首页 > 最新文献
paperpass

Nature National Academic Journal of Architecture最新文献

英文 中文
KAJIAN KONSEP TEORI LIMA ELEMEN CITRA KOTA PADA KAWASAN KOTA TUA JAKARTA 消费税文本
Pub Date : 2021-04-22 DOI: 10.24252/nature.v8i1a3
Muhammad Akbar Rafsyanjani, Ari Widyati Purwantiasning
Abstrak_ Ketika kita bicara tentang kawasan kota kita perlu membahas tentang manusia yang berada di dalamnya, dikarenakan banyak sekali ketika kita memikirkan kawasan kota tidak banyak dari mereka yang memperlihatkan dari sisi mikronya yaitu manusia Maka dari itu, penelitian ini mempermasalahkan bagaimana penerapan prinsip teori lima elemen citra kota pada Kawasan Kota Tua Jakarta, kemudian bagaimana mengkaji teori lima elemen citra kota pada Kawasan Kota Tua Jakarta. Dari permasalahan muncul tujuan dari penelitian ini dapat menjelaskan penerapan prinsip lima elemen citra kota pada Kawasan Kota Tua Jakarta. Adapun hasil yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah dengan menjelaskan path, edges, node, district, dan landmark dari Kawasan Kota Tua Jakarta. Hasil yang didapat dari penelitian ini terhadap Kawasan Kota Tua Jakarta adalah Path di dalam kawasan ini ditunjukkan dengan jalur kendaraan, kereta api, sungai, pedestrian, kemudian Edges di dalam kawasan ini ditunjukkan dengan batasan sungai yang membatasi antara zona inti dan zona penunjang, kemudian node di dalam kawasan ini ditunjukkan dengan persimpangan jalan yang terhubung ke kawasan zona inti Kota Tua Jakarta, kemudian district di dalam kawasan ini ditunjukkan dengan kawasan inti dan penunjang sebagai pembeda antara distrik satu dengan yang lainnya, kemudian di dalam kawasan ini ditunjukkan dengan Museum Fatahillah. Kata kunci : Lima Elemen; Kevin Lynch; Kawasan Kota Tua Jakarta Abstrac t_ When we talk about the city area we need to talk about the human being in it, because there are so many things when we think that the city is not many of them that show from the side of the Micronics man, therefore, This study disputed how to apply the theory principle of five elements of the city image in the Old City area of Jakarta, then how to examine the five elements of the city image element in the Old City area of Jakarta. From the problem arising, the purpose of this research can explain the application of the principle of five components of city image in the Old City area Jakarta. The result of this research is to describe the path, edges, nodes, district, and landmarks of the Old City area of Jakarta. The result of this research on Jakarta's Old City area is Path within this region indicated by vehicle, railway, river, pedestrian, then Edges within this area are characterized by river boundary limiting Between the core zone and the supporting zone, then the nodes within this area are indicated by a crossroads connected to the core zone area of the old City of Jakarta, then district within this area is indicated by the core region and support as Differentiator between District One and another, then within this area is characterized by Fatahillah Museum. Keywords: Five Elements; Kevin Lynch; Jakarta Old Town Area.
摘要——当我们谈论城市的区域时,我们需要谈论其中的人,因为当我们思考城市的区域的时候,有很多从微观角度来看的人并不多,所以从这一点来看,这项研究是有问题的,城市形象的五元素理论如何在旧雅加达市的区域中应用,-然后如何研究雅加达古城区城市形象的五要素理论。从出现的问题来看,本研究的目的可以解释城市形象五要素原则在雅加达老城地区的应用。至于这项研究的结果,它是关于解释雅加达老城区的路径、边缘、节点、区域和地标。对雅加达老城地区的研究结果是,该地区的路径由车辆、火车、河流、行人的路径显示,然后该地区的边缘由核心区和休息区之间的河流边界的边界显示,然后,该区域的节点显示为与旧雅加达市中心区相连的道路交叉口,然后该区域的区域显示为中心区和河床,作为区域之间的差异,然后该地区显示为Fathillah博物馆。关键词:五行;凯文·林奇;Kawasan Kota Tua Jakarta Abstrac t_当我们谈论城市区域时,我们需要谈论其中的人,因为当我们认为城市并不是很多的时候,有太多的东西从美光人的角度展现出来,因此,本研究对如何将城市形象的五要素理论原理应用于雅加达老城区域存在争议,然后如何考察雅加达古城区城市形象元素的五要素。从产生的问题来看,本研究的目的可以解释城市形象五要素原理在雅加达老城地区的应用。本研究的结果是描述雅加达老城地区的路径、边缘、节点、区域和地标。本次对雅加达老城的研究结果是,该区域内的路径由车辆、铁路、河流、行人表示,然后该区域内边缘以核心区和支撑区之间的河流边界限制为特征,然后该地区内的节点由连接雅加达老城核心区的十字路口表示,然后,该区域内的区域由核心区域表示,并作为一个区域和另一个区域之间的区分器提供支持,然后该区域内以Fathillah博物馆为特色。关键词:五行;凯文·林奇;老城区。
{"title":"KAJIAN KONSEP TEORI LIMA ELEMEN CITRA KOTA PADA KAWASAN KOTA TUA JAKARTA","authors":"Muhammad Akbar Rafsyanjani, Ari Widyati Purwantiasning","doi":"10.24252/nature.v8i1a3","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/nature.v8i1a3","url":null,"abstract":"Abstrak_ Ketika kita bicara tentang kawasan kota kita perlu membahas tentang manusia yang berada di dalamnya, dikarenakan banyak sekali ketika kita memikirkan kawasan kota tidak banyak dari mereka yang memperlihatkan dari sisi mikronya yaitu manusia Maka dari itu, penelitian ini mempermasalahkan bagaimana penerapan prinsip teori lima elemen citra kota pada Kawasan Kota Tua Jakarta, kemudian bagaimana mengkaji teori lima elemen citra kota pada Kawasan Kota Tua Jakarta. Dari permasalahan muncul tujuan dari penelitian ini dapat menjelaskan penerapan prinsip lima elemen citra kota pada Kawasan Kota Tua Jakarta. Adapun hasil yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah dengan menjelaskan path, edges, node, district, dan landmark dari Kawasan Kota Tua Jakarta. Hasil yang didapat dari penelitian ini terhadap Kawasan Kota Tua Jakarta adalah Path di dalam kawasan ini ditunjukkan dengan jalur kendaraan, kereta api, sungai, pedestrian, kemudian Edges di dalam kawasan ini ditunjukkan dengan batasan sungai yang membatasi antara zona inti dan zona penunjang, kemudian node di dalam kawasan ini ditunjukkan dengan persimpangan jalan yang terhubung ke kawasan zona inti Kota Tua Jakarta, kemudian district di dalam kawasan ini ditunjukkan dengan kawasan inti dan penunjang sebagai pembeda antara distrik satu dengan yang lainnya, kemudian di dalam kawasan ini ditunjukkan dengan Museum Fatahillah. Kata kunci : Lima Elemen; Kevin Lynch; Kawasan Kota Tua Jakarta Abstrac t_ When we talk about the city area we need to talk about the human being in it, because there are so many things when we think that the city is not many of them that show from the side of the Micronics man, therefore, This study disputed how to apply the theory principle of five elements of the city image in the Old City area of Jakarta, then how to examine the five elements of the city image element in the Old City area of Jakarta. From the problem arising, the purpose of this research can explain the application of the principle of five components of city image in the Old City area Jakarta. The result of this research is to describe the path, edges, nodes, district, and landmarks of the Old City area of Jakarta. The result of this research on Jakarta's Old City area is Path within this region indicated by vehicle, railway, river, pedestrian, then Edges within this area are characterized by river boundary limiting Between the core zone and the supporting zone, then the nodes within this area are indicated by a crossroads connected to the core zone area of the old City of Jakarta, then district within this area is indicated by the core region and support as Differentiator between District One and another, then within this area is characterized by Fatahillah Museum. Keywords: Five Elements; Kevin Lynch; Jakarta Old Town Area.","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-04-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"49292680","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
KAJIAN ARSITEKTUR FUTURISTIK PADA BANGUNAN PENDIDIKAN 未来建筑研究
Pub Date : 2020-12-14 DOI: 10.24252/NATURE.V7I2A10
Kartika Sahar, Wafirul Aqli
Abstrak_ Arsitektur Futuristik merupakan gaya arsitektur yang berasal dari ide pemikiran atau gagasan ide yang mengungkapkan kebebasan dan berorientasi ke masa depan ke dalam bentuk yang tidak biasa, kreatif dan inovatif. Dari penelusuran literatur dan teori, telah dirumuskan beberapa prinsip Arsitektur Futuristik yaitu; (1) bangunan yang memiliki konsep masa depan; (2) bentuk bangunannya yang tidak biasa atau asimetris; dan (3) memanfaatkan kemajuan di era teknologi dalam penggunaan struktur dan konstruksi bangunannya. Penelitian ini mengambil studi kasus antara lain  Jockey Club Innovation Tower di Hongkong, The Crystal of Knowledge UI di Depok, dan Universitas Multimedia Nusantara di Tangerang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode menganalisis secara deskriptif-kualitatif tentang pengaplikasian ketiga prinsip arsitektur futuristik di ketiga studi kasus tersebut. Hasil dari penelitian ditemukan bahwa penerapan konsep masa depan dalam arsitektur futuristik akan sangat terlihat jika terdapat kekontrasan dari sekitarnya dalam hal bentuk dan tampilan bangunan. Semakin tidak biasa bentukan yang dipilih dan semakin asimetris juga menentukan seberapa maksimal prinsip futuristik itu diterapkan, dan penggunaan sistem struktur yang menggunakan teknologi terkini juga memperkuat penerapan prinsip tersebut. Kata kunci : Arsitektur Futuristik; Arsitektur Pendidikan; Bangunan Pendidikan; Konsep Futuristik. Abstract_ Futuristic Architecture is an architectural style derived from ideas or ideas that express freedom and future-oriented in an unusual, creative, and innovative form. From the search of literature and theory, several principles of futuristic architecture have been formulated, namely; (1) buildings that have a concept of the future; (2) unusual or asymmetrical shape of the building; and (3) utilizing advancements in the technological era in the use of building structures and construction. This research takes case studies including Jockey Club Innovation Tower in Hong Kong, The Crystal of Knowledge UI in Depok, and Multimedia Nusantara University in Tangerang. The method used in this study is a descriptive-qualitative method of analyzing the application of the three futuristic architectural principles in the three case studies. The results of the study found that the application of future concepts in futuristic architecture will be very visible if there is a contrast from the surroundings in terms of the shape and appearance of the building. The more unusual formations chosen and the more asymmetric also determine how the maximum futuristic principle is applied, and the use of structural systems that use the latest technology also reinforces the application of these principles. Keywords: Futuristic Architecture; Educational Architecture; Educational Buildings; Futuristic Concepts.
