, is also a decisive element in forming an event. Space i s an element that accommodates an activitry or an event happened, while time is an element that seemed to regulate, control and determine when the eventshappened and when it stopped . The third element of the actor, space and time in an event constantly moved , changed , shifted and always be one whole unity . Keywords : P ublic Space ; Fly-Over ; M a k as s ar .","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"46698868","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Abstrak_ Ruang terbuka publik merupakan elemen kota yang sangat penting kehadirannya dalam kehidupan kota. Sebagai ruang terbuka yang bersifat publik maka berbagai aktivitas dapat dilakukan manusia baik perorangan maupun berkelompok. Karakteristik manusia sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial menjadi hal yang menarik untuk diteliti bagaimana manusia mempertahankan sifat keprivasian mereka dalam ruang terbuka publik yang dapat diakses siapa saja. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini untuk melihat gambaran bagaimana manusia mengaktualisasikan karakternya sebagai makhluk individu dalam suatu ruang sosial di ruang terbuka publiksehingga manfaat dari penelitian ini diharapkan bisa digunakan para perancang ruang kota dalam memperhatikan kebutuhan karakter manusia sebagai pengguna ruang tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan melakukan pendekatan kajian literatur yaitu menggunakan beberapa teori dan artikel penelitian yang sesuai yang telah dilakukan.Berdasarkan kajian literatur yang dilakukan ditemukan bahwa karakter manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial dalam ruang terbuka publikterdapat 2 bentukan ruang yaitu ruang pribadi ( personal space ) yaitu ruang maya yang berada di sekeliling tubuh masing-masing individu dan teritori ( territory ) yang dibentuk sesuai dengan kondisi tertentunamunmasih dapat diusik oleh individu lain sehingga pertahanan manusia ini sifatnya tidak masif. Teritori juga dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu ekonomi dan budaya. Kata k unci : Arsitektur Perilaku; Ruang Publik, Ruang Terbuka Publik. Abstrak_ Public open space is an element of the city that is very important of its presence in city life. As a public open space, various activities can be carried out by humans, both individuals and groups. The characteristics of humans as individual and also social being; becoming interesting things to be investigated that how humans maintain their privacy in public open spaces that can be accessed by anyone. Therefore the purpose of this study is to gain the description of how humans actualize their characters as individual beings in a social space in public open space so that the benefits of this research are expected to be able to be used by urban space designers in concerning to the human character needs as the space user. The research method used was a qualitative method by conducting a literature study approach, which used several theories and research articles that were appropriate. Based on the literature review, it was found that human characters as individual and social being in public open spaces had 2 spatial forms, namely personal space which was the virtual space available around the body of each individual and territory formed according with certain conditions but can still be disturbed by other individuals so that the human defense is not massive. Territory is also influenced by two factors, namely economy and culture. K eywords : Behavior Architecture; Urban
公共开放空间是城市存在的一个非常重要的因素。作为一个公共开放空间,个人和团体都可以进行各种活动。人类作为个体和社会存在的特征,对人类如何在一个任何人都能接触到的公共空间中保持其隐私性产生了一种有趣的研究。因此,本研究的目的是观察人类如何在公开空间的社交空间中对个体人格的描述,从而期望城市空间设计师将其受益于作为人类使用者的性格需求。研究方法是一种定性方法,通过采用一些经过验证的理论和相关的研究文章进行研究。根据文献研究中心所做的发现是作为个体的人的性格和社会性的开放空间中publikterdapat 2个人空间形式的私人空间(空间),即在各自国家内个人和身体周围的虚拟空间领地(人)的成立符合国防tertentunamunmasih条件可能受其他个人,这个人本质上没有质量。该地区还受到经济和文化这两个因素的影响。“行为架构”一词:公共空间,公共空间。开放空间是城市的象征,它在城市生活中非常重要。作为一个公共开放空间,各种各样的活动可能会被人类所关注,分别是个人和群体。人类的特点,如个人和社会的存在;有趣的是,人们对公众开放空间的隐私感兴趣,这是任何人都能接触到的。这就是《增益这个研究的目的是要怎么humans风貌》美国他们actualize characters个体存在的在一个社交空间的公共开放空间,所以这一点benefits》这个研究是to be able to be used by太空urban designers in concerning human》character需要用户超过美国的太空。这项研究使用的方法是一种合格的文学研究方法,该方法使用several theories和研究材料,即相应的。改编自《文学评论》,是找到那个人类个体与社会身为美国characters in公共开放空间有两个人空间forms, namely虚拟空间,这是《太空"可以每个体之身体和周围人formed一起根据确定条件,但还能被其他individuals disturbed那《human国防是巨大的音符。Territory还受到两个因素的影响:namely economy和culture。K eywords:行为架构;城市空间;公共开放空间;个人空间;人。
{"title":"ASPEK PERILAKU MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL PADA RUANG TERBUKA PUBLIK","authors":"D. Hantono, Diananta Pramitasari","doi":"10.24252/NATURE.V5I2A1","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/NATURE.V5I2A1","url":null,"abstract":"Abstrak_ Ruang terbuka publik merupakan elemen kota yang sangat penting kehadirannya dalam kehidupan kota. Sebagai ruang terbuka yang bersifat publik maka berbagai aktivitas dapat dilakukan manusia baik perorangan maupun berkelompok. Karakteristik manusia sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial menjadi hal yang menarik untuk diteliti bagaimana manusia mempertahankan sifat keprivasian mereka dalam ruang terbuka publik yang dapat diakses siapa saja. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini untuk melihat gambaran bagaimana manusia mengaktualisasikan karakternya sebagai makhluk individu dalam suatu ruang sosial di ruang terbuka publiksehingga manfaat dari penelitian ini diharapkan bisa digunakan para perancang ruang kota dalam memperhatikan kebutuhan karakter manusia sebagai pengguna ruang tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan melakukan pendekatan kajian literatur yaitu menggunakan beberapa teori dan artikel penelitian yang sesuai yang telah dilakukan.Berdasarkan kajian literatur yang dilakukan ditemukan bahwa karakter manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial dalam ruang terbuka publikterdapat 2 bentukan ruang yaitu ruang pribadi ( personal space ) yaitu ruang maya yang berada di sekeliling tubuh masing-masing individu dan teritori ( territory ) yang dibentuk sesuai dengan kondisi tertentunamunmasih dapat diusik oleh individu lain sehingga pertahanan manusia ini sifatnya tidak masif. Teritori juga dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu ekonomi dan budaya. Kata k unci : Arsitektur Perilaku; Ruang Publik, Ruang Terbuka Publik. Abstrak_ Public open space is an element of the city that is very important of its presence in city life. As a public open space, various activities can be carried out by humans, both individuals and groups. The characteristics of humans as individual and also social being; becoming interesting things to be investigated that how humans maintain their privacy in public open spaces that can be accessed by anyone. Therefore the purpose of this study is to gain the description of how humans actualize their characters as individual beings in a social space in public open space so that the benefits of this research are expected to be able to be used by urban space designers in concerning to the human character needs as the space user. The research method used was a qualitative method by conducting a literature study approach, which used several theories and research articles that were appropriate. Based on the literature review, it was found that human characters as individual and social being in public open spaces had 2 spatial forms, namely personal space which was the virtual space available around the body of each individual and territory formed according with certain conditions but can still be disturbed by other individuals so that the human defense is not massive. Territory is also influenced by two factors, namely economy and culture. K eywords : Behavior Architecture; Urban","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44876750","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Abstrak_ Perumahan di perkotaan hakekatnya mewujudkan kondisi yang layak huni, aman, nyaman, damai, sejahtera, berbudaya, berkeadilan sosial dan berkelanjutan. Permasalahan perumahan adalah perbaikan kualitas lingkungan tidak diimbangi dengan perbaikan kualitas unit rumah. Perbaikan jalan lingkungan tiap tahun menyebabkan tinggi permukaan jalan lebih tinggi dari lantai unit perumahan tersebut. Pertambahan tinggi permukaan jalan menyebabkan terjadinya genangan air pada tiap unit rumah pada musim hujan. Pertumbahan ekonomi penghuni menyebabkan bertambahnya kebutuhan akan fasilitas kendaraan atau garasi. Perencanaan garasi atau carport yang tidak terencana menyebabkan penguhi perumahan memarkir kendaraan di jalan lingkungan depan rumahnya. Perilaku tersebut sangat merugikan penghuni dan pelaku kegiatan dalam perumahan tersebut. Area bermain dan bersosialisasi pada perumahan yang jarang tersedia menyebabkan para penghuni dan anak-anak kerang peka terhadap lingkungannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dimana pendekatan pada kedua metode ini berbeda. Pada metode kualitatif digunakan dengan cara mempelajari beberapa literatur berupa teori-teori penanggulangan banjir pada area perumahan serta standar-standar luas untuk parkir. Kuantitif untuk menghitung dan mengukur standar ketinggian bangunan terhadap banjir dan luas yang diperlukan untuk parkir pada tiap unit rumah. Perencanaan desain rumah panggung area perumahan menjadi salah satu alternative solusi dalam memecahkan bencana banjir, perparkiran, area bermain dan area soliasilsasi pada perumahan di perkotaan yang dapat mewujudkan kondisi yang layak huni, aman, nyaman, damai, sejahtera, berbudaya, berkeadilan sosial dan berkelanjutan Kata-kunci : Rumah Panggung; Bencana Banjir; Lahan Parkir. Abstrac _Urban housing in nature embodies conditions that are habitable, safe, comfortable, peaceful, prosperous, cultured, socially just and sustainable. The problem of housing is the improvement of environmental quality is not balanced with the improvement of the quality of housing units. Environmental road improvement each year causes the road surface height is higher than the floor of the housing unit. The increase in the height of the road surface causes the occurrence of water puddles in each unit of the house during the rainy season. The economic spill of the occupants caused an increase in the need for a vehicle or garage facility. Planning an unplanned garage or carport causes the housing to park in the street environment of his house. Such behavior is very detrimental to residents and actors in the housing. The area of play and socializing on rarely available housing causes residents and clam children to be sensitive to the environment. This research uses descriptive method with quantitative and qualitative approach where the approach in both methods is different. In qualitative methods used by studying some literature in the form of flood prevent