未来建筑是一种建筑风格,它来自于表达自由并将未来定位为一种不同寻常的、创造性的和创新的形式的想法或想法。从文献和理论研究来看,未来主义建筑的几个原则已经公布,即:(1) 具有未来概念的建筑;(2) 其不寻常或不对称的形状;以及(3)利用技术时代在结构和构造方面的进步。这项研究以香港赛马会创新塔、德波克知识水晶UI和丹格朗努桑塔拉大学多媒体为案例。本研究所使用的方法是描述性地定性分析未来建筑三原则在三个案例研究中的应用。研究结果发现,如果在建筑的形式和外观上与周围环境形成对比,未来概念在未来建筑中的应用将非常明显。所选择的形式越不寻常,越不对称,也决定了最大未来主义原理的应用方式,而使用最新技术的结构系统也加强了该原理的应用。关键词:未来主义建筑;教育架构;教育大楼;未来主义概念。未来主义建筑是一种源自以不同寻常、创造性和创新的形式表达自由和面向未来的思想或理念的建筑风格;(1) 具有未来概念的建筑;(2) 建筑物的异常或不对称形状;以及(3)利用建筑结构和施工技术时代的进步。本研究以香港赛马会创新大楼、德波克知识水晶UI和丹格朗多媒体Nusantara大学为案例。本研究所使用的方法是一种描述性的定性方法,分析三种未来主义建筑原则在三个案例研究中的应用。研究结果发现,如果建筑的形状和外观与周围环境形成对比,未来概念在未来建筑中的应用将非常明显。选择的更不寻常的结构和更不对称的结构也决定了最大未来原理的应用方式,而使用最新技术的结构系统也加强了这些原理的应用。关键词:未来主义建筑;教育架构;教育建筑;未来主义概念。
{"title":"KAJIAN ARSITEKTUR FUTURISTIK PADA BANGUNAN PENDIDIKAN","authors":"Kartika Sahar, Wafirul Aqli","doi":"10.24252/NATURE.V7I2A10","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/NATURE.V7I2A10","url":null,"abstract":"Abstrak_ Arsitektur Futuristik merupakan gaya arsitektur yang berasal dari ide pemikiran atau gagasan ide yang mengungkapkan kebebasan dan berorientasi ke masa depan ke dalam bentuk yang tidak biasa, kreatif dan inovatif. Dari penelusuran literatur dan teori, telah dirumuskan beberapa prinsip Arsitektur Futuristik yaitu; (1) bangunan yang memiliki konsep masa depan; (2) bentuk bangunannya yang tidak biasa atau asimetris; dan (3) memanfaatkan kemajuan di era teknologi dalam penggunaan struktur dan konstruksi bangunannya. Penelitian ini mengambil studi kasus antara lain  Jockey Club Innovation Tower di Hongkong, The Crystal of Knowledge UI di Depok, dan Universitas Multimedia Nusantara di Tangerang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode menganalisis secara deskriptif-kualitatif tentang pengaplikasian ketiga prinsip arsitektur futuristik di ketiga studi kasus tersebut. Hasil dari penelitian ditemukan bahwa penerapan konsep masa depan dalam arsitektur futuristik akan sangat terlihat jika terdapat kekontrasan dari sekitarnya dalam hal bentuk dan tampilan bangunan. Semakin tidak biasa bentukan yang dipilih dan semakin asimetris juga menentukan seberapa maksimal prinsip futuristik itu diterapkan, dan penggunaan sistem struktur yang menggunakan teknologi terkini juga memperkuat penerapan prinsip tersebut. Kata kunci : Arsitektur Futuristik; Arsitektur Pendidikan; Bangunan Pendidikan; Konsep Futuristik. Abstract_ Futuristic Architecture is an architectural style derived from ideas or ideas that express freedom and future-oriented in an unusual, creative, and innovative form. From the search of literature and theory, several principles of futuristic architecture have been formulated, namely; (1) buildings that have a concept of the future; (2) unusual or asymmetrical shape of the building; and (3) utilizing advancements in the technological era in the use of building structures and construction. This research takes case studies including Jockey Club Innovation Tower in Hong Kong, The Crystal of Knowledge UI in Depok, and Multimedia Nusantara University in Tangerang. The method used in this study is a descriptive-qualitative method of analyzing the application of the three futuristic architectural principles in the three case studies. The results of the study found that the application of future concepts in futuristic architecture will be very visible if there is a contrast from the surroundings in terms of the shape and appearance of the building. The more unusual formations chosen and the more asymmetric also determine how the maximum futuristic principle is applied, and the use of structural systems that use the latest technology also reinforces the application of these principles. Keywords: Futuristic Architecture; Educational Architecture; Educational Buildings; Futuristic Concepts.","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"41886835","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
SEMANTIC ANALYSIS OF THE FIRST CITIES FROM A DECONSTRUCTION PERSPECTIVE 解构主义视角下的第一批城市语义分析
Pub Date : 2020-09-24 DOI: 10.23968/2500-0055-2020-5-3-43-48
M. Valibeigi, F. Ashuri
Abstrak_ Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identitas sebuah kota dari segi dekonstruksi. Karena dua fondasi penting dari dekonstruksi yaitu teks dan makna, serta hubungannya. The First Cities dipilih karena memiliki tingkat tanda teks dan upaya dilakukan untuk menganalisis maknanya berdasarkan isi metode analitik. Penelitian ini menggunakan analisis deduktif tiga langkah, termasuk persiapan, organisasi, laporan akhir atau kesimpulan. Pada tahap pertama, filsafat dekonstruksi berdasarkan pendapat diadvokasi. Kemudian, menentukan beberapa karakteristik semantik standar dari The First Cities. Terakhir, ditarik kesimpulan berdasarkan interpretasi semantik identitas The First Cities. Semua kota tertulis tampaknya cenderung membangkitkan makna tertentu, tetapi pada saat yang sama mempromosikan dan menekankan makna yang berlawanan dengan apa yang ingin mereka ungkapkan.Kata kunci: Dekonstruksi; Teks; Makna; Semantik Perkotaan; The First Cities. Abstract_ The purpose of this study is to investigate urban identity from a deconstruction perspective. Since two critical bases of Deconstruction are text and meaning and their relationships, so the first cities in a symbolic level were chosen as a text and have been tried to analyze their intentions based on the content analysis method. The study used deductive content analysis in three steps, including preparation, organization, and final report or conclusion. In the first step, it has accordingly been argued deconstruction philosophy based on Derrida's views; then determined some standard semantic features of the first cities. Finally, it has been shaped a conclusion based on a semantic interpretation of the first city's identity. It seems all cities as texts tend to provoke a special imaginary meaning but simultaneously, they promote and emphasize the opposite sense of what they want to show.Keywords:  Deconstruction; Text; Meaning; Urban Semantics; The First Cities.
这一抽象研究旨在从解构的角度来确定一个城市的身份。因为解构主义的两个重要基础是文本与意义以及关系。之所以选择第一城市,是因为它们具有文本标记的水平,并试图根据分析方法的内容来分析其含义。本研究采用三步演绎分析法,包括准备、组织、最终报告或结论。在第一阶段,对基于观点的解构哲学进行了修正。然后确定《第一城市》的一些标准语义特征。最后,对“第一城市”身份的语义解释进行了总结。所有书写的城市似乎都有提高某种意义的倾向,但同时又促进和抑制与他们想说的相反的意义。关键词:解构;文本机器城市美景;第一城市。摘要本研究的目的是从解构的角度来研究城市身份。由于解构主义的两个关键基础是文本和意义及其关系,因此选择象征层面的第一批城市作为文本,并试图基于内容分析方法来分析它们的意图。该研究分三个步骤进行演绎内容分析,包括准备、组织和最终报告或结论。第一步,以德里达的解构主义哲学观为基础,对其进行了相应的论证;然后确定了第一批城市的一些标准语义特征。最后,基于对第一城市身份的语义解释,得出了结论。似乎所有城市作为文本都倾向于激发一种特殊的想象意义,但与此同时,它们促进并强调了它们想要展示的相反意义。解构文本意思语义城市;第一城市。
{"title":"SEMANTIC ANALYSIS OF THE FIRST CITIES FROM A DECONSTRUCTION PERSPECTIVE","authors":"M. Valibeigi, F. Ashuri","doi":"10.23968/2500-0055-2020-5-3-43-48","DOIUrl":"https://doi.org/10.23968/2500-0055-2020-5-3-43-48","url":null,"abstract":"Abstrak_ Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identitas sebuah kota dari segi dekonstruksi. Karena dua fondasi penting dari dekonstruksi yaitu teks dan makna, serta hubungannya. The First Cities dipilih karena memiliki tingkat tanda teks dan upaya dilakukan untuk menganalisis maknanya berdasarkan isi metode analitik. Penelitian ini menggunakan analisis deduktif tiga langkah, termasuk persiapan, organisasi, laporan akhir atau kesimpulan. Pada tahap pertama, filsafat dekonstruksi berdasarkan pendapat diadvokasi. Kemudian, menentukan beberapa karakteristik semantik standar dari The First Cities. Terakhir, ditarik kesimpulan berdasarkan interpretasi semantik identitas The First Cities. Semua kota tertulis tampaknya cenderung membangkitkan makna tertentu, tetapi pada saat yang sama mempromosikan dan menekankan makna yang berlawanan dengan apa yang ingin mereka ungkapkan.Kata kunci: Dekonstruksi; Teks; Makna; Semantik Perkotaan; The First Cities. Abstract_ The purpose of this study is to investigate urban identity from a deconstruction perspective. Since two critical bases of Deconstruction are text and meaning and their relationships, so the first cities in a symbolic level were chosen as a text and have been tried to analyze their intentions based on the content analysis method. The study used deductive content analysis in three steps, including preparation, organization, and final report or conclusion. In the first step, it has accordingly been argued deconstruction philosophy based on Derrida's views; then determined some standard semantic features of the first cities. Finally, it has been shaped a conclusion based on a semantic interpretation of the first city's identity. It seems all cities as texts tend to provoke a special imaginary meaning but simultaneously, they promote and emphasize the opposite sense of what they want to show.Keywords:  Deconstruction; Text; Meaning; Urban Semantics; The First Cities.","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-09-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44453721","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
KAJIAN KONSEP KONTEKSTUAL BENTUK PADA BANGUNAN DI KAWASAN KOTA LAMA SEMARANG 世界建筑之间的语境消费文本
Pub Date : 2020-06-29 DOI: 10.24252/nature.v7i1a5
Bella Mareta Thania, Ari Widyati Purwantiasning
Abstrak_ Desain yang kontekstual merupakan desain yang dapat diterima atau dikenali oleh masyarakat dan selaras atau harmoni dengan lingkungan sekitar. Namun kontekstualitas pada bangunan juga dapat mengenalkan bentuk baru yang selaras dengan lingkungan (dikenal dengan istilah kontras) dan desain bangunan yang sudah ada sebelumnya. Konsep kontekstual biasanya diterapkan pada kawasan-kawasan bersejarah dimana terdapat bangunan bersejarah yang masih dilestarikan. Salah satu kawasan bersejarah yang masih melestarikan nilai-nilai sejarah yaitu Kawasan Kota Lama Semarang. Bangunan sejarah yang ada pada Kawasan Kota Lama Semarang  memiliki nilai sejarah yang tinggi. Hal ini karena, bangunan bersejarah yang ada menggambarkan pengaruh budaya lain pada Kawasan Kota Lama Semarang. Pada bangunan bersejarah, konsep kontekstual dapat dilihat dari motif desain bangunan, bentuk dasar bangunan, dan nilai sejarah. Konsep kontekstual bentuk memiliki dua prinsip yaitu kontras dan harmoni. Prinsip kontekstual bentuk bangunan sangat penting penerapannya pada suatu kawasan terutama kawasan bersejarah. Hal ini dapat mempertahankan identitas kawasan, khususnya Kawasan Kota Lama Semarang yang memiliki beragam bangunan. Metode deskriptif kualitatif merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Metode ini digunakan untuk menjelaskan secara deskriptif penerapan arsitektur kontekstual dalam segi bentuk bangunan melalui prinsip yang ada dengan mengetahui batasan kawasan dan jenis-jenis bangunan yang ada pada Kawasan Kota Lama Semarang. Hasil yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan memberikan pemahaman mengenai prinsip-prinsip arsitektur kontekstual pada bentuk bangunan bersejarah di Kawasan Kota Lama Semarang. Kata kunci : Kawasan Bersejarah; Kontekstual; Prinsip Kontekstual; Kota Lama Semarang. Abstract _ Contextual Concept is a design that can be accepted or recognized by the community and in harmony with the surrounding environment. However, contextuality in the building can introduce new forms that are in harmony with the environment (familiar with Contrast) and pre-existing building designs. Contextual Concept usually applies to the historical areas that still preserve historical values. One of the historical areas that still preserve historical values is Semarang Old City. Historical buildings that exist in Semarang Old City have a high historical value. It is because existing historic buildings illustrate the influence of other cultures in Semarang Old City. In the historical building, contextual concepts can be seen from the building design motifs, the basic form of the building, and historical value. The concept of contextual form has two principles, namely contrast, and harmony. The contextual principle of the building form is fundamental to be applied in historical areas. It can maintain the identity of the region, especially Semarang Old City which has a variety of buildings. The qualitative descriptive method was used in this st
摘要语境设计是一种能够被社会接受或认可,与周围环境兼容或和谐的设计。但建筑中的背景也可以引入与环境(称为对比)和前一栋建筑设计一致的新形状。语境概念通常应用于仍有历史建筑的历史区域。其中一个仍然保存着历史价值的历史区域是旧城区。古城区一直存在的历史建筑具有很高的历史价值。这是因为,历史建筑描述了其他文化对那个时代的老城区的影响。在历史建筑中,语境概念可以从建筑设计的主题、建筑的基本形式和历史价值中看出。语境形态的概念有两个原则:对比和和谐。建筑形状的语境原则对于它在特定历史领域的应用非常重要。它可以保留该地区的特色,尤其是拥有不同建筑的中世纪。定性描述方法是本研究中使用的方法。该方法通过已知区域边界和老城区现有建筑类型的现有原则,从建筑形式的角度描述语境建筑的应用。本研究的目的是从古城区历史建筑的形式来识别和理解语境建筑的原则。关键词:历史街区;上下文;语境原则;老城区一直都是。抽象上下文概念是一种能够被社区接受或认可并与周围环境和谐相处的设计。然而,建筑中的情境性可以引入与环境(熟悉对比)和预先存在的建筑设计相协调的新形式。语境概念通常适用于仍保留历史价值的历史区域。三宝垄古城是至今仍保留着历史价值的历史区域之一。三宝垄古城现存的历史建筑具有较高的历史价值。这是因为现存的历史建筑说明了三宝垄古城其他文化的影响。在历史建筑中,可以从建筑设计主题、建筑的基本形式和历史价值中看到语境概念。语境形式的概念有两个原则,即对比和和谐。建筑形式的语境原则是应用于历史领域的基础。它可以保持该地区的特色,尤其是三宝垄老城,那里有各种各样的建筑。本研究采用定性描述方法。该方法旨在通过现有原则,通过了解三宝垄老城的区域边界和建筑类型,从建筑形状的角度描述情境建筑的应用。本研究的结果是确定并理解三宝垄古城历史建筑形状的背景建筑原则。关键词:历史街区;上下文;语境原则;整个老城。
{"title":"KAJIAN KONSEP KONTEKSTUAL BENTUK PADA BANGUNAN DI KAWASAN KOTA LAMA SEMARANG","authors":"Bella Mareta Thania, Ari Widyati Purwantiasning","doi":"10.24252/nature.v7i1a5","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/nature.v7i1a5","url":null,"abstract":"Abstrak_ Desain yang kontekstual merupakan desain yang dapat diterima atau dikenali oleh masyarakat dan selaras atau harmoni dengan lingkungan sekitar. Namun kontekstualitas pada bangunan juga dapat mengenalkan bentuk baru yang selaras dengan lingkungan (dikenal dengan istilah kontras) dan desain bangunan yang sudah ada sebelumnya. Konsep kontekstual biasanya diterapkan pada kawasan-kawasan bersejarah dimana terdapat bangunan bersejarah yang masih dilestarikan. Salah satu kawasan bersejarah yang masih melestarikan nilai-nilai sejarah yaitu Kawasan Kota Lama Semarang. Bangunan sejarah yang ada pada Kawasan Kota Lama Semarang  memiliki nilai sejarah yang tinggi. Hal ini karena, bangunan bersejarah yang ada menggambarkan pengaruh budaya lain pada Kawasan Kota Lama Semarang. Pada bangunan bersejarah, konsep kontekstual dapat dilihat dari motif desain bangunan, bentuk dasar bangunan, dan nilai sejarah. Konsep kontekstual bentuk memiliki dua prinsip yaitu kontras dan harmoni. Prinsip kontekstual bentuk bangunan sangat penting penerapannya pada suatu kawasan terutama kawasan bersejarah. Hal ini dapat mempertahankan identitas kawasan, khususnya Kawasan Kota Lama Semarang yang memiliki beragam bangunan. Metode deskriptif kualitatif merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Metode ini digunakan untuk menjelaskan secara deskriptif penerapan arsitektur kontekstual dalam segi bentuk bangunan melalui prinsip yang ada dengan mengetahui batasan kawasan dan jenis-jenis bangunan yang ada pada Kawasan Kota Lama Semarang. Hasil yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan memberikan pemahaman mengenai prinsip-prinsip arsitektur kontekstual pada bentuk bangunan bersejarah di Kawasan Kota Lama Semarang. Kata kunci : Kawasan Bersejarah; Kontekstual; Prinsip Kontekstual; Kota Lama Semarang. Abstract _ Contextual Concept is a design that can be accepted or recognized by the community and in harmony with the surrounding environment. However, contextuality in the building can introduce new forms that are in harmony with the environment (familiar with Contrast) and pre-existing building designs. Contextual Concept usually applies to the historical areas that still preserve historical values. One of the historical areas that still preserve historical values is Semarang Old City. Historical buildings that exist in Semarang Old City have a high historical value. It is because existing historic buildings illustrate the influence of other cultures in Semarang Old City. In the historical building, contextual concepts can be seen from the building design motifs, the basic form of the building, and historical value. The concept of contextual form has two principles, namely contrast, and harmony. The contextual principle of the building form is fundamental to be applied in historical areas. It can maintain the identity of the region, especially Semarang Old City which has a variety of buildings. The qualitative descriptive method was used in this st","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-06-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43573185","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
FASILITAS KHUSUS PENYANDANG DISABILITAS DAN LANSIA PADA MASJID RAYA MAKASSAR 伟大的马卡萨清真寺的残疾和老年设施
Pub Date : 2019-06-30 DOI: 10.24252/NATURE.V6I1A5
Irma Rahayu
Abstrak_ Masjid Raya Makassar merupakan salah satu fasilitas ibadah yang sering dikunjungi oleh masyarakat muslim. Fasilitas khusus untuk penyandang disabilitas dan lansia pada masjid perlu diperhatikan guna memenuhi hak-hak mereka seperti manusia normal pada umumnya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana fasilitas yang aksesibel bagi kaum difabel dan lansia pada Masjid Raya Makassar. Ada 4 prinsip aksesibilitas dicoba diterapkan dalam konteks membuat masjid yang ramah bagi kaum difabel dan lansia yang pada prinsipnya  berusaha memenuhi  azas kegunaan, azas keselamatan, azas kemudahan  dan azas kemandirian. Variabel pengamatan sesuai azas tersebut : ramp dan tangga, rambu-rambu, pintu, handrails untuk area parkir, area wudhu dan toilet serta area shalat. Metode pada penelitian ini yaitu secara kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi  aksesibilitas pada Masjid Raya Makassar dikomparasikan dengan Peraturan Pemerintah No.  30/PRT/M/2006, kemudian divisualisasikan dalam bentuk desain. Hasil penelitian bahwa fasilitas dan aksebilitas untuk disabilitas dan lansia pada Masjid Raya Makassar masih belum aksesibel sesuai pedoman dari pemerintah. Berdasarkan analisa tentang fasilitas khusus pada masjid raya akan dihasilkan visualisasi rekomendasi desain untuk 3 area masjid yakni area parkir, area toilet dan wudhu serta area shalat. Kata k unci : Disabilitas;Lansia;Aksesibel. Abstract _ Makassar Raya  Mosque is one of the worship facilities that visited frequently by the Muslim community. Special facilities for the disabilities and the elderly people in this mosque need to be considered to fulfill their rights like normal humans in general. This study aimed to determine the extent of accessible facilities for the disabilities and the elderly people at the Makassar Raya Mosque. There are 4 principles of accessibility that tried to be applied in the context of making mosques that are friendly to the disabled and the elderly who are principled have to be  fulfilled namely usability principles, security principles, convenience principles and independence principles. Observation variables according to the principle are ramps and stairs, signs, doors, handrails for the parking area, toilet and ablution area,s and prayer areas. The method in this study was descriptive qualitative which aimed to describe the conditions of accessibility in Makassar  Raya Mosque  compared to Government Regulation No. 30 / PRT / M / 2006, then visualized in the form of a design. The results of the study were that facilities and accessibility for the disabled and the elderly at the Makassar Raya Mosque were still not accessible in accordance with government guidelines. Based on the analysis of special facilities in Raya mosque will be produced the visualization of  the 3 mosque areas, namely the parking area, toilet and ablution area, and prayer area. K eywords : Disability; Elderly; Accessible .