{"title":"RUMAH PANGGUNG SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN TERHADAP BENCANA BANJIR, LAHAN PARKIR, AREA BERMAIN DAN BERSOSIALISASI","authors":"A. Alfiah, Ratriana Said","doi":"10.24252/NATURE.V5I1A9","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/NATURE.V5I1A9","url":null,"abstract":"Abstrak_ Perumahan di perkotaan hakekatnya mewujudkan kondisi yang layak huni, aman, nyaman, damai, sejahtera, berbudaya, berkeadilan sosial dan berkelanjutan. Permasalahan perumahan adalah perbaikan kualitas lingkungan tidak diimbangi dengan perbaikan kualitas unit rumah. Perbaikan jalan lingkungan tiap tahun menyebabkan tinggi permukaan jalan lebih tinggi dari lantai unit perumahan tersebut. Pertambahan tinggi permukaan jalan menyebabkan terjadinya genangan air pada tiap unit rumah pada musim hujan. Pertumbahan ekonomi penghuni menyebabkan bertambahnya kebutuhan akan fasilitas kendaraan atau garasi. Perencanaan garasi atau carport yang tidak terencana menyebabkan penguhi perumahan memarkir kendaraan di jalan lingkungan depan rumahnya. Perilaku tersebut sangat merugikan penghuni dan pelaku kegiatan dalam perumahan tersebut. Area bermain dan bersosialisasi pada perumahan yang jarang tersedia menyebabkan para penghuni dan anak-anak kerang peka terhadap lingkungannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dimana pendekatan pada kedua metode ini berbeda. Pada metode kualitatif digunakan dengan cara mempelajari beberapa literatur berupa teori-teori penanggulangan banjir pada area perumahan serta standar-standar luas untuk parkir. Kuantitif untuk menghitung dan mengukur standar ketinggian bangunan terhadap banjir dan luas yang diperlukan untuk parkir pada tiap unit rumah. Perencanaan desain rumah panggung area perumahan menjadi salah satu alternative solusi dalam memecahkan bencana banjir, perparkiran, area bermain dan area soliasilsasi pada perumahan di perkotaan yang dapat mewujudkan kondisi yang layak huni, aman, nyaman, damai, sejahtera, berbudaya, berkeadilan sosial dan berkelanjutan Kata-kunci : Rumah Panggung; Bencana Banjir; Lahan Parkir. Abstrac _Urban housing in nature embodies conditions that are habitable, safe, comfortable, peaceful, prosperous, cultured, socially just and sustainable. The problem of housing is the improvement of environmental quality is not balanced with the improvement of the quality of housing units. Environmental road improvement each year causes the road surface height is higher than the floor of the housing unit. The increase in the height of the road surface causes the occurrence of water puddles in each unit of the house during the rainy season. The economic spill of the occupants caused an increase in the need for a vehicle or garage facility. Planning an unplanned garage or carport causes the housing to park in the street environment of his house. Such behavior is very detrimental to residents and actors in the housing. The area of play and socializing on rarely available housing causes residents and clam children to be sensitive to the environment. This research uses descriptive method with quantitative and qualitative approach where the approach in both methods is different. In qualitative methods used by studying some literature in the form of flood prevent","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":"46 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-06-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"82224185","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Abstrak_ Ruang publik yang ideal harus menjadi landasan bersama, terbuka dan dapat diakses untuk semua, termasuk bagi para penyandang cacat. Namun kenyataannya, di sepanjang jalan lingkungan menuju Danau Mawang tidak semua ruang publik yang dapat diakses. Idealnya, berbagai orang yang menggunakan dan melakukan interaksi di ruang publik harus diakomodasi dalam ruang. Potensi konflik ada kapan saja dan di mana pun orang-orang berinteraksi. Konflik bersifat wajar, normal, dan tidak dapat dihindari setiap kali orang berinteraksi bersama. Ketidaksepakatan dan perbedaan pada konflik nilai dapat diindikasikan oleh situasi tak terhindarkan dalam hubungan manusia. Oleh karena itu, mendefinisikan perbedaan dan strategi untuk mengelola konflik di ruang publik akan menjadi fokus dari penelitian ini. Sinergi, kompromi, tindakan akomodatif dan penggunaan kekuatan antara lain adalah strategi mengelola konflik untuk menciptakan lingkungan yang dibangun menuju tempat umum yang terbuka dan dapat diakses. Ruang publik adalah tempat bersama di mana orang melakukan kegiatan fungsional dan ritual yang mengikat komunitas, baik dalam rutinitas normal kehidupan sehari-hari atau dalam perayaan periodik (Bishop dan Krik R. 1989). Jalan Perkotaan yang berhubungan dengan sebagian besar ruang publik harus melayani masyarakat luas, masyarakat majemuk dan berbagai perilaku manusia. Dalam penelitian ini berlandaskan pada paradigma rasionalitik dengan pendekatan metode penelitian deskriptif yaitu; studi pustaka tentang teori dasar ruang publik perkotaan, observasi lapangan, dan menganalisis data dengan menggunakan ArchGIS program (program pemetaan digitalisasi). Dengan mengelola konflik di sepanjang Jalan Lingkungan menuju Danau Mawang sebagai ruang publik perkotaan sebaik mungkin akan dapat menciptakan ruang publik yang terbuka dan dapat diakses dengan baik oleh seluruh masyarakat setempat. Kata kunci : Ruang Publik; Konflik Ruang Publik; Jalan Perkotaan.