马卡萨大清真寺是穆斯林经常光顾的宗教设施之一。清真寺的残疾和老年人特殊设施需要考虑,以满足他们作为普通人的权利。这项研究的目的是确定马卡萨大清真寺的残疾人士和老年人可以获得哪些设施。在使用可访问性原则的背景下,有4个可访问性原则试图使清真寺对残疾人和老年人友好,他们原则上试图满足实用的、安全的、轻松的、自给自足的、自给自足的。根据azas观察变量:坡道和梯子、指示灯、门、祈祷区、浴室、厕所和祈祷区。本研究的方法是定性的描述性描述,旨在描述马卡萨大清真寺可入性条件的描述与政府第30号/PRT/M/2006号的规定相比较,然后以设计形式进行分析。根据政府的指导方针,马卡萨大清真寺的残疾和老年人设施和可访问性尚未得到批准。根据对大清真寺特别设施的分析,将为清真寺停车场、厕所区、洗浴区和祈祷区提供设计建议。k unci说:残疾;老年人;可视。被穆斯林社区鄙视的马卡萨是最常见的被认为是脆弱的事实之一。在这种场合,需要像普通人类一样满足他们的权利。这项研究可以确定在Makassar Raya Mosque的disabilities和elderly人存在的可访问性缺陷。有四种辅助原则,这一原则试图在校正过程中应用于被轻视的原则和原则,即原则必须满足于手段、安全原则、惯例原则和独立原则。观察变化对原则的损害、落差、signs、doors、适应停车、厕所和区域、s和祈祷区域的影响。这项研究的方法提出了这些条件,这些条件允许以30 / PRT / M / 2006来描述马卡萨拉穆克政府调集的条件,然后在一种设计形式中形象化。这项研究的结果是,在马卡萨拉穆克清真寺,由于遭到破坏和破坏,但在与政府指导方针的协议中仍然不受欢迎。基于ia mosque的特殊特征分析,将会产生3个mosque面积的可视化,以及停车场、厕所和祈祷区域的可视化。K埃美多:残疾;人;Accessible。
{"title":"FASILITAS KHUSUS PENYANDANG DISABILITAS DAN LANSIA PADA MASJID RAYA MAKASSAR","authors":"Irma Rahayu","doi":"10.24252/NATURE.V6I1A5","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/NATURE.V6I1A5","url":null,"abstract":"Abstrak_ Masjid Raya Makassar merupakan salah satu fasilitas ibadah yang sering dikunjungi oleh masyarakat muslim. Fasilitas khusus untuk penyandang disabilitas dan lansia pada masjid perlu diperhatikan guna memenuhi hak-hak mereka seperti manusia normal pada umumnya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana fasilitas yang aksesibel bagi kaum difabel dan lansia pada Masjid Raya Makassar. Ada 4 prinsip aksesibilitas dicoba diterapkan dalam konteks membuat masjid yang ramah bagi kaum difabel dan lansia yang pada prinsipnya  berusaha memenuhi  azas kegunaan, azas keselamatan, azas kemudahan  dan azas kemandirian. Variabel pengamatan sesuai azas tersebut : ramp dan tangga, rambu-rambu, pintu, handrails untuk area parkir, area wudhu dan toilet serta area shalat. Metode pada penelitian ini yaitu secara kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi  aksesibilitas pada Masjid Raya Makassar dikomparasikan dengan Peraturan Pemerintah No.  30/PRT/M/2006, kemudian divisualisasikan dalam bentuk desain. Hasil penelitian bahwa fasilitas dan aksebilitas untuk disabilitas dan lansia pada Masjid Raya Makassar masih belum aksesibel sesuai pedoman dari pemerintah. Berdasarkan analisa tentang fasilitas khusus pada masjid raya akan dihasilkan visualisasi rekomendasi desain untuk 3 area masjid yakni area parkir, area toilet dan wudhu serta area shalat. Kata k unci : Disabilitas;Lansia;Aksesibel. Abstract _ Makassar Raya  Mosque is one of the worship facilities that visited frequently by the Muslim community. Special facilities for the disabilities and the elderly people in this mosque need to be considered to fulfill their rights like normal humans in general. This study aimed to determine the extent of accessible facilities for the disabilities and the elderly people at the Makassar Raya Mosque. There are 4 principles of accessibility that tried to be applied in the context of making mosques that are friendly to the disabled and the elderly who are principled have to be  fulfilled namely usability principles, security principles, convenience principles and independence principles. Observation variables according to the principle are ramps and stairs, signs, doors, handrails for the parking area, toilet and ablution area,s and prayer areas. The method in this study was descriptive qualitative which aimed to describe the conditions of accessibility in Makassar  Raya Mosque  compared to Government Regulation No. 30 / PRT / M / 2006, then visualized in the form of a design. The results of the study were that facilities and accessibility for the disabled and the elderly at the Makassar Raya Mosque were still not accessible in accordance with government guidelines. Based on the analysis of special facilities in Raya mosque will be produced the visualization of  the 3 mosque areas, namely the parking area, toilet and ablution area, and prayer area. K eywords : Disability; Elderly; Accessible .","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42313948","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 5
DEVELOPING FRAMEWORK FOR IMPROVING DISASTER RESILIENCE IN URBAN SLUM UPGRADING 制定在城市贫民窟改造中提高抗灾能力的框架
Pub Date : 2019-06-30 DOI: 10.24252/NATURE.V6I1A9
F. A. Tauhid
Abstract_ Disaster resilience has become an important urban agenda due to the increasing disaster intensity and massive impacts. Developing framework for measuring disaster resilience is a critical policy particularly for urban slum area. It requires extensive and comprehensive approach to achieve sustainable measurement. Providing the integration of the research and the present disaster resilience measurement through content analysis of qualitative approach, this study introduces the framework composed of categories and indicators for improving disaster Resilience in urban slum areas under upgrading efforts. It recommends that community capital: the public infrastructure and facilities, human, financial, natural, and social can be categories for indicators development. These capitals can reflect numerous elements, resources, and relationships within an urban slum areas and its main contribution for community.Keywords: Disaster Resilience; Slum Upgrading; Community Capital.
摘要:随着灾害强度的增加和影响的扩大,灾害恢复已成为城市发展的重要议题。制定衡量抗灾能力的框架是一项关键政策,特别是对城市贫民窟地区而言。它需要广泛和全面的方法来实现可持续的衡量。本研究通过定性方法的内容分析,将本研究与现有的抗灾能力测量相结合,提出了城市棚户区改造改造抗灾能力提升的类别和指标框架。建议社区资本:公共基础设施和设施、人力、财力、自然和社会可以作为指标制定的类别。这些资本可以反映城市贫民窟地区的众多要素、资源和关系及其对社区的主要贡献。关键词:抗灾能力;贫民窟改造;社会资本。
{"title":"DEVELOPING FRAMEWORK FOR IMPROVING DISASTER RESILIENCE IN URBAN SLUM UPGRADING","authors":"F. A. Tauhid","doi":"10.24252/NATURE.V6I1A9","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/NATURE.V6I1A9","url":null,"abstract":"Abstract_ Disaster resilience has become an important urban agenda due to the increasing disaster intensity and massive impacts. Developing framework for measuring disaster resilience is a critical policy particularly for urban slum area. It requires extensive and comprehensive approach to achieve sustainable measurement. Providing the integration of the research and the present disaster resilience measurement through content analysis of qualitative approach, this study introduces the framework composed of categories and indicators for improving disaster Resilience in urban slum areas under upgrading efforts. It recommends that community capital: the public infrastructure and facilities, human, financial, natural, and social can be categories for indicators development. These capitals can reflect numerous elements, resources, and relationships within an urban slum areas and its main contribution for community.Keywords: Disaster Resilience; Slum Upgrading; Community Capital.","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"68827740","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
INTEGRASI BATAS SUCI TERHADAP TIPOLOGI RUANG BANGUNAN MASJID MODERN DI MAKASSAR 苏西最大现代建筑理念的基本整合
Pub Date : 2019-06-30 DOI: 10.24252/NATURE.V6I1A8
Marwati Marwati, Sutriani Sutriani
Abstrak _Tipologi ruang masjid secara umum terdiri dari area bersih/ suci dan area kotor . Fungsi batas suci pada bangunan masjid merupakan area penghubung antara  tempat wudhu dan ruang sholat. Sifat ruang batas suci adalah area bersih.  Penelitian ini akan mengetahui tipologi ruang dan menganalisis hubungan batas suci pada tata ruang  masjid modern  di  Makassar . Integrasi pada tata ruang masjid modern dilihat dari indikator tata ruang, letak, bentuk dan sirkulasi pada ruang batas suci. Metode survey, wawancara,  dan pengamatan area batas suci pada  empat masjid modern yaitu Masjid Raya, Masjid Al-Markas, Masjid Amirul Mukminin dan Masjid H.M. Asyik. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan penyajian skema gambar  dan tabulasi kemudian dilanjutkan dengan metode reduksi. Hasil penelitian diperoleh pertama, tipologi ruang bangunan masjid modern di Makasar terdiri dari area bersih/suci (ruang sholat dan ruang wudhu), area transisi (ruang batas suci, ruang serambi, dan ruang kantor pengelola) dan area kotor (toilet, ruang  penitipan alas kaki, dan dapur). Terdapat perubahan fungsi ruang batas suci sebagai penghubung antara ruang wudhu ke ruang sholat menjadi penghubung antara ruang wudhu/toilet (area bersih/suci dan kotor) ke serambi/ruang sholat (area transisi bersih). Kedua, batas suci ditinjau dari aspek letak, bentuk, sirkulasi, aktivitas pengguna berdampak terhadap tata ruang  bangunan masjid. Aspek yang paling berkaitan terhadap batas suci adalah letak dan sistem sirkulasi pengguna pada tata ruang masjid. Konsep desain letak batas suci pada tata ruang bangunan masjid harus menjaga fungsi batas suci sebagai zona clean . Kata kunci :  Batas Suci; Tata Ruang Masjid; Masjid Modern. Abstract_ Typology of mosque space in general consists of clean zone and non clean. The function of the holy boundary in the mosque building is connecting of area between the place of ablution and the prayer room. The nature of the holy boundary space is a clean area. This study will know the space typology and analyze the relationship of the sacred boundaries in the layout of modern mosques in Makassar. Integration in the modern mosque layout is seen from the indicators of spatial layout, location, shape and circulation in the sacred boundary space. Methods of surveying, interviewing and observing sacred boundary areas in four modern mosques at  Raya Mosque, Al-Markas Mosque, Amirul Mukminin Mosque and H.M Asyik Mosque. Data were analyzed descriptively qualitatively with drawing and tabulation schemes. The results of the study were obtained first, the typology of the space of modern mosque buildings in Makassar consisted of  clean zone (prayer rooms, ablution rooms), transitional zone (sacred boundaries, foyer spaces and manager's office spaces) and non-clean zone (toilets, basement storage rooms feet, kitchen). There is a change in the function of the sacred boundary space as a liaison between the ablution room to the prayer room to be a liaison between t
清真寺的房间一般由清洁/神圣区域和肮脏区域组成。清真寺建筑中神圣边界的功能是沐浴和祈祷室之间的连接区域。神圣边界的本质是一个清洁的区域。这项研究将了解空间类学,并分析马卡萨现代清真寺布局的神圣界限。现代清真寺布局的融合可以从神圣边界内的布局、布局、形状和循环指示器来判断。在四个现代清真寺中进行调查、采访和观察的方法包括大清真寺、基地清真寺、Amirul Mukminin清真寺和h.m.清真寺。数据通过图像示意图呈现和制表,然后以还原方法进行描述性分析。首先获得的研究表明,马卡萨现代清真寺建筑的分类学包括一个清洁/神圣的区域(祈祷和沐浴区)、过渡区(神圣的分界、门厅和行政办公室空间)和肮脏的区域(厕所、鞋店和厨房)。在沐浴区和祈祷区之间的神圣边界区域的功能发生了变化,在沐浴区和祈祷区(清洁/神圣和肮脏区域)和柱廊(清洁过渡区)之间的连接。其次,寺庙的神圣边界从其结构、形状、循环和用户活动的影响到清真寺的建筑布局。与神圣限制最相关的方面是清真寺布局中的用户循环系统。清真寺建筑布局中神圣边界的设计理念必须保持神圣边界作为清洁区域的功能。关键词:神圣的边界;清真寺布局;现代清真寺祈祷。对于洁净区域和不洁净区域的一般组成部分来说,mosque空间的形态学是错误的。清真寺大楼中神圣之处与祈祷室之间的区域相连。神圣边界空间的本质是一个清洁的区域。这项研究将了解太空typology并分析现代马卡萨芥末的关系。现代穆斯林阵营的融合来自于神圣的边界空间中的空间布局、位置、形状和循环。测量方法,审问和观察四种现代穆斯林的活动场所:大清真寺,al - Mosque大本营,Amirul Mukminin Mosque和H. moque。数据是一种分析,描述了一种具有drawing和tabuyment schemes的可行性。研究的结果首先是观察到的,Makassar内置的现代mosque的typology被认为是清洁区域、反腐败区域和非清洁区域。神圣的边界空间的功能有一个变化,就像祈祷室之间的空间和祈祷室之间的空间一样。第二,神圣的反弹从定位、形状、循环和对蜂巢建筑的影响来看。清真寺里最相关的是用户的位置和循环系统。清真寺建筑的设计概念必须以清洁区域的方式进行。基字:清洁区域;Typology;现代清真寺。
{"title":"INTEGRASI BATAS SUCI TERHADAP TIPOLOGI RUANG BANGUNAN MASJID MODERN DI MAKASSAR","authors":"Marwati Marwati, Sutriani Sutriani","doi":"10.24252/NATURE.V6I1A8","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/NATURE.V6I1A8","url":null,"abstract":"Abstrak _Tipologi ruang masjid secara umum terdiri dari area bersih/ suci dan area kotor . Fungsi batas suci pada bangunan masjid merupakan area penghubung antara  tempat wudhu dan ruang sholat. Sifat ruang batas suci adalah area bersih.  Penelitian ini akan mengetahui tipologi ruang dan menganalisis hubungan batas suci pada tata ruang  masjid modern  di  Makassar . Integrasi pada tata ruang masjid modern dilihat dari indikator tata ruang, letak, bentuk dan sirkulasi pada ruang batas suci. Metode survey, wawancara,  dan pengamatan area batas suci pada  empat masjid modern yaitu Masjid Raya, Masjid Al-Markas, Masjid Amirul Mukminin dan Masjid H.M. Asyik. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan penyajian skema gambar  dan tabulasi kemudian dilanjutkan dengan metode reduksi. Hasil penelitian diperoleh pertama, tipologi ruang bangunan masjid modern di Makasar terdiri dari area bersih/suci (ruang sholat dan ruang wudhu), area transisi (ruang batas suci, ruang serambi, dan ruang kantor pengelola) dan area kotor (toilet, ruang  penitipan alas kaki, dan dapur). Terdapat perubahan fungsi ruang batas suci sebagai penghubung antara ruang wudhu ke ruang sholat menjadi penghubung antara ruang wudhu/toilet (area bersih/suci dan kotor) ke serambi/ruang sholat (area transisi bersih). Kedua, batas suci ditinjau dari aspek letak, bentuk, sirkulasi, aktivitas pengguna berdampak terhadap tata ruang  bangunan masjid. Aspek yang paling berkaitan terhadap batas suci adalah letak dan sistem sirkulasi pengguna pada tata ruang masjid. Konsep desain letak batas suci pada tata ruang bangunan masjid harus menjaga fungsi batas suci sebagai zona clean . Kata kunci :  Batas Suci; Tata Ruang Masjid; Masjid Modern. Abstract_ Typology of mosque space in general consists of clean zone and non clean. The function of the holy boundary in the mosque building is connecting of area between the place of ablution and the prayer room. The nature of the holy boundary space is a clean area. This study will know the space typology and analyze the relationship of the sacred boundaries in the layout of modern mosques in Makassar. Integration in the modern mosque layout is seen from the indicators of spatial layout, location, shape and circulation in the sacred boundary space. Methods of surveying, interviewing and observing sacred boundary areas in four modern mosques at  Raya Mosque, Al-Markas Mosque, Amirul Mukminin Mosque and H.M Asyik Mosque. Data were analyzed descriptively qualitatively with drawing and tabulation schemes. The results of the study were obtained first, the typology of the space of modern mosque buildings in Makassar consisted of  clean zone (prayer rooms, ablution rooms), transitional zone (sacred boundaries, foyer spaces and manager's office spaces) and non-clean zone (toilets, basement storage rooms feet, kitchen). There is a change in the function of the sacred boundary space as a liaison between the ablution room to the prayer room to be a liaison between t","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"41499331","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