{"title":"ANALISIS KONFLIK JALAN SEBAGAI RUANG PUBLIK PERKOTAAN (STUDI KASUS : JALAN LINGKUNGAN MENUJU DANAU MAWANG, KABUPATEN GOWA)","authors":"Sriany Ersina","doi":"10.24252/nature.v5i1a5","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/nature.v5i1a5","url":null,"abstract":"Abstrak_ Ruang publik yang ideal harus menjadi landasan bersama, terbuka dan dapat diakses untuk semua, termasuk bagi para penyandang cacat. Namun kenyataannya, di sepanjang jalan lingkungan menuju Danau Mawang tidak semua ruang publik yang dapat diakses. Idealnya, berbagai orang yang menggunakan dan melakukan interaksi di ruang publik harus diakomodasi dalam ruang. Potensi konflik ada kapan saja dan di mana pun orang-orang berinteraksi. Konflik bersifat wajar, normal, dan tidak dapat dihindari setiap kali orang berinteraksi bersama. Ketidaksepakatan dan perbedaan pada konflik nilai dapat diindikasikan oleh situasi tak terhindarkan dalam hubungan manusia. Oleh karena itu, mendefinisikan perbedaan dan strategi untuk mengelola konflik di ruang publik akan menjadi fokus dari penelitian ini. Sinergi, kompromi, tindakan akomodatif dan penggunaan kekuatan antara lain adalah strategi mengelola konflik untuk menciptakan lingkungan yang dibangun menuju tempat umum yang terbuka dan dapat diakses. Ruang publik adalah tempat bersama di mana orang melakukan kegiatan fungsional dan ritual yang mengikat komunitas, baik dalam rutinitas normal kehidupan sehari-hari atau dalam perayaan periodik (Bishop dan Krik R. 1989). Jalan Perkotaan yang berhubungan dengan sebagian besar ruang publik harus melayani masyarakat luas, masyarakat majemuk dan berbagai perilaku manusia. Dalam penelitian ini berlandaskan pada paradigma rasionalitik dengan pendekatan metode penelitian deskriptif yaitu; studi pustaka tentang teori dasar ruang publik perkotaan, observasi lapangan, dan menganalisis data dengan menggunakan ArchGIS program (program pemetaan digitalisasi). Dengan mengelola konflik di sepanjang Jalan Lingkungan menuju Danau Mawang sebagai ruang publik perkotaan sebaik mungkin akan dapat menciptakan ruang publik yang terbuka dan dapat diakses dengan baik oleh seluruh masyarakat setempat. Kata kunci : Ruang Publik; Konflik Ruang Publik; Jalan Perkotaan.","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":"25 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-06-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"76027334","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Muhammad Ardli Santosa, Rasdyana Rasdyana, Ahmad Syauki, Lexsi Yosua Masseleng
Abstrak_ Taman kota merupakan ruang terbuka publik secara optimal digunakan sebagai area yang berfungsi baik secara langsung maupun tidak langsung untuk kehidupan dan kesejahteraan warga kotanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas perancangan taman Benteng Roterdam. Analisis yang dilakukan meliputi analisis deskriptif dan kualitatif terhadap data yang dikumpulkan dan penilaian KPI ( Key Perfomance Index ). Nilai KPI menujukkan bahwa kualitas perancangan taman sebesar 0.66 yang artinya kondisi taman Benteng Roterdam kurang sesuai dengan standar. Kata kunci : Kualitas Ruang Publik; Benteng Roterdam Makassar: Penilaian KPI. Abstract_ The urban park is an open public space optimally used as an area that works both directly and indirectly for the life and welfare of the people of the city. The purpose of this research is to know the quality of Fort Roterdam design. The analysis includes descriptive and qualitative analysis of collected data and KPI (Key Perfomance Index). The value of KPI shows that the quality of garden design is 0.66, which means that the condition of FortRoterdam park is less in line with the standard. Keywords: Quality of Public Space; Fort Roterdam Makassar; Assessment of KPI
{"title":"KUALITAS PERANCANGAN TAMAN BENTENG ROTERDAM MAKASSAR","authors":"Muhammad Ardli Santosa, Rasdyana Rasdyana, Ahmad Syauki, Lexsi Yosua Masseleng","doi":"10.24252/NATURE.V5I1A6","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/NATURE.V5I1A6","url":null,"abstract":"Abstrak_ Taman kota merupakan ruang terbuka publik secara optimal digunakan sebagai area yang berfungsi baik secara langsung maupun tidak langsung untuk kehidupan dan kesejahteraan warga kotanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas perancangan taman Benteng Roterdam. Analisis yang dilakukan meliputi analisis deskriptif dan kualitatif terhadap data yang dikumpulkan dan penilaian KPI ( Key Perfomance Index ). Nilai KPI menujukkan bahwa kualitas perancangan taman sebesar 0.66 yang artinya kondisi taman Benteng Roterdam kurang sesuai dengan standar. Kata kunci : Kualitas Ruang Publik; Benteng Roterdam Makassar: Penilaian KPI. Abstract_ The urban park is an open public space optimally used as an area that works both directly and indirectly for the life and welfare of the people of the city. The purpose of this research is to know