DESAIN TAMAN EDUWISATA BERBASIS AGRO 德桑塔曼农业基础教育
Pub Date : 2019-06-30 DOI: 10.24252/NATURE.V6I1A7
I. M. A. Dharmadiatmika
Abstrak_ Taman oleh masyarakat awam dikenal sebagai suatu tempat yang indah dan penuh dengan tanaman berbunga. Taman merupakan tempat berekreasi dan melepas lelah. Penelitian tentang Desain Taman Eduwisata Berbasi Agro ini merupakan suatu upaya untuk menunjukkan bahwa dengan ilmu arsitektural lanskap, suatu lahan dengan fungsi pendidikan dan penelitian dapat pula memberikan nilai rasa estetika bagi pengguna dan pengunjung. Desain taman yang dilakukan pada kondisi lingkungan kebun dapat dikreasikan sedemikian rupa untuk memberikan manfaat rekreatif dan sekaligus edukatif. Berbagai fasilitas pendukung tambahan tentu perlu disediakan dan diadakan untuk mencapai tujuan tersebut. Area penerimaan yang memiliki ciri khas, tempat parkir yang tertata, sirkulasi yang nyaman, dan juga fasilitas multifungsi merupakan beberapa fasilitas yang didesain untuk ada di kebun percobaan. Bentuk-bentuk yang indah dan menarik dibuat untuk memberi kesan estetik bagi pengunjung, terutama dengan tujuan untuk mengoptimalisasi pemanfaatan kebun FP. Desain yang menarik dan mengesankan bahwa kebun percobaan adalah tempat wisata dan rekreasi dibuat dengan maksud untuk menciptakan kesan dan juga menarik minat masyarakat umum bahwa kebun tidak harus selalu identik dengan tanah yang kotor dan berlumpur. Kebun percobaan juga dapat indah, menarik, dan unik. Sebagai kebun percobaan yang dikelola oleh Fakultas Pertanian Universitas Udayana, desain taman eduwisata berbasis agro ini akan memberikan wajah baru dan perspektif baru bagi pengguna, khususnya civitas akademika Fakultas Pertanian Unud. Kata k unci : Kebun Percobaan; Kebun; Edu-Pariwisata; Kebun Berbasis Agro. Abstract_ People familiar with a garden as a beautiful place, full of pretty blooming flowers. That is an ideal picture of a garden known by people in general. It is also a place for recreation and being refresh. A research on designing an agro-based edu-tourism garden is an effort to show that using landscape architectural point of view, a piece of land with education and research functions can also provide a sense of aesthetic value for users and visitors. Garden design that is carried out on a kebun environment setting can be created in such a way as to provide recreational and educational benefits as well. Some additional supporting facilities will be needed to achieve the goal. Some facilities that are planned to be designed in Faculty of Agriculture research center kebun will be a unique design of welcome area, a well-organized parking area, good circulation, and also some multi-function facilities to support activities and programs of kebun. In this case, kebun shall be understand as an experimental garden. An interesting and beautifully design experimental garden will enhance the aesthetic value of a place and should impress visitors. It will also draw public impression away from a kebun that deals with dirt and muddy soil to a place that suits for recreation and education as well. Experimental gardens can be bea
村民们把公园命名为一个美丽的地方,到处都是盛开的植物。公园是娱乐和放松的地方。这个农业主题公园设计的研究是为了证明,通过景观建设,一个具有教育和研究功能的土地,也可以为用户和游客提供审美品味。在花园环境条件下进行的花园设计可以以一种既具有创造性又具有教育意义的方式进行改造。当然需要提供更多的支持设施来实现这一目标。具有特色的接待区、有组织的停车场、舒适的循环设施和多功能设施都是为实验花园设计的。为了给游客留下美感,特别是为了优化FP花园的利用。实验花园是一个旅游和娱乐场所的有趣和令人印象深刻的设计,其目的是为了给人留下深刻印象,并引起公众的兴趣,即花园不应该总是等同于肮脏和泥泞的土地。试验场也可以是美丽、迷人和独特的。作为乌达亚纳大学农业学院(Udayana university of agriculture)管理的一个试验场,以农业为基础的教育公园的设计将为用户提供一个新的面貌和新的视角,特别是Unud农业学院的civitas。k unci说:实验;花园;Edu-Pariwisata;农业花园。摘要——人们熟悉一个花园,它是一个美丽的地方,摆满了美丽的花朵。这是一个综合花园中众所周知的人的理想形象。它也是一个重生和刷新的地方。一项以教育和研究为基础的农业景观花园的研究可以证明,使用景观景观景观景观景观是一块具有教育和研究功能的土地,它还可以为居民提供智能价值。花园里的设计就像在一个环境环境环境环境中所发现的那样,可以很好地提供教育补助。有些支持因素需要实现这些目标。计划在以农业研究中心为主题的农业研究中心设计的一些特点将是一个独特的欢迎领域,一个组织公园,一个良好的圈,以及一些额外的功能,以支持花园活动和项目。在这种情况下,花园将理解一个实验花园。一个有趣而美丽的设计花园将满足一个地方的aesttic装饰,并应该给游客留下深刻印象。它还能从泥土和泥泞的土地上向一个适合重建和教育的地方提供公共印象。实验花园可以是美丽的,有趣的,而且是独一无二的。美国农业、乌达亚纳大学(Udayana University)所设计的农业花园,将为游客和游客提供新的面貌和视角,特别是学生和特点。K eywords:实验花园;花园;Edu-Tourism;Agro-Based花园。
{"title":"DESAIN TAMAN EDUWISATA BERBASIS AGRO","authors":"I. M. A. Dharmadiatmika","doi":"10.24252/NATURE.V6I1A7","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/NATURE.V6I1A7","url":null,"abstract":"Abstrak_ Taman oleh masyarakat awam dikenal sebagai suatu tempat yang indah dan penuh dengan tanaman berbunga. Taman merupakan tempat berekreasi dan melepas lelah. Penelitian tentang Desain Taman Eduwisata Berbasi Agro ini merupakan suatu upaya untuk menunjukkan bahwa dengan ilmu arsitektural lanskap, suatu lahan dengan fungsi pendidikan dan penelitian dapat pula memberikan nilai rasa estetika bagi pengguna dan pengunjung. Desain taman yang dilakukan pada kondisi lingkungan kebun dapat dikreasikan sedemikian rupa untuk memberikan manfaat rekreatif dan sekaligus edukatif. Berbagai fasilitas pendukung tambahan tentu perlu disediakan dan diadakan untuk mencapai tujuan tersebut. Area penerimaan yang memiliki ciri khas, tempat parkir yang tertata, sirkulasi yang nyaman, dan juga fasilitas multifungsi merupakan beberapa fasilitas yang didesain untuk ada di kebun percobaan. Bentuk-bentuk yang indah dan menarik dibuat untuk memberi kesan estetik bagi pengunjung, terutama dengan tujuan untuk mengoptimalisasi pemanfaatan kebun FP. Desain yang menarik dan mengesankan bahwa kebun percobaan adalah tempat wisata dan rekreasi dibuat dengan maksud untuk menciptakan kesan dan juga menarik minat masyarakat umum bahwa kebun tidak harus selalu identik dengan tanah yang kotor dan berlumpur. Kebun percobaan juga dapat indah, menarik, dan unik. Sebagai kebun percobaan yang dikelola oleh Fakultas Pertanian Universitas Udayana, desain taman eduwisata berbasis agro ini akan memberikan wajah baru dan perspektif baru bagi pengguna, khususnya civitas akademika Fakultas Pertanian Unud. Kata k unci : Kebun Percobaan; Kebun; Edu-Pariwisata; Kebun Berbasis Agro. Abstract_ People familiar with a garden as a beautiful place, full of pretty blooming flowers. That is an ideal picture of a garden known by people in general. It is also a place for recreation and being refresh. A research on designing an agro-based edu-tourism garden is an effort to show that using landscape architectural point of view, a piece of land with education and research functions can also provide a sense of aesthetic value for users and visitors. Garden design that is carried out on a kebun environment setting can be created in such a way as to provide recreational and educational benefits as well. Some additional supporting facilities will be needed to achieve the goal. Some facilities that are planned to be designed in Faculty of Agriculture research center kebun will be a unique design of welcome area, a well-organized parking area, good circulation, and also some multi-function facilities to support activities and programs of kebun. In this case, kebun shall be understand as an experimental garden. An interesting and beautifully design experimental garden will enhance the aesthetic value of a place and should impress visitors. It will also draw public impression away from a kebun that deals with dirt and muddy soil to a place that suits for recreation and education as well. Experimental gardens can be bea","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42555511","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP KENYAMANAN FASILITAS RUANG TERBUKA PUBLIK FORT ROTTERDAM 游客对鹿特丹堡公共开放设施的舒适看法
Pub Date : 2019-06-30 DOI: 10.24252/NATURE.V6I1A6
Ibrahim Tuahena, T. Martosenjoyo, Abdul Mufti Radja
Abstrak_ Ruang terbuka publik sekitar Fort Rotterdam sering terlihat sepi dari pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pengunjung dan faktor yang mempengaruhi persepsi pengunjung terhadap kenyamanan fasilitas ruang terbuka publik Fort Rotterdam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Variabel fasilitas yang diamati dalam penelitian diantaranya paving, tanaman, kios, tempat sampah, lampu, penanda, dan bangku. Variabel kenyamanan yang diamati adalah kenyamanan fisik yaitu kondisi fisik dan kajian antropometri pada fasilitas, kenyamanan psikospiritual yang dapat dicapai dengan adanya sarana untuk relaksasi, kenyamanan sosiokultural yaitu kenyamanan dalam interaksi sosial, dan kenyamanan lingkungan seperti aroma/bau-bauan, sirkulasi, daya alam, kebisingan, bentuk, keindahan, kebersihan, keamanan dan penerangan kawasan. Dalam penelitian digunakan kajian literatur untuk menganalisis variabel penelitian, dan menggunakan skala likert untuk menghitung hasil persepsi dari tiga puluh tiga responden yang dipilih secara acak. Penelitian dilakukan enam jam sehari pada hari sabtu, minggu, dan senin selama tiga bulan yakni bulan September sampai November 2018. Hasil penelitian menunjukan bahwa fasilitas pada ruang terbuka publik ini sudah nyaman karena dominan persepsi pengunjung adalah baik. Faktor pengaruh yang telah dikelompokan berdasarkan variabel kenyamanan diantaranya kenyamanan fisik yang belum baik, kenyamanan psikospiritual belum baik, kenyamanan sosiokultural sudah baik dan kenyamanan lingkungan yang sudah baik. Kata k unci : Ruang Terbuka Publik; Fort Rotterdam; Kenyamanan; Fasilitas. Abstrak_ Public open spaces around Fort Rotterdam often look deserted by visitors, This study aims to understand visitor perceptions and factors that influence visitors' perceptions of Fort Rotterdam's public comfort facilities. The research method used is a qualitative method with descriptive analysis. Facility variables invited in the study discussed paving, shade plants, kiosks, trash bins, lights, markers, and benches. The convenience variables discussed are physical comfort, namely physical studies and anthropometric studies on facilities, psychospiritual comfort that can be achieved by considering the comfort of air, plants, and good regional transportation, sociocultural comfort, namely comfort, social, and comfort such as aroma, circulation, climate, climate, security, security, regional lighting. In this study literature studies were used to analyze the research variables, then using the Likert scale to calculate the results of the evaluations of thirty-three respondents randomly selected. The study was conducted for six hours on Saturday, Sunday, and Monday for three months from September to November 2018. The results showed that Fort Rotterdam's public open space facilities were comfortable because the dominant perception of visitors was good. comfort factors that have been grouped based on
鹿特丹堡周围的公共空间往往与游客隔离。本研究的目的是了解游客对鹿特丹堡公共空间设施舒适度的感知以及影响游客感知的因素。所使用的研究方法是一种定性的方法,带有描述性分析。研究中观察到的设施变量包括铺路、植物、kios、垃圾、灯具、标记和长凳。观察到的舒适变量是身体舒适:对设施的身体状况和人体测量研究,通过放松可以实现的心理舒适,社会文化舒适,即社交互动中的舒适,以及环境舒适,如气味/气味、循环、自然力量、噪音、形状、美丽、纯洁,安全和区域清理。在研究文献中,研究用于分析研究变量,并使用likert量表计算33个随机选择的回答的感知结果。这项研究在2018年9月至11月的三个月里,分别在周六、周日和周一每天进行六个小时。研究表明,这个开放空间的设施已经很舒适了,因为游客的主导感知是好的。根据可变舒适度对影响因素进行分组,其中包括不愉快的身体舒适度、不愉快的心理心理舒适度、令人不愉快的社会文化舒适度和不愉快的环境舒适度。关键词:公共开放室;鹿特丹堡;安慰设施Abstrak_鹿特丹堡周围的公共开放空间经常被游客遗弃。本研究旨在了解游客的看法以及影响游客对鹿特丹堡公共舒适设施看法的因素。所使用的研究方法是一种定性的方法,带有描述性分析。研究中邀请的设施变量讨论了铺路、遮荫植物、售货亭、垃圾箱、灯、标记和长椅。所讨论的便利变量是身体舒适度,即对设施的物理研究和人体测量研究,通过考虑空气、植物和良好的区域交通的舒适度可以实现的精神心理舒适度,社会文化舒适度,也就是舒适度、社会性和舒适度,如香气、循环、气候、气候、安全、区域照明。在本研究中,使用文献研究来分析研究变量,然后使用Likert量表来计算随机选择的33名受访者的评估结果。这项研究在2018年9月至11月的三个月里,于周六、周日和周一进行了六个小时。结果表明,鹿特丹堡的公共开放空间设施很舒适,因为游客的主导感知良好。根据舒适度变量对舒适度因素进行分组,即身体舒适度、精神舒适度不佳、社会文化舒适度良好和环境舒适度良好。关键词:公共开放空间;鹿特丹堡;安慰设施
{"title":"PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP KENYAMANAN FASILITAS RUANG TERBUKA PUBLIK FORT ROTTERDAM","authors":"Ibrahim Tuahena, T. Martosenjoyo, Abdul Mufti Radja","doi":"10.24252/NATURE.V6I1A6","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/NATURE.V6I1A6","url":null,"abstract":"Abstrak_ Ruang terbuka publik sekitar Fort Rotterdam sering terlihat sepi dari pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pengunjung dan faktor yang mempengaruhi persepsi pengunjung terhadap kenyamanan fasilitas ruang terbuka publik Fort Rotterdam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Variabel fasilitas yang diamati dalam penelitian diantaranya paving, tanaman, kios, tempat sampah, lampu, penanda, dan bangku. Variabel kenyamanan yang diamati adalah kenyamanan fisik yaitu kondisi fisik dan kajian antropometri pada fasilitas, kenyamanan psikospiritual yang dapat dicapai dengan adanya sarana untuk relaksasi, kenyamanan sosiokultural yaitu kenyamanan dalam interaksi sosial, dan kenyamanan lingkungan seperti aroma/bau-bauan, sirkulasi, daya alam, kebisingan, bentuk, keindahan, kebersihan, keamanan dan penerangan kawasan. Dalam penelitian digunakan kajian literatur untuk menganalisis variabel penelitian, dan menggunakan skala likert untuk menghitung hasil persepsi dari tiga puluh tiga responden yang dipilih secara acak. Penelitian dilakukan enam jam sehari pada hari sabtu, minggu, dan senin selama tiga bulan yakni bulan September sampai November 2018. Hasil penelitian menunjukan bahwa fasilitas pada ruang terbuka publik ini sudah nyaman karena dominan persepsi pengunjung adalah baik. Faktor pengaruh yang telah dikelompokan berdasarkan variabel kenyamanan diantaranya kenyamanan fisik yang belum baik, kenyamanan psikospiritual belum baik, kenyamanan sosiokultural sudah baik dan kenyamanan lingkungan yang sudah baik. Kata k unci : Ruang Terbuka Publik; Fort Rotterdam; Kenyamanan; Fasilitas. Abstrak_ Public open spaces around Fort Rotterdam often look deserted by visitors, This study aims to understand visitor perceptions and factors that influence visitors' perceptions of Fort Rotterdam's public comfort facilities. The research method used is a qualitative method with descriptive analysis. Facility variables invited in the study discussed paving, shade plants, kiosks, trash bins, lights, markers, and benches. The convenience variables discussed are physical comfort, namely physical studies and anthropometric studies on facilities, psychospiritual comfort that can be achieved by considering the comfort of air, plants, and good regional transportation, sociocultural comfort, namely comfort, social, and comfort such as aroma, circulation, climate, climate, security, security, regional lighting. In this study literature studies were used to analyze the research variables, then using the Likert scale to calculate the results of the evaluations of thirty-three respondents randomly selected. The study was conducted for six hours on Saturday, Sunday, and Monday for three months from September to November 2018. The results showed that Fort Rotterdam's public open space facilities were comfortable because the dominant perception of visitors was good. comfort factors that have been grouped based on","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"48623142","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 3
OPTIMALISASI PENCAHAYAAN ALAMI DENGAN USEFUL DAYLIGHT ILLUMINANCE PADA DESAIN RUMAH TOKO (RUKO) DI KOTA LHOKSEUMAWE 以lhoumawe镇的USEFUL DAYLIGHT照明为自然光照明
Pub Date : 2019-06-30 DOI: 10.24252/NATURE.V6I1A2
Atthaillah Atthaillah, Amril Bakhtiar, Badriana Badriana