the quality of Fort Roterdam design. The analysis includes descriptive and qualitative analysis of collected data and KPI (Key Perfomance Index). The value of KPI shows that the quality of garden design is 0.66, which means that the condition of FortRoterdam park is less in line with the standard. Keywords: Quality of Public Space; Fort Roterdam Makassar; Assessment of KPI","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":"18 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-06-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"73987211","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Abstrak_ Pusat Pacuan Kuda di Jeneponto merupakan kompleks kegiatan olahraga berkuda dimana didalamnya terdapat tiga kegiatan berkuda yaitu olahraga, pelatihan dan rekreasi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Metode ini memaparkan fakta fenomena dan keadaan kondisi eksisting tapak, kemudian disesuikan dengan data dengan studi pustaka dan studi preseden yang berkaitan dengan arena berkuda serta Arsitektur Futuristik . Konsep ini mengahsilkan perancangan bentuk bangunan yang dibuat berdasarkan pengolahan tapak yang diolah dengan bentuk dinamis dan material yang maju di dukung oleh sistem teknologi masa depan. Kata kunci : Pusat Pacuan Kuda ; Jeneponto ; Arsitektur Fututristik. Abstract _ The Equestrian Center at Jeneponto is a complex of horse-riding activities where there are three riding activities that are sports, training and recreation.. The method used is qualitative descriptive method. This method describes the facts of the phenomenon and the condition of the existing site conditions, then adjusted to the data by literature study and study of precedents related to equestrian arena and Futuristic Architecture. This concept produces the design of building forms based on the processing of the treads processed with dynamic forms and advanced materials supported by future technology systems. Keywords : The Equestrian Center; Jeneponto; Futuristic Architecture.
{"title":"PENERAPAN KONSEP FUTURISTIK PADA PUSAT PACUAN KUDA DI JENEPONTO","authors":"Wasilah Wasilah, B. Burhanuddin, Nahda Ulmia","doi":"10.24252/NATURE.V5I1A4","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/NATURE.V5I1A4","url":null,"abstract":"Abstrak_ Pusat Pacuan Kuda di Jeneponto merupakan kompleks kegiatan olahraga berkuda dimana didalamnya terdapat tiga kegiatan berkuda yaitu olahraga, pelatihan dan rekreasi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Metode ini memaparkan fakta fenomena dan keadaan kondisi eksisting tapak, kemudian disesuikan dengan data dengan studi pustaka dan studi preseden yang berkaitan dengan arena berkuda serta Arsitektur Futuristik . Konsep ini mengahsilkan perancangan bentuk bangunan yang dibuat berdasarkan pengolahan tapak yang diolah dengan bentuk dinamis dan material yang maju di dukung oleh sistem teknologi masa depan. Kata kunci : Pusat Pacuan Kuda ; Jeneponto ; Arsitektur Fututristik. Abstract _ The Equestrian Center at Jeneponto is a complex of horse-riding activities where there are three riding activities that are sports, training and recreation.. The method used is qualitative descriptive method. This method describes the facts of the phenomenon and the condition of the existing site conditions, then adjusted to the data by literature study and study of precedents related to equestrian arena and Futuristic Architecture. This concept produces the design of building forms based on the processing of the treads processed with dynamic forms and advanced materials supported by future technology systems. Keywords : The Equestrian Center; Jeneponto; Futuristic Architecture.","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":"30 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-06-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"78914718","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Abstract: As the climate change affectingon coastal cities by increasing the intensity and frequency of climate related disasters such as flooding, sea level rise, drought etc., the need to explore other urban infrastructure strategies than conventional one is required. This alternative not only mitigate the impacts but also improve the urban climate resilience. In line with it, green infrastructure/GI can be sustainable alternative in that way combine with gray infrastructure. Therefore, this paper reviews the concept of GI to advance the urban resilience associated with climate related disasters. Some strategies based on the current literature and projects are also recommended including managing flood risk, building resiliency to drought, reducing the urban heat island effect, lowering building energy demands, improving coastal resiliency, and reducing energy needed to manage water. Key words: Green Infrastructure, Climate Resilience, Urban Resilience, Sustainability, Flood, Drought,Sea level Rise.