Abstrak_ Penelitian ini menawarkan proposal Rumah Toko (Ruko) di Kota Lhokseumawe yang ramah terhadap cahaya alami, sehingga berkonsekuensi langsung untuk pengurangan energi.  Metode yang digunakan adalah melakukan simulasi komputer dengan menggunakan antar muka Rhinoceros, Grasshopper, Ladybug dan Honeybee.  Climate based daylight modeling (CBDM) dengan metrik Useful Daylight Illuminance (UDI) digunakan untuk membuktikan pengoptimalan cahaya alami yang sesuai dengan Kota Lhokseumawe.  Metrik UDI digunakan pada studi ini karena beberapa alasan, pertama, metrik ini menggunakan data meteorologi lokasi spesifik untuk simulasi pengukuran sehingga hasil yang diharapkan lebih akurat sesuai dengan lokasi geografis objek penelitian.  Kedua, metrik ini membuat kategori batas tidak memenuhi karena kurang cahaya yaitu kurang dari 100 Lux, range optimal antara 100-2000 Lux serta batas kelebihan cahaya diatas 2000 Lux.  Hal ini tentunya mendukung analisa hasil yang lebih baik dibandingkan dengan metrik Daylight Autonomy (DA) yang hanya menentukan batas bawah saja.  Diantara strategi-strategi yang kami implementasikan untuk memperbaiki kondisi pencahayaan alami adalah substraksi bangunan, efisiensi organisasi ruang, memberbesar window wall ratio (WWR), kulit ganda dan shading devices .  Hasil menunjukkan pencahayaan alami yang optimal dapat ditingkatkan dari 22 persen, pada Ruko eksisting, menjadi 73 persen per tahun pada desain proposal penelitian ini. Kata Kunci : Pencahayaan Alami; Useful Daylight Illuminance (UDI); Ruko; Rhinoceros & Grasshopper; Ladybug & Honeybee Abstract _ This study offered a daylight-friendly design of shophouse for Lhokseumawe, which it contributed to the immediate save of energy.  Method used was a computer simulation utilizing Rhinoceros, Grasshopper, Ladybug and Honeybee.  Climate based daylight modeling(CBDM) with Useful Daylight Illuminance (UDI) metric was adopted as a proving ground for a daylight optimization specifically for Lhokseumawe.  The UDI metric utilized were for several reasons, firstly, the metric used meteorogical data for a certain location for the daylight simulation, thus, it represented a more accurate result for a specific geographical location of the study.  Secondly, the metric made categorization for dissatisfactory of low daylight availability which was less than 100 Lux, the optimum range from 100 to 2000 Lux and excessive daylighting availability which falled above 2000 Lux.  Obviously, this supported a better analysis result compare to a Daylight Autonomy (DA) which utilized the minimum limit of the daylight for evaluation.  Among design strategies that implemented for a daylight-friendly design were building mass substraction, efficient space organization, enlarged window wall ratio (WWR), double skin and shading devices.  Result showed daylight optimization was improved from 22 percents, in an existing shophouse, to 73 percents annually with the proposal from this study.  Keywords: Daylighting; Usefu
这项抽象研究提供了一个位于Lhokseumawe市的Ruko商店的建议,该商店对自然光友好,因此直接导致了能源的减少。使用的方法是使用界面Rhinoceros、Grasshopper、Ladybug和Honeybee来模拟计算机。[UNK]基于气候的日光建模(CBDM)和有用的日光照度(UDI)指标用于证明自然光的优化符合Lhokseumawe市。[UNK]UDI指标用于本研究有几个原因,首先,这些指标使用特定位置的气象数据来模拟测量,以便预期结果更准确地符合研究对象的地理位置。其次,由于缺乏光照,即小于100勒克斯、100-2000勒克斯之间的最佳范围和超过2000勒克斯的光过剩极限,该指标使极限类别未得到满足。这当然支持比仅设置下限的夏令时自治(DA)指标更好的分析。我们为改善自然照明条件而实施的策略包括建筑底层、空间组织效率、增加窗墙比(WWR)、双层表皮和遮阳设备。结果表明,在本研究方案设计中,最佳自然光照可以从现有Ruko的22%提高到每年73%。关键词:自然光;有用日光照度(UDI);手&蚱蜢Ladybug&Honeybee Abstract_这项研究为Lhoksemawe提供了一种日光友好的商店设计,有助于立即节约能源。使用的方法是利用犀牛、蚱蜢、瓢虫和蜜蜂进行计算机模拟。[UNK]基于气候的日光建模(CBDM)和有用的日光照度(UDI)指标被用作专门针对Lhokseumawe的日光优化的试验场。[UNK]使用的UDI指标有几个原因,首先,该指标使用了某个位置的气象数据进行日光模拟,因此,它代表了研究特定地理位置的更准确结果。其次,该指标对低于100勒克斯的低日照可用性、100至2000勒克斯的最佳范围和低于2000勒克斯以上的过度日照可用性进行了分类。[UNK]显然,与使用日光最低限度进行评估的日光自治(DA)相比,这支持了更好的分析结果。[UNK]为日光友好设计而实施的设计策略包括建筑质量底层、高效的空间组织、扩大的窗墙比(WWR)、双层表皮和遮阳装置。[UNK]结果显示,根据这项研究的建议,日光优化从现有商店的22%提高到每年73%。[未知]有用日光照度(UDI);Shophouse,Rhinoceros&Grasshoppe;,瓢虫和蜜蜂。
{"title":"OPTIMALISASI PENCAHAYAAN ALAMI DENGAN USEFUL DAYLIGHT ILLUMINANCE PADA DESAIN RUMAH TOKO (RUKO) DI KOTA LHOKSEUMAWE","authors":"Atthaillah Atthaillah, Amril Bakhtiar, Badriana Badriana","doi":"10.24252/NATURE.V6I1A2","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/NATURE.V6I1A2","url":null,"abstract":"Abstrak_ Penelitian ini menawarkan proposal Rumah Toko (Ruko) di Kota Lhokseumawe yang ramah terhadap cahaya alami, sehingga berkonsekuensi langsung untuk pengurangan energi.  Metode yang digunakan adalah melakukan simulasi komputer dengan menggunakan antar muka Rhinoceros, Grasshopper, Ladybug dan Honeybee.  Climate based daylight modeling (CBDM) dengan metrik Useful Daylight Illuminance (UDI) digunakan untuk membuktikan pengoptimalan cahaya alami yang sesuai dengan Kota Lhokseumawe.  Metrik UDI digunakan pada studi ini karena beberapa alasan, pertama, metrik ini menggunakan data meteorologi lokasi spesifik untuk simulasi pengukuran sehingga hasil yang diharapkan lebih akurat sesuai dengan lokasi geografis objek penelitian.  Kedua, metrik ini membuat kategori batas tidak memenuhi karena kurang cahaya yaitu kurang dari 100 Lux, range optimal antara 100-2000 Lux serta batas kelebihan cahaya diatas 2000 Lux.  Hal ini tentunya mendukung analisa hasil yang lebih baik dibandingkan dengan metrik Daylight Autonomy (DA) yang hanya menentukan batas bawah saja.  Diantara strategi-strategi yang kami implementasikan untuk memperbaiki kondisi pencahayaan alami adalah substraksi bangunan, efisiensi organisasi ruang, memberbesar window wall ratio (WWR), kulit ganda dan shading devices .  Hasil menunjukkan pencahayaan alami yang optimal dapat ditingkatkan dari 22 persen, pada Ruko eksisting, menjadi 73 persen per tahun pada desain proposal penelitian ini. Kata Kunci : Pencahayaan Alami; Useful Daylight Illuminance (UDI); Ruko; Rhinoceros & Grasshopper; Ladybug & Honeybee Abstract _ This study offered a daylight-friendly design of shophouse for Lhokseumawe, which it contributed to the immediate save of energy.  Method used was a computer simulation utilizing Rhinoceros, Grasshopper, Ladybug and Honeybee.  Climate based daylight modeling(CBDM) with Useful Daylight Illuminance (UDI) metric was adopted as a proving ground for a daylight optimization specifically for Lhokseumawe.  The UDI metric utilized were for several reasons, firstly, the metric used meteorogical data for a certain location for the daylight simulation, thus, it represented a more accurate result for a specific geographical location of the study.  Secondly, the metric made categorization for dissatisfactory of low daylight availability which was less than 100 Lux, the optimum range from 100 to 2000 Lux and excessive daylighting availability which falled above 2000 Lux.  Obviously, this supported a better analysis result compare to a Daylight Autonomy (DA) which utilized the minimum limit of the daylight for evaluation.  Among design strategies that implemented for a daylight-friendly design were building mass substraction, efficient space organization, enlarged window wall ratio (WWR), double skin and shading devices.  Result showed daylight optimization was improved from 22 percents, in an existing shophouse, to 73 percents annually with the proposal from this study.  Keywords: Daylighting; Usefu","PeriodicalId":31442,"journal":{"name":"Nature National Academic Journal of Architecture","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"45981621","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 6
期刊
Nature National Academic Journal of Architecture
全部 Acc. Chem. Res. ACS Applied Bio Materials ACS Appl. Electron. Mater. ACS Appl. Energy Mater. ACS Appl. Mater. Interfaces ACS Appl. Nano Mater. ACS Appl. Polym. Mater. ACS BIOMATER-SCI ENG ACS Catal. ACS Cent. Sci. ACS Chem. Biol. ACS Chemical Health & Safety ACS Chem. Neurosci. ACS Comb. Sci. ACS Earth Space Chem. ACS Energy Lett. ACS Infect. Dis. ACS Macro Lett. ACS Mater. Lett. ACS Med. Chem. Lett. ACS Nano ACS Omega ACS Photonics ACS Sens. ACS Sustainable Chem. Eng. ACS Synth. Biol. Anal. Chem. BIOCHEMISTRY-US Bioconjugate Chem. BIOMACROMOLECULES Chem. Res. Toxicol. Chem. Rev. Chem. Mater. CRYST GROWTH DES ENERG FUEL Environ. Sci. Technol. Environ. Sci. Technol. Lett. Eur. J. Inorg. Chem. IND ENG CHEM RES Inorg. Chem. J. Agric. Food. Chem. J. Chem. Eng. Data J. Chem. Educ. J. Chem. Inf. Model. J. Chem. Theory Comput. J. Med. Chem. J. Nat. Prod. J PROTEOME RES J. Am. Chem. Soc. LANGMUIR MACROMOLECULES Mol. Pharmaceutics Nano Lett. Org. Lett. ORG PROCESS RES DEV ORGANOMETALLICS J. Org. Chem. J. Phys. Chem. J. Phys. Chem. A J. Phys. Chem. B J. Phys. Chem. C J. Phys. Chem. Lett. Analyst Anal. Methods Biomater. Sci. Catal. Sci. Technol. Chem. Commun. Chem. Soc. Rev. CHEM EDUC RES PRACT CRYSTENGCOMM Dalton Trans. Energy Environ. Sci. ENVIRON SCI-NANO ENVIRON SCI-PROC IMP ENVIRON SCI-WAT RES Faraday Discuss. Food Funct. Green Chem. Inorg. Chem. Front. Integr. Biol. J. Anal. At. Spectrom. J. Mater. Chem. A J. Mater. Chem. B J. Mater. Chem. C Lab Chip Mater. Chem. Front. Mater. Horiz. MEDCHEMCOMM Metallomics Mol. Biosyst. Mol. Syst. Des. Eng. Nanoscale Nanoscale Horiz. Nat. Prod. Rep. New J. Chem. Org. Biomol. Chem. Org. Chem. Front. PHOTOCH PHOTOBIO SCI PCCP Polym. Chem.
﹀
mjeditor
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
0
微信
客服QQ
Book学术公众号 扫码关注我们
反馈
×
意见反馈
请填写您的意见或建议
请填写您的手机或邮箱
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
现在去查看 取消
×
提示
确定
Book学术官方微信
Book学术官方微信
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术
文献互助 智能选刊 最新文献 互助须知 联系我们:info@booksci.cn
Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。
Copyright © 2023 Book学术 All rights reserved.
ghs 京公网安备 11010802042870号 京ICP备2023020795号-1