{"title":"URBAN GREEN INFRASTRUCTURE FOR CLIMATE RESILIENCE: A REVIEW","authors":"F. A. Tauhid","doi":"10.24252/NATURE.V5I1A7","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/NATURE.V5I1A7","url":null,"abstract":"Abstract: As the climate change affectingon coastal cities by increasing the intensity and frequency of climate related disasters such as flooding, sea level rise, drought etc., the need to explore other urban infrastructure strategies than conventional one is required. This alternative not only mitigate the impacts but also improve the urban climate resilience. In line with it, green infrastructure/GI can be sustainable alternative in that way combine with gray infrastructure. Therefore, this paper reviews the concept of GI to advance the urban resilience associated with climate related disasters. Some strategies based on the current literature and projects are also recommended including managing flood risk, building resiliency to drought, reducing the urban heat island effect, lowering building energy demands, improving coastal resiliency, and reducing energy needed to manage water. Key words: Green Infrastructure, Climate Resilience, Urban Resilience, Sustainability, Flood, Drought,Sea level Rise.","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":"46 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-06-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"79053161","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Abstrak_ Pantai Merpati berada di kabupaten Bulukumba yang memiliki Potensi Wisata Kuliner, industri perikanan dan tempat pertunjukan musik. Kondisi Perumahan Permukiman yang kurang layak. Kurangnya sarana fasilitas kesehatan dan prasarana jalan di area permukiman nelayan tersebut, Tujuan desain ini untuk memperbaiki permukiman nelayan ini yang masih belum memenuhi kebutuhan penduduk yang ada di permukiman nelayan tersebut. Kondisi yang di desain mencakup model rumah tinggal, fasilitas sarana dan prasarana penunjang serta penataan permukimannya. Metode pembahasan diawali dengan pengumpulan data yang diolah melalui analisis dan sintesis data yang kemudian diproses menjadi sebuah konsep perancangan lalu ditransformasikan ke dalam bentuk grafis dengan menggunakan metode ekplorasi desain. Hasil Desain berupa Site Plan dan bentuk unit hunian serta fasilitas penunjangnya. Kata kunci : Permukiman nelayan; Pantai. Abstract _ Merpati Beach is located in Bulukumba district which has Potential of Culinary Tourism, fishery industry and music venue. Condition of Housing Settlements that are less feasible. Lack of health facility facilities and road infrastructure in the fisherman's settlement area, the purpose of this Design is to improve the fisherman's settlement which is still not meet the needs of the population in the fisherman's settlement. Conditions that are designed include residential model, facilities and supporting facilities and settlement arrangement. The method of discussion begins with data collection processed through analysis and synthesis of data which is then processed into a design concept and then transformed into a graphical form using the method of design exploration. Design Results in the form of Site Plan and the form of residential units and supporting facilities. Keywords : Fisherman's Settlements; Beache.
{"title":"DESAIN PERMUKIMAN NELAYAN PANTAI MERPATI DI KABUPATEN BULUKUMBA","authors":"Marwati Marwati, Wasilah Wasilah, Ulfa Idin Hamja","doi":"10.24252/nature.v5i1a3","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/nature.v5i1a3","url":null,"abstract":"Abstrak_ Pantai Merpati berada di kabupaten Bulukumba yang memiliki Potensi Wisata Kuliner, industri perikanan dan tempat pertunjukan musik. Kondisi Perumahan Permukiman yang kurang layak. Kurangnya sarana fasilitas kesehatan dan prasarana jalan di area permukiman nelayan tersebut, Tujuan desain ini untuk memperbaiki permukiman nelayan ini yang masih belum memenuhi kebutuhan penduduk yang ada di permukiman nelayan tersebut. Kondisi yang di desain mencakup model rumah tinggal, fasilitas sarana dan prasarana penunjang serta penataan permukimannya. Metode pembahasan diawali dengan pengumpulan data yang diolah melalui analisis dan sintesis data yang kemudian diproses menjadi sebuah konsep perancangan lalu ditransformasikan ke dalam bentuk grafis dengan menggunakan metode ekplorasi desain. Hasil Desain berupa Site Plan dan bentuk unit hunian serta fasilitas penunjangnya. Kata kunci : Permukiman nelayan; Pantai. Abstract _ Merpati Beach is located in Bulukumba district which has Potential of Culinary Tourism, fishery industry and music venue. Condition of Housing Settlements that are less feasible. Lack of health facility facilities and road infrastructure in the fisherman's settlement area, the purpose of this Design is to improve the fisherman's settlement which is still not meet the needs of the population in the fisherman's settlement. Conditions that are designed include residential model, facilities and supporting facilities and settlement arrangement. The method of discussion begins with data collection processed through analysis and synthesis of data which is then processed into a design concept and then transformed into a graphical form using the method of design exploration. Design Results in the form of Site Plan and the form of residential units and supporting facilities. Keywords : Fisherman's Settlements; Beache.","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":"33 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-06-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"79054062","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Irma Rahayu, St. Aisyah Rahman, Mahesha Tifany Chandra Gunawan
Abstrak_ Pelestarian lingkungan hendaknya merupakan salah satu pertimbangan utama dalam merancang suatu bangunan. Konsep arsitektur hijau merupakan salah satu cara pendekatan dalam merancang aktifitas atau kegiatan pada gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia atau yang biasa disingkat menjadi KONI. KONI sebagai suatu organisasi memiliki struktur organisasi yang mengatur berbagai kegiatan olahraga yang ada di Indonesia, selain itu juga KONI bertugas untuk mengembangkan minat dan bakat olahraga yang ada pada masyarakat Indonesia . Gedung baru KONI nantinya diharapkan menjadi suatu wadah untuk berbagai persatuan olahraga yang ada di Indonesia sekaligus mendukung aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh KONI, baik itu kegiatan organisasi maupun kegiatan pembinaan sekaligus pelatihan olahraga. K at a Kunci: Arsitektur Hijau; KONI; Olahraga; Organisasi; Pembinaan dan Pelatihan. Abstract_ Environmental preservation should be one of the main considerations in designing a building. The concept of green architecture is one way approach in designing activities or activities in the National Sports Committee building Indonesia or commonly abbreviated as KONI. KONI as an organization has an organizational structure that regulates various sports activities in Indonesia, in addition KONI is also tasked to develop the interest and talent of sports that exist in Indonesian society. KONI new building will be expected to be a container for various sports unity in Indonesia as well as support activities undertaken by KONI, whether it's organizational activities and coaching activities as well as sports training. K eywords: Green Architecture; INSC; Sports; Organization; Training and Development
{"title":"PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR HIJAU PADA GEDUNG KOMITE OLAHRAGA NASIONAL INDONESIA DIMAKASSAR","authors":"Irma Rahayu, St. Aisyah Rahman, Mahesha Tifany Chandra Gunawan","doi":"10.24252/nature.v5i1a8","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/nature.v5i1a8","url":null,"abstract":"Abstrak_ Pelestarian lingkungan hendaknya merupakan salah satu pertimbangan utama dalam merancang suatu bangunan. Konsep arsitektur hijau merupakan salah satu cara pendekatan dalam merancang aktifitas atau kegiatan pada gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia atau yang biasa disingkat menjadi KONI. KONI sebagai suatu organisasi memiliki struktur organisasi yang mengatur berbagai kegiatan olahraga yang ada di Indonesia, selain itu juga KONI bertugas untuk mengembangkan minat dan bakat olahraga yang ada pada masyarakat Indonesia . Gedung baru KONI nantinya diharapkan menjadi suatu wadah untuk berbagai persatuan olahraga yang ada di Indonesia sekaligus mendukung aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh KONI, baik itu kegiatan organisasi maupun kegiatan pembinaan sekaligus pelatihan olahraga. K at a Kunci: Arsitektur Hijau; KONI; Olahraga; Organisasi; Pembinaan dan Pelatihan. Abstract_ Environmental preservation should be one of the main considerations in designing a building. The concept of green architecture is one way approach in designing activities or activities in the National Sports Committee building Indonesia or commonly abbreviated as KONI. KONI as an organization has an organizational structure that regulates various sports activities in Indonesia, in addition KONI is also tasked to develop the interest and talent of sports that exist in Indonesian society. KONI new building will be expected to be a container for various sports unity in Indonesia as well as support activities undertaken by KONI, whether it's organizational activities and coaching activities as well as sports training. K eywords: Green Architecture; INSC; Sports; Organization; Training and Development","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":"3 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-06-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"82989499","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Abstrak _ Saoraja Lapinceng merupakan salah satu rumah adat masyarakat Bugis yang terletak di Kabupaten Barru dan menjadi warisan budaya Sulawesi Selatan yang patut dijaga dan dilestarikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis serangkaian nilai tradisi atau filosofi yang terkandung pada Saoraja Lapinceng sebagai icon arsitektur tradisional Barru serta menemukan integrasi konsep arsitektur Islam pada rumah adat sebagai bagian upaya pelestarian budaya. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif, maka penelitian ini mengidentifikasi dan menemukan berbagai nilai tradisi, karakteristik komponen arsitektural, dan integrasi konsep arsitektur Islam yang diaplikasikan pada bangunan rumah adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Saoraja Lapinceng memiliki karakteristik bangunan yang sama dengan rumah adat bugis pada umumnya. Disamping itu, terdapat beberapa unsur kesamaan pola ruang rumah Islami dengan pola ruang rumah tradisional Saoraja Lapinceng memberikan kaidah bahwa ajaran Islami sangat menyatu dengan karaktristik suku Bugis yang memang sangat kental dengan unsur ajaran Islami dalam kehidupan masyarakatnya. Kata kunci : Komponen Arsitektural; Rumah Adat; Konsep Arsitektur Islam; Tradisi. Abstract _ Saoraja Lapinceng is one of the traditional house of Bugis society located in Barru Regency and become cultural heritage of South Sulawesi which is women dijagai and preserved. This study aims to identify and analyze the traditional values or philosophies contained in Saoraja Lapinceng as traditional Barru architectural icons and discover the concept behind traditional Islam. By using descriptive research method, hence this research look for and find various kinds of information, characteristic of architectural component, and integrate concept of Islam architecture applied to Rumah Rumah adat. The results showed that Saoraja Lapinceng has the same building properties as custom homes bugis in general. In addition, there are several types of spatial pattern of Islamic house with the pattern of traditional home space Saoraja Lapinceng gives the rule that Islamic teachings are very united with the karaktristik Bugis tribe that is very thick with no Islamic teachings in the life of the community. Keywords : Architectural Components; Custom home; Concept of Islamic Architecture; Tradition.
{"title":"INTEGRASI KONSEP ARSITEKTUR ISLAM PADA RUMAH ADAT SAORAJA LAPINCENG KABUPATEN BARRU","authors":"Zulkarnain As, Andi Hildayanti","doi":"10.24252/NATURE.V5I1A1","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/NATURE.V5I1A1","url":null,"abstract":"Abstrak _ Saoraja Lapinceng merupakan salah satu rumah adat masyarakat Bugis yang terletak di Kabupaten Barru dan menjadi warisan budaya Sulawesi Selatan yang patut dijaga dan dilestarikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis serangkaian nilai tradisi atau filosofi yang terkandung pada Saoraja Lapinceng sebagai icon arsitektur tradisional Barru serta menemukan integrasi konsep arsitektur Islam pada rumah adat sebagai bagian upaya pelestarian budaya. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif, maka penelitian ini mengidentifikasi dan menemukan berbagai nilai tradisi, karakteristik komponen arsitektural, dan integrasi konsep arsitektur Islam yang diaplikasikan pada bangunan rumah adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Saoraja Lapinceng memiliki karakteristik bangunan yang sama dengan rumah adat bugis pada umumnya. Disamping itu, terdapat beberapa unsur kesamaan pola ruang rumah Islami dengan pola ruang rumah tradisional Saoraja Lapinceng memberikan kaidah bahwa ajaran Islami sangat menyatu dengan karaktristik suku Bugis yang memang sangat kental dengan unsur ajaran Islami dalam kehidupan masyarakatnya. Kata kunci : Komponen Arsitektural; Rumah Adat; Konsep Arsitektur Islam; Tradisi. Abstract _ Saoraja Lapinceng is one of the traditional house of Bugis society located in Barru Regency and become cultural heritage of South Sulawesi which is women dijagai and preserved. This study aims to identify and analyze the traditional values or philosophies contained in Saoraja Lapinceng as traditional Barru architectural icons and discover the concept behind traditional Islam. By using descriptive research method, hence this research look for and find various kinds of information, characteristic of architectural component, and integrate concept of Islam architecture applied to Rumah Rumah adat. The results showed that Saoraja Lapinceng has the same building properties as custom homes bugis in general. In addition, there are several types of spatial pattern of Islamic house with the pattern of traditional home space Saoraja Lapinceng gives the rule that Islamic teachings are very united with the karaktristik Bugis tribe that is very thick with no Islamic teachings in the life of the community. Keywords : Architectural Components; Custom home; Concept of Islamic Architecture; Tradition.","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":"27 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-06-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"90348632","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}